Anda di halaman 1dari 101

DETIK WAKTU

PERJALANAN MENIKMATI HIDUP

PENULIS:
EKA KHARISMAYA PUTRI

EDITOR:
MUHAMAD SUHAILI

DESAIN&LAY OUT:
EKA KHARISMAYA PUTRI

i
DETIK WAKTU
PERJALANAN MENIKMATI HIDUP

PENULIS:

EKA KHARISMAYA PUTRI

EDITOR:

MUHAMAD SUHAILI

ii
DETIK WAKTU
PERJALANAN MENIKMATI HIDUP

iii
Kata Pengantar

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa yang


telah memberikan hidayah dan petunjuk sehingga buku
garis waktu ini dapat diselesaikan dengan baik. Terima
kasih kepada editor yang selaku dosen pembimbing saya
yang membantu memberikan banyak inspirasi serta para
teman-teman yang sudah selalu mensupport dalam
penyelesaian novel ini, sekalipun waktu yang diberikan
sangat singkat..

Detik waktu merupakan novel yang sederhana diamana


hanya ingin menggugah hati dan pemikiran kita. Hidup
yang terus berjalan dan waktu yang tak pernah
menunggu kita , seolah-olah dia berlari sangat cepat dan
bahkan tidak terkejar oleh kita. Waktu yang berlari
begitu cepat ataukah kita yang begitu lamban?
Entahlah,jiwaku masih penuh ragu dan tanya yang tak
menentu seakan semuanya terasa ambigu untukku.
Cinta , pengalaman dan persahabatan adalah pelajaran

iv
hidup yang begitu tersirat dengan sejuta makna. Buku ini
ingin menggajak kita juga berfikir selama hidup apa saja
yang sudah kita lakukan? Apakah selalu bermanfaat
untuk orang lain?.

Akhirnya, saya sebagai penulis berharap kita bisa lebih


mengghargai waktu dan diri sendiri. Nikmati apa yang
kalian punya saat ini selagi semuanya belum pergi
menghilang begitu saja dan menyisakan penyesalan
mendalam.

Mataram, 1 Desember 2019

Eka Kharismaya Putri

Penulis

2
Ketika garis waktu ingin merangkak maju,
menghapus luka dan menikmati hidup.

Sendiri bukan berarti tak berarti.

Namun hidupku lebih penting dari kamu yang


yang sudah tak berarti.

3
Chapter 1
Perkenalan

s“Bagaimana menyembuhkan luka yang sudah


membekas dan sudah bernanah?”

Kalimat itu yang selalu menjadi pertanyaan dibenak ku,


entah sejak kapan aku mulai merasakan kecewa dan
kesedihan, lebih tepatnya sejak dia meninggalkanku.

Perkenalkan namaku Diana Lestari biasanya sih.. aku


sering di panggil Diana. Kini aku kuliah di kampus
ternama di Lombok. Bisa dibilang hidupku amat
bahagia, memiliki keluarga yang lengkap dan sangat

4
menyayangiku. Aku anak pertama dari tiga bersaudara
tapi bisa dibilang aku yang paling di sayang.

Saat di bangku kuliah; semua itu adalah perjalanan awal


hidupku dimulai dan semuanya tampak begitu indah di
awal. Aku bukan anak yang begitu popular di kampus,
bahkan bisa dibilang biasa aja tapi nilai positifnya aku
banyak mengikuti kegiatan organisasi di kampus, dari
situ aku banyak mendapatkan teman serta banyak
kenalan setidaknya masa mudaku lebih berwarna dan
tidak datar begitu saja.

“Dianaaaa….!!” , suara itu sepertinya tidak asing


ditelingaku dan benar teryata suara itu berasal dari ketua
BEM di kampusku namanya Genta.

“ Ntar sore jam 4 kita rapat ya.. mau bahas kepanitiaan


ospek, jangan lupa ajak temen-temen yang lain.”
Perintah ketua BEM ku.

5
“Iya..” jawabku dengan sedikit agak malas karena hari
ini aku cuma pengen pulang cepat terus tidur di rumah
dengan nyaman setelah seharian ketemu dengan mata
kuliah yang membosankan , lebih-lebih dosen yang gila
tugas kalau kasih tugas nggak punya rasa belas kasihan
sama sekali.

“Arrrgghhhh…pengen ku cabik-cabik si Genta itu”.


Akhirnya dengan sedikit malas dan muka cemberut aku
mengikuti rapat itu sampai jam 6 sore.

Setelah pulang kerumah langsung aku ganti baju dan


membilas sekujur tubuhku,tidak terasa guyuran air yang
menerpa tubukku begitu ku nimati. Mungkin karena
efek lelah seharian hanya berkutat di kampus. Selepas
mandi aku pun makan , rutinitas yang selalu ku lakukan.
Yaaa.. taka da yang menarik bagiku hidupku biasa aja,
bisa dibilang datar.

6
Walaupun di kampus melelahkan bagiku itu jauh lebih
baik dan menyenangkan dari pada di rumah, “
Rumahku, Nerakaku” , mungkin itu julukan yang tepat
untuk menggambarkan diriku saat ini taka da rasa damai
dan kebahagian dalam rumaku apalagi jiwaku. Jiwaku
serasa mati dan berarti , sudah tak berwarna seperti dulu
lagi.. ingin aku berteriak namun jiwaku sudah terlalu
lama terkubur dalam lembah yang kelam dan gelap .
Ahhh.. sudahlah ,, lebih baik aku tidur karena waktu
sudah menunjukkan pukul 12 malam lebih.

Keesokan harinya tak terasa mentari menyeruak begitu


terik menembus kamarku, dengan langkah gontai dan
begitu berat ku paksakan diriku untuk mandi lalu
mengantarkan adik-adikku sekolah, setelah itu setibanya
di rumah ku ambil ponselku dan menghubungi Rara.

“ Hallo, Ra..kamu udah bangun??” tanyaku. “Ummm..


udah kok ini,kenapa sih pagi-pagi udah telepon” gerutu
Rara yang ku tanggapi dengan senyum. “Biasalah..ntar

7
jemput ya seperti biasa” pintaku. “Iya” jawab Raras
dengan singkat padat dan jelas.

Tak ada yang istimewa, seperti biasa aku selalu ke


kampus di saat dosen sudah mau masuk kelas, bahkan
sering kali aku terlambat masuk. Iya , seperti yang kalian
pikirkan aku bukanlah anak yang rajin tapi aku juga
tidak males-males bangetlah.

Dari sinilah semuanya berawal,, perjalanan hidupku


dimulai…..

Semua kisah yang lama terpendam lama kelamaan


semua terungkap satu-persatu,misteri yang selama ini
ku sembunyikan akhirnya terungkap entah dari mana
awal mulanya namun semua luka adalah perjalanan
untuk bahagia.

8
Dalam gelap malam ku bersembunyi…

Dalam kabut gelap ku menangis….

Seperti belati merobek jantungku…

9
Chapter 2
“Aku merasa dunia begitu tidak adil,
dihempaskan ke dasar nestapa lalu diangkat setinggi
langit?”

“Din..Dinnn…Dianaaaaa….!!” teriak Rara dikupingku,


sontak saja membuatku terkejut bukan kepayang.

“ Apaan sih Ra, bisa gak sih , gak usah teriak-teriak


dikuping? Aku gak budek kok..”

10
“ Kamu sih,salah sendiri dari tadi di panggilin ngelamun
aja, mikirin apaan sih ?”

Entah apa yang ku pikirkan hari ini rasanya aku tak


semangat untuk beraktivitas apapun itu, rasanya cuma
ingin segera pulang lalu tidur dirumah dengan begitu
nyaman, namun apa daya kuliah hari ini begitu padat
ditambah lagi pikiran yang gak karuan.

Setibanya aku dirumah kurebahkan badanku di kasur ,


pikiranku melayang-layang entah kemana, sebenarnya
aku memiliki keluarga yang lengkap namun perbedaan
agama kedua orang tuaku selalu saja menimbulkan
percekcokan di dirumah.

“Arrrggghhh…. Kenapa harus seperti ini sih Tuhan?


Kenapa semuanya terasa begitu berat?” selalu kata-kata
itu yang menyeruak di hatiku.

11
Aku selalu merasa hidupku sudah dibuang ke dasar
nestapa terdalam namun terkadang diangkat ke langit
yang begitu tinggi dan merasa semuanya pasti akan baik-
baik saja.

Sang waktu serasa begitu kejam menyiksaku dalam


ruang waktu, yang setiap detiknya berjalan begitu sangat
lambat, dan aku sangat benci hal itu. Saat aku merasa
tidak nyaman di rumah biasanya aku lebih memilih
untuk pergi keluar agar hatiku merasa lebih baik, gak
ampuh-ampuh banget tapi lumayan buat meredam
suasana hati.

“Taukah kamu Ra ada berita bagus , apa yang paling


tidak menyenangkan dalam hidup ini?” kataku pada
Rara, yang sedang asyik mengunyah nasi goreng yang
sedang dia santap.

12
“ Gak tau Din, emang apaan sih yang sedang kamu
pikirin? Makan aja dulu itu nasgormu ntar keburu dingin
loh..”

“Ra, aku lagi mikirin rasanya punya ortu beda agama


kok gini banget ya rasanya .. gak enak banget rasanya
sumpah!! Aku tiap hari pengen nangis tau rasanya
mikirin hidupku ini..”

“Udahlah Diana , gak usah terlalu difikirin.. jalanin aja.


Namanya juga hidup kan gak ada yang mulus.
Seharusnya kamu lebih banyak bersyukur karena masih
punya keluarga yang harmonis, Liat gua punya orang
tua tapi kayak gak punya gara-gara mereka cerai.”

“Hmmmm…iya..iyaa deh, ohya mana si Dila seharian ini


kita belum liat dia tuh di kampus?”, Aku yang lagi liat
sana sini cari keberadaan temanku yang lagi satu entah
dimana mungkin padahal udah janjian ku tunggu di
kantin.

13
“Dilaa….” Panggilku.

“ Wooii.. kenapa sih teriak-teriak gitu”

“Lah kamu dari tadi aku cariin,kemana aja ? kan kita


udah janjian dikantin dari tadi.” Gerutuku pada Dila yan
sedari tadi hilang dan dateng dengan ekpresi tidak
bersalah.

***

Mata kuliah hari ini selesai tepat pukul 14.00, jadwalku


selanjutnya adalah rapat organisasi. Kebetulan aku tidak
hanya mengikuti organisasi BEM saja tapi aku juga
mengikuti salah satu organisasi kesenian di kampusku.
Aku juga satu organisasi kesenian bersama Rara.

“Raa..” panggilku.

14
“ Hhhmmmm… kenapa Din?” sahut Rara

“Mau ikut rapat apa nggak?”

“Ikutlah… mau kabur lagi ? Mau di omelin senior


sampek ke ubun-ubun hahh?” jawab Rara dengan sedikit
kesal.

“Iya,,iya..kita rapat gak usah pasang muka jelek kayak


gitu, aku gak suka”, jawabku.

“Bodo amat !!” sahut Rara.

Pukul 14.00

Waktunya buat rapat , males sih tapi apa daya dari pada
kena omelan senior. Rapat kali ini membuat moodku
hancur, aku tak banyak bicara selama rapat.

15
“Din , kamu kenapa?” Ucap salah satu seniorku.

“ Gak apa, baik-baik aja”. Jawabku walapun dalam hati


gak mood.

***

Malam ini aku masih terhanyut dalam lamunanku, sepi


masih sendiri tak ada yang menemani, yaa.. beginilah
duniaku rasanya masih hampa, setiap malam ku leawati
sendiri dan selalu sendiri menatap langit-langit kamar .
semua terasa kosong sampai pada akhirnya aku terlelap
dan tidur.

“Tidaakkkkkkkkkkkk….”

16
“Mimpi buruk itu lagi,mimpi yang selalu ku benci dan
berharap mimpi itu tidak pernah muncul lagi” ucapku
dalam hati.

Kuteguk air putih yang selalu kusedikan dalam kamarku


untuk sekedar menenangkan perasaanku.

Kulihat pukul berapa saat ini, dan teryata masih jam 3.00
pagi. Waktu dimana ku selalu terbangun karena mimpi
itu. Mimpi yang selalu menghantuiku.

***

Sebenarnya….. ….

Aku punya kisah cinta yang bisa dibilang begitu buruk,


aku memiliki seorang kekasih dan kita saling mencintai
namun karena satu dan lain hal dia pergi meninggalkan

17
ku begitu saja.. hancur? Iya hidupku sangat hancur saat
dia pergi meninggalkanku dan menyisankan luka yang
amat mendalam..

Aku selalu berusaha bangkit namun jatuh lagi …


banyak yang mendekatiku karena hanya ingin
memanfaatkanku. Iya itulah manusia datang sesukanya.

Pintar ??..

Iyaa .. karena aku pintar dan lebih dari dalam hal apapun
yang ku kerjakan aku unggul untuk karir namun soal
cinta aku jauh dari segalanya yang bisa ku bayangkan .
Dan dialah Aksa Putra cinta pertamaku sejak di bangku
SMA , aku kenal dia karena saat itu aku pulang sekolah
jalan kaki, dan kebetulan dia lebih tua 2 tahun dari
usiaku dan sering nongkrong di dekat sekolahku.

“Haiiiii…” sapanya

18
Aku tak mempedulikannya , bahkan bisa di bilang aku
lagi mengacuhkannya.

“ Jutek banget sih jadi cewek”

Tatapku dengan sedikit sinis…” Apaan sih ? gak usah


sok kenal gitu deh.”

“ Karena kita gak kenal makanya ayok kenalan dulu”.


Ucap Aksa

“Ogahhh..” sautku dengan acuh

“ Ayolah.. jangan jutek gitu jadi cewek gak baik”


Bujuknya

19
Hhhhhhhhmmmm ….. cerewet banget sih ini orang bikin
betek ajak pulang sekolah.

“ Iya .. Iya.. Namaku Diana Lestari”

“Namaku Aksa Putra” Jawabnya dengan tersenyum

“Ohh..” jawabku..

Dan sejak saat itu aku kenal dia dan akhirnya jatuh cinta
bahkan kita menjalin hubungan hamper 4 tahun dan
kandas saat orang tuaku tidak menyetujui hubungan
kami dan terlebih lagi aku tau bahwa dia selingkuh.

Kecewa ? bukan hanya kecewa itulah ketika aku merasa


hancur soal percintaan karena dia meninggalkanku
tanpa rasa bersalah .

20
Waktu dan detik demi detik terus berlalu dimana semua
adalah pelajaran dan perjalanan untuk menikmati hidup.
Untuk hidup yang lebih baik, untuk hidup yang lebih
bewarna .

Makasih untuk semua luka itu..

***

“ Kita tidak pernah tahu seperti apa rasanya tinggal di


surge apa di neraka. Kita hanya bisa mengendalikannya
dengan hal-hal yang dekat dengan kita, seperti
hubungan cinta . Menjalin hubungan yang bahagiaitu
mungkin bisa di ibaratkan dengan surge,sedangkan
oputus ibarat mengetuk pintu neraka”. Sekilas kutipan
yang ku baca pada sebuah artikel ketika aku berada di
kampus.

21
Bagiku putus cinta memang bukan perkara yang
mudah. Seberapapunkita tak menghendakinya, kita
akan di paksa untuk berlapang dada.

“Begitupun saat aku berusa melupakan aksa”

“Dinn.. Dinn.. Woiii,,Dianaaa” teriak Dila

“Astaga .. Dilaaa.. budek tau kupingku” gerutuku pada


Dila.

“ Kamu sih kenapa belakangan ini ngelamun aja, kamu


masih mikirin Aksa?” Tanya Dila.

“Nggak kok, aku udah berusah untuk lapang dada”


Jawabku pada Dila.

“Iya .. udah ke kantin yuk aku laper ada yang mau ku


ceritain ke kamu!” Kata Dila

22
***

Tapi pikiranku masih melayang entah kemana..

Siapa sangka hubunganku yang tampaknya baik-baik


saja teryata menyimpan bara. Dia mungkin lelah
dengan segala sifatku yang mungkin tidak dewasa atau
mungkin segala perilaku.

Aksaaa.. haruskah setega itu kamu menyakitiku bisa


kamu lebih baik jika kamu ingin kita pisah.

Beribu Tanya dalam benaku masih terus bergumul


padahal sudah hamper sebulan aku putus dengannya.
Aku masih tidak bisa habis pikir dengan kelakuannya.

23
“ Apa yang salah dengan sikapku?” semua it uterus
menghantuiku.

“Taka da gunanya aku pernah berusaha , jika akhirnya


hubungan yang dijalani harus kandas juga” Ucapku
dalam hati.

Sudahlah mendingan aku makan di kantin dengan Dila


lagipula aku juga sudah sangat lapar.

24
Tuhan memang selalu sengaja menepatkan kita

Pada situasi seperti sekarang ini..

Kelak kita akan bersyukur

Kemudian merindu atau mengingat untuk belajar

25
Chapter 3
“Sejenak hati ingin beristrahat namun

Namun Raga memaksa untuk bergerak”

Setelah menuntaskan mata kuliah secara marathon


seharian , aku dan Dila makan di kantin kampus karena
perut kami udah keroncongan.

“ Mau pesen apa kamu Dil?” Tanyaku.

“Apa aja deh samaain kayak kamu” Jawab Dila.

26
“ Pesen bakso mau?” Tanyaku lagi pada Dila.

“Apa aja deh Diana, kan kamu tau aku pemakan


segalanya kecuali rumput, Hahaha..” Jawab Dila seraya
tertawa.

“Pesen bakso 2 mangkok ya , nggak pake lama bang”


pintaku pada abang bakso.

“Oke Neng” jawab abang bakso kantin.

“Untung di kantin gak ada rumput kalua ada udah ku


pesenin rumput ni” Jawabku seedikit kecut.

Dila emang makan apa aja, anaknya gak pilih-pilih


dalam urusan makan, untungnya badanya gak cepet
gendut walapun banyak makan. Kalaun dipikir-pikir
pengen ketawa aja ketika lihat kelakuan si Dila ya..
Sahabatku semenjak kuliah begitupula dengan Rara.

27
“Mana Rara, Dil?” Tanyaku.

“Nggak tau tuh” Timpalnya.

“ Coba kamu telpon dulu deh biar kita makan sama-


sama” Perintahku.

Tuutttt….Tuttttt….

“Iya , Hallo?” jawab suara dari sebrang.

“Hallo Ra? Kamu dimana?” Tanya Dila kepada Rara.

“Ni lagi di perpustakaan habis kerja kelompok” Jawab


Rara.

28
“Sini ke kantin aku tunggu sama Diana juga ini”Kata
Dila

“Oke” Jawab Rara

Bagiku , mereka seperti tetangga baru yang membuatku


merasa terhibur. Tawa riangmenjadi pemanis dalam
persahabatan .Bagiku mereka adalah energy yang
menghidupkan . Yang jelas, kebaikan mereka yang
mereka tunjukan di depanku seolah membuatku merasa
beruntung sebagai sahabatnya.

“Ehh..maaf nunggu lama. Kalian udah lama di kantin?”


Tanya Rara.

“Nggak kok belum lama-lama banget” Jawabku pada


Rara.

29
“Ohya kalian udah pesen makan?pesen apa” Tanya
Rara.

“Pesen bakso”Jawab Dila.

“Iya deh tunggu bentar aku pesen makan”

“Bang bakso ya semangkok”Kata Rara pada abang


bakso.

“Siap Neng, tunggu bentar “ Jawab abang bakso.

***

30
“Ohya ..tadi katanya Dila mau curhat” Kataku sambal
makan bakso yang sudah diihidangkan didepanku.

“Kamu tau nggak yang namanya ncit..ncitt itu ,


namanya sih Wahyu tapi itu nama panggilan khusus
dari temen-temenya. Guaa ngefanss banget sama dia”
Curhat Dila.

Rasa suka memang luar biasa , dan selalu bisa membuat


orang rela melakukan apapun. Mungkin juga ini salah
satu bagian dari cinta itu buta. Pantas saja, kalua
akhirnya temanku rela melakukan apa saja demi bisa
dekat dengan orang yang dia sukai dan aku sebagai
temannya harus menjadi pendengar yang baik.

“Iya tau” Aku dan Rara kompak menjawab.

“ Serius ini kalian tau” Dila bertanya dengan penuh rasa


penasaran.

31
“Iya Dil , crewet banget sih” Ujar Rara

“Aku kan ngefans sama dia ntar kalua dia tanding


futsal temenin aku nonton dia yaa? Kan aku mau
support dia” Pinta Dila

“Iya ntar kita temenin kalua gak sibuk.” ucapku

“Gak mau tau pokoknya harus!” Paksa Dila

“Ishhhh..iyaiya crewet banget sih ni anak, kebanyakan


makan baksonya Bang Diman tuh.. Hahaha” Jawab
Rara dengan nada meledek

“Iya udah kita makan aja dulu “ jawabku

32
“Cinta memang buta

Selalu bisa menjadi racun dan candu

bagi setiap penikmatnya.”

Pulang kuliah aku langsung pulang, seperti biasanya


aku tak ingin kemana-kemana rasanya malas untuk
keluar rumah terlebih lagi hujan, dan detik waktu
berjalan lambat,ku rebahkan tubuhku di Kasur.

“Andaikan suatu saat aku bertemu seseorang yang


benar-benar bisa mengubah hidupku seutuhnya
menjadi lebih baik.” Gumamku dalam hati

“Jodoh emang rahasia ilahi tapi salahkah jika aku ingin


segera bertemu jodohku untuk melengkapi kekosongan
hari-hariku”terus saja aku bebicara sendiri dalam hati

Sudahlah tidur saja lebih baik..

33
Percaylah .

Semesta sedang

mengajarimu bahagia

Meski dengan cara

yang awalnya

sulit diterima

Bunga yang indah

Harus gugur dan tumbuh kembali

Agar kuat dari terpaan badai

34
Derrrtttt…Derrtttt…

Seketika hpku bergetar, dan kulihat siapa yang


menelponku malam-malam begini ketika ku terbangun
dari tidurku dan teryata sudah jam 9 malam.

“Hhhmmm..iyaa hallo?” Jawabku

“Huuuaaaa…. Din..Dianaa.” Tangis dari sebrang


telepon

“Loh..loh..kenapa Dil?” Tanyaku pada Dila yang sedikit


terkejut.

“Tau tadi sore gua liat Ncittt jalan sama cewek lain,
hancur hatiku” Curhat Dila dengan sedikit terhisak
walapun tangisnya sudah reda

35
“Lah terus? “ Tanyaku dengan ekspresi datar

“Ishh..nyebelin banget sih, temen macem apa kamu ini


Din? Temennya sedih bukannya dihibur malah kayak
gitu ekspresinya.”Ujar Dila

“Intinya gini loh, kan kamu belum pacaran sama dia


masih sekedar ngefans aja, nah..buat apa kamu buang-
buang energy buat sedihin hal seperti itu, intinya kalua
dia yang terbaik buat kamu pasti dia akan dating buat
kamu.” Nasehatku pada Dila

“Tumben bijak banget” Sahut Dila yang sudah mereda


dari tangisnya

“Udah ah..tidur sana , udah malem, Ngantuk banget


ini.”Perintahku

“Iya..iyaa…” Sahut Dila.Telepon akhirnya terputus..

36
“Rasa suka jadi sesak seketika

Saat kita tau dia justru suka dan dekat dengan cewek

lain, sedangkan kamu,,

Masih tetap berani mengungkapkan perasaan”

***

Malam itu masih pukul 10 setelah selesai aku


mendengarkan curhatan Dila yang di penuhi tangisan
penuh drama bak film korea gitu,hadehhhh…
terkadang aku berfikir andaikan hidup ini seperti cerita
dongeng mungkin aku sudah sangat bahagia.

“Tuhan , bolehkah aku minta satu hal? Pertemukan aku


dengan seseorang yang bisa melengkapi segala lebih
dan kurangku dan setia selalu padaku.” Sebuah
permohonan kecil dariku untuk Tuhan.

Rasanya detik demi detik waktu berjalan pelan,sang


waktu sedang mempermaikanku apa mungkin semua

37
ini rencana sang semesta.. Ahh..rasanya kepalaku
penuh tanda Tanya aku sudah ingin mengakhiri
kesepian ini .

Inilah detik waktu..

Perjalanan menikmati hidup..

Berhenti lari dari sakitmu,

Berhenti lari dari kenyataan hidupmu..

Percayalah ..

Sang waktu sedang mempersipakan

Seseorang yang terbaik untukkmu.

38
Chapter 4
“Saat kita merasa sepi dan tak berarti

Tuhan selalu adil dalam rencananya

Dia selalu mengirimkan malaikat tepat pada waktunya”

Ketika kita terlalu sibuk untuk mencari-cari teryata


Tuhan sudah menyiapkan segala sesuatu yang lebih
baik, kita hanya manusia biasa yang nggak pernah tau
recana Tuhan seperti apa.

39
Bahkan dulu aku hamper tidak lagi percaya dengan
yang namanya keajaiban cinta setelah sekian lama aku
menutup pintu hatiku semenjak dia pergi
meninggalkanku, namun teryata aku salah keajaiban
cinta itu masih ada untukku.

“Hoaaaammmm,, hhhmm hari ini hari minggu yaa?


Enaknya ngapain ya?” Gumamku sendiri di dalam
kamar.

Aku mencoba menghubungi Rara.

“Tutttt….tutttt….”.

“Iya, Halo kenapa Din?” Tanya Rara kepadaku.

40
“Ra, lagi sibuk gak? Jalan-jalan yuk mumpung sekarang
lagi hari minggu nih. Suntuk dirumah terus.” Ucapku
kepada Rara.

“Okeh,bolehlah. Aku mandi dulu ya siap-siap. Ntar aku


jemput kamu dirumah.”Kata Rara

“Okelah ,, aku juga mau mandi. Ku tunggu dirumah


ya.”

“Oke.” Jawab Rara

Akupun langsung bergegas pergi menuju kamar mandi.


Saat itu menunjukkan pukul 9 pagi. Selama di kamar
mandi aku begitu bersemangat untuk pergi jalan-jalan
sekedar merilekskan hariku yang begitu penat.

41
Setelah selesai prepare tepat pukul 10 Rara dating
kerumahku dan menjemputku.

“Enaknya kita jalan-jalan kemana ya hari ini?” tanyaku


pada Rara

“Nggak tau, tapi aku lagi pengen makan es krim MCD


ni kayaknya enak mana cuaca panas kayak gini lagi.”
Saran Rara.

“Okelah, ayok kita pergi beli es krim aja kebetulan aku


juga pengen es ini, mana cuaca panas banget lagi hari
ini.. Huufffff… gerah banget.”Kataku pada Rara.

Akhirnya tanpa banyak bicara lagi aku pergi ke MCD


untuk membeli es bersama Rara kebetulan hari
cuacanya sangat panas. Kami memutuskan makan es
langsung di tempat sambil sedikit bercerita.

***

42
“Ikuti saja alurnya

Terkadang hidup itu seperti air

Mengalir tanpa tau tujuannya kemana”

Kebetulan aku saat itu lagi asyik memainkan ponselku,


ku buka semua sosmed yang ada di hpku tiba-tiba saja
muncul notifikasi pesan pada salah satu akun
sosmedku.

“Hai boleh kenalan nggak.” Kata si pemuda ini

“Ini siapa ya maaf nggak kenal .” Balasanku kepada


pemuda ini.

“Kalau gak kenal ya makanya kenalan aja dulu , cuek


banget sih.”Jawabnya

“Iya boleh nama saya Diana.” Jawabku

43
“Ohya.. kenalin nama saya Arkana Delano, panggil aja
Arka” Balasnya via sosmed.

“Hhhmm ..iyaiya.”Jawabku

“Ihh.. cuek banget sih, boleh minta nomer hpnya gak


tante.”Tanya Arka sambil memberikan emot ketawa.

“Hah tante? Enak aja panggil orang sembarangan, kamu


kira saya tantemu apa.” Balesku dengan memeberikan
emot marah.

“Jangan marah gitu dong, itu panggilan khususku buat


kamu Din.”Jawabnya

Akhirnya setelah kami bercerita panjang lebar di via


sosmed kami pun saling bertukar nomer telepon untuk
melanjukan perbincangan kami via chatting, disana

44
kami banyak bercerita dan yang lebih membuatku
terkejut teryata rumah Arka tak jauh dari rumahku.

Keesokan paginya…

“Tingg..”bunyi pesan dari hpku.

“Selamat pagi Diana?”Tanya Arka kepadaku.

“Iya , selamat pagi juga ka.”Jawabku.

“Eh.. hari ini apa kegiatanmu? Boleh tau gak?”

“Aku hari ini mau ke kampus ka, aku ada mata kuliah
jam 9 pagi ini.”

45
“Mau aku anterin gak?” Tanya Arka.

“Hmmm..gak usah ,hari ini aku bareng temenku ke


kampus, tapi makasih atas tawarannya.” Jawabku

“Iya udah aku juga kerjanya shift sore kok makanya


bisa nawarin.” Kata si Arka

“Loh kamu kerja?” Tanyaku dengan sangat penasaran.

“Iya aku kerja di sebuah CV gitu,kebetulan system


kerjanya pake shift gitu.”

Aku baru tau teryata Arka kerja , dan ku pikir dia


sedang kuliah sama seperti diriku karena aku tau umur
kami terpaut 2 tahun ,Arka lebih tuadariku. Sangat
mengesankan dan kini kali pertama lagi aku

46
mendapatkan notif setiap pagi setelah sekian lama aku
menutup pintu hatiku.

***

“Kau tau?

Kini keberuntungan sedang menghampiriku

Dia membawakan pangeran

Bukan hanya mimpi namun alam nyata”

47
Siang ini aku kuliah seperti biasa , hari senin Cuma ada
2 mata kuliah jadi gak terlalu berat sih.

“Jadi anak-anak sekian mata kuliah hari ini , jangan


lupa tugas yang bapak berikan” perintah dosen
linguistics ku dengan sangat ramah tapi tugasnya
menyakitkan .

“Baik pak.” Jawab kami serentak

Kelaspun akhirnya bubar…

“Iihh…nyebelin banget sih bapak ini kasih kita


tugas,gak bisa apa sehari aja kita lepas dari
tugas?”gerutu Dila.

“Iya tu si bapak sukanya kasih kita banyak tugas.”


Sahut Rara.

48
“Udahlah percuma kita ngomel disini , baqpak itu udah
kasih kita tugas dan kalau gak kita kerjainkita sendiri
yang bakalan dapet nilai jelek.” Nasehatku pada
mereka.

“Iyaa..iyaa….” seremak mereka menjawab.

Akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena


cuaca juga lagi gak bersahabat, aku pulang sama Rara
dan Dila pulang sendirian.

“Gue duluan ya Din..Ra! gue takut ntar keburu hujan.”

“Iya Dil , hati-hati ya..” Ucapku pada Dila.

“Iya hati-hati juga Dil” Ucap Rara.

“Oke-oke…”Sahut Dila sambil melambaikan tangan,


lalu pergi.

49
Kami pun bergegas pulang, sepanjang jalan kami kami
banyak bercerita ntah apa saja yang kami ceritakan tapi
setiddaknya cukup menghibur, dan akhirnya sampai
dirumaku .

“Hati-hati ya Ra pulangnya, sampai dirumah kabarin.”


Kataku pada Rara.

“Iya ntar ku kabarin,byeee..Dinn..” kata Rara sambil


melambaikan tangan.

Akupun masuk ke dalam rumah, ku ganti pakaian lalu


mandi dan makan , kemudian akupun rebahan di Kasur
yang rasanya begitu membuatku nyaman.

“Tttinggggg…..”

“Hai lagi apa Din? Jangan sambil senyum-senyum ya


bacanya.” Tiba-tiba chat masuk dari Arka.

50
“Iihhh.. sapa juga yang senyum-senyum. Nggak ada ini
lagi rebahan aja baru pulang kampus.”

“Udah makan?” Tanya Arka.

“Belum.” Jawabku

“Makan dulu sana biar ntar gak sakit perut.” Kata Arka

“Iya bentar lagi aku makan , masih capek banget.”


Kataku pada Arka.

“Iya deh istirahat dulu.”perintah Arka.

“Iyaiya..” Kataku

51
Baru kali ini aku di perhatiin bukan mau baper sih, tapi
emang dia perhatian banget, tapi aku takut apakah ini
beneran perhatian atau hanya sesaat dan menimbulkan
luka lagi? Aku takut..aku takut cinta itu menjadi luka.

Cinta selalu mempunyai misterinya tersendiri . kamu


juga gak tau akhirnya seperti apa. Jadi kamu jalanin aja
semuanya. Nikmati prosesnya.

52
Akan ada pelangi

Setelah hujan

Akan ada bahagia

Setelah air mata

53
Chapter 5
“Kalau kau tau cinta itu menimbulkan luka,

Lantas kenapa kau mau untuk jatuh cinta?

Apakah kamu sudah siap umtuk terluka?”

Detik waktu adalah perjalanan untuk menikmati hidup,


menikmati segalanya yang ku miliki saat ini, berjalan
maju . Aku tau suatu saat semua ini akan berakhir
dengan bahagia.

“Ttiinggg…”

54
“Din ..lagi dimana?” pesan masuk dari Arka.

“Lagi di rumah. Kenapa Ka?” Tanyaku pada Arka Via


chatting.

“Jalan yuk? Aku jemput deh.” Kata Arka.

“Emang mau kemana? Lagi males nih.” Kataku karena


emang aku lagi males buat kemana-kemana.

“Udah ikut aja , siap-siap deh . 5 menit lagi sampek


rumahmu.” Katanya.

“ Emang kamu tau rumahku dimana?” tanyaku pada


Arka.

55
“Kan kamu bissa share lokasimu pake google map!”
Bales Arka denganemot cemberut.

“Iya deh aku kirimin nih lokasi rumahku.” Balesku


dengan senyum-senyum sendiri di rumah.

Bahagia bercampur aduk rasanya , ssenang namun


gelisah entah perasaan apa ini .kenapa ku seperti ini.
Oh.. Tuhan aku butuh petunjukmu sepertinya hatiku
sudah menjadi tidak karuan dibuatnya padahal kami
Cuma sebatas teman.

“ Tiitt..tiitt..” suara motor Arka terdengar di luar.

“ Tunggu bentar.” Kataku sembari teriak dari jendela.

“Tuan putri dandanya lama banget sih .” Kata Arka


sembari tertawa.

56
“Apaan sih, gak kok.” Kucubit lengan Arka dan dia
mer5ingis kesakitan.

“Iya udah naik gih..” Kata Arka.

“iya Ayok dan jalan biar gak kemaleman pulangnya.”


Kataku.

Kebetulan kami jalan jam 5 sore biar gak kemaleman


pulangnya. Sepanjang jalan aku penasaran banget kira-
kira kita akan pergi kemana.

***

“Kau tau terkadang semesta begitu unik

Dia tau bagaimana cara memepertemukan kita

Mempertemukan di waktu yang tepat

Saat dua hati juga ingin bersama”

57
“Kita udah sampai.” Kata Arka.

“Tempat makan?” Tanyaku dalam hati ,dia


membawaku ke tempat makan teryata.

“Iya aku gak suka ngajak kamu ke tempat yang aneh-


aneh atau jauh, kasian kamunya ntar capek mendingan
kamu makan biar gendut.” Kata Arka.

“Aku udah gendut tau.” Kataku pada Arka dengan


muka cemberut.

“Udah gak usah ngebantah , sekarang kita makan aja.”


Jawab Arka.

Teryata kita hanya pergi makan nasi pecel dan itu deket
banget sama rumahnya Arka. Karena Arka sendiri yang
kasih tau. Disitu kita juga cerita-cerita walaupun masih
malu-malu karena itu awal kita ketemu.

58
“Enak gak?” Katanya padaku.

“Enak kok.” Kataku dengan ekspresi datar.

“Beneran enak apa Cuma pura-pura?” Katanya.

“Beneran enak kok, saya makannya gak milih-milih.”


Kataku.

“Syukur deh kalau kamu menikmati makannya.” Kata


Arka.

“Kamu udah punya pacar atau masih jomblo?”


Tanyaku pada Arka karena penasaran.

“ Iya jomblolah, kalau aku punya pacar gak mungkin


aku jalan sama kamu Diana.” Katanya sambil
tersenyum.

59
“Kenapa kamu bisa putus sama pacarmu?” Tanyaku.

“ Iya karena udah gak cocok lagi udah banyak masalah


dan udah gak ada kenyamanan lagi terlebih mantan
pacarku tipe orang yang keras kepala. Kamu sendiri
gimana?” Kata Arka menceritakan semua kisah
percintaannya, dan bertanya kepadaku.

“Aku juga udah lama putus sama pacarku , mungkin


udah setahun lamanya. Kisah cintaku juga gak bagus ,
aku Cuma pengen seseorang yang bisa menerimaku apa
adanya.” Kataku pada Arka.

“Terus kamu gak mau mencoba membuka hati kembali


untuk orang yang baru yang mungkin bisa lebih baik
dari sebelumnya?” Tanya Arka kepadaku dengan
lembut.

60
“Aku mau, mau banget. Tapi semua tak semudah itu
aku butuh waktu , aku butuh waktu untuk meyakinkan
diriku sendiri kalau aka ada seseorang yang lebih baik
dari kemaren.” Kataku.

“ Kalau gak di coba mana kamu tau.” Kata Arka.

“Iya Ka, pasti aku coba pelan-pelan.” Kataku dengan


sedikit lesu .

“Udah gak usah lesu gitu, habisin makanamu.” Perintah


Arka.

“Iya..iya.” sahutkku

Sudah saatnya membuka lembaran baru, buku baru


dengan cerita yang baru. Yang bisa jauh lebih baik dari

61
sebelumnya. Kau tau cinta yang sesungguhnya itu
sangatlah indah.

“Udah sampai rumah tuan putri.” Kata Arka sembari


tertawa.

“iya..iya makasih pangeran jelek.” Jawabku.

“Kok jelek sih?” Tanya Arka dengan muka masam.

“Iya emang jelek kok.” Kataku dengan tertawa.

“Udah ah.. males aku kalo gitu mau pulang aja.” Ancem
Arka kepadaku.

“Iya udah pulang aja sana.” Balesku yang tidak takut


dengan anceman Arka.

62
“Iya ini aku pulang .” Kata Arka yang pulang dengan
wajah cemberut.

Setelah Arka pulang aku bergegas masuk kedalam


rumah lalu masuk ke dalam kamar.

“Din udah makan belum?” Tanya Mamaku.

“Udah kok Ma, tadi makan sama temen.” Jawabku


kepada Mama .

“Iya udah kalau gitu.” Jawab Mamaku.

Setelah itu aku hanya rebahan di Kasur sambil main hp.


Sambil ku baca-baca kembali chatku sama Arka. Selama
aku kenal dia aku selalu dibuat tertawa.

63
“Tingg..” Tiba-tiba hpku bunyi dan teryata pesan
masuk dari Arka.

“Kalau udah di kamar ganti baju terus istrahat, jangan


main hp terus.” Kata Arka.

“Kok kamu tau aja sih apa yang aku lakuin?” Tanyaku
kepada Arka .

“Gimana aku gak tau jelas-jelas darri tadi aku liat kamu
online terus.”Jawab Arka dengan emot ketawa.

“Ishhh.. kamu nyebelin banget yaa.. Iya akum mau


tidur ini bawel banget.” Jawaabku dengan ketus.

“Biarin aja aku bawel kalau gak gitu kamu gak mungkin
cepet tidur. Tau ini udah malem masih aja suka
begadang. Gk usah sok sibuk.” Kata Arka.

64
“Ihh.. siapa juga yang sok sibuk . Aku gak sok sibuk
kok.” Kataku dengan kesal yang tidak terima dengan
kata-kata Arka.

“Iya udah tidur sana. Selamat malam . mimpi indah.”


Kalimat penutup dari Arka.

“ya selamat malam juga.” Jawabku singkat padat dan


jelas.

65
“Akan ada satu orang

Yang membuatmu jatuh cinta tanpa sebab,

Tanpa alasan, juga tanpa petanyaan.

Akan ada satu orang,

Yang membuatmu belajar bahwa cinta bisa datang

Di waktu yang lama, dii waktu yang singkat,

Mungkin juga di waktu yang tepat.”

66
Chapter 6
“Pada suatu titik

Aku menemukan keteduhan hati,

Menemukan sebuah kenyamanan dan keyakinan,

Dan semua itu saat bersamamu.”

Pagi ini aku kuliah seperti biasa,tapi ada yang berbeda


dari biasanya. Iya biasanya hpku sepi kini selalu ada
notif masuk dari Arka.

“Pagi Diana, udah sarapan? Udah di kampus belum?”


Tanya Arka kepadaku.

67
“ Iya pagi juga Arka, udah kok sarapan. Ini juga udah di
kampus .” Jawabku kepada Arka.

“Semangat ya kuliahnya.” Kata Arka yang sudah


menyemangatiku pagi-pagi begini.

“ Iya kamu juga semangat kerjanya, pasti kamu lagi


kerja shift pagi kan.” Kataku pada Arka.

“Loh,kok kamu bisa tau?”Tanya Arka.

“Iya nebak aja sih sebenernya , eh.tau-taunya bener.”


Jawabku dengan emot senyum.

“Ntar sore kalau kamu gak sibuk ada yang mau tak
bicarain sama kamu Din.” Kata Arka kepadaku.

68
“ Iya deh ntar sore kita ketemu pulang kamu kerja.”
Jawabku dengan agak penasaran.

“ Oke deh.” Jawab Arka.

Akhirnya aku menyelesaikan semua kegiatanku


seharian ini biar ntar sore aku bisa bertemu dengan
Arka.

Pukul 15.00 sore ….

“Kamu dimana ?” Tanyaku.

“Ini baru smapek rumah , mau aku jemput atau kamu


kesini? Kita ketemu deket rumah saya aja.”

“Biar aku aja yang kesana.” Kataku pada Arka.

69
“ Iya deh aku tunggu deket rumah.”

“Iya ini jalan sekarang.”

Kebetulan rumahku gak jauh dari rumah Arka. Jadi


lebih baik aku pergi sendiri, biar orangtuaku juga gak
nanyain ntar kalau lama perginya.

“Mana ya Arka, katanya deket rumahnya.” Tanyaku


dalam hati.

“Deerrrttt….Deerrttttt..” telepon masuk dari Arka.

“Sini aku di depan kamu, ikutin aku kita ke kos


temenku aja ngomongnya.” Kata Arka.

“Kenapa harus ke kos temenmu? “ Tanyaku .

70
“Udah ikut aja. “ Kata Arka.

Akhirnya aku mengikuti Arka menuju kos temennya.


Letak kosnya juga gak jauh dari rumahnya, walapun
aku gak tau persis sebelah mana rumah Arka.

***

“Jadilah rumah

Untukku kembali pulang

Saat semua terasa begitu berat”

Aku sampai di kos temen rumahnya Arka, kemudian


Arka mengajakku masuk kedalam kamar temennya ,
dan ngbrol sama temennya, tapi gak lama temennya
meninggalkan kami berdua.

“Kenapa gak bicara di luar aja dimana gitu.” Kataku


pada Arka.

71
“Nggak, soalnya banyak yang ingin aku bicarain sama
kamu.” Kata Arka kepadaku.

“Mau bicarin apa emang? “ Tanyaku dengan penuh


penasaran.

“Kamu mau gak jadi pacarku?” Tanya Arka.

“Hhhmmm… aku belum bisa jawab langsung.”


Jawabku kepada Arka.

“kamu gak perlu jawab sekarang, tapi aku Cuma mau


kasih tau ke kamu, gak perlu percyaa sekarang cukup
aku buktiin ke kamu siapa yang bisa bejuang untukmu
sampai akhir.” Kata Arka berusaha meyakinkanku.

“Iya , maaf aku belum bisa jawab sekarang.” Jawabku


dengan menunduk.

72
“Liat aku !” Perintah Arka.

Tiba-tiba saja Arka menciumku dengan


lembut,membelai raambutku dan mendekapku penuh
kehangatan. Aku tidak bisa berpikir apa-apa selain
menikmati semua ritme itu dan seaakan waktu berhenti
berputar.

“Maaf aku tiba-tiba cium kamu, sekarang balik aja yuk.”


Arka mengajakku untuk pulang .

“Iya deh aku balik langsung ya, bye.” Kataku pada


Arka karena aku kebetulan bawa motor sendiri.

Akhirnya aku langsung pulang, sampai dirumah aku


langsung rebahan dan masih terpikir tentang kejadian
tadi.

73
“Apa yang harus aku lakuin ya?” Tanyaku dalam hati.

Aku binggung harus bagaimana. Namun aku tetap


chattingan dengan Arka seperti biasa. Kami juga
bercanda seperti biasa.

***

Saat itu tepat tanggal 29 September 2017, Jam 19.00


WITA. Aku mencoba memantapkan hati menjawab
pertanyaan Arka.

“Tingg.” Hp Arka berbunyi.

“Kamu lagi apa Ka?” Tanyaku pada Arka.

74
“Lagi rebahan aja, tumben chat duluan?” Tanya Arka
padaku.

“Nggak boleh ini?” Tanyaku.

“Boleh kok. Ada apa?” Jawab Arka.

“Akum au ngomong sesuatu sama kamu.” Kataku pada


Arka.

“Apa?” Tanya Arka.

“Aku mau jadi pacar kamu. Aku mau terima semua


keadaan kamu, dan semua sifatmu.” Kataku pada Arka.

“Ada apa ini kamu tiba-tiba mau jawab gini Din?


Bukannya kamu kemaren bilang jalanin aja dulu.” Kata
Arka kepadaku.

75
“Iya sekarang aku berubah pikiran. Akum au kasih
jawaban atas pertanyaanmu.” Jawabku .

“Aku seneng banget Din, sekarang kita resmi pacaran


ya.” Jawab Arka dengan emot senang.

Arka langsung saja menelponku, dan kita bercerita


panjang lebar yang membuat kami senang, bahkan
kami saling bercerita tentang masa lalu kami biar tidak
ada rahasia antara kami. Sampai akhirnya kami sama-
sama ketiduran.

***

Keesokan harinya…

“Hallo Ra, Dil..?” Aku menelepon merekaa berdua via


video call.

76
“Iya kenapa pagi-pagi udah nelpon?” Tanya Dila.

“Tau tuh gak tau apa orang masih ngantuk.” Gerutu


Rara.

“Aku mau kasih tau kalau sekarang aku udah punya


pacar baru. Namanya Arka.” Kataku dengan penuh
semangat.

“Hah,serius? Cakep gak? “ Tanya Rara.

“Cakep dong.” Jawabku pada Rara.

Kedua sahabatku ikut senang setelah mereka tau aku


memiliki pacar dan yang lebih membuatku bahagia
karena aku memiliki pacar yang setia dan tulus
menerima semua keaadaanku. Namun perjalanan
hubungan kami baru babak awal.

77
“Sayang kamu dimana?” Tanya Arka kepadaku via
chatting.

“ Ini lagi dikampus baru selesai kuliah.” Jawabku pada


Arka.

“Aku jemput ya?” Tanya Arka kepadaku.

“Iya boleh deh.” Jawabku.

Kini kami lebih dekat karena kami sudah resmi pacaran,


bahkan kini Arka lebih romantis, Arka gak banyak
bicara yang gombal atau apa, tapi dia lebih banyak
tindakan secara langsung.

78
Cinta tak selamanya mulus

Cinta juga bisa berliku-liku

Jatuh bangun

Emosi bahagia

Semua adalah perjalanan

79
Chapter 7
“Cinta itu selalu punya akhiran yang manis

Percaya gak?

Tapi aku sudah merasakannya, jauh lebih manis dari


gula”

“Selamat pagi sayang.” Chat Arka yang pagi-pagi


sudah ada di layar hpku.

“Pagi juga sayang.” Balesku dengan perasaan bahagia.

“Kamu lagi ngapain?” Tanya Arka.

80
“Ini aku baru bangun tidur. Kamu lagi apa?” Tanyaku
pada Arka.

“Ini lagi kerja sayang.” Jawab Arka.

“Kamu kerja shift pagi ya?” Tanyaku pada Arka.

“Iya ini aku dapet shift pagi, tadi juga buru-buru


kerjaanya soalnya telat bangun.” Jawab Arka .

“Iya deh semangat kerjanya ya sayang.” Kataku.

Setiap pagi kalau bukan aku kadang Arka selalu chat


duluan , selalu mengucapkan kata-kata romantis
disetiap pagi yang selalu jadi penyemangat untuk kami
berdua. Sederhana namun begitu indah.

81
“Pulang aku kerja kita ketemuan yuk sayang.” Pinta
Arka kepadaku.

“Iya nanti pulang kamu kerja kita ketemu. Kamu


sekarang focus kerja aja dulu.” Kataku.

“Iya sayang.” Jawab Arka.

Sore itu aku ketemu Arka sekalian aku minta dia buat
nganterin aku ketemu pelanggan karena mau nganterin
orderan.

“Sayang, anterin ke jalan Lily yaa, akum au nganterin


orderannya orang ini.” Kataku.

“Mau jalan sekarang ini?” Tanya Arka.

82
“Iya ayok jalan sekarang dah.” Kataku lalu hpku aku
masukan di saku jaket.

Ketika di jalan aku gak sadar kalau teryata kantong


jaketku belum aku tutup, dan hpku jatuh di jalan , Arka
yang seperti mendengar suara barang jatuh , gak sadar
kalau teryata yang jatuh itu hpku.

“Ehh.. tunggu bentar , Hpku kok gak ada.” Kataku


mulai panic.

“Gak ketinggalan di rumah.” Kata Arka.

“ Nggak kok, aku ingget banget tadi udah bawa hp,


bahkan aku udah masukin ke dalam kantong jaket.”
Kataku pada Arka.

83
“Tadi aku kayak denger suara ada barang yang jatuh
gitu, apa mungkin itu hp kamu, aku Cuma liat sekilas
dari kaca spion.” Kata Arka .

Aku sudah mulai panik dan berusaha mencari Hpku di


seputaran jalan tempat kami jalan tadi sambil aku
telpon menggunakan hpnya Arka.

“Masuk ini di telpon, tapi kok gak ada jawaban. Siapa


yang nemuin hpku, masalahnya kartunya itu yang
penting banget.” Kataku yang sudah panik dan nangis.

“Udah sayang,kita cari pelan-pelan ya.” Kata Arka


berusaha menengkan.

“Tapi masalahnya mau cari kemana? Kita aja gak tau


siapa yang nemuin.” Kataku.

84
“coba di telepon lagi sapa tau ada jawaban.” Kata Arka.

“Ehh..ini ada jawabann .” Kataku pada Arka.

Arka berusaha negosiasi dengan orang yang


menemukan hpku itu. Supaya mau mengembalikan
hpku.

“Udah ini ketemu alamat yang nemuin, ayok kita cari


kesana.” Kata Arka berusaha menenangkanku.

“Ayok dong. Kita jalan sekarang.” Kataku.

Kami berusaha mencari oraang yang menemukan hpku,


ketika kami ingin memberikan imbalan orang tersebut
menolak karena dia bilang kalau dia tulus menolong
tanpa imbalan.

85
“Hpku rusak mana biisa ngbarin kamu.” Kataku pada
Arka.

“Iya gak apa sayang, kan masih bisa smsan . kamu


ambil kartumu ini. Pake hp yang biasa itu.” Kata Arka.

“Iya deh , tapi aku titip sosmedku di hpmu ya.” Kataku


pada Arka.

“Iyani masukin dah akun kamu sama paswordnya.”


Katanya.

Setelah itu aku pulang kerumah. Awalnya semua baik-


baik aja. Sampai pada suatu hari aku ketahuan kalau
aku selingkuh, seniorku yang dulu deket sama aku chat
aku kembali walapun kita udah lama gak saling
chattingan , dan itu awal pertengkaranku.

86
Jangan bermain api

Kalau kau tidak ingin terbakar

Jangan bermain cinta dengan yang lain

Kalau kau tidak ingin kehilangan seseorang yang


berarti untukmu.

Malam itu..

“Lagi apa?” Tanya Arka lewat sms.

“Ini lagi rebahan aja.” Kataku.

“Kamu punya berapa kakak? “ Tanya Arka.

“Maksud kamu apa?” Tanyaku yang nggak mengerti.

87
“Ini siapa chat kamu, ngajakin ketemuan lagi, kamu ada
hubungan apa?” Kata Arka.

“Siapa?”Tanyaku lagi.

Lalu Arka menjelesakan semuanya,siapa yang ngechat


aku,dan ngajakin ketemuan yang membuat diamarah.
Awalnya aku gak berani jujur,karena aku orangnya gak
bisa bohong akhirnya aku jelasin semuanya ke Arka.

“Aku bisa jelasin semuanya sayang.” Kataku pada


Arka.

“Aku kuran apa? Kurang perhatianku? Kurang semua


kasih sayang yang udah aku kasih ke kamu? Apa aku
kurang tulus?” Tanya Arka.

“Nggak sayang” Jawabku sambil nangis via telepon.

88
“Terus apa? Kenapa kamu kayak gini. Kita harus
ketemu besok dan kamu jelasin semuannya. “ Kata
Arka.

Semalaman aku uring-uringan bahkan aku gak bisa


tidur sampai pagi, kenapa aku begitu bodoh?Arka
kurang apa . kenapa aku bisa nyakitin dia kayak gitu.
Aku yang salah, aku bener-bener bodoh.

***

Keesokan harinya..

“Sekarang kamu jelasinnya semuanya, salahku


dimana?” Kata Arka.

“Kamu gak salah apa-apa, aku yang salah.” Jawabku


sambi nangis.

89
“Kalau aku gak salah nggak mungkin kamu sampai
selingkuh gitu, apa aku terlalu sibuk gak ada waktu
buat kamu?” Kata Arka.

“Nggak sayang.” Kataku.

Aku gak bisa bicara apa-apa lagi. Aku Cuma bisa jelasin
semuanya sambil terhisak-hisak, aku jelasin kalau aku
udah gak da hubungn apa-apa lagi.

“Udah kita lupain semuanya , aku mau kamu jadiin


masalah ini sebagai pelajaran, kalau ada yang kurang
bilang ke aku jangan orang lain . aku ini pacar kamu.”
Kata Arka menasehatiku.

“Iya sayang, maafin aku.” Kataku sambil memeluk


Arka.

90
“Iya sayang udah jangan nangis lagi, kenapa jadi
mellow gini.” Kata Arka sambil tersenyum.

“Maafin aku.” Kataku.

“Iya udaah jangan dibhas lagi.” Katanya.

Aku terlalu bodoh sampai hati menyakitimu padahal


jelas-jelas aku tau kamu adalah segalanya untukku ,
kamu adalah orang yang luar biasa di mataku, kamu
tidak pernah menyalahkanku, semua masalah kamu
selalu jadikan pelajaran untuk hubungan kita yang lebih
baik lagi kedepannya.

91
Kini aku sampai di penghujung akhir ceritaku

Inilah kisahku

Kisah cinta kami

Cinta itu saling mengutkan

Saling mendukung

Tidak akan pernah meninggalkan

Saat suka maupun duka

92
Chapter 8
“I love you

Today

Tomorrow

And forever”

Hubungan kami selalu romantis bahkan selalu penuh


dengan canda dan tawa , bahkan walapun kita sering
berantem karena hal sederhana pada akhinya kami
kembali tertawa.

“ Mau makan apa?” Tanya Arka.

93
“Iya makan nasilah , masak makan batu .” Kataku
sambil tertawa.”

“Makan bakso yuk?” Kata Arka.

“Yuk, udah laper nih.” Kataku.

Akhirnya kita pergi mencari dagang bakso lalu


makan,sepanjang perjalan kami selalu tertawa bersama.
Satu hal yang paling aku syukuri dalam hidupku , aku
di kelilingi orang-orang yang sangat mencintaiku.

‘’Brruttttt..brrutt..” Suara kentut Arka.

“Ish.. kamu kentut ya?” Tanyaku.

94
“iya ,Hahaha.. kenapa ? gak bau jugaan.” Kata Arka.

“Ishhh… Jorok tau.” Kataku dengan cemberut.

Emang kebiasaanya Arka suka kentut sembarangan.


Katanya sih pacar yang suka kentut itu setia. Itu kata
dia aja sih suka-suka dia

***

“Indah ,bahagia

Penantian lama kini terbayar sudah

Pilu dan derita jadi jadi kisah indah

Aku mencintaimu”

Detik waktu adalah perjalanan, perjalanan dimana kita


bisa menikmati hidup yang lebih baik, dan dimana
semua penantian akan terbayar dengan indah.

95
“Kalau aku tamat kuliah kamu mau ngajak aku nikah
gak?” Tanyaku pada Arka.

“Iyalah sayang untuk apa aku berjuang sejauh ini kalau


aku gak ingin nikah sama kamu.” Katanya.

“Siapa tau aja kamu mau cari yang lebih baik atau lebih
sempurna.” Kataku.

“Nggak akan, karena aku sudah nyamannya sama


kamu sampai kapanpun itu.” Kata Arka.

“I love you.” Kataku pada Arka.

“I love you too sayang.” Jawab Arka.

96
Akhirnya aku menyelesaikan kuliahku , aku tamat
dengan predikat cumlaude atau lulusan terbaik. Inilah
semua perjuanganku ku bayar dengan hasil yang
sempurna.

“Selamat ya sayang setelah perjuangan selama ini telah


terbayar sudah.” Kata Arka.

“Makasih ya sayang.” Jawabku pada Arka.

“Aku punya sesuatu buat kamu.” Kata Arka kepadaku.

“Apa emang sayang?” Tanyaku pada Arka.

Arka memberikanku kotak yang berisi cincin. Tapi aku


gak tau apa maksud dari semua ini.

97
“Kamu mau gak nikah sama aku?” Tanya Arka.

Seketika tangisku pecah dan aku menjawab ,”Iya aku


mau nikah sama kamu.”

Lalu Arka memakaikan cincin itu di jari manisku,


setelah aku wisuda dan setelah itu pula dia melamarku.
Semua itu adalah hadiah terindah dari Tuhan untukku.

“Makasih sayang. Makasih untuk semuanya.” Kataku


pada Arka sambil memelukknya.

98