Anda di halaman 1dari 3

STATISTIKA

W. Alen Wallis dan Harry V.Roberts

STATISTIKA

1. Statistika merupakan sekumpulan metode untuk membuat keputusan yang bijaksana


dalam keadaan yang tidak menentu.

2. Orang awam merasa bingung dalam membedakan antara matematika, tata buku, dan
statistik. Dalam hubungan ini, statistik merupakan deskripsi dalam bentuk angka-
angka dari aspek kuantitatif suatu benda yang berbentuk hitungan atau pengukuran.

3. Statistik mengenai keanggotaan suatu organisasi, umpamanya, mungkin merupakan


deskripsi dari jumlah keanggotaan organisasi tersebut, di mana jumlah anggota ini
kemudian selanjutnya dapat diperinci menurut kriteria yang berbeda-beda, seperti
laki-laki dan wanita, atau mereka yang berunur di bawah atau di atas 21 tahun.

4. Bidang keilmuan statistika merupakan sekumpulan metode untuk memperoleh dan


menganalisa data dalam mengambil suatu kesimpulan berdasarkan data tersebut.

5. Di tinjau dari segi keilmuan, statiska merupakan bagian dari metode keilmuan yang
dipergunakan dalam mendeskripsikan gejala dalam bentuk angka-angka, baik melalui
hitungan maupun pengukuran.

6. Tujuan dari pengumpulan data statistik dapat dibagi ke dalam dua golongan besar,
yang secara kasar dapat dirumuskan sebagai tujuan kegiatan praktis dan kegiatan
keilmuan.

7. Kita mengumpulkan data statistik adalah dalam rangka untuk menolong kita
menjawab pertanyaan kegiatan praktis dan kegiatan keilmuan. Suatu keputusan
tentang penggunaan sumber-sumber militer atau teori fisika, umpamanya,
membutuhkan informasi yang besar.

Dalam hal ini maka statistika berguna dalam menetapkan bentuk dan banyaknya
informasi yang diperlukan. Di samping itu, statistika juga terlibat dalam proses
pengumpulan, tabulasi, dan penafsiran data tersebut.

8. Dalam rangka menyempurnakan metode penarikan kesimpulan dari sekumpulan data


tersebut, maka para ahli statistika luas. Dalam menemukan kaidah keilmuan yang
bersifat umum, maka informasi yang lengkap biasanya tidak mungkin diperoleh.
Solusi untuk menghadapinya yaitu statistika memberikan serangkaian prinsip dan
teknik yang rasional, dan memberikan landasan pemikiran mengapa informasi yang
tidak lengkap ini berharga untuk dicari.

Pendek kata, statistika dapat dianggap sebagai metode dalam mengambil keputusan
yang bijaksana di tengah keadaan yang tidak menentu.

Penerapan statistika
1) Esensi dari statitika modern adalah pengembangan prinsip umum dalam
menanggulangi faktor ketidaktentuan ini secara bijaksana.

2) Statistika diterapkan dalam penelitian pasar, penelitian produksi, kebijaksanaan


penanaman modal, control kualitas, seleksi pegawai, kerangka percobaan industri,
ramalan ekonomi, auditing, pemilihan resiko dalam pemberian kredit, dan masih
banyak lagi.

3) Ahli purbakala telah mempergunakan statistika dalam menggabungkan gambar dari


pecahan periuk yang digali dari dalam tanah.

4) Percobaan tentang produksi panenan yang merupakan hasil dari perlakuan bermacam-
macam pupuk dengan jenis tanah yang berbeda-beda atau pertumbuhan hewan di
bawah makanan dan lingkungan hidup yang tertentu, penyusunan kerangka percobaan
serta analisisnya sering dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip statitika.

5) Ilmu-ilmu lain yang memanfaatkan bidang statistika dalam penelitiannya yaitu medis,
geologi, fisika, biologi, astronomi, kimia, ilmu teknik, geologi,meteorologi dan
beberapa cabang tertentu dari fisika.

6) Kesimpulan:
Singkatnya, statistika adalah alat yang dapat dipergunakan dalam tiap bidang dan
masalah yang timbul dalam penelaah secara empiris hampir di semua bidang.
Ilmu dan Nilai

N. Daljoeni

HUBUNGAN ETIKA DENGAN ILMU

1. Menurut faham Yunani, bentuk tertinngi dari ilmu adalah kebijaksanaan. Bersama
itu terlihat suatu sikap etika.

2. Dalam menggerayangi hakekat ilmu, sewaktu kita mulai menyentuh nilainya yang
dalam, di situ kita terdorong utuk bersikap hormat kepada ilmu. Hormat ini
pertama-tama tak tak ditujukan kepada ilmu murni tetapi ilmu sebagaimana telah
diterapkan dalam kehidupan.

Sebenarnya nilai dari ilmu terletak pada penerapannya. Ilmu mengabdi


masyarakat sehingga ia menjadi sarana kemajuan. Boleh saja orang mengatakan
bahwa ilmuitu mengejar kebenaran dan kebenaran itu dirupakan inti etika ilmu,
tetapi jangan dilupakan bahwa kebenaran itu ditentukan oleh derajat penerapan
praktis dari ilmu.

Pandangan yang demikian itu termasuk faham pragmatis tentang kebenaran. Di


situ kebenaran merupakan suatu ide yang berlandaskan efek-efeknya praktis.

3. Karl Jaspers menulis bahwa ilmu adalah usaha manusia untuk mendengarkan
jawaban-jawaban yang keluar dari dunia yang dihuninya.

4. Ilmu bukan tujuan tetapi sarana, karena hasrat akan kebenaran itu berimpit dengan
etika pelayanan bagi sesama manusia dan tanggung jawab secara agama.
Sebenarnya dalam gerak kerjanya tak usah memperhitungkan adanya dua faktor :
ilmu dan tanggung jawab.

5. Ilmu pun lengket dengan keberadaban manusia yang transenden dengan kata-kata
lain, keresahan ilmubertalian dengan hasrat yang terdapat dalam diri manusia. Di
situ terdapat petunjuk mengenai kebenaran yang transenden. Dengan ini berarti
pula bahwa titik henti dari kebenaran itu terdapat di liar jangkauan manusia!