Anda di halaman 1dari 3

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Definisi dan Pengertian Jujur

Pengertian jujur dilihat dari segi bahasa adalah mengakui, berkata, atau pun memberi suatu
informasi yang sesuai dengan apa yang benar-benar terjadi/kenyataan. Dari segi bahasa, jujur
dapat disebut juga sebagai antonim atau pun lawan kata bohong yang artinya adalah berkata
tau pun memberi informasi yang tidak sesuai dengan kebenaran.

Jika diartikan secara lengkap, maka jujur merupakan sikap seseorang ketika berhadapan
dengan sesuatu atau pun fenomena tertentu dan menceritakan kejadian tersebut tanpa ada
perubahan/modifikasi sedikit pun atau benar-benar sesuai dengan realita yang terjadi. Sikap
jujur merupakan apa yang keluar dari dalam hati nurani setiap manusia dan bukan merupakan
apa yang keluar dari hasil pemikiran yang melibatkan otak dan hawa nafsu.

2.2 Contoh Prilaku/Sikap Jujur

Berikut beberapa contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari di dalam lingkungan
keluarga, sekolah dan masyarakat:

1. Lingkungan Keluarga

 Berkata dengan terus terang apabila kita telah melakukan kesalahan seperti
memecahkan gelas/piring.
 Mengembalikan uang kembalian belanjaan sebagaimana seharusnya.
 Tidak mengambil uang yang seharusnya dibayarkan untuk SPP.
 Menyampaikan hasil ujian/ulangan kepada orang tua apa adanya.
 Tidak berpura-pura tidur saat dimarahi orang tua.

2. Lingkungan Sekolah

 Berkata jujur, membayar harga barang yang dibeli sesuai harga.


 Tidak menyontek ketika ujian sedang berlangsung.
 Mengembalikan buku pinjaman dari perpustakaan sesuai dengan tenggang waktu
yang telah di tentukan.
 Bertanya kepada guru apabila belum memaahami materi yang disampaikan.
 Tidak suka membuat alasan bohong ketika teman tidak masuk sekolah, padahal
temanya membolos.

3. Lingkungan Masyarakat

 Berjualan makanan menggunakan bahan-bahan yang halal.


 Mematuhi dan tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas saat berkendara.
 Saat berjualan, tidak melebihkan takaran timbangan harga.
 Ketika terkena tiang, tidak melakukan suap kepada polisi.

2.3 Manfaat Perilaku Jujur

 Memiliki perasaan enak dan hati yang tenang, karena tidak takut akan di ketahui
kebohongannya.
 Mendapatkan keberkahan dalam usahanya.
 Mendapat suatu pahala seperti pahala orang syahid di jalan Allah SWT.
 Selamat dari bahaya. Orang yang jujur walaupun awalnya ia merasa berat, akan tetapi
pada akhirnya dia akan selamat dari berbagai bahaya.
 Dijamin masuk syurga.
 Dicintai oleh Allah SWT dan rosul-Nya serta di senangi manusia.

2.4 Tingkatan Kejujuran

Ada 3 tingkata kejujuran, antara lain :


a. Kejujuran dalam ucapan, yaitu kesesuaian ucapan dengan kenyataan.
b. Kejujuran dalam perbuatan, yaitu kesesuaian antara ucapan dan perbuatan.
c. Kejujuran dalam niat, yaitu kejujuran tertinggi dimana ucapan dan perbuatan
semuanya hanya untuk Allah.

2.5 Melatih Diri Bersikap Jujur

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melatih diri bersikap jujur, antara lain:
a. Berpikir jujur
Jangan pernah berpikir tentang hal-hal yang berbau ketidakjujuran.
b. Sadari akibat ketidakjujuran
Kita harus sadar akibat buruk yang mungkin akan muncul jika kita tidak jujur. Kesadaran
itulah yang membuat seseorang berpikir dua kali untuk melakukan ketidakjujuran.
c. Mengakui kebohongan
Mengakui semua kebohongan yang pernah kita lakukan di masa lalu mungkin memang
bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Tetapi, jika tekad untuk merubah kebiasaan
berbohong sudah sangat kuat, cobalah untuk mengakui kebohongan ataupun hal-hal yang
kita sembunyikan selama ini.
d. Berlatih teknik jujur
Teknik di sini adalah cara bagaimana kita mengatakan hal yang jujur itu dengan kata-
kata yang diperhalus, serta tidak menyebutkan hal-hal yang sifatnya pribadi kepada
orang lain.