Anda di halaman 1dari 3

Bouwplank (papan bangunan) adalah papan yang dipasang pada patok-patok

yang ditanam pada lahan untuk menentukan titik-titik as bangunan sesuai


gambar denah. Pemasangan bouwplank merupakan satu kesatuan dengan
pekerjaan pengukuran lahan dan penentuan denah rumah. Salah satu hal yang
terpenting dalam pekerjaan ini adalah menentukan sudut siku-siku.

Mengapa penting? Karena patokan siku-siku ini akan menentukan ketepatan


berbagai pekerjaan konstruksi (pembuatan pondasi, dinding), pekerjaan
finishing (pemasangan ubin, plafon), bahkan kelak juga mempengaruhi
pembuatan atau perletakan furnitur. Seperti kita tahu, kebanyakan
material finishing dan furnitur memiliki bentuk siku.

Penetapan sudut siku-siku diperlukan baik pada pemasangan bouwplank dan


penentuan as bangunan dari rumah sederhana hingga bangunan berlantai
banyak. #PakJago mencatat ada 2 cara untuk menetapkan sudut siku-siku pada
tahap pembuatan bouwplank, yaitu dengan theodolit dan dengan rumus
Pythagoras.

Menggunakan Rumus Pythagoras


Dalam Matematika dikenal suatu dalil bernama Teorema Pythagoras, yang
menunjukkan hubungan antara panjang sisi-sisi dalam segitiga siku-siku. Teorema ini
menyatakan bahwa dalam segitiga siku-siku, di mana C sudut siku-siku, c sisi miring,
dengaan a dan b sisi penyiku, berlaku rumus c2 = a2 + b2 atau dikatakan “kuadrat sisi
terpanjang (miring) sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisi penyiku.” Untuk lebih jelas,
lihatlah ilustrasi berikut ini.

Dengan Dalil Pythagoras kita bisa menentukan panjang sisi yang lain bila 2 sisi yang
lain diketahui.
Contoh: Jika sisi a=3 dan sisi b=4 maka sisi c dapat dicari dengan rumus c2 = a2 + b2.

c2 = 32 + 42
c2 = 9 + 16
c = (akar dari) 25 = 5

Jadi, sisi a=3, sisi b=4, dan c=5

Berdasarkan perhitungan Dalil Pythagoras dikenal pola angka seperti halnya pola
3-4-5 di atas, di mana nilai terbesar adalah ukuran sisi miring. Beberapa pola angka
yang lain, misalnya 6-8-10; 9-12-15; 12-16-20. atau dibuat kelipatan 10, seperti
30-40-50; 60-80-100; dst.. Jika perbandingan panjang sisi-sisi segitiga memenuhi
Dalil Pythagoras berarti sudut di depan sisi miring atau sisi terpanjang adalah sudut
siku-siku (90˚).

Dalil Pythagoras ini dapat digunakan untuk perhitungan dalam beragam bidang
termasuk bidang sipil dan arsitektur. Jadi, dengan rumus tersebut dapat menentukan
sudut siku-siku pada bouwplank. Bagaimana caranya? Ikuti langkah-langkah berikut.
1. Tentukan satu titik (yang ingin ditetapkan sebagai sudut siku-siku), misalnya titik A.
Pasang patok pada titik tersebut.

2. Dari titik tersebut ukurlah masing-masing sisi segitiga yang panjangnya memenuhi
Dalil Pythagoras. Misalnya pola angka 60-80-100 centimeter.

3. Tarik benang dari titik A ke titik B hingga panjang sisi penyiku AB = 60 cm, lalu
pasang patok B. Kemudian tarik benang dari titik A ke titik C hingga panjang sisi
penyiku AC = 80 cm lalu pasang patok C. Untuk lebih jelas, lihat ilustrasi berikut.

(Sumber: disini)

4. Kemudian tarik benang dari patok B ke patok C dan hitunglah panjangnya. Jika sisi
miring BC tersebut memiliki panjang 100 cm berarti sudut A sudah siku-siku (90˚).
Sebaliknya, jika panjang BC tidak tepat 100 cm (belum tercapai pola angka
60-80-100) berarti sudut A belum siku-siku. Lakukan pergeseran patok B dan/atau C
sedemikian rupa sehingga tercapai pola angka tepat 60-80-100 (AB=60 cm, AC= 80
cm, dan BC=100 cm).

5. Dengan sudut siku-siku A dan dua sisi penyiku sebagai patokan, tentukan titik-titik
lain pada bouwplank dan titik-titik as bangunan sesuai denah. Gunakan Dalil
Pythagoras untuk mengecek sudut siku-siku pada bagian-bagian lain.