Anda di halaman 1dari 9

Nama : Farah Fatimatuzzahro’

NIM : 180341617530
S1 Pendidikan Biologi 2018

LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA SISTEM OTOT

1. Jelaskan protein (kontraktil) yang menyusun otot!


2 Teori kontraksi otot yang diterima pada saat ini adalah teori pergeseran filament
(sliding filament theory)? Jelaskan bagaimana prosesnya!
3 Jelaskan kontraksi sel otot mengikuti fenomena “all or none” sedangkan kontraksi
otot rangka tidak demikian!
4 Jelaskan peranan ATP dan fosfagen dalam kontraksi otot!
5 a. Jelaskan perbedaan struktur otot polos dan otot lurik
b Apa yang dimaksud dengan twich contraction, gelombang sumasi dan tenatus?
6 a Prinsip “all or none “ selain dikenal pada pembentukan potensial aksi sel saraf juga
juga pada kontraksi sel otot. Jelaskan prinsip “all or none disertai grafik pada ael otot
lurik.
b Jaringan otot (biasa disebut otot) tidak mengikuti prinsip “all or none tetapi mengikuti
kontraksi bertingkat. Jelaskan disertai gambar
7 a Jelaskan perbedaan struktur otot polos dan otot lurik
b Apa yang dimaksud dengan motor unit? Berikan penjelasan!
c Apa yang dimaksud dengan twich contraction, gelombang sumasi dan tenatus?
8 a Jelaskan perbedaan antara otot rangka, otot polos unit tunggal, otot polos unit jamak
dan otot jantung
b Jelaskan mengapa otot jantung tidak mudah lelah seperti otot rangka.
Jawaban :
1. Setiap serabut otot, mengandung miofibril yang tersusun oleh 1500 filamen miosin yang
berlekatan dan 3000 filamen aktin, yang merupakan molekul protein polimer besar yang
bertanggung jawab untuk kontraksi otot sesungguhnya. Molekul miosin terdiri atas
enam rantai polipeptida dua rantai berat dengan berat
molekul kira-kira 200.000, dan empat rantai ringan
dengan berat molekul sekitar 20.000. dua rantai berat
saling melilit satu sama lain untuk membentuk heliks ganda, yang
disebut ekor molekul miosin. Salah satu ujung dari
masing-masing rantai melipat secara bilateral ke dalam
suatu struktur polipeptida globular disebut kepala
miosin.
Filamen aktin terdiri atas molekul G-aktin terpolimerisasi. Pada setiap G-aktin
melekat satu molekul ADP yang merupakan bagian aktif pada filamen aktin yang
berinteraksi dengan jembatan silang filamen miosin untuk menimbulkan kontraksi otot.
Bagian aktif pada kedua untai F-aktin dan heliks diatur bergantian, membentuk satu
tempat aktif di seluruh filamen aktin.
Filamen aktin juga mengandung protein lain, yaitu tropomiosin. Molekul tersebut
terbungkus secara spiral mengelilingi sisi heliks F-aktin.
Pada keadaan istirahat, molekul tropomiosin terletak pada
bagian atas tempat aktif untai aktin, sehingga
tidak dapat terjadi penarikan antara filamen aktin
dan miosin untuk menimbulkan kontraksi. Masih
ada protein lain yang melekat di sepanjang sisi
molekul tropomiosin, yaitu troponin. Molekul
ini merupakan icompleks yang terdiri atas tiga
subunit protein yang terikat secara longgar, yang masing-masing memiliki peran spesifik
pada pengaturan kontaksi otot. Troponin I mempunyai afinitas yang kuat k=terhadap aktin,
troponin T terhadap tropomiosin, dan troponin C terhadap ion-ion kalsium (Ca2+). Ketika
troponin tidak terikat dengan Ca2+, protein ini menstabilkan tropomiosun dalam posisinya
menutupi tempat pengikatan jembatan silang di aktin. Ketika Ca2+ berikatan dengan
troponin, bentuk protein ini berubah sedemikian rupa sehingga tropomiosin terlepas dari
posisinya yang menutupi jembatan silang. Dengan tropomiosin tersingkir, aktin dan
miosin dapat berikatan dan berinteraksi di jembatan silang, menyebabkan kontaksi otot.
Tropomiosin dan troponin sering disebut protein regulatorik karena perannya dalam
menutupi (mencegah kontraksi) atau memajankan (memungkinkan kontraksi) tempat
pengikatan untuk interaksi jembatan silang antara aktin dan miosin.

2. Pada keadaan relaksasi, ujung-ujung filamen aktin yang memanjang dari dua lempeng Z
yang berurutan sedikit saling tumpang tindih satu sama lain. Sebaliknya, pada keadaan
kontraksi, filamen aktin dikedua sisi sarkomer tertarik/bergeser kedalam di antara filamen
miosin, sehingga ujung-ujungnya saling tumpang tindih satu sama lain dengan
pemanjangan yang maksimal. Lempeng Z juga ditarik oleh filamen aktin sampai ke ujung
filamen miosin. Jadi, kontraksi otot terjadi dengan mekanisme pergeseran filamen.
Zona H dibagian tengah pita A yang tidak dicapai oleh
filamen tipis/aktin, menjadi lebih kecil
ketika filamen aktin saling mendekati
saat mereka bergeser semakin ke arah dalam.
Pita I yang terdiri dari filamen aktin yang tidak
bertumpang tindih dengan filamen miosin,
menyempit ketika filamen aktin semakin
bertumpang tindih dengan filamen
miosin sewaktu pergeseran tersebut.

3. Semua sel otot berkontraksi menurut prinsip “all or none”, artinya bila suatu sel otot diberi
stimulus yang cukup kuat (stimulus ambang/minimal atau atas ambang/supraminimal),
maka sel otot akan berkontraksi dengan kekuatan kontraksi yang penuh, sedangkan
stimulus bawah ambang (subminimal) tidak akan menghasilkan konraksi samasekali.
Stimulus bawah ambang dapat menimbulkan kontraksi apabila diberikan dengan cara
penjumlahan (sumasi), artinya beberapa stimulus bawah ambang bila dikenakan pada otot
berkali-kali dengan cepat, maka otot akan berkontraksi. Prinsip all or none juga berlaku
pada kontraksi otot jantung.
Berbeda dengan sel otot, maka kontraksi otot atau jaringan tidak mengikuti prinsip
all or none. Artinya otot akan berkontraksi lebih kuat apabila stimulus yang mengenainya
kuat, dan berkontraksi lebih lemah bila stimulus yang mengenainya lebih lemah. Kontraksi
otot demikian disebut kontraksi bertingkat (grading contraction), yaitu pada kontraksi otot
rangka (Soewolo, 2000).

4. Dalam proses kontraksi otot ATP berfungsi sebagai sumber energi siap pakai. Energi ATP
akan dibebaskan melalui reaksi yang dikatalisis oleh enzim ATP-ase. Reaksinya sebagai
berikut :
ATP-ase
ATP ADP + H3PO4 + energi untuk kontraksi + energi panas ........(1)
Pada proses ini selain energi untuk kontraksi, dihasilkan juga energi panas, sehingga pada
saat terjadi aktivitas otot, suhu tubuh akan meningkat. Selain ATP, di dalam otot tersimpan
senyawa fosfat berenergi tinggi lain yang disebut fosfagen yang dapat berupa fosfokreatin,
fosforilarginin, fosforiltaurosiamin, fosforilglikosianin, atau fosforilambrisin. Apabila satu
dan lain hal persediaan ATP dalam otot menipis, misalnya pada saat olah raga dalam waktu
lama, maka sumber energi dapat diperoleh dari fosfagen. Fosfagen akan memberikan
gugus fosfatnya kepada ADP untuk resistensi ATP. Sebagai contoh fosfagen, kita ambil
fosfokreatin, reaksinya dapat digambarkan sebagai berikut :
kreatin fosfokinase
Fosfokreatin + ADP Kreatin + ATP......................(2)
Reaksi (2) ini dapat berlangsung bolak balik, sehingga apabila ATP diproduksi berlebihan,
maka banyak fosfokreatin dihasilkan dan disimpan dalam otot. Apabila otot bekerja keras
dalam waktu lama, mungkin pasok oksigen ke otot menjadi kurang dan tidak mencukupi
untuk oksidasi glukosa secara sempurna. Jika hal ini terjadi, maka otot akan mendapatkan
energinya sebagian besar dari glikolisis anaerob, dalam keadaan semacam ini dikatakan
otot “menghutang” oksigen. Selama glikolisis, glukosa didegradasi menjadi asam laktat
dengan menghasilkan energi. Perlu diketahui bahwa energi dari dlikolisis ini tidak
digunakan oleh otot secara langsung untuk kontraksi, tetapi digunakan untuk mensintesis
kembali fosfokreatin. Persamaan reaksinya sebagai berikut :

Glukosa asam laktat + energi untuk sintesis fosfokreatin (anaerob).....(3)

Jika otot berkontraksi dalam waktu yang lama, maka dapat terjadi kelelahan. Ini berkaitan
dengan menurunnya jumlah ATP, glikogen, dan fosfokreatin, sedangkan ADP, AMP dan
asam laktat meningkat kadarnya. Dalam keadaan semacam ini ATP dapat diperoleh dengan
mengubah ADP menjadi ATP dengan bantuan miokinase dan Mg ++, dengan reaksinya
sebagai berikut :
miokinase
2 ADP ATP + AMP ......................(4)
Mg++
Beberapa ATP-ase otot diaktifkan oleh Ca ++, beberapa yang lain diaktifkan oleh Mg ++.
ATP-ase pada miosin otot bergaris melintang pada Vertebrata diaktifkan oleh Ca ++ dan
dihambat oleh Mg++ pada pH optimum 7,0. ATP-ase lain dalam otot diaktifkan oleh Mg ++
dan mempunyai pH optimum 7,0. Setelah otot berkontraksi maka 1/5 dari asam laktat
yang tertimbun akan dioksidasi menjadi H2O + CO2 dan energi yang dilepas digunakan
mengubah 4/5 asam laktat menjadi glikogen yang selanjutnya disimpan dalam otot.

Reaksinya sebagai berikut :


1/5 Asam laktat = O2 H2O + CO2 + Energi
Asam laktat Glikogen .......(5)
5. .
6. .
7.
8. a) Ketiga jenis otot dikelompokkan ke dalam dua cara berbeda berdasarkan ciri-ciri umum.
(1) Otot rangka dan otot jantung adalah otot lurik sementara otot polos tidak memiliki
gambaran lurik. (2) Otot rangka bersifat volunter, sedangkan otot jantung dan otot polos
involunter.

Otot Rangka
 Otot rangka dibentuk oleh berkas-berkas sel otot silindris panjang,yang dikenal
sebagai serat otot, yang dibungkus dalam jaringan ikat. Serat-serat otot dikemas
bersama miofibril, setiap miofibril terdiri dari tumpukan set filamen tebal dan tipis
bergantian dan sedikit tumpang tindih. Susunan ini menyebabkan serat otot rangka
tampak bergaris-garis pada pemeriksaan mikraskopik, yang terdiri dari pita A gelap
dan pita I terang bergantian. Satu sarkomer, area di antara dua garis Z, adalah unit
fungsional otot rangka.
 Filamen tebal terdiri dari protein miosin. Jembatan silang yangterbentuk dari kepala
globular malekul miosin menonjol dari setiap filamen tebal menuju filamen tipis di
sekitarnya.
 Filamen tipis terutama terdiri dari protein aktin, yang dapat berikatan dan
berinteraksi dengan jembatan silang miosin untuk menghasilkan kontraksi. Pada
keadaan istirahat dua protein regulatorik, tropomiosin dan troponin, terletak
melintang di permukaan filamen tipis untuk mencegah interaksi jembatan silang
ini.

Otot Polos

 Sel otot polos berbentuk gelendong dan jauh lebih kecil daripada serat otot rangka.
Filamen tebal dan tipis otot polos tersusun secara diagonal dalam kisi-kisi
berbentuk berlian dan bukan berjalan paralel sehingga serat otot polos tidak
tampak lurik.

 Otot polos multiunit bersifat neurogenik, memerlukan rangsangan setiap serat otot
oleh pasokan saraf autonomnya untuk memulai kontraksi. Otot polos unit tunggal
bersifat miogenik; otot ini dapat memuiai sendiri kontraksinya. Beberapa sel
nonkontraktil yang khusus dan terangsang sendiri pada otot polos unit tunggal
fasik secara spontan berdepolarisasi ke ambang akibat potensial pemacu
(pergeseran spontan ke ambang) atau potensiai gelombang lambat (perubahan
ayunan potensial spontan depolarisasi dan hiperpolarisasi bergantian). Ketika
ambang tercapai dan potensial aksi dimulai, aktivitas listrik ini menyebar melalui
taut celah ke sel kontraktil sekitar di dalam sinsitium fungsionalnya, sehingga
seluruh otot polos terangsang dan berkontraksi sebagai satu unit.
 Otot polos multiunit memperlihatkan sifat-sifat yang terletak di antara otot rangka
dan otot polos unit tunggal. Seperti diisyaratkan oleh namanya, suatu otot polos
multiunit terdiri dari banyak unit diskret yang berfungsi independen satu sama lain
dan harus dirangsang secara terpisah oleh saraf agar berkontraksi, serupa dengan
unit motorik otot rangka. Karena itu, aktivitas kontraktil di otot rangka dan otot
polos multiunit bersifat neurogenik ("dihasilkan oleh saraf"). Hal ini berarti bahwa
kontraksi di kedua jenis otot ini dimulai hanya sebagai respons terhadap stimulasi
oleh saraf yang menyarafi otot tersebut. Semua otot polos multiunit bersifat
fasik,berkontraksi hanya jika dirangsang oleh saraf Sementara otot rangka disarafi
oleh sistem saraf somatik volunter (neuran motorik), sel otot polos multiunit (serta
unit tunggal) disarafi oleh sistem saraf autonom involunter. Otot polos multiunit
ditemukan di (1) dinding pembuluh darah besar; (2) saluran napas halus di paru;
(3) otot mata yang menyesuaikan lensa untuk melihat dekat atau jauh; (4) iris mata,
yang mengubah ukuran pupil untuk menyesuaikan fumlah cahaya yang masuk ke
mata; dan (S) dasar folikel rambut, yang kontraksinya menyebabkan "bulu roma
berdiri".
 Sebagian besar otot polos adalah otot polos unit tunggal, yang juga dinamai otot
polos viseral, karena ditemukan di dinding organ-organ berongga atau visera
(sebagai contoh, saluran cerna, reproduksi, dan kemih serta pembuluh darah halus).
Kata otot polos unit tunggal berasal dari kenyataan bahwa serat-serat otot yang
membentuk jenis otot ini tereksitasi dan berkontraksi sebagai satu unit. Serat-serat
otot pada otot polos unit tunggal secara elektris terhubung oleh taut celah. Ketika
suatu potensial aksi timbul di mana saja di dalam suatu lembaran otot polos unit
tunggal, potensiai tersebut cepat disebarkan melalui titik-titik kontak elektris
khusus ini ke seluruh kelompok sel yang terhubung, yang kemudian berkontraksi
sebagai satu unit yang terkoordinasi. Kelompok sel yang saling terhubung tersebut
yang secara elektris dan mekanis bertungsi sebagai satu unit disebut sebagai
sinsitium fungsional (jamak, sinsitin; sin artinya "bersama"; sit artinya "sel").
Anda dapat memahami pentingnya susunan ini dengan mengetahui peran uterus
selama persalinan. Sel-sel otot yang membentuk dinding uterus bekerja sebagai
suatu sinsitium fungsional. Sel-sel ini secara berulang mengalami eksitasi dan
berkontraksi sebagai satu kesatuan selama persalinan, meng-hasilkan serangkaian
"dorongan" terkoordinasi yang akhirnya menyebabkan bayi keluar. Kontraksi
independen tak- terkoordinasi masing-masing sel otot di dinding uterus tidak dapat
menghasilkan tekanan seragam ang dibutuhkan untuk mengeluarkan bayi.
 Kontraksi otot polos bersifat lambat dan efisien dari segi energi sehingga jenis otot
ini dapat melakukan kontraksi jangka panjang tanpa kelebihan. Sifat hemat ini,
disertai oleh kenyataan bahwa otot polos unit tunggal dapat berada dalam berbagai
panjang tanpa banyak mengalami perubahan tegangan, menyebabkan otot polos
unit tunggal sangat cocok untuk membentuk dinding organ berongga yang dapat
teregang.

Otot Jantung
Otot jantung hanya ditemukan di jantung. Otot ini memiliki serat lurik yang sangat
terorganisasi seperti otot rangka. Seperti otot polos unit tunggal, sebagian serat otot
jantung yang khusus dan dapat terangsang sendiri dapat menghasilkan potensial aksi, yang
menyebar ke seluruh jantung melalui bantuan taut celah. Hal yang khas bagi otot jantung
adalah bahwa serat-serat otot jantung disatukan dalam suatu anyaman bercabang, dan
potensial aksi otot jantung berlangsung lebih lama sebelum mengalami repolarisasi.
Perincian lebih lanjut dan pentingnya ciri-ciri otot jantung di atas dibahas di bab
selanjutnya.
b) Karena FiLamen tipis jantung mengandung troponin dan troprnitiosin, yang
merupakan tempat kerja Ca2+ dalam mengaktifkan aktivitas jembatan silang, seperti di otot
rangka. Juga seperti otot rangka, otot jantung memiliki hubungan panjang-tegangan yang
jelas. Selain itu otot jantung adalah bahwa serat-serat otot jantung disatukan dalam suatu
anyaman bercabang, dan potensial aksi otot jantung berlangsung lebih lama sebelum
mengalami repolarisasi.