Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sinar X ditemukan oleh Wilhem Conrad Roentgen. Dr. Otto Walkhaff
(dokter gigi) dari jerman adalah orang pertama menggunakan sinar x.
Radiologi adalah cabang atau spesialisasi kedokteran yang berhubungan
dengan studi dan penerapan teknologi pencitraan seperti x-ray dan radiasi
untuk mendiagnosa dan mengobati penyakit.
Fluoroskopi adalah sebuah metode pemeriksaan sinar-X untuk
menghasilkan gambar bersekuel menyerupai video. Metode ini digunakan
untuk mengamati kondisi organ tubuh secara langsung (real time).
Fluoroskopi menggunakan pancaran sinar-X dalam menangkap gambar.
Namun, perbedaannya adalah gambar yang dihasilkan fluoroskopi hanya
memiliki satu sudut pandang. Tujuan dilakukannya fluoroskopi bermacam-
macam. Di antaranya adalah untuk penetapan diagnosis penyakit, memeriksa
kondisi sebelum dan sesudah terapi pengobatan, atau untuk menunjang
pelaksanaan operasi yang berkaitan dengan saluran cerna, jantung, pembuluh
darah, otot, saluran pernapasan, tulang, persendian, paru-paru, serta hati.
Radiografi adalah sinar pengionan (sinar x, sinar gamma) untuk
membentuk bayangan benda yang dapat diamati film. Radiografi umumnya
digunakan untuk melihat benda yang tak tembus pandang, misalnya bagian
dalam tubuh manusia. Selama prosedur radiografi, sinar x dilewatkan melalui
obyek , sebagian besar sinar x diserap, sebagian dihamburkan oleh struktur
obyek dan sinar x yang tersisa ditransmisikan ke detector.
Pesawat General X-Ray 3 Phasa secara umum terdiri dari Control
Table, HTT Tank, X-Ray Tube dan Patient Table. Pada primer Autotrafo dan
HTT dihubungkan secara delta sedangkan pada sekunder autotrafo dan HTT
dihubungkan dengan Star.
1.2 Tujuan
1. Untuk mempelajari X-Ray 3 Fasa secara umum.
2. Untuk mempelajari lebih dalam komponen-komponen penyusun General
X-Ray 3 Fasa.
BAB II
METODE PRAKTIKUM

2.1 Waktu dan Tempat


1. Tempat : Laboratorium Radiologi
2. Waktu : Selasa
2.2 Alat dan Bahan
1. Alat
 Obeng
 Tang
 Multimeter
2. Bahan
 Control table
 HTT Tank
 X-Ray tube unit
 Patient table

2.3 Prosedur kerja


1. Persiapkan alat safety untuk keamanan praktkum seperti sendal dan apron.
2. Persiapkan toolset yang digunakan untuk praktikum.
3. Mempelajari setiap komponen yang ada di control table :
a. Main switch
b. Switch untuk mode Radiografi
c. Switch untuk mode fluoroscopy
d. Line voltage compensator
 Melakukan pengukuran sambungan pada rotari 3 fasa yang
terhubung pada LVC (Line Voltage Compensator) yang ada pada
control table.
e. Line voltage meter
f. KV selektor mayor
 Melakukan pengukuran sambungan rotari 3 fasa pada selector KV
mayor yang terhubung pada autotrafo.
g. KV selektor minor
 Melakukan pengukuran sambungan rotari 3 fasa pada selector KV
minor yang terhubung pada autotrafo.
h. mA control
i. mA limiter
j. Tombol ready
k. Tombol exposure
l. Emergency switch
m. Autotrafo
4. Mempelajari setiap komponen yang ada di HTT Tank :
a. Trafo HTT
 Melakukan pengukuran pada sambungan delta 3 fasa pada primer
HTT dan melakukan pengukuran sambungan star 3 fasa pada
sekunder HTT serta melakukan pengukuran sambungan sekunder
HTT ke setiap rectifier positif dan rectifier negatif.
b. Rectifier
 Mengurutkan setiap arah pada rectifier positif dan pada rectifier
negatif. Melakukan pengukuran sambungan pada rectifier yang
terhubung pada sekunder HTT, kemudian melakukan pengukuran
sambungan rectifier positif yang terhubung pada kabel anoda dan
melakukan pengukuran sambungan rectifier negatif yang
terhubung pada common.
c. Trafo Filamen
 Melakukan pengecekan trafo filamen yaitu pada sekunder trafo
filamen antara common, large dan small.
 Melakukan pengukuran sambungan bagian common terhubung
pada rectifier negatif dan pada switch pemilihan tabung.
 Melakukan pengukuran sambungan bagian large yang tehubung
pada switch pemilihan tabung serta melakukan pengukuran
sambungan bagian small yang terhubung pada switch pemilihan
tabung.
d. Tube selector switch
 Melakukan pengukuran sambungan large, small dan common
pada setiap switch pemilihan tabung.
e. Olie
5. Mempelajari setiap komponen yang ada pada x ray tube unit :
a. Tube housing
b. Insert tube
 Melakukan pembelajaran pada insert tube untuk membedakan
mana komponen anoda dan katoda.
c. Kolimator
 Melakukan pengecekan pada pergerakan kolimator untuk luas
penyinaran yang dilakukan.
d. Filter
e. Stator
f. Olie diesel
6. Mempelajari setiap fungsi komponen yang ada pada patient table :
a. Meja
b. Motor (sliding/tiltling)
c. Bucky kaset
d. Grid
e. Spot film divice
7. Setelah melakukan pembelajar dan pengukuran serta pengecekan pada
general x ray 3 fasa tersebut diharapkan dapat membuat analisis dari
praktikum tersebut.
8. Merapikan semua peralatan praktikum setelah praktikum selesai
dilakukan.
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Data Hasil Pengamatan


Data Alat
1. Control Table

Gambar 3.1 Rangkaian Control Table


Fungsi tiap komponen :
a. Main Switch
Berfungsi untuk menghubungkan supply listik PLN dengan pesawat
roentgen.

Gambar 3.2 Control Table


b. Line Voltage Meter
Berfungsi untuk mengetahui apa tegangan PLN mengalami kenaikan atau
penurunan.
c. Autotrafo
Berfungsi untuk memindahkan daya listrik dari satu rangkaian ke rangkaian
lain dengan cara menaikkan atau menurunkan tegangan keseluruh pesawat.
Autotrafo adalah transformator yang kumparan primer dan kumparan
sekundernya menjadi satu dalam satu core.
d. Line voltage compensator
Berfungsi untuk mengkompensasi nilai tegangan yang diperlukan pesawat
jika terjadi penurunan atu kenaikan pada supply PLN dengan cara mengatur
selector/rotari.

Gambar 3.3 Rotari LVC dan KV


e. KVP selector Mayor
Untuk memilih tegangan tinggi / memilih besarnya beda potensial antara
anoda dan katoda, yang besar selisih tiap terminal x 10 KV dengan cara
mengatur selectro/rotari pada control table.
f. KVP selector Minor
Untuk memilih tegangan tinggi / memilih besarnya beda potensial antara
anoda dan katoda, yang besar selisih tiap terminalnya 1 KV dengan cara
mengatur selectro/rotari pada control table.
g. mA Kontrol
Berfungsi untuk mengatur arus pemanas filament yang kemudian akan
digunakan sebagai penentu besarnya arus tabung yang digunakan.
h. mA limiter
Berfungsi untuk membatasi mengalirnya arus filamen, maksudnya agar
tegangan pemanas filamen di atas sesuai dengan kemampuan kapasitas
filamen tabung rontgen sehingga pemberian tegangan tersebut memberi
pemanasan yang normal.
i. Timer control
Berfungsi untuk menentukan lamanya penyinaran.
j. Rad/Flor Selector
Berfungsi untuk memilih radiografi atau fluorcopy.
k. Tombol Ready
Berfungsi untuk melakukan ready.
l. Tombol Exposure
Berfungsi untuk melakukan expose.
m.Emergency switch
Untuk memberhentikan segala proses yang sedang dilakukan oleh
pesawat rontgen dalam keadaan emergency.

2. HTT Tank

Gambar 3.4 Rangkaian Supply HTT dan filament


Fungsi dari tiap komponen :
a. HTT

Gambar 3.5 HTT


Berfungsi untuk memberikan beda potensial antara anoda dan katoda
dimana anoda harus selalu mendapat polaritas positif dan katoda harus selalu
mendapat polaritas negatif agar elektron-elektron bebas yang ada disekitar
katoda dapat ditarik ke anoda.
b. Trafo Filament
Berfungsi sebagai sumber elektron dan juga sebagai katoda. Terdiri

dari bahan Tungsten yang mempunyai titik lebur yang tinggi 3600 oC
dengan nomor atom 74. Filamen ini berfungsi sebagai sumber elektron
dan juga sebagai katoda.
c. Rectifier
Berfungsi sebagai penyearah tegangan tinggi sebagai input anoda
agar kualitas gambar yang dihasilkan lebih bagus.
d. Tube selector switch
Berfungsi untuk memilih tabung yang akan digunakan.
e. Olie
Berfungsi sebagai pendingin.

3. X-Ray Tube Unit

Gambar 3.6 X-Ray tube unit


Fungsi dari tiap komponen
a. Tube Housing
Gambar 3.7 Tube Housing
Dinding bagian luar tabungdisebut rumah tabung ,terbuat dari metal,
bagian dalamnya terbuat dari lapisan timbal (Pb), Fungsi dinding ini agar
dapat menekan radiasi yang tidak dibutuhkan. Rumah tabung juga
dilengkapi sambungan kabel tegangan tinggi yaitu kabel dari HTT.
b. Insert Tube
Terbuat dari kaca (pyrex) yang tahan panas, karena pada saat
pengeksposan hanya ada 1% sinar-X, dan 99%nya adalah panas. Di
dalam insert tube terdapat bagian-bagian yaitu tabung kaca hampa udara,
anoda dan katoda.
1. Anoda
Elektroda positif biasa juga disebut sebagai target jadi anoda disini
berfungsi sebagai tempat tumbukan elektron. Ada 2 macam anoda yaitu
anoda diam dan anoda putar.
a. Anoda putar (rotating anode)
Anoda putar terbuat dari bahan tungsten. Perputaran anoda dalam tabung
sinar-X tersebut mengakibatkan tumbukan berkas elektron akan merata dan
mampu menahan panas yang ditimbulkan dari tumbukan berkas elektron tersebut,
walaupun dengan waktu eksposi yang lama.

Gambar 3.8 Tabung Rontgen dengan Anoda Putar


2. Katoda
Katoda / filament terbagi 2, yaitu :
a. Katoda Direct
Disebut juga katoda langsung yaitu filament yang sekaligus
berfungsi sebagai katoda.
b. Katoda Indirect
Disebut juga katoda tak langsung yaitu filament hanya berfungsi
sebagai sumber elektron sedangkan katodanya dipisah (didepan
filament), katodanya bisa terhubung dengan transformator filament
atau dengan sumber lain.
Pada katoda juga dipasang Focussing Cup yaitu alat yang
menyerupai mangkok untuk mengfokuskan jalannya electron dari
anoda ke katoda.
c. Kolimator
Kolimator merupakan salah satu bagian dari pesawat sinar-X
yang memiliki fungsi untuk pengaturan besarnya ukuran lapangan
radiasi. Kolimator memiliki beberapa komponen yaitu lampu
kolimator, plat timbal pembentuk lapangan, meteran untuk mengukur
jarak dari fokus ke detektor atau ke film, tombol untuk menghidupkan
lampu kolimasi, dan filter Aluminium (Al) dan/atau tembaga (Cu)
sebagai filter tambahan.

Gambar 3.9 Contoh Kolimator


d. Filter
Filter sebagai penyaring berkas sinar-X yang mempunyai
panjang gelombang pendek. Dimana jenis panjang gelombang tersebut
dapat mengakibatkan kanker kulit.
e. Stator
Berfungsi sebagai alat untuk memutar anoda. Rotor atau
stator ini hanya terdapat pada tabung sinar x yang menggunakan
anoda putar.
f. Oli Dialase
Oli dialase yang berfungsi sebagai bahan isolasi tegangan
tinggi dan juga sebagai pendingin tabung rontgen.

4. Patient Table
a. Meja
Sebagai tempat pasien melakukan pemeriksaan.

Gambar 3.10 Meja Pasien


b. Motor sliding/Teltling
Sebagai control gerakan meja pasien dalam posisi sliding atau tiltling.
c. Bucky kaset
Tempat menaruh kaset
d. Grid
Untuk menahan radiasi hambur agar kualitas gambar yang
dihasilkan makin bagus.
e. Spot film device
Untuk merekan gambar saat dilakukan kegiatan fluoroskopi.
Gambar 3.11 Spot film device

3.2 Pembahasan
1. Switch Pemilihan Tabung X-Ray
Pemilihan tabung memerlukan sambungan tegangan tinggi, supply
filament untuk X-Ray tube, dan rangkaian pemilihan tabung. Tidak disarankan
switch pemilihan tabung dioperasikan selama persiapan ekspose maupun
selama ekspose. Meskipun switch sudah didesain untuk mA tinggi dan
tegangan tinggi, karena kontaknya dapat rusak jika tertutup / terbuka saat
supply tabung posisi ON.
Untuk setiap tabung dipisahkan oleh relay SR1, SR2, SR3. Solenoid
relay S terhubung ke switch pemilihan tabung.
Contoh switch pemilihan sampai 3 tabung seperti di bawah ini.

Gambar 3.12 X-Ray Tube Selector Switch


Pada gambar di atas, dipilih tabung 1. Solenoid relay SR1 aktif dan
kontaknya tertutup, menghubungkan tegangan dari HT+ ke tabung 1. Hal
tersebut juga berlaku sama jika dipilih tabung 2 atau tabung 3. Output sekunder
HTT HT- disambungkan ke common trafo filament dan common dari tabung.
Focus selector digunakan untuk memilih supply untuk filament sebagai
pemilihan small focus / large focus
.
2. Penyearah Gelombang Penuh 3 Phasa
Tujuan penyearah gelombang penuh 3 Phasa yaitu untuk menghasilkan
tegangan kontinyu (dan arus) untuk tabung X-Ray dibandingkan penyearah
gelombang penuh 1 Phasa. Kv mempunyai nilai ripple sampai 20% tergantung
komponen yang digunakan pada rangkaian. Pemilihan komponen yang baik
dapat meminimalkan ripple.
Supply 3 phasa tersambung ke autotransformator, kV selector,
rangkaian ekspose, dan primer autotransformator. Sambungan primer autotrafo
dihubungkan menggunakan sambungan delta dan sekunder autotrafo
dihubungkan menggunakan sambungan star. Rangkaian penyearah
menggunakan 6 dioda, bukan 4 dioda per phasa seperti pada penyearah 1
phasa. Karena sambungan sekunder autotrafo saling berhubungan.
3 fase supply utama terhubung kepada lilitan utama dari trafo tegangan
tinggi yang terhubung dengan “delta”. Ada dua pasang lilitan sekunder; Lilitan
S1A,S2A,S3A,dari satu pasang terhubung secara “bintang”, dan yang lain
terdiri dari lilitan S1B,S2B dan S3B terhubung secara “delta”. Setiap pasang
dari lilitan sekunder, terhubung kepada 6 dioda “perbaikan” untuk membentuk
dua 3fase 6katub circuit “perbaikan” yang terhubung secara seri dengan satu
yang lainya melalui koneksi ground E, dan terseri dengan tabung sinar X. dua
circuit “perbaikan” adalah sama, pada typenya dan fungsinya, seperti Fig.18.30

Gambar 3.13 Rangkaian x ray 3 phase


Kurva di bawah ini menggambarkan output tegangan dari tegangan
rectifier, yakni gambar a dan b dan dapat dilihat ada dua tegangan output dari
fase tersebut dan total tegangan dapat dilihat bentuk gelombangnya pada
gambar c.

Gambar 3.14 Output gelombang yang disearahkan


Amplitudo pada gambar a pada amplitudo gambar b untuk
menghasilkan gelombang pada gambar c yang mengurangi ripple.
Output dari ketiga kv selector adalah hasil dari delta dihubungkan pada
primer masing-masing pada dua trafo HTT, hubungkan secara paralel dua
trafo HTT pada primernya. Sedangkan untuk sekunder trafo HTT
dihubungkan secara star.
Output sekunder trafo HTT dihubungkan ke rangkaian 3 fase 6 pulsa
rectifier. Kemudian dihubungkan pada triode VC1 dan VC2 dihubungkan
antara rectifier dan tabung x-ray.

Gambar 3.15 Rangkaian 3 fase 6 pulsa rectifier


Ekspose dikontrol secara elektro dengan aplikasi grid bias GB. Dan
ekspose yang akurat yang dapat dibuat di bawah 0-0003 sekon atau 0-3
milisekon.
Dengan peralatan pada tipe ini, tabung x-ray sering digunakan secara
bersamaan (terutama untuk pemeriksaan angiografi) dengan
menghubungkannya secara paralel, yang dapat dilihat pad gambar di atas.
Output dari rangkaian tabung filamen x-ray dapat ditingkatkan dengan
menyediakan total kebutuhan normal dari dua tabung.
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktek yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai
berikut :
1. General x- ray 3 phase memiliki terdiri dari control table, HTT tank, patirnt
table dan x ray tube unit yang mana pada bagian-bagian tersebut memiliki
komponen-komponen dan fungsinya masing-masing.
2. Pada HTT sambungan primer HTT digunakan sambungan secara delta dan
pada sekunder HTT digunakan sambungan secara star yang kemudian
dihubungkan pada rectifier untuk disearahkan.
3. Pada general x ray 3 phase untuk sekunder HTT terdapat 3 output-an yaitu
tegangan untuk small focus, large focus, dan common (0). Output-output tadi
terhubung ke 3 set kontaktor yang masing-masing untuk
mengendalikan/mengatur sambungan tegangan ke katoda pemilihan tabung
yaitu tabung I, II, atau III.
DAFTAR PUSTAKA

IlmuRadiologi.”Tabung Sinar-X”.
http://ilmuradiologi.blogspot.co.id/2011/03/tabung-sinar-x.html
Diakses : 16 November 2019

Wanona.M.”Pesawat Sinar-X”.
http://wanona-muti.blogspot.co.id/2012/05/pesawat-sinar-x.html
Diakses : 16 November 2019

Rusmanto.”Kolimator Pesawat Sinar-X dan Permasalahannya”.


http://roes-rusmanto.blogspot.co.id/2012/06/kolimator-pesawat-sinar-x-dan.html
Diakses : 16 November 2019

Laksmita.”Proses Terjadinya Sinar-X”.


http://laksmitanurawaliyah.blogspot.co.id/2013/03/sumber-sumber-radiasi.html
Diakses : 16 November 2019

Trikueni.dermanto.” Rangkaian diagram garis star delta pada motor induksi AC 3


phasa”.
http://trikueni-desain-sistem.blogspot.co.id/2013/08/Rangkaian-Star-Delta.html
Diakses : 16 November 2019
LAPORAN PRAKTIKUM RADIOLOGI LANJUT II
PESAWAT GENERAL X-RAY 3 PHASE

Dosen Pembimbing :
Tribowo Indrato,ST, MT

Disusun Oleh :
1. Eva wardaturrahmah
2. Siti fathul jannah
3. M. Arief al-faqih
4. Rifika dwi Saptania
5. M. Fuad nurillah

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK ELKTROMEDIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN
SURABAYA
TAHUN 2019