Anda di halaman 1dari 4

Keutamaan Di Balik Shalat Malam …

Akhi … yang semoga engkau selalu mendapatkan taufik Allah. Suatu hal yang
sudah kita ketahui bersama bahwa shalat malam adalah kebiasaan orang sholeh
dan orang bertakwa. Marilah kita perhatikan firman Allah Taala berikut (yang
artinya),

ِ ‫) َو ِب ْاْل َ ْس َح‬17( َ‫يًل ِمنَ اللَّ ْي ِل َما يَ ْه َجعُون‬


)18( َ‫ار ُه ْم يَ ْست َ ْغ ِف ُرون‬ ‫َكانُوا قَ ِل ا‬
“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan
di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat: 17-18)

‫) أ َ ْو ِز ْد‬3( ‫يًل‬ ْ ُ‫صفَهُ أ َ ِو ا ْنق‬


‫ص ِم ْنهُ قَ ِل ا‬ ْ ِ‫) ن‬2( ‫يًل‬ ‫) قُ ِم اللَّ ْي َل ِإ ََّّل قَ ِل ا‬1( ‫يَا أَيُّ َها ْال ُم َّز ِم ُل‬
)4( ‫يًل‬ ‫علَ ْي ِه َو َرتِ ِل ْالقُ ْرآَنَ ت َ ْرتِ ا‬ َ
“Hai orang yang berselimut, bangunlah pada sebagian malam (untuk sholat),
separuhnya atau kurangi atau lebihi sedikit dari itu. Dan bacalah Al-Qur’an
dengan tartil.” (QS. AlMuzammil: 1-4)

Inilah beberapa ayat yang mendorong kita untuk melaksanakan shalat malam.
Namun, yang kami sayangkan, sebagian orang lebih memilih tidur diselimuti
selimut daripada bangun mengambil air wudhu dan bermunajat kepada Allah
dengan penuh rasa harap-takut pada-Nya. Ya Allah, berilah petunjuk kepada
kami untuk senantiasa melakukan ketaatan padamu dan jauhkanlah sifat malas
dalam diri kami ini. Semoga kita terdorong untuk melaksanakan shalat yang
utama ini dengan mengetahui keutamaan-keutamaannya. Ya Allah, berilah
taufik kepada kami untuk melakukan amalan ini. Shalat malam adalah sebaik-
baik shalat setelah shalat wajib

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

َ ‫ص ًَل ِة بَ ْعدَ ْالفَ ِري‬


‫ض ِة‬ َ ‫َّللاِ ْال ُم َح َّر ُم َوأ َ ْف‬
َّ ‫ض ُل ال‬ َّ ‫ش ْه ُر‬َ َ‫ضان‬
َ ‫ش ْه ِر َر َم‬ َ ‫أ َ ْف‬
ِ ‫ض ُل‬
َ َ‫الصيَ ِام بَ ْعد‬
‫ص ًَلة ُ اللَّ ْي ِل‬
َ
“Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah –
Muharram-. Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR.
Muslim no. 1163)

Akhi … Imam Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan mengenai hadits ini.
Beliau rahimahullah mengatakan, Ini adalah dalil dari kesepakatan ulama bahwa
shalat malam lebih baik dari shalat sunnah di siang hari. Beliau juga
mengatakan bahwa shalat malam lebih baik dari shalat sunnah rawatib. Orang
yang melakukan shalat malam dijamin masuk surga dan selamat dari adzab
neraka

Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa


sallam bersabda,

‫صلُّوا ِباللَّ ْي ِل‬


َ ‫ َو‬,‫ام‬
َ َ‫لطع‬ ْ َ ‫ َوأ‬,‫ام‬
َّ َ ‫ط ِع ُموا ا‬ َ ‫صلُوا ا َ ْْل َ ْر َح‬ ِ ‫ َو‬,‫س ًَلم‬ ُ ‫اس! أ َ ْف‬
َّ ‫شوا اَل‬ ُ َّ‫يَا أَيُّ َها اَلن‬
َ ِ‫ ت َ ْد ُخلُوا ا َ ْل َجنَّةَ ب‬,‫اس نِيَا ٌم‬
‫س ًَلم‬ ُ َّ‫َوالن‬
“Wahai manusia! Sebarkanlah salam, jalinlah tali silturahmi (dengan kerabat),
berilah makan (kepada istri dan kepada orang miskin), shalatlah di waktu malam
sedangkan manusia yang lain sedang tidur, tentu kalian akan masuk ke dalam
surga dengan penuh keselamatan.” (HR. Tirmidzi no. 2485 dan Ibnu Majah no.
1334. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 569 mengatakan
bahwa hadits ini shohih)

Orang yang melakukan shalat malam akan dicatat sebagai orang yang berdzikir
kepada Allah

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa


sallam bersabda,

َّ َ‫صلَّيَا َر ْكعَتَي ِْن ُكتِبَا ِمنَ الذَّا ِك ِرين‬


َ‫َّللا‬ َ َ‫ظ ْام َرأَتَهُ ف‬ َ َ‫الر ُج ُل ِمنَ اللَّ ْي ِل َوأ َ ْيق‬
َّ ‫ظ‬َ َ‫ِإذَا ا ْست َ ْيق‬
ِ ‫يرا َوالذَّا ِك َرا‬
‫ت‬ ‫َك ِث ا‬
“Apabila seseorang bangun di waktu malam, lalu dia membangunkan istrinya,
kemudian keduanya mengerjakan shalat dua raka’at, maka keduanya akan
dicatat sebagai pria dan wanita yang banyak berdzikir pada Allah.” (HR. Ibnu
Majah no. 1335. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Shohih wa Dho’if Sunan
Ibnu Majah bahwa hadits ini shohih).

Hadits ini menunjukkan bahwa suami istri dianjurkan untuk shalat malam
berjama’ah. Berbeda dengan orang yang tidak shalat malam, orang yang
bangun di malam hari kemudian berwudhu dan melakukan shalat malam, dia
akan bersemangat di pagi harinya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ْ
‫ع ْقدَة‬
ُ ‫ب ُك َّل‬ ُ ‫ يَض ِْر‬، ‫عقَد‬ ُ ‫ث‬ َ َ‫َام ثًَل‬ َ ‫علَى قَافِيَ ِة َرأ ِس أ َ َح ِد ُك ْم ِإذَا ُه َو ن‬ َ ‫ان‬ َ ‫ش ْي‬
ُ ‫ط‬ َّ ‫ع ِقدَ ال‬َ
ْ َّ‫ فَإِ ْن ت َ َوضَّأ َ ا ْن َحل‬، ٌ ‫ع ْقدَة‬
‫ت‬ ُ ‫ت‬ ْ َّ‫َّللاَ ا ْن َحل‬ َ َ‫ فَإِ ِن ا ْست َ ْيق‬، ‫ارقُ ْد‬
َّ ‫ظ فَذَ َك َر‬ َ ‫علَي َْك لَ ْي ٌل‬
ْ َ‫ط ِوي ٌل ف‬ َ
ْ َ ‫ َو ِإَّلَّ أ‬، ‫ب النَّ ْف ِس‬
َ ِ‫صبَ َح َخب‬
‫يث‬ َ ‫طا‬
َ ِ‫طي‬ ‫صبَ َح نَشِي ا‬ْ َ ‫ع ْقدَة ٌ فَأ‬ ْ َّ‫صلَّى ا ْن َحل‬
ُ ‫ت‬ َ ‫ فَإِ ْن‬، ٌ ‫ع ْقدَة‬
ُ
َ‫النَّ ْف ِس َك ْسًلَن‬
“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang
dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih
panjang, tidurlah!” Jika dia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu
ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia
mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat
dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi
malas.” (HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)

Inilah perkataan Nabi kita yang jujur lagi benar ucapannya. Kita sering
memperhatikan saudara kita yang belum sadar untuk shalat malam akan terlihat
malas-malasan di pagi hari, berbeda dengan orang yang rajin shalat malam.
Bahkan mungkin kita perhatikan mereka akan lebih senang mengisi waktu
paginya dengan tidur daripada melakukan amal sholeh.

Benarlah ucapan Syarik, “Barangsiapa banyak mengerjakan shalat di malam


hari, maka wajahnya akan berseri di pagi harinya.” (Laysa min qoulin Nabi, hal.
89)

Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari kebiasaan buruk di pagi hari.
Lihatlah pula akhi, Nabi shallallahu alaihi wa sallam sampai mencela orang yang
dulu rajin shalat malam, namun sekarang shalat tersebut ditinggalkan begitu
saja.

Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata
padaku, Wahai Abdullah, janganlah engkau seperti si A. Dulu dia rajin
mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.
(HR. Bukhari no. 1152)

Akhi, mengaku mengikuti Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat
(baca : salafush sholeh) bukanlah hanya kleim semata, namun haruslah dengan
bukti. Kalau memang kita mengaku mengikuti mereka (salafush sholeh), maka
sudah sepatutnya kita melaksanakan amalan yang mulia ini.

Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kita untuk melakukan amalan
yang mulia ini. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita untuk
meninggalkan tempat tidur dan beranjak mengambil wudhu, lalu melaksanakan
shalat malam ini dengan senatiasa mengharapkan ampunan-Nya dan berharap
mendapatkan rahmat-Nya. Ya Allah, Hanyalah Engkaulah tempat kami
memohon dan Engkaulah yang memberi taufik pada hamba-Mu yang hina ini.
Akhi … Marilah kita menghidupkan amalan yang mulia ini. Semoga kita dapat
bertemu dengan 1/3 malam terakhir, lalu memanjatkan segala hajat kita kepada
Dzat Yang Maha Mengabulkan Setiap Permintaan Hamba-Nya. Semoga doa kita
ini diijabahi.

Muhammad Abduh Tuasikal

Ingin tahu selengkapnya.


Yuk KLIK: https://rumaysho.com/18-di-balik-shalat-malam.html