Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan

Umur 33 jam

Pada pengamatan embrio ayam dengan umur 33 jam terdapat somit yang berjumlah 10
pasang dan terlihat adanya jantung. Jantung sudah mulai membelok ke kanan dan sudah
terbentuk 1 pasang aorta dan vena vitelina, sistem-sistem saraf juga mulai berdeferensiasi dan
lateral prosencepalon menunjukkan penebalan yang disebut vesiculla opticus (Harlita, 2005).
Vesikula optik ialah penonjolan ke arah lateral pada daerah prosensefalon sedangkan vena
vitelina terbentuk karena adanya pulau darah yang beranastomosis an kemudian membentuk
vena vitelin tersebut (Tenzer, et.al., 2001). Pada perkembangan embrio ayam umur 33 jam juga
terdapat adanya procencephalon, mesencephalon dan rhombencephalon. Hal tersebut sesuai
dengan Kusmawati, et.al (2016) bahwa pada embrio aves yang berumur 30-36 jam terdapat
pembagian tiga vesikel otak yaitu procencephalon, mesencephalon, dan rombencephalon yang
jelas terlihat.

Umur 72 jam.

Pada pengamatan ini embrio ayam mulai mengalami pelekukan servikal, sehingga daerah
rhombencephalon berada di sebelah dorsal dan telencephalon mendekati perkembagan jantung.
Jantung sudah dapat dibedakan antara atrium dan ventrikel. Pemisahan bagian- bagian jantung
mulai terjadi pada embrio ayam yang berumur 72 jam (Bellairs & Osmond, 2005). Jantung
umur 72 jam (hari ketiga) ini, sudah mulai terbentuk dan berdenyut serta bentuk embrio sudah
mulai tampak. Tedapat gelmbung bening, kantung amnion dan awal perkembangan alantois.
Gelembung-gelembung bening tersebut nantinya akan menjadi otak, sedangkan kantong
amnion yang berisi cairan warna putih berfungsi melindungi embrio dari goncangan dan
membuat embrio bergerak bebas (Adnan, 2008). Namun pada saat praktikum bagian-bagian
tersebut kurang jelas saat pengamatan.

Pada saat pengamatan juga terdapat adanaya vesikula optik, pada umur ini mata embrio
ayam mulai mengalami pigmentasi, selain itu tuba neural semakin berkembang menjadi corda
neural. Pembagian otak semakin berkembang menjadi 4 bagian yaitu telencephalon,
diencephalon, mesencencephalon dan rombencephalon. Pada pengamatan juga terdapat adanya
ekor (Tail). Pada embrio ayam umur 72 jam kuntum ekor mulai menekuk ke arah depan tubuh
(Kusumawati, et.al., 2016). Pada embrio ayam umur 72 jam juga terdapat bakal hidung yang
terbenuk berupa lekuk hidung dari hasil invaginasi plakoda hidung. Terbentuknya sayap tunas
pada umur ini berupa tonjolan dari permukaan tubuh lateral yang terletak di dekat porta usus
depan (Tenzer, et.al., 2001). Pada pengamatan embrio ayam umur 72 jam terdapat banyak
bagian yang kurang jelas saat diamati sehingga hanya beberapa bagian saja yang jelas saat
diamati. Hal ini dikarenakan preparat sediaan embrio ayam sudah terlalu lama sehingga bagian-
bagiannya banyak yang kurang sesuai jika dikaji dengan literatur.

Adnan. 2008. Perkembangan Hewan. Makassar: Biologi FMIPA UNM.

Bellairs, R. dan M. Osmond. 2005. The Atlas of Chick Development. Elsevier: London.

Harlita. 2005. Petunjuk Praktikum SPH. Surakarta: UNS Press.

Kusumawati, A., Febriany, R., Hananti, S., Dewi, M.S., Istiyawati, N. 2016. Perkembangan
Embrio dan Penentuan Jenis Kelamin DOC (Day-Old Chicken) Ayam Jawa Super.
Jurnal Sain Veteriner. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran UGM. 34 (1), 0126-0421.

Tenzer, A., Handayani, N., Lestari, U., Listyorini, D., Judani, T., Gofur., A. 2001. Petunjuk
Praktikum Perkembangan Hewan. Malang: Universitas Negeri Malang.