Anda di halaman 1dari 12

HUKUM COULOMB

A. SEJARAH PENEMUAN

Charles-Augustin de Coulomb atau yang dikenal dengan nama Coulomb lahir


di Prancis pada tanggal 14 Juni 1736. Namanya diabadikan untuk satuan listrik untuk
menghormati penelitian penting yang telah dilakukan oleh Coulomb.
Coulomb, dilambangkan dengan C, adalah satuan SI untuk muatan listrik, dan
didefinisikan dalam ampere: 1 coulomb adalah banyaknya muatan listrik yang dibawa oleh arus
sebesar 1 ampere mengalir selama 1 detik. 1 coulomb adalah 6.24×1018 kali muatan elektron.
Coulomb berasal dari keluarga bangsawan yang berpengaruh hingga pendidikannya
terjamin. Ia berbakat besar dalam bidang matematika dan belajar teknik untuk menjadi Korps
Ahli Teknik Kerajaan. Coulomb lulus pada bulan November 1761 dari Ecole du jin di Mézières.
Pada waktu Revolusi Perancis pecah, ia terpaksa meninggalkan Paris tinggal di Blois dengan
sahabatnya yang juga ilmuwan, Jean-Charles de Borda (1733-1799). Ia meneruskan berbagai
percobaannya. Selama dua puluh tahun berikutnya ia ditempatkan di berbagai lokasi di mana ia
terlibat dalam rekayasa, dalam struktural, fortifications, mekanika tanah, serta bidang-bidang
rekayasa.
Tulisan pertamanya adalah Brest tetapi pada bulan Februari 1764 ia dikirim ke
Martinique, di Hindia Barat, di mana ia ditugaskan membangun Bourbon Fort baru dan tugas ini
dia sibuk sampai Juni 1772. Setelah kembali ke Prancis, Coulomb telah dikirim ke Bouchain .
Dengan pangkat Kapten, dia bekerja di La Rochelle , dengan Isle of Aix dan Cherbourg. Ia
menemukan hubungan terbalik dari kekuatan antara muatan listrik dan kuadrat jaraknya,
kemudian dinamai setelah dia sebagai hukum Coulomb. Namun, sekarang ia mulai menulis
karya-karya penting diterapkan pada mekanik dan dia itu pertama bekerja ke Académie des Ilmu
di Paris pada 1773.

Setelah bertugas di Martinique selama beberapa tahun, ia kembali ke Paris dan pada
tahun 1779 terpilih menjadi anggota Akademi Ilmiah pada tahun 1781. Pada tahun 1779 ia
dikirim ke Rochefort untuk berkolaborasi dengan Marquis de Montalembert dalam membangun
sebuah benteng seluruhnya terbuat dari kayu dekat Ile d'Aix. Selama kuliah di Rochefort,
Coulomb menjalankan penelitian ke mekanik, khususnya dalam menggunakan kapan Rochefort
sebagai laboratorium untuk percobaan.
Percobaan awal Coulomb meliputi tekanan yang bisa memecahkan suatu benda (1773)
dan ini adalah awal ilmu modern tentang kekuatan benda-benda. Karyanya di bidang listrik dan
magnet yang membuatnya begitu terkenal, baru diterbitkan dalam serangkaian makalah antara
tahun 1785 dan 1789. Melakukan percobaan dengan magnet kompas, ia langsung melihat bahwa
gesekan pada sumbu jarum menyebabkan kesalahan. Ia membuat kompas dengan jarum
tergantung pada benang lembut. Dan ia menarik kesimpulan; besarnya puntiran pada benang
haruslah sama dengan kekuatan yang mengenai jarum dari medan magnetik bumi. Ini mengawali
penemuan Timbangan Puntir, untuk menimbang benda-benda yang sangat ringan.
Timbangan puntir tadi membawa Coulomb ke penemuannya yang paling penting.
Dengan menggerakkan dua bulatan bermuatan listrik di dekat timbangan puntir, ia menunjukkan
bahwa kekuatan di antara kedua benda itu berbeda-beda jika kedua benda itu saling menjauh. Ia
mempelajari akibat gesekan pada mesin-mesin dan menampilkan teori tentang pelumasan.
Semua ini, bersama pandangannya tentang magnet, diterbitkan di Teori tentang Mesin
Sederhana pada tahun 1779 dan akhirnya diangkat menjadi inspektur pendidikan pada tahun
1802.

Dari tahun 1784 sampai 1789, saat bekerja di berbagai departemen pemerintah, ia terus
meneliti elektrostatika dan magnet. Tahun 1785 keluarlah hukum Coulomb; daya tarik dan daya
tolak kelistrikan antara dua benda yang bermuatan listrik adalah perkalian muatannya dengan
kuadrat terbalik dari jaraknya. Rumus ini sangat mirip dengan hukum gravitasi Newton.
Di Blois, Coulomb meneliti sifat muatan listrik pada benda dan diketemukannya bahwa
muatan tersebut hanya ada pada permukaan benda. Didapatkannya pula bahwa daya magnet juga
mengikuti hukum kuadrat terbalik seperti daya listrik statis. Beberapa karyanya ditemukan juga
oleh Henry Cavendish tetapi karya Cavendish baru terbit tahun pada tahun 1879.
Penemuan Coulomb yang memastikan adanya hubungan antara kelistrikan dan
magnetisme kelak dibuktikan oleh Hans Christian Ørsted serta Siméon Poisson. Dan ini menjadi
dasar penelitian elektrodinamika oleh Andre-Marie Ampere. Semua karyanya menunjukkan
orisinalitas dan penelitian yang teliti serta tekun.
BUNYI HUKUM COULOMB

Muatan listrik merupakan entitas dasar dan menjadi primadona dalam elektrostatika.
Muatan listrik dapat dipindah dari suatu benda ke benda lainnya dengan cara menggosok atau
cara lainnya, akan tetapi muatan tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Ada dua jenis muatan
yaitu positif dan negatif. Muatan yang sejenis bersifat tolak-menolak, dan muatan yang tak
sejenis akan tarik-menarik.
Muatan listrik itu tersimpan dalam benda-benda yang berada di sekeliling kita, seperti
misalnya pada plastik yang digosok dengan wool, gelas yang digosok dengan sutera pada kilat,
dan masih banyak yang lainnya lagi.
Benda-benda yang bermuatan akan mengerjakan gaya terhadap benda bermuatan lainnya.
Gaya ini dinamakan gaya elektrostatik. Gaya ini bergantung pada besarnya muatan masing-
masing benda dan bergantung pada jarak ke dua benda.

Gambar Interaksi dua muatan positif

bentuk persamaan Hukum Coulomb adalah

F= k

Harga konstanta elektrostatik k adalah :k= = 9,0×109 N.m2/C2.


Besaran εo ini disebut konstanta permitivitas ruang hampa yang harganya 8,85×10-12 C2/N.m2.
Dalam bentuk vektor hukum Coulomb dapat dinyatakan dalam bentuk :

=k (4.1.2)
Misalkan dua muatan q1 dan q2 berada pada jarak r seperti pada Gambar 4.1.5. Vektor satuan

digunakan untuk menyatakan arah dan pada muatan tersebut.

Gambar 4.1.5. Interaksi antara dua muatan

Gaya pada muatan q2 adalah = k

Gaya pada muatan q1 adalah = –k


Jika dua muatan mengerjakan gaya secara serentak pada muatan ketiga, maka gaya total yang
dialami oleh muatan ketiga itu di dapat dengan cara penjumlahan vektor.

B. APLIKASI HUKUM COULOMB DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

1. Penangkal Petir
Sebelum hujan badai awan dalam kondisi netral, jumlah proton sama dengan jumlah
elektron. Ketika hujan badai terjadi gesekan antara partikel-partikel awan dengan udara sehingga
menyebabkan awan bermuatan listrik. Apabila awan melewati gedung yang tinggi, muatan
negatif di dasar awan akan menginduksi bangunan gedung hingga muatan positif bergerak ke
atas terkumpul di puncak gedung. Adapun, muatan negatif ditolak ke dasar gedung. Perbedaan
jenis muatan antara awan dengan puncak gedung menyebabkan medan listrik. Apabila muatan
pada awan bertambah, gaya elektrostatis akan memaksa muatan negatif meloncat secara tibatiba
dari dasar awan ke puncak gedung yang disertai dengan bunga api listrik. Apabila hal itu terjadi,
maka dikatakan gedung tersambar petir. Pelepasan muatan listrik secara tiba-tiba menghasilkan
bunga api listrik yang disebut petir. Loncatan muatan melalui udara menghasilkan cahaya sangat
kuat dan panas yang menyebabkan udara memuai mendadak. Pemuaian udara yang mendadak
menghasilkan bunyi ledakan menggelegar yang disebut guntur. Petir dapat terjadi dari awan ke
bumi, dari bumi ke awan, atau dari awan ke awan.
Gambar Proses Terjadinya Petir

Gambar Prinsip Kerja Penangkal Petir

Orang yang pertama kali menyatakan bahwa petir merupakan listrik statis adalah
Benjamin Franklin pada tahun 1700. Dalam penyelidikannya, dia mengungkapkan bahwa listrik
statis dapat bergerak cepat pada bahan-bahan tertentu dan permukaan runcing lebih banyak
menarik elektron daripada permukaan datar. Bagaimanakah menyelamatkan bangunan tinggi dari
bahaya petir? Untuk menghindari bahaya petir di atas gedung perlu dipasang penangkal petir
yang terbuat dari tembaga yang ditancapkan ke dalam tanah. Adapun, tembaga yang berujung
runcing dipasang pada ujung bangunan.

2. Generator Van de Graff


Generator Van de Graff adalah mesin pembangkit listrik yang biasa dipakai untuk
penelitian di laboratorium. Meskipun jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, kamu dapat
mengetahui perihal generator tersebut melalui uraian berikut. Generator Van de Graff terdiri
atas:
a. dua ujung runcing yang terdapat di bagian atas dan bawah,
b. sebuah silinder logam yang terdapat di bagian bawah,
c. sebuah silinder politilen yang terdapat di bagian atas,
d. sabuk karet yang menghubungkan kedua silinder,
e. konduktor berongga berbentuk bola (kubah)

Gambar Generator Van De Graff

Generator Van de Graff prinsip kerjanya sama dengan menghasilkan muatan listrik
dengan cara menggosok (metode gesekan). Gesekan antara sabuk karet dengan silinder logam
bagian bawah menimbulkan muatan listrik negatif pada sabuk karet. Gesekan antara sabuk karet
dengan silinder politilen bagian atas menimbulkan muatan listrik positif pada sabuk karet.
Gerakan sabuk karet ke atas membawa muatan negatif mengalir ke kubah melalui ujung runcing
di bagian atas. Elektron akan tersebar menempati seluruh permukaan kubah. Pada kubah bagian
dalam tidak terdapat elektron. Adapun, gerakan sabuk karet ke bawah membawa muatan positif.
Muatan positif sabuk karet ini mengalir melalui ujung runcing bawah ke tanah untuk dinetralkan.
Silinder logam bawah dijalankan dengan motor listrik, sehingga sabuk karet terus-menerus
bergerak, menghasilkan muatan negatif mengalir ke kubah, sehingga terbentuk muatan listrik
yang besar pada kubah generator Van de Graff.

3. Mesin Fotokopi
Cara kerja mesin fotokopi yaitu berdasarkan konsep listrik statis dan optik. Di dalam
mesin ini terdapat logam selenium (merupakan konduktor foto), yang menghantarkan arus listrik
saat terkena cahaya dan merupakan isolator listrik saat dalam kegelapan.
Prinsip kerja mesin fotokopi adalah sebagai berikut.
a. Pencahayaan
Cahaya yang sangat terang yang berasal dari lampu expose yang menyinari
dokumen yang sudah diletakkan di atas kaca dengan posisi terbalik ke bawah pada kaca,
gambar pada dokumen kemudian akan dipantulkan melalui lensa, kemudian lensa akan
mengarahkan gambar tersebut ke arah tabung drum.

Sumber: Alive Techindo, 2011.


Gambar Prinsip kerja mesin fotokopi

Tabung drum adalah silinder dari bahan aluminium yang dilapisi dengan selenium yang
sangat sensitif terhadap cahaya.

4. Pengecatan Mobil
Sebelum dicat, mobil biasanya diamplas terlebih dahulu, sehingga bergesekan dan akan
menghasilkan muatan listrik. Sedangkan alat semprot cat elektrostatis saat akan disemprotkan
maka butiran-butiran cat dari aerosol akan bergesekan dengan mulut pipa semprot dan udara
sehingga butiran cat menjadi bermuatan listrik. Akibatnya muatan tersebut akan ditarik ke badan
mobil yang mau dicat. Cara ini sangat menghemat waktu dan murah biayanya.

5. Pengendap Elektrostatis/ Penggumpal asap


Apabila sebuah cerobong PLTU batu bara tidak dipasang pengendap elektrostatis maka
cerobong tersebut akan mengeluarkan gas buang yang sangat kotor sehingga menyebabkan
polusi udara. Akan tetapi, dengan memasang sebuah pengendap elektrostatis pada cerobong
tersebut, polusi udara dari gas buang menjadi sangat berkurang. Bagaimanakah prinsip listrik
statis diaplikasikan dalam suatu cerobong untuk mengurangi polusi udara?

Sumber: http://img231.imageshack.us/img231/7830/gambar5.png
Gambar (a) menunjukkan diagram skematik dari sebuah pengendap elektroststik. Gambar (b)
menunjukkan contoh aplikasi pengendap elektrostatik, sedangkan gambar (c) adalah gambar cerobong
tanpa pengendap elektrostatik.

Pengendap elektrostatik berfungsi untuk membersihkan partikel-partikel abu hasil


pembakaran gas pada cerobong asap sehingga mengurangi pencemaran udara. Terdiri dari dua
plat logam datar dan kawat vertikal yang terbentang di antaranya. Plat-plat logam diketanahkan,
sedangkan kawat-kawat di antara plat dijaga bermuatan sangat kuat. Dengan demikian, ada
medan listrik kuat dalam daerah di antara kawat dan keping. Ion positif udara ditarik ke kawat
bermuatan negative, tetapi ion negatif udara ditangkap oleh partikel polutan. Partikel polutan
bermuatan positif ini lalu bergerak menuju plat logam dan terkumpul di bagian dasar.

BAHAYA LISTRIK STATIS

1. Petir
2. Percikan Api
Seringkali benda menjadi berbahaya ketika bermuatan listrik. Putaran ban pada
saat mobil truk berjalan menghasilkan muatan negative yang diperoleh dari gesekan ban
dengan jalan. Bagian badan logam mobil yang berdekatan dengan ban menjadi bermuatan
positif dengan cara induksi. Hal ini dapat menimbulkan percikan api. Percikan api ini
dapat membakar muatan mobil yang mudah terbakar seperti bensin. Untuk menghindari
peristiwa tersebut, truk pengangkut bensin atau bahan yang mudah terbakar lainnya
dilengkapi dengan sepotong logam di bagian belakang mobil yang menyentuh tanah.
Logam ini menghantarkan electron dari tanah untuk menetralisir muatan positif yang ada
di badan logam mobil sebelum terjadi percikan api.
3. Resiko sengatan listrik
4. Bahaya Listrik Statis di Pesawat
Listrik statis pesawat dibuang ke semua ujung dari struktur badan pesawat yaitu di
atap sayap dan ekor bentuknya seperti penangkal petir berbentuk logam mencuat dan
memanjang instrument pesawat sudah diproteksi sedemikian rupa tetapi bisa juga terjadi
walaupun hanya berupa visual. Visual ini terlihat jika pesawat berada di ketinggian 30000
feet ke atas dan altimeter set ke 29.92Hg, partikel bebas dan ion2 di udara akan terkena
gesekan body pesawat dan radiasi elektromagnetik dari sinyal HP akan meningkatkan
sekian persen radiasi didalam pesawat, dimana sinyal HP akan dianggap sebagai radiasi
dan diserap oleh struktur body dan dibuang ke setiap ujung badan pesawat, hal ini bisa
mengakibatkan ujung-ujung pembuangan elektrostatis berpendar dan menyala sepeti kilat
kecil. Hal ini memang tidak berbahaya, namun jika frekuensi HP sama dengan pesawat
hal ini dapat menyebabkan mesin pesawat mati.
5. Bahaya Listrik Statis di SPBU
Sering terjadi kebakaran di SPBU akibat kecerobohan manusia. Untuk
menghindari hal ini jangan sekali-kali masuk kembali kedalam kendaraan Anda saat
pengisian bensin sedang berlangsung. Jika Anda memang terpaksa harus masuk kembali
kedalam kendaraan Anda saat bensin dipompa, pastikan Anda keluar, menutup pintu
sambil menyentuh logam, sebelum Anda menarik nozzle keluar. Dengan cara ini listrik
statis dari tubuh Anda akan dibuang sebelum Anda menarik keluar nozzle.
6. Bahaya Listrik Statis di Rel Kereta Api
Roda KA dari baja berjenis ferritic, mempunyai medan magnet yang sangat kuat.
Medan magnet inilah yang dapat mengakibatkan mesin kendaraan mati di tengah rel
kereta api. Biasanya kendaraan yang mudah mati adalah kendaraan berbahan bakar
bensin karena kendaraan berbahan bakar bensin masih menggunakan platina dan CDI.
Jika terkena medan magnet, maka pengapiannya akan terpengaruh sehingga mesin bisa
mati. Sedangkan solar berbeda. Selain accunya di atas 12 volt juga tidak menggunakan
platina.

C. APLIKASI HUKUM COULOMB DALAM BIDANG FISIKA


D. APLIKASI HUKUM COULOMB DALAM BIDANG GEOLOGI

Dalam bidang geologi, hukum Coulomb ( Magnetik ) diterapkan pada Metode Magnetik.
Metode ini dilakukan dengan berdasarkan pada hasil pengukuran anomaly geomagnet yang
diakibatkan oleh perbedaan kontras suseptibilitas, atau permeabilitas magnetik tubuh cebakan
dari daerah di sekelilingnya. Perbedaan permeabilitas relatif itu diakibatkan oleh perbedaan
distribusi mineral ferromagnetic, paramagnetic, dan diamagnetic. Metode ini sensitive terhadap
perubahan vertical, umumnya digunakan untuk mempelajari tubuh intrusi, batuan dasar, urat
hydrothermal yang kaya akan mineral ferromagnetic, struktur geologi. Dan metode ini juga
sangat disukai pada studi geothermal karena mineral-mineral ferromagnetic akan kehilangan sifat
kemagnetannya bila dipanasi mendekati temperatur Curie oleh karena itu digunakan untuk
mempelajari daerah yang dicurigai mempunyai potensi Geothermal.
Metode eksplorasi disukai karena data acquitsition dan data proceding dilakukan tidak
serumit metoda gaya berat. Penggunaan filter matematis umum dilakukan untuk memisahkan
anomaly berdasarkan panjang gelombang maupun kedalaman sumber anomaly magnetic yang
ingin diselidiki. Di pasaran banyak ditawarkan alat geomagnet dengan sensitifitas yang tinggi
seperti potongan proton magnetometer dan lainnya.
Metode magnetik didasarkan pada pengukuran variasi intensitas medan magnetik di
permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi benda termagnetisasi di bawah
permukaan bumi. Variasi yang terukur (anomali) berada dalam latar belakang medan yang relatif
besar. Variasi intensitas medan magnetik yang terukur kemudian ditafsirkan dalam bentuk
distribusi bahan magnetik di bawah permukaan, yang kemudian dijadikan dasar bagi pendugaan
keadaan geologi yang mungkin. Metode magnetik memiliki kesamaan latar belakang fisika
dengan metode gravitasi, kedua metode sama-sama berdasarkan kepada teori potensial, sehngga
keduanya sering disebut sebagai metoda potensial.
Namun demikian, ditinjau dari segi besaran fisika yang terlibat, keduanya mempunyai
perbedaan yang mendasar. Dalam magnetik harus mempertimbangkan variasi arah dan besar
vektor magnetisasi, sedangkan dalam gravitasi hanya ditinjau variasi besar vektor percepatan
gravitasi. Data pengamatan magnetik lebih menunjukan sifat residual yang kompleks. Dengan
demikian, metode magnetik memiliki variasi terhadap waktu jauh lebih besar. Pengukuran
intensitas medan magnetik bisa dilakukan melalui darat, laut dan udara. Metode magnetik sering
digunakan dalam eksplorasi pendahuluan minyak bumi, panas bumi, dan batuan mineral serta
bisa diterapkan pada pencarian prospeksi benda-benda arkeologi.

E. APLIKASI HUKUM COULOMB DALAM BIDANG PERTAMBANGAN