Anda di halaman 1dari 1

Yang kami muliakan ahli musibah keluarga di rumah ini…

Yang kami hormati seluruh ahli Takziah yang berhadir di rumah duka ini..
Segala puji dan syukur senantiasa tercurah kepada Allah atas nikmat dan karunianya
kepada kita. Sampai saat ini kita masih diberi nafas kehidupan gratis tanpa harus membayar
oksigen untuk bernafas, kita masih diberi waktu, kesempatan, kesehatan, tempat tinggal,
pekerjaan, dan jutaan bahkan milyaran nikmat lagi yang tak dapat kita hitung, wa in tauddu Dan kami uji kalian dengan sesuatu berupa ketakukan, kelaparan, kemiskinan, kematian
nikmatallah la tuhsuha. dan krisis makanan pokok. Maka berilah kabar gembira orang-orang yang lulus dengan
predikat shobirin. Yaitu orang-orang yang ketika mereka ditimpa musibah mereka berkata
Sholawat dan salam juga terus kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, mudah- inna lillah wa inna ilaihi rajiun semua ini punya Allah (harta, hidup, kekayaan, dsb) maka
mudahan kita dapat bertemu beliau dan mendapat syafaatnya di hari akhir kelak. semua akan kembali pada pemilikNya. Mereka itulah yang mendapatkan piala
Kematian adalah sesuatu hal yang sangat sering terjadi di sekeliling kita, ntah itu keluarga, kemenangan dari Allah, dicintai oleh Allah dan diberi petunjuk. (Albaqarah 155)
tetangga, saudara, sahabat dsb. Bahkan dalam bulan ini semakin sering kita mendengar Jadi solusi atau kunci jawaban dari soal ujian yang diberikan oleh Allah ini sebenarnya
kabar duka, hampir setiap subuh ada kabar duka cita. Kematian bukanlah hal yang baru, sudah ada. Tinggal mengerjakannya saja lagi. Tinggal copy paste. Tapi meskipun begitu
tapi tetap saja ketika kita mendengar kematian hati kita merasa takut dan sedih. Terutama tetap saja berat dalam menjalankannya.
orang-orang yang ditimpa musibah kematian. Untuk itulah Rasul pernah berpesan
Dan solusi dari masalah yang kamu hadapi adalah Shabar dan Sholat. 2:45
‫ت – يَ ْعنِي ْال َم ْوت‬
ِ ‫أ َ ْكثِ ُر ْوا ِذ ْك َر هَاذ ِِم اللَّذَّا‬ Kuncinya 2, yang pertama sabar.
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan (yakni kematian).” [Riwayat at- Apakah kamu mengira kamu bisa masuk surga, padahal Allah belum memberi penilaian
Tirmidzi IV/553/2307, Ibn Mājah II/1422/4258, dan lain-lain.] mana orang-orang yang sungguh di antara kamu, dan mana pula orang yang sabar. 3:142
Mengingat kematian sangat baik untuk melembutkan hati yang keras, menjadi rem untuk Imam Bukhari meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa suatu hari Nabi SAW
roda kehidupan kita yang berputar cepat sehingga kita kadang tak sadar bahwa kita akan menemukan seorang wanita yang sedang menangis di hadapan sebuah kuburan. Beliau
mati. Dan menjadi penasehat yang baik buat kita. Nabi berpesan : bersabda kepadanya, ”Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah.” Wanita tersebut
Kutinggalkan kepada kalian 2 penasehat; 1 penasehat yang bisa berbicara yaitu Al Quran, menjawab, ”Pergilah! Jangan ikut campur dalam urusanku, engkau tidak tertimpa seperti
al-Quranlah yang menuntun kita untuk tetap berada pada rel yang mengantarkan kita apa yang menimpaku.”
selamat sampai tujuan hidup kita. Tapi apakah kita sudah selalu menjadi pedoman kita, Setelah wanita tersebut sadar dan menyesal, ia pergi ke rumah Nabi SAW. Ia
atau kita biarkan berdebu dalam lemari, hanya kita baca ketika malam jumat atau ketika menyampaikan penyesalannya dengan berkata, ”Aku tidak mengenalmu.” Beliau bersabda,
orang meninggal. Padahal Al-quran itu diturunkan untuk memberi peringatan bagi orang ”Hakikat sabar itu akan terlihat pada saat-saat pertama terjadinya malapetaka.” (Asshobru
yang hidup (yasin). inda shodamatil ula)
Kalau nasehat pertama ini tak mampu menyadarkan kita maka ada penasehat kedua yang Solusi kedua adalah sholat. Sholat adalah faktor yang sangat penting dalam menghadapi
diam saja yaitu kematian. Ketika kita mendengar berita kematian atau mendapat musibah problem, kesulitan, kegalauan. Karena dalam sholatlah seseorang berkoneksi langsung
kematian itu seharusnya menyadarkan kita bahwa kita juga akan mati. Tak perduli mau dengan Penciptanya, curhat langsung dengan Tuhan. Karena Allah sangat senang kalau kita
yang tua, muda, miskin kaya, pejabat atau bawahan, tinggal nunggu giliran saja. Kullu mengadu dan berkeluh kesah kepadaNya, tidak ada orang yang tahan terus-terusan
nafsin dzaiqatul maut Setiap Nafs pasti akan mati, walaupun kita bersembunyi dalam mendengar keluhan orang lain. Maka jangan tinggalkan sholat, dan amal pertama yang
benteng yang kokoh (ainama takunu yudrikkumul maut walau kuntum fi buruj akan dihisab di hari kiamat adalah sholat.
musyayyadah). Mau kemanapun kita lari Malaikat Izrail tetap setia menguntit kita, qul
innal mautal ladzi tafirruna minhu fainnahu mulaqikum. Khususnya keluarga ahli musibah jangan lupa mendoakan ayah kita ketika sholat. Karena
Cuma tinggal itulah harapan bagi ayah untuk tetap menerima kebaikan dari Allah. Tiga
Kematian adalah salah satu ujian yang Allah berikan kepada manusia. amalan yang tak terputus sampai mati shadaqah jariyah ketika masih hidup, ilmu yang
bermanfaat juga terus mengalir. Tapi itu tidak bisa lagi dilakukan, tinggal memetik hasil
saja. Hanya tinggal doa anak yang soleh yang masih bisa diharapkan beliau.