Anda di halaman 1dari 2

Cara Membuat Sandal

Bahan Dasar
 Spon Eva Mesin Pon
 Tali Jepit Mesin Gerinda
 Pisau Pon Mesin Press Spon
 Lem Mesin Pelubang Spon
 Matres Logo/Label Putaran/Jepitan emboss
Karateristik
Bahan dasar karet yang berasal dari alam. Hanya menimbulkan sedikit gesekan, bahan
karet akan tetap nyaman digunakan dalam waktu lama.
Selain bahan karet, ada juga sandal berbahan PU (polyurethane) yang terbuat dari hasil
campuran antara bahan karet dan plastik. Bahan ini menghasilkan sandal yang tidak
licin, ringan, tahan gesek, dan lebih tahan terhadap suhu rendah atau tinggi.
Kelebihan
Awet walaupun dipake buat menerjang hujan
Kelemahan
Makin menipis
Sifat Sifat
 Sifat Termal
Polimer sebagai isolator mempunyai sifat termal yang baik walaupun polimer bukanlah
konduktor. Bila ditinjau dari jenisnya, polimer yang dipanaskan ada yang menjadi
lunak namun ada pulak yang menjadi keras. Perubahan ini penting untuk bahan
komponen tertentu.
 Sifat Kelenturan
Karena sifatnya lentur, polimer mudah diolah menjadi produk yang diinginkan. Tapi,
polimer alam lebih untuk diolah sesuai keinginan dibandingkan polimer sintetis.
 Sifat Ketahanan Terhadap Mikroorganisme
Sifat ketahanan terhadap mikroorganisme ini biasanya dipunyai oleh polimer sintetis.
Sedangkan polimer alam seperti sutra, wol, dan polimer alam lainnya tidak tahan
terhadap mikroorganisme.
 Sifat Lainnya
Sifat lain yang dipunyai polimer di antaranya, yakni sebagai berikut :
Ringan, dalam artian rasio bobot/volume kecil;
Tahan korosi dan kerusakan terhadap lingkungan yang agresif;
Dimensinya stabil karena memiliki berat molekul besar; dan lainnya.
Termoplastik Polimer yang termasuk polimer termoplastik adalah jenis polimer
plastik. Jenis plastik ini tidak memiliki ikatan silang antar rantai polimernya, melainkan
dengan struktur molekul linear atau bercabang.
Proses Produksi
1. Pemotongan Material
Pemotongan menggunakan gunting, dilakukan secara manual dimulai dari mengukur
panjang dan lebar untuk satu buah sendal.
2. Pemindahan Material
Setelah material dipotong sesuai ukuran, selanjutnya material dibawa ke tempat proses
pencetakan pola sendal dengan mesin press.
3. Proses Press Pola Sendal
Proses ini, spon yang telah dipotong di beri pola. Cara kerjanya manual, yaitu plat
almunium yang sudah dirancang sebelumnya dipanaskan dengan kompor dibawahnya,
membutuhkan waktu ± 180 detik (tiga menit)/tiap plat.
4. Proses Pemotongan Pola
Proses pemotongan terdiri dari bagian alas berpola, tengah dan bagian pola bawah.
5. Proses Perakitan
Untuk menghasilkan satu buah sendal, pekerja yang merakit berjumlah empat orang
dengan pekerjaan yang mereka lakukan dari mulai memberi lem dan pemasangan
dengan bagian-bagian yang lain. Proses ini menentukan kualitas dari kekuatan sendal
terutama dari pengeleman
6. Proses Amplas
Membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian dari pekerjanya karena jika salah maka
dapat merubah ukuran sendal yang telah ditentukan.
7. Proses Bor
Proses bor / melubangi sendal fungsinya untuk menempatkan capit pada sendal,
terdapat dua pekerja dengan dua unit mesin bor.
8. Proses Pemasangan Capit
Pemasangan capit dilakukan dengan cara membuat dua buah kawat dibentuk
sedemikian rupa untuk digunakan memasukan tudung capit ketiap-tiap lubang sendal..
9. Proses Penyortiran Pemeriksaan dan Packing
Setelah sendal sudah terpasang capit selanjutnya dilakukan penyortiran dan
pemeriksaan baik dari ukuran serta kualitas pengeleman dan penghamplasan. Hal
tersebut sangat mempengaruhi kualitas yang produk yang dihasilkan.

https://www.gurupendidikan.co.id/polimer/
http://cara-mania.blogspot.com/2014/05/cara-dasar-pembuatan-sandal.html
http://wiarsandal.blogspot.com/2014/10/proses-produksi-pembuatan-sandal.html
http://rinapuspita996.blogspot.com/2014/02/polimer-termoplastik-dan-termosetting.html