Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH MIOMETRITIS

KELOMPOK 2 :
1. A’YUN FURHATIN
2. DESBITA NIKMMATUL H.

STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG


T.A 2020/2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah berkenan memberi petunjuk dan
hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “ Makalah Miomitritis”.
Dalam menyelesaikan makalah ini penulis banyak sekali mendapat bantuan, dukungan moril maupun
materi dari berbagai pihak dan pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada bapak
Untung Noprianyah, s.pd,m.pd selaku dosen pembimbing dan kepada teman-teman yang sudah
memberikan bantuan dan masukan sehinnga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyajikan
yang terbaik, namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab
itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritikan yang bersifat membangun dari pembaca untuk
kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan dapat dipergunakan dengan
sebaik-baiknya.

Semarang, 03 Februari 2020


DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN......................................................................................................i

KATA PENGANTAR.....................................................................................................ii

DAFTAR ISI...................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

1 Latar Belakang..............................................................................................1

2 Tujuan............................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN

1 Pengertian miometritis..................................................................................2

2 Klasifikasi miometritis ................................................................................5

3 Faktor Predisposisi ........................................................................................6

4 Gejala Miometritis ........................................................................................7

5 Diagnosa Dan Terapi Miometritis ................................................................8

6 Komplikasi ...................................................................................................9

7 Penatalaksanaan Miometritis .......................................................................9

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan...............................................................................................................10

B. saran..........................................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Pada wanita terdapat hubungan dari dunia luar dengan rongga peritonum melalui vulva, vagina,
uterus dan tuba fallopii. Untuk mencegah terjadinya infeksi dari luar dan untuk menjaga jangan sampai
infeksi meluas, masing – masing alat traktus genitalis memiliki mekanisme pertahanan.

Radang atau infeksi pada alat – alat genetalia dapat timbul secara akut dengan akibat meninggalnya
penderita, atau penyakit bisa sembuh sama sekali tanpa bekas, atau dapat meninggalkan bekas seperti
penutupan lumen tuba.

Penyakit akur juga bisa menjadi menahun, atau penyakit dari permulaan sudah menahun.Infeksi
pada uterus menjalar ke tuba Fallopii dan rongga peritonium melalui 2 jalan. Pada gonorhea penyakit
menjalar dari endometrium, sedan ginfeksi puerperal kuman – kuman dari uterus melalui darah dan
limfe menuju parametrium, tuba, ovarium dan rongga peritonium.

Pada makalah ini akan dibahas mengenai miometritis atau radang miometrium yang merupakan
kelanjutan dari penyakit endometritis beserta dengan penanganannya.

2. Tujuan

Agar penulis dapat mengerti dan paham tentang Asuhan kebidanan pada infeksi radang genetalia
interna, khususnya tentang miometritis beserta dengan penatalaksanaannya.
BAB II
PEMBAHASAN

1. Definisi Miometritis / Metritis


Metritis adalah radang miometrium. Metritis adalah infeksi uterus setelah persalinan yang
merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu. Penyakit ini tidak berdiri sendiri tetapi
merupakan lanjutan dari endometritis, sehingga gejala dan terapinya seperti endometritis.

2. Klasifikasi
1) Metritis akut

Metritis Akut biasanya terdapat pada abortus septic atau infeksi postpartum. Penyakit ini tidak
berdiri sendiri, akan tetapi merupakan bagian dari infeksi yang lebih luas. Kerokan pada wanita dengan
endometrium yang meradang (endometritis) dapat menimbulkan metritis akut. Pada penyakit ini
miometrium menunjukkan reaksi radang berupa pembengkakan dan infiltrasi sel-sel radang. Perluasan
dapat terjadi lewat jalan limfe atau lewat trombofeblitis dan kadang-kadang dapat terjadi abses.

2) Metritis Kronik

Metritis kronik adalah diagnosis yang dahulu banyak dibuat atas dasar menometroragia dengan
uterus lebih besar dari biasa, sakit pinggang dan leukorea. Akan tetapi pembesaran uterus pada seorang
multipara umumnya disebabkan oleh pertambahan jaringan ikat akibat kelamin. Bila pengobatan
terlambat atau kurang adekuat dapat menjadi :

a. Abses pelvik

b. Peritonitis

c. Syok septic

d. Dispareunia

e. Trombosis vena yang dalam

f. Emboli pulmonal

g. Infeksi pelvik yang menahun

h. Penyumbatan tuba dan infertilitas

3. Factor Presdiposisi
a. Infeksi abortus dan partus

b. Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim


c. Infeksi post curettage

4. Gejala-gejala
Gejala metristis dan pengobatannya sama dengan gejala dan penanganan endometritis yaitu :

a. Demam

b. Keluar lochea berbau / purulent, keputihan yang berbau

c. Sakit pinggang

d. Nyeri abdomen

5. Diagnosa dan Terapi


Diagnosa hanya dapat dibuat secara patolog anatomis.

6. Komplikasi
Dapat terjadi penyebaran ke jaringan sekitarnya seperti:

a. Parametritis (infeksi sekitar rahim)

b. Salpingitis (infeksi saluran otot)

c. Ooforitis (infeksi indung telur)

d. Pembentukan pernanahan sehingga terjadi abses pada tuba atau indung telur.

7. Penatalaksanaan
Terapi miometritis :

 Antibiotika spektrum luas :

Ampisilin 2 g iv / 6 jam

Gentamisin 5 mg kgbb

Metronidasol 500 mg iv / 8 jam

 Profilaksi antitetanus

 Evakuasi sisa hasil konsepsi

Manajemen:
 Antibiotik kombinasi

 Transfusi jika diperlukan

BAB III

PENUTUP
A. kesimpulan
Mioma uteri atau disebut liomioma, fibromioma dan fibroid adalah neoplasma jinak yang
berasal dari otot uterus dan jaringan ikat dengan ukuran bervariasi.

Menurut, hasil pemantauan ultrasonografik kemungkinan akurat pertumbuhan mioma tidak dapat
dibuat, meningkatnya vaskularisasi dan estrogen menyebabkan pembesaran dan pelunakan mioma,
mengalami degradasi, terjadi torosi dan infeksi.

Pengaruh mioma pada kehamilan dan persalinan : subfertil – fertile, abortus, kelainan letak janin,
distorsi tumor, insersia uteri kala I dan II, anatonia uteri dan lain-lain.

Menurut letaknya, mioma terdiri dari : submukosum, interstisila, subserosum, intaligamenter,


servikal, leiomyoma tosis.Perubahan sekunder meliputi : atrofi, degenerasi hialin, degenerasi kistik,
degenerasi membatu, degenerasi merah, degenerasi lemak.

Gejala primer : perdarahan abnormal, nyeri abdomen, gejala dan tanda penekanan, abortus spontan,
nyeri panggul. Gejala Sekunder : anemia, lemah, pusing, sesak nafas.

Untuk membantu mengegakkan dugaan klinis . yaitu dengan : pemeriksaan bimanual,USG abdominal
klinis dan transvaginal, pemeriksaan ultrasound pelvic, dan uterus sonde.

Komplikasi myoma uteri degenerasi ganas, torsi.

Penatalaksanaan : Konservatif, radioterapi, myomektomi, hysterektomi

B. Saran
Untuk mencegah penyakit tersebut, maka harus di deteksi secara dini dengan cara selalu
memeriksakan kesehatan kepada petugas kesehatan secara rutin.

Demi kesempurnaan makalah kami, maka kami meminta saran serta kritik yang mendukung
demi kesempurnaan makalah ini.

Daftar pustaka
http://giethedoctor..com/2010/04/askeb-miometritis.html

http://www.nurseid.web.id/2010/04/blog-post.html

http://ranuyoso2009.com/2009/10/pengertian-myometritis.html

http://www.scribd.com/doc/48097731/miometritis-makalah