Anda di halaman 1dari 17

WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN.

1411-0199

STRATEGI PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA


DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT
(Studi Tentang Pemberdayaan Usaha Kecil Pembuatan Kerupuk Ikan Di Kecamatan
Sukamara Kabupaten Sukamara Propinsi Kalimantan Tengah)
Strategies of the Sukamara Regency Government in Empowering Community Economic
(Study about Empowerment of Fish Chips Small Businesses at the Sukamara Sub District,
Central Kalimantan).

ISWAN GEMAYANA
Mahasiswa Program Magister Ilmu Administrasi Publik, PPSUB

Sukanto dan Ismani HP


Dosen Jurusan Ilmu Administrasi Publik, FIAUB

ABSTRAK

Penelitian berawal dari latar belakang masalah tentang upaya oleh pemerintah
kabupaten Sukamara dalam memberdayakan usaha kecil pembuatan kerupuk ikan di
Kecamatan Sukamara kabupaten Sukamara mengingat sampai saat ini, masih belum
mampu menjadikan usaha kecil pembuat kerupuk ikan sebagai produk unggulan. Tujuan
dari penelitian ini ialah untuk mendiskripsikan dan menganalisis: (1) Potensi usaha kecil
pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara, (2) Strategi
pemberdayaan usaha kecil pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara Kabupaten
Sukamara dan (3) Faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam pemberdayaan usaha
kecil pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara.
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kwalitatif
dengan lokasi penelitian pada pengusaha kecil pembuatan kerupuk di Kecamatan Sukamara
Kabupaten Sukamara Propinsi Kalimantan Tengah. Analisis yang dilakukan dengan
mengikuti model Miles Huberman yaitu analisis interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah
Kabupaten Sukamara dalam memberdayakan pengusaha kecil pembuat kerupuk ikan telah
dilakukan, namun belum bisa dilakukan secara maksimal mengingat Pemerintah Kabupaten
Sukamara sebagai pemerintahan baru hasil pemekaran mengalami beberapa kendala
diantaranya keterbatasan personil, alokasi anggaran masih terserap untuk pembuatan
infrastruktur gedung-gedung perkantoran pemerintah dan penataan organisasi kedalam.
Beberapa rekomendasi dalam rangka melakukan strategi pemberdayaan pengusaha
kecil pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara kabupaten Sukamara: (1) Mengisi
kekosongan jabatan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sukamara dengan
pejabat-pejabat yang berkompeten dibidangnya, (2) Memberikan pinjaman berupa dana
pinjaman bergulir tanpa bunga, pemberian pelatihan manajemen perusahaan dan strategi
pemasaran kepada para pengusaha kecil pembuat kerupuk ikan di Kabupaten Sukamara, (3)
Mendorong terbentuknya kemitraan bapak angkat antara tiga perusahaan besar yang ada
dengan para pengusaha kecil pembuat kerupuk ikan dan memfasilitasi bagi keberadaan
LSM dan Perguruan Tinggi yang ada di Propinsi Kalimantan Tengah untuk menjadikan
para pengusaha pembuat kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara
sebagai wadah binaannya.

Kata kunci: pemberdayaan ekonomi masyarakat, kerupuk ikan

185
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

ABSTRACT

This research begin with problems background about efforts by the Sukamara
Regency Government in empowering fish chips making small businesses in Sukamara sub
district, Sukamara regency recall to so far unable to make the small businesses as a
superior product. This research was aimed at describing and analyzing: (1) small
businesses potential at the Sukamara sub district of Sukamara regency (2) empowerment
strategies for the small businesses at the Sukamara sub district, Sukamara regency (3)
inhibiting and supporting factors in empowering the small businesses at the Sukamara sub
district, Sukamara regency.
It is qualitative research with location at fish chips small entrepreneur at the
Sukamara sub district, Sukamara Regency, Central Kalimantan province. The used analysis
is Miles Huberman, it is interactive analysis. The Sukamara regency government is one of
new government result from dividing of West Kotawaringin Regency that is divided into
three governments, Sukamara Regency, Lamandau Regency and Kotawaringin Regency.
Fish chips making has potential for development because the raw material potential, the
availability of labors and open market opportunities.
The results showed that efforts done by the Sukamara Regency in empowering the
small businesses, but can not be done as maximally because it is new government as
division result, it has obstacles such as limited personnel, budget allocation that is absorbed
into infrastructure making for governmental office building and internal improvement.

It can be recommended that some steps in empowering the small businesses at the
Sukamara sub district, Sukamara regency are: (1) filling the vacant position in Industrial
and Trade Agency of the Sukamara Regency with competent official, (2) giving non-
interests loan in the form of grant, giving management and marketing strategy training to
the small businesses at the Sukamara regency (3) encouraging the partnership among three
existing company with the small businesses and facilitating the existence of the NGO and
Institute for Higher Education at the Central Kalimantan to make the small business as their
learners.

Keywords: empowerment, community economics, small business

PENDAHULUAN Dalam pembangunan nasional, usaha kecil


sebagai bagian integral dunia usaha
Usaha kecil dan menengah di Indo- merupakan kegiatan ekonomi rakyat
nesia telah menjadi tulang punggung mempunyai kedudukan, potensi, dan peran
kekuatan ekonomi nasional. Mereka berada yang strategis untuk mewujudkan struktur
diseluruh pelosok bergerak dalam berbagai perekonomian nasional yang makin
bidang kehidupan ekonomi bersama pelaku seimbang berdasarkan demokrasi eko-
ekonomi lainnya. Negara Republik Indonesia nomi.
yang berdasarkan Pancasila dan Undang- Administrasi publik mempunyai pe-
Undang 1945 melaksanakan Pembangunan ranan yang sangat penting dalam
Nasional yang bertujuan mewujudkan kelangsungan hidup dari peradapan
masyarakat adil dan makmur yang merata manusia, karena administrasi publik
materiil dan spirituil bagi seluruh rakyat mempunyai fungsi kemampuan untuk
Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut mengkoordinasikan berbagai macam
pemerintah, dunia usaha dan masyarakat energi sosial yang sering kali bertentangan
telah dan akan terus melaksanakan satu sama lain dalam suatu organisme yang
pembangunan nasional. bulat padu, sehingga energi-energi tersebut

186
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

dapat bergerak sebagai kemampuan dari bidang-bidang ekonomi, sosial, dan politik
satu kesatuan. serta pendayagunaan sumber daya alam,
Administrasi publik berkaitan erat keuangan dan manusia untuk kepentingan
dengan lembaga eksekutif, legislatif dan semua pihak, yakni pemerintah, swasta dan
yudikatif. Sasaran kebijakan administrasi rakyat dalam cara yang sesuai dengan
publik juga meliputi semua bidang dan prinsip-prinsip keadilan, kejujuran,
semua kativitas yang menjadi sasaran persamaan, efisiensi, transparansi, dan
kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan- akuntabilitas.
kebijkan sektor publik seperti salah Sehubungan dengan hal tersebut,
satunya usaha kecil. Kebijakan desen- usaha kecil perlu lebih diberdayakan dalam
tralisasi sebagaimana dituangkan dalam memanfaatkan peluang usaha dan menja-
UU No. 22 tahun 1999 Tentang Peme- wab tantangan perkembangan ekonomi di
rintah Daerah telah mulai dilaksanakan masa yang akan datang. Menurut Undang-
sejak tanggal 1 Januari 2000, diharapkan Undang Republik Indonesia Nomor 9
akan lebih memberikan peluang pada Tahun 1995 Tentang Usaha Kecil, Bab I,
perubahan kehidupan peme-rintahan Pasal 1, Ayat 1, Pemberdayaan adalah
daerah yang demokratis untuk mende- upaya yang dilakukan oleh pemerintah,
katkan pemerintah dengan rakyat-nya, dunia usaha, dan masyarakat dalam bentuk
yang pada gilirannya akan me-ningkatkan penumbuhan iklim usaha, pembinaan, dan
kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. pengembangan sehingga usaha kecil
Hakekat demokratis adalah keterlibatan mampu menumbuhkan dan memperkuat
rakyat baik dalam penye-lenggaraan dirinya menjadi usaha yang tangguh dan
pemerintahan, pembangunan dan mandiri.
pelayanan publik. Disamping itu juga Krisis ekonomi yang berkepanjangan
memberikan kesempatan bagi daerah untuk sampai sekarang tidak pelak lagi terkait
mengembangkan dan mengelola segenap langsung dengan sejumlah “salah atur”
potensi daerah untuk kemajuan pemba- sehingga menggerogoti sistem per-
ngunan bagi daerahnya dengan mem- ekonomian Indonesia. Kesalahan utama
berikan tekanan pada prinsip-prinsip bersumber pada keengganan menata
demokrasi, peran serta masyarakat, peme- dengan jelas faktor-faktor produksi yang
rataan dan keadilan, serta memperhatikan menentukan hajat hidup orang banyak
potensi dan keragaman daerah. Dengan seperti tanah, mineral dan hasil laut. Dalam
otonomi daerah tersebut memungkinkan kata lain penerjemahan Pasal 33 UUD
daerah dalam hal ini pemerintah daerah 1945 tidak pernah dirumuskan dengan
untuk mengambil langkah-langkah strategi rinci, lengkap dan tuntas, bahkan
yang lebih tepat dalam rangka pelaksanaannya lebih banyak ditentukan
pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai oleh tafsiran pihak yang sedang berkuasa
dengan potensi di daerah. akibatnya terjadi salah kaprah yang
Dalam teori dan praktek pemerintahan semakin lama semakin parah.
modern diajarkan tentang penyelenggaraan Dalam upaya agar lebih tahan banting,
suatu pemerintahan (state) yang tatanan ekonomi Indonesia mesti diberi
mensyaratkan pada upaya untuk bersama- landasan yang kukuh, diantaranya dengan
sama melibatkan partisipasi segenap menciptakan ekonomi pasar yang sehat dan
komponen masyarakat (civil society) dan penghapusan monopoli. Maka untuk itu
swasta (private sector) guna menciptakan diupayakan usaha membangun masyarakat
pemerintahan yang demokratis dalam yang mengandung “relevansi emansi-patoris”
rangka menuju pada pemerintahan yang yaitu dengan mengupayakan pemberdayaan
baik (good governance). Konsep good masyarakat, yang bukan
governance menunjuk pada proses saja memerangi kemiskinan dan
pengelolaan pemerintahan melalui kesenjangan, tetapi juga memungkinkan
keterlibatan stakeholders yang luas dalam

187
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

masyarakat untuk menjadi lebih aktif, menciptakan ketergantungan usaha-usaha


penuh inisiatif dan mandiri. besar dan menengah terhadap pasar luar
Pemihakan kepada golongan ekonomi negeri. Dengan kata lain, usaha yang
lemah ini adalah dengan upaya pening- berkesinambungan harus ditunjang dengan
katan pada kemampuan lembaga usaha pasar lokal yang kuat. Berkembangnya
kecil untuk memperbesar akses mereka usaha kecil yang banyak tersebar di
pada modal, pasar, sumber daya, infra- daerah-daerah akan mampu menaikkan
struktur dan produksi, karena kesemua itu daya beli masyarakat yang merupakan
penting bagi pengembangan kelemba-gaan pendukung potensial pasar dalam negeri.
yang memungkinkan golongan ekonomi Kabupaten Sukamara merupakan
lemah dapat berswadaya. Dengan salah satu pemerintahan baru yang
demikian konteks pemberdayaan usaha dibentuk dari hasil pemekaran Kabupaten
kecil adalah peningkatan kemampuan Kotawaringin Barat menjadi tiga Kabupaten
kelembagaan usaha kecil agar dapat yaitu Kotawaringin Barat, Kabupaten
tangguh dan mandiri. Sukamara dan Kabupaten Lamandau.
Pemberdayaan atau empowerment Sedangkan Kabupaten Suka-mara
merupakan salah satu strategi atau para- mempunyai 3 (tiga) kecamatan yaitu
digma pembangunan yang diimple- Kecamatan Sukamara, Kecamatan Balai
mentasikan dan dikembangkan dalam Riam dan Kecamatan Jelai. Pembentukan
kegiatan pembangunan, terutama di Kabupaten Sukamara berdasarkan Undang-
negara-negara berkembang. Paradigma ini undang Nomor 5 Tahun 2002 tentang
muncul sebagai jawaban atau reaksi dari Pembentukan Kabupaten Katingan,
kegagalan pembangunan yang cenderung Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara,
sentralistis, (Korten, 1988) Model tersebut Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung
memberi kesempatan kepada rakyat untuk Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten
ikut terlibat dalam proses pembangunan, Murung Raya Dan Kabupaten Barito
terutama dalam proses pengambilan Timur Propinsi Kalimantan Tengah.
keputusan, perencanaan, pelaksanaan dan Ditinjau dari sosial kemasyarakatan,
evaluasi program pembangunan. masyarakat Kecamatan Sukamara
Pemberdayaan usaha kecil harus lebih Kabupaten Sukamara adalah masyarakat
diarahkan untuk meningkatkan kemam- yang heterogen. Berbagai lapisan dan
puan pengusaha kecil menjadi tangguh dan status masyarakat ada di kecamatan ini.
mandiri yang pada akhirnya menjadi Hal ini tidak dapat dipungkiri karena
pengusaha menengah. Diakui bahwa adanya faktor yang mendukungnya,
pemberdayaan usaha kecil menghadapi diantaranya karena usaha perkebunan dan
beberapa kendala seperti tingkat ke- usaha kayu. Yang paling menarik di
mampuan, keterampilan, keahlian, mana- Kecamatan ini adalah adanya sentra usaha
jemen sumber daya manusia, kewira- kecil pembuatan kerupuk ikan. Pekerjaan
usahaan, pemasaran dan keuangan. Lemah- ini ditekuni sebagai pekerjaan pokok atau
nya kemampuan manajerial dan sumber sampingan dan menjadi sumber
daya manusia ini mengakibatkan pengu- pendapatan utama atau pendapatan
saha kecil tidak mampu menjalankan sampingan untuk memenuhi kebutuhan
usahanya dengan baik. hidup. Produksi juga dikenal sebagai
Usaha kecil adalah bentuk pereko- “Kerupuk Ikan Sukamara”.
nomian rakyat yang apabila diberdayakan Usaha kecil pembuatan kerupuk ikan
akan mampu memecahkan masalah-ma- ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat
salah dasar pembangunan Indonesia seperti sekitar Kabupaten Sukamara dan
pengangguran, juga mampu membantu sekitarnya, namun sudah terkenal di
tercapainya pertumbuhan ekonomi Propinsi Kalimantan Barat, Kalimantan
nasional. Selain itu, peran usaha kecil Selatan, bahkan sampai di Kota Semarang
dalam menciptakan usaha yang tidak Propinsi Jawa Tengah. Pembeli produk

188
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

tersebut dari berbagai daerah di wilayah pusat melalui instansi-instansinya yang ada
Kabupaten Sukamara dan sekitarnya serta di propinsi maupun kabupaten seperti
pembeli dari luar Kabupaten Sukamara Dinas Perindustrian, Perdagangan dan
yang datang untuk belanja kerupuk ikan Koperasi sering melakukan pengawasan
dan sejenisnya, baik itu untuk dikonsumsi dan pembinaan, baik dari segi kelengkapan
sendiri maupun untuk diperdagangkan. perijinan usaha maupun segi bantuan
Badai krisis ekonomi Indonesia sejak permodalan, produksi dan teknologi serta
tahun 1997 menyebabkan turunnya per- pemasaran. Program pemberdayaan yang
mintaan di beberapa bidang usaha. Se- dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten
bagai sentra produksi pembuatan kerupuk Sukamara adalah memberi kebebasan
ikan dengan berbagai macam bentuk kepada masyarakat Kecamatan Sukamara
produksinya, masyarakat Kecamatan dalam berusaha dan mengembangkan
Sukamara juga tidak lepas dari terpaan usahanya dengan memberikan kemudahan-
krisis ekonomi yang mengakibatkan biaya kemudahan dalam pengurusan ijin usaha
produksi meningkat, meningkatnya harga dan penyediaan fasilitas tempat usaha
bahan baku, namun harga jual produk tidak sebagai sentra usaha kerupuk ikan.
meningkat. Pada awalnya terjadi Pemerintah memberikan peluang yang luas
penurunan produksi karena permintaan untuk berkembangnya usaha kecil kerupuk
turun, tetapi beberapa lama terjadi ikan. Kondisi ini didukung adanya
peningkatan permintaan, yang secara tidak kebijakan pembangunan masyarakat,
langsung menuntut adanya peningkatan misalnya gerakan cinta produk Indonesia,
produksi kerupuk ikan tersebut. pengembangan produk unggulan daerah,
Perkembangan kondisi dinamika dan berbagai kegiatan promosi. Dalam hal
pengusaha kecil kerupuk ikan ini pemasaran, Pemerintah Kabupaten
disebabkan oleh antara lain dinamika dan Sukamara selalu menyediakan stand-stand
mobilitas sosial masyarakat yang berupaya khusus untuk hasil usaha kerupuk ikan
saling memberdayakan diri dalam sektor dalam setiap pameran pembangunan di
usaha kerupuk ikan. Melihat prospek yang daerah maupun di luar daerah.
cukup bagus di sektor usaha kerupuk ikan, Hal lain yang berperan dalam
anggota masyarakat yang semula sebagai pemberdayaan usaha kecil kerupuk ikan
pekerja pada salah satu usaha kerupuk ikan adalah pihak swasta. Para pihak swasta
memberanikan diri untuk mendirikan baik secara langsung maupun tidak
sendiri usaha kerupuk ikan dengan modal langsung telah ikut berperan dalam proses
pengalaman dan keterampilan serta pemberdayaan usaha kecil kerupuk ikan
tabungan yang dimilikinya. Kondisi intern dengan bentuk kemitraan usaha dalam
masyarakat yang memang memiliki aspek permodalan dan pemasaran. Dilihat
potensi untuk berkembang dengan adanya dari komponen yang terlibat dalam
usaha yang dimiliki dan menguatkan hasrat pengembangan usaha kecil kerupuk ikan,
untuk lebih berdaya mendorong baik itu faktor internal maupun faktor
masyarakat yang menggeluti usaha kecil eksternal tentunya bisa diasumsikan bahwa
kerupuk ikan untuk meningkatkan pengusaha kecil kerupuk ikan ada yang
produksi baik secara kualitas maupun sudah mapan dan maju serta berkembang.
kuantitas. Memang ada yang sudah maju dan
Pemberdayaan usaha kecil pembuatan berkembang, namun ada juga yang masih
kerupuk ikan ini di dalam belum maju dan berkembang atau istilah
perkembangannya juga turut didorong oleh lainnya masih jalan di tempat (stagnant),
pemerintah dan pihak swasta serta dan yang sudah maju dan berkembang saja
kondisi lingkungan. Pemerintah kabupaten masih memerlukan pemberdayaan untuk
maupun propinsi serta pusat berupaya bisa tetap tangguh dan mandiri serta bisa
dalam memberikan perhatian dalam menanjak menjadi pengusaha menengah.
pemberdayaan usaha kecil. Pemerintah Sedangkan yang stagnant masih

189
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

memerlukan pemberdayaan untuk bisa meningkatkan perekonomian dan


terus menjalankan usahanya. keberdayaan dirinya.
Berdasarkan pada uraian latar Penelitian ini difokuskan pada proses
belakang masalah tersebut di atas, maka deskripsi dari berbagai faktor yang
permasalahan yang menjadi kajian di berhubungan dengan pemberdayaan
dalam penelitian ini dirumuskan sebagai : ekonomi masyarakat sehingga dapat
(1) Bagaimana Potensi Usaha kecil mengembangkan usaha serta terjaminnya
pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan keberlanjutan usaha, dalam rangka
Sukamara Kabupaten Sukamara ?; (2) meningkatkan perekonomian dalam jangka
Bagaimanakah Strategi pemberdayaan panjang.
usaha kecil pembuatan kerupuk ikan di Dari uraian di atas dan berdasarkan
Kecamatan Sukamara Kabupaten masalah penelitian serta tujuan penelitian,
Sukamara ?; (3) Faktor-faktor apakah yang maka yang menjadi fokus dalam penelitian
merupakan penghambat dan pendukung adalah :
dalam pemberdayaan usaha kecil a. Potensi Usaha Kecil pembuatan
pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara
Sukamara Kabupaten Sukamara ? Kabupaten Sukamara : aspek pro-
Berdasarkan pada uraian latar duktivitas, dan aspek permodalan,
belakang dan perumusan masalah tersebut b. Stretegi pemberdayaan usaha kecil
di atas, maka tujuan penelitian ini adalah pembuat kerupuk ikan dalam aspek:
mendeskripsikan dan menganalisis: (1) Pembangunan Prasarana Umum,
Potensi usaha kecil pembuatan kerupuk Peningkatan Kemampuan Manajerial,
ikan di Kecamatan Sukamara Kabupaten Pemeliharaan Pelestarian Lingkungan.
Sukamara; (2) Strategi pemberdayaan c. Faktor-faktor pendukung dan peng-
usaha kecil pembuatan kerupuk ikan di hambat dalam pemberdayaan usaha
Kecamatan Sukamara Kabupaten Suka- kecil pembuatan kerupuk ikan di
mara; (3) Faktor-faktor penghambat dan Kecamatan Sukamara, Kabupaten
pendukung dalam pemberdayaan usaha Suka-mara: faktor penghambat dan
kecil pembuatan kerupuk ikan di faktor pendukung.
Kecamatan Sukamara Kabupaten Suka- Adapun sumber data dari penelitian
mara. ini adalah Informan, Tempat dan peris-
tiwa, Dokumen.

METODE PENELITIAN Lokasi dan Situs Penelitian


Penelitian ini dilakukan di Kecamatan
Berdasarkan masalah yang ingin Sukamara Kabupaten Sukamara, Propinsi
diteliti, penelitian ini termasuk jenis pene- Kalimantan Tengah. Dipilihnya Keca-
litian deskriptif dengan analisis kualitatif, matan Sukamara sebagai lokasi penelitian
karena peneliti akan mengumpulkan dan dilakukan secara sengaja (purposive)
menganalisa bukti empirik (data) secara karena keunikan yang dimilikinya, yaitu :
sistematis agar dapat memahami fenomena “Usaha Kecil Pembuatan Kerupuk Ikan”
sosial yang tengah diteliti dengan maksud ini cukup terkenal tidak hanya di
untuk menentukan, menjelaskan, dan Kabupaten Sukamara dan sekitarnya,
memperoleh gambaran yang mendalam namun sudah terkenal di Propinsi
mengenai makna dan proses dari berbagai Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan,
faktor yang berhubungan dengan bahkan sampai di Kota Semarang Propinsi
Pemberdayaan Usaha Kecil dalam rangka Jawa Tengah.
mengembangkan usahanya, khususnya
bagi masyarakat yang berusaha di bidang
pembuatan makanan ringan yakni usaha
kecil pembuatan kerupuk ikan agar dapat

190
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

HASIL DAN PEMBAHASAN mengembangkan usahanya dimaksud tidak


saja memproduksi kerupuk ikan, namun
Potensi Usaha Kecil Pembuatan dikembangkan dengan memproduksi
Kerupuk Ikan di Kecamatan Sukamara kerupuk udang. Dimana usaha
Usaha kecil pembuatan kerupuk di pengembangan produksi kerupuk ikan dan
Kecamatan Sukamara dimulai sekitar kerupuk udang diawali pada tahun 1991.
tahun 1987-an oleh beberapa keluarga saja, Keberadaan kelompok pembuat
salah satunya Bapak Said dan Ibu Siti kerupuk ikan “Sukma Jaya” telah
Tawadudiah yang pada awalnya mendorong beberapa anggota masyarakat
merupakan usaha sampingan, dimana pada lain untuk ikut memproduksi kerupuk ikan,
waktu itu masih memproduksi kerupuk bahkan beberapa pengusaha yang dulunya
dalam jumlah relatif kecil. Untuk membuat kerupuk ikan hanya sebagai
melaksanakan proses produksinya, usaha usaha sampingan telah mengkhususkan
kerupuk ikan ini masih mempergunakan untuk berusaha dan bergerak di bidang
peralatan tradional. Seiring dengan usaha pembuat kerupuk ikan.
perjalanan waktu, dengan pangsa pasar Sampai dengan tahun 2004 KPKI
yang relatif masih terbuka dan semakin telah mempunyai jumlah anggota sebanyak
meningkatnya permintaan kerupuk, 55 orang yang tersebar dalam 2 Kelurahan
beberapa masyarakat sekitarnya ikut yaitu Kelurahan Mendawai dan Kelurahan
membuat kerupuk ikan. Padang. Dari jumlah 55 pengusaha
Berdasarkan kenyataan bahwa pembuat kerupuk ikan tersebut telah
prospek usaha kerupuk ini semakin menyerap tenaga kerja sebanyak 275
diminati oleh konsumen tidak saja oleh orang dengan rata-rata per usaha
masyarakat Kecamatan Sukamara namun melibatkan 5 orang. Beberapa pengusaha
sudah dikenal dan diminati juga oleh pembuat kerupuk ikan telah menunjukkan
masyarakat sekitar Kecamatan Sukamara kemajuannya baik dalam keragaman
bahkan sudah mulai dikenal juga oleh produk yang dihasilkan maupun jumlah
sebagian masyarakat Kotawaringin Barat, produksinya. Mereka itu antara lain Bapak
maka sekitar tahun 1990 Bapak Said, Ibu Said dan Ibu Siti Tawadudiah yang telah
Siti Tawadudiah beserta beberapa orang mempunyai tenaga kerja sebanyak masing-
pengusaha kerupuk ikan mendirikan masing 15 orang dan 11 orang. Dengan
Kelompok Pembuat Kerupuk Ikan (KPKI) keragaman produk masing-masing 6 jenis
“Sukma Jaya” dengan jumlah anggota dan 4 jenis.
sebanyak 15 orang beserta pengurusnya. Bahan dasar pembuatan kerupuk ikan
terdiri dari tepung dan ikan. Tepung bisa
a. Aspek Produktivitas didapat dipasaran, namun bahan ikan
KPKI yang dibentuk oleh beberapa diperoleh dari pencari ikan yang ada di
pengusaha kerupuk ikan bertujuan untuk sungai yang berada di Kecamatan
menampung para pengusaha kerupuk Sukamara Kelurahan Mendawai dan
dalam mengatasi berbagai macam masalah Kelurahan Padang yang bernama sungai
dan merupakan wadah organisasi bagi Jelai. Sebagian masyarakat Kelurahan
segenap pengusaha kerupuk di wilayah Mendawai dan Kelurahan Padang bekerja
Kecamatan Sukamara yang semakin sebagai nelayan. Hasil tangkapan ikan
banyak. Para anggota KPKI yang berada di tersebut ada yang dijual langsung ke
Kecamatan Sukamara ini senantiasa pengusaha pembuat kerupuk ikan yang
berusaha meningkatkan mutu dan jumlah langsung datang ke lokasi nelayan dan
produksinya serta terus berusaha untuk terkadang dibeli oleh tengkulak atau dijual
memperbaiki kualitas produksinya dengan ke masyarkat umum sebagai lauk.
mencoba berbagai komposisi bahan baku Beberapa pengusaha pembuat ke-
untuk mendapatkan komposisi bumbu rupuk ikan terkadang menghadapi ke-
kerupuk ikan yang enak rasanya serta

191
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

terlambatan bahan baku yang disebabkan Kebijakan besarnya harga jual produk
oleh kondisi sungai yang meluap di waktu kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara,
musim hujan sampai terjadi banjir. Juga Kabupaten Sukamara ditentukan dengan
oleh kurangnya debit air yang ada di memperhatikan biaya produksi yang
sungai Jelai sehingga hasil tangkapan ikan meliputi : harga bahan baku, biaya proses
relatif sedikit. produksi dan keuntungan yang didasarkan
Bahan baku kerupuk ikan berupa Ikan pada perhitungan break event point per
yang ditangkap di Sungai Jelai, juga unit barang ditambah dengan prosentase
didapatkan olah masyarakat Kecamatan yang diharapkan. Dalam menjalankan
Jelai (Kecamatan yang wilayahnya terletak usahanya, industri kecil kerupuk ikan di
disepanjang pantai laut) yang bekerja Kecamatan Sukamara, Kabupaten
sebagai nelayan di laut Jawa. Selain bahan Sukamara tidak dapat menghindari adanya
baku ikan diperlukan juga bahan baku persaingan-persaingan dengan perusahaan
tepung yang sangat besar. Tepung bahan yang sejenis, baik pesaing-pesaing dari
dasar pembuatan kerepuk ikan ini bisa perusahaan kerupuk di wilayah Kalteng
didapat dari pasar di Kecamatan Sukamara. sendiri maupun dari luar daerah Kabupaten
Tepung tersebut dipasok oleh pedagang Sukamara.
dari Pulau Jawa dengan menggunakan Adapun perusahaan kerupuk ikan
kapal dagang dengan ukuran yang relatif yang menjadi pesaing bagi usaha industri
kecil. Pada waktu-waktu tertentu misalnya kecil kerupuk ikan di Kecamatan Suka-
pada bulan desember dimana gelombang mara ini, antara lain :
laut cukup besar, kapal-kapal dagang akan 1. Kerupuk Ikan Pipih (Kuala Pembuang-
menghentikan sementara kegiatannya Kalteng)
menunggu laut teduh, hal ini akan 2. Kerupuk Ikan Finna (Sidoarjo).
mengakibatkan stok tepung di pasar 3. Kerupuk Ikan Sekar Group (Kalsel).
kekosongan dan terjadinya ketidakstabilan 4. Kerupuk Ikan Dorang (Kalbar).
harga tepung. 5. Kerupuk Ikan Kopti (Kaltim).
Pemasaran untuk industri kecil 6. Kerupuk lain yang sejenis dan lain-lain.
kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara Persaingan yang terjadi pada produk
pada saat pertama kali berdiri mempunyai kerupuk ikan pada umumnya pada kualitas,
daerah pemasaran terbatas pada lingkup rasa, bentuk, ukuran dan harga termasuk
pasar di Kecamatan Sukamara saja. didalamnya cara pengemasannya. Pesaing
Dengan bertambahnya kapasitas produksi yang dirasakan cukup berat yang dirasakan
yang didukung adanya kegiatan promosi, industri kecil kerupuk ikan, adalah
industri kecil kerupuk ikan di Kecamatan perusahaan kerupuk ikan “Finna” dan
Sukamara ini mampu memperluas daerah “Sekar Group”, karena mereka sebagai
pemasarannya. Hingga saat ini usaha leader yang mempunyai rasa dan kualitas
industri kecil kerupuk ikan selain memiliki unggul. Oleh karena itu, industri kerupuk
daerah pemasaran di wilayah Kabupaten ikan di Kecamatan Sukamara berusaha
Sukamara juga telah mempunyai daerah untuk memberikan rasa, warna, bentuk,
pemasaran lainnya meliputi wilayah kota- ukuran yang sama dengan perusahaan
kota di Kalimantan Tengah, Kalimantan pesaingnya dan memberikan harga yang
Barat, Banjarmasin, dan Semarang. lebih rendah serta kualitas yang sepadan
Prosentase volume penjualan ke daerah agar dapat bersaing di pasaran.
pemasaran yang paling besar adalah
Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 55% b. Aspek Permodalan
yang disusul dengan daerah pemasaran Kondisi permodalan para pengusaha
Kalbar (15%), Kalimantan Selatan kerupuk ikan di wilayah Kecamatan
(17,5%), Semarang (7,5%) dan daerah sukamara yang tergabung dalam
pemasaran lainnya mencapai 5% pada Kelompok Pembuat Kerupuk Ikan (KPKI)
tahun 2003. “Sukma Jaya” yang berjumlah 55 anggota

192
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

ditambah pengurusnya mempunyai variasi tangga dan badan usaha. Berkaitan dengan
yang berbeda ada yang relatif sudah mapan prasarana jalan dan jembatan di Kabupaten
ada juga yang bermodalkan sangat kecil. Sukamara, ada beberapa kondisi jalan dan
Kondisi sebagian besar anggota KPKI jembatan yang menghubungkan jalur lalu
“Sukma Jaya” yang mempunyai aset usaha lintas antar daerah yang mengalami
dan omset usaha yang relatif kecil beberapa kerusakan. Beberapa ruas jalan
pengurus KPKI “Sukma Jaya” telah yang rusak, terjadi di daerah sepanjang 20
berusaha untuk mengajukan pinjaman ke Km yang menghubungkan antara
Pemerintah Kabupaten Sukamara pada Kabupaten Sukamara dengan Kabupaten
tahun 2004 untuk minta tambahan Lamandau. Sedangkan prasarana pasar di
pinjaman dana bergulir tanpa bunga yang Kecamatan Sukamara oleh pemerintah
sebelumnya telah digulirkan pada tahun Kabupaten Sukamara pada tahun 2004 ini
1996 oleh Pemerintah Kabupaten masih dalam proses pembangunan dan
Kotawaringin Barat sebelum dimekarkan diharapkan pada pertengahan 2005, pasar
sebesar Rp.30.000,000,- (Tiga puluh Juta yang merupakan pasar induk Kabupaten
Rupiah). Namun permohonan tambahan Sukamara selesai tepat waktu dan dapat
pinjaman dana bergulir tersebut belum bisa membantu untuk memasarkan beberapa
terealisir. produk usaha termasuk industri kecil
Beberapa dampak dari pemekaran pembuatan kerupuk ikan. Guna menjual
Kabupaten Kotawaringin Barat terhadap dan meluaskan pemasaran kerupuk dari
daerah yang dimekarkan termasuk di produksi anggota KPKI pihak pemerintah
dalamnya Kabupaten Sukamara ber- Kabupaten Sukamara dalam segala event
implikasi pada penataan organisasi ke seperti Hari Jadi Kabupaten, Hari Ulang
dalam yang tentunya menyerap banyak Tahun Republik Indonesia dan hari-hari
waktu, tenaga dan dana APBD Kabupaten besar tertentu lainnya mengadakan stand
Sukamara. Sedangkan dari pinjaman pihak pameran produk daerah.
perusahaan yang berada di Kecamatan
Sukamara diberikan oleh perusahaan b. Peningkatan Kemampuan
perkebunan kelapa sawit “Sungai Rangit” Manajerial
yang memberikan pinjaman kepada Bapak Kwalitas dan produk kerupuk ikan
Said sebesar Rp.50.000.000,- (Lima Puluh sangat terkait dengan proses pemilihan
Juta Rupiah) namun bersifat pribadi yang bahan baku, dengan bahan baku yang baik
digunakan untuk mengembangkan usaha dengan harga pembelian yang murah dan
pembuatan kerupuk dengan omset tersedianya selalu stok dipasaran untuk
penjualannya yang mencapai 7 – 8 pembuatan kerupuk ikan. Berkaitan
juta/bulan dengan bunga lunak sebesar dengan peningkatan kemampuan
10%/pa. pengusaha pem-buatan kerupuk ikan di
Kecamatan Sukamara. Pemerintah
Strategi Pemberdayaan Kabupaten Suka-mara melalui Dinas
Usaha Kecil Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten
Sukamara telah mengadakan kegiatan
a. Pembangunan Prasarana penyuluhan lapang-an ke para pembuat
Umum kerupuk ikan melalui wadah organisasi
Pembangunan prasarana jalan dan KPKI “Sukma Jaya” guna meningkatkan
jembatan bagi kemajuan dan mobilitas kwalitas pemilihan bahan baku
perekonomian di suatu daerah sangatlah Berkaitan dengan naik turunnya harga
penting terutama akses jalan yang menuju bahan baku baik bahan baku tepung
daerah kota, pasar, dan desa yang potensial tapioka ataupun bahan baku ikan ber-
bagi proses produksi baik dalam bidang dasarkan penjelasan dari Bapak Soewanto
produksi pertanian, produksi perkebunan, telah disarankan untuk mengusahakannya
maupun bagi daerah industri kecil rumah sendiri melalui wadah Kelompok Pembuat

193
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

Kerupuk Ikan “Sukma Jaya” yang membeli Bertitik tolak dari arah kebijakan
dari agen dalam jumlah yang cukup bagi Pemerintah Kabupaten Sukamara tersebut,
proses produksi seluruh anggota KPKI maka dalam rangka pemberdayaan masya-
“Sukma Jaya” dalam waktu 30 hari. Dan rakat khususnya para pengusaha kerupuk
bahan baku ikan memang terjadi beberapa ikan di Kecamatan Sukamara telah dapat
kendala karena selama ini stok bahan baku dirasakan hasilnya oleh masyarakat di
ikan masih sangat tergantung dari hasil Kelurahan Mendawai dan Kelurahan
tangkapan ikan dari alam yaitu sungai di Padang. Dimana pengembangan usaha
Kecamatan Sukamara. Namun guna kerupuk di dua kelurahan di Kecamatan
merealisasikan pembelian tepung yang Sukamara telah menyerap tenaga kerja.
dilakukan oleh KPKI “Maju Jaya” ada Selain itu pemerintah Kabupaten
kendala soal dana yang sangat terbatas. Sukamara juga memberikan penyuluhan-
Sisi lain penyediaan bahan baku penyuluhan akan pentingnya memproduksi
pembuatan kerupuk ikan dari bahan baku kerupuk ikan yang beraneka ragam dan
ikan selama ini masih disediakan dan mengikutsertakan pada even-even tertentu,
dikelola secara tradisional dimana masya- pameran expo baik tingkat kabupaten
rakat desa tetangga mendapatkannya maupun antar propinsi seperti yang baru
langsung dari alam sebagai mata saja dilakukan pada tanggal 2 Agustus
pencaharian sampingan. 2004 mengikuti pameran produk-produk
Kesemua pengusaha pembuat ikan di usaha kecil yang dilaksanakan di
Kecamatan Sukamarta pada dasarnya telah Banjarmasin Kalimantan Selatan. Dengan
mendapatkan penyuluhan tentang pening- mengikuti pameran produk-produk
katan produksi dari Dinas Perindustrian kerupuk ikan diharapkan akan menjadi
dan Perdagangan Kabupaten Sukamara semangat dan inspirasi guna membuat
Proses pengemasan yang selama ini produksi kerupuk dengan aneka rasa,
dilakukan dengan memakai teknologi bentuk dan kemasan yang lebih inovatif.
hanya oleh pengusaha yang mempunyai Program Bapak Angkat di lokasi
omset penjualan diatas Rp. 5.000.000,- usaha kecil membuatan kerupuk ikan di
yaitu pengusaha Bapak Said dan Ibu Siti Kecamatan Sukamara belum dapat berjalan
Tawadudiah. Mereka sudah memberikan sebagaimana mestinya, namun dari peng-
sablon merk pada kemasan plastiknya dan amatan peneliti di lapangan sebenarnya
mengepres plastik dengan alat pres plastik ada satu perusahaan perkebunan kelapa
sehingga terlihat lebih rapi. Disamping itu sawit Sungai Rangit yang memberikan
juga produk kerupuk ikan di Bapak Said pinjaman kepada pengusaha kerupuk ikan
dan Ibu Siti Tawadudiah telah dimintakan yang bernama Bapak Said, namun
ijin dari Departemen Kesehatan Kabupaten pinjaman yang diberikan itu sifatnya
Sukamara. pribadi bukan untuk organisasi KPKI.
Sedang pengusaha yang lain seperti
Ibu Indarwati dan Bapak Hadi telah juga c. Pemeliharaan Pelestarian
mempunyai ijin dari Departemen Lingkungan
Kesehatan Kabupaten Sukamara namun Pelestarian lingkungan alam sangat
pengemasan produk masih dilakukan penting artinya bagi kelangsungan
sederhana sama seperti pengusaha kerupuk keseimbangan lingkunan hidup. Perusakan
ikan yang lainnya yaitu dengan alam oleh sekelompok orang tentu akan
memberikan nama produk yang dihasilkan mempengaruhi ekosistem yang ada. Sungai
dengan memberikan label foto copy Jelai yang terdapat di Kecamatan
selembar kertas kecil yang dimasukkan Sukamara merupakan sumber penghasilan
pada kemasan, selanjutnya kemasan yang bagi masyarakat sekitar dan juga bagi
ada disulut dengan api kecil supaya bisa kelangsungan pembuatan kerupuk ikan di
menyatu. Kecamatan Sukamara mengingat bahan
baku ikan di dapat dari nelayan yang

194
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

mencari ikan di sungai Jelai. Berkaitan Faktor Penghambat dan


dengan upaya pelestarian alam, pemerintah Pendukung
Kabupaten Sukamara melalui Kantor
Camat Sukamara telah berupaya a. Faktor Penghambat
melestarikan dan menjaga keberadaan Beberapa faktor penghambat bagi
sungai Jelai dari perusakan oleh manusia kemajuan usaha pembuatan kerupuk ikan
yaitu dengan memasang papan-papan dibagi dalam 2 kelompok yaitu : Faktor
larangan mencari ikan dengan internal dan faktor eksternal. Faktor
menggunakan alat strum atau racun ikan internal berkaitan erat dengan rendahnya
Penebangan hutan yang dilakukan kemampuan manajerial pengusaha industri
oleh masyarakat di Kecamata Sukamara kecil kerupuk ikan, rendahnya tingkat
juga mempunyai andil terhadap hasil pendidikan dan ketrampilan, terbatasnya
tangkapan ikan oleh nelayan bila musim modal kerja dan rendahnya etos kerja dari
kemarau tiba. Volume air di sungai Jelai pengusaha kerupuk. Data tentang tingkat
menurun drastis, namun bila musim hujan pendidikan dan pengusaha yang telah
tiba sering terjadi luapan air yang disertai memperoleh ketrampilan khusus
dengan banjir. Penebangan hutan terjadi pembuatan kerupuk ikan dengan waktu
hampir di seluruh Kecamatan Sukamara lebih dari 24 jam didominasi pengusaha
oleh masyarakat di Kecamatan Sukamara kerupuk ikan tidak tamat SD sampai tamat
sendiri. Mereka menebang pohon SD yaitu sejumlah 34 orang atau 61%,
umumnya masyarakat yang miskin yang selanjutnya tamat SMP sebanyak 15 orang
sehari-hari bekerja sebagai tenaga kasar. atau 27%, selanjutnya tamat SMA
Masalah ilegal logging merupakan sebanyak 5 orang atau 9% dan pendidikan
masalah yang sulit diatasi mengingat D1 – D4 sebanyak 1 orang atau 2% dari
perusakan tersebut tak saja dilakukan oleh jumlah 55 orang pengusaha kerupuk ikan.
masyarakat miskin namun juga oleh Sedang keterampilan yang dimiliki oleh
pengusaha kayu dengan berpuluh-puluh pengusaha dengan mendapatkan pelatihan
anak buahnya, dengan menggunakna di atas 24 jam dari data belum ada yang
gergaji mesin. Penindakan terhadap memperoleh pelatihan khusus.
perusak hutan juga sulit dilakukan Faktor penghambat lainnya adalah
mengingat para pengusaha kayu illegal faktor eksternal yang disebabkan oleh
melakukan upaya suap terhadap petugas beberapa faktor seperti beberapa pengurus
keamanan yang ada dari kelompok pembuat kerupuk ikan yang
Bahan baku ikan kecuali ditangkap masih mementingkan kepentingan pribadi
langsung dari sungai juga bisa diusahakan daripada kepentingan seluruh anggota
dengan budidaya ikan dalam keramba, kelompok, faktor yang kedua adalah belum
seperti yang dilakukan oleh beberapa terjadi sistem Bapak Angkat terutama 3
petani ikan di sekitar sungai Jelai yang perusahaan besar terdiri dari 2 perusahaan
mendapatkan binaan dari Dinas Perikanan Perkebunan Kelapa Sawit dan satu
dan Kelautan. perusahaan Penggergajian Kayu, yang
Budidaya ikan dalam keramba dalam ketiga adalah pemerintah Kabupaten
jumlah yang cukup juga akan bisa Sukamara merupakan pemerintah baru
menjamin stok bahan baku pembuatan hasil pemekaran dari Kabupatenwaringin
kerupuk ikan dan harga bahan baku ikan Barat sehingga perhatian ke usaha kecil
yang sering mengalami kenaikan yang pembuatan kerupuk belum sepenuhnya
tajam mengingat terbatasnya hasil dapat dicurahkan.
tangkapan ikan di sungai Jelai. Demikian
penjelasan lanjutan oleh Bapak Kasum b. Faktor Pendukung
Kinsi. Dengan era otonomi daerah meru-
pakan modal yang sangat kuat dan harapan
yang lebih besar bagi suatu daerah guna

195
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

mengembangkan daerahnya sesuai dengan Namun potensi yang ada itu rupanya
potensi yang ada dalam suatu daerah, terkendala oleh kurangnya kemampuan
disamping itu juga dapat digali potensi para pengusaha industri kecil dalam aspek
yang terpendam guna dikelola secara pendanaan guna membantu pengusaha
maksimal untuk kepentingan masyarakat kecil tersebut mengembangkan usahanya
daerah itu. baik untuk proses produksi, yang dimulai
Sehubungan dengan pemberdayaan dengan proses pemilihan bahan baku
usaha kecil pembuatan kerupuk ikan di sampai dengan kegiatan pemasaran
Kecamatan Sukamara ada beberapa faktor produksi kerupuk ikan juga dipakai untuk
pendukung bagi kemajuan usaha mengembangkan guna menambah kapa-
pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan sitas jumlah produksi kerupuk ikan.
Sukamara mempunyai potensi yang besar Guna mempertajam analisis pem-
untuk ditingkatkan, hal ini berkaitan bahasan berkaitan dengan potensi usaha
dengan masih tersedianya jumlah tenaga kecil kerupuk ikan di Kecamatan
kerja yang ada diwilayan Kecamatan Sukamara, berikut akan kami bahas dari
Sukamara, tersedianya dalam jumlah yang “Perspektif teoritis, Aturan formal”
cukup bahan baku ikan dan masih Dari sudut pandang teori : salah satu
tingginya permintaan pasar akan kerupuk pendapat dinyatakan oleh Kartasasmita
ikan. (1996) harus memenuhi persyaratan
Faktor lain yang menjadi pendukung sebagai berikut:
adalah dengan semakin ketatnya kasus a. Kegiatan yang dilaksanakan harus
illegal logging, maka banyak pula terarah bagi atau menguntungkan
masyarakat yang berpotensi mengalihkan masyarakat yang lemah;
usahanya ke sektor lain. Untuk wilayah b. Pelaksanaan yang dilakukan oleh
Kecamatan Sukamara usaha kecil masyarakat sendiri, dimulai dari
pembuatan kerupuk ikan salah satunya. pengenalan apa yang dilakukan;
c. Karena masyarakat yang lemah sulit
untuk bekerja sendiri-sendiri akibat
Pembahasan Umum kekurangberdayaannya, maka upaya
pemberdayaan masyarakat menyangkut
1. Potensi Usaha Kecil Pembuatan pula pengembangan kegiatan usaha
Kerupuk Ikan di Kecamatan bersama (cooperative) dalam kelompok
Sukamara yang dapat dibentuk atas dasar wilayah
Suatu rangkaian kegiatan usaha tempat tinggal;
tentunya harus memperhitungkan terlebih d. Menggerakkan partisipasi yang luas
dahulu kemampuan / pontensi yang ada, dari masyarakat untuk turut serta
guna dikembangkan dan dimanfaatkan membantu dalam rangka kesetia-
semaksimal mungkin guna bermanfaat kawanan sosial, di sini termasuk
bagi usahanya. keikutsertaan orang-orang setempat
Usaha kecil pembuatan kerupuk ikan yang telah maju, dan anggota masya-
di Kecamatan Sukamara mempunyai rakat mampu lainnya, organisasi ke-
potensi untuk dikembangkan hal ini terkait masyarakatan, termasuk LSM,
dengan ketersediaan bahan baku ikan yang perguruan tinggi dan sebagainya.
didapat dari sungai Jelai dan Laut Jawa. Penerapan kebijakan pemberdayaan
Beberapa potensi lagi bahwa tersedianya dengan menciptakan suasana pengem-
jumlah tenaga kerja yang cukup guna bangan kegiatan usaha bersama (co-
menggerakkan segenap komponen di operative) telah terjadi dengan ter-
wilayah Kelurahan Mendawai dan bentuknya Kelompok Pembuatan Kerupuk
Kelurahan Padang untuk menjadikan suatu Ikan Sukma Jaya yang dibentuk pada tahun
daerah pusat industri kecil pembuatan 1990. Namun upaya penyuluhan dan
kerupuk ikan. pembinaan belum bisa dilakukan hal ini

196
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

terlihat tidak ada anggota yang mengikuti 2. Pemberdayaan Usaha Kecil


pelatihan teknis produksi pembuatan Beberapa upaya guna member-
kerupuk ikan yang efektif dan efisien dayakan usaha kecil pembuatan kerupuk
dengan teknologi yang terjangkau. ikan telah dilakukan oleh pemerintah
Sedang untuk upaya pemerintah Kabupaten Sukamara diantaranya dengan
sebagai fasilitasi guna melibatkan dilakukannya penyuluhan-penyuluhan
partisipasi dari pihak swasta, organisasi langsung ke pengusaha pembuatan
LSM juga Perguruan Tinggi belum kerupuk ikan melalui Organisasi
dilakukan dengan baik. Kelompok Pembuat Kerupuk Ikan (KPKI)
Kecamatan Sukamara yang di Sukma Jaya guna bisa meningkatkan
wilayahnya terdapat 3 perusahaan besar kualitas dan kwantitas produksi kerupuk
yang terdiri dari 2 perusahaan ikan serta strategi pemasaran diantaranya
perkebunan kelapa sawit dan 1 dengan mengikutsertakan dalam berbagai
perusahaan penggergajian kayu berpotensi event Pekan Produksi Usaha Kecil baik
untuk ikut berpartisipasi guna kemajuan Tingkat Kabupaten ataupun Tingkat
bagi organisasi KPKI baik itu melalui : Propinsi.
Dana Kemitraan (Bapak Angkat), Dana Guna membuat penajaman pem-
Bergulir ataupun Dana Pinjaman dari bahasan tentang strategi pemberdayaan
BUMD / BUMN dengan bunga rendah. usaha kecil oleh pemerintah Kabupaten
Pinjaman dana bergulir dari Sukamara berikut akan dilihat dari
pemerintah juga relatif kecil yaitu sebesar “Perspektif/sudut pandang teoritis”,
Rp. 30.000.000,- bagi 55 pengusaha kecil “Aturan kebijakan pemerintah Kabupaten”.
kerupuk ikan. Sedang ajuan tambahan dana Dilihat dari sudut pandang teoritis : salah
sebesar Rp. 100.000.000,- yang diajukan satu pendapat disampaikan oleh Karta-
ke pemerintah belum dapat cair mengingat sasmita (1995), mengemukakan Peme-
belum dialokasikan dalam APBD 2004. rintah dalam hal ini sebagai “agen
Pelibatan unsur LSM dan Perguruan perubahan” dapat menerapkan kebijakan
Tinggi sebagai komponen yang berpotensi pemberdayaan masyarakat miskin dengan
guna melibatkan pembinaan juga belum 3 (tiga) arah tujuan, yaitu:
dilakukan di wilayah Kecamatan Suka- a. Enabling, maksudnya menciptakan
mara. Dari sudut aturan kebijakan peme- suasana atau iklim yang memung-
rintah Kabupaten Sukamara: Pemerintah kinkan potensi masyarakat untuk
Kabupaten Sukamara secara aturan telah berkembang.
merencanakan penanganan usaha kecil b. Empowering, bertujuan untuk mem-
dengan dikeluarkannya Perda Nomor 7 perkuat potensi atau daya yang dimiliki
tahun 2003 tentang Pembentukan Orga- oleh rakyat dengan menerapkan
nisasi dan Tata Kerja Dinas Kabupaten langkah-langkah nyata, menampung
Sukamara namun dalam implementasinya berbagai masukan dan menyediakan
Perda belum dapat berfungsi dengan prasarana dan sarana yang diperlukan.
maksimal mengingat jabatan penting bagi c. Protecting, artinya melindungi dan
usaha kecil sampai dengan saat ini masih membela kepentingan masyarakat
belum terisi diantaranya Kepala Bidang lemah.
Industri Kecil Perdagangan dan Koperasi Penciptaan enabling, dengan sasaran
Seksi Industri Aneka Kecil dan Menengah, penciptakan suasana atau iklim yang
Seksi Sarana dan Prasarana Industri memungkinkan potensi masyarakat untuk
sehingga penanganan industri kecil oleh berkembang belum dilakukan secara
Dinas Perindustrian dan Perdagangan maximal hal ini terlihat dengan masih
belum maximal dilakukan. lemahnya kondisi keuangan rata-rata
pengusaha kecil pembuat kerupuk ikan
sehingga mereka tidak dapat mengembang-
kan usahanya secara maximal, pemberian

197
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

pelatihan teknis juga belum pernah guna, pemberian pinjaman khusus berupa
dilakukan guna mengenalkan dan dana pinjaman bergulir tanpa bunga yang
mensosialisasikan berbagai macam lebih besar nilainya dan mendorong dan
teknologi tepat guna berupa pemberian alat menciptakan pengurusan perijinan baik
rajang / potong kerupuk ikan sebanyak 2 berupa ijin usaha ataupun ijin dari Dinas
buah dengan maksud untuk memberikan Kesehatan bagi makanan ringan juga
dorongan kepada pengusaha yang lain memfasilitasi secara aktif program Bapak
memakai alat tersebut, namun ternyata alat angkat dengan perusahaan besar yang ada
rajang tidak dapat berfungsi dengan baik di wilayah Kabupaten Sukamara. Upaya
dan tidak mendapatkan penanganan yang lain juga perlu untuk berkoordinasi
perbaikan pemakaian teknologi tersebut dengan Dinas Perikanan guna
untuk pembuatan kerupuk ikan. pengembangan budidaya ikan dalam
Menciptakan empowering yang keramba dan hal yang sangat penting
bertujuan untuk memperkuat potensi atau adalah mendorong pihak keamanan untuk
daya yang dimiliki oleh rakyat dengan menertibkan kasus illegal logging,
menerapkan langkah-langkah nyata, mengingat dampak penebangan hutan yang
menampung berbagai masukan dan berakibat pada penggundulan hutan
menyediakan prasarana dan sarana yang mempunyai potensi banjir dan kekeringan.
diperlukan. Dilihat dari sudut pandang Aturan:
Keberadaan prasarana rakyat sangat Keinginan Pemerintah Daerah Kabupaten
menunjang kelancaran proses Sukamara terhadap pengembangan
perekonomian di wilayah sukamara, dan perekonomian masyarakat yang berskala
pada tahun ini di wilayah Kecamatan usaha kecil sangat besar, keinginan
Sukamara sedang dibangun prasarana tersebut dapat dilihat pada arah kebijakan
pasar berupa pembangunan pasar induk pembangunan ekonomi Kabupaten Suka-
pemerintah Kabupaten Sukamara yang mara yang tertuang dalam Poldas tahun
diharapkan tentunya ikut mendorong 2003.
pemasaran produksi kerupuk ikan. Merealisasikan pemberdayaan ekono-
Namun kondisi prasarana jalan yang mi masyarakat tersebut Pemerintah
menuju Kabupaten Lamandau ternyata Kabupaten Sukamara telah menyusun
dalam kondisi yang rusak dengan aspal pedoman pelaksanaannya yang tertuang di
yang berlobang hal ini tentunya punya dalam Renstra Kabupaten Sukamara.
pengaruh untuk kelancaran transportasi. Pemberdayaan ekonomi masyarakat
Sedangkan upaya protecting ditujukan Kabupaten Sukamara sebagai sebuah
untuk melindungi dan membela kepen- Kabupaten yag baru dibentuk sudah
tingan masyarakat luas. Kondisi pengusaha seharusnya mewujudkan pelayanan prima
kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara kepada masyarakat yang dicerminkan
yang tergabung dalam organisasi KPKI dengan penyelenggaraan adminisrasi
Sukma Jaya terbanyak dari kalangan yang pemerintahan dan pembangunan secara
mempunyai kemampuan baik dana tertib maka perlu segera dibentuk
maupun manajerial yang lebih untuk peran kelembagaan, penataan aparatur daerah
pemerintah Kabupaten Sukamara diperlu- baik kuantitas maupun kualitas,
kan guna melindungi dan mengembangkan penyediaan pembiayaan dan penyiapan
produksi kerupuk ikan guna kelangsungan peraturan daerah serta penyiapan sarana
dan peningkatan taraf hidup masyarakat dan prasarana kerja pemerintahan.
Kecamatan Sukamara. Namun dalam pelaksanaannya sampai
Bentuk perlindungan dari pemerintah dengan saat ini, pemerintah Kabupaten
kiranya dapat dilakukan dengan berperan Sukamara masih belum dapat ber-
lebih besar baik dalam penyuluhan dan konsentrasi pada pengembangan usaha
pembinaan produksi kerupuk ikan, kecil pembuatan kerupuk ikan, hal ini
pengenalan dan pemakaian teknologi tepat terlihat masih belum dapat berjalan secara

198
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

maximal Dinas Perindustrian dan dan jumlah tenaga kerja yang cukup,
Perdagangan Kabupaten Sukamara yang dengan adanya pemekaran Kabupaten
hanya dijabat oleh 4 orang dengan 6 orang Sukamara maka semangat otonomi daerah
stafnya. Pemerintah Kabupaten Sukamara proses pemberdayaan usaha kecil di
yang merupakan kabupaten baru hasil lingkungan Kecamatan Sukamara kedepan
pemekaran masih berkonsentrasi pada akan semakin mendapat perhatian yang
penataan organisasi dan pembangunan lebih besar untuk peningkatan kemajuan
infrastruktur bangunan gedung-gedung pembuatan kerupuk ikan.
atau fasilitas perkantoran. Pemerintah
Kabupaten Sukamara juga belum
mengeluarkan kebijakan yang lebih KESIMPULAN DAN SARAN
terfokus berupa SK. Bupati yang mengarah
langsung pada pengembangan produksi Kesimpulan
pembuatan kerupuk ikan. Guna melindungi Berdasarkan hasil penelitian dan
kelestarian hutan dan ekosistem laut yang pembahasan terhadap fokus permasalahan
berhubungan dengan kelangsungan yang diteliti pada bab sebelumnya, maka
penyediaan bahan baku ikan, pemerintah peneliti sampai pada kesimpulan sebagai
Kabupaten Sukamara perlu mengeluarkan berikut :
aturan pelarangan perusakan hutan dan
ekosistem laut guna mendukung 1. Potensi Usaha Kecil Pembuatan
perundangan yang telah ada. Kerupuk Ikan
Potensi usaha kecil pembuatan
3. Faktor Penghambat dan Faktor kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara
Pendukung mempunyai peluang untuk dikembangkan,
Faktor penghambat dalam upaya hal ini disebabkan oleh tersedianya bahan
pemberdayaan usaha kecil pembuatan baku ikan, jumlah tenaga kerja yang cukup
kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara namun pengelolaannya selama ini masih
Kabupaten Sukamara dibedakan dalam dua dilakukan dengan proses produksi yang
kategori yaitu : masih tradisional belum memakai
a. Faktor internal : yaitu faktor yang teknologi tepat guna. Dilihat dari
disebabkan oleh komponen-komponen kemampuan permodalan para pengusaha
penghambat dari dalam yang meliputi pembuat kerupuk ikan juga relatif
rendahnya kemampuan managerial para pengusaha kecil yang bermodalkan
pengusaha kecil pembuat kerupuk ikan, terbatas. Program Bapak Angkat kepada 3
tingkat pendidikan dan ketrampilan pengusaha besar yang ada di Kecamatan
yang masih redah, terbatasnya modal Sukamara juga belum dilakukan hal yang
kerja dan rendahnya semangat kerja. sama juga tidak melibatkan pihak LSM dan
b. Faktor eksternal : yaitu faktor yang Perguruan Tinggi guna melakukan langkah
disebabkan oleh komponen-kom-ponen pembinaan.
penghambat dari luar seperti adanya
perilaku pengurus KPKI Sukma Jaya 2. Pemberdayaan Usaha Kecil
yang cenderung egois, perhatian Upaya yang dilakukan oleh peme-
pemerintah yang belum maksimal, rintah dalam memberdayakan usaha kecil
belum adanya peran partisipasi dari pembuatan kerupuk ikan sudah diren-
LSM, swasta dan perguruan tinggi guna canakan dalam Poldas tahun 2003 dan
ikut secara langsung memberdayakan Renstra Kabupaten Sukamara melalui
pengusaha kecil. Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Sedang faktor pendukung dalam Kabupaten Sukamara, namun dalam
proses pemberdayaan usaha kecil pembuat implementasinya upaya untuk menciptakan
kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara iklim yang memungkinkan potensi masya-
disamping tersedianya bahan baku ikan rakat untuk berkembang, menyediakan

199
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

prasarana dan sarana yang diperlukan serta para pengusaha kecil pembuat kerupuk
melindungi kepentingan masyarakat lemah ikan yang tergabung dalam organisasi
belum sepenuhnya dapat dijangkau KPKI Sukma Jaya.
mengingat jumlah pegawai yang menjabat Sementara itu juga perencanaan untuk
di Dinas Perindutrian dan Perdagangan difasilitasi bagi LSM dan Perguruan Tinggi
Kabupaten Sukamara masih banyak yang untuk menjadikan usaha kecil pembuatan
kosong. Sehingga upaya untuk kerupuk ikan sebagai wadah Pembina-
memberdayakan pengusaha pembuat annya.
kerupuk ikan belum dilakukan secara 2. Kosongnya jabatan di lingkungan
maximal. Dinas Perindutrian dan Perdagangan
Kabupaten Sukamara perlu untuk segera
3. Faktor Penghambat dan Faktor diisi dengan tujuan program pemberdayaan
Pendukung pada usaha kecil pembuatan kerupuk ikan
Faktor penghambat dibedakan dalam di Kecamatan Sukamara akan dapat
dua kategori yaitu : dijalankan dengan maximal dan perlu
a. Faktor internal : yang meliputi ren- untuk dibuatkan kebijaksanaan peraturan
dahnya kemampuan managerial para larangan penebangan hutan dan perusakan
pengusaha kecil pembuat kerupuk ikan, keseimbangan ekosistem laut yang akan
tingkat pendidikan dan ketrampilan sangat mempengaruhi keberadaan ikan.
yang masih redah, terbatasnya modal Aturan larangan tersebut diperlukan guna
kerja dan rendahnya semangat kerja. mendukung perundangan yang telah ada.
b. Faktor eksternal : adanya perilaku 3. Perlu dilakukan upaya-upaya
pengurus yang cenderung egois, per- yang lebih terfokus guna meningkatkan
hatian pemerintah yang belum maxi- ketrampilan pembuatan kerupuk ikan,
mal, belum adanya peran partisipasi pemberian dana pinjaman bergulir tanpa
dari LSM, swasta dan perguruan tinggi bunga kepada pengusaha kecil pembuatan
guna ikut secara langsung mem- kerupuk ikan, pelatihan manajemen
berdayakan pengusaha kecil. perusahaan, strategi pemasaran dan
Sedang faktor pendukung dalam mendorong bagi pihak lain seperti LSM
proses pemberdayaan usaha kecil pembuat dan Perguruan Tinggi untuk menjadikan
kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara di usaha pembuatan kerupuk tersebut sebagai
samping tersedianya bahan baku ikan dan wilayah binaannya.
jumlah tenaga kerja yang cukup juga
dengan adanya pemekaran kabupaten maka
dengan semangat otonomi pemberdayaan DAFTAR PUSTAKA
usaha kecil di lingkungan Kecamatan
Sukamara kedepan akan semakin men- Brown, Richard D, and George J. Petrello.
dapat perhatian yang lebih besar untuk 1978. Introduction To Business An
peningkatan kemajuan pembuatan kerupuk Integration Approach, Glencoe
ikan. Press, Beverly Hills
Bryant, Corralie dan White. 1987.
Saran-saran Manajemen Pembangunan Untuk
Negara Berkembang, LP3ES,
Berdasarkan kesimpulan di atas maka Jakarta.
dapat diberikan saran-saran: Budiman, A. 1995. Teori Pembangunan
1. Guna mepercepat proses pember- Dunia Ketiga. PT. Gramedia
dayaan pengusaha kecil pembuat kerupuk Pustaka Utama, Jakarta.
ikan, maka pemerintah perlu untuk Cook, Sarah dan Steve, Macaulay. 1997.
memfasilitasi dan mendorong terbentuknya Pemberdayaan Yang Tepat, PT.
Bapak Angkat antara 3 perusahaan besar Elex Media, Komputindo, Jakarta.
yang ada di Kecamatan Sukamara dengan

200
WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010 ISSN. 1411-0199

Ebert, Ronald J, Griffin, Ricky W. 2000. Nawawi H. 1989. Manajemen Sumber


Business Essentials, Prentice Hall, Daya Manusia untuk Bisnis yang
Upper Saddle, New Jersey, 07458. Kompetitif, Gadjah Mada Uni-
Friedmann, John. 1992. Empowerment: versity Press, Yogyakarta.
The Politics of Alternative Pranarka, A.M.W. dan Prijono, Onny S.
Development, Blackwell 1996. Pemberdayaan, Konsep,
Publishers, Cambridge, Massa- Kebijakan dan Implementasi, CSIS,
chusetts, 02142 USA. Jakarta..
Goulet, D. 1973, The Cruel Choice: A new Sarman, M dan Sayogyo. 2000. Masalah
Concept in the Theory of Deve- Penanggulangan Kemiskinan:
lopment. Atheneum, New York. Refleksi dari Kawasan Timur
Holme, D. dan M. Turner. 1990. Sociology Indonesia, Puspa Swara, Jakarta.
of Development Theories, Polities Schumacher. 1973. Small is Beautiful,
and practice, Harvester Whetsheaf Blond and Briggs, London,
Hert Fordshire. England.
Hughes, Robert J, Jack R. Kapoor, 1985,
Business, Houhton Mifflin Coy. Siagian. 2003. Administrasi Pembangunan:
Islamy, M. Irfan. 2001. Metodologi Konsep, Dimensi dan strategi, PT.
Penelitian Administrasi, Universitas Bumi Aksara, Jakarta.
Negeri Malang-FIA, Malang. Singarimbun, Masri dan Sopian Effendi.
Kartasasmita, Ginanjar. 1995. Pemba- 1995. Metode Penelitian Survei,
ngunan Masyarakat: Sebuah Tinjau- LP3ES, Jakarta.
an Administrasi, Pidato Pengukuh- Sjifudian, Hetifah, Dedy Haryadi,
an Jabatan Guru Besar dalam Ilmu Maspiyati. 1995. Strategi dan
Administrasi pada FIA Unibraw, Agenda Pengembangan Usaha
Malang. Kecil, AKATIGA, Bandung.
Kartasasmita, Ginanjar. 1996. Pemba- Soetrisno, Loekman. 1995. Member-
ngunan Untuk Rakyat: Memadukan dayakan Rakyat dalam Pemba-
Pertumbuhan dan Pemerataan, ngunan Indonesia, dalam Pemba-
Pustaka Cidesindo, Jakarta. ngunan Ekonomi dan Pember-
Kartasasmita, Ginanjar. 1997. Admi- dayaan Rakyat (Anggito Abimayu,
nistrasi Pembangunan: Perkem- dkk), PAU-SE UGM bersama BPFE
bangan Pemikiran dan Prakteknya UGM, Yogyakarta.
di Indonesia, LP3ES, Jakarta. Sukarto Reksohadiprodjo dan A.R.
Korten, D.C. dan Sjahrir (ed). 1988. Karseno. 2001. Ekonomi Perkotaan,
Pembangunan Berdimensi Kerak- Penerbit BPFE, Yogyakarta.
yatan, Yayasan Obor Indonesia, Sumodiningrat, Gunawan. 1998. Mem-
Jakarta. bangun Perekonomian Rakyat,
Moeljarto, T. 1993. Politik Pembangunan: Pustaka Pelajar Bekerjasama de-
Sebuah Analisis, Konsep, Arah dan ngan IDEA, Yogyakarta.
strategi. PT. Tiara Wacana, Yogya- Tjokrowinoto, Moelyarto. 1996. Pemba-
karta. ngunan Dilema dan Tantangan, PT.
Moeljarto, T. 1996. Pembangunan Dilema Pustaka Pelajar Yogyakarta.
dan Tantangan, PT. Pustaka Pelajar, Yin, Robert K. 1997. Studi Kasus, Desain
Yogyakarta. dan Metode, Raja Grafindo Perkasa,
Mubyarto, T. 1992. Perekonomian Rakyat Jakarta.
Kalimantan, Aditya Media, Yogya-
karta.

201