Anda di halaman 1dari 7

Makalah

MMPM (MANAJEMEN MUTU PENYELENGGARAN MAKANAN)

QUALITY ASSURANCE DALAM SISTEM


PENYELENGGARAAN MAKANAN

DI

OLEH :

INTAN SARI

NATASYA MUZAKIR

RAIHANNAH

RAINA RAHMI

POLTEKKES KEMENKES ACEH

PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA

2020/2021
LATAR BELAKANG

Penyelenggaraan makanan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan


menu sampai dengan pendistribusian makanan kepada konsumen dalam rangka pencapaian
status gizi yang optimal melalui pemberian makanan yang tepat dan termasuk kegiatan
pencatatan, pelaporan, dan evaluasi (Aritonang, 2012).

Pada hakikatnya semua penyelenggaraan makanan massal atau institusi dikelola


dengan prinsip dasar yang hampir sama. Perbedaan dari penggolongan atau klasifikasi
penyelenggaraan makanan banyak ini dapat diidentifikasi dari tujuan penyediaan makanan
serta cara pengelolaan yang ditetapkan dan dipersiapkan sesuai dengan petunjuk yang ada
serta diperhitungkan menurut golongan konsumen yang dilayani dan syarat zat gizi yang
berlaku (Mukrie, 1992).

Menurut Bakri, B (1992) terdapat Sembilan klasifikasi penyelenggaraan makanan


institusi (massal), antara lain :

1) Penyelenggaraan makanan pada pelayanan kesehatan


2) Penyelenggaraan makanan anak sekolah/school feeding
3) Penyelenggaraan makanan asrama
4) Penyelenggaraan makanan di Institusi Sosial
5) Penyelenggaraan makanan institusi khusus
6) Penyelenggaraan makanan darurat
7) Penyelenggaraan makanan industri transportasi
8) Penyelenggaraan makanan industri tenaga kerja
9) Penyelenggaraan makanan institusi komersial

Penyelenggaraan makanan institusi yang termasuk pada kelompok pelayanan


kesehatan dilakukan di rumah sakit, puskesmas perawatan atau klinik perawatan. Diantara
ketiga jenis pelayanan tersebut, penyelenggaraan makanan rumah sakit menerapkan yang
paling kompleks dilihat dari aspek manajemen penyelenggaraannya. Rumah sakit merupakan
rumah tempat menginap orang sakit dan juga orang sehat, jadi makanan yang diusahakan
adalah makanan biasa dan makanan khusus. Penyelenggaraan makanan di rumah sakit
bertujuan menyediakan makanan yang sesuai bagi orang sakit yang dapat menunjang
penyembuhan penyakitnya (Bakri, B., 1992).

Tujuan akhir dari pelayanan gizi yang baik yaitu dapat meningkatkan status kesehatan
sehingga mempercepat kesembuhan pasien. Pelayanan gizi berperan penting bagi
kesembuhan pasien. Resiko yang bisa terjadi bila pelayanan gizi tidak baik adalah turunnya
status gizi dan status kesehatan pasien yang akan memperlama hari perawatan. Citra rumah
sakit yang sangat tergantung dari mutu pelayanan yang diberikan termasuk mutu makanan
yang disajikan pada pasien. Masa rawat pasien dengan hospital malnutrition 90% lebih lama
dibandingkan pasien dengan gizi baik sehingga secara ekonomis akan menambah beban yang
dikeluarkan pasien dan keluarganya bahkan oleh institusi rumah sakit (Dewy, dkk., 2015).
Penyelenggaraan makanan rumah sakit merupakan rangkaian kegiatan mulai dari
perencanaan menu, perencanaan kebutuhan bahan makanan, perencanaan anggaran belanja,
pengadaan bahan makanan, penerimaan dan penyimpanan, pemasakan bahan makanan,
pemasakan bahan makanan, distribusi dan pencatatan, pelaporan dan evaluasi dengan tujuan
untuk menyediakan makanan yang berkualitas sesuai kebutuhan gizi, biaya, aman, dan dapat
diterima oleh konsumen guna mencapai status gizi yang optimal.

Dalam menjalankan penyelenggaraan makanan institusi perlu adanya program


menjaga kualitas atau program jaminan kualitas (Quality Assurance) yang dilaksanakan
secara berkesinambungan, sistematis, objktif dan terpadu. Untuk dapat menjalankan layanan
kesehatan sesuai standar maka perlu dimengerti apa yang dimaksud dengan jaminan kualitas.

PENGERTIAN QUALITY ASSURANCE

Quality Assurance (QA) atau jika diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia
adalah “Penjaminan Kualitas”. Istilah “Assurance” atau “Jaminan” menyatakan suatu
kepastian ataupun kepercayaan terhadap produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan atau
peyelenggara makanan institusi. Quality Assurance (QA) menjamin kualitas produk yang
dihasilkan dan memastikan proses pembuatan produk tersebut sesuai dengan standar dan
persyaratan yang telah ditentukan.

 Quality (Kualitas)

Kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang
kemampuannya dapat memuaskan kebutuhan, baik yang dinyatakan secara tegas maupun
tersamar. Istilah kebutuhan diartikan sebagai spesifikasi yang tercantum dalam kontrak
maupun kriteria-kriteria yang harus didefinisikan terlebih dahulu.

 Assurance (Penjaminan)

Penjaminan adalah kegiatan pemberian fasilitas/jaminan oleh pihak penyelenggara


makanan institusi terhadap makanan yang telah diolah kepada dengan memenuhi kewajiban
finansial kepada penerima makanan (konsumen).

Quality Assurance merupakan suatu pendekatan yang berbasis Proses (process base
approach) yang tujuan utamanya adalah mencegah produk cacat mulai dari tahap
perencanaan (planning) hingga tahap pendistribusian produk ke pelanggan (konsumen)
sehingga menghindari terjadi pengerjaan ulang (rework) dan keluhan konsumen yang akan
merugikan reputasi suatu perusahaan atau penyelenggara makanan institusi serta pengeluaran
biaya-biaya akibat kualitas yang buruk.

Quality Assurance adalah proses yang pro-aktif yaitu melakukan penekanan terhadap
perencanaan, dokumentasi dan penentuan panduan kualitas pada awal proyek dimulai untuk
memahami persyaratan dan standar kualitas yang diharapkan. Setelah semua persyaratan dan
standar kualitas yang diinginkan tersebut di-identifikasikan, maka diperlukan pengembangan
perencanaan untuk memenuhi persyaratan dan standar kualitas yang diinginkan tersebut.
Tujuan Quality Assurance

Memastikan semua standar kualitas dipenuhi oleh setiap komponen dari produk atau
makanan yang disediakan oleh institusi penyelenggara makanan untuk memebrikan jaminan
kualitas sesuai standar yang telah di tetapkan.

Teknik dan Alat Quality Assurance

Terdapat tiga teknik ataupun alat yang digunakan untuk menjamin kualitas suatu
produk yaitu Quality Audit, Process Analysis, Quality Management and Control Tools.

1) Quality Audit

Suatu tim ahli yang berasal dari pihak ketiga eksternal (bukan dari internal perusahaan)
akan melakukan peninjauan proses dan prosedur yang telah ditentukan oleh perusahaan.
Apabila ditemukan perbedaan antara apa yang dilakukan dengan apa yang dinyatakan dalam
prosedur atau proses maka perusahaan yang bersangkutan (perusahaan yang diaudit) diminta
untuk melakukan tindakan perbaikan (Corrective Action). Pihak ketiga dari eksternal tersebut
juga akan memberikan saran-saran untuk perbaikan pada proses-prosesnya. Quality Audit ini
memastikan proses dan prosedur yang telah disetujui dan yang telah ditentukan tersebut telah
dilaksanakan dengan baik dan diikuti oleh pihak yang bersangkutan.

2) Process Analysis

Adalah menganalisis setiap proses untuk menemukan kemungkinan (potensi) terjadinya


produk cacat ataupun proses-proses yang tidak memiliki nilai tambah kemudian carikan akar
penyebabnya dan lakukan tindakan perbaikannya.

3) Quality Management dan Control Tools

Mencakup berbagai teknik diagram yang membantu untuk menemukan permasalahan, ide
perbaikan, pengambilan keputusan dan prioritas permasalahan yang harus diselesaikan.
Contoh alat-alat Quality Management and Control Tools ini diantaranya seperti Diagram
Pohon, Diagram Afinitas, Diagram Jaringan dan lain-lainnya.

Ciri-Ciri Program Jaminan Kualitas

a. Pendekatan yang bersifat sistematik, memastikanbahwa setiap kegiatan sudah benar


sebelum kegiatan berikutnya dimulai.
b. Berdasarkan fakta yang mengacu pada penyusunan prosedur dan instruksi kerja,
prosedur menguraikan tujuan dan ruang lingkup dari sebuah kegiatan dan juga untuk
mengidentifikasi bagaimana, kapan, dimana, dan oleh siapa aktifitas tersebut
dikerjakan.
c. Kebutuhan untuk menyusun prosedur, digunakan untuk penelusuran dan pelaporan
prosedur yang tidak sesuai dan mendapat tindakan perbaikan.
d. Adanya kebutuhn untuk melakukan audit, yaitu untuk memastikan bagaimana
prosedur telah diimplementasikan dengan efektif.

Tugas Pokok & Tanggung Jawab Terperinci QA

 Memiliki tugas pokok dalam perencanaan prosedur jaminan kualitas suatu produk
makanan

 Menafsirkan dan menerapkan standar jaminan kualitas

 Mengevaluasi kecukupan standar jaminan kualitas

 Merancang sampel prosedur dan petunjuk untuk mencatat dan melaporkan data
berkualitas

 Meninjau pelaksanaan dan efisiensi kualitas dan inspeksi sistem agar berjalan sesuai
rencana, melaksanakan dan memantau pengujian dan inspeksi bahan dan produk
untuk memastikan kualitas produk jadi

 Mendokumentasikan audit internal dan kegiatan jaminan kualitas lainnya

 Menyelidiki keluhan konsumen dan masalah ketidaksesuaian

 Mengumpulkan dan menyusun data kualitas statistik

 Menganalisis data untuk mengidentifikasi area untuk perbaikan dalam sistem mutu

 Mengembangkan, merekomendasikan dan memantau tindakan perbaikan dan


pencegahan

 Menyiapkan laporan untuk berkomunikasi hasil dari kegiatan kualitas

 Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan mengatur intervensi pelatihan untuk


memenuhi standar kualitas

 Mengkoordinasikan dan dukungan di tempat audit yang dilakukan oleh penyedia


eksternal

 Mengevaluasi temuan audit dan menerapkan tindakan koreksi yang tepat

 Mengelola dan memeriksa kegiatan manajemen risiko

 Bertanggung jawab untuk sistem manajemen dokumen

 Memastikan kepatuhan berkelanjutan dengan persyaratan peraturan kualitas dan


industri yang ditetapkan institusi penyelenggaran makanan
CONTOH QUALITY ASSURANCE

Suatu institusi penyelenggaraan makanan hendaknya dapat memelihara dan meningkatkan


derajat kesehatan konsumen, sehingga perlu ditingkatkan jaminan kualitas makanan yang
bermutu dan sehat agar dapat menimbulkan rasa puas pada setiap konsumen serta tata cara
penyelenggaraan disesuaikan dengan karakteristik dan standar suatu institusi yang telah di
ditetapkan.
DAFTAR PUSTAKA

Azwar Azrul. 1996. Pengantar administrasi kesehatan. Jakarta : yayasan penernit IDI.

Jenny J.S. Sondakh, dkk. 2013. Mutu Pelayanan Kesehatan dan Kebidanan. Jakarta : Salemba
Medika.