Anda di halaman 1dari 142

LAPORAN HASIL AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR DAN PERAN KEDUDUKAN ASN

OPTIMALISASI ASUHAN KEPERAWATAN YANG SESUAI DENGAN


STANDAR SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RUANG
CENDRAWASIH ATAS RSUD AJIBARANG

Disusun oleh :

Nama : Dwijayanti Mei Ana Dewi, S.Kep., Ners


NIP : 199205152019022005
NIS : 04
Gol / Angkatan : IIIa / VI
Jabatan : Perawat Ahli Pertama
Unit Kerja : RSUD AJIBARANG
Coach : Sodikin, SS., M.Si.
Mentor : Nasim, S.Kep., Ns.

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN LXXXIII


PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH
2019

i
HALAMAN PERSETUJUAN LAPORAN HASIL AKTUALISASI DAN
HABITUASI NILAI-NILAI DASAR DAN PERAN KEDUDUKAN ASN

OPTIMALISASI ASUHAN KEPERAWATAN YANG SESUAI DENGAN


STANDAR SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RUANG
CENDRAWASIH ATAS RSUD AJIBARANG

Nama : Dwijayanti Mei Ana Dewi, S.Kep., Ners


NIP : 199205152019022005
Nomor Absen : 04
Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada :
Hari/tanggal : Selasa, 13 Agustus 2019
Tempat : Gedung Diklat Kabupaten Banyumas

Banyumas, 12 Agustus 2019


Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Dwijayanti Mei Ana Dewi, S.Kep., Ners


NIP. 199205152019022005

Menyetujui
Coach, Mentor,

Sodikin, SS., M.Si Nasim, S.Kep., Ns.


Widyaiswara Ahli Muda Kasie. Keperawatan RSUD Ajibarang
NIP. 196803241998031002 NIP. 197306171994031008

ii
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN HASIL AKTUALISASI DAN HABITUASI
NILAI-NILAI DASAR DAN PERAN KEDUDUKAN ASN

Judul : Optimalisasi Asuhan Keperawatan yang Sesuai dengan


Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Ruang
Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang
Nama : Dwijayanti Mei Ana Dewi, S.Kep., Ners.
NIP : 199205152019022005
Unit Kerja : RSUD Ajibarang
Telah diseminarkan,
Hari/tanggal : Selasa, 13 Agustus 2019
Tempat : Gedung Diklat Kabupaten Banyumas
Banyumas, 12 Agustus 2019

Peserta Pelatihan Dasar CPNS


Dwijayanti Mei Ana Dewi, S.Kep., Ners

NIP. 199205152019022005
Menyetujui

Coach, Mentor,

Sodikin, SS., M.Si Nasim, S.Kep., Ns.


Widyaiswara Ahli Muda Kasie. Keperawatan RSUD Ajibarang
NIP. 196803241998031002 NIP. 197306171994031008
Narasumber,

Drs. Abdurokhman, M.Pd.


Widyaiswara Ahli Madya
NIP. 196105031987031009

iii
PRAKATA

Alhamdullilah, Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada


Allah subhanallahu wa ta’ala atas segala berkat, rahmat, dan hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil aktualisasi dan
habituasi dengan judul “Optimalisasi asuhan keperawatan yang sesuai
dengan standar sasaran keselamatan pasien di Ruang Cendrawasih Atas
RSUD Ajibarang” dengan baik.
Penulis menyadari bahwa laporan ini dapat terwujud karena
bantuan dan dorongan serta doa dari banyak pihak. Oleh karena itu,
dalam kesempatan kali ini penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi
Jawa Tengah selaku penyelenggara Diklatsar CPNS Tahun 2019.
2. Keluarga besar RSUD Ajibarang dan Ruang Cendrawasih Atas yang
telah mendukung seluruh rencana aktualisasi dan habituasi.
3. Nasim, S.Kep., Ns. Selaku mentor yang telah banyak memberikan
arahan, saran, dan bimbingan dalam penyusunan rancangan
aktualisasi dan habituasi ini.
4. Sodikin, SS., M.Si selaku coach yang senantiasa dengan sabar dan
teliti memberikan arahan dan saran dalam proses pembimbingan dan
penyusunan rancangan aktualisasi dan habituasi ini.
5. Drs. Abdurokhman, M.Pd selaku narasumber yang telah memberikan
saran dan masukan untuk perbaikan rancangan aktualisasi dan
habituasi ini.
6. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dalam perkuliahan dan
memberikan pengarahan terkait materi ANEKA untuk dapat
diinternalisasikan dan diaktualisasikan di unit kerja.
7. Seluruh panitia dan binsuh yang telah membantu dan memfasilitasi
kegiatan latsar.
8. Keluarga besar peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar CPNS
Kabupaten Banyumas Angkatan LXXXIII tanpa terkecuali yang selama
ini telah banyak berbagi bersama selama proses latsar.

iv
Penulis menyadari bahwa laporan hasil aktualisasi dan habituasi ini
masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis sangat menerima
saran dan masukan dari berbagai pihak agar laporan hasil aktualisasi dan
habituasi ini menjadi lebih baik dan dapat dijadikan dasar dalam
pelaksanaan nilai-nilai dasar PNS. Penulis berharap tuliasan ini dapat
memberikan banyak manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan di
kemudian hari.

Banyumas, 12 Agustus 2019


Penulis

v
DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN.........................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN.........................................................................iii
PRAKATA....................................................................................................iv
DAFTAR ISI.................................................................................................vi
DAFTAR TABEL.........................................................................................viii
DAFTAR GAMBAR......................................................................................ix
BAB I PENDAHULUAN................................................................................1
A. Latar Belakang.....................................................................................1
B. Identifikasi Isu, Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan dan Rumusan
Masalah...............................................................................................4
C. Tujuan Kegiatan................................................................................. 11
D. Manfaat Kegiatan............................................................................... 11
BAB II DESKRIPSI UNIT KERJA...............................................................12
A. Profil Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang.....................................12
B. Sistem Kepegawaian Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang...........20
C. Tugas Jabatan Peserta Diklat............................................................ 25
D. Role Model.........................................................................................29
BAB III RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI.....................................31
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi dan
Keterkaitan dengan Nilai ANEKA.......................................................31
B. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi . 51
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala....................................52
BAB IV HASIL KEGIATAN AKTUALISASI................................................. 54
A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ANEKA.............54
B. Pelaksanaan Habituasi Nilai-Nilai Dasar ANEKA............................ 103
BAB V PENUTUP.................................................................................... 114
A. Simpulan.............................................................................................54
B. Rekomendasi................................................................................... 515
C. Rencana Aksi Kegiatan dan Aktualisasi-Habituasi Nilai-Nilai Dasar
PNS..................................................................................................116

vi
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 118
DAFTAR RIWAYAT HIDUP...................................................................... 121

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Hasil Identifikasi Isu di RSUD Ajibarang...................................................4


Tabel 1.2 Identifikasi Isu dengan Metode APKL........................................................6
Tabel 1.3 Identifikasi Tapisan Isu dengan Metode USG.....................................8
Tabel 1.4 Dampak Jika Isu tidak Diselesaikan........................................................9
Tabel 2.1 Data Jumlah Pegawai RSUD Ajibarang Tahun 2016-2017 ........24
Tabel 2.2 Data Jumlah Tenaga Perawat Bidan Bulan Juli 2018..................25
Tabel 3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi..............................34
Tabel 3.2 Jadwal Rancangan Aktualisasi dan Habituasi 30 Hari.................51
Tabel 3.3 Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala...................................52
Tabel 4.1 Kegiatan Pembuatan Media Pendidikan Kesehatan tentang
Cuci Tangan dan Pemilahan Sampah 54
Tabel 4.2 Kegiatan Penggalangan Komitmen tentang Sasaran
Keselamatan Pasien 61
Tabel 4.3 Kegiatan Evaluasi Bersama dengan Perawat Ruangan tentang
Pengetahuan Sasaran Keselamatan Pasien 68
Tabel 4.4 Kegiatan Membuat Sticker Obat Injeksi..............................................74
Tabel 4.5 Kegiatan Identifikasi Pasien Sebelum Pemberian Obat dengan
Menggunakan Sticker 78
Tabel 4.6 Kegiatan Menata dan Menyusun Berkas Tambahan Rekam
Medis agar Mudah Dijangkau 84
Tabel 4.7 Kegiatan Operan (Timbang Terima) Antar Perawat.......................88
Tabel 4.8 Kegiatan Pendidikan Kesehatan tentang Cuci Tangan ................91
Tabel 4.9 Kegiatan Pendidikan Kesehatan tentang Pemilahan Sampah 94
Tabel 4.10 Kegiatan Pengkajian Resiko Jatuh........................................................97
Tabel 4.11 Matriks Aktualisasi dan Habituasi........................................................101
Tabel 4.12 Pelaksanaan Habituasi Nilai-Nilai Dasar Aneka ..........................103
Tabel 5.1 Rencana Aksi dan Aktualisasi Habituasi Nilai-Nilai Dasar
PNS 116

viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Struktur Organisasi RSUD Ajibarang ................................ 23

Gambar 2.2 Kepala Seksi Keperawatan RSUD Ajibarang .................... 30


Gambar 4.1 Melakukan Konsultasi dengan Atasan (Mentor) ................ 58
Gambar 4.2 Melakukan koordinasi dengan ketua Tim Promosi
Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) ...................................... 58
Gambar 4.3 Melakukan koordinasi dengan tim Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi (PPI) ................................................ 59
Gambar 4.4 Melakukan pertemuan dengan Tim Promosi Kesehatan
Rumah Sakit (PKRS)......................................................... 59
Gambar 4.5 Bekerjasama dengan tim rekam medis untuk pengambilan
leaflet................................................................................. 60
Gambar 4.6 Menyediakan media pendidikan kesehatan di ruangan .... 60
Gambar 4.7 Melakukan konsultasi dengan atasan (mentor) ................. 64
Gambar 4.8 Melakukan koordinasi dengan kepala ruang dan meminta
tanda tangan undangan pertemuan .................................. 65
Gambar 4.9 Melakukan kegiatan pertemuan penggalangan komitmen 65
Gambar 4.10 Penandatanganan komitmen perawat dilakukan oleh Kasie
Keperawatan RSUD Sjibarang .......................................... 66
Gambar 4.11 Penandatanganan komitmen oleh Kepala Ruang
Cendrawasih Atas ............................................................. 66
Gambar 4.12 Penandatanganan komitmen oleh Ketua Tim Ruang
Cendrawasih Atas ............................................................. 67
Gambar 4.13 Penandatanganan komitmen oleh seluruh perawat Ruang
Cendrawasih Atas ............................................................. 67
Gambar 4.14 Pemasangan komitmen bersama di Ruang Cendrawasih
Atas ................................................................................... 68
Gambar 4.15 Melakukan konsultasi dengan atasan (mentor) ................. 72
Gambar 4.16 Melakukan pretest ............................................................. 72
Gambar 4.17 Melakukan sosialisasi tentang sasaran keselamatan pasien
73

ix
Gambar 4.18 Melakukan post test................................................................................73
Gambar 4.19 Konsultasi dengan atasan (mentor)................................................76
Gambar 4.20 Koordinasi dengan kepala ruang......................................................77
Gambar 4.21 Koordinasi dengan petugas farmasi rawat inap ........................77
Gambar 4.22 Penggunaan sticker obat......................................................................78
Gambar 4.23 Menyiapkan catatan pemberian obat .............................................82
Gambar 4.24 Menyiapkan obat yang akan diberikan ke pasien ....................83
Gambar 4.25 Melakukan identifikasi sebelum pemberian obat ......................83
Gambar 4.26 Membuat label map rekam medis....................................................86
Gambar 4.27 Merapikan berkas rekam medis........................................................86
Gambar 4.28 Menata berkas penunjang rekam medis.......................................87
Gambar 4.29 Berkas penunjang rekam medis yang sudah tertata ..............87
Gambar 4.30 Pelaksanaan meeting morning sebelum operan......................90
Gambar 4.31 Melaksanakan operan (timbang terima) di kamar pasien .. 90
Gambar 4.32 Melakukan pendidikan kesehatan tentang cuci tangan ........94
Gambar 4.33 Melakukan pendidikan kesehatan tentang pemilahan
sampah 97
Gambar 4.34 Melakukan pengkajian resiko jatuh..............................................100
Gambar 4.35 Mengisi form pengkajian resiko jatuh..........................................100
Gambar 4.36 Memasang gelang resiko jatuh.......................................................100
Gambar 4.37 Memasang tanda resiko jatuh.........................................................101

x
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri
sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)
yang bekerja pada instansi pemerintah. Dalam memenuhi tugasnya,
pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik yang sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan
publik yang professional dan berkualitas, serta mempererat persatuan
dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Undang Undang
RI Nomor 5 Tahun 2014). Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri
Sipil pasal 34 disebutkan bahwa Calon PNS wajib menjalani masa
percobaan selama satu tahun yang merupakan masa prajabatan
melalui pendidikan dan pelatihan dasar. Pendidikan dan pelatihan
dasar bagi CPNS dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan
kompetensi agar setiap CPNS mampu menunjukkan sikap perilaku
bela negara, mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam
pelaksanaan tugas jabatannya, mengaktualisasikan kedudukan dan
peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,
serta menunjukkan penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan
sesuai bidang tugas (Peraturan LAN Nomor 12 Tahun 2018).
Dalam rangka menyelesaikan kegiatan pelatihan dasar, setiap
CPNS wajib melaksanakan proses aktualisasi dan habituasi di unit kerja
masing-masing. Bagi CPNS bidang kesehatan proses aktualisasi dan
habituasi dilakukan di Puskesmas maupun Rumah Sakit sesuai dengan
penempatannya. Rumah Sakit yang merupakan institusi pelayanan
kesehatan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat. Dalam era globalisasi ini rumah sakit dituntut
untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang
ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan

1
masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi- tingginya
seperti yang dijelaskan dalam Undang - Undang Kesehatan Nomor 36
Tahun 2009 dan Undang-Undang Rumah Sakit Nomor 44 Tahun 2009
bahwa rumah sakit wajib melaksanakan pelayanan kesehatan yang
aman, bermutu, anti diskriminasi dan efektif, dengan mengutamakan
kepentingan pasien. Rumah Sakit wajib memenuhi hak pasien
memperoleh keamanan dan keselamatan selama dalam perawatan di
rumah sakit. (Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 11 Tahun 2017).
Keselamatan pasien (patient safety) merupakan salah satu isu
penting yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan pelayanan
kesehatan. Salah satu langkah untuk memperbaiki mutu pelayanan
dalam pemberian asuhan keperawatan adalah dengan menerapkan
patient safety. Menurut Cahyono (2008) patient safety merupakan
komponen penting dan utama dalam pemberian asuhan keperawatan
yang berkualitas. Tujuan patient safety adalah penghindaran,
pencegahan dan perbaikan dari kejadian yang tidak diharapkan atau
mengatasi cedera-cedera dari proses pelayanan kesehatan (Ballard,
2003). Untuk mencapai tujuan tersebut, maka disusunlah sasaran
keselamatan pasien yang bertujuan mendorong perbaikan spesifik
dalam keselamatan pasien. Berdasarkan Standar Nasional Akreditasi
Rumah Sakit (SNARS), terdapat 6 (enam) indikator sasaran
keselamatan pasien. Penyusunan sasaran ini mengacu kepada Nine
Life-Saving Patient Safety Solutions dari WHO Patient Safety (2007)
yang digunakan juga oleh Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit
PERSI (KKPRS PERSI), dan dari Joint Commission International (JCI).
Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang merupakan rumah sakit
pemerintah tipe D, yang dijadikan sebagai pusat pelayanan kesehatan
masyarakat Kabupaten Banyumas, khususnya Banyumas bagian
Barat. Selain itu rumah sakit ini juga dijadikan sebagai lahan praktek
mahasiswa kesehatan dari berbagai institusi pendidikan tentunya tidak
menutup kemungkinan untuk terjadinya kejadian yang tidak diharapkan
atau kejadian nyaris cedera. Di sisi lain Rumah Sakit Umum Daerah

2
Ajibarang memiliki visi “Menjadi rumah sakit unggulan dengan
pelayanan profeisonal” dan misi “Memberikan pelayanan bermutu yang
berorientasi pada pasien”. Oleh karena itu, Rumah Sakit Umum
Daerah Ajibarang harus mampu menerapkan sasaran-sasaran
keselamatan pasien baik dari pihak dokter, perawat maupun tenaga
kesehatan lainnya. Perawat sebagai pemberi layanan kesehatan harus
memiliki pengetahuan tentang pentingnya keselamatan pasien.
Ketidaktahuan atau kurangnya pengetahuan perawat bisa
membahayakan keselamatan pasien dan tidak menutup kemungkinan
bisa terjadi kematian. Oleh karena itu, sangat penting bagi perawat
untuk melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan standar sasaran
keselamatan pasien di setiap unit/ruangan tempatnya bertugas.
Ruang Cendrawasih Atas sebagai salah satu ruang perawatan
pasien kelas 1 dan 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang masih
memiliki sedikit kekurangan yaitu adanya penggabungan antara pasien
penyakit dalam, saraf, bedah dan anak dalam satu ruangan yang
sama. Kehati-hatian dan ketelitian dalam pemberian asuhan
keperawatan sangat diperlukan oleh perawat dalam melaksanakan
tugasnya. Selain itu, capaian hand hygiene juga masih belum optimal
yaitu sebesar 91% pada tahun 2018 dan mengalami penurunan pada
bulan januari sebesar 78.1%, tingkat kepatuhan petugas dalam
melakukan 5 momen cuci tangan sebesar 85.84%,kelengkapan berkas
rekam medis pasien yang belum maksimal, masih adanya penemuan
sampah medis dalam kantong plastik hitam dengan pencapaian masih
86% yang seharusnya adalah 100%, dan identifikasi pasien saat
pemberian obat belum dilakukan secara maksimal karena keterbatasan
etiket obat yang tersedia. Oleh karena itu, sasaran keselamatan pasien
masih menjadi isu penting yang harus segera diselesaikan dan menjadi
perhatian dalam memberikan asuhan keperawatan pasien bagi semua
staff di Ruang Cendrawasih Atas.
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan
aktualisasi tentang “Optimalisasi asuhan keperawatan yang sesuai

3
dengan standar sasaran keselamatan pasien di Ruang Cendrawasih
Atas RSUD Ajibarang” dalam rancangan aktualisasi dan habituasi di
RSUD Ajibarang. Melalui kegiatan aktualisasi dan habituasi mengenai
isu tersebut, diharapkan peserta CPNS mampu menerapkan nilai-nilai
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti
korupsi serta menerapkan Whole of Government, Pelayanan Publik,
dan Manajemen ASN sehingga bisa menjadi ASN yang profesional,
bersih melayani.

B. Identifikasi Isu, Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan dan Rumusan


Masalah
1. Identifikasi Isu
Beberapa isu di RSUD Ajibarang terkait dengan pelaksanaan
tugas ASN yang bersumber dari aspek pelayanan public, Whole of
Government (WoG), maupun aspek manajemen ASN akan
dipaparkan dalam deskripsi tabel 1.1 di bawah ini.
Tabel 1. 1 Hasil Identifikasi Isu di RSUD Ajibarang
No Identifikasi Isu Sumber Isu Kondisi Saat Ini Kondisi yang
Diharapkan
1 Belum Pelayanan - Identifikasi pasien - Identifikasi pasien
optimalnya publik belum optimal dilakukan secara
asuhan dilakukan optimal oleh setiap
keperawatan - Belum tersedianya perawat
yang sesuai sticker untuk obat - Tersedianya sticker
dengan standar injeksi obat injeksi yang
sasaran - Kedisiplinan staff disepakati bersama
keselamatan dalam melakukan 5 - Setiap staff
pasien di Ruang momen cuci tangan melakukan cuci
Cendrawasih masih belum optimal tangan dalam setiap
Atas RSUD - Pasien dan keluarga momen yang
Ajibarang sering lupa mengenai diwajibkan
cara mencuci tangan - Pasien dan keluarga
yang sudah diajarkan memahami cara
perawat mencuci tangan
- Kelengkapan berkas yang baik dan benar
dan pencatatan - Semua berkas
medis pasien belum rekam medis pasien
optimal terisi secara lengkap
2 Belum Pelayanan - Pendidikan - Program pendidikan
optimalnya Publik kesehatan dilakukan kesehatan (penkes)
pelaksanaan saat pasien baru dapat dilakukan
program masuk ruang rawat secara rutin.
pendidikan inap dan jarang - Pasien dan keluarga
kesehatan dilakukan tindak mendapatkan

4
(penkes) untuk lanjut untuk pendidikan
meningkatkan meningkatkan kesehatan dan
pengetahuan pengetahuan pasien mampu memahami
pasien dan dan keluarga apa yang telah
keluarga tentang dijelaskan
penyakit di
Ruang
Cendrawasih
Atas RSUD
Ajibarang
3 Belum Pelayanan - Masih terdapat ruang - Privasi pasien tetap
optimalnya Publik rawat pasien yang terjaga selama
perlindungan tidak memiliki tirai perawatan di
privasi pasien dan hanya ruangan
dalam menggunakan
pemberian pembatas sebgai
asuhan penyekat antar bed
keperawatan di pasien
Ruang
Cendrawasih
Atas RSUD
Ajibarang
4 Belum Pelayanan - Pengisian form EWS - Form EWS terisi
optimalnya Publik di ruangan sudah dengan lengkap
pelaksanaan dilaksanakan tapi untuk semua pasien
Early Warning masih belum yang dirawat
System (EWS) maksimal
dalam - Masih ditemukan - Kejadian code blue
menurunkan kejadian code blue mengalami
kejadian code setelah dilaksanakan penurunan
blue EWS
5 Belum Pelayanan - Perawat ruangan - Perawat ruangan
optimalnya Publik belum optimal dalam melaksanakan
pelaksanaan melaksanakan discharge planning
discharge discharge planning secara optimal
planning pada pasien rawat
(perencanaan inap
pulang) pada
pasien di Ruang
Cendrawasih
Atas RSUD
Ajibarang
6 Belum Manajemen - Belum berjalannya - Perawat dapat
optimalnya ASN penggunaan SIMRS memaksimalkan
waktu Pelayanan sebagai pencatatan waktu pelayanan
pemberian Publik medis pasien untuk memberikan
asuhan sehingga pencatatan asuhan keperawatan
keperawatan harus dilakukan secara optimal
pada pasien secara manual yang kepada pasien
terkait dengan memakan waktu
banyaknya - Terkadang perawat
aktivitas harus berperan
dokumentasi ganda untuk
yang harus mengurus
dilakukan administrasi pasien
perawat selama pulang
bertugas.

5
7 Belum Manajemen - Belum ada agenda - Ronde keperawatan
optimalnya ASN tetap untuk menjadi agenda
pelaksanaan pelaksanaan tetap yang dilakukan
ronde kegiatan ronde di ruangan (missal :
keperawatan di keperawatan (diskusi 1 bulan sekali)
Ruang kasus)
Cendrawasih
Atas RSUD
Ajibarang
(Sumber : data dielaborasi penulis, 2019)
Isu-isu tersebut di atas kemudian dilakukan identifikasi
analisis lebih dalam menggunakan metode APKL (Aktual,
Problematik, Khalayak, dan Layak). Metode ini memiliki 4 kriteria
penilaian, yaitu Aktual, Problematik, Kekhalayakan dan Kelayakan.
a. AKTUAL artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan di kalangan masyarakat.
b. PROBLEMATIK artinya isu yang memiliki dimensi masalah
yang kompleks, sehingga perlu dicarikan solusinya.
c. KHALAYAK artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang
banyak
d. LAYAK artinya isu yang masuk akal, logis, realistis, serta
relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
Hasil analisis isu-isu dengan metode APKL ditampilkan
dalam tabel 1.2 di bawah ini.
Tabel 1. 2 Identifikasi Isu dengan Metode APKL
No Sumber Isu Analisis APKL
A P K L Ket
1 Pelayanan Belum optimalnya asuhan + + + + MS
publik keperawatan yang sesuai dengan
standar sasaran keselamatan
pasien di Ruang Cendrawasih
Atas RSUD Ajibarang
2 Pelayanan Belum optimalnya pelaksanaan - + + + TMS
Publik program pendidikan kesehatan
(penkes) untuk meningkatkan
pengetahuan pasien dan
keluarga tentang penyakit di
Ruang Cendrawasih Atas RSUD
Ajibarang
3 Pelayanan Belum optimalnya perlindungan + + - + TMS
Publik privasi pasien dalam pemberian
asuhan keperawatan di Ruang
Cendrawasih Atas RSUD
Ajibarang

6
4 Pelayanan Belum optimalnya pelaksanaan + + + + MS
Publik Early Warning System (EWS)
dalam menurunkan kejadian code
blue
5 Pelayanan Belum optimalnya pelaksanaan + + + + MS
Publik discharge planning (perencanaan
pulang) pada pasien di Ruang
Cendrawasih Atas RSUD
Ajibarang
6 Manajemen Belum optimalnya waktu + + + - TMS
ASN, pemberian asuhan keperawatan
Pelayanan pada pasien terkait dengan
Publik banyaknya aktivitas dokumentasi
yang harus dilakukan perawat
selama bertugas.
7 Manajemen Belum optimalnya pelaksanaan + + + + MS
ASN ronde keperawatan di Ruang
Cendrawasih Atas RSUD
Ajibarang
Keterangan :
(+) : memenuhi, (-) : tidak memenuhi
A = Aktual, P = Problematik, K = Khalayak, L = Layak MS
= Memenuhi Syarat, TMS = Tidak Memenuhi Syarat
Berdasarkan hasil analisis dari tujuh isu di atas, didapatkan 5
isu yang memenuhi syarat dan 2 isu tidak memenuhi syarat karena
memerlukan proses pengadaan barang dan perencanaan sistem
teknologi terbaru yang memakan waktu lama. Isu-isu yang
memenuhi syarat tersebut kemudian dilakukan penapisan prioritas
isu dengan metode Urgency, Seriousness, dan Growth (USG).
Analisis USG mempertimbangkan tingkat kepentingan, keseriusan
serta perkembangan. Masing-masing isu diberikan skor 1-5 sesuai
dengan skala likert. Dimana skor 1 berarti isu tersebut TIDAK
urgent, serius dan berkembang, skor 2 berarti KURANG, skor 3
berarti CUKUP, skor 4 berarti isu tersebut URGENT, serius dan
berkembang, serta skor 5 berarti SANGAT urgent, serius, dan
berkembang.
1. URGENCY (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu,
mendesak atau tidak masalah tersebut diselesaikan.
2. SERIOUSNESS (keseriusan), yaitu melihat dampak masalah
tersebut terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap

7
keberhasilan, membahayakan sistem atau tidak, dan
sebagainya.
3. GROWTH (berkembangnya masalah), yaitu apakah masalah
tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga sulit
dicegah.
Hasil identifikasi tapisan isu dengan Metode USG
ditampilkan dalam tabel 1.3 di bawah ini.
Tabel 1. 3 Identifikasi Tapisan Isu dengan Metode USG
No Sumber Isu Kriteria USG
U S G Total Peringkat
1 Pelayanan Belum optimalnya 5 5 5 15 1
publik asuhan keperawatan
yang sesuai dengan
standar sasaran
keselamatan pasien di
Ruang Cendrawasih
Atas RSUD Ajibarang
2 Pelayanan Belum optimalnya 4 4 3 12 2
Publik pelaksanaan Early
Warning System
(EWS) dalam
menurunkan kejadian
code blue
3 Pelayanan Belum optimalnya 4 3 3 10 4
Publik pelaksanaan
discharge planning
(perencanaan pulang)
pada pasien di Ruang
Cendrawasih Atas
RSUD Ajibarang
4 Manajemen Belum optimalnya 4 3 2 9 5
ASN pelaksanaan ronde
keperawatan di Ruang
Cendrawasih Atas
RSUD Ajibarang
Keterangan :
Berdasarkan Skala Likert 1-5
1 = sangat kecil 3 = cukup 5 = sangat besar
2 = kurang 4 = besar

U = Urgency, S = Seriousness, G = Growth


Dari tabel 1.3 di atas ditemukan bahwa isu belum optimalnya
pemberian asuhan keperawatan yang sesuai dengan standar mutu

8
keselamatan pasien di Ruang Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang
mempunyai skor urgency, seriousness, dan growth yang tinggi. Isu
ini mempunyai kebutuhan yang mendesak untuk segera
diselesaikan. Dampak keseriusan juga tinggi karena dapat
mengancam keselamatan pasien jika tidak segera diselesaikan.
Dari hasil analisis isu di atas ditetapkan isu yang dipilih dan
akan ditindaklanjuti dengan gagasan rencana kegiatan adalah isu
tentang “Belum optimalnya asuhan keperawatan yang sesuai
dengan standar sasaran keselamatan pasien di Ruang
Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang”.
2. Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan
Dampak yang mungkin akan terjadi apabila isu tentang
belum optimalnya pemberian asuhan keperawatan pasien yang
sesuai dengan standar mutu keselamatan pasien di Ruang
Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang tidak segera diatasi dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 1.4 Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan
No Sumber Isu Identifikasi Dampak
Isu

1 Pelayanan Publik Belum - Kesalahan dalam pemberian asuhan


optimalnya keperawatan. Identifikasi pasien berupa
asuhan nama dan nomor rekam medis yang tertera
keperawatan dalam gelang pasien dapat meningkatkan
yang sesuai ketepatan tindakan dan pemberian terapi
dengan bagi masing-masing pasien. Identifikasi
standar yang tidak teliti memungkinkan untuk
sasaran tertukar antara pasien yang satu dengan
keselamatan yang lainnya
pasien di - Meningkatnya kejadian salah pemberian
Ruang obat. Penyediaan etiket obat injeksi dapat
Cendrawasih membantu perawat dalah pemberian obat
Atas RSUD pasien. Etiket akan menunjukkan nama
Ajibarang pasien, nomor rekam medis, nama obat dan
dosisnya sehingga pemberian obat untuk
pasien dapat dilakukan dengan tepat dan

9
benar. Jika etiket obat tidak ditempelkan
maka kejadian pasien salah obat akan lebih
mungkin terjadi
- Meningkatnya kasus infeksi rumah sakit.
Cuci tangan merupakan salah satu hal
penting dalam mencegah terjadinya infeksi.
Pasien dan keluarga perlu untuk memahami
dan melaksanakan 6 langkah cuci tangan
dengan baik dan benar, begitu juga dengan
perawat sebagai pemberi asuhan
keperawatan pada pasien. Cuci tangan
harus dilaksanakan dalam setiap momen
yang bersentuhan dengan pasien maupun
lingkungan pasien sehingga mencegah
terjadinya transmisi bakteri dari satu
pasien ke pasien lainnya
- Mengancam keselamatan pasien.
Pemberian asuhan keperawatan yang
tidak tepat dan tidak memenuhi standar
keselamatan pasien dapat membahayakan
pasien itu sendiri. Assessment
keperawatan, pengawasan, dan
pencatatan medis pasien yang lengkap
dapat membantu dalam mengontrol kondisi
kesehatan pasien sehingga meningkatkan
mutu keselamatan pasien

3. Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil analisis terhadap isu di atas, maka
ditetapkan rumusan masalah dalam aktualisasi ini adalah
bagaimana menginternalisasi nilai-nilai ASN (ANEKA) dengan
mengoptimalkan asuhan keperawatan yang sesuai dengan standar
sasaran keselamatan pasien di Ruang Cendrawasih Atas RSUD
Ajibarang sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap visi misi
organisasi?

10
C. Tujuan Kegiatan
Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan aktualisasi dan
habituasi ini adalah untuk menginternalisasi nilai-nilai ASN (ANEKA)
dengan mengoptimalkan asuhan keperawatan yang sesuai dengan
standar sasaran keselamatan pasien di Ruang Cendrawasih Atas
RSUD Ajibarang.

D. Manfaat Kegiatan
Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan aktualisasi nilai-nilai
dasar ASN ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi Peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
a. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai nilai-
nilai dasar ANEKA, kedudukan, tugas, dan peran ASN.
b. Membantu dalam implementasi nilai-nilai dasar ASN selama
menjalankan tugas dan profesi di tempat kerja.
c. Menumbuhkan sikap disiplin dan profesionalisme dalam
melaksanakan tugas
2. Bagi RSUD Ajibarang
a. Membantu terwujudnya visi dan misi RSUD Ajibarang
b. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSUD Ajibarang
khususnya mengenai sasaran keselamatan pasien
c. Membantu RSUD Ajibarang dalam mempertahankan akreditasi
rumah sakit yang sudah Paripurna
d. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas
pelayanan kesehatan di RSUD Ajibarang
3. Bagi Masyarakat
a. Mendapatkan jaminan keselamatan pasien selama memperoleh
perawatan di RSUD Ajibarang
b. Masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang bekualitas
dan bermutu sesuai standar yang ditetapkan

11
BAB II
DESKRIPSI UNIT ORGANISASI

A. Profil Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang


1. Identitas Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang
Nama Instansi : Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang
Alamat : Jl. Raya Pancasan - Ajibarang
Kota/ Kab. : Banyumas
No. Telp : 0281-6570001, 6570002, 6570003, 6570004
Fax : 0281-6570004
Kode pos : 53163
Email : rsudajibarang@banyumaskab.go.id
Website : http://rsudajibarang.banyumaskab.go.id/

2. Visi Misi Kabupaten Banyumas


Visi Kabupaten Banyumas adalah “Menjadikan Banyumas yang
Maju, Adil-Makmur, dan Mandiri. Agar visi kabupaten Banyumas
dapat terwujud, dibutuhkan beberapa strategi yang dapat dilakukan
yang biasa disebut misi. Misi tersebut antara lain:
a. Mewujudkan Banyumas sebagai barometer pelayanan publik
dengan membangun sistem integritas birokrasi yang
profesional, bersih, partisipatif, inovatif dan bermartabat.
b. Meningkatkan kualitas hidup warga melalui pemenuhan
kebutuhan dan layanan dasar pendidikan dan kesehatan.
c. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah
berkualitas, berkeadilan, dan berkelanjutan
d. Mewujudkan Banyumas sebagai Kabupaten Pelopor Kedaulatan
pangan.
e. Menciptakan iklim investasi yang berorientasi perluasan
kesempatan kerja yang berbasis potensi lokal dan ramah
lingkungan.
f. Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur dasar yang
merata dan memadai sebagai daya ungkit pembangunan.

12
g. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan
industri kerakyatan, Pariwisata, dan industri kreatif berbasis
sumber daya lokal.
h. Mewujudkan tatanan masyarakat yang berbudaya serta
berkepribadian dengan menjunjung tinggi niali nasionalisme dan
religius.
3. Sejarah Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang
RSUD Ajibarang merupakan rumah sakit milik Pemerintah
Daerah Kabupaten Banyumas, dimana awalnya merupakan Unit
Rawat Inap Puskesmas I Ajibarang, kemudian dikembangkan
menjadi RSUD Ajibarang untuk peningkatan pelayanan kesehatan
pada masyarakat di Kabupaten Banyumas khususnya Banyumas
bagian barat.
Perkembangan RSUD Ajibarang adalah sebagai berikut :
a. Berdasarkan SK Menkes Nomor 1339/ Menkes/IX/2005
ditetapkan sebagai Rumah Sakit Tipe D dan tanggal 27 Januari
2007 kegiatan RSUD Ajibarang mulai dilaksanakan. Jumlah
Tempat Tidur: 102, Luas Lahan: 20000 m2, Luas Bangunan:
15000 m2;

b. Berdasarkan SK Menkes Nomor 447/MENKES/SK/IV/2013,


tanggal 5 April 2010, RSUD Ajibarang mengalami peningkatan
kelas rumah sakit dari Tipe D ke Tipe C;
c. Berdasarkan SK KARS No: KARS-SERT/46/VIII/2013 tanggal 15
Agustus 2013, RSUD Ajibarang Akreditasi 5 pelayanan dasar
meliputi: Administrasi dan Manajemen, Pelayanan Gawat Darurat,
Pelayanan Keperawatan, Pelayanan Medis dan Rekam Medis;
d. Berdasarkan SK Bupati Banyumas Nomor: 445.1/967/2013
tanggal 13 Desember 2013 RSUD Ajibarang menggunakan Pola
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK
BLUD) dengan status penuh.

13
4. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yng dimiliki oleh RSUD Ajibarang
sampai dengan 31 Desember 2017 dapat kami informasikan
sebagai berikut di bawah ini.
1. Luas Lahan 2
20.000m
2. Bangunan Gedung
a. IGD 396 m2
b. Rawat Jalan 1.366
m2
(1.) Poliklinik Penyakit Dalam 4 Unit
(2.) Poliklinik Obsgyn 2 Unit
(3.) Poliklinik Bedah 1 Unit
(4.) Poliklinik Anak 2 Unit
(5.) Poliklinik Saraf 2 Unit
(6.) Poliklinik Mata 1 Unit
(7.) Poliklinik Jiwa 1 Unit
(8.) Poliklinik Fisioterapi 1 Unit
(9.) Poliklinik Orthopedi 1 Unit
(10.) Poliklinik Paru 1 Unit
c. Rawat Inap 2.522 m2

(1.) Camar Atas 1 Unit


(2.) Camar Bawah 1 Unit
(3.) Kepodang Atas 1 Unit
(4.) Kepodang Bawah 1 Unit
(5.) Cendrawasih Atas 1 Unit
(6.) Cendrawaish Bawah 1 Unit
(7.) Kenari Atas 1 Unit
(8.) Kenari Bawah 1 Unit
(9.) Nuri 1 Unit
d. Gedung ICU 1.000 m2

e. Gedung IBS 1.000 m2


f. Gedung VK 2
96 m
g. Gedung Perina 230
m2

14
h. Gedung Radiologi 164 m2
i. Gedung Laboratorium 384
m2
j. Gedung Gizi 285 m2
k. Gedung Kasir & Farmasi Rajal 120 m2

l. Gedung IPJ 353 m2


m. Gedung IPS RS 132 m2
n. Gedung Loundry 291 m2

o. Gedung Administrasi 637 m2


p. Gedung RM 2
325 m
q. Gedung IPAL 95 m2
r. Gedung Genzet 1 30 m2

s. Gedung Genzet 2 40 m2
t. Gedung Gas Medis 80 m2
u. Masjid 288
m2
v. Gedung Gudang Barang 433,5
m2
w. Tower Air 68 m2
x. Ruang Laktasi 6 m2
5. Ambulance
a. ELF 2 Unit
b. Kijang 1 Unit
c. Kijang (Jenazah) 1 Unit
Tempat Tidur 166 TT

6. Kendaraan Dinas
a. Roda 4 6

b. Roda 2 5 unit
Kapasitas Listrik 620Kva

Genzet 650 Kva


UPS 10 Kva

15
Tempat Parkir
7. Visi dan Misi
Visi merupakan suatu kondisi yang diinginkan oleh seluruh
komponen RSUD Ajibarang. Cita-cita ini menjadi arah dalam
menyusun strategi dan kegiatan dalam setiap tahunnya. Visi
berkaitan dengan pandangan kedepan menyangkut kemana RSUD
Ajibarang harus dibawa dan diarahkan agar dapat berkarya secara
konsisten dan tetap eksis, antisipatif, inovatif, serta produktif.
Visi adalah suatu gambaran menantang tentang keadaan
masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan
RSUD Ajibarang.
Mempertimbangkan berbagai aspek penting yang terkait
dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi rumah sakit yang di
amanatkan dalam:
a. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1339/Menkes/IX/2005
yang menetapkan RSUD Ajibarang menjadi Rumah Sakit Tipe D,
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 447/MENKES/SK/IV/2012
yang meningkatkan kelas RSUD Ajibarang dari Tipe D ke Tipe C.
b. Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 16 Tahun 2016
tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah
Kabupaten Banyumas.
c. Keputusan Bupati Banyumas Nomor 445.1/967/2011 tanggal 13
Desember 2011 tentang Penetapan Penerapan Pola
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-
BLUD) dengan status penuh pada RSUD Ajibarang.
d. Peraturan Bupati nomor 10 Tahun 2011 tentang Penjabaran
Tugas dan Fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang
Kabupaten Banyumas. Maka RSUD Ajibarang menetapkan VISI
sebagai berikut: “ Menjadi Rumah Sakit Unggulan Dengan
Pelayanan Profesional”

16
Visi sebagaimana yang telah ditetapkan tersebut
mengandung makna berdasarkan kata atau penggalan kalimat
sebagai berikut:
a. Rumah Sakit unggulan, mengandung makna bahwa Rumah
Sakit Umum Daerah Ajibarang menjadi rumah sakit dengan
pelayanan terbaik di wilayah sekitarnya, dengan pelayanan
unggulan akan menjadi RS Trauma Center.
b. Pelayanan profesional, mengandung makna bahwa pelayanan
dilaksanakan oleh sumber daya manusia yang menguasai ilmu
pengetahuannya secara mendalam, mampu melakukan
kreativitas dan inovasi atas bidang yang digelutinya, harus selalu
berfikir positif dengan menjunjung tinggi etika dan integritas
profesi, serta bekerja sesuai dengan prosedur yang berlaku, agar
mendapatkan proses dan hasil yang optimal dari pelayanan yang
diberikan.
Dengan rumusan visi yang jelas tersebut diharapkan mampu :
a. Menarik komitmen dan menggerakkan seluruh karyawan RSUD
Ajibarang.
b. Dapat menciptakan makna bagi kehidupan seluruh karyawan
RSUD Ajibarang.
c. Mampu menciptakan standar keunggulan.
d. Dapat menjembatani keadaan sekarang dan keadaan masa
depan.
Visi tersebut perlu ditanamkan kepada setiap karyawan
RSUD Ajibarang sehingga menjadi visi bersama yang pada
gilirannya mampu mengarahkan dan menggerakkan segala sumber
daya yang ada di RSUD Ajibarang.
Bila dikaitkan dengan visi dalam RPJMD Kabupaten
Banyumas tahun 2013-2018 sebagaimana tercantum dalam
Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas yaitu “ Terwujudnya
Pemerintah Kabupaten Banyumas yang bersih dan adil menuju
masyarakat yang sejahtera, berdaya saing, dan berbudaya

17
berlandaskan iman dan taqwa”, maka visi RSUD Ajibarang
tersebut sangat mendukung visi dalam RPJMD terutama dalam
menuju masyarakat yang sejahtera, dengan pelayanan kesehatan
yang baik.
Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau
dilaksanakan oleh RSUD Ajibarang, sebagai penjabaran visi yang
telah ditetapkan. Dengan pernyataan misi diharapkan seluruh
karyawan rumah sakit dan pihak yang berkepentingan dapat
mengetahui dan mengenal keberadaan dan peran RSUD Ajibarang
dalam penyelenggaraan pemerintahan. Misi RSUD Ajibarang harus
jelas dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.
Sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor
16 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat
Daerah Kabupaten Banyumas, serta Peraturan Bupati nomor 10
Tahun 2011 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Rumah Sakit
Umum Daerah Ajibarang Kabupaten Banyumas, bahwa RSUD
Ajibarang mempunyai tugas dan fungsi yaitu melaksanakan
penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang
pelayanan kesehatan pada RSUD Ajibarang dan fungsi:
a. Perumusan kebijakan teknis di lingkup pelayanan kesehatan
pada RSUD Ajibarang;
b. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan
daerah lingkup pelayanan kesehatan pada RSUD Ajibarang;
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas pelayanan pada RSUD
Ajibarang;
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
Berdasarkan tugas pokok dan fungsi tersebut, dan dalam
rangka mewujudkan visi RSUD Ajibarang yaitu “Menjadi Rumah
Sakit Unggulan Dengan Pelayanan Profesional”, maka RSUD
Ajibarang menetapkan MISI sebagai berikut :

18
“Menyelenggarakan Pelayanan Bermutu Yang Berorientasi
Pada Pasien “
Agar lebih mudah memahami dan melaksanakan misi
tersebut, maka penjelasan atas masing-masing kata atau
penggalan kalimat dimaksud adalah sebagai berikut:
a. Pelayanan bermutu, mengandung makna derajat
kesempurnaan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan
standar profesi dan standar pelayanan dengan menggunakan
potensi sumber daya yang tersedia di Rumah Sakit secara
wajar, efisien dan efektif serta diberikan secara aman dan
memuaskan, sesuai dengan norma etika, hukum dan sosial
budaya dengan memperhatikan keterbatasan dan kemampuan
pemerintah serta masyarakat konsumen( Wijono, 1999).
b. Pelayanan berorientasi pada pasien, mengandung makna
bahwa pelayanan yang diberikan merupakan asuhan yang
menghormati dan tanggap terhadap pilihan, kebutuhan, dan
nilai-nilai pribadi pasien, serta memastikan bahwa nilai-nilai
pasien menjadi panduan bagi semua keputusan klinis (IOM-
Institute of Medicine).
c. Dengan misi tersebut diharapkan dapat menunjang salah satu misi
Kabupaten Banyumas, yaitu: “Meningkatkan Kualitas Hidup
Masyarakat Melalui Akses Layanan Pendidikan Dan Kesehatan
Yang Murah Dan Berkualitas“.
d. Tugas, Fungsi, Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas
Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan
Perangkat Daerah Kabupaten Banyumas dan Peraturan Bupati
Banyumas Nomor : 10 tahun 2011 tentang penjabaran tugas dan
fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang Kabupaten
Banyumas.
Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang Kabupaten
Banyumas mempunyai tugas dan fungsi yaitu melaksanakan

19
penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang
pelayanan kesehatan pada RSUD Ajibarang serta berfungsi:
a. Perumusan kebijakan teknis di lingkup pelayanan kesehatan
pada RSUD Ajibarang;
b. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan
daerah lingkup pelayanan kesehatan pada RSUD Ajibarang;
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas pelayanan pada RSUD
Ajibarang;
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
8. Nilai-Nilai yang Dianut di RSUD Ajibarang
a. Bekerja adalah ibadah
Karena itu bekerja keras dan keikhlasan akan mendapatkan
hasil yang setimpal dikemudian hari
b. Kebersamaan
Mengutamakan kepentingan RS disbanding kepentingan pribadi
atau golongan. Kerja sama dalam tim factor terpenting menuju
tujuan, berat menjadi ringan.
c. Profesionalisme
Bekerja sesuai dengan keilmuan, standar prosedur operasional,
etika, target, dan sepenuh hati. Memegang teguh sumpah
jabatan dan kerahasiaan pekerjaan.
d. Kejujuran
e. Kedisiplinan
f. Keterbukaan

B. Sistem Kepegawaian Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang


1. Struktur Organisasi
a. Direktur mempunyai tugas memimpin penyusunan dan
pelaksanaan kebijakan daerah dibidang pelayanan kesehatan
pada RSUD Ajibarang sesuai dengan ketentuan yang berlaku

20
dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Banyumas
yang sehat.
b. Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan mempunyai tugas
Mengkoordinasikan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan
kebijakan administrasi umum, kepegawaian, keuangan, bina
program dan mutu RSUD Ajibarang sesuai dengan ketentuan
yang berlaku guna menyelaraskan pelaksanaan tugas.
c. Kepala Sub Bagian Bina Program dan Mutu mempunyai tugas
menyiapkan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan,
pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program serta
meningkatkan mutu dan kerja sama pada RSUD Ajibarang
sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna meningkatkan
kinerja RSUD Ajibarang.
d. Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas menyiapkan
penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan
pendapatan, belanja dan akuntansi keuangan RSUD Ajibarang
sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna menyelaraskan
pelaksanaan tugas pada RSUD Ajibarang.
e. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas
menyiapkan perumusan kebijakan teknis administrasi umum dan
kepegawaian pada RSUD Ajibarang sesuai dengan ketentuan
yang berlaku guna meningkatkan kinerja RSUD Ajibarang.
f. Kepala Bidang Pelayanan dan Keperawatan mempunyai tugas
mengkoordinasikan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan
kebijakan pelayanan medis dan keperawatan pada RSUD
Ajibarang sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna
menyelaraskan pelaksanaan tugas.
g. Kepala Seksi Pelayanan Medis mempunyai tugas menyiapkan
penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pelayanan medis pada
instalasi rawat jalan, instalasi rawat inap, instalasi bedah sentral,
instalasi intensive care unit dan instalasi gawat darurat sesuai

21
dengan ketentuan yang berlaku guna meningkatkan kinerja
RSUD Ajibarang.
h. Kepala Seksi Keperawatan mempunyai tugas menyiapkan
penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pelayanan
keperawatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna
meningkatkan kinerja RSUD Ajibarang.
i. Kepala Bidang Penunjang mempunyai tugas
mengkoordinasikan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan
kebijakan pelayanan penunjang medis dan non medis pada
RSUD Ajibarang sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna
menyelaraskan pelaksanaan tugas.
j. Kepala Seksi Penunjang Medis mempunyai tugas menyiapkan
penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pelayanan penunjang
medis pada instalasi gizi, instalasi farmasi, instalasi
laboratorium, instalasi radiologi dan instalasi rehabilitasi medis
RSUD Ajibarang sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna
menyelaraskan pelaksanaan tugas.
k. Kepala Seksi Penunjang Non Medis mempunyai tugas menyiapkan
penyusunan dan pelaksanaan kebijakkan pelayanan penunjang
non medis pada instalasi pemulasaran jenazah, instalasi sterilisasi
sentral, instalasi perbaikan sarana dan prasarana Rumah Sakit,
instalasi pengolahan limbah, instalasi rekam medis, instalasi
transportasi dan keamanan, instalasi pemasaran dan kepuasan
pelanggan, instalasi teknologi informatika serta instalasi diklat dan
pemberdayaan sumber daya manusia RSUD Ajibarang sesuai
dengan ketentuan yang berlaku guna menyelaraskan pelaksanaan
tugas.

22
Bagan Kepegawaian RSUD Ajibarang

Plt DIREKTUR

dr. Widyana G, Sp.OG

Kelompok
jabatan
Kabag Adm & Keu.
fungsional
Sulindri Handayani

Kasubag Bina Kasubag


Kasubag Keu
Program & Umum &
Mutu Sri Heriyat Kepegawaian
Adriana
Ir. Bukhori

Kabid Pelayanan & Kabid Penunjang


Keperawatan dr, Baiq Arnani
dr. Widyana G, Sp.OG

Kasi Penunjang Kasi Penunjang


Kasi pelayanan Kasi Keperawatan Medis Non Medis
dr. Ahmad H Nasim, S.Kep,.Ns Plt. dr. Baiq Est Siwi

Gambar 2. 1 Struktur Organisasi RSUD Ajibarang

2. Sumber Daya Manusia


RSUD Ajibarang sudah menerapkan pola pengelolaan
keuangan BLUD, sesuai dengan PP No 23 Tahun 2005 dan
Permendagri Nomor 61 Tahun 2007. Sehingga pegawai di RSUD
Ajibarang terdiri dari Pegawai PNS dan Pegawai Non PNS.
Dalam Peraturan Pemerintah nomer 11 tahun 2017 dijelaskan
bahwa Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah
profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai

23
Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut Pegawai ASN
adalah pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian
dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi
tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-
undangan. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS
adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu,
diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina
kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.
Pegawai Non PNS sering disebut juga sebagai pegawai BLUD,
karena gaji yang diberikan kepada Pegawai Non PNS berasal dari
hasil operasional Rumah Sakit (Pendapatan Rumah Sakit).
Jumlah pegawai dari tahun ke tahun selalu mengalami
peningkatan sesuai dengan beban kerja yang selalu meningkat
setiap tahunnya. Adapun data pegawai RSUD Ajibarang dari tahun
2016 dan 2017 adalah sebagaimana tabel di bawah ini.
Tabel 2. 1 Data Jumlah Pegawai RSUD Ajibarang Tahun 2016-2017
Tahun Tambah/kurang
No Uraian 2016 2017 (orang
(orang) (orang)
1 PNS 193 192 1
2 Pegawai Non PNS 247 310 63
Jumlah 440 502 62
Sumber : Subag Kepegawaian RSUD Ajibarang
Berdasarkan Tabel 3.1 tersebut di atas, maka dapat
diketahui bahwa jumlah pegawai pada tahun 2017 mengalami
penambahan sebanyak 62 orang, hal ini karena pada tahun 2017
terdapat pengadaan pegawai Non PNS. Adapun data tenaga
perawat dan bidan bulan dimiliki oleh RSUD Ajibarang sampai
bulan Juni 2018 adalah sebagai berikut :

24
Tabel 2. 2 Data Jumlah Tenaga Perawat dan Bidan Bulan Juni 2018
Jml Pendidikan Status Jenis
Tenaga Kepegawaian Kelamin
NO Ruangan Ket.
yang
D III S1 PNS PNP L P
tersedia
Ns
1 Instalasi Gawat Darurat 21 14 7 6 15 15 6
2 Instalasi rawat jalan 20 18 2 20 0 7 13
Ruang Bersalin dan
3 VK IGD 24 24 0 15 9 0 24
4 Ruang Cendrawasih A 12 7 5 7 5 4 8
5 Ruang Cendrawasih B 11 7 4 5 6 1 10
6 Ruang Kenari A 11 8 3 5 6 6 5
7 Ruang Kenari B 11 8 3 5 6 3 8
8 Ruang Camar Atas 11 8 3 4 7 4 7
9 Ruang Camar Bawah 12 8 4 5 7 4 8
10 Kepodang A 11 7 4 5 6 1 10
11 Kepodang B 11 8 3 5 6 5 6
12 Ruang ICU 14 9 5 8 6 9 5
13 Ruang Nuri 15 13 2 7 8 0 15
14 Ruang Perina 14 10 4 9 5 0 14
15 IBS 15 13 2 10 5 11 4
16 Penata anestesi 7 6 1 5 2 5 2
Perawat IPCN
17 Purnawaktu 2 1 1 2 0 1 1
18 Perawat Gigi 1 1 0 1 0 0 1
19 Teknik Gigi 1 1 0 1 0 0 1
20 Case manager 1 0 1 1 0 0 1
Jumlah 225 171 54 126 99 76 149

C. Tugas Jabatan Peserta Diklat


1. Tugas Aparatur Sipil Negara
Berdasarkan UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 11, tugas
Aparatur Sipil Negara adalah sebagai berikut :
a. Melaksanakan kebijakan public yang dibuat oleh Pejabat Negara
b. Memberikan pelayanan public yang professional dan berkualitas
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia

25
Kewajiban ASN adalah sebagai berikut :
a. Setia dan taat kepada Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI, dan
pemerintah yang sah
b. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
c. Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah
yang berwenang
d. Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan
e. Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian,
kejujuran, kesadaran, dan tanggungjawab
f. Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku,
ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam
maupun di luar kedinasan
g. Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan
rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
h. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI
Selain mempunyai tugas dan kewajiban, ASN juga memiliki kode
etik berdasarkan UU ASN No 5 Tahun 2014 Pasal 5, yaitu :
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan
berintegritas tinggi
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau
Pejabat yang Berwenang sejauh tidak bertentangan dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika
pemerintahan
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan Negara
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik Negara secara
bertanggung jawab efektif dan efisien
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam
melaksanakan tugasnya

26
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan
kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait
kepentingan kedinasan
j. Tidak menyalahgunakan informasi intern Negara, tugas, status,
kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari
keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi
dan integritas ASN; dan melaksanakan ketentuan peraturan
perundang-undangan mengenai disiplin Pegawai ASN.
2. Tugas Pokok Jabatan Fungsional Perawat Ahli Pertama
a. Melakukan pengkajian keperawatan dasar pada masyarakat;
b. Melakukan pengkajian keperawatan lanjutan pada individu;
c. Melakukan pengkajian keperawatan lanjutan pada keluarga;
d. Memberikan konsultasi data pengkajian keperawatan
dasar/lanjut;
e. Merumuskan diagnose keperawatan pada individu;
f. Membuat prioritas diagnose keperawatan;
g. Merumuskan tujuan keperawatan pada individu dalam rangka
menyusun rencana tindakan keperawatan;
h. Merumuskan tujuan keperawatan pada keluarga dalam rangka
menyusun rencana tindakan keperawatan;
i. Menetapkan tindakan keperawatan pada individu dalam rangka
menyusun rencana tindakan keperawatan;
j. Menetapkan tindakan keperawatan pada keluarga dalam rangka
menyusun rencana tindakan keperawatan;
k. Melakukan stimulasi tumbuh kembang pada individu dalam
rangka melakukan upaya promotif;
l. Memfasilitasi adaptasi dalam hospitalisasi pada individu dalam
rangka melakukan upaya promotif;
m. Melaksanakan case finding/deteksi dini/penemuan kasus baru
pada individu dalam rangka melakukan upaya promotif;

27
n. Melakukan support kepatuhan terhadap intervensi kesehatan
pada individu;
o. Melakukan pendidikan kesehatan pada individu pasien;
p. Mengajarkan keluarga untuk meningkatkan kesehatan anggota
keluarganya;
q. Memfasilitasi pasien dalam pemenuhan kebutuhan spiritual
dalam rangka tindakan keperawatan yang berkaitan dengan
ibadah;
r. Melakukan pendampingan pada pasien menjelang ajal (dying
care)
s. Memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman;
t. Mengambil sampel darah melalui arteri, pulmonary arteri, cvp,
dalam rangka tindakan keperawatan spesifik terkait kasus dan
kondisi pasien;
u. Merawat pasien dengan WSD;
v. Memantau pemberian elektrolit konsentrasi tinggi;
w. Melakukan tata kelola keperawatan pada pasien dengan
kemoterapi (pre, intra, post);
x. Melakukan perawatan luka bakar;
y. Melakukan penatalaksanaan extravasasi;
z. Melakukan rehabilitasi mental spiritual pada individu;
aa.Melakukan perawatan lanjutan pasca hospitalisasi/bencana
dalam rangka melakukan upaya rehabilitative pada keluarga;
bb.Memberikan perawatan pada pasien menjelang ajal sampai
meninggal;
cc. Memberikan dukungan dalam proses kehilangan, berduka dan
kematian, melakukan penatalaksanaan manajemen gejala;
dd.Melakukan evaluasi tindakan keperawatan pada individu;
ee.Memodifikasi rencana asuhan keperawatan;
ff. Melakukan dokumentasi perencanaan keperawatan;
gg.Melakukan dokumentasi pelaksanaan tindakan keperawatan;
hh.Melakukan dokumentasi evaluasi keperawatan;

28
ii. Menyusun rencana kegiatan individu perawat;
jj. Melakukan preseptorship dan mentorship;
kk. Melaksanakan fungsi pengarahan pelaksanaan pelayanan
keperawatan sebagai ketua tim/perawat primer.

D. Role Model
Role model adalah panutan, yang dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia sama artinya dengan teladan yaitu suatu yang patut ditiru
atau baik untuk di contoh seperti teladan, kelakuan, perbuatan, sifat,
dan sebagainya. Role model bagi penulis adalah Kepala Seksi
Keperawatan Bapak Nasim, S.Kep.,Ners. Beliau adalah pejabat
struktural dibawah pimpinan Kabid Pelayanan dan Keperawatan.
Beliau bisa dikatakan sebagai bapak dari para perawat yang ada di
RSUD Ajibarang. Beliau adalah sosok yang bijaksana, bertanggung
jawab, berwibawa, dan setiap kali ada permasalahan beliau dapat
menyelesaikannya dengan baik.
Pada kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar CPNS ini, beliau
sangat berperan andil dalam penyusunan rancangan dan rencana
kegiatan aktualisasi yang akan kami lakuka. Beliau berprinsip bahwa
kegiatan ini bukan hanya formalitas untuk menyelesaikan tugas,
melainkan sebagaimana mungkin apa yang kami kerjakan bisa
bermanfaat untuk masyarakat dan dapat meningkatkan mutu
pelayanan di RSUD Ajibarang. Beliau memiliki pengalaman kerja yang
sudah cukup lama, dimulai dari bekerja sebagai perawat pelaksana,
bendahara pengeluaran, bendahara proyek, pimpinan proyek
pembangunan gedung rumah sakit, kepala ruang Instalasi Bedah
Sentral, kepala Unit Reaksi Cepat Terpadu (bagian kesehatan)
Kabupaten Murung Raya, hingga menjadi Kepala Urusan rawat Inap
RSUD Puruk Cahu Propinsi Kalimantan Tengah.
Beliau kemudian dimutasikan ke Kabupaten Banyumas dan
bekerja sebagai perawat pelaksana rawat jalan dan perawat pelaksana
rawat inap di RSUD Ajibarang. Setelah itu, beliau ditunjuk sebagai

29
Kepala Seksi Keperawatan RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas
hingga sekarang. Beberapa prestasi yang pernah beliau capai antara
lain sebagai perawat teladan I tingkat Kabupeten Murung Raya
Kalimantan Tengah dan sebagai peserta Diklatpim IV terbaik I
Kabupaten Banyumas.

Gambar 2.1 Kepala Seksi Keperawatan RSUD Ajibarang

30
BAB III
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi dan


Keterkaitan dengan Nilai ANEKA
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI
Judul : OPTIMALISASI ASUHAN KEPERAWATAN
YANG SESUAI DENGAN STANDAR
SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI
RUANG CENDRAWASIH ATAS RSUD
AJIBARANG
Identifikasi Isu : 1. Belum optimalnya asuhan keperawatan
yang sesuai dengan standar sasaran
keselamatan pasien di Ruang
Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang
2. Belum optimalnya pelaksanaan program
pendidikan kesehatan (penkes) untuk
meningkatkan pengetahuan pasien dan
keluarga tentang penyakit di Ruang
Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang
3. Belum optimalnya perlindungan privasi
pasien dalam pemberian asuhan
keperawatan di Ruang Cendrawasih Atas
RSUD Ajibarang
4. Belum optimalnya pelaksanaan Early
Warning System (EWS) dalam
menurunkan kejadian code blue
5. Belum optimalnya pelaksanaan discharge
planning (perencanaan pulang) pada
pasien di Ruang Cendrawasih Atas RSUD
Ajibarang

31
6. Belum optimalnya waktu pemberian
asuhan keperawatan pada pasien terkait
dengan banyaknya aktivitas dokumentasi
yang harus dilakukan perawat selama
bertugas
7. Belum optimalnya pelaksanaan ronde
keperawatan di Ruang Cendrawasih Atas
RSUD Ajibarang
Isu yang Diangkat : BELUM OPTIMALNYA ASUHAN
KEPERAWATAN YANG SESUAI DENGAN
STANDAR SASARAN KESELAMATAN
PASIEN DI RUANG CENDRAWASIH ATAS
RSUD AJIBARANG
Gagasan yang : OPTIMALISASI ASUHAN KEPERAWATAN
Diangkat YANG SESUAI DENGAN STANDAR
SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI
RUANG CENDRAWASIH ATAS RSUD
AJIBARANG

1. Membuat media pendidikan kesehatan tentang Cuci Tangan dan


Pemilahan Sampah (sumber kegiatan : inovasi)
2. Melaksanakan kegiatan penggalangan komitmen tentang sasaran
keselamatan pasien diantara seluruh staff Ruang Cendrawasih
Atas (sumber kegiatan: inovasi)
3. Melaksanakan evaluasi bersama dengan perawat ruangan tentang
pengetahuan Sasaran Keselamatan Pasien (sumber kegiatan :
inovasi)
4. Membuat sticker untuk obat injeksi (sumber kegiatan : inovasi)
5. Melakukan identifikasi pasien sebelum pemberian obat dengan
menggunakan sticker yang sudah dibuat (sumber kegiatan : SKP)
6. Menata dan menyusun berkas tambahan rekam medis agar
mudah dijangkau oleh perawat (sumber kegiatan: inovasi)

32
7. Melaksanakan operan (timbang terima) antar perawat dalam
pergantian shift untuk meningkatkan komunikasi efektif (sumber
kegiatan : SKP)
8. Melakukan pendidikan kesehatan tentang 6 langkah cuci tangan
dan 5 momen cuci tangan (sumber kegiatan : SKP)
9. Melakukan pendidikan kesehatan tentang pemilahan sampah
medis dan non medis (sumber kegiatan : SKP)
10. Melakukan pengkajian resiko jatuh pada pasien (sumber kegiatan :
SKP).

33
Tabel 3. 1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Membuat - Melakukan - Mendapatkan Etika public : sopan santun dan keluwesan Adanya media Media Tidak adanya
media konsultasi arahan dan dalam komunikasi pendidikan pendidikan media edukasi
pendidikan dengan atasan persetujuan dari Akuntabilitas: diskusi dilakukan secara kesehatan kesehatan akan
kesehatan (mentor) atasan (mentor) transparan dan mendapatkan arahan dari akan merupakan meningkatkan
tentang Cuci mengenai kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan membantu salah satu beban kerja
Tangan dan rencana kegiatan wujud dari aspek kepemimpinan perawat dalam inovasi yang perawat, selain
Pemilahan yang akan Nasionalisme: tidak mengambil keputusan memaksimalka dapat itu media
Sampah dilaksanakan sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan n perannya membantu edukasi yang
sesuatu (Sila ke-4 pancasila) sebagai mewujudkan berkaitan
Sumber - Berkoordinasi - Disetujuinya Etika public : sopan santun dan keluwesan educator, nilai dengan cuci
kegiatan ; dengan ketua tim rencana kegiatan dalam komunikasi sehingga profesionalis tangan dan
inovasi promosi oleh ketua tim Akuntabilitas: diskusi dilakukan secara pelayanan me. Selain itu pemilahan
kesehatan dan promosi kesehatan transparan dan mendapatkan arahan dari kesehatan kerjasama sampah
tim Pencegahan dan tim PPI kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan yang diberikan antara perawat menjadi hal
dan wujud dari aspek kepemimpinan pun akan lebih dengan tim yang sangat
Pengendalian Nasionalisme: tidak mengambil keputusan maksimal dan promosi penting untuk
Infeksi (PPI) sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan professional. kesehatan dan meningkatkan
rumah sakit sesuatu (Sila ke-4 pancasila) Hal ini tim IPCN pemahaman
- Menyusun materi - Materi pendidikan Akuntabilitas: penyusunan materi menunjang merupakan pasien dan
pendidikan kesehatan tersusun menggunakan konsep teori rujukan yang pencapaian visi perwujudan keluarga. Jika
kesehatan - Print out materi ajar mencerminkan nilai tanggung jawab. RS “Menjadi dari nilai pasien dan
- Membuat design - Media pendidikan Komitmen mutu : media pendidikan kesehatan rumah sakit kebersamaan. keluarga tidak
media pendidikan kesehatan tersusun dibuat dengan bagus dan menarik (inovasi) unggulan Media memahami dan
kesehatan - Leaflet namun tetap memperhatikan prinsip efisiensi dengan pendidikan tidak
- Powerpoint dan dibuat sesuai kebutuhan sehingga dapat pelayanan kesehatan mempraktekan
- Lembar balik meningkatkan efektifitas kegunaannya. professional” akan cuci tangan

34
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
- Membuat - Tersusunnya Etika Publik : sopan santun dan menghormati membantu yang baik dan
undangan undangan seluruh anggota tim dalam benar, akan
pertemuan pertemuan Akuntabilitas: undangan ditandatangani oleh pelayanan meningkatkan
dengan tim atasan sebagai pimpinan sesuai nilai kejelasan kesehatan resiko
promosi dan kepemiArampinan kepada pasien terjadinta
kesehatan secara Efektif infeksi yang
- Melakukan - Terlaksananya Etika Publik: pertemuan dilakukan dengan tetap sesuai dengan didapat selama
pertemuan kegiatan rapat memperhatikan nilai-nilai kesopanan. motto RS. perawatan di
dengan tim - Tercapainya Komunikasi dibangun secara luwes dan terbuka. rumah sakit.
promosi kesepakatan Akuntabilitas: kegiatan pertemuan dilakukan
kesehatan dengan tim promosi secara transparan dan jelas.
kesehatan Nasionalisme: pertemuan dilakukan melalui
metode diskusi dengan memberikan
kesempatan bertanya dan mengungkapkan
pendapat sesuai dengan sila ke-2. Pertemuan
dilakukan untuk mencapai kesepakatan bersama
dengan seluruh tim promosi kesehatan (Sila ke-
4).
- Memperbanyak - Tersusunnya dan Akuntabilitas: menyediakan media pendidikan
media pendidikan tersedianya media kesehatan secara berkelanjutan menunjukan
kesehatan dan pendidikan adanya konsistensi dalam pelaksanaan tugas.
menyediakannya kesehatan di Anti korupsi: dalam penyediaan media
di ruang rawat ruangan pendidikan kesehatan tetap memperhatikan
inap penggunaan anggaran dan tetap
mempertahankan prinsip jujur dan tanggung
jawab.
2 Melaksana- - Melakukan - Mendapatkan Etika public : (sopan santun dan keluwesan Kegiatan Penggalangan Tidak adanya
kan kegiatan konsultasi arahan dan dalam komunikasi) penggalangan komitmen komitmen
penggalangan dengan atasan persetujuan dari Akuntabilitas: (diskusi dilakukan secara komitmen ini mencerminkan menyebabkan
komitmen (mentor) atasan (mentor) transparan dan mendapatkan arahan dari akan nilai nilai ketidakjelasan

35
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
tentang mengenai kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan menentukan Kebersamaan, arah dan tujuan
Sasaran rencana kegiatan wujud dari aspek kepemimpinan) arah komitmen Profesionalis pelayanan
Keselamatan yang akan Nasionalisme: tidak mengambil keputusan staff dan me, dan sehingga tidak
Pasien dilaksanakan sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan menciptakan Kedisiplinan. terwujud
diantara sesuatu (Sila ke-4 pancasila) kedisiplinan kedisiplinan
seluruh Staff - Berkoordinasi - Disetujuinya Etika public : (sopan santun dan keluwesan staff sehingga dan
Ruang dengan kepala rencana waktu dalam komunikasi) menunjang visi profesionalisme
Cendrawasih ruang dan ketua pelaksanaan Akuntabilitas: (diskusi dilakukan secara RS yaitu staff dalam
Atas tim untuk kegiatan yang transparan dan mendapatkan arahan dari “Menjadi bekerja
mengadakan diajukan kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan rumah sakit
Sumber pertemuan staff wujud dari aspek kepemimpinan) unggulan
kegiatan : ruangan Nasionalisme: tidak mengambil keputusan dengan
inovasi sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan pelayanan
sesuatu (Sila ke-4 pancasila) professional”
- Membuat - Undangan tercetak Etika Publik : sopan santun dan menghormati
undangan dan tersebar seluruh staff
pertemuan sesuai kepada seluruh staff Akuntabilitas: undangan ditandatangani oleh
jadwal yang ruangan kepala ruangan sebagai pimpinan dalam unit
sudah disepakati pelayanan rawat inap sesuai nilai kejelasan dan
bersama kepala kepemimpinan
ruang dan ketua
tim
- Melaksanakan - Terlaksananya Nasionalisme: musyawarah merupakan
pertemuan dan kegiatan pertemuan perwujudan dari nilai pancasila pada sila ke-4
musyawarah - Foto kegiatan Akuntabilitas: dalam musyawarah semua staff
dengan seluruh - Daftar hadir staff berkak untuk mengungkapkan pendapatnya
staff ruangan sesuai nilai Transparansi dan Keadilan.
Pendapat yang diungkapkan harus mempunyai
dasar dan staff memiliki tanggung jawab atas
usul yang diajukan. Dalam diskusi memerlukan

36
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
peran kepala ruangan untuk memimpin jalannya
diskusi sesuai dengan nilai kepemimpinan.
- Membuat - Tercapainya Nasionalisme: setiap keputusan didasarkan
kesepakatan kesepakatan pada hasil musyawarah sesuai dengan sila ke-
tentang komitmen dengan seluruh staff 4.
bersama dan ruangan Akuntabilitas: Pemimpin berperan sebagai
reward yang akan - Rincian komitmen pengambil keputusan sesuai dengan nilai
dilaksanakan ruangan kepemimpinan dan integritas. Adanya
keputusan yang disepakati akan menentukan
kinerja yang diharapkan kesepan sesuai nilai
kejelasan. Keputusan harus diambil dengan
penuh tanggung jawab dan tetap
memperhatikan prinsip keadilan dan
keseimbangan.
Etika publik : penyampaian hasil diskusi harus
dilakukan dengan penuh sopan santun agar
dapat diterima semua pihak
Komitmen mutu : adanya komitmen bersama
dalam pelaksanaan tugas akan membuat
pekerjaan lebih efektif dan setiap tindakan
selalu dilakukan dengan berorientasi mutu.
- Menandatangani - Komitmen yang Komitmen mutu : Komitmen dibuat dengan
komitmen dan disepakati berorientasi mutu pelayanan.
kesepakatan ditandatangani Akuntabilitas: lembar komitmen menunjukan
yang telah bersama oleh adanya kejelasan dan integritas dalam diri
disetujui bersama semua staff setiap staff.
- Lembar tanda Anti korupsi: dengan menandatangani
tangan komitmen komitmen menunjukan bahwa staff berani
dan kesepakatan mengambil resiko dan siap bertanggung jawab
ruangan atas tindakan yang diambil.

37
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
- Memasang - Lembar komitmen Akuntabilitas: memasang lembar komitmen
lembar komitmen terpasang di menunjukan adanya konsistensi staff.
ditempat yang ruangan
mudah terlihat - Seluruh staff selalu
sebagai mengingat
pengingat untuk komitmen yang
semua staff disepakati bersama
dan disiplin dalam
menjalankannya
3 Melaksana- - Melakukan - Mendapatkan Etika public : (sopan santun dan keluwesan Sosialisasi dan Sosialisasi dan Pengetahuan
kan evaluasi konsultasi arahan dan dalam komunikasi) refreshing ilmu refreshing dan
bersama dengan atasan persetujuan dari Akuntabilitas: (diskusi dilakukan secara bagi staff mencerminkan pemahaman
dengan (mentor) atasan (mentor) transparan dan mendapatkan arahan dari merupakan nilai-nilai staff tentang
perawat mengenai kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan bentuk Profesionalis sasaran
ruangan rencana kegiatan wujud dari aspek kepemimpinan) penanaman me, dan keselamatan
tentang yang akan Nasionalisme: tidak mengambil keputusan nilai-nilai Keterbukaan pasien kurang
pengetahuan dilaksanakan sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan keselamatan sehingga
Sasaran sesuatu (Sila ke-4 pancasila) pasien asuhan
Keselamatan - Berkonsultasi - Mendapatkan Etika public : (sopan santun dan keluwesan sehingga keperawatan
Pasien dengan kepala arahan terkait dalam komunikasi) mampu pasien tidak
ruang tentang materi Akuntabilitas: (diskusi dilakukan secara menunjang visi maksimal dan
Sumber materi sosialisasi - Persetujuan tentang transparan dan mendapatkan arahan dari RS “Menjadi tidak sesuai
kegiatan : materi sosialisasi kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan rumah sakit standar
inovasi wujud dari aspek kepemimpinan) unggulan sasaran
Nasionalisme: tidak mengambil keputusan dengan keselamatan
sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan pelayanan pasien
sesuatu (Sila ke-4 pancasila) professional”
- Mencari literature - Tersedianya Akuntabilitas: materi disusun dengan penuh dan misi rumah
tentang sasaran literature terkait tanggung jawab dan berasal dari sumber yang sakit
jelas. “Memberikan

38
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
keselamatan sasaran Etika publik : dibuat berdasarkan prinsip pelayanan
pasien keselamatan pasien keahlian bermutu yang
- Rangkuman materi Komitmen mutu: materi disusun berorientasi berorientasi
mutu pada pasien”
- Menyusun materi - Materi tersusun Akuntabilitas: penyusunan materi
sosialisasi yang - Print out materi dan menggunakan konsep teori rujukan yang
akan diberikan SAP mencerminkan nilai tanggung jawab.
- Print out lembar
pertanyaan
- Membuat media - Media sosialisasi Komitmen mutu : media pendidikan kesehatan
sosialisasi tersusun dibuat dengan bagus dan menarik namun tetap
- Powerpoint memperhatikan prinsip efisiensi dan dibuat
sesuai kebutuhan sehingga dapat meningkatkan
efektifitas kegunaannya.
- Menetapkan - Tercapainya Etika public : (sopan santun dan keluwesan
waktu kegiatan kesepakatan dalam komunikasi)
sosialisasi tentang hari dan Akuntabilitas: (diskusi dilakukan secara
tanggal transparan dan mendapatkan arahan dari
pelaksanaan kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan
sosialisasi wujud dari aspek kepemimpinan)
Nasionalisme: tidak mengambil keputusan
sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan
sesuatu (Sila ke-4 pancasila)
- Membuat - Surat undangan Etika Publik : sopan santun dan menghormati
undangan sosialisasi tercetak seluruh staff
sosialisasi dan tersebar Akuntabilitas: undangan ditandatangani oleh
kepala ruangan sebagai pimpinan dalam unit
pelayanan rawat inap sesuai nilai kejelasan dan
kepemimpinan

39
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
- Melaksanakan - Kegiatan sosialisai Etika Publik: sosialisasi dilakukan dengan tetap
kegiatan terlaksana memperhatikan nilai-nilai kesopanan.
sosialisasi - Foto kegiatan Komunikasi dibangun secara luwes dan terbuka.
terhadap staff - Daftar hadir staff Akuntabilitas: selama proses sosialisasi
ruangan dilakukan secara transparan dan jelas.
Nasionalisme: sosialisasi dilakukan melalui
metode diskusi dengan memberikan
kesempatan bertanya dan mengungkapkan
pendapat sesuai dengan sila ke-2
- Mengevaluasi - Seluruh staff Etika publik: tujuan evaluasi disampaikan
pemahaman staff mampu menjawab dengan penuh sopan santun tanpa menyinggung
tentang sasaran semua pertanyaan staff lainnya
keselamatan yang diberikan Komitmen mutu : pembagian lembar
pasien dengan pertanyaan kepada seluruh staff akan lebih
membagikan efisien waktu dan proses evaluasi menjadi lebih
lembar efektif karena semua staff dapat terevaluasi.
pertanyaan untuk
diisi
4 Membuat - Melakukan - Mendapatkan Etika public : (sopan santun dan keluwesan Sticker obat Adanya sticker Obat yang tidak
sticker untuk bimbingan arahan dan dalam komunikasi) yang lengkap obat akan diberi sticker
obat injeksi dengan atasan persetujuan dari Akuntabilitas: (diskusi dilakukan secara akan meningkatan akan
(mentor) atasan (mentor) transparan dan mendapatkan arahan dari membantu ketepatan meningkatkan
Sumber mengenai kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan perawat dalam pemberian obat resiko
kegiatan : rencana kegiatan wujud dari aspek kepemimpinan) proses pada pasien, kesalahan
inovasi yang akan Nasionalisme: tidak mengambil keputusan identifikasi hal ini sesuai pemberian obat
dilaksanakan sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan pasien sebelum dengan motto yang
sesuatu (Sila ke-4 pancasila) pemberian obat RS yaitu membahaya-

40
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
- Berkoordinasi - Disetujuinya Etika public : sopan santun dan keluwesan sehingga Aman. Selain kan bagi pasien
dengan kepala gagasan yang dalam komunikasi meningkatkan itu juga dan
ruang dan ketua disampaikan Akuntabilitas: diskusi dilakukan secara ketepatan membantu mengancam
tim mengenai - Foto kegiatan transparan dan mendapatkan arahan dari pemberian pencapaian keselamatan
gagasan tentang kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan obat. nilai pasien.
pembuatan wujud dari aspek kepemimpinan Pemberian profesionalis
sticker obat Nasionalisme: tidak mengambil keputusan obat yang tepat me dalam
injeksi sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan akan pemberian
sesuatu (Sila ke-4 pancasila) mengurangi asuhan
- Mengidentifikasi - Teridentifikasinya Akuntabilitas: identisikasi dilakukan dengan resiko keperawatan.
jenis-jenis obat obat-obat yang penuh tanggung jawab. ancaman Adanya etiket
yang sering sering digunakan Anti Korupsi: data disusun dengan prinsip terhadap yang lengkap
diberikan kepada - Daftar obat yang kejujuran sesuai kenyataan yang ada. keselamatan juga akan
pasien sering diberikan pasien, meningkatkan
kepada pasien di sehingga dapat Kedisiplinan
ruangan menunjang visi perawat yang
- Menyusun design - Design tersusun Komitmen mutu: design sticker yang baru RS “Menjadi menunjang
sticker obat - Soft file design merupakan bentuk inovasi untuk menciptakan rumah sakit proses
injeksi peayanan berorientasi mutu. unggulan identifikasi
- Mengecek ulang - Sticker obat Komitmen mutu: tindakan dilakukan setelah dengan pasien.
dan mencetak tercetak dievaluasi dan dicek agar tetap berorientasi pelayanan
sticker - Print out sticker pada mutu. Label dicetak dengan professional”
dalam label kecil memperhatikan prinsip efisiensi. dan misi rumah
- Menggunakan - Sticker obat injeksi Akuntabilitas: menggunakan sticker yang sakit
sticker yang yang baru sesuai merupakan wujud integritas dalam “Memberikan
sudah dibuat digunakan oleh pemberianpelayanan dan menciptakan pelayanan
dalam pemberian perawat dalam konsistensi staff. bermutu yang
obat pasien pemberian obat Etika public: penggunaan etiket membantu berorientasi
kepada pasien menjalankan tugas perawat secara pada pasien”
professional, serta memberikan layanan yang

41
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
tepat dan akurat.
5 Melakukan - Menyiapkan - CPO tersedia Akuntabilitas : adanya catatan menunjukkan Melakukan Proses Dapat terjadi
identifikasi Catatan kejelasan tentang rencana tindakan yang akan identifikasi identifikasi kesalahan
pasien Pemberian Obat diberikan. dengan benar pasien yang dalam
sebelum (CPO) pasien dapat tepat dan benar pemberian
pemberian - Menuliskan nama - Nama pasien dan Etika Publik : dalam memberikan asuhan menunjang visi dapat obat, baik itu
obat dengan pasien dan nomor nomor rekam medis keperawatan berusaha untuk memberikan Rumah Sakit menunjang nilai kesalahan
menggunakan rekam medis tertulis lengkap layanan secara tepat dan akurat. “Menjadi organisasi dosis maupun
sticker yang pada sticker pada sticker Anti Korupsi : menunjukkan kedisiplinan rumah sakit profesionalis kesalahan
sudah dibuat dalam mematuhi SOP yang sudah ditetapkan. unggulan me dan pasien
- Mencuci tangan - Tangan bersih Akuntabilitas : merupakan tanggung jawab dengan kedisiplinan.
Sumber dalam memberikan pelayanan yang bermutu pelayanan Selain itu
kegiatan : untuk meciptakan keamanan dalam pemberian professional” sesuai dengan
SKP asuhan keperawatan kepada pasien dan misi moto Rumah
- Menyiapkan obat - Obat disiapkan Etika Pubik : merupakan usaha untuk Rumah Sakit Sakit yaitu
dengan prinsip 7 dengan benar menjalankan tugas secara professional, “Memberikan Aman
benar : benar memberikan layanan secara tepat dan akurat. pelayanan
pasien, benar Komitmen Mutu : memberikan pelayanan bermutu yang
obat, benar dosis, dengan berorientasi mutu yaitu untuk berorientasi
benar waktu, meningkatkan kualitas pelayanan. pada pasien”
benar waktu, dan
benar informasi
- Memberikan - Persetujuan Nasionalisme : tetap memperhatikan dan
salam dan tindakan dari menghormati hak orang lain (Sila ke-5)
informed consent pasien/keluarga Etika Publik : menghargai komunikasi dan
tentang kerjasama dengan pasien/keluarga
pemberian obat
- Melakukan - Identitas pasien Komitmen Mutu : memastikan ketepatan
identifikasi pasien teridentifikasi identitas pasien (Efektivitas)
dengan dengan tepat Anti Korupsi : menunjukkan adanya

42
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
menanyakan kedisiplinan yaitu kepatuhan dalam
nama lengkap memberikan pelayanan sesuai dengan SOP
pasien dengan yang sudah ditetapkan
pertanyaan
terbuka
- Mencocokkan - Kecocokan data Etika Publik : memberikan pelayanan secara
nama dan nomor pada gelang tepat dan akurat
rekam medis dengan sticker obat
yang tertera pada
gelang dengan
sticker obat
- Memastikan obat - Obat diinjeksikan Etika Publik : memberikan pelayanan secara
sudah benar dan kepada pasien tepat dan akurat
menginjeksikan Komitmen Mutu : memastikan ketepatan obat
obat yang diberikan (Efektivitas)
Anti Korupsi : menunjukkan adanya
kedisiplinan yaitu kepatuhan dalam
memberikan pelayanan sesuai dengan SOP
yang sudah ditetapkan
- Mengucapkan - Pasien Nasionalisme : tetap memperhatikan dan
terima kasih atas mengucapkan menghormati hak orang lain (Sila ke-5)
kepercayaan dan terima kasih atas Etika Publik : menghargai komunikasi dan
kerjasama tindakan yang kerjasama dengan pasien/keluarga
pasien/keluarga diberikan
- Membereskan - Alat-alat tersimpan Akuntabilitas : merupakan kegiatan yang terus-
dan menyimpan pada tempatnya menerus dilakukan setelah pemberian asuhan
alat-alat pada dengan rapi keperawatan kepada pasien (konsistensi)
tempatnya
- Mencuci tangan - Tangan bersih Akuntabilitas : merupakan tanggung jawab
dalam memberikan pelayanan yang bermutu

43
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
untuk meciptakan keamanan dalam pemberian
asuhan keperawatan kepada pasien
- Mendokumentasi - Tindakan Akuntabilitas : adanya dokumentasi
kan tindakan terdokumentasikan menunjukan adanya transparansi serta
yang sudah tanggung jawab terhadap tindakan yang telah
dilakukan pada dilakukan
catatan Etika Publik : usaha untuk
keperawatan mempertanggungjawabkan tindakan dan
kinerja yang telah dilakukan
Anti Korupsi : meningkatkan kejujuran atas
kegiatan yang telah dilaksanakan dengan
menuliskan sesuai apa yang dikerjakan
6 Menata dan - Berkoordinasi - Disetujuinya Etika public : sopan santun dan keluwesan Berkas-berkas Berkas yang Berkas rekam
menyusun dengan kepala rencana kegiatan dalam komunikasi yang tertata tersusun medis pasien
berkas ruang dan ketua yang diajukan Akuntabilitas: diskusi dilakukan secara dengan rapi 44apid an menjadi tidak
tambahan tim transparan dan mendapatkan arahan dari akan mudah lengkap.
rekam medis kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan memudahkan terjangkau Operan antar
agar mudah wujud dari aspek kepemimpinan perawat dalam akan membuat perawat yang
dijangkau Nasionalisme: tidak mengambil keputusan melengkapi kinerja menjadi bertugas
oleh perawat sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan rekam medis lebih Cepat menjadi tidak
sesuatu (Sila ke-4 pancasila) pasien. dan Efektif jelas dan
Sumber - Menyiapkan rak - Tersedianya rak Anti korupsi: dalam pengadaan barang Sehingga sesuai motto pencatatan
kegiatan : susun untuk berkas menerapkan nilai kejujuran dan menggunakan meminimalisir RS. Hal ini medis juga
inovasi berkas rekam anggaran dengan penuh tanggung jawab. waktu dan akan kurang
medis proses mengurangi lengkap. Hal ini
- Membuat label - Label untuk masing- Komitmen mutu: label untuk setiap rak pencatatan lamanya kerja akan
berkas untuk masing berkas merupakan inovasi yang mempermudah dalam rekam medis sehingga meningkatkan
masing-masing tersusun mencari dokumen menjadi lebih perawat dapat resiko salah
rak - Print out label cepat. Rekam menyelesaikan prosedur atau

44
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
- Menyusun dan - Berkas kelengkapan Komitmen mutu: menyusun berkas akan medis yang pencatatan tindakan
merapikan berkas rekam medis pasien meningkatkan efektifitas pelaksanaan tugas lengkap dapat medis lainnya keperawatan
kelengkapan tersusun dengan dan pemanfaatan waktu yang lebih efisien. membantu secara lebih yang
rekam medis 45apid an mudah Anti korupsi: kerapian merupakan wujud proses lengkap. membahayaka
pasien dijangkau oleh disiplin dalam bekerja. komunikasi Lengkapnya n keselamatan
perawat antar petugas catatan medis pasien.
- Foto kegiatan kesehatan dan akan membuat
- Mengevaluasi - Seluruh staff Etika public: evaluasi dilakukan dengan meningkatkan operan antar
manfaat merasakan bertanya manfaat kepada staff. Dalam bertanya ketepatan perawat lebih
penataan berkas manfaatnya dalam memperhatikan komunikasi dan kerjasama operan tugas jelas sehingga
mempermudah antar staff antar staff. Hal dapat
pengisian rekam ini sangat memberikan
medis pasien menunjang asuhan
- Melengkapi ulang - Berkas selalu Akuntabilitas: kegiatan dilakukan secara dalam keperawatan
berkas-berkas tersedia di rak yang berkelanjutan sesuai nilai konsistensi dan pencapaian visi yang Aman.
yang sudah habis sudah disiapkan integritas. RS “Menjadi Selain itu akan
atau mulai rumah sakit meningkatkan
berkurang unggulan pula
dengan profesionalis
pelayanan me perawat
professional” dalam bekerja
dan misi rumah dan
sakit meningkatkan
“Memberikan Kedisiplinan
pelayanan sesuai nilai
bermutu yang rumah sakit.
berorientasi
pada pasien”
7 Melaksana- - Menyiapkan buku - Buku laporan jaga Akuntabilitas : adanya catatan menunjukkan Operan Kegiatan ini Operan
kan operan laporan jaga tersedia kejelasan tentang kondisi pasien yang akan petugas sesuai dengan (timbang

45
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
(timbang pasien yang akan dioperkan merupakan nilai RS yaitu terima)
terima) antar dioperkan usaha untuk profesionalis merupakan
perawat - Memberikan - Persetujuan dari Nasionalisme : tetap memperhatikan dan meningkatkan me, dan kegiatan yang
dalam informed consent pasien/keluarga menghormati hak orang lain (Sila ke-5) komunikasi kedisiplinan. sangat penting
pergantian kepada pasien Etika Publik : menghargai komunikasi dan efektif yang Selain itu juga dilakukan, jika
shift untuk untuk melakukan kerjasama dengan pasien/keluarga dapat sesuai dengan tidak
meningkatkan operan menunjang motto RS dilaksanakan
komunikasi - Memperkenalkan - Pasien mengenal Etika Publik : menghargai komunikasi dan pencapaian visi Efektif dan dapat
efektif perawat yang perawat shift kerjasama dengan pasien/keluarga RS “Menjadi Aman menyebabkan
akan bertugas di selanjutnya rumah sakit kesalahan
Sumber shift selanjutnya unggulan dalam
kegiatan : - Menjelaskan - Kondisi pasien Komitmen Mutu : usaha untuk meningkatkan dengan pemberian
SKP kondisi pasien diinformasikan efektivitas dalam operan shift, selain itu juga pelayanan asuhan
secara umum, dengan jelas merupakan usaha untuk meningkatan kualitas professional” keperawatan
dari keluhan, kepada perawat pelayanan kepada pasien (orientasi mutu) sehingga dapat
terapi, dll kepada shift selanjutnya Anti Korupsi : menunjukkan kedisiplinan mengancam
perawat yang dengan mematuhi SOP Operan Shift yang telah keselamatan
bertugas di shift ditetapkan. Menyampaikan kondisi pasien pasien.
selanjutnya dengan prinsip kejujuran, yaitu menceritakan
kondisi sesungguhnya pasien saat itu.
8 Melakukan - Berkoordinasi - Disetujuinya Etika public : sopan santun dan keluwesan Pendidikan Dalam Kurangnya
pendidikan dengan kepala rencana kegiatan dalam komunikasi kesehatan berkomunikasi pemahaman
kesehatan ruang dan ketua yang akan Akuntabilitas: diskusi dilakukan secara merupakan dengan pasien pasien dan
tentang 6 tim dilaksanakan transparan dan mendapatkan arahan dari salah satu cara harus selalu keluarga akan
langkah cuci kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan untuk Ramah dan menyebabkan
tangan dan 5 wujud dari aspek kepemimpinan memberikan setiap tugas ketidakpatuhan
momen cuci Nasionalisme: tidak mengambil keputusan pelayanan dilakukan dalam cuci
tangan sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan secara dengan Ikhlas, tangan
sesuatu (Sila ke-4 pancasila) maksimal agar tetap sehingga

46
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
Sumber - Menyusun - SAP tersusun Akuntabilitas: penyusunan materi kepada pasien. berpegang meningkatkan
kegiatan : Satuan Acara - Print out SAP menggunakan konsep teori rujukan yang Selain pasien, teguh pada resiko
SKP Pengajaran mencerminkan nilai tanggung jawab. keluarga juga motto RS. terjadinya
(SAP) memperoleh Keikhlasan infeksi yang
- Menyiapkan - Media pendidikan Komitmen mutu : media pendidikan kesehatan manfaatnya dalam bekerja didapat selama
media pendidikan kesehatan tersusun dibuat dengan bagus dan menarik (inovasi) sehingga akan akan perawatan di
kesehatan - Powerpoint namun tetap memperhatikan prinsip efisiensi tumbuh menunjang rumah sakit
- Lembar balik dan dibuat sesuai kebutuhan sehingga dapat kemandirian pencapaian
- leaflet meningkatkan efektifitas kegunaannya. dan nilai bekerja
- Membuat kontrak - Persetujuan dari Anti Korupsi: sebelum memulai kegiatan dibuat pengetahuan adalah ibadah.
waktu dengan pasien dan keluarga kesepakatan waktu penkes untuk menciptakan pasien dan Selain itu
pasien dan tentang lamanya disiplin dalam kegiatan dan tanggung jawab keluarga yang dengan
keluarga waktu pendidikan terhadap kontrak yang telah dibuat. lebih baik lagi. dilakukannya
kesehatan Akuntabilitas: kesepakatan waktu Hal ini pendidikan
menimbulkan kejelasan kegiatan yang akan menunjang kesehatan
dilaksanakan. rumah sakit dapat
- Menjelaskan - Pasien dan Etika Publik: dilakukan dengan tetap dalam membantu
tentang 6 langkah keluarga memahami memperhatikan nilai-nilai kesopanan. pencapaian visi pencapaian
cuci tangan dan 5 materi yang Komunikasi dibangun secara luwes dan terbuka. “Menjadi nilai
momen cuci diberikan Akuntabilitas: selama menjelaskan materi rumah sakit Profesionalis
tangan - Pasien dan dilakukan secara transparan dan jelas. unggulan me dan mampu
keluarga mampu Nasionalisme: materi dijelaskan melalui dengan menciptakan
mempraktekkan metode diskusi dengan memberikan pelayanan nilai
cara cuci tangan kesempatan bertanya sesuai dengan sila ke-2 professional” Keterbukaan
yang baik dan benar dan misi rumah antara pasien
- Foto kegiatan sakit dan staff.
- Mengevaluasi - Pasien dan Etika public: mengajukan pertanyaan dengan “Memberikan
hasil pendidikan keluarga mampu komunikasi yang baik pelayanan
kesehatan menjawab Komitmen mutu: evaluasi menilai efektifitas bermutu yang
dengan bertanya dari penkes yang diberikan

47
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
kepada pasien pertanyaan yang berorientasi
dan keluarga diberikan pada pasien”
- Membagikan - Leaflet terbagikan Komitmen mutu: leaflet membantu pasien dan
leaflet kepada pada semua pasien keluarga untuk mengingat dan lebih memahami
pasien dan dan keluarga yang materiyangtelahdiberikansehingga
keluarga hadir meningkatkan efektifitas dan efisiensi
kegiatan.
9 Melakukan - Berkoordinasi - Disetujuinya Etika public : sopan santun dan keluwesan Pendidikan Dalam Pemilahan
pendidikan dengan kepala rencana kegiatan dalam komunikasi kesehatan berkomunikasi sampah yang
kesehatan ruang dan ketua yang akan Akuntabilitas: diskusi dilakukan secara merupakan dengan pasien tidak sesuai
tentang tim dilaksanakan transparan dan mendapatkan arahan dari salah satu cara harus selalu akan
pemilahan kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan untuk Ramah dan menyebabkan
sampah wujud dari aspek kepemimpinan memberikan setiap tugas penyebaran
medis dan Nasionalisme: tidak mengambil keputusan pelayanan dilakukan infeksi dari
non medis sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan secara dengan Ikhlas, rumah sakit ke
sesuatu (Sila ke-4 pancasila) maksimal agar tetap masyarakat
Sumber - Menyusun SAP - SAP tersusun Akuntabilitas: penyusunan materi kepada pasien. berpegang luar, selain itu
kegiatan : - Print out SAP menggunakan konsep teori rujukan yang Selain pasien, teguh pada rumah sakit
SKP mencerminkan nilai tanggung jawab. keluarga juga motto RS. sebagai
- Menyiapkan - Media pendidikan Komitmen mutu : media pendidikan kesehatan memperoleh Keikhlasan penyedia
media pendidikan kesehatan tersusun dibuat dengan bagus dan menarik (inovasi) manfaatnya dalam bekerja layanan
kesehatan - Powerpoint namun tetap memperhatikan prinsip efisiensi sehingga akan akan kesehatan juga
- Lembar balik dan dibuat sesuai kebutuhan sehingga dapat tumbuh menunjang akan
- leaflet meningkatkan efektifitas kegunaannya. kemandirian pencapaian mendapatkan
- Membuat kontrak - Persetujuan dari Anti Korupsi: sebelum memulai kegiatan dibuat dan nilai bekerja sanksi pidana
waktu dengan pasien dan keluarga kesepakatan waktu penkes untuk menciptakan pengetahuan adalah ibadah. karena
pasien dan tentang lamanya disiplin dalam kegiatan dan tanggung jawab pasien dan Selain itu mengakibatkan
keluarga waktu pendidikan terhadap kontrak yang telah dibuat. keluarga yang dengan gangguan
kesehatan Akuntabilitas: kesepakatan waktu lebih baik lagi. dilakukannya kesehatan
menimbulkan kejelasan kegiatan yang akan Hal ini pendidikan masyarakat.

48
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
dilaksanakan. menunjang kesehatan Selain itu juga
- Menjelaskan - Pasien dan Etika Publik: dilakukan dengan tetap rumah sakit dapat akan
tentang cara keluarga memahami memperhatikan nilai-nilai kesopanan. dalam membantu meningkatkan
memilah sampah dan mampu Komunikasi dibangun secara luwes dan terbuka. pencapaian visi pencapaian penyebaran
medis dan non membedakan Akuntabilitas: selama menjelaskan materi “Menjadi nilai infeksi yang
medis sampah medis dan dilakukan secara transparan dan jelas. rumah sakit Profesionalis lebih luas di
non medis Nasionalisme: materi dijelaskan melalui unggulan me dan mampu dalam
- Foto kegiatan metode diskusi dengan memberikan dengan menciptakan pelayanan
kesempatan bertanya sesuai dengan sila ke-2 pelayanan nilai kesehatan itu
- Mengevaluasi - Pasien dan Etika public: mengajukan pertanyaan dengan professional” Keterbukaan sendiri.
hasil pendidikan keluarga mampu komunikasi yang baik dan misi rumah antara pasien
kesehatan menjawab Komitmen mutu: evaluasi menilai efektifitas sakit dan staff.
dengan bertanya pertanyaan yang dari penkes yang diberikan “Memberikan
kepada pasien diberikan pelayanan
dan keluarga bermutu yang
- Membagikan - Leaflet terbagikan Komitmen mutu: leaflet membantu pasien dan berorientasi
leaflet kepada pada semua pasien keluarga untuk mengingat dan lebih memahami pada pasien”
pasien dan dan keluarga yang materiyangtelahdiberikansehingga
keluarga hadir meningkatkan efektifitas danefisiensi
kegiatan.
10 Melakukan - Mengucapkan - Persetujuan dari Nasionalisme : tetap memperhatikan dan Melakukan Kegiatan ini Tanpa
pengkajian salam dan pasien/keluarga menghormati hak orang lain (Sila ke-5) pengkajian sesuai dengan pengkajian
resiko jatuh informed consent Etika Publik : menghargai komunikasi dan resiko jatuh nilai RS yaitu resiko jatuh
pada pasien tentang tindakan kerjasama dengan pasien/keluarga dapat profesionalis petugas
yang akan menunjang visi me, dan kesehatan tidak
Sumber dilakukan Rumah Sakit kedisiplinan. akan
kegiatan : - Mengidentifikasi - Pasien Anti Korupsi : menunjukkan adanya “Menjadi Selain itu juga mengetahui
SKP faktor resiko jatuh teridentifikasi kedisiplinan yaitu kepatuhan dalam rumah sakit sesuai dengan bahwa pasien
sesuai dengan dengan baik memberikan pelayanan sesuai dengan SOP unggulan motto RS yang dirawat
yang sudah ditetapkan dengan beresiko untuk

49
Output/Hasil Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Terhadap Visi Nilai Tidak
Kegiatan
Misi RSUD Organisasi Dilaksanakan
1 2 3 4 5 6 7 8
form pemantauan pelayanan Efektif dan jatuh sehingga
pasien jatuh professional” Aman dapat
- Memasang tanda - Tanda resiko jatuh Komitmen Mutu : usaha untuk meningkatkan dan misi meningkatkan
resiko jatuh terpasang efektivitas dari intervensi dalam mencegah Rumah Sakit kejadian tidak
pasien jatuh, selain itu juga merupakan usaha “Memberikan diharapkan
untuk meningkatan kualitas pelayanan kepada pelayanan yang akan
pasien (orientasi mutu) bermutu yang menimbulkan
- Memasang bed - Bed rail side Komitmen Mutu : usaha untuk meningkatkan berorientasi cedera pada
rail side terpasang efektivitas dari intervensi dalam mencegah pada pasien” pasien dan
pasien jatuh, selain itu juga merupakan usaha mengancam
untuk meningkatan kualitas pelayanan kepada keselamatan
pasien (orientasi mutu) pasien
- Mengucapkan - Pasien menjawab Nasionalisme : tetap memperhatikan dan
terima kasih atas salam menghormati hak orang lain (Sila ke-5)
kepercayaan dan Etika Publik : menghargai komunikasi dan
kerjasama kerjasama dengan pasien/keluarga
pasien/keluarga
- Mendokumentasi - Hasil pengkajian Akuntabilitas : adanya dokumentasi
kan hasil terdokumentasikan menunjukan transparansi serta tanggung
pengkajian pada dengan lengkap jawab terhadap tindakan yang telah dilakukan
catatan Etika Publik : usaha untuk
perkembangan mempertanggungjawabkan tindakan dan
pasien kinerja yang telah dilakukan
Anti Korupsi : meningkatkan kejujuran atas
kegiatan yang telah dilaksanakan dengan
menuliskan sesuai apa yang dikerjakan

50
B. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi
Tabel 3. 2 Jadwal Rancangan Aktualisasi dan Habituasi 30 Hari

51
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
Dalam pelaksanaan aktualisasi dan habituasi ANEKA, terdapat kemungkinan kendala yang menghambat
rancangan kegiatan ini. Antisipasi dan strategi menghadapi kendala tertuang dalam tabel 4.3
Tabel 3. 3 Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
No Kegiatan Kendala Antisipasi Menghadapi Kendala Strategi Menghadapi Kendala
1 Membuat media pendidikan Draft media pendidikan kesehatan Menyusun materi dan media pendidikan Berkoordinasi dengan tim promkes dan
kesehatan tentang Cuci tidak disetujui kesehatan yang semenarik dan seefisien mentor terkait design dan materi
Tangan dan Pemilahan mungkin pendidikan kesehatan
Sampah
2 Melaksanakan kegiatan Staff yang hadir tidak maksimal Membuat pemberitahuan dan menyebar Mengkomunikasikan dengan baik tentang
penggalangan komitmen karena sistem kerja shift sehingga undangan sebelum pelaksanaan maksud, tujuan dan pentingnya kegiatan
tentang Sasaran ada kemungkinan petugas yang libur kegiatan. penggalangan komitmen
Keselamatan Pasien diantara atau dinas malam pada hari itu Melibatkan karu dalam perencanaan
seluruh Staff Ruang kegiatan
Cendrawasih Atas
3 Melaksanakan evaluasi Tidak semua staff hadir dalam Koordinasi dengan kepala ruangan Melakukan komunikasi yang efektif dengan
bersama dengan perawat kegiatan sosialisasi tentang rencana kegiatan seluruh staff dan membagikan materi di
ruangan tentang grup diskusi ruangan yang sudah
pengetahuan Sasaran terbentuk
Keselamatan Pasien
4 Membuat sticker obat untuk Sticker obat untuk injeksi tidak Membuat sticker yang simple dan mudah Melibatkan kepala ruangan sebagai
injeksi diterima oleh perawat digunaka oleh semua perawat penentu kebijakan untuk pemakaian etiket
baru
5 Melakukan identifikasi pasien Pasien tidak mengetahui/hapal Mencocokkan dengan identitas yang Menanyakan kepada keluarga tentang
sebelum pemberian obat tanggal lahirnya sendiri tertera pada gelang pasien nama lengkap dan tanggal lahir pasien
dengan menggunakan sticker
yang sudah dibuat
6 Menata dan menyusun Tidak tersedianya rak yang akan Mengajukan permohonan pengadaan rak Memodifikasi sarana yang ada di ruangan
berkas tambahan rekam digunakan sebagai tempat dan berkoordinasi dengan kepala ruangan
medis agar mudah dijangkau penyimpanan berkas rekam medis dan seluruh staff terkait pengadaan rak
oleh perawat

52
7 Melaksanakan operan Perawat shift selanjutnya lupa tentang Membuat catatan dalam laporan jaga Menyampaikan operas secara jelas dan
(timbang terima) antar operan yang diberikan pasien secara detail dan jelas agar detail
perawat dalam pergantian mudah dibaca oleh perawat shift Menulis catatan perkembangan dalam
shift untuk meningkatkan selanjutnya rekam medis pasien secara detail dan
komunikasi efektif jelas
8 Melakukan pendidikan Pasien dan keluarga tidak kooperatif Membuat media pendidikan kesehatan Komunikasi yang baik dan penyampaian
kesehatan tentang 6 langkah selama diberikan pendidikan yang menarik materi melalui diskusi dua arah sehingga
cuci tangan dan 5 momen cuci kesehatan fokus pasien dan keluarga tidak
tangan terpecahkan
9 Melakukan pendidikan Pasien dan keluarga tidak kooperatif Membuat media pendidikan kesehatan Komunikasi yang baik dan penyampaian
kesehatan tentang pemilahan selama diberikan pendidikan yang menarik materi melalui diskusi dua arah sehingga
sampah medis dan non medis kesehatan fokus pasien dan keluarga tidak
terpecahkan
10 Melakukan pengkajian resiko Pasien kurang paham/lupa tentang Menggali dari rekam medis lama pasien Menanyakan kepada keluarga pasien
jatuh pada pasien riwayat jatuh dan riwayat penyakit tentang riwayat penyakit dan riwayat jatuh
sebelumnya pasien

53
BAB IV
HASIL KEGIATAN AKTUALISASI

Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS sebagai Perawat Ahli Pertama di


Ruang Cendrawasih Atas Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang
dilaksanakan selama off campus terhitung mulai tanggal 12 Juli 2019
sampai dengan 10 Agustus 2019. Jadwal pelaksanaan mengalami
perubahan dikarenakan adanya penyesuaian dengan jadwal kegiatan
ruangan, jadwal atasan dan kepala ruangan, serta ada atau tidaknya
pasien baru setiap harinya selama kegiatan off campus. Kesepuluh
kegiatan dapat berjalan lancer walaupun terdapat beberapa kegiatan yang
harus disesuaikan dengan kondisi yang ada di ruangan.
A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ANEKA
Kegiatan aktualisasi ini terlah dilaksanakan selama 30 hari di
Ruang Cendrawasih Atas Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang yang
meliputi :
Tabel 4.1 Kegiatan Membuat Pembuatan Media Pendidikan
Kesehatan tentang Cuci Tangan dan Pemilahan Sampah
KEGIATAN 1
Uraian
Kegiatan Keterangan
Nama Membuat media pendidikan kesehatan tentang Cuci Tangan dan
Kegiatan Pemilahan Sampah
Tanggal 12 Juli – 30 Juli 2019
Pelaksanaan
Lokasi/ Ruang Pertemuan ICU RSUD Ajibarang
Tempat
Deskripsi Kegiatan dilakukan dengan membuat leaflet, lembar balik, dan powerpoint
Kegiatan yang kemudian disediakan secara konsisten di ruangan untuk membantu
dalam pemberian edukasi tentang cuci tangan dan pemilahan sampah
kepada pasien beserta keluarganya.
Tahapan 1. Melakukan konsultasi dengan atasan (mentor) mengenai rencana
Kegiatan kegiatan yang akan dilaksanakan
2. Berkoordinasi dengan ketua tim promosi kesehatan dan tim
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) rumah sakit
3. Menyusun materi pendidikan kesehatan
4. Membuat design media pendidikan kesehatan
5. Membuat undangan pertemuan dengan tim promosi kesehatan
6. Melakukan pertemuan dengan tim promosi kesehatan

54
KEGIATAN 1
Uraian
Kegiatan Keterangan
7. Memperbanyak media pendidikan kesehatan dan menyediakannya di
ruang rawat inap
Output/Hasil Dalam kegiatan pembuatan media pendidikan kesehatan tentang Cuci
Kegiatan Tangan dan Pemilahan Sampah dapat menerapkan nilai-nilai ANEKA, bagi
pasien dan keluarga dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih
maksimal.

Output 1. Mendapatkan arahan dan persetujuan dari atasan (mentor)


Tahapan 2. Disetujuinya rencana kegiatan oleh ketua tim promosi kesehatan dan tim
Kegiatan PPI
Kegiatan 3. Materi pendidikan kesehatan tersusun, Print out materi ajar
4. Media pendidikan kesehatan tersusun, Leaflet, Powerpoint, Lembar
balik
5. Tersusunnya undangan pertemuan
6. Terlaksananya kegiatan rapat, Tercapainya kesepakatan dengan tim
promosi kesehatan
7. Tersusunnya dan tersedianya media pendidikan kesehatan di ruangan
Aktualisasi 1. Etika Publik :
dan Sopan santun dan keluwesan dalam komunikasi
Habituasi Akuntabilitas :
Nilai-Nilai Diskusi dilakukan secara transparan dan mendapatkan arahan dari
Dasar PNS kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan wujud dari aspek
dalam kepemimpinan
Kegiatan Nasionalisme :
(ANEKA) Tidak mengambil keputusan sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan
sesuatu (Sila ke-4 pancasila)
2. Etika public :
Sopan santun dan keluwesan dalam komunikasi
Akuntabilitas :
Diskusi dilakukan secara transparan dan mendapatkan arahan dari
kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan wujud dari aspek
kepemimpinan
Nasionalisme :
Tidak mengambil keputusan sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan
sesuatu (Sila ke-4 pancasila)
3. Akuntabilitas :
Penyusunan materi menggunakan konsep teori rujukan yang
mencerminkan nilai tanggung jawab.
4. Komitmen mutu :
Media pendidikan kesehatan dibuat dengan bagus dan menarik
(inovasi) namun tetap memperhatikan prinsip efisiensi dan dibuat

55
KEGIATAN 1
Uraian
Kegiatan Keterangan
sesuai kebutuhan sehingga dapat meningkatkan efektifitas
kegunaannya.
5. Etika Publik:
Sopan santun dan menghormati seluruh anggota
Akuntabilitas :
Undangan ditandatangani oleh atasan sebagai pimpinan sesuai nilai
kejelasan dan kepemiArampinan
6. Etika Publik:
Pertemuan dilakukan dengan tetap memperhatikan nilai-nilai
kesopanan. Komunikasi dibangun secara luwes dan terbuka.
Akuntabilitas:
Kegiatan pertemuan dilakukan secara transparan dan jelas.
Nasionalisme:
Pertemuan dilakukan melalui metode diskusi dengan memberikan
kesempatan bertanya dan mengungkapkan pendapat sesuai dengan
sila ke-2. Pertemuan dilakukan untuk mencapai kesepakatan bersama
dengan seluruh tim promosi kesehatan (Sila ke-4).
7. Akuntabilitas:
Menyediakan media pendidikan kesehatan secara berkelanjutan
menunjukan adanya konsistensi dalam pelaksanaan tugas.
Anti korupsi:
Dalam penyediaan media pendidikan kesehatan tetap memperhatikan
penggunaan anggaran dan tetap mempertahankan prinsip jujur dan
tanggung jawab.
Dampak Jika 1. Apabila tidak meminta persetujuan pelaksanaan kegiatan terhadap
Nilai-Nilai atasan (mentor) serta tidak memakai Bahasa yang sopan santun berarti
ANEKA kita tidak menghargai beliau sebagai Pimpinan
Tidak 2. Apabila tidak meminta persetujuan pelaksanaan kegiatan terhadap ketua
Dilaksanakan tim promosi kesehatan serta tidak memakai Bahasa yang sopan santun
berarti kita tidak menghargai beliau sebagai penanggung jawab program
promosi kesehatan rumah sakit
3. Media pendidikan kesehatan tidak akan menampilkan materi yang baik
jika tidak dilakukan secara bertanggung jawab
4. Pasien dan keluarga tidak akan tertarik untuk membaca materi yang
diberikan jika tidak dibuat dengan design yang bagus dan bermutu
5. Apabila tidak diberikan undangan kegiatan secara jelas dan dengan
bahasa yang santun maka kegiatan pertemuan tidak akan dapat berjalan
dengan lancar
6. Koordinasi dengan semua tim promosi kesehatan perlu dilakukan secara
sopan, transparan, dan jelas agar tidak terjadi miss komunikasi dan
mendapat dukungan dari semua tim promosi kesehatan

56
KEGIATAN 1
Uraian
Kegiatan Keterangan
7. Jika media pendidikan kesehatan tidak disediakan secara konsisten
maka pemberian edukasi kepada pasien tidak akan berjalan secara
optimal dan rutin
Kontribusi Adanya media pendidikan kesehatan akan membantu perawat dalam
Output memaksimalkan perannya sebagai educator, sehingga pelayanan
kegiatan kesehatan yang diberikan pun akan lebih maksimal dan professional. Hal ini
pada Visi menunjang pencapaian visi RS “Menjadi rumah sakit unggulan dengan
dan Misi pelayanan professional”
Organisasi
Kontribusi Media pendidikan kesehatan merupakan salah satu inovasi yang dapat
Output membantu mewujudkan nilai profesionalisme. Selain itu kerjasama antara
kegiatan perawat dengan tim promosi kesehatan dan tim IPCN merupakan
terhadap perwujudan dari nilai kebersamaan. Media pendidikan kesehatan akan
Nilai-Nilai membantu dalam pelayanan kesehatan kepada pasien secara Efektif
Organisasi sesuai dengan motto RS.
Pihak yang Atasan (mentor), Ketua tim promosi kesehatan, Tim Pencegahan dan
terlibat Pengendalian Infeksi (PPI), seluruh tim promosi kesehatan
Kendala 1. Susah mendapatkan ruangan yang akan digunakan untuk pertemuan
karena bentrok dengan rapat rumah sakit lainnya
2. Hasil cetak lembar balik tidak sesuai dengan konsep yang sudah
ditetapkan
Strategi 1. Mencari alternatif ruangan lainnya dan menggunakan ruang ICU
Penyelesaian sebagai tempat pertemuan
2. Mencetak ulang lembar balik ditempat percetakan yang lain agar sesuai
konsep yang sudah ditetapkan
Bukti Fisik 1. Lembar Persetujuan atasan (mentor)
Hasil 2. Daftar hadir pertemuan
Kegiatan 1 3. Foto pertemuan
Dokumentasi 4. Leaflet
Kegiatan 1 5. Lembar balik
6. Powerpoint

57
KEGIATAN 1
Uraian
Kegiatan Keterangan

Gambar 4.1 Melakukan konsultasi dengan atasan (mentor)

Gambar 4.2 Melakukan koordinasi dengan ketua Tim Promosi


Kesehatan
Rumah Sakit (PKRS)

58
KEGIATAN 1
Uraian
Kegiatan Keterangan

Gambar 4.3 Melakukan koordinasi dengan tim Pencegahan dan


Pengendalian Infeksi (PPI)

Gambar 4.4 Melakukan pertemuan dengan Tim Promosi Kesehatan


Rumah Sakit (PKRS)

59
KEGIATAN 1
Uraian
Kegiatan Keterangan

Gambar 4.5 Bekerjasama dengan tim rekam medis untuk pengambilan


leaflet

Gambar 4.6 Menyediakan media pendidikan kesehatan di ruangan

60
Tabel 4.2 Kegiatan Penggalangan Komitmen tentang Sasaran
Keselamatan Pasien
KEGIATAN 2
Uraian Keterangan
Kegiatan
Nama Melaksanakan kegiatan penggalangan komitmen tentang Sasaran
Kegiatan Keselamatan Pasien diantara seluruh Staff Ruang Cendrawasih Atas
Tanggal 17 Juli – 24 Juli 201
Pelaksanaan
Lokasi/ Ruang Diklat RSUD Ajibarang
Tempat
Deskripsi Kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan seluruh perawat
Kegiatan Ruang Cendrawasih atas dan berdiskusi mengenai komitmen perawat yang
akan dilaksanakan untuk meningkatkan keselamatan pasien, kemudian
komitmen dibuat dan ditandatangani bersama serta dipasang di Ruang
Cendrawasih Atas.
Tahapan 1. Melakukan konsultasi dengan atasan (mentor) mengenai rencana kegiatan
Kegiatan yang akan dilaksanakan
2. Berkoordinasi dengan kepala ruang dan ketua tim untuk mengadakan
pertemuan staff ruangan
3. Membuat undangan pertemuan sesuai jadwal yang sudah disepakati
bersama kepala ruang dan ketua tim
4. Melaksanakan pertemuan dan musyawarah dengan seluruh staff ruangan
5. Membuat kesepakatan tentang komitmen bersama dan reward yang akan
dilaksanakan
6. Menandatangani komitmen dan kesepakatan yang telah disetujui Bersama
7. Memasang lembar komitmen ditempat yang mudah terlihat sebagai
pengingat untuk semua staff
Output/Hasil Terciptanya komitmen perawat Ruang Cendrawasih Atas dalam upaya
Kegiatan meningkatkan asuhan keperawatan yang sesuai dengan standar sasaran
keselamatan pasien sehingga pelayanan kesehatan terhadap pasien menjadi
lebih maksimal.
Output 1. Mendapatkan arahan dan persetujuan dari atasan (mentor)
Tahapan 2. Disetujuinya rencana waktu pelaksanaan kegiatan yang diajukan
Kegiatan 3. Undangan tercetak dan tersebar kepada seluruh staff ruangan
4. Terlaksananya kegiatan pertemuan, Foto kegiatan, Daftar hadir staff
5. Tercapainya kesepakatan dengan seluruh staff ruangan, Rincian komitmen
ruangan
6. Komitmen yang disepakati ditandatangani bersama oleh semua staff,
Lembar tanda tangan komitmen dan kesepakatan ruangan
7. Lembar komitmen terpasang di ruangan, Seluruh staff selalu mengingat
komitmen yang disepakati bersama dan disiplin dalam menjalankannya
Aktualisasi 1. Etika Publik:
dan (sopan santun dan keluwesan dalam komunikasi)
61
KEGIATAN 2
Uraian Keterangan
Kegiatan
Habituasi Akuntabilitas:
Nilai-Nilai (diskusi dilakukan secara transparan dan mendapatkan arahan dari
Dasar PNS kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan wujud dari aspek
dalam kepemimpinan)
Kegiatan Nasionalisme:
(ANEKA) Tidak mengambil keputusan sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan
sesuatu (Sila ke-4 pancasila)
2. Etika Publik:
(sopan santun dan keluwesan dalam komunikasi)
Akuntabilitas:
(diskusi dilakukan secara transparan dan mendapatkan arahan dari
kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan wujud dari aspek
kepemimpinan)
Nasionalisme:
Tdak mengambil keputusan sendiri dan berdiskusi sebelum menetapkan
sesuatu (Sila ke-4 pancasila)
3. Etika Publik:
Sopan santun dan menghormati seluruh staff
Akuntabilitas:
Undangan ditandatangani oleh kepala ruangan sebagai pimpinan dalam
unit pelayanan rawat inap sesuai nilai kejelasan dan kepemimpinan
4. Nasionalisme:
Musyawarah merupakan perwujudan dari nilai pancasila pada sila ke-4
Akuntabilitas:
Dalam musyawarah semua staff berkak untuk mengungkapkan pendapatnya
sesuai nilai Transparansi dan Keadilan. Pendapat yang diungkapkan harus
mempunyai dasar dan staff memiliki tanggung jawab atas usul yang
diajukan. Dalam diskusi memerlukan peran kepala ruangan untuk memimpin
jalannya diskusi sesuai dengan nilai kepemimpinan.
5. Nasionalisme:
Setiap keputusan didasarkan pada hasil musyawarah sesuai dengan sila
ke-4.
Akuntabilitas:
Pemimpin berperan sebagai pengambil keputusan sesuai dengan nilai
kepemimpinan dan integritas. Adanya keputusan yang disepakati akan
menentukan kinerja yang diharapkan kesepan sesuai nilai kejelasan.
Keputusan harus diambil dengan penuh tanggung jawab dan tetap
memperhatikan prinsip keadilan dan keseimbangan.
Etika publik:
Penyampaian hasil diskusi harus dilakukan dengan penuh sopan santun
agar dapat diterima semua pihak
Komitmen mutu:

62
KEGIATAN 2
Uraian Keterangan
Kegiatan
Adanya komitmen bersama dalam pelaksanaan tugas akan membuat
pekerjaan lebih efektif dan setiap tindakan selalu dilakukan dengan
berorientasi mutu.
6. Komitmen Mutu:
Komitmen dibuat dengan berorientasi mutu pelayanan.
Akuntabilitas:
Lembar komitmen menunjukan adanya kejelasan dan integritas dalam
diri setiap staff.
Anti korupsi:
Dengan menandatangani komitmen menunjukan bahwa staff berani
mengambil resiko dan siap bertanggung jawab atas tindakan yang
diambil.
7. Akuntabilitas
Memasang lembar komitmen menunjukan adanya konsistensi staff.
Dampak Jika 1. Apabila tidak meminta persetujuan pelaksanaan kegiatan terhadap atasan
Nilai-Nilai (mentor) serta tidak memakai Bahasa yang sopan santun berarti kita tidak
ANEKA menghargai beliau sebagai Pimpinan
Tidak 2. Apabila tidak meminta persetujuan pelaksanaan terhadap kepala ruang
Dilaksanakan serta tidak memakai Bahasa yang sopan santun berarti kita tidak
menghargai beliau sebagai pimpinan dalam Ruangan.
3. Apabila tidak diberikan undangan kegiatan secara jelas dan dengan
bahasa yang santun maka kegiatan pertemuan tidak akan dapat berjalan
dengan lancar
4. Koordinasi dengan semua perawat ruangan perlu dilakukan secara sopan,
transparan, dan jelas agar tidak terjadi miss komunikasi dan mendapat
dukungan dari semua perawat
5. Keputusan yang diambil tidak berdasarkan kesepakatan hasil musyawarah
akan menimbulkan permasalahan sehingga pelaksanaan komitmen tidak
berjalan secara optimal
6. Penandatanganan terhadap komitmen perlu agar tidak ada perawat yang
melanggar serta tidak berpegang teguh terhadap komitmen
7. Jika lembar komitmen tidak dipasang maka perawat dapat lupa dan tidak
melaksanakan komitmen secara konsisten
Kontribusi Kegiatan penggalangan komitmen ini akan menentukan arah komitmen staff
Output dan menciptakan kedisiplinan staff sehingga menunjang visi RS yaitu
kegiatan “Menjadi rumah sakit unggulan dengan pelayanan professional”
pada Visi
dan Misi
Organisasi
Kontribusi Penggalangan komitmen mencerminkan nilai nilai Kebersamaan,
Output Profesionalisme, dan Kedisiplinan.
kegiatan

63
KEGIATAN 2
Uraian Keterangan
Kegiatan
terhadap
Nilai-Nilai
Organisasi
Pihak yang Atasan (mentor), Kepala ruang, Seluruh perawat di Ruang Cendrawasih Atas,
terlibat Percetakan banner
Kendala Pertemuan menghambat proses pelayanan pasien di Ruang Cendrawasih
Atas karena semua perawat mengikuti kegiatan penggalangan komitmen
Strategi Satu perawat tidak dilibatkan untuk menghadiri pertemuan agar pelayanan
Penyelesaian terhadap pasien tetap dapat berjalan secara maksimal, perawat yang tidak
mengikuti pertemuan mendapat informasi melalui whatsapp grup dan
menandatangani komitmen secara menyusul setelah pertemuan selesai.
Bukti Fisik 1. Lembar Persetujuan atasan (mentor)
Hasil 2. Lembar persetujuan kepala ruangan
Kegiatan 2 3. Foto kegiatan
Dokumentasi
Kegiatan
Kegiatan 2

Gambar 4.7 Melakukan konsultasi dengan atasan (mentor)

64
KEGIATAN 2
Uraian
Keterangan
Kegiatan

Gambar 4.8 Melakukan koordinasi dengan kepala ruang dan meminta


tanda
tangan undangan pertemuan

Gambar 4.9 Melakukan kegiatan pertemuan penggalangan komitmen

65
KEGIATAN 2
Uraian
Keterangan
Kegiatan

4.10 Penandatanganan komitmen perawat dilakukan oleh Kasie


Keperawatan RSUD Sjibarang

Gambar 4.11 Penandatanganan komitmen oleh Kepala Ruang


Cendrawasih
Atas

66
KEGIATAN 2
Uraian
Keterangan
Kegiatan

Gambar 4.12 Penandatanganan komitmen oleh Ketua Tim Ruang


Cendrawasih Atas

Gambar 4.13 Penandatanganan komitmen oleh seluruh perawat Ruang


Cendrawasih Atas

67
KEGIATAN 2
Uraian
Keterangan
Kegiatan

Gambar 4.14 Pemasangan komitmen bersama di Ruang Cendrawasih Atas

Tabel 4.3 Kegiatan Evaluasi Bersama dengan Perawat Ruangan


tentang Pengetahuan Sasaran Keselamatan Pasien
KEGIATAN 3
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Melaksanakan evaluasi bersama dengan perawat ruangan tentang
pengetahuan Sasaran Keselamatan Pasien
Tanggal 17 Juli – 24 Juli 2019
Pelaksanaan
Lokasi/ Tempat Ruang Diklat RSUD Ajibarang
Deskripsi Kegiatan ini dilakukan dengan membuat daftar pertanyaan tentang
Kegiatan sasaran keselamatan pasien kemudian dilaksanakan pretest terhadap
perawat, sosialisasi tentang sasaran keselamatan pasien, dan post test
terhadap semua perawat. Kegiatan dilaksanakan secara bersamaan
dengan kegiatan penggalangan komitmen
Tahapan 1. Melakukan konsultasi dengan atasan (mentor) mengenai rencana
Kegiatan kegiatan yang akan dilaksanakan
2. Berkonsultasi dengan kepala ruang tentang rencana evaluasi
3. Mencari literature tentang sasaran keselamatan pasien
4. Menyusun pertanyaan evaluasi
5. Menetapkan waktu kegiatan evaluasi
68
KEGIATAN 3
Uraian Kegiatan Keterangan
6. Membuat undangan evaluasi
7. Melaksanakan kegiatan evaluasi pemahaman staff tentang sasaran
keselamatan pasien dengan membagikan lembar pertanyaan untuk
diisi
Output/ Hasil Dalam kegiatan evaluasi tentang sasaran keselamatan pasien dapat
Kegiatan menerapkan nilai-nilai ANEKA kepada rekan kerja serta meningkatkan
pengetahuan tentang sasaran keselamatan pasien sehingga dapat
melaksanakannya dengan baik untuk mencapai pelayanan yang
paripurna.
Output Tahapan 1. Mendapatkan arahan dan persetujuan dari atasan (mentor)
Kegiatan 2. Mendapatkan arahan terkait materi, Persetujuan tentang evaluasi
3. Tersedianya literature terkait sasaran keselamatan pasien,
Rangkuman materi
4. Print out lembar pertanyaan
5. Tercapainya kesepakatan tentang hari dan tanggal pelaksanaan
evaluasi
6. Surat undangan evaluasi tercetak dan tersebar
7. Seluruh staff mampu menjawab semua pertanyaan yang diberikan
Aktualisasi dan 1. Etika Publik:
Habituasi Nilai- (sopan santun dan keluwesan dalam komunikasi)
Nilai Dasar PNS Akuntabilitas:
dalam Kegiatan (diskusi dilakukan secara transparan dan mendapatkan arahan dari
(ANEKA) kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan wujud dari aspek
kepemimpinan)
Nasionalisme:
Tidak mengambil keputusan sendiri dan berdiskusi sebelum
menetapkan sesuatu (Sila ke-4 pancasila)
2. Etika Publik:
(sopan santun dan keluwesan dalam komunikasi)
Akuntabilitas:
(diskusi dilakukan secara transparan dan mendapatkan arahan dari
kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan wujud dari aspek
kepemimpinan)
Nasionalisme:
Tdak mengambil keputusan sendiri dan berdiskusi sebelum
menetapkan sesuatu (Sila ke-4 pancasila)
3. Akuntabilitas:
Materi disusun dengan penuh tanggung jawab dan berasal dari
sumber yang jelas.
Etika publik:
Dibuat berdasarkan prinsip keahlian
Komitmen mutu:
Materi disusun berorientasi mutu

69
KEGIATAN 3
Uraian Kegiatan Keterangan
4. Akuntabilitas:
Penyusunan materi menggunakan konsep teori rujukan yang
mencerminkan nilai tanggung jawab.
5. Etika Publik:
(sopan santun dan keluwesan dalam komunikasi)
Akuntabilitas:
(diskusi dilakukan secara transparan dan mendapatkan arahan dari
kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan wujud dari aspek
kepemimpinan)
Nasionalisme:
Tidak mengambil keputusan sendiri dan berdiskusi sebelum
menetapkan sesuatu (Sila ke-4 pancasila)
6. Etika Publik:
Sopan santun dan menghormati seluruh staff
Akuntabilitas:
Undangan ditandatangani oleh kepala ruangan sebagai pimpinan
dalam unit pelayanan rawat inap sesuai nilai kejelasan dan
kepemimpinan
7. Etika Publik
Tujuan evaluasi disampaikan dengan penuh sopan santun tanpa
menyinggung staff lainnya
Komitmen mutu :
Pembagian lembar pertanyaan kepada seluruh staff akan lebih
efisien waktu dan proses evaluasi menjadi lebih efektif karena
semua staff dapat terevaluasi.
Dampak Jika 1. Apabila tidak meminta persetujuan pelaksanaan kegiatan terhadap
Nilai-Nilai atasan (mentor) serta tidak memakai Bahasa yang sopan santun
ANEKA Tidak berarti kita tidak menghargai beliau sebagai Pimpinan
Dilaksanakan 2. Apabila tidak meminta persetujuan pelaksanaan terhadap kepala
ruang serta tidak memakai Bahasa yang sopan santun berarti kita
tidak menghargai beliau sebagai pimpinan dalam Ruangan
3. Penyusunan materi yang tidak bertanggung jawab akan
menimbulkan kesalahan karena tidak berdasarkan literature/sumber
yang baik.
4. Proses penyusunan pertanyaan harus dilakukan secara
bertanggungjawab agar tidak asal-asalan dan sesuai dengan
literature/sumber yang baik
5. Penetawan waktu kegiatan yang tidak berdasarkan hasil
musyawarah akan membuat kegiatan tidak dihadiri oleh perawat
secara lengkap
6. Apabila tidak diberikan undangan kegiatan secara jelas dan dengan
bahasa yang santun maka kegiatan pertemuan tidak akan dapat
berjalan dengan lancer

70
KEGIATAN 3
Uraian Kegiatan Keterangan
7. Jika kegiatan evaluasi dilakukan secara tidak sopan dan
menggunakan bahasa yang tidak santun maka akan menimbulkan
konflik dengan rekan kerja
Kontribusi Sosialisasi dan refreshing ilmu bagi staff merupakan bentuk
Output kegiatan penanaman nilai-nilai keselamatan pasien sehingga mampu menunjang
pada Visi dan visi RS “Menjadi rumah sakit unggulan dengan pelayanan
Misi Organisasi professional” dan misi rumah sakit “Memberikan pelayanan
bermutu yang berorientasi pada pasien”
Kontribusi Sosialisasi dan refreshing mencerminkan nilai-nilai Profesionalisme,
Output kegiatan dan Keterbukaan
terhadap Nilai-
Nilai Organisasi
Pihak yang Atasan (mentor), Kepala ruang, Seluruh perawat Ruang Cendrawasih
terlibat Atas
Kendala 1. Pertemuan menghambat proses pelayanan pasien di Ruang
Cendrawasih Atas karena semua perawat mengikuti kegiatan
evaluasi
2. Waktu untuk kegiatan hanya sedikit karena harus melanjutkan
proses pelayanan pasien dan berbarengan dengan kegiatan
penggalangan komitmen serta rapat koordinasi ruangan
Strategi 1. Satu perawat tidak dilibatkan untuk menghadiri pertemuan agar
Penyelesaian pelayanan terhadap pasien tetap dapat berjalan secara maksimal,
perawat yang tidak mengikuti pertemuan mendapat informasi
melalui whatsapp grup dan mengerjakan soal evaluasi secara
menyusul di ruangan
2. Membagikan soal dan melakukan pretest secara terpisah dengan
kegiatan sosialisasi, soal dibagikan dan dikerjakan perawat di sela-
sela kegiatan pelayanan pasien jika sudah selesai
Bukti Fisik Hasil 1. Daftar hadir staff
Kegiatan 3 2. Foto kegiatan
3. Lembar jawab pertanyaan evaluasi
4. Materi Sosialisasi

71
KEGIATAN 3
Uraian Kegiatan Keterangan
Dokumentasi
Kegiatan 3

Gambar 4.15 Melakukan konsultasi dengan atasan (mentor)

Gambar 4.16 Melakukan pretest

72
KEGIATAN 3
Uraian Kegiatan Keterangan

Gambar 4.17 Melakukan sosialisasi tentang sasaran keselamatan


pasien

Gambar 4.18 Melakukan post test

73
Tabel 4.4 Kegiatan Membuat Sticker Obat Injeksi
KEGIATAN 4
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Membuat sticker untuk obat injeksi
Tanggal 19 Juli – 24 Juli 2019
Pelaksanaan
Lokasi/ Tempat Ruang Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang
Deskripsi Kegiatan dilakukan dengan mendata nama-nama obat injeksi yang
Kegiatan sering digunakan di Ruang cendrawasih Atas, kemudian dibuat design
stickernya dan dicetak dengan menggunakan label yang sudah
disediakan dari rumah sakit.
Tahapan 1. Melakukan bimbingan dengan atasan (mentor) mengenai rencana
Kegiatan kegiatan yang akan dilaksanakan
2. Berkoordinasi dengan kepala ruang dan ketua tim mengenai gagasan
tentang pembuatan sticker obat injeksi
3. Mengidentifikasi jenis-jenis obat yang sering diberikan kepada pasien
4. Menyusun design sticker obat injeksi
5. Mengecek ulang dan mencetak sticker
6. Menggunakan sticker yang sudah dibuat dalam pemberian obat
pasien
Output/ Hasil Kegiatan pembuatan sticker obat untuk injeksi dapat menerapkan nilai-
Kegiatan nilai dasar ANEKA, bagi pasien mendapatkan pelayanan kesehatan
yang aman, bagi perawat mempermudah proses asuhan keperawatan
dan meningkatkan keselamatan pasien
Output Tahapan 1. Mendapatkan arahan dan persetujuan dari atasan (mentor)
Kegiatan 2. Disetujuinya gagasan yang disampaikan, Foto kegiatan
3. Teridentifikasinya obat-obat yang sering digunakan, Daftar obat yang
sering diberikan kepada pasien di ruangan
4. Design tersusun, Soft file design
5. Sticker obat tercetak, Print out sticker dalam label kecil
6. Sticker obat injeksi yang baru digunakan oleh perawat dalam
pemberian obat kepada pasien
Aktualisasi dan 1. Etika Publik:
Habituasi Nilai- (sopan santun dan keluwesan dalam komunikasi)
Nilai Dasar PNS Akuntabilitas:
dalam Kegiatan (diskusi dilakukan secara transparan dan mendapatkan arahan dari
(ANEKA) kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan wujud dari aspek
kepemimpinan)
Nasionalisme:
Tidak mengambil keputusan sendiri dan berdiskusi sebelum
menetapkan sesuatu (Sila ke-4 pancasila)
2. Etika Publik:
sopan santun dan keluwesan dalam komunikasi
Akuntabilitas:

74
KEGIATAN 4
Uraian Kegiatan Keterangan
diskusi dilakukan secara transparan dan mendapatkan arahan dari
kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan wujud dari aspek
kepemimpinan
Nasionalisme:
Tdak mengambil keputusan sendiri dan berdiskusi sebelum
menetapkan sesuatu (Sila ke-4 pancasila)
3. Akuntabilitas:
Identisikasi dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Anti Korupsi:
Data disusun dengan prinsip kejujuran sesuai kenyataan yang ada.
4. Komitmen Mutu:
design sticker yang baru merupakan bentuk inovasi untuk
menciptakan peayanan berorientasi mutu.
5. Komitmen Mutu:
tindakan dilakukan setelah dievaluasi dan dicek agar tetap
berorientasi pada mutu. Label dicetak dengan memperhatikan
prinsip efisiensi.
6. Akuntabilitas:
Menggunakan sticker yang sesuai merupakan wujud integritas
dalam pemberian pelayanan dan menciptakan konsistensi staff.
Etika public:
Penggunaan etiket membantu menjalankan tugas perawat
secara professional, serta memberikan layanan yang tepat dan akurat.
Dampak Jika 1. Apabila tidak meminta persetujuan pelaksanaan kegiatan terhadap
Nilai-Nilai atasan (mentor) serta tidak memakai Bahasa yang sopan santun
ANEKA Tidak berarti kita tidak menghargai beliau sebagai Pimpinan
Dilaksanakan 2. Apabila tidak meminta persetujuan pelaksanaan terhadap kepala
ruang serta tidak memakai Bahasa yang sopan santun berarti kita
tidak menghargai beliau sebagai pimpinan dalam Ruangan
3. Proses identifikasi obat yang dilakukan secara tidak bertanggung
jawab akan menyebabkan kesalahan nama obat dan dosis yang
membahayakan bagi pasien
4. Design sticker harus dibuat secara kreatif dan simple agar tidak
menyulitkan perawat dalam proses pemberian asuhan keperawatan
kepada pasien
5. Pengecekan ulang sebelum dicetak harus dilakukan secara teliti
agar tepat dan akurat sehingga tidak terjadi kesalahan
6. Penggunaan sticker yang tidak konsisten tidak akan menimbulkan
kebiasaan yang baik dalam memberikan asuhan keperawatan yang
mengedepankan keselamatan pasien
Kontribusi Sticker obat yang lengkap akan membantu perawat dalam proses
Output kegiatan identifikasi pasien sebelum pemberian obat sehingga meningkatkan
ketepatan pemberian obat. Pemberian obat yang tepat akan

75
KEGIATAN 4
Uraian Kegiatan Keterangan
pada Visi dan mengurangi resiko ancaman terhadap keselamatan pasien, sehingga
Misi Organisasi dapat menunjang visi RS “Menjadi rumah sakit unggulan dengan
pelayanan professional” dan misi rumah sakit “Memberikan
pelayanan bermutu yang berorientasi pada pasien”
Kontribusi Adanya sticker obat akan meningkatan ketepatan pemberian obat pada
Output kegiatan pasien, hal ini sesuai dengan motto RS yaitu Aman. Selain itu juga
terhadap Nilai- membantu pencapaian nilai profesionalisme dalam pemberian asuhan
Nilai Organisasi keperawatan. Adanya etiket yang lengkap juga akan meningkatkan
Kedisiplinan perawat yang menunjang proses identifikasi pasien.
Pihak yang Atasan (mentor), Kepala ruang, Kepala instalasi farmasi, Petugas
terlibat farmasi rawat inap, Seluruh perawat Ruang Cendrawasih Atas
Kendala Label yang disediakan dari rumah sakit per minggunya hanya satu
paket sehingga tidak cukup untuk membuat sticker obat
Strategi Melibatkan ketua tim untuk pengadaan label ke gudang
Penyelesaian
Bukti Fisik Hasil 1. Lembar persetujuan atasan (mentor)
Kegiatan 4 2. Lembar persetujuan kepala ruangan
3. Print out sticker obat
4. Foto penggunaan sticker
Dokumentasi
Kegiatan 4

Gambar 4.19 Konsultasi dengan atasan (mentor)

76
KEGIATAN 4
Uraian Kegiatan Keterangan

Gambar 4.20 Koordinasi dengan kepala ruang

Gambar 4.21 Koordinasi dengan petugas farmasi rawat inap

77
KEGIATAN 4
Uraian Kegiatan Keterangan

Gambar 4.22 Penggunaan sticker obat

Tabel 4.5 Kegiatan Identifikasi Pasien Sebelum Pemberian Obat


dengan Menggunakan Sticker
KEGIATAN 5

Uraian Keterangan
Kegiatan

Nama Melakukan identifikasi pasien sebelum pemberian obat dengan


Kegiatan menggunakan sticker yang sudah dibuat

Tanggal 25 Juli – 10 Agustus 2019


Pelaksanaan
Lokasi/ Ruang Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang
Tempat
Deskripsi Kegiatan dilakukan dengan mengisi sticker obat sesuai Catatan Pemberian
Kegiatan Obat (CPO) pasien kemudian dilakukan pemberian obat dengan
mengidentifikasi terlebih dahulu identitas pasien sesuai yang tertera pada
sticker obat dan gelang identitas pasien.

Tahapan 1. Menyiapkan Catatan Pemberian Obat (CPO) pasien


Kegiatan 2. Menuliskan nama pasien dan nomor rekam medis pada sticker
3. Mencuci tangan

78
KEGIATAN 5

Uraian Keterangan
Kegiatan

4. Menyiapkan obat dengan prinsip 7 benar : benar pasien, benar obat,


benar dosis, benar waktu, benar waktu, dan benar informasi
5. Memberikan salam dan informed consent tentang pemberian obat
6. Identifikasi pasien dengan menanyakan nama lengkap pasien dengan
pertanyaan terbuka
7. Mencocokkan nama dan nomor rekam medis yang tertera pada gelang
dengan sticker obat
8. Memastikan obat sudah benar dan menginjeksikan obat
9. Mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerjasama
pasien/keluarga
10. Membereskan dan menyimpan alat-alat pada tempatnya
11. Mencuci tangan
12. Mendokumentasikan tindakan yang sudah dilakukan pada catatan
keperawatan

Output/ Hasil Pemberian obat dengan menggunakan sticker obat injeksi yang telah dibuat
Kegiatan dapat mempermudah perawat dalam proses pemberian obat dan
melakukan identifikasi pasien secara tepat sehingga sesuai dengan standar
sasaran keselamatan pasien.

Output 1. CPO tersedia


Tahapan 2. Nama pasien dan nomor rekam medis tertulis lengkap pada sticker
Kegiatan 3. Tangan bersih
4. Obat disiapkan dengan benar
5. Persetujuan tindakan dari pasien/keluarga
6. Identitas pasien teridentifikasi dengan tepat
7. Kecocokan data pada gelang dengan sticker obat
8. Obat diinjeksikan kepada pasien
9. Pasien mengucapkan terima kasih atas tindakan yang diberikan
10. Alat-alat tersimpan pada tempatnya dengan rapi
11. Tangan bersih
12. Tindakan terdokumentasikan

Aktualisasi 1. Akuntabilitas:
dan Adanya catatan menunjukkan kejelasan tentang rencana tindakan yang
Habituasi akan diberikan.
Nilai-Nilai 2. Etika Publik:
Dasar PNS Dalam memberikan asuhan keperawatan berusaha untuk memberikan
dalam layanan secara tepat dan akurat.
Kegiatan Anti Korupsi:
(ANEKA) Menunjukkan kedisiplinan dalam mematuhi SOP yang sudah
ditetapkan.

79
KEGIATAN 5

Uraian Keterangan
Kegiatan

3. Akuntabilitas:
Merupakan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan yang
bermutu untuk meciptakan keamanan dalam pemberian asuhan
keperawatan kepada pasien.
4. Etika Publik:
Merupakan usaha untuk menjalankan tugas secara professional,
memberikan layanan secara tepat dan akurat. Komitmen Mutu:

Memberikan pelayanan dengan berorientasi mutu yaitu untuk


meningkatkan kualitas pelayanan
5. Nasionalisme:
Tetap memperhatikan dan menghormati hak orang lain (Sila ke-5)
Etika Publik:
Menghargai komunikasi dan kerjasama dengan pasien/keluarga
6. Komitmen Mutu:
Memastikan ketepatan identitas pasien (Efektivitas)
Anti Korupsi:
Menunjukkan adanya kedisiplinan yaitu kepatuhan dalam memberikan
pelayanan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan
7. Etika public:
Memberikan pelayanan secara tepat dan akurat
8. Etika Public:
memberikan pelayanan secara tepat dan akurat
Komitmen Mutu:
memastikan ketepatan obat yang diberikan (Efektivitas)
Anti Korupsi:
menunjukkan adanya kedisiplinan yaitu kepatuhan dalam memberikan
pelayanan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan
9. Nasionalisme:
tetap memperhatikan dan menghormati hak orang lain (Sila ke-5)
Etika Publik:
menghargai komunikasi dan kerjasama dengan pasien/keluarga
10. Akuntabilitas:
Merupakan kegiatan yang terus-menerus dilakukan setelah pemberian
asuhan keperawatan kepada pasien (konsistensi)
11. Akuntabilitas:
Merupakan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan yang
bermutu untuk meciptakan keamanan dalam pemberian asuhan
keperawatan kepada pasien
12. Akuntabilitas:

80
KEGIATAN 5

Uraian Keterangan
Kegiatan

Adanya transparansi serta tanggung jawab terhadap tindakan yang


telah dilakukan
Etika Publik:
Usaha untuk mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerja yang
telah dilakukan
Anti Korupsi:
Meningkatkan kejujuran atas kegiatan yang telah dilaksanakan dengan
menuliskan sesuai apa yang dikerjakan

Dampak Jika 1. Apabila tidak disiapkan catatan pemberian obat yang jelas akan
Nilai-Nilai menimbulkan kesalahan obat wan waktu pemberiannya
ANEKA 2. Nama pasien dan nomor rekam medis yang ditulis secara tidak tepat dan
Tidak akuran akan memungkinkan obat tertukar dengan pasien lainnya
Dilaksanakan 3. Mencuci tangan yang tidak dilakukan secara bertanggungjawab dan
sesuai prosedur akan menyebabkan terjadinya infeksi silang antar
pasien
4. Obat yang tidak disiapkan secara tepat dan akurat akan menimbulkan
kesalahan obat, dosis, dan waktu pemberian
5. Komunikasi yang tidak efektif dan tidak sopan kepada pasien akan
menimbulkan ketidaknyamanan dan ketidakpercayaan pasien pada
perawat
6. Identifikasi yang tidak efektif akan menimbulkan kesalahan nama pasien
7. Nama dan nomor rekam medis yang tidak tepat dan akurat akan
menimbulkan pemberian obat yang tertukar
8. Obat yang tidak dipastikan secara tepat dan akurat akan menimbulkan
kesalahan obat dan dosis yang dapat membahayakan keselamatan
pasien
9. Sikap yang tidak sopan dan santun akan menimbulkan
ketidaknyamanan pasien
10. Alat-alat yang tidak dibereskan secara konsisten dapat membahayakan
perawat dan menimbulkan infeksi silang antara pasien dan perawat
11. Mencuci tangan setelah kegiatan pemberian yang tidak dilakukan secara
bertanggungjawab dan sesuai prosedur akan menyebabkan terjadinya
infeksi silang antar pasien, serta antara pasien dan perawat
12. Dokumentasi yang tidak dilakukan secara bertanggungjawab dan jelas
akan menimbulkan kesalahan pemberian obat pada waktu berikutnya
Kontribusi Melakukan identifikasi dengan benar dapat menunjang visi Rumah Sakit
Output “Menjadi rumah sakit unggulan dengan pelayanan professional” dan
kegiatan misi Rumah Sakit “Memberikan pelayanan bermutu yang berorientasi
pada Visi pada pasien”

81
KEGIATAN 5

Uraian Keterangan
Kegiatan

dan Misi
Organisasi

Kontribusi Proses identifikasi pasien yang tepat dan benar dapat menunjang nilai
Output organisasi profesionalisme dan kedisiplinan. Selain itu sesuai dengan
kegiatan moto Rumah Sakit yaitu Aman
terhadap
Nilai-Nilai
Organisasi
Pihak yang Seluruh perawat Ruang Cendrawasih Atas, Pasien dan Keluarga Pasien
terlibat
Kendala Label yang disediakan dari rumah sakit per minggunya hanya satu paket
sehingga tidak cukup untuk membuat sticker obat

Strategi Melibatkan ketua tim untuk pengadaan label ke gudang


Penyelesaian
Bukti Fisik 1. Foto Kegiatan
Hasil
Kegiatan 5
Dokumentasi
Kegiatan 5

Gambar 4.23 Menyiapkan catatan pemberian obat

82
KEGIATAN 5

Uraian Keterangan
Kegiatan

Gambar 4.24 Menyiapkan obat yang akan diberikan ke pasien

Gambar 4.25 Melakukan identifikasi sebelum pemberian obat

83
Tabel 4.6 Kegiatan Menata dan Menyusun Berkas Tambahan
Rekam Medis agar Mudah Dijangkau
KEGIATAN 6
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Menata dan menyusun berkas tambahan rekam medis agar mudah
dijangkau oleh perawat
Tanggal 24 Juli – 3 Agustus 2019
Pelaksanaan
Lokasi/ Tempat Ruang Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang
Deskripsi Kegiatan ini dilakukan dengan membuat rak berkas ke tukang kayu,
Kegiatan kemudian berkas penunjang rekam medis pasien yang sering
diperlukan disusun secara rapi dan sesuai kebutuhan sehingga
memudahkan perawat untuk mencari dan mengambil form pada saat
visite dokter
Tahapan 1. Berkoordinasi dengan kepala ruang dan ketua tim
Kegiatan 2. Menyiapkan rak susun untuk berkas rekam medis
3. Membuat label berkas untuk masing-masing rak
4. Menyusun dan merapikan berkas kelengkapan rekam medis pasien
5. Mengevaluasi manfaat penataan berkas
6. Melengkapi ulang berkas-berkas yang sudah habis atau mulai
berkurang
Output/ Hasil Penyusunan berkas penunjang rekam medis pasien akan
Kegiatan mempermudah perawat dalam mencari form yang diperlukan saat
sedang visite pasien sehingga proses pendokumentasian dapat
dilakukan secara efektif dan lebih efisien waktu
Output Tahapan 1. Disetujuinya rencana kegiatan yang diajukan
Kegiatan 2. Tersedianya rak berkas
3. Label untuk masing-masing berkas tersusun, Print out label
4. Berkas kelengkapan rekam medis pasien tersusun dengan 84apid an
mudah dijangkau oleh perawat, Foto kegiatan
5. Seluruh staff merasakan manfaatnya dalam mempermudah
pengisian rekam medis pasien
6. Berkas selalu tersedia di rak yang sudah disiapkan
Aktualisasi dan 1. Etika Publik:
Habituasi Nilai- sopan santun dan keluwesan dalam komunikasi
Nilai Dasar PNS Akuntabilitas:
dalam Kegiatan diskusi dilakukan secara transparan dan mendapatkan arahan dari
(ANEKA) kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan wujud dari aspek
kepemimpinan
Nasionalisme:
Tidak mengambil keputusan sendiri dan berdiskusi sebelum
menetapkan sesuatu (Sila ke-4 pancasila)
84
KEGIATAN 6
Uraian Kegiatan Keterangan
2. Anti Korupsi:
Dalam pengadaan barang menerapkan nilai kejujuran dan
menggunakan anggaran dengan penuh tanggung jawab.
3. Komitmen Mutu:
Label untuk setiap rak merupakan inovasi yang mempermudah
dalam mencari dokumen.
4. Komitmen Mutu:
Menyusun berkas akan meningkatkan efektifitas pelaksanaan tugas
dan pemanfaatan waktu yang lebih efisien.
Anti korupsi:
Kerapian merupakan wujud disiplin dalam bekerja.
5. Etika public:
Evaluasi dilakukan dengan bertanya manfaat kepada staff. Dalam
bertanya memperhatikan komunikasi dan kerjasama antar staff.
6. Akuntabilitas:
Kegiatan dilakukan secara berkelanjutan sesuai nilai konsistensi
dan integritas.
Dampak Jika 1. Apabila tidak meminta persetujuan pelaksanaan terhadap kepala
Nilai-Nilai ruang serta tidak memakai Bahasa yang sopan santun berarti kita
ANEKA Tidak tidak menghargai beliau sebagai pimpinan dalam Ruangan
Dilaksanakan 2. Penyediaan rak yang tidak dilakukan secara bertanggungjawab
akan menyebabkan pembengkakan anggaran
3. Label yang tidak dibuat secara kreatif akan menimbulkan
ketidakefektifan pemanfaatan sarana yang sudah tersedia
4. Berkas yang tidak dirapikan secara disiplin dan berkelanjutan akan
berantakan kembali dan tidak mempermudah pekerjaan perawat
5. Memberikan pertanyaan secara tidak sopan dan santun akan
menimbulkan ketersinggungan perawat lainnya
6. Berkas yang tidak dilengkapi secara konsisten akan menimbukan
pekerjaan yang hanya berjalan sesaat saja
Kontribusi Berkas-berkas yang tertata dengan rapi akan memudahkan perawat
Output kegiatan dalam melengkapi rekam medis pasien. Sehingga meminimalisir waktu
pada Visi dan dan proses pencatatan rekam medis menjadi lebih cepat. Rekam medis
Misi Organisasi yang lengkap dapat membantu proses komunikasi antar petugas
kesehatan dan meningkatkan ketepatan operan tugas antar staff. Hal
ini sangat menunjang dalam pencapaian visi RS “Menjadi rumah sakit
unggulan dengan pelayanan professional” dan misi rumah sakit
“Memberikan pelayanan bermutu yang berorientasi pada pasien”
Kontribusi Berkas yang tersusun 78apid an mudah terjangkau akan membuat
Output kegiatan kinerja menjadi lebih Cepat dan Efektif sesuai motto RS. Hal ini akan
terhadap Nilai- mengurangi lamanya kerja sehingga perawat dapat menyelesaikan
Nilai Organisasi pencatatan medis lainnya secara lebih lengkap. Lengkapnya catatan
medis akan membuat operan antar perawat lebih jelas sehingga dapat

85
KEGIATAN 6
Uraian Kegiatan Keterangan
memberikan asuhan keperawatan yang Aman. Selain itu akan
meningkatkan pula profesionalisme perawat dalam bekerja dan
meningkatkan Kedisiplinan sesuai nilai rumah sakit.
Pihak yang Kepala ruang, Ketua tim, Tukang kayu, Seluruh perawat Ruang
terlibat Cendrawasih Atas
Kendala Mencari rak dokumen yang sudah jadi di took sangat sulit dan hanya
tersedia dalam bentuk 3 susun
Strategi Membuat konsep rak sendiri dan bekerjasama dengan tukang kayu
Penyelesaian untuk membuatkan rak sesuai konsep yang diinginkan
Bukti Fisik Hasil 1. Lembar Persetujuan kepala ruangan
Kegiatan 6 2. Foto Kegiatan
Dokumentasi
Kegiatan 6

Gambar 4.26 Membuat label map rekam medis

Gambar 4.27 Merapikan berkas rekam medis

86
KEGIATAN 6
Uraian Kegiatan Keterangan

Gambar 4.28 Menata berkas penunjang rekam medis

Gambar 4.29 Berkas penunjang rekam medis yang sudah tertata

87
Tabel 4.7 Kegiatan Operan (Timbang Terima) Antar Perawat
KEGIATAN 7

Uraian Kegiatan Keterangan

Nama Kegiatan Melaksanakan operan (timbang terima) antar perawat dalam pergantian
shift untuk meningkatkan komunikasi efektif

Tanggal 15 Juli – 10 Agustus 2019


Pelaksanaan
Lokasi/ Tempat Ruang Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang

Deskripsi Kegiatan operan (timbang terima) antar perawat dalam pergantian shift
Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan meeting morning untuk menyampaikan
hasil arahan saat apel kemudian dilanjutkan dengan penjelasan kondisi
pasien dan program yang akan dilakukan untuk pasien secara langsung
di ruang perawatan/kamar pasien

Tahapan 1. Menyiapkan buku laporan jaga pasien yang akan dioperkan


Kegiatan 2. Memberikan informed consent kepada pasien untuk melakukan
operan
3. Memperkenalkan perawat yang akan bertugas di shift selanjutnya
4. Menjelaskan kondisi pasien secara umum, dari keluhan, terapi, dll
kepada perawat yang bertugas di shift selanjutnya

Output/ Hasil Dengan dilaksanakannya operan (timbang terima) pasien dapat


Kegiatan meningkatkan ketepatan pemberian asuhan keperawatan terhadap
pasien, operan yang dilakukan secara langsung di ruang perawatan
pasien membuat perawat shift selanjutnya lebih memahami kondisi
pasien dan dapat berinteraksi langsung dengan pasien untuk
menghapal nama pasien

Output Tahapan 1. Buku laporan jaga tersedia


Kegiatan 2. Persetujuan dari pasien/keluarga
3. Pasien mengenal perawat shift selanjutnya
4. Kondisi pasien diinformasikan dengan jelas kepada perawat shift
selanjutnya

Aktualisasi dan 1. Akuntabilitas:


Habituasi Nilai- Adanya catatan menunjukkan kejelasan tentang kondisi pasien yang
Nilai Dasar PNS akan dioperkan
dalam Kegiatan 2. Nasionalisme:
(ANEKA) Tetap memperhatikan dan menghormati hak orang lain (Sila ke-5)
Etika Publik:
Menghargai komunikasi dan kerjasama dengan pasien/keluarga
3. Etika Publik:
Menghargai komunikasi dan kerjasama dengan pasien/keluarga
4. Komitmen Mutu:

88
KEGIATAN 7

Uraian Kegiatan Keterangan

Usaha untuk meningkatkan efektivitas dalam operan shift, selain itu


juga merupakan usaha untuk meningkatan kualitas pelayanan
kepada pasien (orientasi mutu)
Anti Korupsi:
Menunjukkan kedisiplinan dengan mematuhi SOP Operan Shift
yang telah ditetapkan. Menyampaikan kondisi pasien dengan prinsip
kejujuran, yaitu menceritakan kondisi sesungguhnya pasien saat itu.

Dampak Jika 1. Buku laporan yang tidak jelas akan menimbulkan kesalahan nama
Nilai-Nilai pasien dan program tindakan yang dapat membahayakan pasien
ANEKA Tidak 2. Komunikasi dengan pasien yang tidak dilakukan secara sopan akan
Dilaksanakan menimbulkan ketidaknyamanan pasien
3. Penjelasan nama perawat yang tidak komunikatif akan menghambat
pasien dan keluarga dalam memahami nama perawat yang bertugas
pada hari itu
4. Kondisi pasien yang tidak dijelaskan dengan baik dapat
menimbulkan kesalahan tindakan yang membahayakan pasien.

Kontribusi Operan petugas merupakan usaha untuk meningkatkan komunikasi


Output kegiatan efektif yang dapat menunjang pencapaian visi RS “Menjadi rumah
pada Visi dan sakit unggulan dengan pelayanan professional”
Misi Organisasi

Kontribusi Kegiatan ini sesuai dengan nilai RS yaitu profesionalisme, dan


Output kegiatan kedisiplinan. Selain itu juga sesuai dengan motto RS Efektif dan
terhadap Nilai- Aman
Nilai Organisasi

Pihak yang Kepala ruang, Ketua tim, Seluruh perawat Ruang Cendrawasih Atas,
terlibat Pasien dan Keluarga pasien

Kendala Catatan dalam buku operan pasien tidak jelas dan tidak mudah dibaca

Strategi Melakukan konfirmasi pada saat operan dengan petugas shift


Penyelesaian sebelumnya, mencatat ulang program tindakan kepada pasien pada
setiap pergantian shift secara jelas dan mudah dibaca

Bukti Fisik Hasil 1. Foto Kegiatan


Kegiatan 7

89
KEGIATAN 7

Uraian Kegiatan Keterangan

Dokumentasi
Kegiatan 7

Gambar 4.30 Pelaksanaan meeting morning sebelum operan

Gambar 4.31 Melaksanakan operan (timbang terima) di kamar pasien

90
Tabel 4.8 Kegiatan Pendidikan Kesehatan tentang Cuci Tangan
KEGIATAN 8
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Melakukan pendidikan kesehatan tentang 6 langkah cuci tangan dan 5
momen cuci tangan
Tanggal 31 Juli – 10 Agustus 2019
Pelaksanaan
Lokasi/ Tempat Ruang Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang
Deskripsi Kegiatan pendidikan kesehatatan tentang cuci tangan kepada pasien
Kegiatan dilakukan secara rutin setiap ada pasien baru yang masuk ke Ruang
Cendrawasih Atas, kemudian dilakukan edukasi ulang per kamar
perawatan pasien secara rutin pada akhir minggu untuk mengevaluasi
pengetahuan pasien dan keluarga
Tahapan 1. Berkoordinasi dengan kepala ruang dan ketua tim
Kegiatan 2. Menyusun Satuan Acara Pengajaran (SAP)
3. Menyiapkan media pendidikan kesehatan
4. Membuat kontrak waktu dengan pasien dan keluarga
5. Menjelaskan tentang 6 langkah cuci tangan dan 5 momen cuci tangan
6. Mengevaluasi hasil pendidikan kesehatan dengan bertanya kepada
pasien dan keluarga
7. Membagikan leaflet kepada pasien dan keluarga
Output/ Hasil Kegiatan pendidikan kesehatan tentang cuci tangan kepada pasien dan
Kegiatan keluarga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien
dan keluarga sehingga lebih patuh dalam melakukan cuci tangan serta
dapat mengurangi infeksi silang yang didapat selama perawatan di
rumah sakit
Output Tahapan 1. Disetujuinya rencana kegiatan yang akan dilaksanakan
Kegiatan 2. SAP tersusun, Print out SAP
3. Media pendidikan kesehatan tersusun, Powerpoint, Lembar balik,
leaflet
4. Persetujuan dari pasien dan keluarga tentang lamanya waktu
pendidikan kesehatan
5. Pasien dan keluarga memahami materi yang diberikan, Pasien dan
keluarga mampu mempraktekkan cara cuci tangan yang baik dan
benar, Foto kegiatan
6. Pasien dan keluarga mampu menjawab pertanyaan yang diberikan
7. Leaflet terbagikan pada semua pasien dan keluarga yang hadir
Aktualisasi dan 1. Etika Publik:
Habituasi Nilai- Sopan santun dan keluwesan dalam komunikasi
Nilai Dasar PNS Akuntabilitas:
dalam Kegiatan
(ANEKA) Diskusi dilakukan secara transparan dan mendapatkan arahan dari
kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan wujud dari aspek
kepemimpinan
Nasionalisme:

91
KEGIATAN 8
Uraian Kegiatan Keterangan
Tidak mengambil keputusan sendiri dan berdiskusi sebelum
menetapkan sesuatu (Sila ke-4 pancasila)
2. Akuntabilitas:
Penyusunan materi menggunakan konsep teori rujukan yang
mencerminkan nilai tanggung jawab.
3. Komitmen Mutu:
Media pendidikan kesehatan dibuat dengan bagus dan menarik
(inovasi) namun tetap memperhatikan prinsip efisiensi dan dibuat
sesuai kebutuhan sehingga dapat meningkatkan efektifitas
kegunaannya.
4. Anti Korupsi:
Sebelum memulai kegiatan dibuat kesepakatan waktu penkes untuk
menciptakan disiplin dalam kegiatan dan tanggung jawab
terhadap kontrak yang telah dibuat.
Akuntabilitas:
Kesepakatan waktu menimbulkan kejelasan kegiatan yang akan
dilaksanakan.
5. Etika Publik:
Dilakukan dengan tetap memperhatikan nilai-nilai kesopanan.
Komunikasi dibangun secara luwes dan terbuka.
Akuntabilitas:
Selama menjelaskan materi dilakukan secara transparan dan jelas.
Nasionalisme:
Materi dijelaskan melalui metode diskusi dengan memberikan
kesempatan bertanya sesuai dengan sila ke-2
6. Etika public:
Mengajukan pertanyaan dengan komunikasi yang baik
Komitmen mutu:
Evaluasi menilai efektifitas dari penkes yang diberikan
7. Komitmen Mutu:
Leaflet membantu pasien dan keluarga untuk mengingat dan lebih
memahami materi yang telah diberikan sehingga meningkatkan
efektifitas dan efisiensi kegiatan.

92
KEGIATAN 8
Uraian Kegiatan Keterangan
Dampak Jika 1. Apabila tidak meminta persetujuan pelaksanaan terhadap kepala
Nilai-Nilai ruang serta tidak memakai Bahasa yang sopan santun berarti kita
ANEKA Tidak tidak menghargai beliau sebagai pimpinan dalam Ruangan
Dilaksanakan 2. Penyusunan Satuan Acara Pengajaran yang tidak dilakukan secara
bertanggungjawabakanmenimbulkankesalahandalam
penyampaian informasi kepada pasien dan keluarga
3. Media pendidikan kesehatan yang tidak kreatif tidak akan menarik
untuk dibaca oleh pasien dan keluarga
4. Kontrak waktu yang tidak jelas akan menimbulkan kesalahpahaman
pada pasien dan keluarga
5. Pemberian edukasi yang tidak dilakukan secara jelas akan
menyebabkan kesalahan dalam pemahaman pasien dan keluarga
6. Pertanyaan yang tidak disampaikan secara sopan kepada
pasien/keluarga akan menimbulkan ketersinggungan
7. Pembagian leaflet yang tidak efisien tidak akan mencapai efektifitas
hasil dari pendidikan kesehatan yang diberikan
Kontribusi Output Pendidikan kesehatan merupakan salah satu cara untuk memberikan
kegiatan pada pelayanan secara maksimal kepada pasien. Selain pasien, keluarga
Visi dan Misi juga memperoleh manfaatnya sehingga akan tumbuh kemandirian dan
Organisasi pengetahuan pasien dan keluarga yang lebih baik lagi. Hal ini
menunjang rumah sakit dalam pencapaian visi “Menjadi rumah sakit
unggulan dengan pelayanan professional” dan misi rumah sakit
“Memberikan pelayanan bermutu yang berorientasi pada pasien”
Kontribusi Output Dalam berkomunikasi dengan pasien harus selalu Ramah dan setiap
kegiatan tugas dilakukan dengan Ikhlas, agar tetap berpegang teguh pada motto
terhadap Nilai- RS. Keikhlasan dalam bekerja akan menunjang pencapaian nilai
Nilai Organisasi bekerja adalah ibadah. Selain itu dengan dilakukannya pendidikan
kesehatan dapat membantu pencapaian nilai Profesionalisme dan
mampu menciptakan nilai Keterbukaan antara pasien dan staff.
Pihak yang Kepala ruang, Ketua tim, Perawat yang bertugas pada hari itu, Pasien
terlibat dan Keluarga
Kendala 1. Tidak tersedianya LCD proyektor di Ruang Cendrawasih Atas
sehingga proses edukasi menjadi sulit dan tidak dapat
menggunakan powerpoint
2. Kesulitan untuk mengumpulkan pasien dan keluarga dalam satu
ruangan, berkaitan dengan kondisi penyakit pasien
Strategi 1. Pendidikan kesehatan dilakukan dengan menggunakan lembar
Penyelesaian balik/flipchart
2. Pendidikan kesehatan dilakukan per ruang perawatan/kamar pasien
sehingga tidak membutuhkan pasien untuk berpindah dari bed
Bukti Fisik Hasil 1. Foto Kegiatan
Kegiatan 8 2. Lembar balik
3. Leaflet
4. Powerpoint
5. Video kegiatan

93
KEGIATAN 8
Uraian Kegiatan Keterangan
Dokumentasi
Kegiatan 8

Gambar 4.32 Melakukan pendidikan kesehatan tentang cuci tangan

Tabel 4.9 Kegiatan Pendidikan Kesehatan tentang Pemilahan


Sampah
KEGIATAN 9
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Melakukan pendidikan kesehatan tentang pemilahan sampah medis
dan non medis
Tanggal 31 Juli – 10 Agustus 2019
Pelaksanaan
Lokasi/ Tempat Ruang Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang
Deskripsi Kegiatan pendidikan kesehatatan tentang pemilahan sampah kepada
Kegiatan pasien dilakukan secara rutin setiap ada pasien baru yang masuk ke
Ruang Cendrawasih Atas, kemudian dilakukan edukasi ulang per
kamar perawatan pasien secara rutin pada akhir minggu untuk
mengevaluasi pengetahuan pasien dan keluarga
Tahapan 1. Berkoordinasi dengan kepala ruang dan ketua tim
Kegiatan 2. Menyusun SAP
3. Menyiapkan media pendidikan kesehatan
4. Membuat kontrak waktu dengan pasien dan keluarga
5. Menjelaskan tentang cara memilah sampah medis dan non medis
6. Mengevaluasi hasil pendidikan kesehatan dengan bertanya kepada
pasien dan keluarga
7. Membagikan leaflet kepada pasien dan keluarga

94
KEGIATAN 9
Uraian Kegiatan Keterangan
Output/ Hasil Kegiatan pendidikan kesehatan tentang pemilahan kepada pasien dan
Kegiatan keluarga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien
dan keluarga sehingga lebih patuh dalam melakukan membuang
sampah serta dapat mengurangi infeksi silang yang didapat selama
perawatan di rumah sakit
Output Tahapan 1. Disetujuinya rencana kegiatan yang akan dilaksanakan
Kegiatan 2. SAP tersusun, Print out SAP
3. Media pendidikan kesehatan tersusun, Powerpoint, Lembar balik,
leaflet
4. Persetujuan dari pasien dan keluarga tentang lamanya waktu
pendidikan kesehatan
5. Pasien dan keluarga memahami dan mampu membedakan sampah
medis dan non medis, Foto kegiatan
6. Pasien dan keluarga mampu menjawab pertanyaan yang diberikan
7. Leaflet terbagikan pada semua pasien dan keluarga yang hadir
Aktualisasi dan 1. Etika Publik:
Habituasi Nilai- Sopan santun dan keluwesan dalam komunikasi
Nilai Dasar PNS Akuntabilitas:
dalam Kegiatan Diskusi dilakukan secara transparan dan mendapatkan arahan dari
(ANEKA) kepala ruangan dan ketua tim yang merupakan wujud dari aspek
kepemimpinan
Nasionalisme:
Tidak mengambil keputusan sendiri dan berdiskusi sebelum
menetapkan sesuatu (Sila ke-4 pancasila)
2. Akuntabilitas:
Penyusunan materi menggunakan konsep teori rujukan yang
mencerminkan nilai tanggung jawab.
3. Komitmen Mutu:
Media pendidikan kesehatan dibuat dengan bagus dan menarik
(inovasi) namun tetap memperhatikan prinsip efisiensi dan dibuat
sesuai kebutuhan sehingga dapat meningkatkan efektifitas
kegunaannya.
4. Anti Korupsi:
Sebelum memulai kegiatan dibuat kesepakatan waktu penkes untuk
menciptakan disiplin dalam kegiatan dan tanggung jawab terhadap
kontrak yang telah dibuat.
Akuntabilitas:
Kesepakatan waktu menimbulkan kejelasan kegiatan yang akan
dilaksanakan.
5. Etika Publik:
Dilakukan dengan tetap memperhatikan nilai-nilai kesopanan.
Komunikasi dibangun secara luwes dan terbuka.
Akuntabilitas:

95
KEGIATAN 9
Uraian Kegiatan Keterangan
Selama menjelaskan materi dilakukan secara transparan dan jelas.
Nasionalisme:
Materi dijelaskan melalui metode diskusi dengan memberikan
kesempatan bertanya sesuai dengan sila ke-2
6. Etika public:
Mengajukan pertanyaan dengan komunikasi yang baik
Komitmen mutu:
Evaluasi menilai efektifitas dari penkes yang diberikan
7. Komitmen Mutu:
Leaflet membantu pasien dan keluarga untuk mengingat dan lebih
memahami materi yang telah diberikan sehingga meningkatkan
efektifitas dan efisiensi kegiatan.
Dampak Jika 1. Apabila tidak meminta persetujuan pelaksanaan terhadap kepala
Nilai-Nilai ruang serta tidak memakai Bahasa yang sopan santun berarti kita
ANEKA Tidak tidak menghargai beliau sebagai pimpinan dalam Ruangan
Dilaksanakan 2. Penyusunan Satuan Acara Pengajaran yang tidak dilakukan secara
bertanggungjawabakanmenimbulkankesalahandalam
penyampaian informasi kepada pasien dan keluarga
3. Media pendidikan kesehatan yang tidak kreatif tidak akan menarik
untuk dibaca oleh pasien dan keluarga
4. Kontrak waktu yang tidak jelas akan menimbulkan kesalahpahaman
pada pasien dan keluarga
5. Pemberian edukasi yang tidak dilakukan secara jelas akan
menyebabkan kesalahan dalam pemahaman pasien dan keluarga
6. Pertanyaan yang tidak disampaikan secara sopan kepada
pasien/keluarga akan menimbulkan ketersinggungan
7. Pembagian leaflet yang tidak efisien tidak akan mencapai efektifitas
hasil dari pendidikan kesehatan yang diberikan
Kontribusi Pendidikan kesehatan merupakan salah satu cara untuk memberikan
Output kegiatan pelayanan secara maksimal kepada pasien. Selain pasien, keluarga
pada Visi dan juga memperoleh manfaatnya sehingga akan tumbuh kemandirian dan
Misi Organisasi pengetahuan pasien dan keluarga yang lebih baik lagi. Hal ini
menunjang rumah sakit dalam pencapaian visi “Menjadi rumah sakit
unggulan dengan pelayanan professional” dan misi rumah sakit
“Memberikan pelayanan bermutu yang berorientasi pada pasien”
Kontribusi Dalam berkomunikasi dengan pasien harus selalu Ramah dan setiap
Output kegiatan tugas dilakukan dengan Ikhlas, agar tetap berpegang teguh pada motto
terhadap Nilai- RS. Keikhlasan dalam bekerja akan menunjang pencapaian nilai
Nilai Organisasi bekerja adalah ibadah. Selain itu dengan dilakukannya pendidikan
kesehatan dapat membantu pencapaian nilai Profesionalisme dan
mampu menciptakan nilai Keterbukaan antara pasien dan staff.
Pihak yang Kepala ruang, Ketua tim, Perawat yang bertugas pada hari itu, Pasien
terlibat dan Keluarga

96
KEGIATAN 9
Uraian Kegiatan Keterangan
Kendala 1. Tidak tersedianya LCD proyektor di Ruang Cendrawasih Atas
sehingga proses edukasi menjadi sulit dan tidak dapat
menggunakan powerpoint
2. Kesulitan untuk mengumpulkan pasien dan keluarga dalam satu
ruangan, berkaitan dengan kondisi penyakit pasien
Strategi 1. Pendidikan kesehatan dilakukan dengan menggunakan lembar
Penyelesaian balik/flipchart
2. Pendidikan kesehatan dilakukan per ruang perawatan/kamar pasien
sehingga tidak membutuhkan pasien untuk berpindah dari bed
Bukti Fisik Hasil 1. Daftar hadir
Kegiatan 9 2. Foto kegiatan
3. Lembar balik
4. Leaflet
5. Powerpoint
6. Video kegiatan
Dokumentasi
Kegiatan 9

Gambar 4.33 Melakukan pendidikan kesehatan tentang pemilahan


sampah
Tabel 4.10 Kegiatan Pengakajian Resiko Jatuh

KEGIATAN 10
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Melakukan pengkajian resiko jatuh pada pasien
Tanggal 15 Juli – 10 Agustus 2019
Pelaksanaan
97
KEGIATAN 10
Uraian Kegiatan Keterangan
Lokasi/ Tempat Ruang Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang
Deskripsi Kegiatan pengkajian resiko jatuh pada pasien dilakukan secara rutin
Kegiatan pada saat pasien baru masuk Ruang Cendrawasih Atas bersamaan
dengan melakukan Assessment awal keperawatan ruang rawat inap,
pasien dengan resiko jatuh ringan tidak diberi tanda, pasien dengan
resiko jatuh sedang diberi tanda segtiga kuning, dan pasien dengan
resiko jatuh tinggi diberikan tanda gelang kuning dan segitiga warna
merah.
Tahapan 1. Mengucapkan salam dan informed consent tentang tindakan yang
Kegiatan akan dilakukan
2. Mengidentifikasi faktor resiko jatuh sesuai dengan form pemantauan
pasien jatuh
3. Memasang tanda resiko jatuh
4. Memasang bed rail side
5. Mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerjasama
pasien/keluarga
6. Mendokumentasikan hasil pengkajian pada catatan perkembangan
pasien
Output/ Hasil Pengkajian resiko jatuh pada pasien dapat mengurangi kejadian yang
Kegiatan tidak diharapkan dan meminimalisir cedera pada pasien akibat
perawatan di rumah sakit.
Output Tahapan 1. Persetujuan dari pasien/keluarga
Kegiatan 2. Pasien teridentifikasi dengan baik
3. Tanda resiko jatuh terpasang
4. Bed rail side terpasang
5. Pasien menjawab salam
6. Hasil pengkajian terdokumentasikan dengan lengkap
Aktualisasi dan 1. Nasionalisme:
Habituasi Nilai- Tetap memperhatikan dan menghormati hak orang lain (Sila ke-5)
Nilai Dasar PNS Etika Publik:
dalam Kegiatan Menghargai komunikasi dan kerjasama dengan pasien/keluarga
(ANEKA) 2. Anti Korupsi:
menunjukkan adanya kedisiplinan yaitu kepatuhan dalam
memberikan pelayanan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan
3. Komitmen Mutu:
Usaha untuk meningkatkan efektivitas dari intervensi dalam
mencegah pasien jatuh, selain itu juga merupakan usaha untuk
meningkatan kualitas pelayanan kepada pasien (orientasi mutu)
4. Komitmen Mutu:
Usaha untuk meningkatkan efektivitas dari intervensi dalam
mencegah pasien jatuh, selain itu juga merupakan usaha untuk
meningkatan kualitas pelayanan kepada pasien (orientasi mutu)
5. Nasionalisme:

98
KEGIATAN 10
Uraian Kegiatan Keterangan
Tetap memperhatikan dan menghormati hak orang lain (Sila ke-5)
Etika Publik:
Menghargai komunikasi dan kerjasama dengan pasien/keluarga
6. Akuntabilitas:
Adanya dokumentasi menunjukan transparansi serta tanggung
jawab terhadap tindakan yang telah dilakukan
Etika Publik:
Usaha untuk mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerja yang
telah dilakukan
Anti Korupsi:
Meningkatkan kejujuran atas kegiatan yang telah dilaksanakan
dengan menuliskan sesuai apa yang dikerjakan
Dampak Jika 1. Komunikasi yang pada pasien yang tidak baik dan penjelasan yang
Nilai-Nilai kurang tepat akan menimbulkan pasien tidak kooperatif selama
ANEKA Tidak proses pengkajian
Dilaksanakan 2. Proses identifikasi yang tidak baik dan tidak disiplin dilakukan akan
memungkinkan terjadinya kejadian yang tidak diharapkan yang
dapat menimbulkan cedera pada pasien
3. Pemasangan tanda yang tidak efektif dapat menimbulkan
kemungkinan pasien jatuh tetap terjadi
4. Bed rail side yang tidak terpasang secara efektif akan
membahayakan pasien dan memungkinkan pasien untuk jatuh dari
tempat tidur
5. Ucapan terimakasih yang tidak disampaikan secara sopan akan
menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien/keluarga
6. Dokumentasi yang tidak dilakukan secara bertanggungjawab akan
menghambat penyampaian informasi antar petugas kesehatan
sehingga dapat membahayakan keselamatan pasien
Kontribusi Melakukan pengkajian resiko jatuh dapat menunjang visi Rumah Sakit
Output kegiatan “Menjadi rumah sakit unggulan dengan pelayanan professional”
pada Visi dan dan misi Rumah Sakit “Memberikan pelayanan bermutu yang
Misi Organisasi berorientasi pada pasien”
Kontribusi Kegiatan ini sesuai dengan nilai RS yaitu profesionalisme, dan
Output kegiatan kedisiplinan. Selain itu juga sesuai dengan motto RS Efektif dan
terhadap Nilai- Aman
Nilai Organisasi
Pihak yang Perawat yang bertugas pada hari itu, Farmasi rawat inap untuk
terlibat pengambilan gelang kuning, Pasien dan Keluarga
Kendala Tidak tersedianya gelang kuning sebagai tanda resiko jatuh di ruangan
Strategi Meresepkan gelang kuning dan melibatkan keluarga untuk
Penyelesaian pengambilan gelang kuning kepada petugas farmasi rawat inap
Bukti Fisik Hasil 1. Foto Kegiatan
Kegiatan 10 2. Lembar Pengkajian

99
KEGIATAN 10
Uraian Kegiatan Keterangan
Dokumentasi
Kegiatan 10

Gambar 4.34 Melakukan pengkajian resiko jatuh

Gambar 4.35 Mengisi form pengkajian resiko jatuh

Gambar 4.36 Memasang gelang resiko jatuh

100
KEGIATAN 10
Uraian Kegiatan Keterangan

Gambar 4.37 Memasang tanda resiko jatuh

Matriks Rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi ANEKA


Tabel 4.2 Matriks Aktualisasi dan Habituasi
Proporsi Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar
No Kegiatan PNS
A N E K A
1 Membuat media pendidikan 6 3 4 1 1
kesehatan tentang Cuci Tangan
dan Pemilahan Sampah
2 Melaksanakan kegiatan 7 4 4 2 1
penggalangan komitmen tentang
sasaran keselamatan pasien
diantara seluruh staff Ruang
Cendrawasih Atas
3 Melaksanakan evaluasi bersama 6 3 6 2 1
dengan perawat ruangan tentang
pengetahuan Sasaran
Keselamatan Pasien
4 Membuat sticker untuk obat injeksi 4 2 3 2 1
5 Melakukan identifikasi pasien 5 2 6 3 4
sebelum pemberian obat dengan
menggunakan sticker yang sudah
dibuat
6 Menata dan menyusun berkas 2 1 2 2 2
tambahan rekam medis agar
mudah dijangkau oleh perawat
7 Melaksanakan operan (timbang 1 1 2 1 1
terima) antar perawat dalam
pergantian shift untuk
meningkatkan komunikasi efektif
101
8 Melakukan pendidikan kesehatan 4 2 3 3 1
tentang 6 langkah cuci tangan dan
5 momen cuci tangan
9 Melakukan pendidikan kesehatan 4 2 3 3 1
tentang pemilahan sampah medis
dan non medis
10 Melakukan pengkajian resiko jatuh 1 2 3 2 2
pada pasien
JUMLAH 40 22 36 21 15
PROSENTASE 29,8% 16,4% 26,9% 15,7% 11,2%

Proporsi penerapan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan


kegiatan adalah sebagai berikut :
a. Akuntabilitas sebesar 29,8%. Nilai dasar akuntabilitas
diterapkan pada seluruh kegiatan untuk memecahkan isu. Nilai
akuntabilitas yang paling banyak diterapkan adalah
Transparansi, karena setiap kegiatan selalu didasari oleh
kejujuran, tidak ada yang ditutupi. Semua hasil dilampirkan.
b. Nasionalisme sebesar 16,4%. Nilai dasar nasionalisme
diterapkan pada hampir seluruh kegiatan untuk memecahkan
isu. Nilai yang paling banyak diterapkan dalam seluruh kegiatan
adalah musyawarah mufakat, karena setiap kegiatan yang akan
dilaksanakan melalui adanya diskusi atau musyawarah.
c. Etika publik sebesar 26,9%. Dalam melaksanakan pelayanan
terhadap masyarakat, harus mengedepankan etika sehingga
kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Nilai Etika
Publik yang paling banyak diterapkan adalah sopan santun,
karena setiap kegiatan pelayanan yang diberikan kepada
pasien selalu didasari norma kesopanan.
d. Komitmen mutu sebesar 15,7%. Nilai dasar komitmen mutu
diterapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan puskesmas
melalui pengoptimalan kegiatan. Nilai Komitmen Mutu yang paling
banyak diterapkan adalah Orientasi mutu, karena di setiap
kegiatan harus mengutamakan professional dan jaminan mutu.
e. Anti korupsi 11,2%, nilai dasar korupsi yang digunakan yaitu Jujur

102
dan Adil. Dengan Jujur dan adil terhadap setiap kegiatan yang
dilaksanakan akan membuat kegiatan akan berjalan dengan
baik.
Kontribusi aktualisasi dan habituasi nilai-nilai dasar PNS
tersebut dilaksanakan untuk mendukung penyelesaian isu Belum
optimalnya asuhan keperawatan yang sesuai dengan standar sasaran
keselamatan pasien di Ruang Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang.
Untuk menumbuhkan karakter ideal seorang PNS yang didasari oleh
nilai-nilai ANEKA tidak hanya berhenti sampai kegiatan aktualisasi dan
habituasi, penulis senantiasa melakukan internalisasi nilai ANEKA
dalam menjalankan pekerjaan sebagai perawat di rumah sakit.

B. Pelaksanaan Habituasi Nilai-Nilai Dasar ANEKA


Pelaksanaan habituasi bertujuan untuk membiasakan diri
berperilaku sesuai dengan nilai-nilai ANEKA sehingga terbentuk
karakter diri ideal untuk mendukung pelaksanaan tugas dan jabatan
secara profesional sebagai pelayan masyarakat. Uraian pelaksanaan
habituasi secara rinci dijelaskan pada tabel 4.4 berikut ini :

Tabel 4.4 Pelaksanaan Habituasi Nilai-Nilai Dasar ANEKA

No. Kegiatan Nilai Dasar Upaya Habituasi Yang Telah


(Indikator) Dilakukan

1. Membuat media a. Akuntabilitas a. Akuntabilitas (transparansi)


pendidikan (transparansi) Nilai Transparansi
kesehatan tentang b. Nasionalisme (Sila dihabituasi dengan cara
Cuci Tangan dan
Pemilahan Sampah ke-4 Musyawarah) transparan (jujur) dalam
c. Etika Publik (sopan pembuatan media
santun) pendidikan kesehatan
d. Komitmen Mutu b. Nasionalisme (Sila ke-2
(inovasi) musyawarah)
e. Anti Korupsi (jujur Nilai musyawarah
dan tanggung jawab) diterapkan dalam setiap

103
kegiatan untuk mendukung
pembuatan media
pendidikan kesehatan
c. Etika Publik (sopan santun)
Dalam setiap tahapan
kegiatan dilakukan
komunikasi secara sopan
dan santun
d. Komitmen Mutu (inovasi)
Nilai inovasi dilaksanakan
untuk pembaharuan yang
menunjang dalam proses
pelayanan kesehatan
e. Anti Korupsi (jujur dan
tanggung jawab)
Nilai kejujuran dan tanggung
jawab selalu diterapkan
dalam proses pelaksanaan
kegiatan
2. Melaksanakan a. Akuntabilitas a. Akuntabilitas (transparansi)
kegiatan (transparansi) Nilai Transparansi
penggalangan b. Nasionalisme (Sila dihabituasi dengan cara
komitmen tentang
sasaran keselamatan ke-4 Musyawarah) transparan (jujur) dalam
pasien diantara c. Etika Publik (sopan pembuatan media
seluruh staff Ruang
Cendrawasih Atas santun) pendidikan kesehatan
d. Komitmen Mutu b. Nasionalisme (Sila ke-2
(inovasi) musyawarah)
e. Anti Korupsi (jujur Nilai musyawarah
dan tanggung jawab) diterapkan dalam setiap
kegiatan untuk mendukung
pembuatan media
pendidikan kesehatan

104
c. Etika Publik (sopan santun)
Dalam setiap tahapan
kegiatan dilakukan
komunikasi secara sopan
dan santun
d. Komitmen Mutu (inovasi)
Nilai inovasi dilaksanakan
untuk pembaharuan yang
menunjang dalam proses
pelayanan kesehatan
e. Anti Korupsi (jujur dan
tanggung jawab)
Nilai kejujuran dan
tanggung jawab selalu
diterapkan dalam proses
pelaksanaan kegiatan
3. Melaksanakan a. Akuntabilitas a. Akuntabilitas (transparansi)
evaluasi bersama (transparansi) Nilai Transparansi
dengan perawat b. Nasionalisme (Sila dihabituasi dengan cara
ruangan tentang
pengetahuan ke-4 Musyawarah) transparan (jujur) dalam
Sasaran c. Etika Publik (sopan pembuatan media
Keselamatan Pasien
santun) pendidikan kesehatan
d. Komitmen Mutu b. Nasionalisme (Sila ke-2
(inovasi) musyawarah)
e. Anti Korupsi (jujur Nilai musyawarah
dan tanggung jawab) diterapkan dalam setiap
kegiatan untuk mendukung
pembuatan media
pendidikan kesehatan
c. Etika Publik (sopan santun)
Dalamsetiap tahapan
kegiatan dilakukan

105
komunikasi secara sopan
dan santun
d. Komitmen Mutu (inovasi)
Nilai inovasi dilaksanakan
untuk pembaharuan yang
menunjang dalam proses
pelayanan kesehatan
e. Anti Korupsi (jujur dan
tanggung jawab)
Nilai kejujuran dan
tanggung jawab selalu
diterapkan dalam proses
pelaksanaan kegiatan

4. Membuat sticker a. Akuntabilitas a. Akuntabilitas (transparansi)


untuk obat injeksi (transparansi) Nilai Transparansi
b. Nasionalisme (Sila dihabituasi dengan cara
ke-4 Musyawarah) transparan (jujur) dalam
c. Etika Publik (sopan pembuatan media
santun) pendidikan kesehatan
d. Komitmen Mutu b. Nasionalisme (Sila ke-2
(inovasi) musyawarah)
e. Anti Korupsi (jujur Nilai musyawarah
dan tanggung jawab) diterapkan dalam setiap
kegiatan untuk mendukung
pembuatan media
pendidikan kesehatan
c. Etika Publik (sopan santun)
Dalamsetiap tahapan
kegiatan dilakukan
komunikasi secara sopan
dan santun
d. Komitmen Mutu (inovasi)

106
Nilai inovasi dilaksanakan
untuk pembaharuan yang
menunjang dalam proses
pelayanan kesehatan
e. Anti Korupsi (jujur dan
tanggung jawab)
Nilai kejujuran dan
tanggung jawab selalu
diterapkan dalam proses
pelaksanaan kegiatan

5. Melakukan a. Akuntabilitas a. Akuntabilitas


identifikasi pasien (transparansi) (transparansi)
sebelum pemberian b. Nasionalisme (Sila Nilai Transparansi
obat dengan
menggunakan sticker ke-4 Musyawarah) dihabituasi dengan cara
yang sudah dibuat c. Etika Publik (sopan transparan (jujur) dalam
santun) pembuatan media
d. Komitmen Mutu pendidikan kesehatan
(inovasi) b. Nasionalisme (Sila ke-2
e. Anti Korupsi (jujur musyawarah)
dan tanggung jawab) Nilai musyawarah
diterapkan dalam setiap
kegiatan untuk mendukung
pembuatan media
pendidikan kesehatan
c. Etika Publik (sopan
santun)
Dalam setiap tahapan
kegiatan dilakukan
komunikasi secara sopan
dan santun
d. Komitmen Mutu (inovasi)
Nilai inovasi dilaksanakan

107
untuk pembaharuan yang
menunjang dalam proses
pelayanan kesehatan
e. Anti Korupsi (jujur dan
tanggung jawab)
Nilai kejujuran dan
tanggung jawab selalu
diterapkan dalam proses
pelaksanaan kegiatan

6 Menata dan a. Akuntabilitas a. Akuntabilitas (transparansi)


menyusun berkas (transparansi) Nilai Transparansi
tambahan rekam b. Nasionalisme (Sila dihabituasi dengan cara
medis agar mudah
dijangkau oleh ke-4 Musyawarah) transparan (jujur) dalam
perawat c. Etika Publik (sopan pembuatan media
santun) pendidikan kesehatan
d. Komitmen Mutu b. Nasionalisme (Sila ke-2
(inovasi) musyawarah)
e. Anti Korupsi (jujur Nilai musyawarah
dan tanggung jawab) diterapkan dalam setiap
kegiatan untuk mendukung
pembuatan media
pendidikan kesehatan
c. Etika Publik (sopan santun)
Dalam setiap tahapan
kegiatan dilakukan
komunikasi secara sopan
dan santun
d. Komitmen Mutu (inovasi)
Nilai inovasi dilaksanakan
untuk pembaharuan yang
menunjang dalam proses
pelayanan kesehatan

108
e. Anti Korupsi (jujur dan
tanggung jawab)
Nilai kejujuran dan
tanggung jawab selalu
diterapkan dalam proses
pelaksanaan kegiatan

7 Melaksanakan a. Akuntabilitas a. Akuntabilitas


operan (timbang (transparansi) (transparansi)
terima) antar perawat b. Nasionalisme (Sila Nilai Transparansi
dalam pergantian
shift untuk ke-4 Musyawarah) dihabituasi dengan cara
meningkatkan c. Etika Publik (sopan transparan (jujur) dalam
komunikasi efektif
santun) pembuatan media
d. Komitmen Mutu pendidikan kesehatan
(inovasi) b. Nasionalisme (Sila ke-2
e. Anti Korupsi (jujur musyawarah)
dan tanggung jawab) Nilai musyawarah
diterapkan dalam setiap
kegiatan untuk mendukung
pembuatan media
pendidikan kesehatan
c. Etika Publik (sopan
santun)
Dalam setiap tahapan
kegiatan dilakukan
komunikasi secara sopan
dan santun
d. Komitmen Mutu (inovasi)
Nilai inovasi dilaksanakan
untuk pembaharuan yang

109
menunjang dalam proses
pelayanan kesehatan
e. Anti Korupsi (jujur dan
tanggung jawab)
Nilai kejujuran dan
tanggung jawab selalu
diterapkan dalam proses
pelaksanaan kegiatan

8 Melakukan a. Akuntabilitas a. Akuntabilitas (transparansi)


pendidikan (transparansi) Nilai Transparansi
kesehatan tentang 6 b. Nasionalisme (Sila dihabituasi dengan cara
langkah cuci tangan
dan 5 momen cuci ke-4 Musyawarah) transparan (jujur) dalam
tangan c. Etika Publik (sopan pembuatan media
santun) pendidikan kesehatan
d. Komitmen Mutu b. Nasionalisme (Sila ke-2
(inovasi) musyawarah)
e. Anti Korupsi (jujur Nilai musyawarah
dan tanggung jawab) diterapkan dalam setiap
kegiatan untuk mendukung
pembuatan media
pendidikan kesehatan
c. Etika Publik (sopan santun)
Dalam setiap tahapan
kegiatan dilakukan
komunikasi secara sopan
dan santun
d. Komitmen Mutu (inovasi)
Nilai inovasi dilaksanakan
untuk pembaharuan yang
menunjang dalam proses
pelayanan kesehatan

110
e. Anti Korupsi (jujur dan
tanggung jawab)
Nilai kejujuran dan
tanggung jawab selalu
diterapkan dalam proses
pelaksanaan kegiatan

9 Melakukan a. Akuntabilitas a. Akuntabilitas


pendidikan (transparansi) (transparansi)
kesehatan tentang b. Nasionalisme (Sila Nilai Transparansi
pemilahan sampah
medis dan non medis ke-4 Musyawarah) dihabituasi dengan cara
c. Etika Publik (sopan transparan (jujur) dalam
santun) pembuatan media
d. Komitmen Mutu pendidikan kesehatan
(inovasi) b. Nasionalisme (Sila ke-2
e. Anti Korupsi (jujur musyawarah)
dan tanggung jawab) Nilai musyawarah
diterapkan dalam setiap
kegiatan untuk mendukung
pembuatan media
pendidikan kesehatan
c. Etika Publik (sopan
santun)
Dalam setiap tahapan
kegiatan dilakukan
komunikasi secara sopan
dan santun
d. Komitmen Mutu (inovasi)
Nilai inovasi dilaksanakan
untuk pembaharuan yang

111
menunjang dalam proses
pelayanan kesehatan
e. Anti Korupsi (jujur dan
tanggung jawab)
Nilai kejujuran dan
tanggung jawab selalu
diterapkan dalam proses
pelaksanaan kegiatan

10 Melakukan a. Akuntabilitas a. Akuntabilitas


pengkajian resiko (transparansi) (transparansi)
jatuh pada pasien b. Nasionalisme (Sila Nilai Transparansi
ke-4 Musyawarah) dihabituasi dengan cara
c. Etika Publik (sopan transparan (jujur) dalam
santun) pembuatan media
d. Komitmen Mutu pendidikan kesehatan
(inovasi) b. Nasionalisme (Sila ke-2
e. Anti Korupsi (jujur musyawarah)
dan tanggung jawab) Nilai musyawarah
diterapkan dalam setiap
kegiatan untuk mendukung
pembuatan media
pendidikan kesehatan
c. Etika Publik (sopan
santun)
Dalam setiap tahapan
kegiatan dilakukan
komunikasi secara sopan
dan santun
d. Komitmen Mutu (inovasi)
Nilai inovasi dilaksanakan
untuk pembaharuan yang

112
menunjang dalam proses
pelayanan kesehatan
e. Anti Korupsi (jujur dan
tanggung jawab)
Nilai kejujuran dan
tanggung jawab selalu
diterapkan dalam proses
pelaksanaan kegiatan

113
BAB V
PENUTUP

A. Simpulan
Rancangan aktualisasi dan habituasi digunakan sebagai pedoman
dan panduan dalam menyelesaikan isu yang didapatkan saat habituasi.
Pemecahan isu dilakukan dengan gagasan pemecahan isu yang tertuang
dalam beberapa kegiatan yang dirancang. Isu diharapkan dapat
diselesaikan dengan membuat rancangan aktualisasi tersebut. Nilai dasar
ANEKA diharapkan bisa lebih dipahami dan diaplikasikan pada setiap
kegiatan pemecahan isu, sehingga dapat membuat penulis paham
mengenai sikap dan perilaku yang dapat memberikan kontribusi terhadap
visi dan misi organisasi serta menguatkan nilai organisasi.
Isu yang diperoleh dalam proses identifikasi adalah “Belum
optimalnya asuhan keperawatan yang sesuai dengan standar
sasaran keselamatan pasien di Ruang Cendrawasih Atas RSUD
Ajibarang”. Dalam penyelesaian isu tersebut diangkat gagasan
penyelesaian isu “Optimalisasi Asuhan Keperawatan yang Sesuai
dengan Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Ruang
Cendrawasih Atas RSUD Ajibarang” yang berisikan beberapa
kegiatan, diantaranya :
1. Membuat media pendidikan kesehatan tentang Cuci Tangan dan
Pemilahan Sampah (sumber kegiatan : inovasi)
2. Melaksanakan kegiatan penggalangan komitmen tentang sasaran
keselamatan pasien diantara seluruh staff Ruang Cendrawasih
Atas (sumber kegiatan: inovasi)
3. Melaksanakan evaluasi bersama dengan perawat ruangan tentang
pengetahuan Sasaran Keselamatan Pasien (sumber kegiatan :
inovasi)
4. Membuat sticker untuk obat injeksi (sumber kegiatan : inovasi)
5. Melakukan identifikasi pasien sebelum pemberian obat dengan
menggunakan sticker yang sudah dibuat (sumber kegiatan : SKP)

114
6. Menata dan menyusun berkas tambahan rekam medis agar mudah
dijangkau oleh perawat (sumber kegiatan: inovasi)
7. Melaksanakan operan (timbang terima) antar perawat dalam
pergantian shift untuk meningkatkan komunikasi efektif (sumber
kegiatan : SKP)
8. Melakukan pendidikan kesehatan tentang 6 langkah cuci tangan
dan 5 momen cuci tangan (sumber kegiatan : SKP)
9. Melakukan pendidikan kesehatan tentang pemilahan sampah
medis dan non medis (sumber kegiatan : SKP)
10. Melakukan pengkajian resiko jatuh pada pasien (sumber kegiatan :
SKP).
Tanpa adanya rancangan aktualisasi, isu tidak dapat
diselesaikan tepat waktu. Tanpa adanya penyelesaian isu, dampak
akan terjadi dan berkontribusi terhadap mutu layanan rumah sakit.
Selain itu, pemahaman nilai ANEKA pun akan kurang bisa
diimplementasikan saat melakukan habituasi.
B. Rekomendasi
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi yang dilandasi
semangat melaksanakan seluruh nilai-nilai dasar ANEKA terbukti
memberikan dampak positif, baik untuk pribadi, lingkungan kerja.
Berikut rekomendasi agar implementasi nilai-nilai ANEKA dapat
dilakukan secara berkelanjutan:
1. Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) diharapkan
melakukan pengadaan lembar balik dan leaflet secara
berkelanjutan dan memanfaatkan lembar balik sebagai media
pendidikan kesehatan tentang Cuci Tangan dan Pemilahan
Sampah di setiap ruang rawat inap RSUD Ajibarang.
2. Pelaksanaan komitmen perawat tentang keselamatan pasien
diharapkan dapat dilaksanakan pada semua ruang pelayanan
kesehatan sehingga dapat memberikan pelayanan yang paripurna
3. Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KPRS) perlu melaksanaan
sosialisasi dan evaluasi pengetahuan perawat tentang sasaran

115
keselamatan pasien secara berkala agar pengetahuan selalu
diperbaharui
4. Pencetakan sticker obat secara rutin agar selalu tersedia di
ruangan, dan melakukan koordinasi dengan tim Keselamatan
Pasien Rumah Sakit (KPRS) agar dapat dimanfaatkan di setiap
ruang rawat inap RSUD Ajibarang
5. Pemanfaatan sticker sebagai alat bantu dalam identifikasi pasien
sebelum pemberian obat agar diharapkan dapat dilakukan secara
terus-menerus dan dikembangkan untuk pemanfaatan di ruang
rawat inap yang lainnya
6. Kedisiplinan dalam penempatan berkas penunjang rekam medis
diharapkan selalu dapat dilaksanakan agar berkas-berkas di
ruangan tidak menjadi berantakan kembali
7. Pelaksanaan operan (timbang terima) diharapkan dilaksanakan
secara langsung di kamar pasien pada seluruh ruang rawat inap di
RSUD Ajibarang
8. Perlu adanya kegiatan pendidikan kesehatan secara berkala di
ruang rawat inap untuk mengevaluasi pengetahuan pasien dan
keluarga serta kepatuhan dalam melakukan cuci tangan
9. Perlu adanya kegiatan pendidikan kesehatan secara berkala di
ruang rawat inap untuk mengevaluasi pengetahuan pasien dan
keluarga serta kepatuhan dalam melakukan pemilahan sampah
10. Diharapkan adanya kedisiplinan perawat dalam memasang tanda
resiko jatuh pada pasien dengan resiko jatuh sedang dan tinggi
C. Rencana Aksi dan Aktualisasi-Habituasi Nilai-Nilai Dasar PNS
No. Kegiatan Rencana Aksi Pelaksanaan Waktu Pelaksaan
Kegiatan
1 Membuat media Melanjutkan penyediaan Dilaksanakan sekali
pendidikan kesehatan lembar balik sebagai media untuk penggunaan
tentang Cuci Tangan pendidikan kesehatan tentang dalam satu tahun
dan Pemilahan Sampah Cuci tangan dan Pemilahan kedepan (sampai
Sampah di ruang rawat inap akhir tahun 2019)
RSUD Ajibarang
2 Melaksanakan kegiatan Melanjutkan pelaksanaan Setiap hari
penggalangan komitmen yang telah
komitmen tentang disepakati bersama oleh

116
sasaran keselamatan seluruh perawat Ruang
pasien diantara seluruh Cendrawasih Atas
staff Ruang
Cendrawasih Atas

3 Melaksanakan evaluasi Melanjutkan pelaksanaan Setiap 3 bulan sekali


bersama dengan sosialisasi dan evaluasi
perawat ruangan pengetahuan perawat tentang
tentang pengetahuan sasaran keselamatan pasien
Sasaran Keselamatan secara berkala
Pasien

4 Membuat sticker untuk Melanjutkan pencetakan dan Setiap sticker


obat injeksi pengadaan sticker obat injeksi hamper habis
di ruang rawat inap dicetak ulang
5 Melakukan identifikasi Melanjutkan melakukan Setiap akan
pasien sebelum identifikasi pasien sebelum melakukan
pemberian obat dengan pemberian obat dengan pemberian obat
menggunakan sticker menggunakan sticker yang kepada pasien
yang sudah dibuat sudah dibuat

6 Menata dan menyusun Melanjutkan menata dan Setiap hari


berkas tambahan rekam menyusun ulang berkas
medis agar mudah penunjang rekam medis pad
dijangkau oleh perawat arak yang sudah disediakan

7 Melaksanakan operan Melanjutkan melaksanakan Setiap pergantian


(timbang terima) antar operan (timbang terima) antar shift, setiap hari
perawat dalam perawat dalam pergantian shift
pergantian shift untuk secara langsung di ruang
meningkatkan perawatan/kamar pasien
komunikasi efektif

8 Melakukan pendidikan Melanjutkan melakukan Seminggu sekali


kesehatan tentang 6 pendidikan kesehatan dan
langkah cuci tangan dan evaluasi tentang pengetahuan
5 momen cuci tangan cuci tangan di ruang
perawatan/kamar pasien
9 Melakukan pendidikan Melanjutkan melakukan Seminggu sekali
kesehatan tentang pendidikan kesehatan dan
pemilahan sampah evaluasi tentang cara
medis dan non medis pemilahan sampah di ruang
perawatan/kamar pasien
10 Melakukan pengkajian Melanjutkan melakukan Setiap menerima
resiko jatuh pada pasien pengkajian resiko jatuh pada pasien baru di ruang
pasien dan memasang tanda rawat inap
resiko jatuh pada pasien
dengan resiko jatuh sedang
dan tinggi

117
DAFTAR PUSTAKA

Pemerintah Indonesia. (2014). Undang Undang Republik Indonesia


Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 1 Ayat
(1-2). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5494. Jakarta : Sekretariat Negara.

Pemerintah Indonesia. (2014). Undang Undang Republik Indonesia


Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 10-12.
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494.
Jakarta : Sekretariat Negara.

Pemerintah Indonesia. (2017). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia


Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil Pasal
34 Ayat (1-4). Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 6037. Jakarta : Sekretariat Negara.

Pemerintah Indonesia. (2018). Peraturan Lembaga Administrasi Negara


Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil Pasal 5-6. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan


Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan
Pasien. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.

Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. (2015). Pedoman Nasional


Keselamatan Pasien Rumah Sakit (Patient Safety) Edisi III.
Jakarta : Departemen Kesehatan RI.

Cahyono, J.B. (2008). Membangun Budaya Keselamatan Pasien dalam


Praktik Kedokteran. Yogyakarta : Kanisius.

Komisi Akreditasi Rumah Sakit. (2018). Instrumen Survei Standar


Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1 Tahun 2018. Jakarta :
Kementerian Kesehatan RI.

JCAHO. (2007). Patient Safety Matters Information and Communication.


Special issue, 2 (1).

https://id.wikipedia.org/wiki/Pertahanan_negara diakses pada tanggal (26


Juni).

Nurdiman, Aa. (2009). Pendidikan Kewarganegaraan 3: Kecakapan


Berbangsa dan Bernegara Untuk Kelas IX Sekolah Menengah
Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.

118
Pemerintah Indonesia. (2002). Undang Undang Republik Indonesia
Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 4169. Jakarta :
Sekretariat Negara.

Pemerintah Indonesia. (2002). Undang Undang Dasar Negara Republik


Indonesia Tahun 1945 Pasal 27 Ayat (3). Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2002. Jakarta : Sekretariat Negara.

Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. (2015). Pedoman Nasional


Keselamatan Pasien Rumah Sakit (Patient Safety) Edisi III. Jakarta
: Departemen Kesehatan RI.
nd
Vincent, C. (2010). Patient Safety (2 Edition). London, UK : Wiley-
Blackwell.

Emanuel, L., Berwick, D., & Conway, J. (2008). What Exactly is Patient
Safety? Advances in Patient Safety, 1-18.

Peraturan Pemerintah No.40/1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik


Indonesia

Peraturan Pemerintah No. 43/1958 tentang Lambang Negara garuda

Lembaga AdministrasI Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai
Negeri Sipil. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II : Akuntabilitas.Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II : Nasionalisme. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II : Etika Publik. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II : Komitmen Mutu. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II : Anti Korupsi. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.

119
Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Pelayanan Publik. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.

Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Whole of Goverment. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul


Pendidikan dan Pelatihan Dasar Calon PNS Habituasi. Jakarta :
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

120
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI
Nama Lengkap : DWIJAYANTI MEI ANA DEWI
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat Tanggal : Purbalingga, 15 Mei 1992
Lahir

Agama : Islam
Status : Menikah
Alamat : Desa Sidanegara RT 01 RW 06,
Kecamatan Kaligondang, Kabupaten
Purbalingga, Jawa Tengah 53391

No.Telp : 081380237304
E-mail : dwijayantimad@gmail.com
PENDIDIKAN FORMAL

2014-2015 Program Profesi Ners, Fakultas Keperawatan Universitas


Padjadjaran

2010-2014 Program Sarjana Keperawatan, Fakultas Keperawatan


Universitas Padjadjaran

2007-2010 SMAN 1 Purbalingga


2004-2007 SMPN 3 Purbalingga
1998-2004 SDN 1 Sidanegara
1997-1998 TK Bustanul Atfal Aisyiyah Sidanegara
PENDIDIKAN NON FORMAL

2016 TOEFL Preparation, AERO (Active English Revolution)


2013 English For Job-Seekers, IEDUC (International Education
Centre)

2013 Kursus Bahasa Inggris di KEC Bandung

121
LAMPIRAN

122
KEGIATAN
1

123
KEGIATAN
2

124
KEGIATAN
3

125
KEGIATAN
4

126
KEGIATAN
5

127
KEGIATAN
6

128
KEGIATAN
7

129
KEGIATAN
8

130
KEGIATAN
9

131
KEGIATAN
10

132