Anda di halaman 1dari 1

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.

Argumen pendukung :

 Akan mengurangi ketergantungan akan batu bara dan potreleum


 Mengurangi emisi gas
 Energi listrik sekitar tujuh sen ke atas per kWh dari pembangkit listrik biasa, namun dengan
menggunakan nuklir, harga listrik sekitar 3,9 sen per kWh sehingga lebih murah
 ditetapkan kebijakan baru di bidang energi yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006
tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Undang-undang Nomor 17 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). Pada Perpres Nomor 5 Tahun 2006 ditetapkan bahwa
untuk memenuhi kebutuhan listrik hingga tahun 2025 dibutuhkan kontribusi sumber energi
terbarukan, masing-masing sebesar : biofuel di atas 5%, panas bumi di atas 5%, nuklir, surya,
angin dan biomassa di atas 5% dan batubara yang dicairkan di atas 2%.

Argumen penentang :

 Indonesia memiliki cukup sumber energi non nuklir batubara dan gas alam yang lebih murah.
 Indonesia terletak di Ring of Fire yang rawan bencana alam sehingga penggunaan PLTN berisiko
tinggi