Anda di halaman 1dari 12

TUGAS CRITICAL BOOK REVIEW

MATA KULIAH PINDAH PANAS

Skor Nilai:

PERPINDAHAN PANAS DENGAN RADIASI

DISUSUN OLEH KELOMPOK 1 :

1. Adian Halomoan Rambe Nim : 5181122001


2. Ego Pranata Nim : 5183122027
3. Aksa Mardiyansyah Simamora Nim : 5183322010
4. Ali Musa BTR Nim : 5182122010

Dosen Pengampu : 1. JANTER P SIMANJUNTAK , S.T,, MT. Ph.D.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

OKTOBER 2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmatnya,
kami dapat menyelesaikan Critical book review ini yang berjudul “ perpindahan panas dengan
radiasi“ untuk memenuhi tugas mata kuliah “ pindah panas “ di Universitas Negeri Medan.

Oleh karena itu, saya mengucapkan terimakasih kepada bapak JANTER P


SIMANJUNTAK , S.T,, MT. Ph.D. sebagai dosen kami mata kuliah “ pindah panas “ di
Universitas Negeri Medan, atas bimbingan dan segala kesempatan yang diberikan kepada kami
dalam menyelesaikan Critical book review ini.

Semua teman dan teristimewa kepada orangtua yang telah memberikan bantuan kepada
kami sehingga critical book review ini dapat terselesaikan.
Tak lepas dari kekurangan, kami sadar bahwa pengerjaan Critical book review ini masih
jauh dari kata sempurna. Saran dan kritik yang membangun diharapkan lebih karya yang lebih
baik di masa mendatang. Semoga Critical book review ini membawa manfaat bagi pembaca dan
bagi penulis khususnya.

Medan, 28 Oktober 2019

Kelompok 1

2
DAFTAR ISI

SAMPUL ................................................................................................................... 1
KATA PENGANTAR ............................................................................................... 2
DAFTAR ISI ............................................................................................................. 3
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 4
A. RASIONALISASI PENTINGNYA CBR ..................................................... 4
B. TUJUAN PENULISAN CBR ....................................................................... 4
C. MANFAAT CBR .......................................................................................... 4
D. IDENTITAS BUKU YANG DI REVIEW.................................................... 4
BAB II RINGKASAN ISI BUKU ............................................................................ 6
A. BUKU PERTAMA ........................................................................................ 6
B. BUKU KEDUA ............................................................................................. 9
BAB III PEMBAHASAN ......................................................................................... 11
A. PEMBAHASAN ISI BUKU ......................................................................... 11
B. KEKURANGAN DAN KELEBIHAN ISI BUKU ....................................... 11
BAB IV PENUTUP ................................................................................................... 12
A. KESIMPULAN ............................................................................................. 12
B. SARAN.......................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 13

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. RASIONALISASI PENTINGNYA CBR


Sering kali kita bingung memilih buku referensi untuk kita baca dan pahami. Terkadang
kita memilih satu buku,namun kurang memuaskan hati kita.Misalnya dari segi analisis bahasa ,
pembahasan. Oleh karena itu, penulis membuat Critical Book Report ini untuk mempermudah
pembaca dalam memilih buku referensi, terkhusus pada pokok bahasan tentang pepindahan
panasradiasi.

B. TUJUAN PENULISAN CBR


 Untuk lebih memahami materi tentang perpindahan panas dengan radiasi
 Untuk memenuhi tugas mata kuliah pindah panas

C. MANFAAT CBR
 Untuk menambah wawasan tentang perpindahan panas dengan radiasi
 Untuk lebih paham/terbiasa dalam mengkritisi buku, terutama dalam buku perpindahan
panas dengaN radiasi
D. IDENTITAS BUKU YANG DI REVIEW :
 Buku pertama

 Judul : perpindahan kalor
 Pengarang : J.P. Holman, Ir. E. Jasifi
 Edisi : Ketiga
 Penerbit : Erlangga
 Kota terbit : Jakarta
 Tahun terbit : 1984
 ISBN :

 Buku kedua

1. Judul : prinsi-prinsip perpindahan panas


2. Pengarang : Frank Kreith Arko PRIJONO M.Sc
3. Edisi : Ketiga
4. Penerbit : Erlangga

4
5. Kota terbit : Jakarta
6. Tahun terbit :1994
7. ISBN :

BAB II
RINGKASAN BUKU
1. BUKU PERTAMA
BAB 8 PERPINDAHAN KALOR RADIASI
a. Pendahuluan
Dalam bab-bab terdahulu, telah ditunjukkan bagaimana menghitung perpindahan kalor
konduksi dan konveksi baik dengan bantuan analisa matematik, maupun data empirik. Sekarang
kita akan bahas perpindahan kalormodus ketiga, yaitu radiasi atau sinaran thermal ( thermal
radiation ). Radiasi thermal adalah radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh suatu benda
karena suhunya. Dalam bab ini, mula-mula akan kita uraikan sifat dan keadaan radiasi thermal
itu, ciri-cirinya dan sifat-sifat yang dapat digunakan untuk menjelaskan bahan-bahan sejauh yang
menyangkut radiasi thermal.
b. Mekanisme fisik
Ada beberapa jenis radiasi elektromagnetik, radiasi thermal hanyalah salah-satu
diantaranya. Apapun jenis radiasi itu, ia selalu merambat dengan kecepatan cahaya, 3 X
1010cm/s. kecepatan ini sama dengan hasil perkalian panjang gelombang dengan frekuensi
radiasi.
c. Sifat-sifat radiasi
Bila energy radiasi menimpa permukaan suatu permukaan. Jika sudut jatuhnya sama
dengan sudut refleksi, maka dikatakan refleksi itu specular. Dilain pihak, apabila berkas yang
jatuh itu tersebar secara merata ke segala arah sesudah refleksi, maka refleksi itu disebut difusi
atau baur ( diffuse ). Sebuah cermin biasa tentu bersifat specular untuk cahaya tampak tetapi
belum tentu bersifat specular untuk keseluruhan jangkau panjang gelombang radiasi
thermal.Biasanya, permukaan yang kasar lebih menunjukkan sifat difusi daripada permukaan
yang diupam mengkilap.Demikian pula, permukaan yang diupam lebih specular daripada
permukaan kasar.Pengaruh kekasaran permukaan terhadap sifat-sifat radiasi thermal bahan
merupakan masalah yang meminta perhatian serius dan masih menjadi bahan penelitian.
d. Faktor bentuk radiasi
Nama lain untuk faktor bentuk radiasi adalah faktor pandangan ( view factor ), faktor
sudut ( angle factor ), dan faktor konfigurasi ( configuration factor ).
e. Pertukaran faktor antara benda tak hitam
Perhitungan perpindahan kalor radiasi antara permukaan-permukaan hitam cukup mudah
karena semua energy radiasi yang menimpa permukaan itu diserap.Masalah pokoknya ialah
menentukan faktor bentuk geometri, tetapi apabila faktor telah di tentukan, perhitungan

5
pertukaran kalornya menjadi sangat sederhana. Bila benda itu ialah benda tak hitam (
nonblackbodies ), maka situasinya menjadi lebih pelik, karena tidak seluruhnya energy yang
jatuh dipermukaan itu akan diserap, sebagian akan dipantulkan kepermukaan perpindahan kalor
lainnya, dan sebagian mungkin dipantulkan keluar sistem itu sama sekali.
f. Perisai radiasi
Salah satu cara untuk mengurangi perpindahan kalor radiasi antara dua permukaan
tertentu ialah menggunakan bahan dengan refleksi tinggi. Cara lain ialah menggunakan perisai
radiasi antara permukaan-permukaan yang bertukaran kalor.

g. Jaringan radiasi untuk medium yang bersifat absorpsi dan transmisi


Dalam pembahasan terdahulu ditunjukkan metode-metode yang dapat digunakan untuk
menghitung perpindahan kalor radiasi antara permukaan-permukaan yang dipisahkan oleh
medium yang sepenuhnya transparan.Metode jaringan radiasi bermanfaat sekali untuk soal-soal
seperti itu.
Banyak soal praktis melibatkan pula perpindahan kalor melalui medium yang bersifat
absorbs disamping transmisi. Berbagai bahan gelas merupakan contoh medium jenis ini ; gas
merupakan contoh lain.
h. Pertukaran radiasi dengan permukaan specular
Dalam bagian ini, analisa akan kita lanjutkan dengan memperhitungkan berbagai bentuk
geometri yang sederhana yang melibatkan permukaan yang mungkin memberi refleksi specular.
Sebetulnya tidak ada permukaan yang semata-mata difusi atau semata-mata specular.
i. Radiasi surya
Radiasi surya merupakan satu bentuk radiasi termal yang mempunyai distribusi panjang
gelombang yang khusus.intensitasnya sangat bergantung dari kondisi atmosfer, saat dalam tahun,
dan sudut timpa sinar matahari dipermukaan bumi.
j. Sifat-sifat radiasi lingkungan
Juga kita lihat bahwa sebagai akibat spectrum ini, permukaan-permukaan yang
sebenarnya dapat menunjukkan sifat-sifat yang berbeda untuk radiasi surya dibandingkan
dengan radiasi dari bumi dengan panjang gelombang panjang.
k. Pengaruh radiasi terhadap pengukuran suhu
Bila sebuah thermometer ditempatkan dalam arus aliran gas untuk mengukur suhunya,
maka suhu yang ditunjukan unsur pengindera itu ditentukanoleh neraca energy menyeluruh pada
unsur itu.

2. BUKU KEDUA

BAB 5PERPINDAHAN PANAS DENGAN CARA RADIASI


a. Radiasi termal
Jika suatu benda ditempatkan dalam sebuah pengurung ( wadah yang mengurungnya ),
dan suhu dinding-dinding pengurung lebih rendah dari suhu benda, maka suhu benda tersebut

6
akan turun sekalipun ruang dalam kurungan tersebut hampa. Proses dengan mana perpindahan
panas dari suatu benda terjadi berdasarkan suhunya, tanpa bantuan dari suatu zat antara
( medium ) yang campur tangan, disebut radiasi termal.
Mekanisme fisik radiasi belum sepenuhnya dimengerti orang. Energy radiasi kadang-kadang kita
bayangkan sebagai terangkut oleh gelombang-gelombang elektromagnetik,kadang-kadang pula
ole photon-photon. Kedua titik pandang tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan sifat dasar
segenap gejala yang teramati.
b. Radiasi benda-hitam
Sebuah benda hitam, atau radiator ideal, adalah sebuah benda yang pada suhu berapapun
memancarkan atau menyerap jumlah radiasi semaksimum mungkin panjang gelombang tertentu
yang manapun.Radiator ideal adalah pengertian teoretik yang menetapkan batas-batas pada
pancaran radiasi sesuai dengan hukum kedua termodinamika.Radiator ideal merupakan standar
dengan mana ciri radiasi zat antara lainnya dibandingkan.Sebagaimana disebutkan sebelumnya,
pengetian benda hitam adalah suatu idealisasi karena semua permukaan memantulkan sebagian
dari radiasi yang datang.
c. Sifat-sifat radiasi
Kebanyakan permukaan yang dijumpai dalam penerapan didalam perekayasaan tidak
berperilaku sebagai benda hitam. Guna memberikan ciri kepada sifat-sifat radiasi permukaan
yang buka hitam, maka dipakai besaran-besaran tanpa dimensi seperti emitansi dan absorptansi
untuk menggambarkan hubungan antara kemampuan pancar serta serap benda hitam.
d. Factor bentuk radiasi
Dalam kebanyakan soal didalam praktek yang menyangkut radiasi, intensitas radiasi yang
melintas antara permukaan-permukaan tidak banyak terpengaruh oleh adanya zat antara
(medium) yang turut campur karena, kecuali jika suhunya demikian tingginya hingga terjadi
ionisasi dan siosiasi, gas-gas beratom tunggal dan kebanyakan gas-gas dwiatom dan juga udara
adalah transparan. Lagi pula, karena dalam analisa perpindahan panas kebanyakan permukaan
didalam industry dapat diperlukan sebagai pemancar dan pemantul radiasi yang baur, maka
sebuah soal kunci dalam menghitung perpindahan panas radiasi antara permukaan-permukaan
adalah menentukan bagian dari radiasi baur total yang meninggalkan salah satu permukaan serta
ditangkap oleh suatu permukaan lainnya dan sebaliknya.

e. Radiasi didalam kurungan yang permukaan-permukaanya hitam


Guna menentukan perpindahan panas radiasi bersih dari suatu ke permukaan, kita perlu
memperhitungkan radiasi yang datang dari semua arah. Prosedur ini dimungkinkan dengan
membuat sebuah kurungan ( enclosure ) disekeliling permukaan tersebut pada gambar serta
menetapkan ciri-ciri radiasi masing-masing permukaannya. Permukaan-permukaan yang
membentuk kurungan ( ruang tertutup ) bagi suatu permukaan i tertentu adalah semua
permukaan-permukaan yang dapat dilihat oleh seseorang pengamat yang berdiri dari permukaan

7
i diruang sekitarnya. Kurungan tersebut tidak perlu hanya terdiri dari permukaan-permukaan
padat, tetapi dapat mencakup luas-luas terbuka yang disebut “ jendela “. Tiap jendela terbuka
demikian dapat diberi suhu yang setara dengan suhu benda hitam yang berkaitan dengan radiasi
yang masuk.Jika tidak ada radiasi yang masuk, maka jendela berperi-laku seperti benda hitam
pada suhu nol yang menyerap seluruh radiasi yang keluar dan tidak memancarkan manapun
memantulkan radiasi.
f. Radiasi didalam kurungan yang permukaannya kelabu
Dalam pragraf yang lalu, kita membahas radiasi antara permukaan-permukaan
hitam.Asumsi bahwa suatu permukaan adalah hitam menyederhanakan perhitungan-perhitungan
perpindahan panas karena seluruh raadiasi-datang diserap.Dalam praktek pada umumnya kita
dapat mengabaikan pantulan tanpa mengakibatkan kesalahan yang serius jika obsorptivitas
permukaan-permukaan yang beradiasi lebih besar daripada 0.9.tetapi terdapat banyak soal yang
menyangkut permukaan-permukaan yang absorptansi serta emitansinya rendah, terutama pada
instalasi dimana radiasi tidak diinginkan. Sebagai contoh, dinding dalam botol termos dilapis
warna perak guna mengurangi aliran panas dengan cara radiasi. Juga, termokopel untuk
pekerjaan pada suhu tinggi seringkali dikelilingi dengan perisai-perisai radiasi untuk mengurangi
perbedaan antara suhu yang ditunjukkan dan suhu zat yang harus diatur.
Jika permukaan-permukaan yang beradiasi tidak hitam, maka analisanya menjadi
terlampau sulit kecuali jika permukaan-permukaan tersebut dianggap kelabu.Analisa dalam
pragaraf ini terbatas pada permukaan-permukaan kelabu yang memenuhi hukum kosinus lambert
dan juga memantulkan secara baur. Radiasi dari permukaan seperti ini dapat udah digarap
dengan besaran radiositas ( radiociti ) J, yang didefenisikan sebagai laju radiasi yang
meninggalkan permukaan tertentu per luas-satuan.
g. Radiasi didalam kurungan yang berisi gas
Metoda analisa yang diuraikan dalam pargraf-paragraf yang lalu dapat diperluas guna
menyelesaikan soal-soal dimana perpindahan panas terjadi dengan cara radiasi didalam kurungan
yang berisi suatu zat antara yang bersifat menyerap serta meneruskan radiasi.Contoh zat antara
demikian ialah berbagai kaca dan banyak gas.Guna memberi gambaran tentang cara
pendekatannya, pertama-tama pandanglah radiasi antara dua buah pelat bila ruang diantara pelat-
pelat itu berisi suatu gas “ kelabu “.
h. Sifat-sifat radiasi gas dan uap
Dalam pragraf ini kita akan membahas beberapa pengertian dasar radiasi gas.
Pembahasan yang luas mengenai hal ini adalah diluar lingkup buku ini, dan kiranya pembaca
dapat mempelajari acuan 9,24,27 untuk perincian tentang latar belakang teorinya serta penurunan
teknik-teknik perhitungannya secara lengkap.
Gas-gas elementer seperti O2, N2, H2 dan udara kering mempunyai struktur molekul yang
simetrik dan tidak memancarkan maupun menyerap radiasi kecuali jika dipanaskan sampai suhu
yang sangat tingggi dimana gas tersebut menjadi plasma yang ter ionisasi dan dimana terjadi
perubahan energy elektronik.Sebaliknya, gas-gas yang mempunyai bentuk molekul polar dengan

8
momen elektronik seperti dipole atau kuadrupole menyerap serta memancarkan radiasi dalam
daerah-daerah spectrum yang terbatas, yang disebut jalur-jalur.
i. Radiasi yang tergabung dengan konveksi dan konduksi
Dalam pragraf-pragraf yang lalu didalam bab ini kita telah membahas radiasi sebagai hal-
ikhwal yang berdiri sendiri. Pertukaran energy dengan cara radiasi merupakan mekanisme aliran
panas yang utama pada suhu tinggi karena laju aliran panasnya bergantung pada pangkat empat
suhu mutlak. Guna memasukkan radiasi kedalam jaringan termal yang menyangkut konveksi dan
konduksi seringkali akan memudahkan jika kita mendefinisikan suatu konduktansi radiasi termal
satuan, atau koefisien perpindahan panas radiasi.
Bila koefisien perpindahan panas radiasi telah dihitung, maka koefisien ini dapat
diperlakukan serupa dengan koefisien perpindahan panas konvenksi, karna laju aliran panasnya
menjadi bergantung secara linear pada beda suhu dan radiasi dapat digabungkan secara mutlak.
j. Radiasi matahari ( solar radiation; juga dikenal dengan istilah radiasi surya )
Radiasi matahari memegang peranan yang penting dalam banyak proses lingkungan
hidup. Semua sember energy yang dipergunakan oleh manusia memperoleh energy yang berasal
dari matahari, dan tumbuh-tumbuhan bergantung pada energy matahari untuk fotosintesa serta
pertumbuhannya. Disebabkan oleh interaksinya dengan nitrogen oksida di atmosfer, energy
matahari juga mempengaruhi kerapatan asbut ( smog; asap dank abut ) juga dikenal dengan
istilah butsap ( kabut asap ) dan polusi udara. Walaupun energy matahari pada dewasa ini tidak
dipakai untuk kegunaan industry, namun tercurah perhatian yang semakin besar mengenai
penggunaan energy matahari secara langsung guna memanaskan rumah dan menyuling air laut
untuk memperoleh air tawar.Radiasi matahari juga merupakan factor yang penting dalam
rancang-bangun kendaraan angkasa luar.

BAB III
PEMBAHASAN
A. PEMBAHASAN ISI BUKU
Pada buku yang pertama bab 8 perpindahan kalor radiasi membahas tentang mekanisme
fisik, sifat-sifat radiasi, faktor bentuk radiasi, hubungan antara berbagai faktor bentuk, pertukaran
kalor antara benda tak hitam, bidang sejajar tak berhingga, perisai radiasi, radiasi gas, jaringan
radiasi untuk medium yang bersifat absorpsi dan transmisi, pertukaran radiasi dengan permukaan
specular, pertukaran radiasi dengan media yang bersifat transmisi, refleksi, dan absopsi,
formulasi untuk penyelesaian numeric, radiasi surya, sifat-sifat radiasi lingkungan, pengaruh
radiasi terhadap pengukuran suhu, dan koefisien perpindahan kalor radiasi.

9
Sedangkan pada buku yang kedua bab 5 perpindahan panas dengan cara radiasi
membahas tentang radiasi termal, radiasi benda hitam, sifat-sifat radiasi, faktor bentuk radiasi,
radiasi didalam kurungan yang permukaan-permukaannya hitam, radiasi didalam kurungan yang
permukaan-permukaannya kelabu, radiasi didalam kurungan yang berisi gas, sifat-sifat radiasi
gas dan uap, radiasi yang tergabung dengan konveksi dan konduksi dan radiasi matahari.

B. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ISI BUKU


 KELEBIHAN
1. Pada buku pertama dan kedua tampilan sampulnya cukup menarik
2. Penjelasan materi kedua buku terlihat sangat bagus karena dilengkapi dengan penjelasan
yang sangat men-detail dan ada keterkaitannya.

 KEKURANGAN
1. Tata bahasa yang digunakan pada kedua buku terlalu tinggi, sehingga pada kedua buku
ini isi bacaannya sulit dipahamin oleh pembaca
2. Buku ini tidak mempunyai ISBN sehingga pembaca tidak terlalu menarik dalam
membacanya.

BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Buku ini layak dibaca dan layak juga dirujuk sebagai bahan studi maupun karya
ilmiah.Hal ini terwujud dengan bukti fisik buku ini yang menyajikan banyak data atau informasi
ilmiah.Dari kesekian banyak kelebihan maka buku ini tidak menutup kemungkinan hanya
dipergunakan bagi kalangan pelajar/mahasiswa atau pakar ilmu, tetapi juga layak bagi guru dan
khalayak umum sebagai bentuk atau cara adaptif mempersiapkan diri untuk menyikapi
perubahan dalam dunia pendidikan yang cenderung dinamis berubah terjadi disekitar kita.

B. SARAN
Menurut saya, buku ini juga masi harus dalam perbaikan. Misalnya pada segi tata bahasa
buku, buku tersebut harus lebih mudah dipahami pembaca dari segi bahasanya untuk dapat
membuat pembaca kelihatan tertarik ketika melihat buku tersebut. Dan dari segi pembahasan,
sebaiknya penulis jangan menjelaskan terlalu panjang, karena hal tersebut bias membuat
pembaca merasa cepat bosan ketika membacanya.

10
DAFTAR PUSTAKA

Buku pertama
J.P. Holman, Ir. E. Jasifi (1984) perpindahan kalor, Jakarta, erlangga

Buku kedua
Frank kreith Arko prijono M.Sc (1994) prinsip-pronsip perpindahan panas, Jakarta, erlangga

11
12