Anda di halaman 1dari 13

RUMAH SAKIT AS-SYIFA

Jl. Gerak Alam RT. 13 Kelurahan Kota Medan


Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan
Telp. (0739) 21888 Email : rs.assyifa.manna@gmail.com

PROGRAM PROTEKSI RADIASI


RUMAH SAKIT AS-SYIFA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi adalah tindakan sistematis dan terencana untuk
melindungi pekerja, anggota masyarakat dan lingkungan hidup dari bahaya radiasi. Program ini dibuat sesuai
dengan amanat Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2008 tentang Perizinan Pemanfaatan Sumber Radiasi
Pengion dan Bahan Nuklir, dengan mempertimbangkan Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 2007 tentang
Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif, Perka BAPETEN No. 8 tahun 2011 tentang
Keselamatan Radiasi dalam Penggunaan pesawat Sinar-X Radiologi Diagnostik dan Intervensional, serta
Perka BAPETEN No. 4 tahun 2013 tentang Proteksi dan keselamatan Radiasi dalam Pemanfaatan Tenaga
Nuklir.
Untuk memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan hidup, rumah
sakit As-syifa berprinsip bahwa kegiatan pemanfaatan radiasi pengion direncanakan, dan dioperasikan sesuai
dengan ketentuan yang ditetapkan oleh BAPETEN dan menjamin paparan radiasi ditekan serendah-
rendahnya. Penerimaan dosis radiasi terhadap pekerja dan masyarakat tidak boleh melebihi Nilai Batas Dosis
(NBD) yang ditetapkan oleh BAPETEN.
1.2. Tujuan
Tujuan pembuatan dokumen ini adalah:
 Memberikan gambaran tentang fasilitas, pesawat sinar-X, peralatan penunjang, dan perlengkapan
proteksi;
 Memastikan bahwa proteksi dan keselamatan radiasi di fasilitas terpenuhi dan dapat direview atau
dikaji ulang sesuai dengan pemanfaatannya; dan
 Pelaksanaan pelayanan radiologi diagnostik dan intervensional dapat memenuhi prinsip-prinsip
keselamatan radiasi.
1.3. Ruang lingkup
Lingkup program proteksi ini mencakup seluruh pesawat sinar-X untuk tujuan pemanfaatan radiologi
diagnostik di Rumah Sakit As-syifa
1.4. Definisi
a. Radiasi Pengion adalah gelombang elektromagnetik dan partikel bermuatan yang karena energi yang
dimilikinya mampu mengionisasi media yang dilaluinya.
b. Program Proteksi adalah rencana tindakan yang dilakukan untuk meminimalisir dampak radiasi
pengion yang bisa terjadi akibat pemanfaatan radiasi sinar-X untuk radiologi diagnostik, baik
terhadap pekerja, pasien, maupun masyarakat dan lingkungan sekitar daerah kerja.
c. Radiologi Diagnostik adalah kegiatan yang berhubungan dengan penggunaan Fasilitas untuk
keperluan diagnosis.
d. Rumah Sakit As-syifa Medika adalah orang atau badan hukum yang telah menerima izin
pemanfaatan tenaga nuklir dari BAPETEN.
e. Petugas Proteksi Radiasi adalah petugas yang ditunjuk oleh Rumah Sakit As-syifa Medika dan oleh
BAPETEN dinyatakan mampu melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan proteksi radiasi.
f. Pekerja Radiasi adalah setiap orang yang bekerja di fasilitas radiasi pengion yang diperkirakan
menerima dosis radiasi tahunan melebihi dosis untuk masyarakat umum.
g. Radiografer adalah tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dengan diberikan tugas, wewenang,
dan tanggungjawab secara penuh untuk melakukan kegiatan radiologi diagnostik.
h. Rekaman adalah dokumen yang menyatakan hasil yang dicapai atau memberi bukti pelaksanaan
kegiatan dalam pemanfaatan tenaga nuklir.
i. Kecelakaan radiasi adalah kejadian yang tidak direncanakan termasuk kesalahan operasi, kerusakan
ataupun kegagalan fungsi alat atau kejadian lain yang menimbulkan akibat atau potensi akibat yang
tidak dapat diabaikan dari aspek proteksi atau keselamatan radiasi.
j. Fisikawan medis adalah tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam bidang fisika medik klinik
dasar.
BAB II
PENYELENGGARAAN PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI

II.1. Struktur organisasi organisasi instalasi radiologi Rumah sakit As-syifa

Pada saat program proteksi ini dibuat, personil yang bekerja di Fasilitas radiologi diagnostik dan
intervensional rumah sakit As-syifa adalah sebagai berikut:

Tabel.1 Data personil pada struktur organisasi.

1. Nama pemegang izin : Dr. Andanu Sulaksana


No. KTP : 171051505700004
Masa berlaku : 15 Mei 2017

2. Dokter spesialis radiologi


Nama : Dr. Yeni Eka Sari, Sp.Rad
Pendidikan terakhir : Kedokteran
Nomor SIP :
Masa berlaku :
Status : Pekerja Radiasi

3. Petugas Proteksi Radiasi


Nama : Mohamad Topik, Amd.Rad
Pendidikan terakhir : DIII Radiologi
Nomor SIB : 350389.224.01.030217
Masa berlaku : 18 Juni 2021

4. Radiografer
Nama : Esmen Gandamana, Amd.Rad
Pendidikan terakhir : DIII Radiologi
Nomor SIKR :
Masa berlaku :

II.2. Tanggung jawab


1. Pemegang izin
a. Menyediakan, melaksanakan, mendokumentasikan program proteksi dan keselamatan radiasi;
b. Membangun komunikasi yang baik pada seluruh tingkatan organisasi sehingga informasi mengenai
proteksi dan keselamatan radiasi dapat mudah dimengerti dan dipahami;
c. Menetapkan kualifikasi personil yang memadai sesuai dengan bidang pekerjaannya;
d. Memastikan bahwa hanya personil yang sesuai dengan kompetensi yang bekerja dalam
Penggunaan pesawat sinar-X;
e. Menyelenggarakan pelatihan Proteksi Radiasi secara reguler;
f. Menyelenggarakan pemantauan kesehatan bagi Pekerja Radiasi setiap tahun;
g. Menyediakan perlengkapan Proteksi Radiasi sesuai pemanfaatan radiasi pengion;
h. Melaporkan kepada Kepala BAPETEN mengenai pelaksanaan program proteksi dan keselamatan
radiasi, dan verifikasi keselamatan;
i. Mengidentifikasi dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proteksi dan keselamatan
radiasi sesuai dengan potensi bahaya;
j. Melakukan pemantauan dosis yang diterima personil dengan TLD badge setiap 3 bulan;
k. Membuat dan memelihara rekaman terkait program proteksi dan keselamatan radiasi; dan
l. Melakukan Uji Kesesuaian pesawat sinar-X dan memastikan bahwa pesawat sinar-X yang
digunakan dalam kondisi layak beroperasi.
2. Dokter spesialis radiologi atau dokter yang berkompeten
a. Menjamin pelaksanaan aspek keselamatan pasien;
b. Memberi rujukan dan justifikasi pelaksanaan diagnosis atau intervensional
dengan mempertimbangkan informasi pemeriksaan sebelumnya;
c. Menjamin bahwa paparan pasien serendah mungkin untuk mendapatkan citra radiografi yang
seoptimal mungkin dengan mempertimbangkan tingkat panduan paparan medik;
d. Menetapkan prosedur diagnosis dan intervensional bersama dengan fisikawan medis dan/atau
radiografer;
e. Mengevaluasi kecelakaan radiasi dari sudut pandang klinis; dan
f. Menyediakan kriteria untuk pemeriksaan wanita hamil, anak-anak, dan pemeriksaan kesehatan
pekerja radiasi.
3. Petugas Proteksi Radiasi (PPR)
a. Membuat dan memutakhirkan program proteksi dan keselamatan radiasi;
b. Memantau aspek operasional program proteksi dan keselamatan radiasi;
c. Memastikan ketersediaan dan kelayakan perlengkapan Proteksi Radiasi, dan memantau
pemakaiannya;
d. Meninjau secara sistematik dan periodik, program pemantauan di semua tempat di mana pesawat
sinar-X digunakan;
e. Memberikan konsultasi yang terkait dengan proteksi dan keselamatan radiasi;
f. Berpartisipasi dalam mendesain Fasilitas Radiologi;
g. Memelihara rekaman;
h. Mengidentifikasi kebutuhan dan mengorganisasi kegiatan pelatihan;
i. Melaksanakan latihan penanggulangan dan pencarian fakta dalam hal paparan darurat;
j. Melaporkan kepada Nama instansi setiap kejadian kegagalan operasi yang berpotensi menimbulkan
Kecelakaan Radiasi; dan
k. Menyiapkan laporan tertulis mengenai pelaksanaan program proteksi dan keselamatan radiasi, dan
verifikasi keselamatan.
4. Radiografer
a. Memberikan proteksi terhadap pasien, dirinya sendiri, dan masyarakat di sekitar ruang pesawat
sinar-X;
b. Menerapkan teknik dan prosedur yang tepat untuk meminimalkan paparan yang diterima pasien
sesuai kebutuhan; dan
c. Melakukan kegiatan pemrosesan film.

II.3. Pelatihan
Manajemen rumah sakit As-syifa mengalokasikan sumber daya manusia yang memadai untuk
menetapkan, melaksanakan dan menilai pendidikan dan pelatihan bagi pekerja radiasi. Manajemen
berkomitmen menyelenggarakan dan mengevaluasi pelatihan dalam bidang proteksi dan keselamatan radiasi
secara reguler untuk PPR, Dokter ahli radiologi/dokter yang berkompeten dan radiografer minimal 4 (empat)
tahun sekali.

Manajemen rumah sakit As-syifa menetapkan dan menyediakan pekerja radiasi sesuai dengan
kualifikasi minimal pendidikan formal yang ditentukan menurut bidang pekerjaannya.

BAB III
DESKRIPSI FASILITAS, PESAWAT SINAR-X DAN PERALATAN PENUNJANG, DAN
PERLENGKAPAN PROTEKSI RADIASI
III.1. Deskripsi Fasilitas dan deskripsi pesawat sinar-X.

Fasilitas radiologi merupakan satu kesatuan dari gedung rumah sakit As-syifa dengan spesifikasi pembagian
ruang sebagai berikut:
Denah ruang Instalasi Radiologi Rumah Sakit As-syifa

Tabel 3. Data Ruang Radiologi dan Pesawat Sinar-X.

Data ruang radiologi I Keterangan


Nama ruangan : Instalasi Radiologi
Ukuran ruang : 7 m x 3.75m x 4 m
Nomor izin pemanfaatan : 073659.010.11.230218
Data pesawat
Merk pesawat sinar-X : PERLONG
Tipe/model pesawat sinar-X : PLX160A
No. Seri pesawat sinar-X : 60A16138
Tahun pembuatan : 2016
Tahun pemasangan : 2017
Data tabung
Merk tabung : PERLONG
Tipe tabung : KL65-0.6/1.3-130
No. Seri tabung : 60A16138
Beda tegangan maksimum kV) : 125 KV
Arus (mA) maksimum : 200 mA
Arus waktu (mAs) maksimum : 360 mAs

Pengukuran
Tebal
Lokasi disekitar ruang radiologi Jenis material + Pb paparan
dinding
(mR/jam)
Kanan : Kamar Jaga 20 cm Bata 2 mm 0 mR/jam
Kiri : Ruang Laboratorium 20 cm Bata 2 mm 0 mR/jam
Atas : Beton 40 cm Bata 2 mm 0 mR/jam
Bawah : Keramik 10 cm Bata 2 mm 0 mR/jam
Belakang : Ruang Kontrol 20 cm Bata 2 mm 0 mR/jam
Depan : Ruang Tunggu 20 cm Bata 2 mm 0 mR/jam
Tanda bahaya radiasi :

Lampu tanda radiasi berfungsi baik √


Tanda bahaya radiasi mudah dilihat dan jelas terbaca

Pesawat sinar-X dengan penetapan penghentian:


Tabel 4. Data pesawat sinar-X yang tidak lagi digunakan.

Data pesawat sinar-X


Nomor izin pemanfaatan Kondisi
- - -

III.3. Deskripsi Pembagian Daerah Kerja.


Pembagian daerah kerja pada rumah sakit As-syifa terbagi atas Daerah Pengendalian dan/atau
Daerah Supervisi. Manajemen rumah sakit As-syifa berupaya melindungi masyarakat dengan mencegah
akses masyarakat ke Daerah Pengendalian. Proteksi radiasi di Daerah Pengendalian dilakukan dengan cara
menempelkan tanda peringatan bahaya radiasi yang jelas, mudah terlihat, dan mencolok di setiap pintu akses
ke Daerah Pengendalian. Ruang radiologi juga dilengkapi dengan lampu tanda radiasi di luar pintu masuk
yang menyala saat ruang radiologi digunakan. Manajemen Rumah sakit As-syifa memastikan bahwa seluruh
tanda bahaya radiasi ini berfungsi.
III.3.1. Daerah Pengendalian, di daerah pengendalian ini Rumah Sakit As-syifa melakukan tindakan proteksii
dan keselamatan radiasi dengan:
a. menandai dan membatasi Daerah Pengendalian yang ditetapkan dengan tanda fisik yang jelas
atau tanda lainnya;
b. memasang atau menempatkan tanda peringatan atau petunjuk pada titik akses dan lokasi lain
yang dianggap perlu di dalam Daerah Pengendalian;
c. memastikan akses ke Daerah Pengendalian:
 hanya untuk Pekerja Radiasi; dan
 pengunjung yang masuk ke Daerah Pengendalian didampingi oleh Petugas Proteksi
Radiasi;
d. menyediakan peralatan pemantauan dan peralatan protektif radiasi.
Daerah Pengendalian dalam instansi kami adalah ruang radiologi yang terdapat pemanfaatan
pesawat sinar-X di dalamnya, yaitu ruang instalasi radiologi.
III.3.1. Daerah Supervisi, di daerah ini rumah sakit As-syifa menetapkan daerah supervisi dengan
mempertimbangkan kriteria potensi penerimaan paparan radiasi individu lebih dari NBD anggota
masyarakat dan kurang dari 3/10 (tiga per sepuluh) NBD pekerja radiasi dan bebas kontaminasi,
selain itu Nama instansi:
a. menandai dan membatasi Daerah Supervisi yang ditetapkan dengan tanda yang jelas; dan
b. memasang tanda di titik akses masuk Daerah Supervisi.
III.4. Deskripsi Perlengkapan proteksi Radiasi
Untuk memastikan proteksi pasien, pekerja dan masyarakat terpenuhi, Nama instansi menyediakan
perlengkapan proteksi. Petugas Proteksi Radiasi akan memastikan bahwa perlengkapan ini berfungsi baik dan
digunakan sebagaimana mestinya. Saat ini rumah sakit As-syifa memiliki perlengkapan proteksi sebagai
berikut:
Tabel 6. Alat perlengkapan proteksi radiasi
Nama Peralatan Jumlah
TLD 8 Buah
Apron 2 Buah
Tabir radiasi mobile Ukuran:
Sarung tangan -
Dosimeter saku -
Pelindung tiroid 1Buah
Pelindung gonad/ovarium 2
Kacamata Pb -
BAB IV
PROSEDUR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI
IV.1. Proteksi dan Keselamatan Radiasi dalam operasi normal
1. Prosedur Pengoperasian Pesawat Sinar-x
Manajemen rumah sakit As-syifa menetapkan prosedur pengoperasian setiap pesawat sinar-X dan
menempatkannya di sekitar pesawat untuk dapat digunakan oleh petugas yang kompeten. Prosedur kami buat
dengan jelas dan mudah dipahami oleh petugas. Prosedur pengoperasian pesawat meliputi cara
menghidupkan, mengoperasikan, dan mematikan pesawat. Berikut adalah prosedur pengoperasian pesawat
sinar-X yang ada di fasilitas rumah sakit As-syifa

No. Judul prosedur pengoperasian pesawat sinar-X Nomor dokumen


1 Prosuder Pengoprasian Pesawat Sinar-X Merk Perlong
PLX 160A Instalasi Radiologi Rumah Sakit As-syifa

Tabel 7. Contoh Tabel Eksposi.


Pemeriksaan Proyeksi Tegangan (kV) Arus (mA) Waktu (s) mAs
Thorax AP/PA/Lateral 45 200 0.02 4
BNO Supine 65 200 0.06 12
Lumbosakral AP/Lateral 65 200 0.06 12
Thorakal AP/Lateral 50 200 0.04 8
Manus AP / Lateral 40 200 0.02 4
Antebrachi AP / Lateral 45 200 0.02 4
Cubiti AP / Lateral 45 200 0.02 4
Humerus AP / Lateral 45 200 0.02 4
Pedis AP / Lateral 45 200 0.02 4
Ankle AP / Lateral 45 200 0.02 4
Cruris AP / Lateral 45 200 0.02 4
Genue AP / Lateral 45 200 0.02 4
Femur AP / Lateral 45 200 0.02 4
Pelvis AP 65 200 0.06 12
Cranium AP / Lateral 65 200 0.06 12

2. Prosedur Proteksi dan Keselamatan Radiasi untuk Personil.


Untuk memantau dosis pekerja, manajemen Rumah sakit As-syifa memastikan bahwa seluruh
pekerja radiasi menggunakan pemantau radiasi personil (TLD). Manajemen rumah sakit As-syifa secara
berkala mengirimkan pemantau radiasi personil ke Instansi Pembaca Dosis dan mengirimkan hasil evaluasi
dosis ke BAPETEN.
Untuk proteksi dan keselamatan radiasi personil, kami menyediakan dan mendokumentasikan prosedur
sebagai berikut:

No. Judul prosedur proteksi radiasi untuk personil Nomor dokumen


1 Prosedur Proteksi dan Keselamatan Radiasi Untuk Personil
Instalasi Radiologi Rumah Sakit As-syifa Medika

Untuk memastikan dosis paparan radiasi yang diterima pekerja minimal, kami menyediakan desain
radiologi diagnostik yang memenuhi standar sesuai peraturan BAPETEN, prosedur pengoperasian, dan
peralatan proteksi.
Sebagai pemegang izin, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2007 tentang
Keselamatan Radiasi Pengion Dan Keamanan Sumber Radioaktif, kami menyelenggarakan pemeriksaan
kesehatan pekerja yang dilakukan pada saat sebelum bekerja, selama bekerja paling sedikit sekali dalam 1
(satu) tahun dan pada saat memutuskan hubungan kerja.
3. Prosedur Proteksi dan Keselamatan Radiasi untuk Pasien
Sebagai penanggung jawab utama keselamatan radiasi, kami memastikan bahwa paparan medik
pasien serendah mungkin namun dapat menghasilkan citra radiografi yang layak terbaca untuk keperluan
diagnosa. Proteksi dan keselamatan radiasi untuk pasien dilakukan dengan cara:
a. Pelayanan diberikan oleh petugas profesional sesuai dengan keahliannya;
b. Menyediakan prosedur pengoperasian pesawat yang jelas dan mudah dipahami;
c. Mengatur luas lapangan radiasi fokus pada bagian yang diperiksa;
d. Membatasi peluang terjadinya pengulangan eksposi;
e. Melakukan Uji Kesesuaian pesawat secara berkala dan segera memperbaiki jika hasil uji tidak andal
ataupun andal dengan perbaikan.
Untuk proteksi dan keselamatan radiasi pasien, manajemen rumah sakit As-syifa menyediakan
prosedur sebagai berikut:

No. Judul prosedur proteksi radiasi pasien Nomor dokumen


1 Prosedur Proteksi Radiasi Untuk Pasien Instalasi Radiologi
Rumah Sakit As-syifa Medika

4. Prosedur Proteksi dan Keselamatan Radiasi untuk Pendamping Pasien


Kami menyediakan apron untuk digunakan oleh pendamping pasien. Pendamping pasien diharuskan
menggunakan apron untuk meminimalkan paparan radiasi yang diterimanya. Untuk proteksi dan keselamatan
radiasi pendamping pasien, rumah sakit As-syifa menyediakan prosedur sebagai berikut:

No. Judul prosedur proteksi radiasi untuk pendamping pasien Nomor dokumen
1 Prosuder Proteksi Radiasi Untuk Pendamping Pasien
Instalasi Radiologi Rumah Sakit As-syifa Medika

5. Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat


Di fasilitas radiologi rumah sakit As-syifa, potensi kecelakaan dapat disebabkan oleh kesalahan
prosedur pengoperasian alat, kerusakan atau kegagalan dari pesawat sinar-X, ataupun karena faktor manusia
yang menyebabkan penerimaan dosis berlebih.
Jika terjadi keadaan darurat, manajemen rumah sakit As-syifa telah menetapkan prosedur
penanggulangan keadaan darurat, yaitu dengan mematikan panel kendali pesawat, mencabut sakelar,
memutuskan aliran listrik, mencatat detil posisi, arah berkas, dan kondisi eksposi. Petugas akan memberitahu
kepada PPR. Rekaman kejadian akan dibuat dalam bentuk laporan kejadian dan disampaikan ke BAPETEN.
Rencana keadaan darurat kami buat dalam:

No. Judul prosedur penanggulangan keadaan darurat Nomor dokumen


1 Prosedur Penanggulanagn Keadaan Darurat Instalasi
Radiologi Rumah Sakit As-syifa Medika
BAB V
REKAMAN DAN LAPORAN
V.1. Keadaan Operasi Normal
Manajemen rumah sakit As-syifa mengendalikan dan mencantumkan rekaman terkait program
proteksi dan keselamatan radiasi dan menjamin semua rekaman lengkap, mudah dibaca, mudah diidentifikasi
dan tersedia saat akan digunakan.
Rekaman terkait program proteksi yang kami pelihara, antara lain:
a. data inventarisasi pesawat sinar-X;
b. catatan dosis yang diterima personil setiap bulan;
c. hasil pemantauan laju Paparan Radiasi di tempat kerja dan lingkungan;
d. sertifikat uji kesesuaian pesawat sinar-X;
e. kalibrasi dosimeter perorangan pembacaan langsung;
f. hasil pencarian fakta akibat kecelakaan radiasi;
g. penggantian komponen pesawat sinar-X;
h. salinan sertifikat pendidikan dan pelatihan pekerja radiasi; dan
i. hasil pemantauan kesehatan pesonil.

Sesuai Peraturan Kepala BAPETEN No. 4 Tahun 2013 Pasal 53 tentang Proteksi Dan Keselamatan
Radiasi Dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir, Manajemen rumah sakit As-syifa menyimpan dan memelihara
hasil pemantauan kesehatan dan hasil pemantauan dosis pekerja radiasi dalam jangka waktu:
Paling kurang 5 (lima) tahun untuk; dan
 hasil pemantauan tingkat radiasi dan/atau kontaminasi di daerah kerja;
 hasil pemantauan radioaktivitas lingkungan di luar fasilitas dan fasilitas;
Paling kurang 30 (tiga puluh) tahun terhitung sejak pekerja radiasi berhenti dari pekerjaannya;
 hasil pemantauan dosis yang diterima Pekerja Radiasi; dan
 hasil pemantauan kesehatan bagi Pekerja Radiasi.
Tabel 8. Rekaman hasil pemantauan kesehatan dan hasil pemantauan dosis pekerja radiasi.
Uraian rekaman Keterangan
Hasil pemantauan tingkat radiasi dan/atau
aman tidak ada paparan
kontaminasi didaerah kerja.
Hasil pemantauan radioaktivitas lingkungan di
aman tidak ada paparan
luar fasilitas dan fasilitas
Hasil pemantauan dosis yang diterima Pekerja
belum ada karena baru
Radiasi
Hasil pemantauan kesehatan bagi Pekerja
ada terdokumentasi
Radiasi

Tabel 9. Rekaman penggantian tabung pesawat Sinar-X.

Data tabung sinar-X lama Tanggal penggantian Data tabung sinar-X baru
Nomor izin: Nomor izin:
- - -
Tabel 10. Rekaman penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kompetensi personil.
Rencana atau
Nama pekerja Latar belakang Pelatihan yang
Profesi sebagai Waktu
radiasi pendidikan pernah diikuti
pelaksanaan
Mohamad Penyegaran PPR 1-3 Februari
PPR D III Radiologi
Topik MEDIK TK 2 2021
Dokter ahli radiologi/ Dr. Yeni Eka Kedokteran,
-
dokter kompeten Sari, Sp.Rad Spesialistik
Esmen
Radiografer Gandamana, D III Radiologi -
Amd.Rad

V.2. Keadaaan Darurat


Kami bertanggungjawab dalam melakukan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan, melaporkan
terjadinya kecelakaan dan upaya penanggulangannya ke BAPETEN.
Keadaan darurat akan dilaporkan segera ke BAPETEN dalam waktu 24 jam melalui telepon, faksimili,
atau secara langsung. Jika terjadi kedaruratan, laporan secara tertulis akan disampaikan lengkap sesuai
kronologi ke BAPETEN paling lambat 3 (tiga) hari setelah laporan awal.

Anda mungkin juga menyukai