Anda di halaman 1dari 12

CRITICAL JOURNAL REVIEW

Listrik dan Elektronika Otomotif


CRITICAL BOOK REPORT

DASAR ELEKRONIKA

NAMA MAHASISWA :Aditya Mahendra


Juan Andree Sinaga
Mansyur Safril Harahap
NIM :5173230001
5173230006
5173230008
DOSENNAMA
PENGAMPU :Marwan Afandi, S.T, M.T
MAHASISWA : EGO PRANATA
MATANIM
KULIAH :Dasar: 5183122027
Elektronika

DOSEN PENGAMPU : Drs.Suherman, M.Pd.


MATA KULIAH : listrik dan elektronika otomotif

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM
FAKULTASSTUDI S1-TEKNIK
TEKNIK PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERIOTOMOTIF
MEDAN
FAKULTAS TEKNIK -MEDAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
Mei 2018
April 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatnya sehingga Critical
Journal ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak
terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi.

Dan harapan saya semoga Critical Journal ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi Critical Journal agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak
kekurangan dalam Critical Journal ini. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan Critical Journal ini.

Medan, 1 Mei 2019


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................

DAFTAR ISI...........................................................................................................................

BAB I Pendahuluan................................................................................................................

A.Latar belakang....................................................................................................................

B.Tujuan Penulisan CJR.......................................................................................................

C.Manfaat CJR.......................................................................................................................

BAB II Pembahasan...............................................................................................................

A. Pembahasan................................................................................................................

B. Kelebihan dan Kekurangan Jurnal.........................................................................

BAB III Penutup.....................................................................................................................

A.Kesimpulan..........................................................................................................................

B.Saran....................................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dioda pada umumnya merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai
penyearah (rectifier) untuk mengubah tegangan bolak-balik (AC) menjadi tegangan searah
(DC). Dioda menjadi sangat penting karena hampir semua peralatan elektronika
memerlukan sumber arus searah (DC).Dioda daya mempunyai spesifikasi yang sama
dengan dioda biasa pada umumnya, perbedaan yaitu dioda daya mempunyai kapasitas daya
(arus dan tegangan) yang lebih tinggi dari dioda-dioda sinyal biasa, namun kecepatan
penyaklaran pada dioda daya relatif lebih rendah. Melihat karakteristik dioda daya yang
mempunyai kapasitas daya yang lebih tinggi dari dioda biasa, maka seringkali doda daya
digunakan di dalam rangkaian elektronika sebagai penyearah. Selain sebagai penyearah,
dioda daya juga seringkali digunakan sebagai freewheeling (bypass) pada regulator-
regulator penyakelaran,rangkaian pemisah, rangkaian umpan balik dari beban ke sumber,
dan lain-lain.

B. Tujuan penulisan CJR

Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah

1. Melatih mahasiswa menyusun critical journal dalam upaya lebih meningkatkan


pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa.

2. Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya tentang
dasar elektronika.

C. Manfaat CJR
1. Menjadikan mahasiswa untuk lebih rajin dalam membaca dan memahami jurnal.
2. Untuk memperluas pengetahuan mahasiswa.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pembahasan
Pada jurnal ini membahas tentang karakteristik dioda. Jurnal ini lebih fokus ke
forward bias dan reverse bias. Dari jurnal ini diketahui bahwa semakin besar tegangannya,
maka semakin besar pula arus yang masuk ke dioda. Hal ini disebabkan oleh sifat dioda yaitu
forward bias. Forward bias terjadi apabila terminal P pada dioda dihubungkan dengan kutub
positif baterai, sedangkan terminal N dihubungkan dengan kutub negatif baterai. Dari jurnal
ini dapat diketahui juga bahwa semakin besar nilai tegangan, nilai arusnya tetap konstan yaitu
sebesar 0 µA. Hal ini disebabkan karena sifat diode yaitu Reverse bias. Reverse bias dapat
terjadi apabila terminal P dihubungkan dengan kutub negatif baterai, sedangkan terminal N
dihubungkan dengan kutub positif baterai

B. Kelebihan dan Kekurangan Jurnal

Jurnal ini banyak menampilkan pengertian-pengertian dan jurnal ini simpel tetapi
penulis mampu menyampaikan apa yang di bahas di jurnal ini dengan cukup jelas. Adapun
kekurangan dari jurnal ini ialah banyaknya kalimat yang bertele-tele dan diulang sehingga
membuat para pembaca mudah bosan saat membaca jurnal ini
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang didapatkan dari jurnal karakteristik dioda ini adalah apabila dioda
bersifat Forward bias, maka dioda dapat di masuki oleh arus listrik. Sedangkan apabila dioda
bersifat Reverse bias, maka dioda tidak dapat dilewati arus listrik. Forward bias dan Reverse
bias.

B. Saran

Diharapkan adanya saran dari pembaca agar membantu membuat makalah Critical
Journal Review ini menjadi lebih baik
DAFTAR PUSTAKA
Irwansyah Ramadhani, Adis Prasetyo. Jurnal Karakteristik Dioda. Surabaya: Jurusan
Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh
November.

Karakteristik Dioda
Irwansyah Ramadhani, Adis Prasetyo
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi
Sepuluh Nopember
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: irwansyahramadhani@yahoo.co.id
Abstrak— Telah dilakukan percobaan yang berjudul penyearah yang bertujuan untuk mengetahui
karakteristik penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh dengan tapis (filter) dan tanpa tapis.
Prinsip kerja dari penyearah setengah gelombang ini adalah mengambil sisi sinyal positif dari gelombang
AC dari transformator. Sedangkan prinsip kerja dari penyearah gelombang penuh dengan 2 dioda ini
dapat bekerja karena menggunakan transformator dengan CT. Alat-alat yang digunakan dalam
peraktikum ini adalah transformator CT 2 Amp, dua buah dioda 1N4002, resistor 33Ω, kapasitor
100µF 25 V dan 1000µF 25 V, osiloskop, project boar, dan kabel penghubung. Dalam percobaan ini
menggunakan dua jenis gelombang, yaitu full wave dan half wave. Untuk tiap jenis gelombang tersebut
menggunakan variasi filter dan tanpa filter. Dalam percobaan ini juga digunakan variasi resistor, yaitu
sebesar 100µF 25 V dan 1000µF 25 V. Langkah kerja dalam peraktikum ini yaitu alat yang telah
disiapkan dirangkai sesuai gambar rangkaian. Rangkaian yang dibentuk adalah rangkaian half wave
dengan menggunakan filter dan tanpa menggunakan filter. Untuk variasi dengan penggunaan filter,
digunakan pula variasi kapasitor. Percobaan ini dilakukan dengan lima kali perulangan. Rangkaian yang
kedua adalah rangkaian full wave dengan menggunakan filter dan tanpa filter. Untuk variasi dengan
penggunaan filter, digunakan pula variasi kapasitor. Percobaan ini dilakukan dengan lima kali
perulangan. Maka dari kedua rangkaian diatas, akan didapatkan data nilai dari Vpp, V max, V rms,
Periode, dan Frekuensi.

Kata Kunci— Arus Listrik, Dioda, Foward Bias, Reverse Bias. dan Tegangan.

PENDAHULUAN

D ioda merupakan komponen elektronika yang mempunyai dua elektroda(terminal),


dapat berfungsi sebagai penyearah arus listrik. ada dua jenis dioda, yaitu dioda
tabung dan dioda semikonduktor. Dioda yang paling banyak digunakan adalah dioda
semikonduktor. Simbol dioda adalah sebagai berikut [1],

Gambar 1. Simbol dioda pada rangkaian

Berdasarkan tingkat kemurniaannya, semikonduktor dibedakan menjadi dua, yaitu


semikonduktor intrinsik dan semikonduktor ekstrinsik. Semikonduktor intrinsik adalah
semikonduktor murni yang tidak mendapatkan pengotoran dari atom-atom asing. Sedangkan
semikonduktor ekstrinsik adalah semikonduktor yang mendapatkan pengotoran dari atom-
atom asing dari luar semikonduktor. Untuk kelompok ekstrinsik terdapat dua jenis/tipe
semikonduktor, aitu tipe p dan tipe n. Bahan semikonduktor yang banyak dipelajari dan
secara luas telah dipakai adalah bahan sikikon(Si). Semikonduktor tipe n dibuat dari bahan
silikon murni dengan menambahkan sedikit pengotor berupa atom-atom asing yang memiliki
elektron valensi lima. Empat elektron terluar dari donor ini berikatan kovalen dan menasakan
satu elektron lainnya yang dapat meninggalkan atom induknya sebagai elektron bebeas.
Dengan demikian pembawa muatan mayoritas dari bahan ini adalah elektron. Hal yang sama,
semjikonduktor tipe p dibuat dengan mengotori silikon murni dengan atom-atom asing yang
memiliki elektorn valensi tiga, sehingga meninggalkan kemungkinan untuk menarik elektron.
Pengotor sebagai aseptor menghasilkan proses konduksi dengan lubang sebagai pembawa
muatan mayortas[2].
Jika suatu semikonduktor separuh dikotori sehingga menjadi semikonduktor tipe P dan
separunya lagi dikotori lagi sehingga menjadi semikonduktor tipe n, maka bidang yang
membatasi kedua tipe semikonduktor ini disebut sambungan tipe p-n. Ada beberapa sifat
yang dimiliki sambungan semikonduktor ini. Yang pertama adalah juka kedua ujung yang
tidak tersambung tidak dihubungkan dengan rangkaian luar maka dikatakan sambungan p-n
dalam keadaan terbuka. Dalam keadaan ini, maaka disekitar sambungan akan terjadi daerah
pengosongan pembawa muatan bebas yang juga disebut sebbagai daerah muatan ruang serta
terbentuk potensial penghalang. Sifat yang kedua adalah bila terminal P dihubungkan dengan
kutup positif baterai, sedangkan terminal N dihubungkan dengan kutub negatif baterai, maka
dikatakan sambungan tersebut diberi prasikap maju. Dan sifat yang ketiga adalah jika
terminal p dihubungkan dengan kutub negatif baterai, sedangkan terminal n dihubungkan
dengan kutub positif baterai, maka dikatakan sambungan diberi prasikap balik[3].
Dioda digunakan untuk mendapatkan arus searah dari suatu arus bolak-balik. Arus dan
tegangan tersebut harus benar-benar rata tidak boleh berdenyut-denyut agar tidak
menimbulakan gangguan bagi peralatan ang dicatu. Dioda sebagai salah satu komponen aktif
sangat populer digunakan dalam rangkaian elektronika, karena bentuknya sederhana dan
penggunaannya sangat luas. Ada beberapa macam rangkaian dioda, diantaranya adalah
penyearah setengah gelombang, penyearah gelombang penuh, rangkaian pemotong, rangka
penjepit maupun rangkaian pengganda tegangan. Sisi positif pada dioda disebut anoda dan
sisi negatifnya disebut sebagai katoda. Ada beberapa jenis dioda, yaitu dioda germanium,
silikon, selenium, zener, dan led. Karakteristik dioda dapat dilihat pada hubungan antara arus
yang lewat dengan beda potensial ujung-ujungnya[1].
Pengertian dari panjar maju adalah sebagai berrikut. Besarnya komponen arus difusi
sangat sensitif terhadap besarnya potensial penghalang V0. Pembawa muatan mayoritas yang
memiliki energi lebih besar dari eV0 dapat melewati potensial penghalang. Jika
keseimbangan potensial terganggu oleh berkurangny ketinggian potensial penghalang
menjadi VO-V, probabilitas pembawa muatan mayortas mempunyai cukup energi unuk
melewati sambungan akan meningkat dengan drastis. Sebagai akibat turunnya potensial
penghalang, terjadi aliran arus lubang dari material tipe p ke tipe n, demikiannya untuk
elektron. Dengan kata lain menurunnya potensial penghalang memberi kesempatan pada
pembawa muatan untuk mengalir dari daerah mayoritas ke daerah minoritas. Jika potensial
penghalangnya diturunkan dengan pemasangan panjar maju eksternal V, maka arus akan
mengalir[1].
Penjelasan dari panjar mundur adalah sebagai berikut. Jika potensial penghalang dinaikkan
menjadi V0+V dengan memeasang panjar munjur sebesar V, maka probabilitas pembawa
muatan mayoritas memiliki cukup energi untuk melewati potensial penghalang akan turun
secara drastis. Jumlah pembawa muatan maoritas yang melewati sambungan praktis turun ke
nol dengan memasang panjar munjur sebesar sekitar sepersepuluh volt. Pada kondisi panjar
mundur, terjadi aliran arus munjur ang sanat kecil dari pembawa muatan minoritaspembawa
muatan minoritas hasil generasi termal didekat sambungan akan mengalami drift searah
medan listrik. Arus mundur akan mencapai harga jenuh pada harga panjar mundur yang
rendah.[1]

METODELOGI PERCOBAAN
Mula-mula, peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan percobaan disiapkan terlebih
dahulu. Peralatan yang dibutuhkan adalah dioda, power suppl, resistor variabel 50 kilo ohm
dan 10 kilo ohm, ampermeter DC, dan voltmeter DC. Peralatan yang telah disiapkan
dirangkai seperti gambar berikut,

Gambar 2. Rangkaian percobaan

dalam percobaan ini, digunakan dua sifat dari diode, yaitu forward bias dan reverse bias.
Dengan sifat dioda forward bias ini , digunakan tegangan cut-in sebesar 0,25 volt. Dan untuk
sifat diode reverse bias, digunakan tegangan cut-in sebesar 0 volt. Mula-mula power supply
di nyalakan dan diatur tegangan yang keluar pada power supply sebesar 5 volt. Lalu dengan
menggunakan resistor variabel, tegangan yang masuk pada dioda diatur dengan
menggunakan resistor variabel. Cara mengaturnya yaitu dengan memutar pemutar pada
resistor variabel lalu diamati skala yang terbaca pada voltmeter yang dirangkai paralel
dengan dioda. Setelah mendapatkan nilai tegangan yang diinginkan, lalu amati skala yang
terbaca pada ampermeter yang dipasang secara seri dengan dioda untuk mengetahui
berapa arus yang masuk ke dioda. Pada percobaan ini, digunakan variasi tegangan yang
masuk pada dioda yaitu 0,1 V; 0,2 V; 0,4 V; 0,8 V; 1 V; 3V; dan 5 V. Setiap kita mengubah
tegangan yang masuk pada dioda, maka amati pula besarnya arus yang masuk pada dioda.
Maka dari percobaan ini akan didapatkan data nilai tegangan dan nilai arus yang masuk pada
dioda dengan menggunakan dua sifat dioda, yaitu forward bias dan reverse bias. Selain itu
juga akan didapatkan grafik hubungan antara nilai tegangan dan arus tersebut.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Setelah dilakukan percobaan karakteristik dioda, didapatkan data nilai tegangan dan arus
yang masuk pada dioda dengan sifat forward bias dan reverse bias. Dalam percobaan ini
digunakan variasi tegangan input ke dioda. Datanya adalah sebagai berikut
Tabel 1. Data Hasil Percobaan Karakteristik Dioda Forward

Bias Dengan cut-in 0,25 V

Tegangan (V) Arus (µA)

0,1 0

0,2 0

0,4 5

0.8 44

1 65

3 254

5 450

Dari tabel 1 diatas, diketahui bahwa semakin besar tegangannya, maka semakin
besar pula arus yang masuk ke dioda. Hal ini disebabkan oleh sifat dioda yaitu panjar maju
(forward bias). Panjar maju (forward bias) terjadi apabila terminal P pada dioda dihubungkan
dengan kutub positif baterai, sedangkan terminal N dihubungkan dengan kutub negatif
baterai. Besarnya komponen arus difusi sangat sensitif terhadap besarnya potensial
penghalang V0 . Bila pembawa muatan mayoritas yang memiliki energi lebih besar dari eV 0
dapat melewati potensial penghalang. Bila ketinggian potensial penghalang bekurang akibat
terganggunya keseimbangan potensial (V 0 – V), maka pembawa muatan mayoritas akan
memiliki energi yang cukup untuk melewati potensial penghalang tersebut. Sebagai akibat
turunnya ptensial penghalang, maka arus listrik dapat mengalir. Dengan kata lain,
menurunnya potensial penghalang memberi kesempatan pembawa muatan untuk mengalir
dari daerah mayoritas menuju daerah minoritas.

Tabel 2. Data Hasil Percobaan Karakteristik Dioda Reverse

Bias Dengan cut-in 0 V

Tegangan (V) Arus (µA)

0,1 0

0,2 0

0,4 0

0.8 0
1 0

3 0

5 0

Dari data diatas, dapat diketahui bahwa semakin besar nilai tegangan, nilai arusnya
tetap konstan yaitu sebesar 0 µA. Hal ini disebabkan karena sifat diode yaitu Reverse bias.
Panjar mundur (reverse bias) dapat terjadi apabila terminal P dihubungkan dengan kutub
negatif baterai, sedangkan terminal N dihubungkan dengan kutub positif baterai. Jika
potensial penghalang dinaikkan mnjadi (V 0 + V) dengan memasang panjar mundur sebesar ,
maka pembawa muatan mayoritas memiliki cukup eneri untuk melewati potensial
penghalag akan turun drastis. Jumlah pembawa muatan mayoritas yang melewati
sambungan praktis turun ke nol dengan memasang panjar mundur. Pada kondisi panjar
mundur, terjadi aliran arus mundur yang sangat kecil dari pembawa muatan minoritas.

Dari tabel 1 dan 2 diatas, dapat dibuat grafik hubungan antara tegangan dan arus yaitu
sebagai berikut

Grafik Hubungan Tegangan (V) dan Arus (µA) Pada Dioda Forward Bias

f(x) = 93.89x - 23.98


R² = 1
Arus(µA)

Linear ()

00.511.522.533.544.555.56
Tegangan (V)

Gambar 3. Grafik Hubungan Tegangan (V) dan Arus Pada

Dioda Forward Bias

Dari grafik diatas, dapat diketahui bila semakin besar nilai tegangan, maka semakin besar
pula nilai arusnya. Inim merupakan salah satu sifat dari dioda, yaitu sebagai forward bias.
Apabila dioda memiliki nilai arus yang semakin meningkat apabila tegangannya dinaikkan,
maka diode tersebut bersifat sebagai konduktor.
Grafik Hubungan Tegangan (V) dan Arus (µA) Pada Dioda Reverse Bias

Arus(µA)

Linear ()
f(x) =
00.511.522.533.544.555.56
R² = 0
Tegangan (V)

Gambar 4. Grafik Hubungan Tegangan (V) dan Arus Pada

Dioda Reverse Bias

Dari grafik diatas, dapat diketahui bila semakin besar nilai tegangan, maka nilai arusnya
tetap konstan yaitu sebesar 0 µA. Ini merupakan salah satu sifat dari dioda, yaitu sebagai
reverse bias. Apabila dioda memiliki nilai arus yang nilainya konstan sedangkan nilai
tegangannya semakin meningkat, maka diode tersebut bersifat sebagai isolator.

KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapatkan dari percobaan karakteristik dioda ini adalah apabila dioda
bersifat Forward bias, maka dioda dapat di masuki oleh arus listrik. Sedangkan apabila dioda
bersifat Reverse bias, maka dioda tidak dapat dilewati arus listrik. Forward bias dan Reverse
bias.

UCAPAN TERIMA KASIH


Penulis mengucapkan terima kasih kepada asisten laboratorium Elektronika, Adis Prasetyo
sebagai asisten dalam percobaan karakteristik dioda, karena telah bersedia membantu baik
sebelum maupun pada saat percobaan hingga jurnal ini selesai ditulis. Penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan tim atas kerja samanya dalam melaksanakan
praktikum ini.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Sadiku. 2000. “Fundamentals of Electric Circuit Fourth Edition”. New York: McGraw-
Hill Companies, Inc.
[2] Sutrisno. 1986. “Elektronika Teori dan Penerapannya”. Bandung: ITB
[3] Yohanes, H. C. 1979. “Dasar-Dasar Elektronika”. Jakarta: Ghalia Indonesia.