Anda di halaman 1dari 5

RPS 2

Mata Kuliah : Teori Akuntansi (EKA441 A2)

Oleh :

Luh Asri Eka Dewi (1707531142)

Program Studi S1 Akuntansi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Udayana

2019
A. Apa itu Konsep Dasar Akuntansi?
Konsep dasar merupakan abstraksi atau konseptualisasi karakteristik lingkungan tempat
atau wilayah diterapkannya pelaporan keuangan. Paton dan Littleton (P&L)
mengemukakan konsep – konsep dasar akuntansi dalam buku mereka, yaitu :
1) Entitas Bisnis atau Kesatuan Usaha
2) Kontinuitas Kegiatan/ Usaha
3) Penghargaan Sepakatan
4) Kos Melekat
5) Upaya dan Capaian/ Hasil
6) Bukti terverfikasi dan Objektif
7) Asumsi
B. Apa Saja kerangka konseptual dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan?
1. Ikhtisar Kerangka Konseptual
Kerangka Konseptual merupakan dasar untuk merumuskan konsep-konsep yang
mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan untuk para pemakai ekstern.
Kerangka Konseptual bukan merupakan standar akuntansi keuangan, karenanya tidak
mendefinisikan standar untuk permasalahan pengukuran atau pengungkapan tertentu.
Sehingga apabila terjadi pertentangan antara Kerangka Konseptual dengan SAK, maka yang
harus diunggulkan adalah SAK.
2. Pengguna Dan Tujuan Laporan Keuangan
Para penggunanya : Investor, Karyawan, Pemberi pinjaman, Pemasok dan kreditor usaha
yang lainnya, Pelanggan, pemerintah, dan masyarakat
Tujuan dari Laporan Keuangan : (1) Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan,
kinerja, serta peubahan posisi keuangan suatu perusahaan untuk pengambilan keputusan
ekonomi, (2) Disusun untuk tujuan memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar
pemakainya, walau tidak menyediakan semua informasi yang dibutuhkan pemakai tersebut.
(3) Menyajikan info keuangan dan tidak diwajibkan menyajikan info non keuangan. (4)
Menunjukkan apa yang sdh dilakukan manajemen (stewardship) dan pertanggungjawaban
atas pengelolaan sumber daya yang telah dipercayakan kepadanya.
3. Asumsi – Asumsi Dasar Laporan Keuangan
Terdiri atas Kesatuan Usaha ( Economic Identity ) Perusahaan dipandang sebagai Unit Usaha
yang terpisah dari pemiliknya, Kelangsungan Usaha ( Going Concern ) Perusahaan akan
hidup terus dan tidak akan dibubarkan, Unit Moneter ( Unit Of Measure ) Pencatatannya
menggunakan mata uang, Periode waktu ( Time Period ) Laporan Keuangan disusun
berdasarkan periode waktu tertentu agar informasinya berguna
4. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
a) Understandability. Laporan Keuangan harus mudah dipahami oleh para penggunanya
Asumsi, para pemakai laporan keuangan juga mempunyai pengetahuan yang memadai
mengenai aktivitas ekonomida bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari
informasi dengan ketekunan yang wajar.
b) Materiality. Suatu informasi dikatakan material apabila kelalaian atau kesalahan
dalam mengungkapkan informasi tersebut akan dapat mempengaruhi keputusan
ekonomi yang akan diambil oleh pengguna.
c) Relevance. Informasi dikatakan relevan apabila, Mempengaruhi keputusan ekonomi
yang akan diambil oleh users, Mempunyai peran dalam membantu meramalkan
(predict) dan menegaskan (confirm) atas sesuatu yang ingin diketahui users Informasi
ini bisa menyangkut kejadian atau kondisi dimasa lalu dan masa sekarang yang dapat
dijadikan dasar untuk memprediksi kejadian dimana yang akan datang.
d) Reliability. Informasi dikatakan reliable apabila : Bebas dari kesalahan yang material,
Bebas dari pengertian yang menyesatkan, Disajikan sesuai dengan fakta (didukung
dengan bukti yang valid)
e) Faithful Presentation. Informasi keuangan harus menggambarkan secara jujur
transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar
dapat diharapkan untuk disajikan.
f) Substance over Form. Substansi atas suatu transaksi harus mengungguli bentuk
(hukum)nya. Misalnya terdapat transaksi penjualan aktiva tetap perusahaan dengan
didukung dokumen-dokumen legalnya. Namun demikian, pada kenyataannya
perusahaan masih dapat memanfaatkan aktiva tetap tersebut (tanpa kompensasi yang
wajar). Pelaporan penjualan yang demikian bertentangan dengan substansi yang
sesungguhnya, sehingga paling tidak perlu ada disclosure atas pengungkapan
transaksi tsb. Biasanya juga terjadi dalam hal penerapan transfer pricing antar anak
dengan induk perusahaan (related party transactions)
g) Neutral. Informasi keuangan diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak
bergantung kepada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu. Tidak boleh ada upaya
untuk menyajikan informasi yang akan menguntungkan salah satu pihak dan
merugikan pihak lain yang berlawanan. Informasi harus disajikan secara objektif dan
bebas dari bias
h) Prudence. Pertimbangan sehat (hati-hati) Laporan keuangan juga berisi informasi
yang mengandung ketidakpastian, seperti, Kolektabilitas piutang, Masa manfaat
aktiva tetap
i) Comparability. Menyajikan informasi keuangan dalam lebih dari satu periode
pelaporan dengan catatan harus “apple to apple”

5. Unsur Laporan Keuangan


1. (Pengukuran) Posisi Keuangan
a) Aktiva = Mempunyai manfaat ekonomis dimasa yang akan datang
b) Kewajiban = Mempunyai potensi penggunaan (pengeluaran) resources dimasa
yang akan datang
c) Ekuitas
2. (Pengukuran) Kinerja
a) Penghasilan
b) Beban
c) Penyesuaian Pemeliharaan Modal
a) Aktiva merupakan Sesuatu yang mempunyai manfaat ekonomi dimasa yang akan
datang (dan dapat dinilai dengan nilai yang wajar). Aktiva diperoleh perusahaan
melalui; pembuatan sendiri, pembelian, penjualan, pertukaran, penerimaan (hibah).
b) Kewajiban. Karakteristik esensial kewajiban (liabilities) adalah bahwa perusahaan
mempunyai kewajiban (obligation) masa kini. Kewajiban adalah suatu tugas atau
tanggung jawab untuk bertindak atau melakukan sesuatu dengan cara tertentu.
Kewajiban dapat dipaksakan secara hukum. Kewajiban muncul sebagai akibat dari
adanya suatu transaksi pembelian barang atau jasa, ikatan (perjanjian), pembebanan
tertentu dari otoritas (misalnya pajak dan kewajiban lain dari pemerintah), serta
praktek bisnis yang lazim, kebiasaan dan keinginan untuk memelihara hubungan yang
baik atau bertindak dengan cara yang adil (mis. menarik kembali produk yg cacat,
pemberian garansi, after sales service).
c) Equity. Equity merupakan residual (selisih antara Aktiva dengan kewajiban kepada
pihak ekstern), equitas dapat subklasifikasikan dalam neraca. Misalnya pada
perseroan terbatas, setoran modal oleh pemegang saham, saldo laba (retained
earning), penyisihan saldo laba, dan penyisihan penyesuaian pemeliharaan modal,
yang dapat disajikan masing-masing secara terpisah atau tersendiri.
6. Pengukuran Atas Unsur-Unsur Laporan Keuangan
a) Historical Cost , yaitu aset dicatat sebesar pengeluaran kas atau setara kas yang
dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset
tersebut pada saat perolehan .
b) Current Cost , yaitu aset dinilai dalam jumlah kas atau setara kas yang seharusnya
dibayar bila aset yang sama atau setara aset yang diperoleh saat ini. COntohnya suatu
aset harus dicatat berdasarkan mana yang lebih jelas antara nilai pasar aset yang
diterima atau nilai pasar apa yang diberikan.
c) Realizable value , yaitu aset dinyatakan dalam jumlah kas atau setara kas yang dapat
diperoleh sekarang dengan menjual aset dalam pelepasan normal. Contohnya
biasanya persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah dari biaya historis atau nilai
realisasi bersih.