Anda di halaman 1dari 3

* Konsep tawar – menawar pebisnis dan pemasok

- Pebisnis

Bisaanya kekuatan tawar menawar pebisnis meningkat jika terjadi situasi berikut :

• Pebisnis membeli dalam jumlah besar

Jika sebagian besar hasil penjualan merupakan pembeli dari 1 pembelian


tertentu maka ini akan mempertinggi pentingnya bisnis pembeli.

• Produk yang dibeli dari industri merupakan bagian dari biaya / pembelian yang cukup
besar dari pembeli

Dalam hal ini pembeli cenderung untuk mencari harga yang menguntungkan
dan menggunakan dananya untuk melakukan pembelian secara efektif

• Produk yang dibeli adalah produk standar dan tidak terdifferensiasi

Pebisnis yakin bahwa mereka selalu dapat menemukan pemasok alternatif, dapat
membandingkan pemasok satu dengan lainnya

• Produk industri adalah tidak terlalu penting untuk produk atau jasa pembeli

Bilamana mutu produk pembeli sangat dipengaruhi oleh produk industri ,


pembeli umumnya akan kurang peka harga.

• Pebisnis mempunyai informasi yang lengkap

Bilamana pebisnis mempunyai informasi yang lengkap terhadap permintaan,


harga pasar yang actual dan bahkan biaya pemasok, bisaanya posisi tawar menawar
mereka lebih kuat daripada bilamana infromasi yang mereka miliki tidak lengkap.
Dengan informasi lengkap , pembeli berada dalam posisi yang lebih baik untuk
menjamin bahwa mereka mendapatkan harga yang paling menguntungkan disbanding
dengan yang lain dan dapat menentang dugaan pemasok bahwa kelayakkan hidup
mereka terancam.

Para pebisnis yang membeli dengan kekuatan yang mereka miliki, mampu
mempengaruhi perusahaan untuk menurunkan harga produk, meningkatkan mutu dan
servis, serta mengadu perusahaan dengan kompetitornya, semua ini dapat menurunkan
laba industri. Kekuatan tawar menawar pembeli ditentukan oleh beberapa faktor yaitu
besarnya jumlah pembelian, ciri produk, kemudahan pembeli beralih ke produk pesaing,
kesempatan integrasi ke belakang, keuntungan yang diperoleh pembeli dan informasi
yang dimiliki oleh pembeli.

- Pemasok

Pemasok yang biasanya disebut juga dengan supplier atau vendor adalah
individu atau perusahaan (baik dalam skala besar atau kecil) yang memiliki kemampuan
untuk menyediakan kebutuhan individu atau perusahaan lain.

Contoh:

- Petani kapas, menghasilkan kapas yang dibutuhkan sebagai bahan baku kain.

- Pabrik kain, menghasilkan kain yang dibutuhkan sebagai bahan baku pakaian.

- Penjahit, menghasilkan pakaian yang dibutuhkan oleh konsumen.

Dalam dunia usaha, pemasok dapat dikategorikan dalam 2 jenis:

1. Pemasok Barang

Individu atau perusahaan yang menghasilkan produk jadi berupa barang.

Contoh: Pabrik kain, akan membutuhkan mesin yang dapat menghasilkan kain. Untuk
itu, diperlukan perusahaan lain yang dapat menghasilkan mesin penghasil kain sebagai
pemasok.

2. Pemasok Jasa

Individu atau perusahaan yang memberikan bantuan tidak dalam bentuk barang
jadi, tetapi dalam bentuk keahlian yang dimiliki.

Contoh: Untuk mengirimkan kain kepada penjahit maka dibutuhkan jasa pengiriman
barang. Individu atau perusahaan yang memiliki keahlian dalam mengirimkan barang
tersebut merupakan pemasok jasa.

Pemasok dapat diidentifikasi dari siapakah, jumlah, kesepakatan, kepentingan,


dan pilihan yang diberikan. Pemasok dapat menekan perusahaan yang ada dalam suatu
industri dengan cara menaikan harga dan menurunkan mutu barang yang dijualnya. Jika
perusahaan tidak dapat menutupi kenaikan biaya melalui struktur harganya,
kemampulabaan perusahaan tersebut dapat menurunkan akibat tindakan pemasok.
Pemasok memiliki tawar-menawar jika:

- Didominasi oleh sedikit perusahaan.

- Produksinya unik dan terdeferensiasi, atau memiliki biaya tukar yang besar

- Industri tersebut bukan pelanggan penting pemasok.

- Pemasok memperlihatkan ancaman untuk melakukan integrasi kehilir


sehingga membatasi kemampuan industri untuk memperbaiki syarat-syarat
dalam perjanjian pembeliannya

- Pemasok tidak perlu bersaing dengan produk lain untuk menjual produknya ke
industri tersebut

Biasanya sedikit jumlah pemasok, semakin penting produk yang dipasok, dan
semakin kuat posisi tawarnya. Demikian juga dengan kekuatan keempat yaitu kekuatan
tawar pembeli ,dimana kita bisa melihat bahwa semakin besar pembelian, semakin
banyak pilihan yang tersedia bagi pembeli dan pada umumnya akan membuat posisi
pembeli semakin kuat. Kekuatan yang terakhir adalah soal produk –produk substitusi,
seberapa banyak produk substitusi di pasar. Ketersedian produk substitusi yg banyak
akan membatasi keleluasaan pemain dalam industri untuk menentukan harga jual
produk.

Daya tawar dari pemasok juga digambarkan sebagai pasar input. Pemasok bahan
baku, komponen, tenaga kerja, dan jasa (seperti keahlian) kepada perusahaan dapat
menjadi sumber kekuatan di perusahaan, ketika ada beberapa pengganti. Pemasok dapat
menolak untuk bekerja sama dengan perusahaan, atau, misalnya, muatan berlebihan
harga tinggi untuk sumber daya yang unik.