Anda di halaman 1dari 3

6.

PEMBAHASAN
6.1 Uji Molisch
Uji molisch adalah uji umum untuk karbohidrat,uji ini sangat efektif untuk senyawa-
senyawa yang dapat dihidrasi oleh asam pekat menjadi senyawa furtural atau
senyawa furtural yang tersubsidi seperti hidroksimetil furtural .
6.2 Uji Beneditct
Uji benedict berdasarkan reduksi CU++ menjadi CU+.pada proses kupri dalam
suasana alkalis biasanya ditambah zat pengkompleks seperti citrate pada larutan
benedict atau larutan fehling untuk mencegah pengendapan Cu(OH)2 atau CuO
dalam natrium hidroksida.
6.3 Uji Barffoed
Dengan menggunakan reagen berfoed yang mengandung koper acetate di dalam
asam acecate maka karbohidrat membedakan monosakarida dan disakarida
dengan cara mengontrol kondisi-kondisi seperti pH dana waktu pemanasan.
6.4 Uji Seliwanof
Reaksi spesifik lainnya untuk karbohidrat tertentu adalah uji seliwanof.reaksi
seliwanof disebabkan perubahan fruktosa oleh asam chlorida panas menjadi
levulinat dan hidroksimetil fultural,selanjutnya kondensasi hikroksimetil dengan
resersinal akan menghasilkan senyawa. Sukrosa yang mudah dihidrolisa menjadi
glukosa akan memberikan reaksi yang positif.
6.5 Uji Iodin
Uji Iodium untuk membedakan amylum dan glikogen
7. KESIMPULAN
7.1 Uji Molisch
Dari percobaan uji molisch dapat disimpulkan bahwa setelah larutan tersebut diberi
reagen molisch dan H2SO4 (P) maka larutan tersebut mengandung karbohidrat
7.2 Uji Benedich
Dari percobaan uji benedich maka dapat disimpulkan bahwa kelima larutan tersebut
dapat mereduksi karena memiliki gugus aldehid.
7.3 Uji Berffoed
Dalam uji ini tidak ditemukan reaksi spesifik yang terjadi
7.4 Uji Seliwanof
Uji seliwanof digunakan untuk membedakan zat karbohidrat sukrosa dan fruktosa
dimana akan menghasilkan warna orange.
7.5 Uji Iodin
Dengan Penambahan amylum pada air,HCL dan NaOH lalu ditambah dengan iodine
akan terjadi warna biru tua.jadi dapat disimpulkan bahwa sample tersebut memiliki
amylum (bersifat spesifik) yang sangat kuat.

LAMPIRAN
A. UJI MOLISCH
1. warna yang terlihat diantara permukaan dua larutan adalah warna ungu,sehingga membentuk
sebuah cincin ungu.
2. Banyak protein memberikan uji molisch yang posistif karena memiliki senyawa-senyawa yang
dapat dihidrasi oleh asam pekat menjadi senyawa furtural atau senyawa furtural yang tersubsitusi
seperti hidroksimetil furtural.
B. UJI BENEDICT
1. Endapan yang terbentuk dapat berwarna hijau,kuning atau merah bata
2. Senyawa selain koper yang dapat dipakai yaitu natrium citrat karena berfungsi sebagai
pengkompleks
3. Fungsi natrium citrate adalah untuk mencegah pengendapanCuCO3 dalam larutan Natrium
Carbonat.
4. Reagen benedict adalah larutan pereaksi yang mengandung kuprisult,Natrium Carbonat dan
Natrium Citrat sedangkan Reagen Fehling adalah pereaksi yang dapat direduksi selain karbonat
yang mempunyai sifat mereduksi yang dpaat direduksi oleh reduktor lainnya.
5. Senyawa dalam urine yang dapat mengganggu uji fehling adalah senyawa yang memiliki
gugug aldehid atau gugug keton bebas dan biasanya nerupa asam urat dan creatinine.
C. UJI BARFOED
1. Larutan yang muda dioksidasi yaitu galaktosa (akan teroksidasi menjadi asam galaktonat) dan
glukosa (akan Menjadi asam glukonat ).
2. Bila terlalu dipanaskan maka akan terjadi perubahan warna sehingga hasil yang didapat bisa
menjadi positif palsu.
3. Reagen berffoed adalah pereaksi yang terdiri dari kuprisulfat dan asam acetate dalam air dan
digunakan untuk membedakan antara monosakarida dan disakarida,sedangkan reagen benedict
adalah pereaksi yang mengandung kuprisulfat,natrium carbonat,dan natrium citrate.
4. Uji barffoed dan uji benedict dapat digunakan untuk penentuan hula urine karena keduanya
memiliki dasar reduksi dari Cu ++ menjadi Cu+

D. UJI SELIWANOF
1. Larutan yang memberi uji posistif pada uji seliwanof adalah sukrosa karena jika sukrosa
dihidrolisis maka akan terpecah dan menghasilkan glukosa dan fruktosa.
2. Uji seliwanof dapat membedakan sukrosa dan fruktosa karena druktosa akan diakibatkan oleh
asam chlorida panas menjadi asam levulinat dan hidroksimetil fultural,sedangkan sukrosa mudah
dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa memberikan reaksi yang positif
3. Bila larutan glukosa dan maltosa yang mengandung reagen seliwanof dipanaskan secara
berlebihan maka akan mengakibatkan aldosa-aldosa yang terkandung akan diubah leh HCL
menjadi Laktosa.

E. UJI IODIN
1. Zat yang memberi warna dengan iodine adalah suatu zat berada dalam susana asam
2. Keampuhan /ketelitian uji iodine dibandingkan dengan uji antron ialah untuk membedakan
amylum dan glikogen.

6.3 Uji Ninhidrin


Apabila ninhidrin dipanaskan dengan asam amino,maka akan terbentuk komplek
warna.Asam-asam Amino seperti alanin,lisin,leusin,isoleusin,prolin dan
hidroksiprolin memberikan warna kompleks yang berbeda warnanya dengan asam
amino lainnya.Kompleks berwarna yang terbentuk mengandung dua molekul
ninhidrin yang bereaksi dengan amonia setelah asam amino dioksidasi.
6.4 Uji Biuret
Biuret dihasilkan dengan cara memanaskan urea kira-kira pada suhu 180 O C.
Dalam larutan basa biuret akan memberikan warna Violet denagn CuSO4.Pada
reaksi ini kemungkinan terbentuk senyawa kompleks antara CU++ dengan
pasangan elektron bebas dari gugus –NH ataupun gugus – CO dari rantai
polipeptida.Syarat untuk dapat terjadi reaksi ini adalah adanya dua minimal ikatan
peptida.Asam-asam amino tidak memberikan uji positif untuk reaksi ini kecuali
asam amino histidin,serin dan treonin.
6.5 Uji Pengendapan dengan logam
Pada pH alkalis dari titik ureulitik,protein bermuatan Negatif dengan adanya ion
positif dari logam akan terjadi penetralan muatan dan protein mendekati ureulitik
sehingga mengendap.Endapaan akan larut dengan penambahan alkali encer.

7.3 Uji Ninhidrin


Semakin Banyak proteinnya maka reaksi semakin cepat terjadi
7.4 Uji Biuret
Semakin Banyak proteinnya maka reaksi semakin cepat terjadi
7.5 Uji Pengendapan dengan logam
Semakin sedikit Proteinnya semakin putih warnanya