Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG
Kulit merupakan organ tubuh paling luar yang melindungi tubuh manusia dari
lingkungan hidup sekitar. Seperti organ tubuh lain pada umumnya, kulit juga terdiri tersusun
dari jutaan sel. Normalnya, sel-sel di dalam tubuh akan membelah lebih cepat pada masa
pertumbuhan, sedangkan pada masa dewasa sel akan lebih banyak membelahuntuk
menggantikan sel-sel yang mati atau untuk memperbaiki kerusakan jaringan. Sel kanker
terjadi akibat kerusakan dari DNA.
Kanker kulit ialah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kulit
yangtidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu menyebar ke bagian
tubuhyang lain. Karena kulit terdiri atas beberapa jenis sel, maka kanker kulit juga
bermacam-macamsesuai dengan jenis sel yang terkena.Akan tetapi yang paling sering
terdapat adalah karsinomasel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (KSS) dan melanoma
maligna (MM).Karsinomasel basal dan karsinoma sel skuamosa seringkali digolongkan ke
dalam kanker kulit non melanoma.
Penyebab sebenarnya kanker kulit tidak diketahui secara pasti, namun faktor
lingkungan dan sinar UV serta kebersihan diri dan lingkungan merupakan faktor utama
penyebab kanker kulit.Angka kejadian kanker kulit lebih banyak terdapat pada orang dengan
pola hidup yang tidak bersih dan sering terpajan sinar matahari.
Kanker kulit nonmalenoma adalah kanker yang tersering ditemukan di Amerika
Serikat,dengan perkiraan insidensi setiap tahunnya lebih dari 600.000 kasus. Diantara
beberapa jenis kanker di Indonesia, saat ini kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker
yang menunjukkan angka kejadian yang meningkat dari tahun ke tahun. Prevalensi kejadian
kanker kulit pada tahun 2008 diperkirakan dibawah 5.000 kasus. Karsinoma Sel Basal (KSB)
merupakan 70 ± 80% dari semua kanker kulit non malenoma.Karsinoma Sel Skuamosa
(KSS) walaupun hanya merupakan 20% dari semua kanker kulit non malenoma, namun lebih
bermakna karena kemampuan metastasinya.
Tingginya insidensi kanker kulit membuat penulis tertarik untuk membahas tentang
kanker kulit.Selain itu penulis juga berkeinginan membahas tentang peran perawat dalam
kasus kanker kulit.

1
II. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas, masalah yang dapat kami kaji dalam makalah ini
diantaranya:
1. Bagaimanakah konsep kanker kulit?
2. Bagaimanakah anatomi fisiologi kulit?
3. Bagaimanakah konsep kanker ganas kulit?
4. Bagaimanakah konsep asuhan keperawatan kanker ganas kulit?

III. TUJUAN PENULISAN


Dalam pembuatan tugas ini, adapun tujuan yang hendak dicapai penulis yaitu:
1. Untuk mengetahui konsep kanker kulit
2. Untuk mengetahui anatomi fisiologi kulit
3. Untuk mengetahui konsep kanker ganas kulit
4. Untuk mengetahui konsep asuhan keperawatan kanker ganas kulit

IV. METODE PENULISAN


Metode yang kami gunakan dalam menulis makalah ini, yaitu:
1. Metode Kepustakaan
Adalah metode pengumpulan data yang digunakan penulis dengan
mempergunakan buku atau refrensi yang berkaitan dengan masalah yang sedang
dibahas.
2. Metode Media Informatika
Adalah metode dengan mencari data melalui situs-situs di internet.

2
BAB II
PEMBAHASAN

I. KONSEP KANKER KULIT


A. Definisi
Puru ayal atau kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai
dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk: tubuh
tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal) menyerang jaringan
biologis di dekatnya, berimigrasi ke jaringan tubuh untuk yang lain melalui sirkulasi
darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.
Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu
penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat
dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak
bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa
dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan
lainnya. Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak
normal, tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat
kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun
bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah
bening maupun pembuluh darah ke organ lain.
Kanker kulit adalah suatu penyakit ketika sel kanker ditemukan di lapisan luar
kulit Anda dan biasanya muncul layaknya pertumbuhan kulit abnormal,
pertumbuhannya bisa meluas dalam hitungan minggu atau bulan dengan bentuk,
warna dan tekstur permukaaan tidak tentu. Selain faktor genetika, kanker kulit
disebabkan juga oleh kerusakan akibat sengatan sinar matahari.
Kanker kulit dalam penyebarannya memang membutuhkan waktu, misalnya
kulit terbakar yang Anda dapatkan minggu ini, mungkin membutuhkan waktu 15
tahun untuk menjadi kanker kulit. Kesimpulannya semakin sering kulit terbakar,
semakin sedikit waktu yang dibutuhkan sel kanker untuk menjadi virus paling
berbahaya pada tubuh Anda.
B. Klasifikasi Kanker Kulit
Ada 3 jenis penyakit kanker kulit yaitu :
a. Actinic Keratosis

3
Jenis ini dianggap tahap awal kanker kulit. Jenis kanker kulit actinic keratos ini
berbentuk bintik merah yang bersisik. Adanya kanker kulit actinic keratosis
banyak ditemui pada kulit sekitar telinga, lengan, tangan, wajah dan area yang
sering kena panas matahari.
b. Basal Cell Carcinoma
Ini adalah jenis kanker kulit yang paling umum. Ukurannya kecil, terdapat
benjolan berdaging, nodul atau bercak merah sebagian besar muncul di kepala,
leher dan tangan. Kanker ini tidak tumbuh dengan cepat dan jarang menyebar ke
bagian tubuh lainnya, tetapi dapat merusak secara lokal.
c. Skuamosa Cell Carcinoma
Kanker jenis ini biasanya terletak di tepi telinga, wajah, tangan, lengan, bibir,
dan mulut. Muncul dalam bentuk benjolan atau berwarna merah pada kulit,
bersisik dan tersebar di seluruh permukaan kulit.
C. Ciri – Ciri Kanker Kulit
Ciri-Ciri Kanker Kulit Selalu perhatikan kulit dan jalankan pemeriksaan rutin untuk
mendeteksi melanoma. Kalo Kamu menemukan tompel pada permukaan kulit,
waspadai 5 hal berikut ini:
a. A:Asimetris -> bentuk tompel tak simetris, bagian kiri dan kanan berbeda.
b. B:Border -> batas pinggiran tompel tak rata dan bertekstur kasar
c. Color -> tompel memiliki warna yang bergradasi dan tak rata
d. D: Diameter -> besar tompel lebih besar dari diameter sebuah pensil
e. E: Evolusi -> tompel berubah-ubah dari segi ukuran, bentuk, atau warna Kalo
Kamu menemukan tanda-tanda kanker kulit di atas, segeralah hubungi dokter kulit.
Yang juga harus diwaspadai adalah Tompel yang terasa gatal, Luka kecil yang terus
menerus mengeluarkan darah dan tak kunjung sembuh, atau titik kecoklatan di
tangan, kaki, atau di bawah kuku.

II. ANATOMI FISIOLOGI KULIT


Kulit adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan dan melindungi tubuh
terhadap lingkungan sekitarnya. Sebagai organ terluar dan terluas tubuh manusia, kulit
mempunyai berat 16% dari berat badan dan luas 1,5-2 m².
Sistem Integumen terdiri dari Epidermis, Dermis dan struktur penunjang, yaitu rambut,
kuku dan kelenjar kulit.

4
Anatomi Kulit

1. Anatomi Kulit
Lapisan kulit mulai dari terluar terdiri dari:
a. Epidermis
1) Stratum korneum. Merupakan Lapisan sel tenduk(keratinasi), gepeng, kering,
dan tidak berinti, merupakan lapisan kulit mati, yang dapat mengelupas dan
digantikan oleh sel-sel baru.
2) Stratum lusidum. Terdiri atas lapis sel yang sangat gepeng dan bening.
Membran yang membatasi sel-sel tersebut sulit terlihat sehingga lapisannya
secara keseluruhan seperti kesatuan yang bening.
3) Stratum granulosum. Terdiri atas 2-3 lapis sel poligonal yang agak gepeng
dengan inti di tengah dan sitoplasmanya berisi butiran(granula)
keratohialin atau gabungan keratin dengan hialin. Lapisan ini menghalangi
masuknya benda asing, kuman, dan bahan kimia masuk kedalam tubuh.
4) Stratum spinosum. Terdiri atas lapisan sel berbentuk kubus dan poligonal, inti
terdapat di tengah dan sitoplasmanya berisi berkas-berkas serat yang terpaut
pada desmosom (jembatan sel). Lapisan ini untuk menahan gesekan dan
tekanan dari luar, tebal dan terdapat di daerah tubuh yang banyak bersentuhan
atau menahan beban dan tekanan.
5) Stratum basale. Inti bagian basal lapis taju mengandung kolestrol dan asam-
asam amino. Stratum malpighi lapisan terdalam dari epdermis yang berbatasan
dengan dermis di bawahnya dan terdiri atas selapis sel berbentuk kubus
(batang).

5
Epidermis berbatasan dengan membran mukosa & lapisan saluran telinga.
Lapisan ini engalami pergantian tiap 3-4 minggu. Sesungguhnya lapisan ini berasal
dari lapisan hidup yang trdorong ke permukaan karena pertumbuhan sel
dibawahnya. Unsur utama epidermis terdiri dari sel keratinosit dan sel melanosit.
Sel lain yang terkandung dalam lapisan kulit yaitu sel Langerhans dan sel Markel.
Sel keratinosit / tanduk.Memproduksi keratin,merupakan suatu protein yang
bersifat tahan air, jadi lapisan ini merupakan “mantel” tubuh alami yang
melindungi jaringan-jaringan yang lebih dalam dari kehilangan air. Lapisan ini
secara terus menerus mengalami gesekan dan mengelupas, namun secara terus
menerus pula selalu diganti oleh sel-sel yang lebih dalam.
Sel melanosit. Jumlah melanin dalam keratinosit menentukan warna dari
kulit. Melanin melindungi kulit dari pengaruh matahari yang merugikan.
Sebaliknya, sinar matahari meningkatkan pembentukan melanosom dan melanin.
Sel Langerhans berperan dalam respon antigen kutaneus dan sistem imun.
Sel Merkel fungsinya belum dipahami dengan jelastapi diyakini berperan dalam
pembentukan kalus dan klavus pada tangan dan kaki dan sebagai mechano-
receptor.
b. Dermis
Merupakan lapisan kedua dari kulit, batas dengan epidermis dilapisi oleh
membran basalis dan di sebelah bawah berbatasan dengan sub kutis. Batas dermis
sukar ditentukan karena menyatu dengan lapisan subkutis(hipodermis),
ketebelannya antara 0,5-3 mm dan dibentuk dari komponen jaringan pengikat.
Dermis bersifat ulet dan elastis yang berguna untuk melindungi bagian yang
lebih dalam.Derivat dermis terdiri atas bulu, kelenjar minyak, kalenjar lendir, dan
kelenjar keringat

Lapisan Dermis terdiri dari:


1) Lapisan papilla. Mengandung lapisan pengikat longgar yang membentuk
lapisan bunga karang disebut lapisan stratumspongeosum.Lapisan papila
terdiri atas serat kolagen halus, elastin dan retikulin yang tesusun membentuk
jaringan halus yang terdapat di bawah epidermis dan memegang peranan
penting dalam peremajaan dan penggandaan unsur-unsur kulit serta terdapat
ujung-ujung saraf perasa.

6
2) Lapisan retikulosa. Lapisan retikulosa mengandung jaringan pengikat rapat
dan serat kolagen. Sebagian besar lapisan ini tersusun bergelombangdan
banyak serat elastin. Lapisan ini terdiri atas anyaman jaringan ikat yang lebih
tebal dan di dalamnya ditemukan sel-sel fibrosa, sel histiosit, pembuluh darah,
pembuluh getah bening, saraf, kandung rambut kelenjar sebasea, kelenjar
keringat, sel lemak, dan kelenjar otot penegak rambu.
c. Rambut, Kuku dan Kelenjar Kulit
Rambut.Dijumpai di seluruh permukaan tubuh kecuali pada permukaan
tangan, permukaan kaki, dan bibir. Rambut dibungkus oleh folikel rambut, yaitu
suatu invaginasi epidermis yang terjadi selama periode pertumbuhan dengan suatu
pelebaran ujung yang dinamakan bulbus rambut. Bagian rambut yang berada di
dalam folikel rambut disebut akar rambut. Rambut dibentuk oleh mitosis sel-sel
germinal. Sel-sel yang lebih tua didesak menjauh dari daerah pertumbuhan ini,
mereka mati dan mengalami keratinisasi, membentuk bagian membesar dari
pangkal rambut.
Suatu rambut terdiri dari tiga lapis, bagian pusat disebut medula, yang
dikelilingi pertama-tama oleh korteks pelindung dan kemudian oleh kutikula.
Warna rambut ditentukan oleh jumlah pigmen dalam korteks rambut.
Kuku.Merupakan derivat epidermis yang berupa lempeng-lempeng zat
tanduk terdapat pada permukaan dorsal ujung jari tangan dan jari kaki.
Bagian-bagian kuku adalah:
1) Matriks kuku: merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru.
2) Dinding kuku (nail wall): merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi
bagian pinggir dan atas.
3) Dasar kuku (nail bed): merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku.
4) Alur kuku (nail groove) : merupakan celah antara dinding dan dasar kuku.
5) Akar kuku (nail root): merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding
kuku.
6) Lempeng kuku (nail plate): merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi
dinding kuku.
7) Lunula: merupakan bagian lempeng kuku berwarna putih dekat akar kuku
berbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh kulit.
8) Eponikium: merupakan dinding kuku bagian proksimal, kulit arinya menutupi
bagian permukaan lempeng kuku.
7
9) Hiponikium: merupakan dasar kuku, kulit ari di bawah kuku yang bebas (free
edge) menebal

Kelenjar. Pada kulit terdapat dua macam kelenjar yaitu kelenjar minyak
(sebasea) dan kelenjar keringat.
1) Kelenjar Minyak. Saluran kelenjar minyak biasanya bermuara pada bagian
atas folikel rambut, tetapi pada beberapa terbuka langsung ke permukaan kulit,
seperti pada glans penis, glans klitoris, dan bibir. Sekresi disebut sebum,
berfungsi sebagai pelumas yang memelihara kulit tetap halus, serta rambut
tetap kuat.
2) Kelenjar Keringat. Merupakan kelenjar eksokrin yang ekskresinya dikeluarkan
melalui pori yang tersebar luas di seluruh permukaan kulit. Kelenjar keringat
terdiri dari ekrin dan apokrin.Kelenjar ekrintersebar di seluruh permukaan
tubuh memproduksi keringat jernih yang terutama mengandung air, NaCl, dan
urea. Kelenjar apokrin dijumpai pada ketiak dan daerah genital. Di samping
mensekresikan air, NaCl, dan urea, kelenjar ini juga mensekresikan zat dari
bahan dasar protein bersusu yang merupakan medium ideal untuk
mikroorganisme yang berada dalam kulit.

2. Fisiologi Kulit
a. Fungsi Kulit
1) Sensasi/rasa/perabaan.Terdapat beberapa reseptor yang mempunyai
kemampuan menerima rangsangan/ sensasi yang berbeda.
2) Thermoregulasi. Kulit memainkan peranan yang penting dalam pengaturan
suhu tubuh.Energi yang dihasilkan oleh metabolism menimbulkan peningkatan

8
suhu yang akan dikeluarkan melalui kulit.Proses pengeluaran suhu tubuh
meliputi: radiasi, konduksi dan konveksi, juga evaporasi.
3) Proteksi infeksi/dehidrasi:
a) Memprodusi melanin melawan efek merugikan sinar ultraviolet.
b) Proses wound healing.
c) Membuang sampah melalui pori-pori, sehingga menghindari dari
kemungkinan penumpukan racun.
d) Mencegah dehidrasi dan mengatur produksi keringat (cek dehirasi dengan
melihat turgor).
e) Waterproof; mencegah cairan yang merugikan masuk tubuh.
f) Sebum/ minyak yang dikeluarkan kulit dapat menghancurkan bakteri yang
ada dipermukaan kulit (PH-asam).
g) Makrofag di dermis juga memiliki kemampuan untuk membasmi virus
dan bakteri.
4) Eksresi dan absorpsi/ keseimbangan cairan.Kulit mempunyai kemampuan
mengekskresi substansi dari tubuh, melalui keringat yang mempunyai
komposisi; air, natrium, CO2, ammonia dan urea.Kulit juga mampu menyerap
cairan dari lingkungan luar.
5) Sintesa vitamin D.Sintesa vitamin D dilakukan dengan bantuan sedikit sinar
matahari/ UV sebagai prekusor molekul.
6) Respon imun.Berkaitan dengan imunogobulin E (IgE) dimana prosesnya
melibatkan sel Langerhans yang berada dalam kulit.
b. Fungsi Rambut
1) Sebagai pelindung, pada muara lubang telinga atau hidung terhadap benda-
benda yang masuk serta melindungi kulit terhadap sinar ultraviolet dan panas.
2) Mengatur suhu, pengaturan panas dengan cara bulu badan menyimpan panas.
3) Membantu penguapan keringat.
4) Pengaturan emosi, apabila mengalami ketakutan bulu tengkuk berdiri.
5) Sebagai alat perasa, rambut memperbesar rangsangan sentuhan terhadap kulit.
c. Kuku
1) Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat
saraf, serta mempertinggi daya sentuh.
2) Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi melindungi dari kotoran.
3) Menunjukkan gejala penyakit pada tubuh.
9
d. Kelenjar
1) Kelenjar Minyak. Sebum berfungsi sebagai pelumas yang memelihara kulit
tetap halus, serta rambut tetap kuat. Kelenjar minyak menjadi sangat aktif
selama pubertas sehingga kulit cenderung berminyak selama periode ini.
Sering sebum mengumpul pada suatu tempat, mengering, dan kadang
mengandung bakteri, membentuk gangguan kulit yang disebut “blackheads”.
Kadang-kadang kelenjar minyak mengalami infeksi aktif membentuk
“jerawat”.
2) Kelenjar Keringat. Kelenjar keringat melepaskan keringat sebgai reaksi
peningkatan suhu lingkungan dan suhu tubuh, dikendalkan oleh saraf
simpatik. Pengeluaran keringat pada tangan, kaki, aksila, dahi, sebagai reaksi
tubuh terhadap setress, nyeri dan lain-lain.

III. KONSEP KANKER GANAS KULIT


A. DEFINISI KANKER KULIT
Kanker kulit adalah kondisi keganasan yang disebakan pertumbuhan dan penyebaran
sel-sel abnormal yang tidak terkendali pada lapisan spesifik dari kulit. Beberapa jenis kanker
kulit dibedakan oleh jenis sel yang terlibat (Black, 2009).

B. ETIOLOGI KANKER KULIT


Penyebab pasti masih belum diketahui dengan jelas, tetapi terdapat beberapa faktor
resiko antara lain (Smeltzer, 2010):
1. Usia.
2. Genetik.
3. Ras kulit putih.
4. Kulit yang mudah mengalami luka bakar akibat sinar matahari.
5. Paparan sinar ultraviolet matahari dengan kumulatif tinggi.
6. Paparan karsinogen.
7. Imunosupresi kronis.
8. Kondisi bekas luka kronis.
Menurut Graham G. Dark (2013), penyebab kanker kulit antara lain:
1. Paparan radiasi sinar ultraviolet. Kulit yang mudah terbakar sinar matahari pada
paparan singkat meningkatkan resikomelanoma, sedangkan paparan kronik sinar
matahari meningkatkan resiko kanker non-melanoma.
10
2. Tipe atau jenis kulit.
3. Riwayat keluarga dan riwayat kanker kulit sebelumnya.
4. Pengobatan imunosupresi, misalnya pada transplantasi ginjal.

C. PATOFISIOLOGI KANKER KULIT


Kanker kulit atau skin cancer berawal dari tumor jinak (tahi lalat atau kista) dan tumor
ganas (kanker). Diantaranya ada keadaan yang disebut prakanker, yaitu penyakit kulit yang
dapat berubah menjadi ganas atau kanker kulit. Misalnya kemerahan karena terkena arsen
atau sinar matahari, jaringan parut menahun, beberapa jenis benjolan yang membesar
perlahan, penyakit kulit karena penyinaran, beberapa jenis tahi lalat, bercak keputihan
dirongga mulut atau lidah dan kemaluan, tahi lalat besar yang sudah ada sejak lahir dan lain-
lain. Disamping itu terdapat juga keadaan yang disebut genodermatosis, yaitu penyakit kulit
yang disebabkan oleh karena kelainan gen yang dihubungkan dengan keganasan. Contohnya
penyakit xerodermapigmentosum. Sel baru lazimnya menolak sel lama ke permukaan luar
kulit di mana sel lama ini akan mati. Proses ini dikawal oleh DNA.
Tumor kulit dapat terbentuk dari berbagai jenis sel dalam kulit seperti sel-sel epidermis
dan melanosit. Tumor-tumor ini dapat merupakan tumor jinak atau ganas dan dapat
terlokalisis dalam epidermis atau menembus kedalam dermis dan jaringan subkutan.
Insiden karsinoma sel basal berdasar dengan jumlah pigmen melanin pada epidermis
dan lama total pajanan langsung terhadap matahari, pada pelaut dan petani contohnya, dan
sering terpajan matahari seperti wajah, kepala dan leher.
Spektum sinar matahari yang bersifat karsinogenik adalah sinar yang panjang
gelombangnya berkisar antara 280-320 nm dan penyebab lain radiasi dengan sinar-x atau
faktor genetik tetapi jarang ditemui seperti albino dan xerodermapigmentosum. Spektum
matahari inilah yang membakar dan membuat kulit menjadi rusak (perubahan warna kulit
menjadi cokelat).

D. PATHWAY
(Terlampir)

E. MANIFESTASI KLINIS
Ada beberapa kelainan kulit yang harus dicurigai sebagai kanker kulit, yaitu:
1. Benjolan kecil yang membesar
11
Benjolan terdapat diwajah, berwarna pucat seperti lilin,permukaannya mengkilap,
tidak terasa sakit atau gatal, dan yang semula kecil makin lama makin membesar.
Apabila diraba, benjolan terasa keras kenyal.Kadang-kadang benjolan menjadi
hitam atau kebiruan, bagian tengah mencekung dan tertutup kerak atau keropeng
yang mudah berdarah bila dangkat.
2. Benjolan yang permukaannya tidak rata dan mudah berdarah
Benjolan ini membasah dan tertutup keropeng, teraba keras kenyal, dan mudah
berdarah bila disentuh.
3. Tahi lalat yang berubah warna
Tahi lalat menjadi lebih hitam, gatal, sekitarnya berwarna kemerahan dan mudah
berdarah.Tahi lalat ini bertambah besar dan kadang-kadang di sektarnya timbul
bintik-bintik.
4. Koreng atau borok dan luka yang tidak mau sembuh
Koreng dan luka yang sudah lama, tidak pernah sembuh walaupun sudah diobati,
koreng ini pinggirnya meninggi dan teraba keras serta mudah berdarah, adanya
koreng karena terjadi benturan, bekas luka ang sudah lama atau terinfeksi.
5. Bercak kecoklatan pada orang tua
Bercak ini banyak ditemukan pada muka dan lengan, bercak ini makin lama
permukaannya makin kasar,bergerigi,tetapi tidak rapuh,tidak gatal, dan tidak sakit.
6. Bercak hitam yang menebal pada telapak kaki dan tangan
Bercak ini ditemukan pada kulit yang berwarna pucat seperti ditelapak kaki dan
telapak tangan. Bercak ini mula-mula dangkal, berwarna hitam
keabuan,bataskabur,tepi tidak teraba, tidak sakit maupun gatal. Kemudian bercak
cepat berubah menjadi lebih hitam, menonjol diatas permukaan kulit dan tumbuh
ke dalam kulit serta mudah berdarah.

F. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Penyakit kanker kulit berbeda dengan penyakit lain, penyakit kanker kulit atau penyakit
kulit dapat dilihat langsung dengan mata pemeriksa. Metode pemeriksaannya dapat dilakukan
dengan cara melakukan anamnesis riwayat penyakit. Dan dengan cara melakukan penyayatan
mole yang kemudian diamati dibawah Mikroskop. Dapat juga dilakukan diangnosis dengan
laser. Dapat menanggkap gambar tiga dimensi dari perubahan kimia dan struktur yang telah
berlangsung dibawah permukaan kulit manusia. Melihat kelainan kulit yang menonjol pada
ukurannya lebih besar dari 2,5 cm.
12
1. Pemeriksaan dermoskopi
Dermoskopi adalah suatu metode non invasif yang memungkinkan dalam evaluasi warna
dan struktur epidermis secara mikro (histologis) yang tidak bisa dilihat dengan mata
telanjang. Evaluasi penyebaran warna dari lesi dan struktur histologis dapat membedakan
apakah lesi tersebut jinak atau ganas terutama pada lesi kulit berpigmen. Hal yang
diperhatikan adalah ABCDE (asymmetry, irregularborders, multiplecolors, diameter >6
mm, enlarginglesion), bila hal tersebut didapatkan pada lesi yang diperiksa,
kemungkinan lesi tersebut bersifat ganas (karsinoma).
2. Pemeriksaan Biopsi
Tujuannya untuk memperoleh material yang cukup untuk pemeriksaan histologis, untuk
membantu menetapkan diagnosis, serta staging tumor (menentukan keganasan). Waktu
pelaksanaan biopsy sangat penting sebab dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan
radiologis yang dipergunakan pada staging. Apabila pemeriksaan CT-Scan dibuat setelah
dilakukan biopsy, maka akan nampak perdarahan pada jaringan lunak yang memberikan
kesan gambaran suatu keganasan pada jaringan lunak.
Dikenal dua metode pemeriksaan biopsi, yaitu:
a. Biopsi tertutup, dengan menggunakan FNAB (Fine NeedleAspirationBiopsy) untuk
melakukan sitodiagnosis. Merupakan salah satu cara biopsi untuk melakukan
diagnosis pada tumor. Keuntungan dari FNAB adalah:
1) Tidak perlu perawatan
2) Risiko komplikasi kecil
3) Mencegah penyebaran tumor
4) Cepat mendapatkan hasil
b. Biopsi terbuka adalah metode biopsi melalui tindakan operatif.
Keunggulannya yaitu dapat diambil jaringan yang lebih besar untuk pemeriksaan
histologik dan pemeriksaan ultramikroskopik, mengurangi kesalahan pengambilan
jaringan dan mengurangi kecenderungan perbedaan diagnostik tumor jinak dan
tumor ganas seperti antara enkodroma dan kondrosarkoma, osteoblastoma dan
osteosarkoma. Biopsi terbuka tidak boleh dilakukan bila dapat menimbulkan
kesulitan pada prosedur operasi berikutnya, misalnya pada reseksien-bloc.
3. Laboratorium test
Test lab dan pemeriksaan darah membantu mendiagnosa kanker. Sebagian malignas
dapat merubah komposisi atau status hematologi.
4. Pemeriksaan sinar x, dan atau CT scan.
13
Untuk melanoma yang lebih dalam, pemeriksaan mungkin diindikasikan untuk
menemukan adanya metastase penyakit.

G. PENATALAKSANAAN MEDIK
1. Bedah
a. Eksisi
Untuk membuktikan keadekuatan eksisi dengan evaluasi mikroskopik bagian
dari spesimen yang diangkat.
b. Bedah Mohs’
Pada pembedahan ini eksisi jaringan dilakukan selapis demi selapis. Setiap
mengangkat selapis diikuti dengan pemeriksaan dibawah mikroskop, sehingga
yang diangkat benar-benar jaringan yang rusak dan mempertahankan jaringan
yang sehat.
c. Bedah elektrik
Bedah ini menggunakan energi elektrik untuk menghancurkan atau mengangkat
jaringan. Pada tehnik ini bisa didahului dengan tindakan kuretase pada jaringan
kanker, kemudian sisa-sisa jaringan kanker dibawahnya dihancurkan dengan
elektrik.
d. Bedah Krio atau Cryosurgery
Bedah Krio yaitu tehnik pembuangan atau penghancuan jaringan kanker dengan
menggunakan unsur dingin. Unsur dingin yang digunakan yaitu karbondioksida,
freon atau nitrogen cair.
2. Kemoterapi
Kemoterapi dilakukan pada kasus dengan metastasis ke bagian tubuh yang lain.
3. Radioterapi
Radioterapi atau terapi radiasi sering digunakan pada kanker di daerah kelopak mata
dan hidung.
4. Fotodinamik
Terapi fotodinamik merupakan penghancuran sel-sel kanker dengan kombinasi
antara fotosensitizer, cahaya dan oksigen yang ada di sel.

14
H. JENIS KANKER KULIT GANAS
Kanker kulit secara umum dibagiatas dua golongan besar yaitu, malenomamaligna
dan non malenomamaligna. Non malenomamaligna terbagi menjadi dua yaitu karsinoma
sel basal (KSB) dan karsinoma sel skuamosa (KSS).
1. Karsinoma Sel Basal
Karsinoma Sel Basal (KSB) berasal dari sel epidermis sepanjang lamina
basalis. Insiden karsinoma sel basal berbanding lurus dengan usia pasien dan
berbanding terbalik dengan jumlah pigmen melanin pada epidermis. Ada juga
korelasi langsung antara keadaan ini dengan lamanya pajanan dengan sinar matahari
seumur hidup pasien (Price, 2006).
Penyebab belum diketahui pasti. Insiden karsinoma sel basal berbanding lurus
dengan usia pasien dan berbanding terbalik dengan jumlah pigmen melanin pada
epidermis. Ada juga korelasi langsung antara keadaan ini dengan lamanya pajanan
dengan sinar matahari seumur hidup pasien (Price, 2006).
Mayoritas kasus disebabkan oleh paparan kronis sinar matahari, hanya sedikit
kasus yang dapat dihubungkan dengan arsenik, luka bakar, jaringan parut, paparan
terhadap radiasi atau predispisisi genetik (Joyce M. Black, 2009).
Walaupun KSB hampir tidak pernah bermetastasis, dapat destruktif secara
lokal dan invasif melalui jaringn. Hal ini terutama tepat pada wajah, lesi dapat
menginvasi struktur lebih dalam dengan akibat hilangnya mata, hidung atau telinga.
Jika tidak ditangani dapat menginvasi tulang dan otak. Klien yang pernah memiliki
KSB beresiko terhadap timbulnya KSB lain.
Manifestasi klinis yang paling umum adalah lesi noduler. Ini adalah papul
berbentuk kubah dengan tepi yang tegas dan memiliki tekstur klasik seperti buah pir,
berwarna daging atau mengkilap karena tidak berkeratin.
Pada orang ras kulit berwarna (selain ras kulit putih), pigmentasi muncul pada
tumor sehingga disebut Karsinoma Sel Basal Berpigmen atau Pigmented
BasalCellCarinaoma (Berger, 2016).
Pemeriksaan diagnostik dengan biopsi. Penatalaksanaan yang dilakukan
biasanya dengan pembedahan, radioterapi atau fotodinamik.
Prognosis biasanya baik karena kanker ini terlokalisir. Walaupun eksisi
kadang diperlukan sangat dalam dan menyebabkan kerusakan yang berat, namun
tingkat kematiannya rendah.
2. Karsinoma Sel Skuamosa
15
Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) yang merupakan kanker kulit tersering kedua
setelah KSB adalah neoplasma ganas keratinosit yang terbentuk dari sel-sel
epidermis yang lebih berdiferensiasi.
Penyebab pasti masih belum diketahui dengan jelas, tetapi terdapat beberapa
faktor resiko yang terkait dengan perkembangan karsinoma sel skuamosa, antara
lain:
a. Usia lebih dari 50 tahun
b. Kulit putih terang, rambut pirang atau cokelat terang, mata hijau, biru atau abu-
abu.
c. Kulit yang mudah mengalami luka bakar akibat sinar matahari.
d. Geografi lebih dekat dengan khatulistiwa.
e. Paparan sinar ultraviolet matahari dengan kumulatif tinggi.
f. Paparan karsinogen kimia, misalnya arsen.
g. Imunosepresi kronis
h. Kondisi bekas luka kronis.
Lesi tumbuh lebih cepat dari karsinoma sel basal. Kanker ini dapat
membahayakan karena menginfiltrasi jaringan sekitar dan metastasis ke nodus
limfedengan akibat yang fatal (JoyceM.Black,2009). KSS sering dikelilingi oleh
keratosis aktinik (Robin Graham Brown&ToyBurns, 2002).
Karsinoma sel skuamosa muncul dengan bentuk tumor atau nodul yang
menebal, berskuama dan berulserasi yang kadang-kadang berdarah dan biasanya
timbul diatas kulit wajah, kepala, telinga, leher, ekstremitas.
KSS lebih sulit dicirikan dibanding KSB. Tumor berbatas tidak tegas, tepinya
sering kali membaur dengan kulit disekitarnya yang rusak akibat matahari (keratosis
aktinik).
KSS diatasi dengan melakukan eksisi, kuretase, krioterapi atau fotodinamik.
Daerah yang sangat luas mungkin perlu diberikan radioterapi (Robin Graham
Brown&ToyBurns, 2002).
Prognosis tergantung kejadian metastasis, tipe histologi dan derajad kedalaman
invasi. Kejadian KSS tanpa faktor terpapar sinar matahari dan arsenik mempunyai
kemungkinan penyebaran yang lebih tinggi. Metastase ke nodullimfe regional juga
perlu dievaluasi.
3. MelanomaMaligna

16
Melanomamaligna adalah suatu neoplasma ganas dimanamelanosit yang tidak
khas muncul pada dermis dan epidermis (kadang pada sel subkutan).
Melanomamalignumhanyalah 3% dari semua keganasan pada kulit tetapi
bertanggung jawab atas hampir semua kematian yang disebabkan oleh kanker kulit.
Melanoma merupakan multifaktorial dan muncul karena berhubungan dengan
multifaktorresiko, mencakup:
a. Faircomplexion.
b. Terpapar sinar matahari yang banyak dan terbakar panas matahari pada masa
kanak-kanak.
c. Peningkatan jumlah tahi lalat dan nevusdisplastik.
d. Adanya perubahan tahi lalat pada kulit.
e. Riwayat keluarga dengan melanoma.
Kanker berasal dari proliferasi melanosit yang berada dikulit yang diinduksi
oleh paparan sinar matahari. Melanoma dapat berkembang di atau dekat lesi kulit
yang sudah ada sebelumnya atau pada kulit yang nampak sehat. Dapat tumbuh pada
daerah tertutup khususnya pada orang berkulit gelap, hal ini mengindikasikan
adanya penyebab lain selain faktor resiko paparan sinar matahari misalnya genetik.
Daerah tertutup misalnya melanomadibawahkuku, mulut, vagina dan dubur, bahkan
pada uvea meskipun jarang terjadi.
Melanoma memiliki dua fase pertumbuhan, fase radial dimana sel-sel ganas
tumbuh dengan mode radial pada epidermis dalam beberapa waktu, kemudian
sebagian besar ke fase pertumbuhan vertikal dimana sel-sel ganas menginvasi
dermis dan mengembangkan kemampuan untuk bermetastasi.
Manifestasi Klinis:
a. SuperficialSpreadingMelanoma
Adalah melanoma yang paling umum, muncul di seluruh bagian tubuh terutama
pada tubuh dan ekstremitas bawah. Biasa diderita usia pertengahan. Batas
pinggir bisa datar atau muncul dan dapat diraba. Tipe ini bisa muncul dengan
kombinasi warna; hitam-gray, blue-black, kadang pink kemerahan tampak
sedikit pada area lesi.
b. Lentigo-MalignaMelanoma
Adalah melanoma yang berkembang lambat, lesi berpigmen yang muncul pada
area kulit yang terbuka pada orang tua. Lesi dapat tumbuh bertahun-tahun mulai

17
sebagai lesi biasa yang datar hingga timbul dan mengalami perubahan warna
dan ukuran.
c. NodularMelanoma
Melanoma ini berbentuk bulat, dengan nodul seperti blueberry dengan
permukaan relatif halus dan relatif berwarna seragam hitam kebiruan.
Nodularmelanoma langsung menginvasi dermis (pertumbuhan vertikal) oleh
karena itu memiliki prognosis yang lebih buruk.
d. Acral-LentigonousMelanoma
Melanoma ini yang biasa muncul pada orang berkulit gelap atau asia, muncul
pada bagian kulit yang tidak terbuka dan tidak ada folikel rambut, misalnya
telapak tangan, kaki, dasar kuku dan membran mukosa. Melanoma muncul
dengan bentuk ireguler, makula yang berpigmen dan membentuk nodul dan
dapat menginvasi lebih awal.
Menurut Clark (1969) dalam Imam Budi Putra (2008), berdasarkan invasinya
MelanomaMaligna dapat dibagi kedalam lima tingkat:
Tingkat I : Sel melanoma terdapat dalam membran basalis epidermis
(melanoma in situ). Sangat jarang dan tidak membahayakan.
Tingkat II : Invasi melanoma sampai dengan lapisan papilaris dermis
(dermis bagian superfisial).
Tingkat III : Invasi melanoma sampai pada batas antara papilaris dermis dan
retikularis dermis. Sel melanoma mengisi papila dermis.
Tingkat IV : Invasi melanoma sampai pada lapisan retikularis dermis.
Tingkat V : Invasi melanoma sampai pada lapisan subkutan.
Menurut Hurwitz S (1993) dalam Imam Budi Putra (2008), hingga saat ini
digunakan stadium klinik sebagai klasifikasi standar MelanomaMaligna:
Stadium I : MelanomaMaligna lokal tanpa metastasis jauh atau ke kelenjar
limfe regional. Termasuk melanoma primer yang belum diobati
atau telah dilakukan biopsi eksisi. Melanomarekuren lokal yang
berada dalam jarak 4 cm dari lesi primer. Melanoma primer
multipel.
Stadium II : Sudah terjadi metastasis yang terbatas pada kelenjar limfe
regional. Melanoma primer yang mengadakan metastasis secara
simultan. Melanoma yang terkontrol kemudian terjadi
metastasis. Melanomarekuren lokal dengan metastasis.
18
Melanoma in-transit diluar jarak 4 cm dari lesi primer.
Melanoma primer yang tidak diketahui dengan metastasis.
Stadium III : Melanomadiseminata, Melanoma sudah melakukan metastasis
jauh. Bila sudah terjadi metastasis ke alat-alat dalam dan atau
subkutan.
Tindakan yang biasa dilakukan pada melanoma adalah eksisi tumor.
Radioterapi dan krioterapi belum banyak membantu dalam penyembuhan penyakit
ini. Kemoterapi dilakukan bila melanoma telah bermetastasis ke bagian tubuh lain.
Prognosis:
Penderita dengan ketebalan melanoma 1,5 mm dengan melibatkan nodus limfe
regional mempunyai harapan hidup kurang dari 5 tahun. Penderita dengan
melanoma yang tipis tanpa melibatkan nodus limfe regional mempunyai
kemungkinan metastase 3% dan beratahan hidup 5 tahun dengan kemungkinan 95%.
Jika ada keterlibatan nodus limfe kemungkinannya sebesar 20%-50%.
Melanomapada tangan, kaki dan kepala lebih baik prognosisna dibanding melanoma
di kulit tubuh yang mempunyai kemungkinan besar bermetastasis ke tulang, paru,
hati, splen dan sentral nervus sistem. Laki-laki dan pasienberusia tua mempunyai
prognosis yang lebih buruk (Smeltzer, 2010).

IV. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN TUMOR GANAS KULIT


A. PENGKAJIAN
Anamnesis
1. Identitas
a. Usia
b. Jenis kelamin: jenis kelamin pria dan wanita memiliki resiko yang sama
terjadinya kanker kulit, semua tergantung pada aktifitas (terpapar sinar UV) atau
pekerjaan.
c. Pekerjaan: para pekerja di luar rumah (seperti petani, pelaut dan nelayan) orang-
orang yang terpajan sinar matahari untuk suatu periode waktu, para pekerja yang
mengalami kontak dengan zat-zat tertentu (senyawa arsen, netra, batu bara, aspal
dan parafin) juga termasuk dalam kelompok yang beresiko.
2. Keluhan Utama: Ada benjolan berupa papula, nodul atau kista pada wajah atau bagian
tubuh lain.
3. Riwayat Penyakit
19
a. Riwayat PenyakitKesehatan Sekarang
Benjolan muncul pada daerah yang terpapar sinar matahari (keratosis aktinik,
penyakit Bowel, karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa) atau daerah
berambut (keratoacantoma), tumbuh dengan lambat (tumor jinak) atau cepat
(tumor premaligna dan maligna) biasanya tanpa nyeri kecuali massa yang besar
menekan saraf. Perlu dikaji:
1) Warna yang bervariasi
a) Warna yang dapat menunjukkan keganasan pada lesi yang coklat atau
hitam adalah bayangan warna merah, putih, dan biru. Bayangan warna
biru dianggap lebih mengkhawatirkan.
b) Daerah-daerah putih dalam lesi yang berpigmen perlu dicurigai.
c) Sebagian melanoma maligna tidak memiliki warna yang bervariasi tetapi
sebaliknya mempunyai warna yang seragam (hitam kebiruan, kelabu
kebiruan, merah kebiruan).
2) Tepi yang irregular
Indentasi atau lekukan yang menyudut pada bagian tepi nevus harus dicatat.
3) Permukaan yang ireguler
a) Tonjolan permukaan yang tidak merata (topografi ireguler) dapat teraba
atau terlihat. Perubahan pada permukaan bisa licin hingga seperti sisik.
b) Sebagian melanoma noduler memiliki permukaan yang licin
b. Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat pemakaian kosmetik yang mengandung bahan kimiawi seperti mercuri,
riwayat terpapar sinar matahari, riwayat penyakit keganasan, perubahan gaya
hidup dan kebiasaan orang berjemur dibawah sinar matahari. Orang yang tidak
memproduksi pigmen melanin sangat rentan terhadap kerusakan kulit akibat
paparan sinar matahari. Orang yang beresiko adalah orang yang berkulit cerah,
bermata biru, berambut merah, atau warna kulit yang merah muda. Ulkus yang
lama pada ektremitas bawah juga dapat menjadi lokasi asal tumor kulit. Pasien
yang kekebalan tubuhnya menurun juga memperlihatkan kejadian tumor kulit.
c. Riwayat Penyakit Keluarga
Apa anggota keluarga pernah menderita tumor kulit benigna, pre maligna dan
maligna.

Pemeriksaan Fisik
20
1. Tanda-tand vital
Tekanan darah, nadi, respirasi cenderung mengalami penurunan karena proses
metastasis kanker yang mempegaruhi sistem tubuh dan pada suhu mengalami
peningkatan karna sebagai tanda inflamasi.
2. Pemeriksaan persistem (B1-B6)
a. B1 (Breathing)
Kanker kulit pada stadium awal tidak mempegaruhi sistem pernapasan, namun
pada stadium 3 atau sudah metastasis di paru-paru maka pernapasan akan
mengalami gangguan yang di tandai dengan sesak.
b. B2 (Blood)
Ketika kanker bermetatasis melalui pembuluh darah maka sistem kerja jantung
akan terganggu.
c. B3 (Brain)
Nyeri kepala, muntah dan penurunan kesadaran (metastase pada otak).
d. B4 (Bladder)
Perubahan pada pola defekasi, misal: perubahan eliminasi urinarius, nyeri/rasa
terbakar pada saat berkemih, hematuri, sering berkemih.
e. B5 (Bowel)
Adanya tumor yang metastase ke saluran cerna menyebabkan disfungsi organ
(gangguan motilitas usus), mual dan muntah (kemoterapi).
f. B6 (Bone)
Terjadi perubahan warna kulit (hitam kebiruan, kelabu kebiruan, merah
kebiruan), terdapat lesi primer: papula, pustula macula, vesikula dan pustula,
terdapat lesi sekunder (krusta, skuama, erosi dan ulkus), ditemukan tanda radang
(tumor, color, dolor, rubor dan fungsio laesa).

Pemeriksaan dermoskopi
Dermoskopi adalah suatu metode non invasif yang memungkinkan dalam evaluasi
warna dan struktur epidermis secara mikro (histologis) yang tidak bisa dilihat dengan mata
telanjang. Evaluasi penyebaran warna dari lesi dan struktur histologis dapat membedakan
apakah lesi tersebut jinak atau ganas terutama pada lesi kulit berpigmen. Hal yang
diperhatikan adalah ABCDE (asymmetry, irregularborders, multiplecolors, diameter >6

21
mm, enlarginglesion), bila hal tersebut didapatkan pada lesi yang diperiksa, kemungkinan
lesi tersebut bersifat ganas (karsinoma).
Pengkajian ABCD pada nevus (Smeltzer, 2010):
1. A = Asymmetry
Lesi tidak muncul simetris pada kedua sisi. Lesi tidak teratur pada permukaan dan
topografinya baik bila dilihat ataupun diraba. Perubahan pada permukaannya
mungkin dari halus hingga bersisik. Beberapa melanoma yang noduar mempunyai
permukaan yang halus.
2. B = Irregular Border
Sudut yang berlekuk atau beberapa takik nampak pada batas pinggir lesi. Batas
pinggir kabur atau tak jelas seperti gambar yang digosok dengan penghapus.
3. C = VariegatedColor
Nevus normal biasanya berwarna seragam dari terang sampai cokelat. Warna yang
lebih gelap menandakan melanosit sudah berpenetrasi ke lapisan dermis yang lebih
dalam. Warna mengindikasikan ada keganasan bila ditemukan kombinasi dalam satu
lesi dengan corak merah, putih atau biru. Corak putih pada lesi berpigmen patut
dicurigai.
4. D = Diameter
Diameter melebihi 6 mm perlu lebih dicurigai meskipun temuan tanpa tanda-tanda
lain ini tidak signifikan.
Karsinoma sel basal
1. Lesi sering diawali sebagai nodul kecil dengan sebuah gulungan, putih seperti
mutiara, batas tembus cahaya dengan telangiektasia, krusta, dan kadang ulserasi.
2. Tampak paling sering pada kulit yang terpajan matahari, sering pada wajah antara
garis rambut dan bibir bagian atas.
3. Bila diabaikan, dapat menyebabkan destruksi lokal, hemoragi, dan infeksi jaringan
sekitar, menghasilkan gangguan fungsi berat dan kosmetik.
Karsinoma sel skuamosa
1. Tampak seperti kasar kemerahan, tebal, lesi bersisik dengan perdarahan dan
kesakitan atau mungkin asimtomatik, batas mungkin lebar lebih terinfiltrasi, dan
lebih meradang daripada karsinoma sel basal.
2. Dapat didahului dengan leukopenia (lesi premalignan membran mukosa) pada mulut
atau lidah, keratosaastinik, lesi jaringan parut atau ulserasi.

22
3. Terlihat paling umum pada bibir bawah, tepi telinga, kepala, leher dan punggung
tangan.

Pemeriksaan Penunjang
1. Laboratorium test
2. Pemeriksaan Biopsi
3. Pemeriksaan sinar x, dan atau CT scan

Pengkajian Pada Tumor Ganas Kulit


1. Karsinoma Sel Basal (Basal CellCarcinoma)
a. Anamnesis: Dikeluhkan adanya lesi kulit seperti “tahi lalat” yang berubah warnanya,
gatal, nyeri, berdarah, membesar, atau timbul “tukak” atau ulkus. Kadang disebutkan
sebagai “borok” yang tidak sembuh-sembuh.
b. Pemeriksaan Fisik:Gambaran klasik dikenal sebagai Ulkus Rodent, yaitu ulkus
dengan satu sisi berbentuk tidak rata seakan-akan seperti gambaran “gigitan
rodent/tikus”. Biasanya disertai adanya hiperpigmentasi pada bagian tepidan ulkus di
tengah.Bentuk klinis lain yang dijumpai pada BCC adalah:
1) Jenis nodulo-ulseratif (paling sering) → Berbentuk papul (papula) meninggi,
“pearly” / permukaan mengilap seperti “mutiara”, sering terdapat
teleangiectasia di sentral yang biasanya mengalami ulseratif. Kadang
berskuama halus dan berkrusta tipis dan tumbuh lambat.
2) Jenis berpigmen → Gambaran sama nodulo-ulseratif hanya berwarna coklat
hitam, berbintik atau homogeny.
3) Jenis moerphealike atau fibrosisjarang → Bentuk “plakat”, kekuningan, tepi
tidak jelas, kadang meninggi. Pada permukaan tamapakbeberapa folikel
rambut yang konkaf dan membentuk jaringan seperti sikatrik, dan kadang
tertutup krusta. Ulserasi jarang.
4) Jenis superficial → Lokasi pada kepala, leher, badan berupa bercak
kemerahan, berskuama halus, tepi sedikit meninggi. Tumbuh dan meluas
secara lambat, ulserasi. Sering dijumpai multiple terutama pada pasien berkulit
putih.
5) Jenis fibro-epitelial → Sering dijumpai di punggung, solider bernodul padat,
bertangkai pendek, permukaan halus sedikit kemerahan seperti fibroma.
6) Nefoid basal sel sindrom (SindromaGortinGaltz)
23
7) SindromaXerodermaPigmentosum.
8) Jenis linear andgeneralizedfollicular basal cellnevi .
9) Jenis generalizedfollicular→ disertai kerontokan rambut sebagai akibat
kerusakan folikel rambut karena pertumbuhan tumor.
10) Albinism → Sensitif terhadap UV (tidak adanya “melanin” pelindung kulit)
mudah terjadi BCC, SCC ataupun melanoma.
c. Pemeriksaan Penunjang
1) Foto polos (x-ray) terutama pada lesi BCC yang besar dan luas untuk melihat
adanya infiltrasi sel tumor pada tulang di bawahnya (BCC daerah muka →
infiltrasi ke maksila).
2) CT scan → Untuk melihat luas destruksi tulang, oparabilitas dan perencanaan
pembedahan.
d. Pemeriksaan Patologi
Biopsyeksisional (jika lesi kecil) untuk pemeriksaan histopatologi yang sekaligus
mertupakan tindakan terapi. Dalam melakukan eksisi harus disertakan margin yang
bebas tumor yang cukup. Biopsy insisi jika mungkin dihindari, karena dapat
mendorong sel tumor lebih dalam lagi.Punchbiopsymerupakan biopsy yang
dianjurkan dan mudah dilakukan. Punchbiopsydilakukan pada bagian yang nodular
sampai bagian sub kutan untuk mendapatkan gambaran lengkap.Shavebiopsy→
Merupakan teknik yang cukup baik dilakukan pada lesi superficial ataupun lesi yang
dicurigai BCC atau SCC. Teknik biopsy ini juga cukup baik untuk lesi
seoperticutaneushorn, atau ceratoacanthoma. Anastesi cukup dengan localanastesi.
Biospi dilakukan secara tangensial sampai pada lapisan dermis untuk mendapatkan
laporan kedalaman infiltrasi tumor.

2. Karsinoma Sel Skuamosa (SquamousCellCarcinoma)


a. Anamnesis
Anamnesis ditujukan pada adanya factor risiko, riwayat solar burn, riwayat
transplantasi organ, konsumsi obat-obat imunosuipresif, HIV, dsb.Riwayat
pertumbuhan tumor dari kulit yang sehat (denofo), atau dari lesi yang sebelumnya
ada.Perlu diperhatikan kemungkinan adanya lesi yang multiple, terutama pada
pasien kulit putih.Riwayat keluarga, atau pernah menderita penyakit kanker kulit
sebelumnya, dan juga merupakan factor risiko.
b. Pemeriksaan fisik
24
Pemeriksaan fisik terutama ditujukan pada daerah tumor primer dan regional
lymphnodesbasimnya. Pada pemeriksaan fisik perlu diperhatikan bentuk atau
morfologi primer, fungatingbentukan seperti “bunga kol (cauliflower)”, ulserasi, ada
tidaknya krusta, kedalaman infiltrasi, bau karena adanya jaringan nekrosis atau
infeksi sekunder. Kedalaman infiltrasi penting untuk mengetahui kemungkinan
terkenanya struktur lain (tulang, kartilago), dan potensi metastasis. Palpasi dengan
teliti KGB regional ada tidaknya pembesaran KGB dan pemeriksaan kemungkinan
adanya metastasis, jauh seperti ke paru, hati, dsb.
c. Pemeriksaan penunjang
Terutama ditujukan untuk mengetahui diagnosis histopatologis, adanya struktur
sekitar yang terinvasi atau infiltrasi, ada tidaknya metastasis jauh, dan pada tumor
yang massif untuk melihat operabilitas tumor dan kemungkinan melakukan
compoundresection
d. Pemeriksaan biopsy dan hispatologis
Biopsyinsisional sebaiknya dihindari. Biopsy untuk lesi yang besar adalah dengan
punch atau savedbiopsy, harus mendapatkan catatan specimen yang cukup besar dan
kedalaman yang cukup.Biopsyeksisisonal dilakukan untuk tujuan diagnosis dan
terapeutis terutama untuk lesi yang kecil (kurang 2 cm) dan dengan surgicalsavety
minimal 1 cm.
e. Pemeriksaan imaging
Pada lesi yang besar dan dalam, diperlukan pemmeriksaan foto polos (misalnya, foto
tulang), CT-Scan atau MRI untuk melihat keterlibatan struktur lain oleh SCC,
operabilitas dan merencanakan pembedahan lebih baik. Pemeriksaan foto thoraks
dan USG hati untuk melihat ada tidaknya metastasis jauh.

3. Melanoma Maligna
Pengkajian terhadap pasien melanoma maligna dilakukan berdasarkan riwayat
pasien dan gejalanya. Pasien ditanya khususnya tentang gejala pruritus, nyeri tekan dan
rasa sakit yang bukan merupakan ciri khas nevus yang benigna. Pasien juga ditanyakan
mengenai perubahan yang terjadi pada nevus yang sudah ada sebelumnya atau
pertumbuhan lesi baru yang berpigmen.
Kaca pembesar dan pencahayaan yang baik diperlukan dalam melakukan inspeksi
kulit untuk menemukan iregularitas dan perubahan pada nevus. Tanda-tanda yang
menunjukkan perubahan malignan mencakup berikut ini:
25
a. Warna yang bervariasi
1) Warna yang dapat menunjukkan keganasan pada lesi yang coklat atau hitam
adalah bayangan warna merah, putih dan biru; warna biru dianggap lebih
mengkhawatirkan.
2) Daerah-daerah dalam lesi yang berpigmen perlu dicurigai.
3) Sebagian melanoma maligna tidak memiliki warna yang bervariasi tetapi
sebaliknya mempunyai warna yang seragam (hitam kebiruan, kelabu kebiruan,
merah kebiruan).
b. Tepi yang ireguler
Identasi atau lekukan yang menyudut pada bagian nevus arus dicatat.
c. Permukaan yang ireguler
1) Tonjolan permukaan yang tidak merata (topografi ireguler) dapat teraba atau
terlihat. Perubahan pada permukaan bisa licin hingga seperti sisik.
2) Sebagian melanoma noduler memiliki permukaan yang licin.
3) Lokasi melanoma yang sering adalah kulit pada bagian punggung, tungkai
(khususnya wanita), antara jari-jari kaki pada kaki, muka kulit kepala, jari-jari
tangan, serta pada bagian dorsal tangan. Pada orang yang berkulit gelap,
melanoma paling sering terdapat ditempat yang tidak mengandung begitu
pigmen. Seperti: telapak tangan, telapak kaki, daerah sublingual dan
membrane mukosa.
Diameter nevus harus diukur karena umumnya melanoma berukuran lebih dari
6 mm lesi satelit (lesi yang terletak di dekat nevus) harus dicatat.

Pengkajian ABCD pada nevus (Smeltzer, 2010):


1) A = Asymmetry
Lesi tidak muncul simetris pada kedua sisi. Lesi tidak teratur pada permukaan
dan topografinya baik bila dilihat ataupun diraba. Perubahan pada
permukaannya mungkin dari halus hingga bersisik. Beberapa melanoma yang
noduar mempunyai permukaan yang halus.
2) B = Irregular Border
Sudut yang berlekuk atau beberapa takik nampak pada batas pinggir lesi. Batas
pinggir kabur atau tak jelas seperti gambar yang digosok dengan penghapus.
3) C = VariegatedColor

26
Nevus normal biasanya berwarna seragam dari terang sampai cokelat. Warna
yang lebih gelap menandakan melanosit sudah berpenetrasi ke lapisan dermis
yang lebih dalam. Warna mengindikasikan ada keganasan bila ditemukan
kombinasi dalam satu lesi dengan corak merah, putih atau biru. Corak putih
pada lesi berpigmen patut dicurigai.
4) D = Diameter
Diameter melebihi 6 mm perlu lebih dicurigai meskipun temuan tanpa tanda-
tanda lain ini tidak signifikan.

d. Daftar tilik MelanomaMaligna (Price,2002):


1) Apakah tahi lalat membesar atau tumbuh yang baru? Sesudah pubertas
biasanya tahi lalat tidak tumbuh lagi (tanda ini khusus untuk dewasa, karena
tahi lalat dapat tumbuh cepat pada anak-anak).
2) Apakah lesi mempunyai bentuk yang tidak teratur? Tahi lalat biasanya halus
dan berbentuk teratur.
3) Apakah pigmentasi pada lesi tidak merata? Terutama apakah terdapat suatu
campuran yang berbeda warna antara cokelat dan hitam?
4) Apakah diameter lesi lebih dari 1 cm?
5) Apakah lesi mengalami peradangan atau tepinya kemerahan?
6) Apakah pada lesi terjadi perdarahan, perlunakan, atau pembentukan krusta?
7) Apakah lesi terasa gatal atau nyeri?
Setiap lesi yang berpigmen, baik yang baru muncul atau yang sudah ada
sebelumnya, yang memenuhi tiga atau lebih dari ketujuh kriteria diatas dan
terutama salah satu dari tiga yang pertama, harus ditangani sebagai lesi yang
sangan dicurigai.

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri akut berhubungan dengan jaringan lunak efek metastasi kanker basal,
sekunder intervensi pasca bedah
2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan lesi pada kulit
3. Resiko infeksi berhubungan dengan post de entry
4. Ansietas berhubungan dengan kondisi penyakit, kerusakan luas pada jaringan
kulit
5. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan sekunder
27
C. RENCANA KEPERAWATAN
Diagnosa
No NOC NIC
Keperawatan
1. Nyeri akut Setelah dilakukan tindakan Painmanagement
keperawatan 2 x 24 jam nyeri 1. Kajian nyeri secara komprehensif;
berkurang / teratasi, dengan PQRST
kriteria hasil; 2. Observasi reaksi non verbal
1. Level nyeri berkurang 3. Kontrol lingkungan yang dapat
2. Mampu mengontrol mempengaruhi nyeri
nyeri 4. Kurangi faktor presipitasi
3. Menyatakan rasa nyaman 5. Ajarkan tehnik penanganan nyeri non
setelah nyeri berkurang farmakologi
6. Monitor penerimaan klien tentang
manajemen nyeri
7. Kolaborasi untuk farmakologi

Analgesicadministration
1. Cek intruksi dokter tentang jenis
obat, dosis dan frekuensi
2. Cek riwayat alergi
3. Tentukan analgesik pilihan
4. Monitor TTV sebelum dan setelah
pemberian
5. Evaluasi efektifitas analgesik
2. Kerusakan Setelah dilakukan tindakan Woundcare: non healing
integritas kulit keperawatan 3x24 jam 1. Lakukan perawatan luka sesuai
kerusakan integritas jaringan kondisi lesi
ditangani / teratasi, dengan 2. Irigasi dengan air/saline untuk
kriteria hasil: menghindari tekanan, hindari
1. Tanda proses menggosok luka
penyembuhan primer 3. Pilih dresing yang tepat; mengurangi
2. Perfusi jaringan baik pertumbuhan bakteri, mengurangi
resiko perdarahan
4. Beri topikal medikasi sesuai program
5. Catat perubahan perkembangan

28
Diagnosa
No NOC NIC
Keperawatan
lesi/ulkus
6. Demonstrasikan tehnik perawatan
luka pada klien dan keluarga jika
diperlukan

Incisioncare
1. Lakukan perawatan luka operasi;
membersihkan, memantau dan
meningkatkan proses penyembuhan
luka
2. Monitor proses perbaikan daerah luka
insisi
3. Monitor tanda dan gejala infeksi
4. Gunakan topikal medikasi sesuai
program
5. Ganti balutan dengan interval waktu
yang telah ditentukan
3. Resiko infeksi Setelah dilakukan perawatan Infectioncontrol
3x24 jam infeksi dapat 1. Cusi tangan setiap sebelum dan
dicegah, dengan kriteria setelah melakukan tindakan
hasil; keperawatan
1. Klien bebas dari tanda- 2. Pertahankan sterilitas dalam
tanda infeksi perawatan luka operasi
2. Jumlah keukosit dalam 3. Observasi adanya tanda-tanda infeksi
batas normal 4. Tingkatkan intake nutrisi
3. Proses penyembuhan 5. Monitor hitung granulasit, WBC
luka baik 6. Beri antibiotik sesuai program
4. Ansietas Setelah dilakukan perawatan Anxietyreduction
3x24 jam ansietas teratasi, 1. Gunakan pendekatan yang
dengan kriteria hasil; menenangkan
1. Klien mampu 2. Identifikasi tingkat kecemasan
mengidentifikasi, 3. Nyatakan dengan jelas harapan
mengungkapkan terhadap prilaku klien
kecemasannya 4. Pahami perspektif klien terhadap

29
Diagnosa
No NOC NIC
Keperawatan
2. Klien mampu situasi stress
menunjukkan tehnik 5. Jelaskan semua prosedur
mengontrol cemas 6. Dorong klien untuk mengungkapkan
3. Ekspresi wajah dan perasaan, ketakutan, persepsi
bahasa tubuh 7. Dengarkan dengan penuh perhatian
menunjukkan 8. Ajarkan tehnik relaksasi
berkurangnya kecemasan 9. Kolaborasi untuk farmakologi bila
diperlukan

Teachingdesease proses
1. Nilai tingkat pengetahuan klien
tentang proses penyakit
2. Sediakan informasi kepada klien
dengan cara yang tepat
3. Hindari jaminan yang kosong
4. Diskusikan perubahan gaya hidup
yang diperlukan
5. Diskusikan pilihan terapi dan
penanganan
6. Rujuk pada grup atau agensi di
komunitas lokal, dengan cara yang
tepat
5. Gangguan citra Setelah dilakukan perawatan Bodyimageenhancement
tubuh 3x24 jam gangguan citra 1. Kaji secara verbal dan non verbal
tubuh teratasi, dengan kriteria respon klien terhadap kondisinya
hasil; 2. Monitor frekuensi mengkritik diri
1. Gambaran diri positif 3. Dorong klien mengungkapkan
2. Mendeskripsikan secara perasasaannya
faktual perubahan fungsi 4. Sediakan informasi kepada klien
tubuh tentang penyakitnya dengan cara
3. Mempertahankan yang tepat
interaksi sosial 5. Identifikasi supportgroup termasuk
keluarga/kerabat
6. Fasilitasi kontak dengan individu lain

30
Diagnosa
No NOC NIC
Keperawatan
dalam kelompok lokal
7. Beri penguatan positif terhadap hal
lain pada diri klien

BAB III
PENUTUP

I. SIMPULAN
Kanker kulit adalah kondisi keganasan yang disebakan pertumbuhan dan penyebaran
sel-sel abnormal yang tidak terkendali pada lapisan spesifik dari kulit. Beberapa jenis kanker
kulit dibedakan oleh jenis sel yang terlibat Penyebab pasti masih belum diketahui dengan
jelas, tetapi terdapat beberapa faktor resiko antara lain: usia, genetic, ras kulit putih, kulit
yang mudah mengalami luka bakar akibat sinar matahari, paparan sinar ultraviolet matahari
dengan kumulatif tinggi, paparan karsinogen, imunosupresi kronis dan kondisi bekas luka
kronis.
Kanker kulit atau skin cancer berawal dari tumor jinak (tahi lalat atau kista) dan tumor
ganas (kanker). Diantaranya ada keadaan yang disebut prakanker, yaitu penyakit kulit yang
dapat berubah menjadi ganas atau kanker kulit.Ada beberapa kelainan kulit yang harus
dicurigai sebagai kanker kulit, yaitu:benjolan kecil yang membesar, benjolan yang
permukaannya tidak rata dan mudah berdarah, tahi lalat yang berubah warna, koreng atau
borok dan luka yang tidak mau sembuh, bercak kecoklatan pada orang tua, bercakhitam yang
menebal pada telapak kaki dan tangan.

31
Penyakit kanker kulit berbeda dengan penyakit lain, penyakit kanker kulit atau penyakit
kulit dapat dilihat langsung dengan mata pemeriksa. Metode pemeriksaannya dapat dilakukan
dengan cara melakukan anamnesis riwayat penyakit. Dan dengan cara melakukan penyayatan
mole yang kemudian diamati dibawah Mikroskop. Dapat juga dilakukan diangnosis dengan
laser. Dapat menanggkap gambar tiga dimensi dari perubahan kimia dan struktur yang telah
berlangsung dibawah permukaan kulit manusia. Melihat kelainan kulit yang menonjol pada
ukurannya lebih besar dari 2,5 cm.

II. SARAN
Diharapkan kepada para pembaca khususnya mahasiswa/i Stikes Wira Medika PPNI
Bali dapat memahami konsep dari konsep keperawatan pada pasien dengan tumor ganas kulit
serta meningkatkan kemampuan individu masingmasing dalam menerapkan asuhan
keperawatan pada pasien dengan tumor ganas kulit.

DAFTAR PUSTAKA

Barger, T. 2016. Andrew's Desease of The Skin. Philadelphia: Elsevier.


Black, J. M. 2009. Medical Surgical Nursing: Clinical Management for Positive Outcomes
7th Ed. St. Louis-Missouri: Saunders Elsevier Inc.
Brunner&Suddarth. 2002. Buku ajar Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 Vol. 2. Jakarta:
EGC
Bulechek, G. M., & Dochterman, J. M. 2013. Nursing International Classification 6th Ed.
Philadelphia: Elsevier
Dark, G. G. 2013. Onkologi at A Glance. Chichester: Wiley-Blackwell
Heardman, T. H., & Khamitsuru, S.2014. NANDA International, Inc. Nursing Diagnoses 10th
Ed. Chichester: Wiley-BlackWell
Moorhead, S., & Johnson, M. 2013. Nursing Outcomes Classification 5th Ed. Philadelphia:
Elsevier
Muttaqin, A. 2011. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Integumen. Jakarta: Salemba
Medika
Pearce, E. C. 2005. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: EGC
Price, S. A. 2006. Patofisiologi - Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Jakarta: EGC

32
Putra, I. B. 2008. Tumor-Tumor Ganas Kulit.Available (online):
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3435/1/08E00071.pdf. Diakses pada
tanggal 24 Desember 2017
Rata, I Gusti Agung K.. 2007.Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: FKUI
Smeltzer, S. C. 2010. Brunner & Suddarth Textbook of Medical Surgical Nursing. 20th Ed.
Philadelphia: Lippincot Williams & Wilkins

33
PATHWAY TUMOR GANAS KULIT

Faktor resiko
Faktor resiko
ekstrinsik; paparan
intrinsik; berkulit
sinar matahari
terang, genetik
kronik/intermiten

Mutasi DNA sel


basal/keratinosit/melanosit

Kegagalan gen Inaktivasi anti


Onkogen Protoonkogen
DNA repair onkogen (tp53)

Karsinoma Karsinoma Melanoma


Sel Basal Sel Skuamosa maligna

Menginvasi Kemoterapi Operatif


jaringan kulit

Efek samping Pre Operatif Post Operatif


MK: Kerusakan
integritas kulit

Rambut rontok Luka operatif


MK: Ansietas

MK: Gangguan MK: Nyeri Pintu masuk


citra tubuh akut kuman

MK: Resiko
infeksi

34
35