Anda di halaman 1dari 8

ISSN 2086-9045

ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI MENGGUNAKAN


METODE CROPWAT VERSION 8.0
(Studi Kasus Pada Daerah Irigasi Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan)

Hanan Shalsabillah1), Khairul Amri2), Gusta Gunawan3)


1)2)3)
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik UNIB, Jl. W. R. Supratman,
Kandang Limun, Bengkulu 38371, Telp. (0736)344087
e-mail: hshalsabillah@gmail.com

Abstract
The Irrigation Area of Air Nipis is located in Regency of South Bengkulu at Bengkulu Province
with irrigation area 3.116 Ha. Planning and management of irrigation systems is one of the
important steps to determine the irrigation water requirement as a whole. The purpose of this
research is aim to analyze the water requirement to get value prediction of minimum and
maximum irrigation water requirement in irrigation area of Air Nipis using the CROPWAT
Version 8.0 method. Irrigation water requirements obtained from CROPWAT Version 8.0 are
based on climate data, soil data and plants.The parameters that were reference plant
evapotranspiration, effective rainfall, soil treatment, soil data, and plants. The results of the
research showed that the maximum irrigation requirement for calculation using CROPWAT 8.0
software occurred in the first 10 days of December (14,49 m3/sec), while the minimum irrigation
water requirements for CROPWAT 8.0 occurs in mid to end March (0,04 m3/sec).

Keywords: irrigation, irigation water requirement, CROPWAT Version 8.

PENDAHULUAN perkembangannya ribuan hektar sawah


dapat diairi dengan baik, maka wilayah yang
Air merupakan sumber daya alam yang
subur dapat menghasilkan padi dengan dua
sangat penting. Air diperlukan untuk
kali masa tanam setahunnya (Pujiono dan
kegiatan industri, pertanian, perikanan atau
Cecep, 2014).
tambak, dan usaha-usaha lainnya. Dalam
pengunaan air inilah sering terjadi Permasalahan muncul di Daerah Irigasi Air
pemakaian dan pemanfaatan yang kurang Nipis ketika adanya peralihan fungsi air
hati-hati sehingga perlu adanya upaya untuk untuk pengairan persawahan menjadi
menjaga kesimbangan antara ketersediaan sumber budidaya ikan air tawar. Peralihan
air dan kebutuhan air. Perencanaan dan fungsi sawah menjadi kolam budidaya
pengelolaan sistem irigasi merupakan salah perikaan disekitar saluran irigasi,
satu tahap penting untuk mengetahui menyebabkan terganggunya pasokan dan
kebutuhan air irigasi secara keseluruhan. aliran air yang sampai ke area persawahan.
(Priyonugroho, 2014). Berdasarkan hal tersebut dibutuhkankan
suatu analisis kebutuhan air irigasi untuk
Bendung Air Nipis adalah salah satu dari
memecahkan permasalahan pada daerah
tiga bendung yang ada di Kabupaten
irigasi Air Nipis Kabupaten Bengkulu
Bengkulu Selatan. Bendung Air Nipis
Selatan sehingga dapat diperoleh kebutuhan
dibangun pada tahun 1986 dan memiliki
air maksimum dan minimum untuk
fungsi utamanya sebagai irigator bagi
pengairan persawahan.
sawah-sawah disekitarnya yaitu mengairi
±3.116 Ha area pesawahan. Jika dalam

Jurnal Inersia Oktober 2018 Vol.10 No.2 61


Email: Inersia@unib.ac.id
ISSN 2086-9045

Penentuan kebutuhan air irigasi Kebutuhan air irigasi dihitung berdasarkan


dipersawahan menggunakan metode evapotranspirasi acuan (ET0) dan
software CROPWPAT 8.0. Dari segi dikombinasikan dengan pola tanam dan
perhitungan, kebutuhan air irigasi software jadwal tanam, sehingga akan diketahui
CROPWAT berpegang oleh Food and jumlah kebutuhan airnya (Hasibuan, 2010)
Agriculture Organization (FAO) sesuai
Software CROPWAT version 8.0
rumus Penman-monteith.
CROPWAT adalah decision support system
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah yang dikembangkan oleh Divisi Land and
berapa besar kebutuhan air irigasi Water Development FAO berdasarkan
maksimum dan minimum yang diperoleh metode Penman-Monteith, untuk
menggunakan perhitungan software merencanakan dan mengatur irigasi
CROPWAT Version 8.0. (Tumiar, dkk. 2012). Software CROPWAT
dikembangkan oleh FAO pada tahun 1990.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
Input data meliputi data meteorologi, tanah,
mendapatkan prediksi nilai kebutuhan air
dan tanaman (Allen, dkk. 1998).
irigasi maksimum dan minimum yang
diperoleh menggunakan perhitungan Definisi CROPWAT dan fungsinya
software CROPWAT Version 8.0. CROPWAT adalah program berbasis
Pengertian irigasi Windows yang digunakan untuk menghitung
Irigasi adalah penyaluran air yang digunakan kebutuhan air tanaman dan kebutuhan irigasi
untuk pertumbuhan tanaman ke tanah yang berdasarkan tanah, iklim dan data tanaman.
diolah, dan pendistribusiannya dilakukan CROPWAT dapat dipergunakan untuk
secara sistematis (Sosrodarsono dan Takeda, menghitung evapotranspirasi potensial,
2003). evapotranspirasi aktual, kebutuhan air irigasi
satu jenis tanaman maupun beberapa jenis
Berkaitan dengan sistem irigasi, masalah
tanaman dalam satu hamparan, serta
pokok yang sering muncul adalah
merencanakan pemberian air irigasi.
memanfaatkan air sebagai sumber atau
bahan yang penting ini dapat diefisienkan Dari beberapa studi didapatkan bahwa
semaksimal mungkin (Saputra, 2013). model Penmann-Monteith memberikan
pendugaan yang akurat sehingga FAO
Jaringan irigasi
merekomendasikan penggunaannya untuk
Jaringan irigasi adalah saluran, bangunan,
pendugaan laju evapotranspirasi standar
dan bangunan pelengkapnya yang
dalam menduga kebutuhan air bagi tanaman
merupakan satu kesatuan yang diperlukan
(Tumiar, dkk. 2012).
untuk penyediaan, pembagian, pemberian,
penggunaan, dan pembuangan air irigasi Data yang diperlukan untuk mengoperasikan
(Kementrian PU, 2007). CROPWAT adalah data klimatologi bulanan
(temperatur maksimum-minimum atau rata-
Kebutuhan air irigasi
rata, penyinaran matahari, kelembaban,
Kebutuhan air irigasi adalah jumlah volume
kecepatan angin dan curah hujan). Data
air yang diperlukan untuk memenuhi
tanaman tersedia dalam program secara
kebutuhan evaporasi, kehilangan air, dan
terbatas dan dapat ditambahkan atau
kebutuhan air untuk tanaman dengan
dimodifikasi sesuai dengan kondisi
memperhatikan jumlah air yang diberikan
setempat.
oleh alam melalui hujan dan kontribusi air
tanah (Sosrodarsono dan Takeda, 2003). Fungsi utama CROPWAT (Allen, dkk, 1998)
adalah:
Jurnal Inersia Oktober 2018 Vol.10 No.2 62
Email: Inersia@unib.ac.id
ISSN 2086-9045

1. Untuk menghitung referensi maksimum, deplesi lengas tanah


evapotanspirasi awal (% dari kadar lengas total
2. Untuk menghitung kebutuhan air tersedia).
tanaman b. Ketebalan pemberian air yang
3. Untuk menghitung kebutuhan air irigasi dikehendaki.
4. Untuk menyusun jadwal irigasi 5. Data CWR
5. Untuk membuat pola ketersediaan air CWR atau kebutuhan air tanaman,
6. Untuk mengevaluasi curah hujan mengakumulasikan kebutuhan irigasi
7. Untuk mengevaluasi efisiensi praktek untuk tanaman dimana pada tabelnya
irigasi. menyediakan data stage, bulan, decade,
koefisien tanaman, evaporasi pada
Beberapa studi didapatkan bahwa model
tanaman atau ETc dalam mm/ hari
Penmann-Monteith memberikan pendugaan
maupun mm/dec, hujan efektif serta
yang akurat sehingga FAO
kebutuhan irigasi.
merekomendasikan penggunaannya untuk
pendugaan laju evapotranspirasi standar Kelebihan dan kekurangan CROPWAT
dalam menduga kebutuhan air bagi tanaman Metode CROPWAT sangat mudah
(Tumiar, dkk, 2012). Data input yang digunakan dibandingkan dengan metode lain
dibutuhkan untuk software CROPWAT yang bersifat konvensional. Dengan adanya
version 8.0. adalah: CROPWAT, menghitung kebutuhan air
1. Data Climate tanaman menjadi lebih praktis. Kita dapat
Pada data Climate/ET0 dari tabelnya mengetahui kapan waktu penanaman, jadwal
menyajikan tabel data Altitude, Latitude, irigasi, dan kebutuhan air tanaman setiap
Longtitude, temperatur minimum, bulannya. File-file jadwal irigasi dapat
temperature maksimum, kelembaban, disimpan sehingga dapat digunakan di
kecepatan angin, lama penyinaran, kemudian hari, sedangkan metode lainnya
radiasi. tidak. Program ini merupakan cara
2. Data Rain perhitungan yang paling efektif karena
Data curah hujan pada cropwat program ini mempunyai human error yang
menyajikan tabel data curah hujan dalam paling kecil. Kelebihan dari prangkat lunak
mm, serta hujan efektif dalam mm dari CROPWAT 8 (Prijono, 2009) adalah sebagai
bulan Januari sampai dengan bulan berikut:
Desember. Data curah hujan harian 1. Aplikasi ini mempermudah pekerjaan
(periode atau bulanan) yang digunakan dalam menghitung kebutuhan air
untuk menghitung curah hujan efektif. tanaman dan bagaimana penjadwalan
3. Data Crop pengairan untuk tanaman yang ingin
Data tanaman berupa tanggal diketahui.
penanaman, koefisien tanaman (Kc), 2. Program ini memungkinkan
fase pertumbuhan tanaman, kedalaman pengembangan jadwal irigasi untuk
perakaran tanaman, fraksi deplesi, dan kondisi manajemen yang berbeda dan
luas areal tanam (0-100% dari luas total perhitungan pasokan skema air untuk
area). berbagai pola tanaman.
4. Data Soil 3. Sofware CROPWAT 8.0 juga dapat
Penentuan jadwal irigasi (schedulling), digunakan untuk mengevaluasi praktek-
dibutuhkan data antara lain: praktek irigasi petani dan untuk menilai
a. Tipe tanah yang meliputi total
air tersedia, kedalaman perakaran
Jurnal Inersia Oktober 2018 Vol.10 No.2 63
Email: Inersia@unib.ac.id
ISSN 2086-9045

kinerja tanaman yang berhubungan kecepatan angin rata-rata periode 2008-


dengan kebutuhan air. 2016 bersumber dari Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Kekurangan dari aplikasi ini adalah sebagai
Bengkulu.
berikut (Prijono, 2009):
d. Perhitungan Nilai Evapotranspirasi
1. Aplikasi ini masih digunakan hanya oleh
Potensial
kalangan tertentu belum menyeluruh,
e. Perhitungan Curah Hujan efektif
misal para petani biasa belum bisa
f. Perhitungan optimasi kebutuhan air
menggunkan aplikasi ini.
dengan konsep Standar Perencanaan
2. Aplikasi ini hanya tersedia dalam
Irigasi (KP-01) dan menggunakan
beberapa bahasa tidak semua bahasa
software CROPWAT version 8.0.
padahal akan lebih baik apabila aplikasi
ini tersedia dalam berbagai bahasa agar Peralatan penelitian
lebih mudah dalam segi pemahaman dan Adapun alat-alat yang digunakan adalah
pengpersian pengguna. sebagai berikut :
3. CROPWAT 8.0 adalah hasil data yang 1. Alat tulis, digunakan untuk mencatat
hanya berkisar dua angka di belakang hasil penelitian.
koma sehingga nilai yang dihasilkan 2. Kamera, digunakan untuk
sangat bergantung pada pembulatan mendokumentasikan situasi dan kondisi
yang dilakukan. lapangan.
3. Komputer, digunakan untuk mengolah
METODE PENELITIAN
data.
Lokasi penelitian 4. Software CROPWAT 8.0, digunakan
Penelitian ini berlokasi di Daerah Irigasi Air untuk mengolah data dari penelitian.
Nipis yang terletak di Kabupaten Bengkulu 5. Kalkulator, digunakan untuk perhitungan
Selatan tepatnya di daerah Seginim, data.
Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi
Bengkulu. Analisis menggunakan software
CROPWAT version 8.0
Pengumpulan data Tahap analisis pemakaian software
Studi pustaka dilakukan dengan CROPWAT version 8.0 (Prastowo,
mengumpulkan data-data dari instansi dkk.2016) yaitu:
terkait, mempelajari buku, kumpulan jurnal 1. Jalankan software CROPWAT 8.0
atau literatur lain yang berhubungan dengan 2. Klik icon climate/ETo
judul yang dibahas yang diperlukan sebagai 3. Input data klimatologi berupa :
referensi. Data yang diperlukan guna 1) Input data country, negara dimana
pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai data klimatologi berasal.
berikut: 2) Input data station, stasiun
a. Data sekunder berupa skema jaringan klimatologi pencatat.
dari Dinas Pekerjaan Umum Balai 3) Input data altitude, tinggi tempat
Wilayah Sungai Sumatera VII. stasiun pencatat.
b. Data Curah Hujan harian dalam periode 4) Input data latitude, letak lintang
2008-2016 bersumber dari Balai (Utara/Selatan).
Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu. 5) Input data longitude, letak lintang
c. Data Klimatologi antara lain data (Timur/Barat).
temperatur udara, lama penyinaran 6) Input data temperatur maksimum
matahari, kelembapan udara, dan dan minimum (0C/0F/0K).
Jurnal Inersia Oktober 2018 Vol.10 No.2 64
Email: Inersia@unib.ac.id
ISSN 2086-9045

7) Input data kelembapan relatif Perhitungan curah hujan efektif


(%, mm/Hg, kpa, mbar).
Data curah hujan yang di input pada menu
8) Input data kecepatan angin
rain adalah data curah hujan R80 data
(km/hari, km/jam, m/dt, mile/hari,
periode. Curah hujan efektif pada padi R80
mile/jam)
per bulan, pilih option-Fixed precentage
9) Input data lama penyinaran matahari
sebesar 70%. Sedangkan palawija 50% R50
(jam atau %)
curah hujan per bulannya, pilih option-
10) Otomatis ETo terkakulasi dan hasil
USDA soil conservation service. Curah
langsung tampil. hujan efektif (Eff rain) otomatis terkalkulasi.
4. Selanjutnya klik icon Rain.
5. Input data curah hujan Tabel 2. Rekapitulasi Curah Hujan Efektif
Re Padi Re Palawija
a. Data total hujan tiap bulan dari Bulan
mm/bln mm/hr mm/bln mm/hr
Bulan Januari s/d Desember. Jan 38,20 1,23 40,90 1,32
Feb 51,70 1,85 48,50 1,73
b. Pilih dan isikan metode perhitungan,
Mar 39,90 1,29 51,60 1,66
option-(1) Fixed Percentage (70% Apr 55,20 1,84 48,10 1,60
untuk perhitungan padi), (4) USDA Mei 45,60 1,47 48,10 1,55
Jun 33,00 1,10 42,00 1,40
soil conservation service (untuk Jul 45,90 1,48 49,30 1,59
perhitungan palawija). Ags 29,10 0,94 51,70 1,67
Sep 42,60 1,42 46,70 1,56
c. Otomatis curah hujan efektif Okt 32,30 1,04 48,20 1,55
terakulasi dan hasil langsung tampil. Nov 70,00 2,33 56,70 1,89
Des 42,20 1,36 56,60 1,83
6. Selanjutnya klik icon Crop.
7. Input data tanaman (mengambil dari Analisis kebutuhan air irigasi
data base FAO – Rice dan FAO- Tahap analisis kebutuhan air irigasi
Maize), kemudian editing tanggal awal dilakukan input data pada menu Crop yang
tanam. terdiri dari data koefisien tanaman, awal
8. Selanjutnya klik icon soil. tanam, dan tanah. Data tanaman diambil dari
9. Input data tanah (mengambil dari data base FAO dengan memilih menu open-
database FAO –Medium). FAO-Rice, kemudian dilakukan editing
10. Selanjutnya klik icon CWR untuk sesuai dengan data yang diinginkan. Begitu
melihat hasil analisis kebutuhan air juga pada palawija, data tanaman diambil
irigasi dengan satuan mm3/dt. dari data base FAO dengan memilih menu
open-FAO-Maize. Pada tahap ini penulis
HASIL DAN PEMBAHASAN kesulitan untuk lebih memahami dan
Analisis kebutuhan air irigasi dengan menginput data sesuai perhitungan manual
doftware Cropwat 8.0 yang menggunakan jenis padi varietas
unggul karena keterbatasan sumber tinjauan
Perhitungan evapotranspirasi puastaka. Pengelolaan lahan pada padi
Data iklim yang digunakan sebagai masukan sampai panen 90 hari sedangkan palawija 80
pada parameter software Cropwat 8.0 hari.
berupa temperatur maksimum, temperatur
minimum, kelembapan udara, penyinaran Data tanah yang digunakan diambil dari
matahari, dan kecepatan angin. data base FAO dengan memilih menu open-
FAO-Medium. Jenis tanah medium ini
Tabel 1. Rekapitulasi Kebutuhan Air Irigasi diambil karena tanah pada saat penelitian ini
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des berada pada level medium dan jenis tanah ini
Eto (mm/hr) 4,68 4,9 5,54 5,47 5,67 5,54 5,37 5,71 5,43 5,12 4,52 4,31

Jurnal Inersia Oktober 2018 Vol.10 No.2 65


Email: Inersia@unib.ac.id
ISSN 2086-9045

sangat banyak diminati untuk lahan Crop Evapotranspiration (Guidelines for


pertanian. Computing Crop Water Requirement).
FAO Rome.
Tabel 3. Rekapitulasi Kebutuhan Air Irigasi
Musim
Bulan Peride
IR DR Hasibuan, S.H., 2010. Analisis Kebutuhan
Tanam (mm/dec) mm/hari (lt/dt/ha) (m³/dt)
I Nov 1 0,00 0,00 0,00 0,00 Air Irigasi Daerah Irigasi Sawah
2 60,20 6,02 0,70 2,17
3 24,40 2,44 0,28 0,88 Kabupaten Kampar. Jurnal Jurusan
Des 1 401,70 40,17 4,65 14,49
2 34,40 3,44 0,40 1,24 Teknik Sipil Universitas Riau. Vol.3,
3 40,80 4,08 0,47 1,47
Jan 1 38,00 3,80 0,44 1,37 No.1, Page: 97-102.
2 40,50 4,05 0,47 1,46

Feb
3
1
45,30
38,00
4,53
3,80
0,52
0,44
1,63
1,37
Tumiar, K.M. dkk, 2012. Evaluasi Metode
2 36,00 3,60 0,42 1,30 Penman-Mointeith dalam menduga
3 26,10 2,61 0,30 0,94
Mar 1 19,70 1,97 0,23 0,71 Laju Evaprotranspirai (ETo) di
II 2 1,20 0,12 0,01 0,04
3 1,20 0,12 0,01 0,04 Daratan Rendah Provinsi Lampung,
Apr 1 6,50 0,65 0,08 0,23
2 28,70 2,87 0,33 1,04 Indonesia. Jurnal Keteknikan Pertanian
3 45,70 4,57 0,53 1,65
Mei 1 46,80 4,68 0,54 1,69 Jurusan Teknik Pertanian Universitas
2 41,30 4,13 0,48 1,49
3 22,90 2,29 0,27 0,83 Lampung.Vol. 26, No. 6, Page: 121-128.
Jun 1 4,10 0,41 0,05 0,15
2 0,00 0,00 0,00 0,00 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. 2007.
3 90,20 9,02 1,04 3,25
Jul 1 355,80 35,58 4,12 12,83 Nomor : 32/PRT/M/2007: Pedoman
2 103,60 10,36 1,20 3,74
3 52,00 5,20 0,60 1,88 Operasi dan Pemeliharaan Jaringan
Ags 1 51,20 5,12 0,59 1,85
III
2 55,50 5,55 0,64 2,00 Irigasi. Kementerian Pekerjaan Umum.
3 59,50 5,95 0,69 2,15
Sep 1 49,20 4,92 0,57 1,77 Jakarta, Indonesia.
2 46,20 4,62 0,53 1,67
3 44,00 4,40 0,51 1,59 Pujiono dan Cecep, 2014. Bendungan Air
Okt 1 37,10 3,71 0,43 1,34
2 - - - - Nipis Bengkulu. http://birohukum.
3 - - - -
pu.go.id/ berita/112-bendungan-air-
nipis-bengkulu.html. Diakses 2 Maret
KESIMPULAN
2018 Pukul 22.15 WIB
Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan Prastowo, dkk, 2015. Penggunaan Model
yang yang telah dilakukan, dapat Cropwat untuk Menduga
disimpulkan kebutuhan air irigasi
Evapotranspirasi Standar dan
maksimum menggunakan perhitungan Penyusunan Neraca Air Tanaman
Software Cropwat 8.0 pada 10 hari pertama Kedelai di Dua Lokasi Berbeda. Jurnal
bulan Desember sebesar 14,49 m3/dt. Fakultas Pertanian Universitas Lampung.
sedangkan Cropwat 8.0 pada pertengahan Vol. 5, no. 1, Page: 1-12.
hingga akhir bulan Maret sebesar 0,04 m3/dt.
Prijono, Sugeng. 2009. Aplikasi
UCAPAN TERIMA KASIH CROPWAT for WINDOWS untuk
Dasar Manajemen Sumberdaya Air di
Ucapan terimakasih banyak disampaikan Petak Tersier. Jurnal Teknik Waktu.
kepada Dr. Khairul Amri, S.T., M.T., dan 7(1): 88-92.
Dr. Gusta Gunawan. S.T., M.T selaku
Priyonugroho, A., 2014. Analisis
pembimbing utama dan pendamping yang
Kebutuhan Air Irigasi (Studi Kasus
telah membimbing penelitian ini.
pada Daerah Irigasi Sungai Air
DAFTAR PUSTAKA Keban Daerah Kabupaten Empat
Lawang). Jurnal Jurusan Teknik Sipil
Allen, Richard G., Pariera, Louis S., Raes, dan Lingkungan Universitas Sriwijaya.
Dirk, dan Smith Martin. 1998. FAO Vol.2, No. 3, Page: 457-470
Irrigation and Drainage Paper No 56.

Jurnal Inersia Oktober 2018 Vol.10 No.2 66


Email: Inersia@unib.ac.id
ISSN 2086-9045

Saputra, J.A., 2013. Studi Keandalan Sosrodarsono, S. dan Takeda, K. 1976.


Waduk Wadas Lintang akibat Hidrologi untuk Pengairan. PT.
Sedimentasi untuk Kebutuhan Irigasi. Pradnya Paramita. Jakarta.
Skripsi Fakultas Teknik Universitas
Muhamadiyah Purworejo.

Jurnal Inersia Oktober 2018 Vol.10 No.2 67


Email: Inersia@unib.ac.id
ISSN 2086-9045

Jurnal Inersia Oktober 2018 Vol.10 No.2 68


Email: Inersia@unib.ac.id