Anda di halaman 1dari 14

P E M E R I N T A H A C E H

DINAS PENGAIRAN
Jln. Ir. Mohd. Thaher No. 18 Telp. (0651) 21982, 21919, 24212, 22899, 33126, 21167
Fax. 23686 – Email pengairan@acehprov.co.id PO Box – 130 LUENG BATA - BANDA ACEH (23247)

KERANGKA ACUAN KERJA


(KAK)

PEKERJAAN

SUPERVISI PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI


KR. TEUNOM KAB. ACEH JAYA

DINAS PENGAIRAN
PEMERINTAH ACEH

TAHUN ANGGARAN 2020


A. KERANGKA ACUAN KERJA
1. LATAR BELAKANG
Setiap pelaksanaan konstruksi bangunan yang sumber dananya dari
pemerintah yang dilakukan oleh pihak kedua pelaksana harus mendapatkan
pengawasan secara teknis di lapangan, agar rencana dan spesifikasi teknis
yang telah disiapkan dan digunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi
dapat berlangsung sesuai rencana. Pelaksanaan pengawasan lapangan
harus dilakukan secara penuh dengan menempatkan tenaga-tenaga ahli
pengawasan di lapangan sesuai kebutuhan dan kompleksitas pekerjaan.
Konsultan pengawas bertugas secara umum mengawasi pekerjaan
konstruksi dari segi kualitas dan kuantitas dari pekerjaan tersebut yang
disesuaikan dengan biaya dan waktu kegiatan pelaksanaan. Konsultan
pengawas bertanggung jawab secara profesional atas jasa pengawasan
yang dilakukan sesuai ketentuan kode tata laku profesi yang berlaku. Kinerja
pengawasan lapangan sangat ditentukan oleh kualitas, integritas, dan
intensitas pengawasan, yang secara menyeluruh dapat melakukan
kegiatannya berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disepakati.

2. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dari pekerjaan ini adalah melakukan pengawasan terhadap
pelaksanaan pekerjaan Supervisi Pengendalian Banjir Sungai Kr.
Teunom Kab. Aceh Jaya yang dilaksanakan oleh Pihak Kedua, sehingga
pelaksanaan pekerjaan dapat dikendalikan secara efektif dan efisien,
pengawasan yang dimaksud meliputi pengawasan sebagai berikut :

1. Fungsi manajemen proyek yang meliputi pengawasan dan pengendalian


proyek (manajemen proyek).

2. Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pekerjaan meliputi


pengendalian waktu, prosedur/metode pelaksanaan, kualitas dan
kuantitas (bahan, tenaga kerja dan peralatan).

Tujuannya adalah untuk mendapatkan Kualitas dan kuantitas


pelaksanaan konstruksi yang baik dengan mengacu pada gambar desain
serta spesifikasi teknis pekerjaan sesuai dengan gambar-gambar rencana
dan spesifikasi yang telah ditentukan di dalam kontrak pelaksanaan
pekerjaan.

3. SASARAN
Sasaran pekerjaan pengawasan adalah pelaksanaan fungsi manajeman
proyek yang meliputi pengendalian waktu, prosedur/metode pelaksanaan,
Kualitas dan kuantitas (bahan, tenaga kerja dan peralatan) sehingga
pelaksanaan dan hasil pekerjaan sesuai dengan gambar-gambar rencana
dan spesifikasi yang telah ditentukan di dalam kontrak pelaksanaan
pekerjaan, sehingga menghasilkan proses pembangunan yang efektif, efisien
dan ekonomis.
4. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA
Nama Kuasa Pengguna Anggaran : Ir. T. Hadi, MT
Alamat : Jln. Ir. Mohd. Thaher No.18 Lueng
Bata – Banda Aceh
5. SUMBER PENDANAAN
Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan biaya Rp. 462.836.000,- (Empat
Ratus Enam Puluh Dua Juta Delapan Ratus Tiga Puluh Enam Puluh
Ribu Rupiah) termasuk PPN dengan sumber dana dari DPA APBA Tahun
Anggaran 2020.

6. LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG


SERTA ALIH PENGETAHUAN
6.1. Lingkup Kegiatan
Lingkup penugasan konsultan untuk pelaksanaan
Supervisi/pengawasan bersifat Task Concept, dengan berpedoman
pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut, yaitu :
a. Ketentuan dasar pengawasan ;
b. Ketentuan umum pengawasan ;
c. Ketentuan teknis pengawasan ;

6.1.1. Ketentuan Dasar Pengawasan

Ketentuan dasar Pengawasan/Supervisi sebagai berikut :


a. Konsultan supervisi melaksanakan kegiatan supervisi terhadap
seluruh kegiatan pelaksanaan dengan menyediakan tenaga, alat dan
bahan yang mendukung kegiatan tersebut yang diusulkan pada
dokumen usulan teknis.
b. Tenaga kerja yang disediakan adalah tenaga ahli dan pendukung
yang harus dapat bekerja penuh waktu (full time) setiap hari kerja baik
di site kegiatan (lapangan) maupun di kantor yang sifatnya mengurus
masalah administrasi. Jadwal penugasan personil, matriks
keterlibatan personil terhadap semua kegiatan, Jadwal Rencana Kerja
(Kurva – S) dan struktur organisasi dibuat dan harus disesuaikan
dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
c. Konsultan harus menyediakan base camp, kendaraan dan peralatan
kantor lainnya yang mendukung pekerjaan pengawasan, yang
kesemuanya harus selalu dalam kondisi baik sehingga siap untuk
dipakai kapanpun.
d. Mengendalikan kegiatan lapangan dan pengawasan pelaksanaan
untuk kelancaran dan terpenuhnya syarat-syarat pelaksanaan
pekerjaan pengawasan. Menyiapkan organisasi dan pengisian
personil lapangan (tenaga ahli dan tenaga pendukung)
e. Melakukan pengendalian dan pengawasan pekerjaan secara terus-
menerus melalui koordinasi yang meliputi persetujuan (approval),
tidak setuju (disapproval) dan koreksi terhadap pelaksanaan
pekerjaan Pihak Kedua serta melalui mekanisme pelaporan progress
pekerjaan.
f. Penugasan Konsultan untuk pelaksanaan pekerjaan pengawasan
bersifat (Task Concept) yaitu konsultan supervisi melakukan
pekerjaan mulai dari perubahan desain sesuai dengan kebutuhan
lapangan sampai sertifikasi pembayaran prestasi pekerjaan yang
diperlukan Pihak Kedua untuk mengajukan permintaan angsuran
pembayaran hasil pekerjaan.
g. Sifat dari task concept adalah tanggung jawab baik kuantitas dan
kualitas sepenuhnya berada ditangan konsultan/engineer, sedangkan
Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
(PPTK) hanya sebagai “administer” atau pengendalian kegiatan.

6.1.2. Ketentuan Umum Pengawasan

Melakukan kaji ulang dan memberikan persetujuan terhadap semua


usulan rencana, jadwal dan dokumen terkait pekerjaan konstruksi dan
pelaksanaan proyek yang telah dibuat oleh Pihak Kedua.

1. Melakukan pengecekan untuk memastikan pertangungjawaban Pihak


Kedua terhadap jadwal dan rencana kerja yang telah disetujui.
2. Melakukan pengecekan dan memberikan persetujuan terhadap
gambar pelaksanaan yang disiapkan oleh Pihak Kedua.
3. Melakukan pengecekan dan inspeksi kualitas dan kuantitas
pekerjaan.
4. Melakukan pengawasan tambahan penyelidikan/penelitian lapangan
(sesuai dengan keperluan).
5. Memberikan saran dan persetujuan terhadap jadwal pengadaan dan
jumlah bahan konstruksi seperti semen, dan lain-lain yang diusulkan
oleh Pihak Kedua.
6. Memberikan saran dan petunjuk terhadap metode pengukuran dan
perhitungan volume pekerjaan dan membantu melakukan verifikasi
kemajuan kontrak dan pembayaran.
7. Menyiapkan laporan-laporan inspeksi dan kegiatan pengawasan.
8. Melakukan pengawasan dan persetujuan gambar purna laksana (as
built drawings) yang telah dibuat dan diserahkan oleh Pihak Kedua.

6.1.3 Ketentuan Teknis Pengawasan


1. Aspek Khusus Pengawasan (Modifikasi Desain)
Konsultan harus membuat revisi dan penyesuaian desain dari waktu ke
waktu pada saat diperlukan akibat dari mulai terjadi perubahan
dilapangan.

1. Tahapan Pekerjaan
Tahapan Pekerjaan yang diawasi oleh Konsultan adalah:
- Pekerjaan Persiapan lapangan
- Pelaksanaan setiap kegiatan dalam Spesifikasi Teknis dan
Gambar.

2. Tahap Persiapan
Sebelum pelaksanaan pembangunan konstruksi dimulai Konsultan
Pengawas harus lebih dahulu memiliki, memahami dan mempelajari
Dokumen kontrak/lelang pelaksanaan serta dokumen-dokumen lain
yang terkait, antara lain:
- Kerangka Acuan Pekerjaan (KAK)
- Dokumen Perjanjian (Kontrak) pekerjaan konstruksi yang menjadi
lingkup tugasnya.

3. Setelah mempelajari dokumen-dokumen yang ada seperti gambar


kerja, Spesifikasi Teknis, apabila diperlukan dalam rangka
sempurnanya hasil pekerjaan, Konsultan dapat menyampaikan
gambar-gambar, detail-detail dan spesifikasi tambahan kepada Pihak
Kedua setelah lebih dahulu didiskusikan dengan pihak proyek.
4. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) meminta Pelaksana
Konstruksi (Pihak Kedua) untuk membuat usulan rencana kerja
secara tertulis, yang harus disetujui oleh Konsultan Pengawas dalam
waktu 7 x 24 jam sebelum pelaksanaan dimulai. Usulan rencana kerja
harus meliputi bentuk Network Planning, Bar Chart Diagram dan
rencana lokasi kegiatan pekerjaan.

5. Konsultan Pengawas harus melakukan analisis terhadap usulan


rencana kerja sebelum memberikan persetujuan. Analisis tersebut
meliputi aspek tenaga kerja, material atau bahan dan peralatan serta
aspeknya yang dinilai perlu.

6. Konsultan Pengawas memeriksa dan memberi pendapat tentang


rencana kerja (Request) dan jadwal pelaksanaan untuk mencapai
cara kerja yang efektif dan efisien sesuai dengan kebijakan
pelaksanaan Pekerjaan Pengendalian Banjir Sungai Kr. Teunom
Kab. Aceh Jaya

7. Konsultan Pengawas dapat merevisi gambar desain pelaksanaan


yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan atas persetujuan
bersama Direksi Pekerjaan.

2. Tahap Pelaksanaan

1. Selama Pelaksanaan pekerjaan, Konsultan Pengawas harus


mengadakan penilaian rencana kerja paket pekerjaan (work package)
yang diusulkan oleh Pihak Kedua. Evaluasi dan penilaian meliputi
urut-urutan kerja, metode kerja, rencana alokasi waktu, alokasi
bahan/material, alokasi tenaga kerja dan peralatan kerja.

2. Setelah diadakan koreksi dan masukan seperlunya oleh Konsultan


Pengawas. Konsultan Pengawas memberikan persetujuan rencana
kerja pada butir 1) di atas.
3. Selanjutnya Konsultan Pengawas melakukan pengawasan dan
pengendalian agar paket yang sudah disetujui pada butir 2) bisa
dilaksanakan sesuai dengan rencana.

4. Pengawasan dan pengendalian meliputi jumlah dan kualitas


material/bahan, peralatan, tenaga kerja dan jadwal pelaksanaannya.
Khusus untuk pengawasan bahan/material harus dipahami betul
karakteristik dan metode pengawasan dan pengujiannya seperti
tertuang di dalam persyaratan bahan/material pada Rencana Kerja
dan Syarat-syarat pekerjaan pembangunan.

5. Konsultan Pengawas harus menolak bahan/material, peralatan dan


tenaga kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan.

6. Bersama-sama Pelaksana Konstruksi (Pihak Kedua) dan Direksi


(yang mewakili) melakukan pengukuran dan menyepakati hasil
pekerjaan sesuai dengan yang tercantum didalam kontrak pelaksanan
konstruksi.

7. Mencatat semua hasil pengukuran besaran/volume pekerjaan yang


diperlukan untuk pembayaran dengan menggunakan formulir yang
lazim dan disetujui oleh Direksi dan Pejabat Pelaksana Teknis
Kegiatan (PPTK).

8. Melaporkan kepada Direksi atas setiap persoalan yang timbul dan


potensial sehubungan dengan kontrak dan memberikan
pilihan/alternatif cara penyelesaiannya. Persoalan tersebut dapat
berupa kemungkinan anggaran yang tidak mencukupi, kemungkinan
terhambat, kualitas yang tidak dipenuhi, dll.

9. Menelaah semua tuntutan pembayaran tambahan atau perpanjangan


waktu yang diajukan oleh Pelaksana Konstruksi dan memberikan
saran/pendapat kepada Direksi/ Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
(PPTK).

10. Melaksanakan pemeriksaan secara periodik terhadap bahan-bahan


bangunan yang digunakan oleh Pelaksana Konstruksi, dan
memberikan rekomendasi persetujuan bahan bangunan yang
digunakan sesuai dengan persyaratan teknis yang telah ditentukan
dalam kontrak.

11. Melakukan pemeriksaan dan memberikan saran/pendapat atas


pekerjaan Pelaksanaan Konstruksi yang telah selesai secara lengkap
untuk dapat dinyatakan diterima oleh Direksi/Pejabat Pelaksana
Teknis Kegiatan (PPTK) guna menetapkan dimulainya masa
pemeliharaan.

12. Mengadakan telaah dan saran/pendapat penanganan atas kelainan-


kelainan yang mungkin terjadi selama masa pemeliharaan.
13. Mengadakan pengawasan atas ketepatan waktu pelaksanaan
pekerjaan sesuai dengan rencana yang ditetapkan dalam Surat
Perjanjian/Kontrak.

14. Membuat Laporan-laporan:


a. Laporan Rencana Mutu Kontrak
b. Laporan Pendahuluan
c. Laporan Mingguan
d. Laporan Bulanan, termasuk peta/gambar
e. Laporan Akhir beserta gambar hasil pelaksanaan

15. Konsultan Pengawas menyiapkan sertifikat pembayaran prestasi


pekerjaan yang diperlukan Pelaksana Konstruksi untuk mengajukan
permintaan angsuran pembayaran hasil kerja termasuk penyediaan
material. Angsuran pembayaran ini harus didasarkan pada jumlah
yang disetujui dalam rapat yang diselenggarakan setiap akhir bulan
antara Konsultan Pengawas, Pelaksana Konstruksi dan Direksi
Lapangan. Sertifikat pembayaran prestasi pekerjaan ini harus
diserahkan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk
pelaksanaan pemeriksaan terakhir.

16. Menyediakan formulir (request) untuk pengajuan atas pelaksanaan


setiap item pekerjaan yang akan dilaksanakan.

17. Dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan di lapangan, absensi


personil konsultan (time sheet) disetujui oleh Pejabat Pelaksana
Teknis Kegiatan (PPTK) Konstruksi dan mengetahui/disetujui oleh
Kuasa Pengguna Anggaran.

6.2. Lokasi Kegiatan


Lokasi Pekerjaan untuk paket ini meliputi : Sungai Kr. Teunom Kab.
Aceh Jaya

6.3. Data dan Fasilitas Penunjang


1. Penyediaan oleh Proyek
a. Laporan dan data
Pelaksana kegiatan menyediakan data laporan hasil desain,
gambar desain dan data lainnya yang telah dimiliki oleh
Pelaksana Kegiatan yang dipandang perlu oleh pelaksana
pekerjaan sebagai data sekunder untuk menunjang pekerjaan
yang akan dilakukan.
b. Akomodasi dan ruangan kantor
- Pelaksana kegiatan tidak memberikan akomodasi dan kantor
bagi pelaksana pekerjaan dalam melaksanakan pekerjaan ini.
- Pelaksana pekerjaan perlu mengupayakan sistem kerja dan
komunikasi yang efisien sehingga direksi pekerjaan dapat
menghubungi pelaksana pekerjaan dengan mudah untuk
kelancaran pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan.
c. Pengawasan pekerjaan
Kuasa Pengguna Anggaran akan mengangkat/menugaskan
pejabat dan petugas yang bertindak sebagai pengarah
pelaksanaan pekerjaan, sehingga hasil pekerjaan dapat
diselesaikan sesuai dengan lingkup jasa pelaksanaan pekerjaan
yang diminta dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).
d. Kerjasama dan Staf Pendamping
Pelaksana pekerjaan dalam melakukan kegiatannya harus
mengadakan kerjasama yang baik dengan berbagai pihak sebagai
narasumber.

2. Pemilikan Laporan dan Peralatan


Keseluruhan hasil supervisi yang dibiayai dari kontrak ini akan
menjadi milik pemerintah, yang dalam hal ini masuk dalam inventaris
Pelaksana Kegiatan.

3. Laporan dan Catatan-catatan lain


Laporan hasil kegiatan yang dilakukan oleh pelaksana pekerjaan
harus diserahkan kepada Pelaksana Kegiatan sesuai dengan jumlah
yang telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja.

7. SIFAT UMUM DARI PELAYANAN JASA KONSULTAN


7.1. Struktur Organisasi Konsultan
Struktur organisasi konsultan terdiri dari Tim Desain dan Tim Lapangan.
Tim Desain bertugas melakukan konfirmasi desain dan lainya sesuai
gambar serta perubahannya. Sedangkan Tim Lapangan bertugas
melakukan pengawasan teknis pekerjaan konstruksi pembangunan
konstruksi. Kedua Tim ini dipimpin oleh Inspector.

Tugas Tim Desain


Tugas Tim Desain adalah melakukan konfirmasi desain terhadap
pekerjaan konstruksi/perubahan lapangan serta memecahkan berbagai
masalah desain struktur/konstruksi yang digunakan di lapangan.

Jika diperlukan suatu perubahan yang signifikan, maka Konsultan harus


memberikan rekomendasi (Justifikasi Teknis) disertai alasan-alasan
yang mendukungnya yang dituangkan kedalam amandemen kontrak
untuk selanjutnya melakukan perubahanpada rencana Mutu Kontrak
(RMK). Selanjutnya Konsultan juga harus memberikan rekomendasinya
terhadap desain bangunan-bangunan utama yang telah dilakukan,
disertai dengan alasan teknis yang mendukung. Rekomendasi yang
diberikan harus sesuai dengan:
1. Standar atau peraturan yang dipakai sebagai acuan
2. Cara dan metode perhitungan yang digunakan
3. Rumus-rumus yang digunakan
4. Persyaratan-persyaratan sebagai batasan yang harus dipenuhi

Tugas Tim Lapangan


Tugas dan kewajiban Tim Lapangan mencakup hal-hal sebagai berikut:
- Melaksanakan tugas peninjauan dan pengawasan teknis, sehingga
pelaksanaan konstruksi dapat diselesaikan sesuai dengan
persyaratan dan ketentuan yang telah ditentukan dalam kontrak.

- Melakukan pemeriksaan dan investigasi atas masalah khusus


misalnya keterlambatan pelaksanaan pekerjaan serta membuat
rekomendasi pemecahannya.

- Melakukan monitoring, agar pelaksanaan system pelaporan dapat


berjalan sesuai dengan ketentuan dan standar isian yang telah
ditentukan. Tingkat kecermatan informasi, ketepatan dan waktu
distribusi pelaporan harus menjadi perhatian khusus Konsultan.

- Melakukan pengecekan secara cermat semua pengukuran,


perhitungan volume pekerjaan yang akan dipakai sebagai dasar
pembayaran, sehingga semua pengukuran pekerjaan, perhitungan
volume dan pembayaran didasarkan kepada ketentuan yang
tercantum dalam kontrak.

- Melakukan monitoring dan pengecekan secara terus-menerus


sehubungan dengan pengendalian mutu dan volume pekerjaan.
Konsultan harus memberitahukan secara tertulis kepada Pelaksana
konstruksiatas adanya penyimpangan-penyimpangan dari ketentuan
persyaratan, baik mutu, volume, bahan, pekerjaan dan copy surat-
surat pemberitahuan tersebut harus disampaikan kepada Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan diarsipkan secara baik.

- Melakukan Pengecekan dan persetujuan gambar-gambar


terlaksana (as built drawing) yang menggambarkan secara rinci
setiap bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh
Pelaksana Konstruksi.

- Membuat laporan-laporan dan tugas-tugas lainnya yang dianggap


perlu.

7.2. Administrasi Pelayanan Jasa Konsultan (Kontrak dan Teknis)


Konsultan menyiapkan sistem pelaporan yang sistematis untuk
administrasi kontrak dan teknis. Yang perlu disiapkan:
- Penyiapan laporan bulanan pada status pekerjaan dan kualitas
pekerjaan.
- Penyiapan laporan untuk meninjau ulang penagihan Pihak Kedua
(berdasarkan laporan survey kuantitas) yang mendapat persetujuan
akhir dari Direksi.
- Penyiapan secara rutin dan laporan-laporan final pada pelaksanaan
pekerjaan. Penyiapan catatan pekerjaan tambah, amandemen
kontrak dan spesifikasi rinci.

7.2.1. Pengujian, Kepanitiaan dan Berita Acara Pekerjaan Selesai


Pada bagian penyelesain pekerjaan dan penyelesaian jadwal
kontrak, operasi seluruh peralatan akan diuji sesuai dengan
spesifikasi dalam kontrak. Setelah mendapat persetujuan
Direksi, Konsultan akan menyiapkan berita acara pekerjaan
selesai.
Konsultan akan menyiapkan laporan pekerjaan selesai yang
meliputi, as built drawing, spesifikasi, kuantitas material,
peralatan yang digunakan pada proyek, biaya masing-masing
komponen pekerjaan dan biaya penyelesaian aktual dan
termasuk juga berita acara pengujian pada berbagai tahapan
pekerjaan.

7.2.2. Pertemuan ( Rapat )

Rapat Koordinasi
Tujuan rapat ini adalah untuk membahas masalah-masalah yang
timbul berkaitan dengan rencana kerja pelaksanaan, sasaran
proyek dan program kerja. Rapat ini dihadiri oleh pihak Pemberi
Tugas, Konsultan Pengawas, Pejabat Pelaksana Teknis
Kegiatan (PPTK), Pihak Kedua dan pihak-pihak lain yang terkait
dengan pekerjaan.

Rapat Lapangan
Tujuan rapat ini adalah untuk membahas semua masalah teknis
yang timbul dalam pelaksanaan konstruksi di lapangan. Rapat ini
dihadiri oleh staf/wakil dari Pemberi Tugas, Konsultan Pengawas
yang bertugas di lapangan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
(PPTK), Pihak Kedua dan pihak-pihak lain yang terkait dengan
pekerjaan.

Rapat Intern Konsultan


Rapat ini akan dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan
personil yang terkait baik yang ada di kantor maupun lapangan.
Tujuan rapat ini adalah untuk mengevaluasi dan mencari
pemecahan atas penyimpangan/perubahan dari perencanaan
semula yang mungkin terjadi di lapangan menyangkut substitusi
bahan, metode pelaksanaan, serta untuk melengkapi
kekurangan detail perencanaan.

8. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan selama 7 (Tujuh)
bulan terhitung sejak terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
9. PERSONIL
I. Kualifikasi personil yang yangdibutuhkan :

KUALIFIKASI JUMLAH ORANG


NO POSISI
PENDIDIKAN KEAHLIAN PENGALAMAN BULAN
TENAGA AHLI :
1. Team Minimal sarjana Memiliki sertifikat Berpengalaman 1 Orang /7 Bulan
Leader (Ahli PendidikanTeknik keahlian Ahli Muda dalam
Muda) Sipil Strata Satu Sumber Daya Air yang Mengkoordinir
(S1) lulusan dikeluarkan oleh tenaga ahli dalam
Perguruan Tinggi Asosiasi Profesi merancang,
Negeri ataupun Himpunan Ahli Teknik melaksanakan dan
Perguruan Tinggi Hidraulik Indonesia atau mengawasi
Swasta yang telah Lembaga pekerjaan struktur
terakreditasi. Pengembangan Jasa Bangunan Air
Konstruksi Sekurang-
(HATHI/LPJK). kurangnya 3(Tiga)
tahun, didukung
referensi dari
pengguna jasa.
TENAGA PENDUKUNG :
1 Inspector Minimal D-III Memiliki Keahlian dalam Berpengalaman 1 Orang /7 Bulan
(Pengawas Teknik Sipil mengawasi pekerjaan dalam kegiatan
Lapangan) konstruksi keairan pengawasan
terutama pekerjaan pekerjaan
bangunan Air. bangunan Air
sekurang-
kurangnya 5 (lima)
tahun.
2 Inspector SMK Bangunan Memiliki Keahlian dalam Berpengalaman 1 Orang /7 Bulan
(Pengawas Sipil mengawasi pekerjaan dalam kegiatan
Lapangan) konstruksi keairan pengawasan
terutama pekerjaan pekerjaan
bangunan Air. bangunan Air
sekurang-
kurangnya 5 (lima)
tahun.

3. Surveyor Minimal D-III Memiliki keahlian Berpengalaman 1 Orang /2 Bulan


Teknik Sipil mengoperasikan alat dalam kegiatan
ukur Theodolit dan pengukuran pada
Waterpass, menguasai perencanaan dan
teknik pengukuran dan pengawasan
perhitungan dalam Bangunan -
pemetaan. Bangunan keairan
sekurang-
kurangnya 3(Tiga)
tahun.
4 CAD Operator Minimal DIII Teknik Memiliki Keahlian dalam Berpengalaman dalam 1 Orang /2 Bulan
Sipil memahami gambar dan menangani gambar-
mampu mengoperasikan gambar bangunan
Autocad. keairan sekurang-
kurangnya 5 (lima)
tahun.

5 Operator SMA/SMK Memiliki Keahlian dalam Berpengalaman 1 Orang /5 Bulan


Komputer menjalankan beberapa dalam pengetikan
program komputer, data/laporan
antara lain : Ms. Office. pekerjaan
bangunan air
maupun
administrasi surat
menyurat

10. KELUARAN
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah Gambar
Shop & As Built Drawing, laporan-laporan dan foto kegiatan lapangan
secara lengkap sesuai yang diisyaratkan dalam kontrak.

11. LAPORAN
Sejalan dengan kemajuan dalam pekerjaan, konsultan harus menyiapkan
dan menyampaikan laporan-laporan kepada Pejabat Pelaksana Teknis
Kegiatan (PPTK), laporan-laporan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Rencana Mutu Kontrak (RMK)
Membuat rencana mutu kontrak (RMK) yang harus disetujui oleh
Pengawas dan diserahkan selambat-lambatnya 2 (dua) minggu
setelah terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)

2. Laporan Bulanan meliputi :


1. Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan dan program kerja bulan
berikutnya
2. Hasil Pemeriksaan dan Persetujuan
3. Masalah dan Upaya Penyelesaian dilapangan
4. Kumpulan Berita Acara Lapangan
5. Foto Pelaksanaan Pekerjaan
6. Laporan harian lapangan (dari referensi buku harian lapangan)
7. Laporan mingguan/bobot mingguan
Laporan ini diserahkan setiap akhir bulan.Bila jatuh pada hari libur,
laporan disampaikan pada hari kerja pertama setelah hari libur.

3. Laporan Akhir (Draft)


Laporan ini berisikan tentang konsep rangkuman dari seluruh
kegiatan pengawasan yang telah dilaksanakan sampai dengan akhir
jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, termasuk desain awal dan
perubahan desain, dilengkapi dengan tabel inventarisasi penambahan
asset dari rencana pelaksanaan dan realisasi pelaksanaan pekerjaan.
Perubahan seperti yang disebutkan diatas, perlu dibuatkan
rekomendasi (justifikasi teknis) yang meliputi metode dan hasil-hasil
survey serta perhitungan dan analisa ekonomi juga kesimpulan dan
saran-saran.
Konsep laporan ini didiskusikan dahulu dengan pihak Direksi sebelum
dicetak menjadi final Laporan Akhir.
Laporan ini diserahkan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari kerja
sebelum berakhir kontrak

4. Laporan Pendahuluan :
1. Rencana kerja penyedia jasa secara menyeluruh.
2. Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya.
3. Jadwal kegiatan konsultan
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari
sejak SPMK diterbitkan.

5. Laporan Akhir (Final)


Laporan ini berisikan perbaikan dari draft laporan akhir. Laporan Akhir
(Final) dan laporan-laporan lainnya diserahkan sebelum berakhirnya
kontrak. Diserahkan paling lambat 10 (sepuluh) hari sebelum kontrak
berakhir.
6. Gambar Shop & As Built (A3)
Pada akhir masa pelaksanaan pekerjaan pihak konsultan harus
menyerahkan Shop & As Built Drawing (A3). Diserahkan paling
lambat 10 (sepuluh) hari sebelum kontrak berakhir.
7. Laporan Hasil Pengukuran MC (Awal & Akhir)
Pada akhir masa pelaksanaan pekerjaan pihak konsultan harus
menyerahkan laporan hasil pengukuran mutual check dan justifikasi
teknis hasil perhitungan kembali. Diserahkan paling lambat 10
(sepuluh) hari sebelum kontrak berakhir.

8. Album Foto Dokumentasi


Seluruh foto dokumentasi kegiatan selama kerja berlangsung
diserahkan dalam bentuk album foto. Diserahkan paling lambat 10
(sepuluh) hari sebelum kontrak berakhir.
Semua laporan tersebut diatas diserahkan kepada Direksi pekerjaan.
Jumlah masing-masing laporan lihat tabel terlampir

PRODUK YANG DISERAHKAN

No. NAMA PRODUK/LAPORAN Alb HVS 1 HVS 3 A4 DVD-R


1 Laporan Rencana Mutu Kontrak 2
2 Laporan Bulanan 7
3 Laporan Akhir (Draft) 1
4 Laporan Pendahuluan 2
5 Laporan Akhir ( Cover Exclusive) 3
6 Shop & As Built Drawing (A3) 3
Laporan Hasil Pengukuran MC (Awal &
7 2
Akhir)
DVD-R Gambar Hasil Pelaksanaan dan
8 2
Laporan – Laporan
9 Album Foto Dokumentasi 2

Banda Aceh, Desember 2019


Kuasa Pengguna Anggaran
Sungai, Danau dan Waduk
Dinas Pengairan

Ir. T. Hadi, MT
Pembina Tk. I
Nip. 19640818 199301 1 001