Peristiwa Politik dan Ekonomi Indonesia Pascapengakuan Kedaulatan

PERISTIWA-PERISTIWA POLITIK INDONESIA
A. Proses Kembalinya Republik Indonesia sebagai Negara Kesatuan
Pemerintah RI, BFO, Belanda menyetujui terbentuknya RIS dalam kesepakatan yang dibuat di Den Haag, Belanda. Belanda mengakui keberadaan RIS dengan niat mudah memecah belah bangsa Indonesia. Pada kenyataannya, Negara bagian tidak memiliki tujuan yang jelas, tidak ada ikatan ideologi yang kuat, tidak memiliki kekuatan militer, dan tidak memiliki kekuasaan serta keleluasaan untuk menentukan nasibnya sendiri. Dari kesadaran itu, maka rakyat di negara-negara bagian berusaha untuk kembali ke negara kesatuan. Rakyat di Jawa Barat dan Jawa Timur menuntut agar bergabung dengan negara RI. Pada tanggal 8 Maret 1950 pemerintah RIS di Jakarta mengeluarkan Undang-Undang Darurat No. 11 Tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS. Pada 19 Mei 1950 dilangsungkan perundingan antara pemerintah RIS yang diwakili Drs. Moh. Hatta dan pemerintah RI yang diwakili Wakil Perdana Menteri Abdul Halim. Berikut isi piagam persetujuan tersebut. 1) RIS dan RI sepakat membentuk Negara kesatuan berdasarkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. 2) RIS dan RI membentuk panitia bersama yang bertugas menyusun undang-undang dasar Negara kesatuan. Pada 14 Agustus 1950 Parlemen RI dan Senat RIS mengesahkan Rancangan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia yg terkenal dengan Undang-Undang Dasar Sementara Tahun 1950.

B. Pergantian Antarkabinet yang Cepat pada Masa 19501959
Terjadinya pergantian kabinet yang terlalu cepat itu berdampak pada hal-hal berikut ini.
1

23 Februari 1952) Program-program sebagai berikut.21 Maret 1951) Program-program Kabinet Natsir adalah sebagai berikut. a) Menggiatkan usaha keamanan dan ketenteraman b) Mencapai konsolidasi pemerintahan dan menyempurnakan susunan c) Menyempurnakan organisasi angkatan perang d) Mengembangkan dan memperkuat kekuatan ekonomi rakyat e) Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian Barat 2.3 Juni 1953) Program Kabinet Wilopo sebagai berikut. a) Melaksanakan pemilihan umum secepatnya b) Memajukan taraf hidup rakyat dan keamanan dalam negeri 2 . 2) Kepercayaan rakyat semakin pudar terhadap pemerintah yang berkuasa 3) Kondisi Negara menjadi tidak stabil karena pergolakan social politik di berbagai daerah belum sempat tertangani sepenuhnya. 1. Kabinet Natsir (6 Oktober 1950 .1) Setiap kabinet hampir tidak sempat menjalankan program yang direncanakannya. Kabinet Wilopo (3 April 1952 . Kabinet-kabinet yang pernah berkuasa di Indonesia pada masa tahun 1950-1959 adalah sebagai berikut. Kabinet Sukiman-Suwiryo (27 April 1951 . terpenting Kabinet Sukiman-Suwiryo yakni a) Menjalankan tindakan-tindakan tegas sebagai negara hokum guna menjamin keamanan dan ketenteraman b) Mengusahakan kemakmuran rakyat secepat-cepatnya c) Mempercepat persiapan pemilihan umum d) Menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan secepatnya memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah RI 3.

7.c) Memperjuangkan pengembalian Irian Barat dan melaksanakan politik luar negeri bebas aktif menuju perdamaian dunia 4. Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955 . Program lainnya meliputi pemilu. perjuangan Irian Barat dan memajukan kerja sama Asia-Afrika atas dasar politik luar negeri bebas dan aktif.24 Juli 1955) Program Kabinet Ali I mencakup hal-hal berikut. negara.14 Maret 1957) Program Kabinet Ali II adalah sebagai berikut. a) Merencanakan dan melaksanakan pembangunan lima tahun b) Mengembalikan Irian Barat ke pangkuan RI c) Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif. dan perundang-undangan b) Pengembalian Irian Barat c) Politik luar negeri bebas dan aktif organisasi 5. desentralisasi.10 Juli 1959) Program kabinet ini adalah sebagai berikut. Kabinet Ali Sastroamidjojo I (31 Juli 1953 . pemilu. Kabinet Djuanda (9 April 1957 . a) Membentuk Dewan Nasional b) Normalisasi keadaan republik c) Melancarkan pelaksanaan pembatalan KMB d) Perjuangan Irian Barat e) Mempergiat pembangunan 3 . 6. keuangan. a) Keamanan. pemberantasan korupsi. perburuhan. Kabinet Ali Sastroamidjojo II (20 Maret 1956 .3 Maret 1956) Program utama kabinet ini adalah mengembalikan kewibawaan pemerintah serta memupuk kepercayaan Angkatan Darat dan masyarakat terhadap pemerintah. kemakmurah. mengatasi inflasi.

Anggota konstituante mulai bersidang pada 10 November 1956. Konstituante kembali gagal mencapai target tersebut. Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak menyetujuinya. Terselenggaranya Pemilihan Umum Pertama RI Tahun 1955 Persiapan menuju pemilu dirintis Kabinet Ali I dan pelaksanaannya dilakukan semasa Kabinet Burhanuddin Harahap. Dekrit Presiden Ditimbulkannya 5 Juli 1959 dan Pengaruh yang 1) Upaya Konstituante Menyusun UUD Konstituante dipilih rakyat dengan tugas merancang UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. Pemilu pertama berlangsung 2 tahap. 2) Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah sebagai berikut. sehingga pemungutan suara harus diulang. 1) 29 September 1955 ditujukan untuk memilih anggota DPR 2) 15 Desember 1955 pemilu diselenggarakan untuk memilih anggota Konstituante (badan pembuat Undang-Undang Dasar).C. a) Menetapkan pembubaran Konstituante b) . Presiden Soekarno menyampaikan amanat di depan disang Konstituante pada 25 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD 1945. yaitu sebagai berikut.Memberlakukan kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya UUDS 1950 c) Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkatsingkatnya 3) Pengaruh dan Tindak Lanjut Lahirnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 a) Pembentukan MPRS 4 . Pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan pemungutan suara. D. Jumlah suara tidak memenuhi dua pertiga jumlah minimum anggota yang hadir. Tanggal 1 dan 2 Juni 1959.

b) New Emerging Forces (Nefo) bermakna kekuatan baru yang sedang muncul. Anggotanya adalah Indonesia. Anggotanya Perancis. Rusia. Dalam upaya meredakan ketegangan 5 .b) Pembentukan DPAS c) Pembentukan DPR-GR d) Pembentukan Kabinet Kerja e) Pembentukan Front Nasional E. Vietnam Utara. politik luar negeri Indonesia lebih banyak mengarah kepada politik konfrontasi yang jelas bertentangan dengan UUD 1945. yaitu politik yang mengejar kemegahan di tengah-tengah pergaulan bangsa. Politik Luar Negeri Indonesia Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif sesuai amanat UUD 1945. Inggris. Indonesia melaksanakan “politik mercusuar”. Sedangkan aktif artinya Indonesia bersikap aktif dalam menghadapi permasalahan internasional. bulan Oktober 1961 diadakan perundingan antara PM Malaya dan PM Inggris di London. dan Belanda. Konfrontasi dengan Malaysia Tahun 1963-1964 terjadi konfrontasi Indonesia dan Malaysia yg bermula dari pembentukan Federasi Malaysia. Bebas artinya Indonesia bebas dari ikatan apa pun dari kekuatan dunia yang saling bertentangan. Untuk mewujudkan gagasan itu. 2. a) Old Estabilshed Forces (Oldefo) bermakna kekuatan lama yang telah mapan. dan Rumania. F. Inggris. Indonesia membentuk poros Jakarta-Peking. RRC. Presiden Soekarno mengemukakan pandangan tentang kekuatan politik dunia yang berlawanan yaitu sebagai berikut. Polandia. Tahun 1965. 3. rencana pembentukan Federasi Malaysia mendapat tantangan dan kecaman dari Filipina dan Indonesia. 1. Di lain pihak. adalah Amerika Serikat. Beberapa kebijakan politik yang dijalankan pemerintah RI yang dinilai menyimpang dari politik luar negeri bebas aktif adalah sebagai berikut. Korea Utara. dan poros Jakarta-Phnompenh-Hanoi-Peking-Pyongyang. Pada masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965).

Indonesia Keluar dari PBB Saat konfrontasi terjadi. Hasilnya. 6 . pemerintah berusaha melakukan industrialiasi yang dikenal dengan Rencana Sumitro. sejak bulan April 1963 dirintis beberapa pertemuan para menteri luar negeri Indonesia-Malaysia-Filipina.8% dan tahun 1969 penduduk perkotaan sekitar 14. Malaysia dicalonkan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.antara ketiga Negara. Sejak 7 Januari 1965. Pada tahun 1955 jumlah penduduk sebesar 85. Tahun 1930. Menurut Sumitro. Usaha ini terjadi ketika Kabinet Natsir memerintah. G. pemerintah membentuk Biro Perancang Negara yang bertugas merangcang pembangunan jangka panjang. sehingga struktur ekonomi kolonial di bidang perdagangan dapat segera diubah. Urbanisasi pun meningkat. ancaman Indonesia tersebut tidak berpengaruh apaapa. Sasarannya adalah pembangunan industri dasar. Gagasan tersebut dituangkan dalam Program Banteng yang dimulai pada bulan April 1950. Akibatnya. Indonesia mengancam akan keluar dari PBB jika Malaysia tetap dipilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.2 juta jiwa. kehidupan perekonomian di Indonesia cukup pahit.1 milyar. Untuk mengatasi defisit tersebut. Perkebunanperkebunan dan instalasi industri rusak berat. Pada akhir tahun 1951. PERISTIWA-PERISTIWA EKONOMI INDONESIA Sesudah pengakuan kedaulatan pada tanggal 27 Desember 1949. Defisit pemerintah yang cukup besar menimbulkan kecenderungan untuk mencetak uang baru. Defisit pemerintah waktu itu sebesar 5. inflasi mengancam kehidupan ekonomi Indonesia.8%. laju pertambahan penduduk sangat tinggi. jumlah penduduk sebesar 77. Maka dari itu. Presiden Soekarno menyatakan bahwa Indonesia keluar dari PBB. penduduk perkotaan hanya sekitar 3. Pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo. Indonesia tidak menyetujui pencalonan tersebut. Sementara itu. Sangat jelas.4 juta jiwa. Pemerintah juga berusaha menurunkan biaya ekspor dan melakukan penghematan. Pada tahun 1950. De Javasche Bank dinasionalisasikan. pemerintah berusaha keras untuk meningkatkan penghasilan negara. bangsa Indonesia harus secepatnya dibangun kelas pengusaha. Malaysia tetap terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

7 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful