Anda di halaman 1dari 5

BAB III

HASIL KEGIATAN

IV.1 AKTIVITAS
Pertemuan : Kamis 9 Agustus 2018 di klinik bidan Yohana, wilayah
Kebon Harjo Pukul 18.30
Pelaksana : Staff PKBI Kota Semarang dan Mahasiswa kepaniteraan klinik
IKM FK UPN ‘Veteran’ Jakarta

Tabel 3.1 Identitas Responden.


Nama
No. Nama Suami Status Risiko HIV
Bumil

1. Ny. I Tn. T Non Risiko tinggi

IV.2 INTERVENSI DAN KEBIJAKAN


PMTCT (Prevention of Mother to Child Transmission) merupakan program
pencegahan untuk menurunkan laju penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak baik
pada saat hamil, melahirkan, maupun menyusui. Hal pertama yang dilakukan
adalah menggali informasi mengenai identitas, riwayat penyakit, riwayat seksual,
riwayat obstetric dan gynecology serta perilaku dan kebiasaan hidup yang
beresiko tinggi.
Dari hasil wawancara kepada ibu hamil tersebut didapatkan ibu hamil tidak
memiliki risiko tinggi penularan infeksi menular seksual ataupun HIV/AIDS
karena perilaku hidup mereka yang baik. Walaupun dari wawancara hasilnya baik,
petugas tetap menyarankan untuk melakukan VCT (Voluntary Conseling and
Testing) secara rutin setiap 3 bulan sekali, yaitu memberikan informasi mengenai
HIV/AIDS dan apa yang harus dilakukan selanjutnya jika hasil yang didapatkan
positif, kemudian pengambilan sampel darah untuk dilakukan screening.

22
IV.3 LAPORAN KASUS RESPONDEN NON RISIKO TINGGI
Identitas Pasien
Nama : Ny. I
Umur : 38 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Status pernikahan : Menikah
Agama : Islam
Suku bangsa : Jawa
Pendidikan terakhir : SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : JL. Kebonharjo 2/5, Semarang

Identitas Pasangan Pasien


Nama : Tn. T
Umur : 37 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Status pernikahan : Menikah
Agama : Islam
Suku bangsa : Jawa
Pendidikan terakhir : SMA
Pekerjaan : Satpam
Alamat : JL. Kebonharjo 2/5, Semarang

Keluhan Saat Kehamilan:


Pusing/ sakit kepala (+), mual (+), muntah (-), batuk lama (-), sakit saat kencing
(-), keluar darah dari jalan lahir (-), kaki bengkak (-), keputihan (-), gatal di daerah
kelamin (-), benjolan di daerah kelamin (-).

Riwayat Penyakit Sekarang:


PasienG3P2A0 ,Hamil 9 minggu (HPHT 8 Juni 2018, HPL 15 Maret 2019), ANC
(+) di bidan praktek Swasta1x, TT (-), USG (-).

23
Riwayat Penyakit Dahulu
 Riwayat tekanan darah tinggi sebelum dan saat kehamilan (-)
 Riwayat asma disangkal
 Riwayat penyakit jantung disangkal
 Riwayat transfusi disangkal
 Riwayat infeksi selama kehamilan disangkal

Riwayat Obstetri
G3P2A0
1. Perempuan, persalinan normal dibantu bidan, BBL 3000 gr (sekarang berusia
16 tahun dalam keadaan sehat dan gizi baik)
2. Laki-laki, persalinan normal dibantu bidan, BBL 2800 gr (sekarang berusia 13
tahun dalam keadaan sehat dan gizi baik)

Riwayat Ginekologi
Usia pasien saat pertama kali haid adalah 12 tahun. Haid teratur, tidak ada
nyeri saat haid. Pasien mengatakan sebelum hamil maupun saat hamil ini pasien
tidak pernah memiliki keluhan keputihan. Rasa nyeri saat berkemih maupun
riwayat nyeri di daerah pinggang disangkal. Pasien menggunakan KB suntik tiap
bulan, namun tidak KB lagi sejak tujuh tahun yang lalu.

Riwayat Pernikahan, Pekerjaan, dan Kebiasaan


Pasien menikah sekali pada tahun 1999. Pernikahan saat pasien berusia 20
tahun, pernikahan telah berlangsung selama 19 tahun. Sebelum menikah pasien
dan suami tidak menjalani konseling pra-nikah termasuk pemeriksaan kesehatan.
Hubungan intim dilakukan pertama kali setelah menikah. Pasien tidak merokok
dan tidak minum minuman beralkohol. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat-
obatan terlarang yang diminum maupun disuntik. Menurut pasien, suami pasien
merokok dan tidak minum minuman beralkohol dan tidak mengonsumsi obat-
obatan terlarang. Pasien dan suami pasien belum pernah menerima transfusi darah
selama hidupnya. Pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga. Suami pasien bekerja
sebagai satpam di salah satu komplek perumahan, jam kerja terbagi menjadi dua

24
shift, pagi hingga sore, atau malam hingga pagi, bergilir setiap empat hari sekali,
setiap hari pulang ke rumah dengan total jam kerja jam per hari, sebanyak
sembilan jam. Pasien juga mengatakan bahwa dirinya dan suaminya belum pernah
ada yang mengalami keluarnya cairan berwarna kekuningan dari alat kelamin
maupun nyeri saat berkemih.

Pengetahuan
Pasien mengetahui adanya penyakit HIV/AIDS, namun tidak mengetahui
apa sebenarnya penyakit HIV/AIDS, bagaimana gejalanya, cara pencegahan,
komplikasinya dan risiko penularan HIV/AIDS kebayi yang dikandungnya,
namun pasien hanya mengetahui bagaimana cara penularan HIV/AIDS itupun
pernyataan pasien masih ada yang tidak sesuai. Pasien masih menganggap bahwa
dengan bertukar alat makan dapat menularkan HIV. Selain itu pasien juga tidak
memiliki pengetahuan mengenai penyakit syphilis ataupun IMS lainnya dan
pengetahuan mengenai kesehatan kehamilan kurang.

Penilaian Risiko
Individu
 Kurangnya pengetahuan tentang HIV/AIDS dan cara penularan serta
pencegahannya, IMS, dan kesehatan kehamilan.
 Saat ini pasien hamil 9 minggu
 Pasien tidak pernah mendapatkan pengobatan penyakit IMS.
Kelompok
 Tidak terdapat risiko penularan dari suami pasien.
Rekomendasi
 Memberikan informasi tentang Kesehatan Kehamilan, IMS, HIV beserta
penyebab, gejala, cara penularan, cara penularan ke bayi, pencegahan, dan
komplikasi, serta cara menjaga higienitas alat reproduksi dengan cara direct
education oleh petugas kesehatan.
 Memotivasi ibu hamil untuk melakukan VCT rutin serta pemeriksaan ANC
rutin terlebih Ny.I hamil kembali di usia 38 tahun.
 Memotivasi ibu hamil untuk menganjurkan pasangannya melakukan VCT.

25
 Praktik persalinan aman dengan menggunakan operasi caesar di tempat
pelayanan kesehatan yang memadai karena Ny.I termasuk primigravida tua
sekunder di mana hamil kembali di usia >35 tahun, dan jarak usia
kehamilan terakhir dengan sekarang >10 tahun, operasi caesar juga di
lakukan jika hasil VCT pada saat kehamilan positif.

26