Anda di halaman 1dari 3

Alat dan Bahan

Alat:
Blender Bahan
Timbangan Kue :
Gelas ukur 100ml o Buah semangka
Beaker glass 100ml o Buah melon
Batang pengaduk o Buah jeruk
Saringan o NaCl
Kain saring putih o Alcohol dingin
Kertas saring o Detergen bubuk
Corong kaca o Detergen cair
Botol selai o Deterjen cream
Spatula
Tabung reaksi

Pembahasan
Pada praktikum isolasi DNA ini dilaksanakan untuk melihat pengaruh
bermacam buah dengan kenis deterjen terhadap kualitas DNA yang diperoleh
dalam proses isolasi. Terdapat tiga jenis deterjen yang digunakan dalam praktikum
ini yaitu deterjen cair, krim, dan bubuk serta menggunakan tiga jenis buah yaitu
semangka, melon, dan belimbing. Percobaan dilakukan dengan penambahan ketiga
jenis deterjen ke tiga jenis buah yang berbeda yang sudah dihaluskan dengan
blender untuk mengamati buah dan deterjen jenis apa yang menghasilkan DNA
yang paling optimal. Prinsip isolasi DNA pada dasarnya ada tiga yayitu pemecahan
sel, ekstraksi dan pemurnian. Tahapan pemecahan sel pada praktikum ini yaitu
dengan menggunakan proses secara mekanik dengan bantuan blender hingga
sampel buah menjadi halus.

Penggunaan deterjen pada percobaan ini berguna sebagai pelisis barrier


(penghalang) sel secara kimia yang mampu merusak dinding dan membran sel.
Penambahan deterjen dalam proses isolasi DNA dapat dilakukan karena deterjen
bisa mengakibatkan rusaknya membran sel, melalui ikatan yang dibentuk melalui
sisi hidrofobik deterjen dengan protein dan lemak pada membran membentuk
senyawa ”lipid protein-deterjen kompleks”. Senyawa ini dapat terbentuk karena
protein dan lipid terdapat ujung hidrofilik dan hidrofobik, demikian juga pada
deterjen, sehingga dapat terbentuk suatu ikatan kimia (Machmud, 2006).

Proses mencampurkan garam dan deterjen ini bertujuan untuk


meningkatkan pergerakan partikel sel dan detergen agar reaksi berlangsung cepat,
karena detergen adalah bahan yang dapat merusak membran sel. Saat pengadukan
harus dilakukan dengan perlahan agar tidak menimbulkan buih. Jika terdapat buih
maka akan menimbulkan penghambatan (barrier) pada isolasi DNA. Kemudian,
DNA akan sulit diamati akibat terhalangnya penyatuan DNA pada daerah atas
antara alkohol dengan campuran ekstrak buah, detergen dan garam akibat adanya
rongga udara yang disebabkan oleh adanya buih. Penggunaan alkohol
ini berfungsi untuk pengikatan strand DNA yang telah terkumpul karena
pemekatan oleh garam (Jamilah, 2005).

Pada hasil percobaan yang dilakukan diperoleh hasil yang berbeda untuk
tiap jenis buah dan jenis deterjen yang digunakan. Waktu pengisolasian tercepat
yaitu pada buah melon dengan deterjen bubuk dan yang paling lama adalah
belimbing dengan deterjen cair. Kemudian, untuk struktur beranekaragam yaitu
berupa kapas, kabut, dan serabut. Timbulnya perbedaan tersebut disebabkan oleh
adanya perbedaan pigmen yang masih berikatan dengan DNA, dimana pigmen ini
memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam melepaskan diri dengan DNA
pada setiap detergen, maka dari itu perbedaan waktu terpisahnya DNA dari sel
tersebut juga mengindikasikan bahwa kemampuan setiap detergen dalam merusak
membran sel tidaklah sama (Jamilah,2005).

Kesimpulan

1) DNA bisa diisolasikan dari sumber DNA berupa buah dengan


menambahkan larutan deterjen dan etanol/alkohol serta garam untuk
melakukan presipitasi DNA. Adanya DNA ditandai dengan terdapatnya
partikel putih yang mirip kabut, serbuk, atau kapas pada larutan uji.
Perbedaan jumlah DNA yang didapat pada proses isolasi diakibatkan oleh
perbedaan jenis deterjen yang digunakan serta jenis buah yang dipakai
sebagai sumber DNA.
2) Terdapat perbedaan pigmen yang masih berikatan dengan DNA, dimana
pigmen ini memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam melepaskan
diri dengan DNA pada setiap deterjen, sehingga perbedaan waktu
terpisahnya DNA dari sel tersebut juga menunjukkan bahwa kemampuan
setiap detergent dalam merusak membran sel tidaklah sama.

Daftar Rujukan

Jamilah. 2005. Pengaruh Berbagai Macam Detergen, Penambahan Enzim,


dan Ekstrak Nanas (Ananas comusus (L) Merr) Terhadap Hasil Isolasi DNA
Berbagai Macam Buah Sebagai Topik Praktikum Matakuliah Genetika.Skripsi
tidak diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang

Machmud, Wildan. 2006. Penentuan LC 50 48 Jam Detergen dan Pengaruhnya


Terhadap Mortalitas Larva Ikan Mas (Cyprus Corpio) Ras Punten dengan tipe
Ploidi Yang Berbeda. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Program Sarjana Biologi