Anda di halaman 1dari 41

PENYAKIT KUSTA

dr. Sulamsih Sri Budini, Sp.KK


dr. Sitti Hajar, Sp.KK, FINSDV
Skenario
• Seorang pasien laki-laki 30 tahun datang ke
poli kulit dan kelamin dengan keluhan bercak
mati rasa di lengan dan badan.
Foto pasien
Penyakit Kusta
• Merupakan salah satu penyakit menular yang
menimbulkan masalah yang sangat kompleks
baik dari segi medis seperti cacat fisik,
masalah sosial dan ekonomi terkait stigma
masyarakat.
Definisi
• Penyakit kusta adalah penyakit menular
menahun yang disebabkan oleh kuman
Mycobacterium leprae terutama menyerang
saraf tepi , kulit dan organ tubuh lain kecuali
susunan saraf pusat.
Sejarah Pemberantasan Penyakit Kusta
• Zaman purbakala: 2000 th SM, di Mesir dan
India 1400 th SM, dalam kitab Weda, di
Tiongkok 600 SM, di Mesopotamia 400 SM.
• Zaman pertengahan : di Eropa sistem feodal
penderita harus tinggal di Leprosaria.
• Zaman modern : ditemukan kuman kusta
oleh Gerhard Amaeur Hansen ( 1873)
Perkembangan pengobatan kusta

• Thn 1951 dipergunakan Diamino Diphenyl


Sulfone (DDS).
• Thn 1969 pemberantasan penyakit kusta
mulai diintegrasikan di puskesmas.
• Sejak 1982 Indonesia mulai menggunakan
obat kombinasi Multidrug Therapy (
rekomendasi WHO).
Etiologi Penyakit Kusta
Mycobacterium leprae

• Berbentuk batang panjang, sisi paralel dengan kedua ujung


bulat, ukuran 0,3-0,5 mikron x 1-8 mikron.
• Gram positif, tidak bergerak, tidak berspora, dapat tersebar
atau dalam berbagai ukuran bentuk berkelompok.
• Mikroskopis : packet of cigars (globi).
• Basil berkapsul dapat rusak pada pewarnaan karbon fukhsin.
• Tidak tumbuh pada perbenihan buatan.
• Bakteri memerlukan waktu 12-21 hari untuk membelah diri dan
masa tunasnya rata-rata 2-5 tahun.
Cara penularan
• Manusia merupakan sumber penularan M.
Leprae.
• Terjadi apabila kuman utuh keluar dari tubuh
pasien dan masuk ke dalam tubuh orang lain
melalui saluran pernapasan.
• Dapat juga terjadi dengan cara kontak erat
yang lama dengan pasien yang belum minum
obat MDT.
Epidemiologi
• Bukan penyakit turunan
• Semua umur
• Frek tertinggi umur 25 – 35 th
• Anak-anak < 14 th. ± 13 %
• BTA : di kulit, folikel rambut,ASI  jarang pada
kel. keringat, sputum, urin
Faktor Determinan Penyakit Kusta
Host
• Manusia : sumber penularan
• Armadillo, Simpanse dan pada telapak kakitikus yang mempunyai
kelenjar Thymus (Athymic nude mouse).
• Seseorang dalam lingkungan tertentu akan termasuk dalam satu dari
tiga
• kelompok berikut ini, yaitu :
a. Host yang mempunyai kekebalan tubuh tinggi yang merupakan
kelompok terbesar yang telah atau akan menjadi resisten terhadap kuman
kusta.
b. Host yang mempunyai kekebalan rendah terhadap kuman kusta, bila
menderita penyakit kusta bisanya tipe PB.
c. Host yang tidak mempunyai kekebalan terhadap kuman kusta yang
merupakan kelompok terkecil dan bila menderita kusta biasanya tipe MB.
Agent
• Penyebab : Mycobacterium leprae
• Penemu : Gerhard Amaeur Hansen thn 1873.
• Hidup intraseluler : sel saraf (Schwan Cell) dan
sel dari system retikulo endothelial.
• Waktu pembelahan : 2-3 minggu.
• Di luar tubuh manusia (dalam kondisi tropis) :
dapat bertahan sampai 9 hari.
• Pertumbuhan optimal dari kuman kusta adalah
pada suhu 270-300C
Tanda utama penyakit kusta

• Kelainan kulit /lesi dapat berbentuk bercak putih


(hipopigmentasi) atau kemerahan (eritem) disertai mati rasa
(anestesi).
• Penebalan saraf tepi yg disertai gangguan fungsi saraf ( akibat
dari neuritis perifer kronis) berupa:
- Fungsi sensoris : mati rasa
- Fungsi motoris : kelemahan (paresis) atau
kelumpuhan (paralisis otot)
- Fungsi otonom : kulit kering
• Adanya BTA di dalam kerokan jaringan kulit (slit skin smear)
• Tegak kusta : paling sedikit 1 tanda Kardinal
Anamnesis

• Kapan timbul bercak atau keluhan yang ada?


• Adakah anggota keluarga yg mempunyai keluhan yang sama?
• Jika ada apakah anggota kelurga tersebut sudah konsultasi
dengan dokter atau petugas kusta di daerah tersebut ?
• Bagaimana riwayat pengobatanya?
• Apakah penderita sudah pernah minum MDT?
• Jika ya berapa lama?
TANDA TANDA LAIN
DARI KUSTA
• 1. Madarosis
• 2. Hidung pelana
• 3. Gynecomastia
• 4. Kecacatan tangan
• 5. Kecacatan kaki
• 6. Luka pada kaki
• 7. Penebalan cuping telinga
KLASIFIKASI
Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan Bakterioskopik
• Membantu menegakkan diagnosis
• Pengamatan pengobatan
• M. leprae terlihat merah
– solid : batang utuh  hidup
– fragmented : batang terputus  mati
– granular : butiran  mati
Pewarnaan
• Sering dipakai metode Ziehl’s Neelsen

BACTERIAL INDEX (BI)

(-) : Tidak ditemukan BTA dalam 100 LP.


( 1+ ) : 1 - 10 kuman BTA ditemukan dalam 100 LP.
( 2+ ) : 1 - 10 kuman BTA ditemukan dalam 10 LP.
( 3+ ) : 1 - 10 kuman BTA ditemukan dalam rata-rata 1 LP.
( 4+ ) : 10 - 100 kuman BTA ditemukan dalam rata-rata 1 LP.
( 5+ ) : 100 – 1000 kuma BTA ditemukan dalam rata-rata 1 LP.
( 6+ ) : > 1000 kuman BTA ditemukan dalam rata-rata 1 LP.
MORPHOLOGICAL INDEX (MI)

M. leprae yang berbentuk utuh atau solid per 100 Mycobacterium leprae

a. Bentuk utuh (solid) : dinding tidak terputus dan menyerap zat warna
secara merata
b. Bentuk pecah-pecah (fragmented) .
c. Bentuk butir-butir (granulated) .
d. Bentuk globus : sejumlah kuman kusta (50 – 200 kuman) yang utuh
(solid) atau putus-putus (fragmented) atau butir-butir (granulated)
berkelompok dalam suatu bentuk ikatan atau lingkaran.
e. Bentuk kelompok (clumps) : sejumlah kuman kusta bentuk butir-butir
(granulated)membentuk kelompok (pulau-pulau) tersendiri dengan lebih
dari ± 500 BTA.
Pemeriksaan Penunjang
2. Pemeriksaan Histopatologik
– Untuk memastikan gambaran klinis
– Penentuan klasifikasi kusta

3. Pemeriksaan Serologis
– Tes ELISA (Enzyme Linked Immuno-sorbent Assay)
– Tes MLPA (Mycobacterium Leprae Particle
Aglutination)
– Tes ML dipstick (Mycobacterim Leprae dipstick)
Klasifikasi WHO
KLASIFIKASI WHO
Diagnosis Banding
Penyakit kusta ~ The Greatest Immitator

– Dermatofitosis
– Tinea versikolor
– Pitiriasis rosea
– Pitiriasis alba
– Psoriasis
– Neurofibromatosis
– dll
TATA-LAKSANA (1)
1. PENGOBATAN KAUSAL : MDT-WHO
Obat PB (6 bulan) MB (12 bulan)
Rifampicin 600mg /bln, 600mg /bln
*supervised *supervised
DDS 100mg /hari 100mg/hari

Lamprene - 300mg/ bln*


+ 50mg/hari
TATA-LAKSANA (2)
• ALTERNATIF :
Bila salah satu obat MDT tidak bisa diberikan
– Ofloxacine 400mg/hari
– Minocycline 100mg/hari
– Clarithromycine 250mg/hari

CATATAN :
Lama pemberian obat bervariasi, semakin lama
semakin baik
TATA-LAKSANA (3)

2. PENGOBATAN SIMTOMATIS :
 pengobatan ulkus
 pengobatan reaksi
3. PERBAIKAN GIZI/K.U.
4. REHABILITASI MEDIK
5. EDUKASI :
 keteraturan berobat
 pencegahan kecacatan
This is a PB blister pack foradult This is an MB blister pack for
patients. adult patients.
KOMPLIKASI
Skenario
• Seorang pasien laki-laki 30 tahun datang ke
poli kulit dan kelamin dengan keluhan bercak
mati rasa di lengan dan badan.
Anamnesis
• Keluhan utama : bercak merah di lengan dan
punggung
• Riwayat penyakit sekarang:
• Bercak merah awalnya muncul di lengan atas lalu
menyebar bertambah banyak di punggung dan
dada, bercak disertai mati rasa, tidak gatal dan
tidak nyeri. Kulit di kaki terasa kering, disertai
kebas-kebas pada tangan dan kaki, kedua
cupingtelinga menebal dan alis mata rontok.
• Riwayat keluarga dengan sakit yang sama
disangkal
• Riwayat pengobatan : selama ini pasien
berobat di puskesmas, dan belum pernah
mendapatkan terapi MDT
• Riwayat kebiasaan sosial : pasien sekolah di
pesantren dan teman sekolahnya ada yang
sakit seperti pasien.
Pemeriksaan fisik
• Status dermatologis : pada regio lengan dan
punggung serta dada tampak plak eritematus
dengan central healing, batas tegas,bentuk
bervariasi, multipel generalisata.
• Tes sensibilitas : anestesi (+)
• Pemeriksaan saraf tepi : penebalan pada N .
Ulnaris kanan dan kiri. Nyeri (-)
• Pemeriksaan BTA : BI 4+ dan MI 40%
• Berdasarkan anamnesis , pemeriksaan fisik
dan pemeriksaan penunjang maka dapat
ditegakkan diagnosis klinis : MH MB
• Tatalaksana : MDT MB selama 12 bulan.
Terima kasih