Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL SATUAN ACARA PENYULUHAN

TENTANG POST MRS CIDERA OTAK

Disusun Oleh :

Mega Sintia (17.2.05.01.0002)


Tanti Putri P (17.2.05.01.0008)
Diah Ayu M (17.2.05.01.0010)
Catur Puji A (17.2.05.01.0011)

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN SAINS
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Post Mrs Cidera Otak

Sasaran : Keluarga pasien yang dirawat di Ruang KAHURIPAN

Tempat : Ruang Tunggu KAHURIPAN

Hari/Tanggal : Jum’at, 07 februari 2020

Waktu : 30 menit

1. Tujuan Instruksional Umum

Setelah diberikan penyuluhan, keluarga pasien yang dirawat di Ruang


KAHURIPAN tentang Post Mrs Cidera Otak.

2. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah diberikan penyuluhan, pengunjung diharapkan dapat :

a. Peserta mengerti dan dapat menyebutkan tentang pengertian Post Mrs


Cidera Otak
b. Peserta mengerti dan dapat menerapkan heald education Post Mrs
Cidera Otak
c. Peserta dapat menyebutkan pencegahan pada Post Mrs Cidera Otak

3. Materi penyuluhan terlampir


4. Kegiatan Penyuluhan

No. Aktifitas Fasilitator Aktifitas Peserta Waktu


1. - Memperkenalkan diri - Menyambut salam 5 menit
dan mendengarkan
- Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
- Mendengarkan
- Melakukan kontrak waktu
- Mendengarkan
-Menyebutkan materi penyuluhan yang
akan diberikan - Mendengarkan
-Menyebarkan kuesioner (pre)sebelum - Mendengarkan dan
dilakukan mengisi lembar
jawaban
2. - Menjelaskan tentang: - Mendengarkan dan 15 menit
memperhatikan
 Peserta mengerti dan dapat
menyebutkan tentang pengertian
Post Mrs Cidera Otak - Mendengarkan dan
 Peserta mengerti dan dapat memperhatikan
menerapkan heald education
Post Mrs Cidera Otak - Bertanya dan
memperhatikan
 Peserta dapat menyebutkan
pencegahan pada Post Mrs
Cidera Otak

 Memberikan kesempatan
kepada pengunjung
untuk bertanya tentang materi
yang diberikan

 Memberikan jawaban / penjelasa


n dari pertanyaan yang diajukan
3. - Menyatakan kegiatan telah selesai - Mendengarkan dan 10 menit
membalas salam
- Mengucapkan terima kasih
kepada pengunjung dan membagikan - Mengisikuesioner
leaflet yang diberikan.
- Mengucapkan salam - Mendengarkan dan
membalas salam
5. Metode
 Ceramah

 Tanya jawab

6. Media

 Leaflet

7. Kriteria Evaluasi

 Evaluasi struktur

Peserta yang hadir di ruang KAHURIPAN Rumah Sakit Gambiran 10


orang.
Penyuluhan diselenggarakan di ruang Rawat KAHURIPAN
Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan 30 menit
sebelum penyuluhan dimulai.

 Evaluasi proses

Peserta antusias terhadap materi penyuluhan


Peserta mendengarkan penyuluhan dengan seksama
Peserta mengajukan pertanyaan

 Evaluasi hasil

1. Peserta mampu menjawab kuesioner yang diberikan setelah


dilakukan penyuluhan 75 % materi yang dapat diterima.
2. Peserta mengerti dan dapat menyebutkan tentang pengertian Post
Mrs Cidera Otak
3. Peserta mengerti dan dapat menerapkan heald education Post Mrs
Cidera Otak
4. Peserta yang hadir 78% (11 orang) dari yang diundang (15 orang).
5. Peserta yang meninggalkan tempat saat diskusi 1 orang.

POST MRS CIDERA OTAK


A. Definisi

Post Mrs Cidera Otak adalah pasien yang diperbolehkan pulang


oleh pihak Rumah Sakit dan dibuktikan dengan bukti tertulis pada lembar
dokter yang advis yang dinyatakan pasien tersebut KRS atau boleh pulang
disertai dengan tanda tangan pada lembar tersebut.

B. Heald Education Post Mrs Cidera Otak


Pada pasien cidera otak, cidera otak dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Cidera otak berat
Merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama
pada kelompok usia produktif dan sebagian besar terjadi akibat
kecelakaan lalulintas.(Mansjoer, 2010). Akibat trauma pasien mengalami
perubahan fisik maupun psikologis. Akibat yang sering terjadi pada
pasien COB antara lain terjadi edema cerebral ,peningkatan tekanan
intrakranial, vasospasme, hidrosefalus, gangguan metabolik, infeksi dan
kejang (Haddad, 2012) . Oleh karena itu, diharapkan penanganan yang
cepat dan akurat agar dapat menekan morbidibitas dan mortilitas
kematian maupun terlambatnya rujukan yang menyebabkan kondisi
pasien semakin memburuk (National Institute of Neurological Disorder,
2010)
Edukasi pada pasien ini yaitu dianjurkan pasien tidak terlalu
mengingat hal-hal yang memperberat pikiran atau membuatnya pusing,
diharapkan pasien tidak memakai alas (bantal pada bawah kepala),
melakukan ambulansi dini miring kanan miring kiri agar pasien terlatih.
Diet pada pasien Cidera Otak Berat yaitu makanan yang
mengandung asam lemak omega 3, makanan yang mengandung vitamin
E, kunyit, dan vitamin B12.

2. Cidera Otak Sedang


Akibat trauma pasien mengalami perubahan fisik maupun
psikologis. Akibat yang sering terjadi pada pasien CKB antara lain terjadi
cedera otak sekunder, edema cerebral ,peningkatan tekanan intrakranial,
vasospasme, hidrosefalus, gangguan metabolik, infeksi dan kejang
(Haddad, 2012) . Oleh karena itu, diharapkan penanganan yang cepat dan
akurat agar dapat menekan morbidibitas dan mortilitas kematian maupun
terlambatnya rujukan yang menyebabkan kondisi pasien semakin
memburuk (National Institute of Neurological Disorder, 2002).
Edukasi pada pasien ini yaitu dianjurkan pasien tidak terlalu
mengingat hal-hal yang memperberat pikiran atau membuatnya pusing,
diharapkan pasien tidak memakai alas (bantal pada bawah kepala),
melakukan ambulansi dini miring kanan miring kiri agar pasien terlatih,
pasien diajarkan untuk sedikit diajak berfikir agar pasien mampu
mengingat dengan baik.
Diet pada pasien Cidera Otak Sedang yaitu makanan yang
mengandung asam lemak omega 3, makanan yang mengandung vitamin
E, nabati, dan vitamin B12.

3. Cidera Otak Ringan

Cedera kepala ringan atau trauma kepala ringan adalah kondisi


ketika seseorang mengalami cedera ringan di bagian kepala. Ringan atau
beratnya kondisi cedera kepala, dapat dinilai dari Glasgow Coma
Scale (GCS). GCS merupakan kumpulan respon penderita yang diberikan
nilai untuk melihat tingkat kesadaran. Nilai tertinggi adalah 15,
sedangkan nilai terendah adalah 3. Nilai tersebut ditentukan berdasarkan
kemampuan penderita membuka mata, pergerakan penderita, dan isi
pembicaraannya.

Cedera kepala ringan jarang menyebabkan kerusakan otak


permanen. Pada orang dewasa, cedera kepala ringan umumnya terjadi
karena kecelakaan kendaraan bermotor, membentur atau terbentur
sesuatu, terjatuh, atau karena terkena pukulan di bagian kepala.
Sedangkan pada anak-anak, kondisi ini lebih sering disebabkan karena
terjatuh dan terbentur.

Edukasi pada pasien ini yaitu dianjurkan pasien mengingat hal-hal


yang tidak membuatnya pusing, diharapkan pasien tidak memakai alas
(bantal pada bawah kepala), melakukan ambulansi dini miring kanan
miring kiri agar pasien terlatih, pasien diajarkan untuk sedikit diajak
berfikir agar pasien mampu mengingat dengan baik.
Diet pada pasien Cidera Otak Sedang yaitu makanan yang
mengandung asam lemak omega 3, makanan yang mengandung vitamin
E, nabati, dan vitamin B12.

C. Pencegahan Pada Post Mrs Cidera Otak

1. Setelah sehat pasien diharapkan tidak bersepeda, olah raga berat seperti
basket dan sepak bola.
2. Mengikuti diet sehat yang dianjurkan oleh ahli gizi dari pihak rumah
sakit yang mencakup berbagai makanan yang mengandung asam lemak
omega 3, makanan yang mengandung vitamin E, nabati, vitamin B12
biji-bijian, buah dan sayuran setiap hari.
3. Mendapatkan aktivitas fisik secara teratur

DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer, 2010. Seri Panduan Praktis Edukasi Pasien.Jakarta:Erlangga

Haddad, 2012.Kapita Selekta Kedokteran.Jakarta:FK UI Suddarth,Brunner.


(2004).Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 Volume 2.Jakarta:EGC

National Institute of Neurological Disorder, 2002. Keperawatan Medikal


Bedah.Jakarta:EGC