Anda di halaman 1dari 27

Beberapa definisi:

 Kajian secara Fisiologi


Perkecambahan: Dimulainya kembali
proses metabolisme dan pertumbuhan
struktur penting embrio yang
sebelumnya tertunda, ditandai dengan
muncunya struktur tersebut menembus
kulit benih (emerge)
Beberapa definisi:
 Kajian secara biokimia
Perkecambahan: serangkaian perubahan
lintasan-lintasan oksidatif (respirasi) dan
biosintesis
 Kajiansecara teknologi
Perkecambahan: muncul dan berkembangnya
struktur penting dari embrio, serta
menunjukan kemampuan untuk
berkembang menjadi tanaman normal
Beberapa definisi:
 Kajian secara morfologi
Perkecambahan: perubahan dari benih
menjadi kecambah

Proses perkecambahan benih melalui


beberapa tahapan, yang diawali oleh
proses imbibisi air melaui kulit benih.
Embrio yang aktif tumbuh:
- Plumula
- Radikula
- Hipokotil
Ketiga bagian tersebut disebut axis atau
poros embrio

Tipe perkecambahan benih:


- Epigeal
- Hipogeal
Teknologi benih: fokusnya adalah mutu benih
- Mutu genetik
- Mutu fisiologis (kadar air, vigor, dan daya
berkecambah)
- Mutu fisik
- Kesehatan benih

Daya berkecambah dibutuhkan untuk


prediksi kebutuhan benih dilapang
Kecambah normal
Faktor-faktor yang mempengaruhi
perkecambahan:
I. Faktor internal: Genetik, dormansi,
komposisi kimia benih, tingkat
kemasakan benih
II. Faktor eksternal: air, suhu, cahaya, gas,
kondisi tanah
Faktor internal
- Genetik: Benih dari varietas atau jenis tanaman
memiliki kemampuan yang berbeda-beda
dalam kecepatan perkecambahan
- Dormansi: suatu kondisi dimana benih hidup
tidak berkecambah sampai batas waktu akhir
pengamatan perkecambahan walaupun faktor
lingkungan optimum untuk perkecambahan.
Sifat dormansi benih dapat diturunkan dari
tetua (primer) ataupun akibat faktor
lingkungan (sekunder).
- Komposisi kimia benih: karbohidrat, protein,
lemak (oily seed). Benih dengan kandungan
lemak mudah mengalami degradasi (rusak).
Kadar air kritikal perkecambahan
(karbohidrat: 30-35%, lemak: 50-55%)
- Tingkat kemasakan benih: pada masak fisiologis
vigor benih mencapai maksimum
Faktor eksternal
- Air: air
berperan dalam me-reaktivasi benih, reaktivasi
enzim untuk proses respirasi, melunakan kulit benih,
dan transport metabolit (dari endosperm ke poros
benih)
Taraf kandungan air kritik: kandungan air benih minimum
pada saat perkecambahan berlangsung
- Suhu
Suhu kardinal:
 Suhu maksimum: suhu paling tinggi dimana benih
masih mampu berkecambah
 Suhu optimum: suhu dimana diperoleh perkecambahan
terbesar dalam waktu paling singkat
 Suhu minimum: suhu paling rendah dimana benih
masih mampu berkecambah
Faktor eksternal
- Cahaya: intensitas (200 ftc) dan kualitas (menstimulir
perkecambahan cahaya merah: 660-700 nm). Benih
merespon cahaya karena fitokrom (pigmen
penangkap cahaya)
PFR (Phytochrom Infrared): aktif
PR (Phytochrom red): tidak aktif
PFR meningkatkan sejumlah enzim-enzim hidrolitik untuk
perkecambahan
- Gas
Perkecambahan membutuhkan oksigen, CO2 dapat
menghambat perkecambahan. Padi kurang dari 20%
oksigen.
Faktor eksternal

- Kondisi tanah: abiotik (sifat fisik & struktur


tanah & biotik (dekomposisi dan bakteri
sekresi hormon perkecambahan)
 Perkecambahan dibagi menjadi 2 tahap:
- Tahap I: Proses awal
perkecambahan/sebelum gejala
perkecambahan tampak)
- Tahap II: Proses lanjut
perkecambahan/sesudah gejala
perkecambahan tampak, diawali dengan
munculnya akar menembus kulit benih
(emerge)
Proses-proses perkecambahan Tahap I:

 Imbibisi
 Reaktivasi
 Inisiasi
pertumbuhan embrio
 Retaknya kulit benih
Imbibisi
- Permeabilitas kulit benih
- Komposisi kimia benih (pati, selulose, lipid
yang bersifat hidrofil)
- Suhu
- Konsentrasi air: ketersediaan air
dilingkungan, berkaitan dengan potensial
air dan tekanan osmotik
- Benih kering memiliki potensial yang
rendah
Reaktivasi

- Enzim
- Respirasi: glikolisis, siklus krebs, pentosa
phospat.
- Sintesis organel sel: mitokondria, tempat
terjadinya siklus krebs
- Sintesis RNA dan protein
Inisiasi pertumbuhan embrio

- Embrio mulai tumbuh dan berkembang

Retaknya kulit benih

- Mulai teramati akar yang menembus kulit


benih
Proses-proses perkecambahan Tahap II:

 Perombakan/hidrolisis cadangan
makanan
 Lintasan respirasi
 Pertumbuhan kecambah (tanaman
heterotroph)
 Peran fitohormon dalam metabolisme
perkecambahan
Perombakan (katabolisme) cadangan
makanan

- Endosperm dan kotiledon


- Contoh: tanaman Lektusa sativa (dikotil),
cadangan makanan yang pertama kali
dirombak adalah endospermnya, setelah itu
baru cadangan makanan dari kotiledon
yang dirombak karena kotiledon lebih
dominan dibanding endosperm.
Pertumbuhan kecambah
- Pertumbuhan dan perkembangan poros
benih/axis (plumula, hipokotil, dan
radikula) dan kotiledon (pada monokotil
skutelum)

- Mengapa benih tdk dapat berkecambah


ketika masih menempel pada tanaman
induk?
Pertumbuhan dan perkembangan
kecambah
Peran fitohormon pada perkecambahan
- Promotor (pemicu perkecambahan):
giberelin
- Permisive (pemberi izin perkecambahan):
sitokinin
- Inhibitor (penghambat perkecambahan):
ABA
Cahaya merah dapat mensintesis giberelin
sehingga memicu perkecambahan
Sifat Dormansi Benih:

- Dormansi primer/innate dormansi:


dormansi yang diturunkan dari induk

- Dormansi sekunder: dormansi akibat


faktor lingkungan
Dormansi primer/innate dormansi:
- Endogenous primary dormancy (fisiologis)
- Keseimbangan hormonal (hipotesis Khan)
- Metabolik block pada kotiledon
Dormansi sekunder:
- Enforced dormancy: jika lingkungan di
optimumkan benih dapat berkecambah
- Induced dormancy: diperlukan perlakuan
pematahan dormansi agar benih dapat
berkecambah
Keseimbangan hormonal
Hipotesis Khan
1. Giberelin harus selalu ada pada setiap
kondisi dan peranannya dapat dihambat
inhibitor
2. Sitokinin dapat meniadakan peran
inhibitor
3. Jika inhibitor tidak ada, maka sitokinin
tidak berperan
Hipotesis Khan
Kondisi Giberelin Sitokinin inhibitor Perkecambahan/
dorman
1 + + + Perkecambahan
2 + + - Perkecambahan
3 + - - Perkecambahan
4 - - - Dorman
5 + - + Dorman
6 - + - Dorman
7 - + + Dorman
8 - - + Dorman