Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PROYEK ANATOMI DAN FISIOLOGI HEWAN (BI-2103)

PENDEDAHAN ZAT DAN SISTEM PENCERNAAN


MENCIT SWISS – WEBSTER ( Mus musculus )

Tanggal Praktikum : 26 September 2018


Tanggal Pengumpulan : 13 Oktober 2018

Disusun oleh:
Putik Van Dini
10617013
Kelompok 8

Asisten:
Syahrir S
10616030

PROGRAM STUDI BIOLOGI


SEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
BANDUNG
2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada percobaan pendedahan zat dan system pencernaan mencit swiss – Webster
(Mus musculus), dilakukan percobaan selama 2 minggu dengan praktikan dibagi
menjadi empat kelompok besar dilakukan pendedahan zat setiap hari sesuai jadwal
menggunakan system oral gavage , data yang diambil adalah masa mencit, , massa
feses, massa pakan . Dengan melakukan praktikum ini diharapkan setiap praktikan
dapat mengetahui mekanisme pada setiap organ pencernaan,mengetahui jalur – jalur
system pencernaan pada mencit , dapat mengetahui letak dan ukuran dari system
pencernaan serta strukturnya pada mencit.

Dewasa ini, banyak hewan peliharaan yang mengalami masalah pencernaan , air
dan nutrisi tidak diserap dengan efisien oleh tubuh dari saluran pencernaan ,
meskipun jumlah yang dimakan tidak berkurang hal ini menyebabkan tubuhnya
menjadi kurus. Solusi yang ditawarkan untuk menangani masalah tersebut adalah
dengan mengetahui jalur – jalur system pencernaan pada hewan tersebut. Sehingga
kita dapat mengetahui masalah apa yang terjadi didalam organ pencernaan pada
hewan.

Mencit (Mus musculus) merupakan hewan yang sering dipakai untuk keperluan
percobaan, makanan binatang peliharaan, dan bisa juga dipakai sebagai hewan
pelihara. Oleh karena itu muncul berbagai budidaya mencit yang bisa meraup laba
sangat besar , untuk mendapat mencit yang mempunyai kualitas baik maka
dibutuhkan nutrisi dan pemeliharaan yang baik . Itu sebabnya pengetahuan mengenai
pendedahan mencit sangat diperlukan , sehingga mencit dapat tumbuh dengan sehat.
1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum pendedahan mencit ( Mus musculus ) antara lain :
1. Menentukan nilai efisiensi pencernaan mencit ( Mus musculus )
2. Menentukan nilai efisiensi pakan mencit ( Mus musculus )
3. Menentukan nilai laju konsumsi mencit ( Mus musculus )
4. Menentukan nilai laju pertumbuhan mencit ( Mus musculus )
5. Menentukan nilai laju pertumbuhan relative mencit ( Mus musculus )
6. Menentukan nilai efesiensi absorpsi mencit ( Mus musculus )
7. Menentukan nilai konten air dalam feses dan persentase feses mencit (
Mus musculus )
BAB II
TEORI DASAR DAN METODOLOGI PENELITIAN

2.1. Teori Dasar


2.1.1.Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan Mamalia
Berdasarkan struktur anatomi sistem pencernaannya, hewan mamalia dibedakan
menjadi hewan ruminansia dan hewan nonruminansia. Berikut merupakanm anatomy
dan fisiologi pencernaan manusia :
a. Mulut
Pencernaan di mulut pertama kali di lakukan oleh gigi molar dilanjutkan oleh
mastikasi dan di teruskan ke pencernaan mekanis. Di dalam mulut terdapat saliva.
Saliva adalah cairan kompleks yang diproduksi oleh kelenjar khusus dan disebarkan
ke dalam cavitas oral. ( Campbell,2002)

b. Lambung Ruminansia
1. Rumen
Rumen merupakan bagian saluran pencernaan vital pada ternak ruminansia.
Pada rumen terjadi pencernaan secara fermentatif dan pencernaan secara hidrolitik.
Pencernaan fermentatif membutuhkan bantuan mikroba dalam mencerna pakan
terutama pakan dengan kandungan selulase dan hemiselulase yang tinggi. Sedangkan
pencernaan hidrokitik membutuhkan bantuan enzim dalam mencerna pakan
2. Retikulum
Retikulum sering disebut sebagai perut jalang atau hardware stomach. Fungsi
retikulum adalah sebagai penahan partikel pakan pada saat regurgitasi rumen.
Retikulum berbatasan langsung dengan rumen, akan tetapi diantara keduanya tidak
ada dinding penyekat. Pembatas diantara retikulum dan rumen yaitu hanya berupa
lipatan, sehingga partikel pakan menjadi tercampur.(Campbell.2002)
3.Omasum
Omasum sering juga disebut dengan perut buku, karena permukaannya
berbuku-buku. Ph omasum berkisar antara 5,2 sampai 6,5. Antara omasum dan
abomasums terdapat lubang yang disebut omaso abomasal orifice.
Letak omasum di sebelah kanan (retikulum) disebelah rusuk 7-11. Omasum
berbentuk ellips. Permukaan dalam berbentuk laminae (perut buku) pada lamina
terdapat papila untuk absorpsi. Fungsinya sebagai grinder, filtering, fermentasi,
absorpsi.(Campbell,2002)
4. Abomasum
Abomasum sering juga disebut dengan perut sejati. Fungsinya adalah untuk
mencegah digesta yang ada di abomasum kembali ke omasum.. Abomasum terletak
dibagian kanan bawah dan jika kondisi tiba-tiba menjadi sangat asam, maka
abomasum dapat berpindah kesebelah kiri. Permukaan abomasum dilapisi oleh
mukosa dan mukosa ini berfungsi untuk melindungi dinding sel tercerna oleh enzim
yang dihasilkan oleh abomasum. Sel-sel mukosa menghasilkan pepsinogen dan sel
parietal menghasilkan HCl. Pepsinogen bereaksi dengan HCl membentuk pepsin.
Pada saat terbentuk pepsin reaksi terus berjalan secara otokatalitik. ( Campbell,2002)
.Letak obamasum pada dasar perut (kanan bawah) berbentuk memanjang. Bagian
dalam terdapat tonjolan (fold) yang berfungsi sebagai absorpsi.Terdiri 3 bagian yaitu
kardia (sekresi mucus), Fundika (pepsinogen, renin, HCl, mukus) , Pilorika (sekresi
mukus). Obamasum berfungsi sebagai tempat permulaan pencernaan enzimatis
(perut sejati) pencernaan protein serta mengatur arus digesta dari abomasum ke
duodenum.

c. Usus Halus (Intestinum Tenue)


Usus halus panjang dan berkelok – kelok berfungsi sebagai pencernaan
enzimatis dan absorpsi.
d. Kolon dan sekum
Kolon berbentuk menyerupai tabung berstruktur sederhana, dengan kondisi
mirip pada rumen , berfungsi sebagai tempat fermentasi oleh mikroba , sekum
memiliki panjang 7 mm

2.1.2 Hubungan Sistem Limfa , Sistem Pencernaan, dan Sistem Peredaran Darah
Jaringan limfa mengangkut cairan jaringan,protein,lemak,dan zat-zat lain dari
jaringan ke peredaran darah Sementara hubungan antara sistem pencernaan makanan
dan sistem peredaran darah terjadi pada proses penyerapan sari makanan pada usus
halus. Sari makanan yang ada di usus halus akan diserap menuju pembuluh darah
kapiler usus dan akan diedarkan ke seluruh tubuh oleh sistem peredaran
darah.(Woodard,1965)

2.1.3 Penjalaran Suatu Zat pada Sistem Pencernaan


Ketika makanan masuk ke dalam mulut, itu dipecah secara fisik oleh tindakan
mengunyah. Beberapa makanan yang mengandung jumlah tinggi protein dicerna
seperti daging, telur, kacang-kacangan, dan susu. Makanan bercampur dengan air liur
dalam mulut, yang membantu berjalan menuruni kerongkongan. Antara
kerongkongan dan perut adalah katup yang disebut sfingter, dan ketika makanan
perjalanan melalui katup ini, proses kimia pencernaan protein dimulai. Selama proses
kimia pencernaan protein , asam klorida , bersama dengan enzim yang dikenal
sebagai pepsin, campuran dengan molekul protein dan melepaskan ikatan yang
memegang molekul bersama. Setelah ikatan ini rusak, melalui proses yang dikenal
sebagai hidrolisis , protein sudah dekat dengan menjadi asam amino esensial yang
dibutuhkan oleh tubuh . Proses pencernaan protein dalam lambung bisa memakan
waktu hingga empat jam , tetapi ada berbagai factor yang dapat mempengaruhi
jumlah waktu yang dibutuhkan.(Farabee,2007)
Setelah pencernaan dalam perut selesai , protein hamper sudah rusak bergerak
melalui duodenum ke dalam usus kecil .( Deltagen,2015) Pada titik ini , pancreas
selesai pemecahan protein dengan melepaskan enzim yang disebut tripsin. Setelah ini
pemecahan akhir selesai. asam amino bergerak melalui dinding dalam usus kecil ke
kapiler kecil, kemudian bergerak ke hati sebelum memasuki aliran darah utama ,
asam amino kemudian bergerak keseluruh tubuh ke organ yang paling perlu diisi
ulang. Jika tubuh memiliki terlalu banyak protein dan tidak semua dapat dicerna dan
diserap ke dalam aliran darah , sisanya akan terus melalui usus besar dan bergerak
melalui ginjal . Pada titik ini , ia diubah menjadi produk limbah yang dikenal sebagai
urea . Hal ini kemudian dibuang dari tubuh dalam urin.

2.1.4 Pendedahan
Pendedahan zat merupakan suatu proses memasukkan suatu zat ke dalam
hewan uji.Ada empat jalur pendedahan , yaitu melalui kulit atau secara tropical
(Dermal absorbtion), melalui organ respirasi (Inhalation), Organ Pencernaan
(Ingestion), dan melalui injeksi Terdapat beberapa jenis pendedahan zat, yaitu
intraperitoneal, intravena, injeksi subkutan, intramuscular, dan oral gavage.
(Lu,1995)
a. Injeksi subkutan
Injeksi subkutan dilakukan dengan cara memasukkan zat ke dalam lapisan
kulit hewan uji menggunakan syringe. Volume maksimal zat yang dapat didedahkan
melalui metode subkutan adalah 0,05-0,2 ml bergantung pada berat hewan uji.
b. Oral gavage
Oral gavage merupakan metode pendedahan zat dengan menggunakan jarum
gavage yang nantinya dimasukkan langsung ke mulut hewan uji. Pendedahan secara
oral gavage dilakukan langsung melalui sistem pencernaan dengan volume maksimal
0,1 ml .
c. Injeksi Intravena
Injeksi intravena dilakukan dengan memasukkan zat melalui aliran darah
melalui ekor hewan uji. Volume maksimal untuk injeksi intravena adalah 0,1-0,25 ml
bergantung kepada berat hewan.
d. Injeksi Intraperitonnial
Injeksi intraperitoneal dilakukan dengan mendedahkan zat ke rongga
abdomen. Volume maksimal untuk injeksi intraperitoneal adalah 0,25-1,5 ml.
e. Injeksi Intramuskular
Injeksi intramaskular dengan memasukan zat melalui otot .

2.1.5 Prinsip Kerja Laksatif dan Anti laksatif


Obat Laksatif memiliki cara kerja meningkatkan serapan cairan pada feses,
sehingga feses menjadi lebih lembek, mengembang, dan mudah dikeluarkan.
Beberapa contoh obat laksatif ini antara lain Benefiber, Mecamucil, Fibercon, Fiber-
Lax dan Equilactin. Prinsip kerja antilaksatif adalah memperlambat perkembangan
bakteri penyebab diare.dan memperkuat lapisan dinding lambung dan usus kecil
berkat kandungan agen sitoprotektifnya. Contohnya peptobismol, Attapulgite
(Mangunwardono,2012).
2.2 Metode Kerja
2.2.1 Alat dan Bahan
Tabel 2.2.1 Alat dan Bahan
Alat Bahan
Kandang Metabolisme Mencit ( Mus musculus )
Sarung Tangan Pakan mencit
Timbangan Digital Akuades
Syringe Detergen
Jarum Gavage Aluminium foil
Oven Zat dedah
Wadah penampung feses
Gelas Penampung Urin
Gelas Kimia

2.2.2 Cara Kerja


a. Pra-pendedahan
Sebelum pengambilan data, mencit ditimbang dahulu, dan datanya dicatat.
Mencit kemudian dimasukkan ke kandang metabolisme sehari sebelum pendedahan
dimulai agar mencit terbiasa dengan kondisi kandang metabolisme (aklimatisasi).
b. Pendedahan
Pendedahan zat dilakukan setiap hari menggunakan sistem oral gavage.
Pendedahan dilakukan setiap hari sesuai jadwal. Untuk melakukan gavage,
siapkanjarum gavage. Jarum dipasang di syringe. Zat dimasukkan ke dalam alat
gavage.Setelah alat gavage siap digunakan, mencit ditangkap dan diposisikan secara
vertikal. Alat gavage dimasukkan ke dalam kerongkongan mencit kemudianzat
diinjeksi. Alat gavage dikeluarkan lalu dicuci dengan menggunakan air keran, air
sabun, dan akuades secara berturut-turut. Mencit dikembalikan ke dalam
kandangmetabolisme.
c. Pengambilan data
Data yang diambil adalah data massa, feses, urin, dan data pakan. Data dicatat tiap
pengamatan dan pengambilan data. Pengambilan data dilakukan pada pagi hari dan
sore hari.

Massa mencit
Mencit ditimbang setiap hari. Data berat mencit dicatat, dan digunakan juga
untukmenentukan massa pakan yang akan diberikan.

Feses
Penimbangan feses dilakukan setiap hari. Wadah penampung feses, yang telah
diketahui beratnya, diambil dari kandang. Wadah berisi feses ditimbang
menggunakan timbangan analitik. Berat feses basah dicatat. Feses yang telah
ditimbang dibungkus dalam alumunium foil (yang telah diketahui beratnya)
kemudian disimpan. Wadah penampung feses diletakkan kembali pada kandang
metabolisme. Catat data fisik feses sebelum disimpan untuk dioven. Pengovenan
feses dilakukan setiap dua hari. Feses yang telah terkumpul selama dua hari dioven
selama 24 jam. Feses yang telah kering ditimbang kembali menggunakan timbangan
analitik. Berat feses kering dicatat.

Urin
Penimbangan urin dilakukan setiap dua hari. Gelas penampung urin, yang telah
diketahui beratnya, diambil dari kandang. Gelas berisi urin ditimbang menggunakan
timbangan analitik. Berat urin dicatat. Gelas penampung urin diletakkan kembali
pada kandang metabolisme. Catat data warna urin.

Pakan
Pakan yang tersisa (apabila ada) ditimbang beratnya menggunakan timbangan
analitik, dicatat, kemudian dibuang.
d. Pemeliharaan selama pendedahan
Penimbangan dan pemberian pakan dilakukan setiap hari. Tempat pakan dilepas dari
kandang metabolisme. Pakan kembali diberikan sesuai dengan berat mencit (10% dari
total berat mencit pada hari tersebut). Tempat pakan diletakkan kembali pada
kandang metabolisme.Pemberian minum dilakukan setiap hari. Tempat minum
dilepas dari kandang metabolisme dan diisi air secara ad libitum. Tempat minum
yang telah terisi air diletakkan kembali pada kandang metabolisme.