Anda di halaman 1dari 8

BAB 6

DENSITAS TANAH KERING


(BULK DENSITY)

6.1 Maksud dan Tujuan


6.1.1 Maksud
Adapun maksud dari praktikum ini adalah agar kita dapat

mengetahui lebih jauh tentang bulk density itu sendiri serta jenis tanah

apa yang cocok untuk bidang keteknikan serta lahan pertanian

sehubungan dengan tingkat Bulk Density.

6.1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui tentang

berat isi tanah (bulk density), mampu menghitung bulk density pada

sample tanah utuh, serta faktor – faktor yang mempengaruhinya.

31
6.2 Dasar Teori
Bulk density menunjukkan perbandingan dengan volume antara berat tanah

kering dengan volume tanah termasuk pori-pori tanah. Bulk density merupakan

kepadatan tanah. Makin padat suatu tanah makin tinggi bulk density, yang berarti

makin sulit meneruskan air atau ditembus akar tanaman. Pada umumnya Bulk

Density berkisar dari 1,1 – 1,6 g/cc. Bulk Density penting untuk menghitung

kebutuhan pupuk atau air untuk tiap-tiap hektar tanah, yang didasarkan pada berat

tanah per hektar (Hardjowigeno, 2007).

Tanah organik memiliki bulk density yang sangat rendah jika dibandingkan

dengan tanah mineral.Variasi-variasi ada tergantung pada keadaan bahan organik

dan kandungan air pada waktu pengambilan cuplikan untuk menentukan bulk

density. Nilai-nilai yang berkisar dari 0,1 sampai 0,6 gram per sentimeter kubik

adalah biasa (Foth, 2000).

Bahan organik memperkecil berat isi tanah karena bahan organik jauh lebih

ringan daripada mineral.Berat isi ditentukan oleh porositas dan padatan

tanah.Tanah yang bertekstur halus mempunyai berat isi yang lebih rendah dari

pada tanah berpasir (Pairunan, dkk, 2005). Factor yang mempengaruhi bulk

density yakni :

a. Tekstur Tanah

Tekstur tanah mempengaruhi bulk density di dalam tanah, yang memiliki

tekstur beliat mempunyai bulk density yang kecil dan tanah yang teksturnya

berpasir mempunyai nilai bulk density besar. Semakin baik tekstur tanah (tekstur

berliat) maka tanah tersebut baik digunakan sebagai lahan pertanian. Ini

32
dikarenakan air akan mudah meneruskan air dan tanah akan mudah ditembus

oleh akar tanaman (Hardjowigeno, 2007).

b. Struktur Tanah

Kerapatan volume ditetapkan dalam g/cm maka kerapatan isi lapisan

berstruktur halus biasanya berkisar 1,0 – 1,3, sedangkan jika tekstur tanah itu

kasar, maka kisaran itu selalu diantara 1,3 – 1,8. Semakin berkembang struktur

tanah lapisan oleh yang bertekstur biasanya memiliki nilai berat jenis palsu yang

rendah, dibandingkan pada tanah-tanah berpasir.Semakin remah struktur tanah

maka semakin rendah presentasi bulk density tanah tersebut (Hardjowigeno,

2007).

c. Bahan Organik

Bahan organik juga dapat memperkecil kerapatan isi berat isi tanah.

Presentasi bulk density akan besar apabila bahan organik yang terdapat pada

tanah tersebut sedikit,dan begitupun sebaliknya (Hardjowigeno, 2007).

Tanah-tanah organik memiliki kerapatan massa yang sangat rendah dibanding

dengan tanah-tanah mineral. Variasi-variasi yang ada perlu diperhatikan

tergantung pada bahan organik dan kelembaban tanah.Berat isi menggambarkan

keadaan, struktur dan porositas tanah.Pengaruh sifat-sifat fisik tanah tersebut

dapat dinilai dari kaitan-kaitan pertumbuhan tanaman dengan berat isi

tanah.Bahan organik memperkecil berat isi karena bahan organik jauh lebih

ringan daripada mineral, dan bahan organik memperbesar porositas tanah

33
(Buckman, dkk, 1992). Adapun persamaan yang digunakan untuk pengukuran

nilai bulk density adalah,


= , = −

Keterangan:
= Bulk Density (kg/m3)
M = mass of sample (g)
3
V = Volume of sample (cm )

6.3 Metodologi penelitian


Metode yang digunakan merupakan metode pengambilan sampel tanah.
6.3.1 Alat dan Bahan
Alat :
a. Tabung cylinder (tabung potato)
b. Cawan
c. Oven
d. Neraca digital
e. Penggaris
f. Plastic

Bahan :

a. Sampel Tanah

34
Gambar 4.1 Foto Alat dan Bahan Praktikum Bulk Density

Gambar 4.2 Foto sampel tanah sebelum dan sesudah dioven

6.3.2 Langkah Kerja


a. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk pengujian.
b. Timbang berat tabung silinder, ukur panjang tabung, dan luas permukaan
tabung.
c. Masukkan sampel tanah kedalam tabung hingga tabung terisi penuh atau
berat ± 100 gram.

35
d. Kemudian oven sampel dengan menggunakan cawan selama 2 hari.
e. Hitung massa sampel dan kemudian cari nilai bulk density dengan persamaan bulk
density.
6.4 Hasil Penelitian

36
6.4.2 Pembahasan

Berdasarkan data pengamatan, dapat diperoleh nilai moisture content yaitu

Pada lokasi Pertama yaitu di WS Teknik UIR didapat sampel 1 yaitu 0,027 %,

sampel 2= 0,032 %, sampel 3= 0,634%, dan sampel ke-empat pada kedalaman 4

meter didapat nilai 0,633%, lokasi kedua tepatnya di Pertanian UIR, didapatkan

nilai moisture content dengan rata-rata 0,025%, terdiri dari 4 sampel yaitu pada

sampel 1=0,04, 2=0,02, 3=0,02, dan 4=0,019. Di lokasi GOR panahan sample

1=1,3% ,sample 2=1,9% ,sample 3=1,3%. Rata-rata bernilai 1,5%.

Factor yang mempengaruhi berat isi tanah adalah besarnya ruang pori
tanah.Semakin besar ruang pori total tanah akan semakin kecil berat isi tanah, tanah
3
berpasir dan lempung berpasir umurnya berkisar 1,2-1,89/ . Sedangkan tanah yang
3
lebih halus antara 1.0-1.69/ .
Factor yang mempengaruhi bulk density adalah struktur ,kadar air,bahan
organic dan tekstur, tanah bertekstur liat dan granular mempunyai bobok antara
3
1.0/1.9 g/ . Bahan organic mempunyai berat isi dari tanah karena bahan ini
lebih ringan dari mineral, kemudian bahan organic juga turut memperbesar pori.

37
6.5 Kesimpulan dan Saran

4.5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum, maka diperoleh nilai Bulk Density pada tanah

3
adalah 3614,68 kg/m . Nilai bulk density dipengaruhi beberapa factor

diantaranya padatan tanah, pori-pori tanah, struktur, tekstur, bahan organic, serta

pengolahan tanah

4.5.2 Saran
Berdasarkan nilai bulk density yang diperoleh tanah pada area penelitian
cocok untuk bidang pertaniian namun tidak bagus untuk dibangun konstruksi
bangunan.

38