Anda di halaman 1dari 29

KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,karena berkat
rahmat dan petunjuk Nya lah, penyusunan Tugas Makalah Sains Fisika (Bio Termik ) ini dapat
terselesaikan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini, kami menjelaskan tentang kalor,Asas
black,Metabolisme,kalor jenis dan kapiler kalor.

Semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca. Dan apabila dalam penulisan makalah ini
terdapat kesalahan yang tidak berkenan di hati pembaca,kami selaku penulis mengharapkan
saran dan diaannya untuk memaafkan.
BioMekanika (Dasar Gerak & Gaya Tubuh)
Biomekanika
Biomekanika adalah disiplin sumber ilmu yang mengintegrasikan faktor-faktor yang
mempengaruhi gerakan manusia, yang diambil dari pengetahuan dasar fisika, matematika, kimia,
fisiologi, anatomi dan konsep rekayasa untuk menganalisa gaya yang terjadi pada tubuh.

Dasar Gerak & Gaya Tubuh

Hukum Newton tentang Gerak

Hubungan fundamental pada mekanika klasik tercakup dalam hukum tentang gerak yang
dikemukakan oleh Isaac Newton, seorang ilmuwan Inggris. Newton sangat berjasa dalam
mempelajari hubungan antara gaya dan gerak.

Hukum 1.

Sebuah benda terus berada pada keadaan awalnya yang diam atau bergerak dengan
kecepatan konstan kecuali benda itu dipengaruhi oleh gaya yang tak seimbang, atau gaya luar
neto.
Secara sederhana Hukum Newton I mengatakan bahwa perecepatan benda nol jika gaya total
(gaya resultan) yang bekerja pada benda sama dengan nol. Secara matematis dapat ditulis.

F neto = 0

Tubuh yang diam akan tetap diam, dan tubuh yang bergerak akan tetap bergerak dalam
kecepatan yang konstan, kecuali dipengaruhi oleh gaya yang tidak seimbang.

Jika seseorang berada dalam bus yang berjalan dan tiba-tiba mengerem, mungkin orang tersebut
bisa terpelanting dan berkata ”aku terlempar ke depan !”, padahal itu adalah inersia yang
menyebabkan ke depan berlanjut walau bus telah berhanti.
Hukum 2.

percepatan sebuah benda (a) berbanding terbalik dengan massanya (m) dan sebanding dengan
gaya neto (F) yang bekerja padanya :

F = ma

Sekarang kita lakukan percobaan, Kali ini massa bendanya divariasi tetapi gayanya
dipertahankan tetap sama. Jika massa benda diperbesar 2 kali, ternyata percepatannya menjadi ½
kali. Kita bisa simpulkan bahwa percepatan suatu benda berbanding terbalik dengan massa benda
itu.

Massa adalah sifat intrinsik dari sebuah benda yang menyatakan resistensinya terhadap
percepatan. Massa sebuah benda dapat dibandingkan dengan massa benda lain dengan
menggunakan gaya yang sama pada masing-masing benda dan dengan mengukur percepatannya.
Dengan demikian rasio massa benda-benda itu sama dengan kebalikan rasio percepatan benda-
benda itu yang dihasilkan oleh gaya yang sama : m = F/m
Massa sebuah benda tidak tergantung pada lokasi benda.

Seorang tenaga medis yang kesulitan memindahkan troli yang berat, mungkin akan meminta
bantuan sejawatnya, untuk menghasilkan gaya yang lebih besar, sehingga pergerakan troli dari
keadaan diam menjadi bergerak (percepatan) yang dihasilkannya lebih besar atau troli lebih
mudah dipindahkan.

Hukum 3.

Gaya-gaya selalu terjadi berpasangan. Jika benda A, mengerjakan sebuah gaya pada benda B,
gaya yang sama besar dan berlawanan arah dikerjakan oleh benda B pada benda A.

F aksi = F reaksi
F aksi = gaya yang bekerja pada benda
F reaksi = gaya reaksi benda akibat gaya aksi

Saat berjalan, hentakan kaki atau sepatu ke permukaan lantai biasanya mengartikan bahwa orang
tersebut menekankan kakinya ke permukaan lantai dengan gaya reaksi bumi yang sama melalui
lantai pada kaki tersebut.

Hukum ketiga menyatakan bahwa tidak ada gaya timbul di alam semesta ini, tanpa keberadaan
gaya lain yang sama dan berlawanan dengan gaya itu. Jika sebuah gaya bekerja pada sebuah
benda (aksi) maka benda itu akan mengerjakan gaya yang sama besar namun berlawanan arah
(reaksi). Dengan kata lain gaya selalu muncul berpasangan. Tidak pernah ada gaya yang muncul
sendirian!

1.Gaya Berat
Berat sebuah benda adalah gaya tarikan gravitasi antara benda dan bumi. Gaya ini sebanding
dengan massa m benda itu dan medan gravitasi , yang juga sama dengan percepatan gravitasi
jatuh bebas :

Berat benda sifat intrinsik benda.

Berat bergantung pada lokasi benda, karena g bergantung pada lokasi. Gaya berat selalu tegak
lurus kebawah dimana pun posisi benda diletakkan, apakah dibidang horisontal, vertikal ataupun
bidang miring

2.Gaya Normal
Gaya normal adalah gaya yang bekerja pada bidang sentuh antara dua prmukaan yang
bersentuhan, dan arahnya selalu tegak lurus bidang sentuh.

3. Gaya Gesek

Bila dua benda dalam keadaan bersentuhan, maka keduanya dapat saling mengerjakan gaya
gesekan. Gaya-gaya gesekan itu sejajar dengan permukaan benda-benda di titik persentuhan.
Gaya gesek (friksi) sangat penting dalam kehidupan keseharian terutama tubuh.
[1] Salah satu fungsi yang sangat penting dari kantong perikardial yang menyelubungi jantung
adalah untuk menampung cairan perikardial yang menjaga agar membran tetap terpisah dan tidak
saling bergesekan akibat friksi yang berasal dari dentuman jantung.
[2] Cairan sinovial mengurangi friksi dengan cara bertindak sebagai pelumas atau penurun friksi
antara ujung-ujung tulang yang dilapisi kartilago paa sendi sinovial, mis: sendi lutut.
Gaya-gaya pada Tubuh

Pergerakan pada tubuh terjadi karena adanya gaya yang bekerja. Ada gaya
yang bekerja pada tubuh dan gaya yang bekerja di dalam tubuh.
#Gaya pada tubuh >>> dapat kita ketahui ex gaya berat tubuh.
#Gaya dalam tubuh >>> seringkali td disadari ex Gaya otot jantung, gaya otot paru-paru

Gaya pada tubuh ada 2 tipe :


1. Gaya pada tubuh dlm keadaan statis.
2. Gaya pada tubuh dalam keadaan dinamis.

Berikut ini adalah beberapa aspek gaya pada tubuh dalam keadaan statis:

Gaya Berat dan Gaya Otot sebagai Sistem Pengumpil

Tubuh dalam keadaan Statis berarti tubuh dlm keadaan setimbang, jumlah gaya dan momen gaya
yang ada sama dengan nol. Tulang dan otot tubuh manusia berfungsi sebagai sistem pengumpil.

Ada 3 kelas sistem pengumpil :

a. Klas pertama
Titik tumpuan terletak diantara gaya berat dan otot
Contoh: kepala & leher
b. Klas Kedua
Gaya berat diantara titik tumpu dan gaya otot.
contoh: tumit menjinjit
c. Klas Ketiga
Gaya otot terletak diantara titik tumpuan dan gaya berat
Contoh: otot lengan

Gaya paling sering diterapkan untuk menstabilkan ekstremitas yang cedera leher, punggung, atau
area pelvik. Traksi terapeutik didapat dengan memberikan tarikan pada kepala, tubuh atau
anggota gerak menuju sedikitnya dua arah, mis: tarikan traksi dan tarikan traksi lawannya. Gaya
traksi – lawan atau gaya keduanya biasanya berasal dari: >> berat tubuh pasien pada saat
bertumpu atau berat lain

Penerapan Analisa Gaya dalam Terapan Kesehatan

1. Gaya Berat Tubuh & Posisi Duduk yang menyehatkan Tulang Belakang?

Punggung adalah salah satu organ tubuh yang bekerja nonstop selama 24 jam. Dalam keadaan
tidur pun, punggung tetap menjalankan fungsinya untuk menjaga postur tubuh. Punggung
tersusun dari 24 buah tulang belakang (vertebrae), dimana masing-masing vertebrae dipisahkan
satu sama lain oleh bantalan tulang rawan atau diskus. Seluruh rangkaian tulang belakang ini
membentuk tiga buah lengkung alamiah, yang menyerupai huruf S.

Lengkung paling atas adalah segmen servikal (leher), yang dilanjutkan dengan segmen toraks
(punggung tengah), dan segmen paling bawah yaitu lumbar (punggung bawah). Lengkung
lumbar inilah yang bertugas untuk menopang berat seluruh tubuh dan pergerakan.

Berdasarkan data British Chiropractic Association, sekitar 32% populasi dunia menghabiskan
waktu lebih dari 10 jam sehari untuk duduk di depan meja kerja. Separuh dari populasi tenrsebut
tidak pernah meninggalkan meja kerja, bahkan saat makan siang. Sementara itu, dua pertiga
populasi menambah porsi duduk tegak saat berada di rumah.

”Postur tubuh yang baik akan melindungi dari cedera sewaktu melakukan gerakan karena beban
disebarkan merata keseluruh bagian tulang belakang,” ungkap Barbara Dorsch. Postur tubuh
yang baik, lanjut dia, akan dicapai jika telinga, bahu, dan pinggul berada dalam satu garis lurus
ke bawah.

Duduk dalam posisi tegak 90 derajat, kerap menyebabkan timbulnya pergerakan sendi belakang
sehingga posisi tubuh tidak seimbang. Maka itu, posisi duduk santai dengan postur miring 135
derajat adalah posisi terbaik. Dalam posisi ini, tulang belakang akan berada dalam posisi ideal, di
mana tulang belakang bagian bawah akan berbentuk seperti huruf S.

Kelebihan dari posisi ini adalah:


Posisi duduk dengan sudut kemiringan 135 derajat akan memperbaiki sirkulasi darah di bagian
bawah tubuh, sehingga dapat terhindar dari gangguan varises, selulit, dan penggumpalan darah di
kaki serta mengurangi kelelahan di kaki. “Tubuh akan terasa lebih rileks, sehingga mengurangi
terjadinya ketegangan otot,” papar Barbara.
Duduk dengan posisi kemiringan 135 derajat juga akan menghasilkan mobilitas yang lebih baik,
mudah bergerak di atas kursi, dan lebih mudah untuk naik turun kursi.

2.Traksi dalam Praktik Klinik

Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau
gangguan pada tulang dan otot. Tujuan dari traksi adalah untuk menangani fraktur, dislokasim
atau spasme otot dalam usaha untuk memperbaiki deformitas dan mmpercepat penyembuhan.
Ada dua tipe utama dari traksi : traksi skeletal dan traksi kulit, dimana didalamnya terdapat
sejumlah penanganan.
Prinsip Traksi adalah menarik tahanan yang diaplikasikan pada bagian tubuh, tungkai, pelvis
atau tulang belakang dan menarik tahanan yang diaplikasikan pada arah yang berlawanan yang
disebut dengan countertraksi. Tahanan dalam traksi didasari pada hokum ketiga (Footner, 1992
and Dave, 1995). Traksi dapat dicapai melalui tangan sebagai traksi manual, penggunaan talim
splint, dan berat sebagaimana pada traksi kulit serta melalui pin, wire, dan tongs yang
dimasukkan kedalam tulang sebagai traksi skeletal (Taylor, 1987 and Osmond, 1999).

Traksi dapat dilakukan melalui kulit atau tulang. Kulit hanya mampu menanggung beban traksi
sekitar 5 kg pada dewasa. Jika dibutuhkan lebih dari ini maka diperlukan traksi melalui tulang.
Traksi tulang sebaiknya dihindari pada anak-anak karena growth plate dapat dengan mudah
rusak akibat pin tulang. Indikasi traksi kulit diantaranya adalah untuk anak-anak yang
memerlukan reduksi tertutup, traksi sementara sebelum operasi, traksi yang memerlukan beban 5
kg. Akibat traksi kulit yang kelebihan beban di antaranya adalah nekrosis kulit, obstruksi
vaskuler, oedem distal, serta peroneal nerve palsy pada traksi tungkai.
Traksi tulang dilakukan pada dewasa yang memerlukan beban > 5 kg, terdapat kerusakan kulit,
atau untuk penggunaan jangka waktu lama. Kontratraksi diperlukan untuk melawan gaya traksi,
yaitu misalnya dengan memposisikan tungkai lebih tinggi pada traksi yang dilakukan di tungkai.

MEKANIKA TUBUH

1. PENGERTIAN MEKANIKA TUBUH

Mekanika tubuh (Body Mechanic) adalah usaha untuk mengkordinasi sistem musculoskeletal dan
saraf, sehingga individu dapat bergerak, mengangkat, membungkuk, berdiri, duduk, berbaring
dan melakukan akvitas sehari-hari dengan sempurna.

Penggunaan mekanika tubuh yang tepat dapat mengurangi resiko cedera sistem musculoskeletal.
Mekanika tubuh juga tepat memfasilitasi pergerakan tubuh yang memungkinkan mobilisasi fisik
tanpa terjadi ketegangan otot dan penggunaan energi otot yang berlebihan. Hal-hal tersebut
mencakup kesegarisan tubuh (Body Alignment), keseimbangan tubuh dan koordinasi gerakan.

2. PRINSIP MEKANIKA TUBUH

Mekanika tubuh penting bagi perawat dan kliennya.Hal ini mempengaruhi tingkat kesehatan
mereka. Mekanika tubuh yang benar diperlukan untuk mendukung tingkat kesehatan dan
mencegah kecacatan serta untuk menjaga keselamatan klien. Disamping itu, mekanika tubuh
juga bertujuan untuk menghibur pasien yaitu dengan meningkatkan kenyamanan dan kerjasama.
Dalam hal ini, perawat menggunakan berbagai kelompok otot untuk setiap aktivitas
keperawatan, memberikan obat, mengangkat, dan memindahkan klien dan menggerakan objek.
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi biomekanika sangat penting untuk
diterapkan dalam dunia keperawatan, diantarnya mekanika tubuh, traksi, pengaturan posisi, dan
kegarisan tubuh. Dimana seorang perawat harus mengetahui penerapannya

B. SARAN

Kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami harapkan untuk
lebih menyempurnakan makalah ini, agar makalah ini dapat lebih sempurna dan menjadi
pedoman untuk kita semua.
Biotermal : Perpindahan Panas: Konduksi, Konveksi, Evaporasi, Radiasi.
Label: ARSITEKTUR, Panas

Ada empat cara pemindahan panas yakni: [16]

a. Konduksi

Konduksi ialah pemindahan panas yang dihasilkan dari kontak langsung antara permukaan-
permukaan benda. Konduksi terjadi hanya dengan menyentuh atau menghubungkan permukaan-
permukaan yang mengandung panas. Setiap benda mempunyai konduktivitas termal
(kemampuan mengalirkan panas) tertentu yang akan mempengaruhi panas yang dihantarkan dari
sisi yang panas ke sisi yang lebih dingin. Semakin tinggi nilai konduktivitas termal suatu benda,
semakin cepat ia mengalirkan panas yang diterima dari satu sisi ke sisi yang lain.

b. Konveksi

Pemindahan panas berdasarkan gerakan fluida disebut konveksi. Dalam hal ini fluidanya adalah
udara di dalam ruangan.

c. Evaporasi (penguapan)

Dalam pemindahan panas yang didasarkan pada evaporasi, sumber panas hanya dapat kehilangan
panas. Misalnya panas yang dihasilkan oleh tubuh manusia, kelembaban dipermukaan kulit
menguap ketika udara melintasi tubuh.

d. Radiasi.

Radiasi ialah pemindahan panas atas dasar gelombang-gelombang elektromagnetik. Misalnya


tubuh manusia akan mendapat panas pancaran dari setiap permukaan dari suhu yang lebih tinggi
dan ia akan kehilangan panas atau memancarkan panas kepada setiap obyek atau permukaan
yang lebih sejuk dari tubuh manusia itu. Panas pancaran yang diperoleh atau hilang, tidak

dipengaruhi oleh gerakan udara, juga tidak oleh suhu udara antara permukaan-permukaan atau
obyek-obyek yang memancar, sehingga radiasi dapat terjadi di ruang hampa.

Jumlah keseluruhan panas pindahan yang dihasilkan oleh masing-masing cara hampir seluruhnya
ditentukan oleh kondisi-kondisi lingkungan. Umpamanya, udara yang jenuh tak dapat menerima
kelembaban tubuh, sehingga pemindahan panas tak dapat terjadi melalui penguapan.
Pengondisian suatu ruang seharusnya meningkatkan laju kehilangan panas bila para penghuni
terlalu panas dan mengurangi laju kehilangan panas bila mereka terlalu dingin. Tujuan ini
tercapai dengan mengolah dan menyampaikan udara yang nyaman dari segi suhu, uap air
(kelembaban), dan velositas (gerak udara dan pola-pola distribusi). Kebersihan udara dan
hilangnya bau (melalui ventilasi) merupakan kondisi-kondisi kenyamanan tambahan yang harus
dikendalikan oleh sistem penghawaan buatan.

TERMOFISIKA DALAM KEPERAWATAN;TERMODINAMIKA DAN TEMPERATUR

TERMOFISIKA. Temperature suatu sifat yang menentukan apakah sistem Setimbang termal
dengan sitem lainnya ,TEMPERATURKeadaan yang dicapai oleh dua sistem atau lebih sistem
yang dicirikan oleh keterbatasan harga Kordinat sistem itu setelah sistem saling berinteraksi
melalui dinding diatermik.

Termodinamika (bahasa Yunani: thermos = 'panas' and dynamic = 'perubahan') adalah fisika
energi , panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika berhubungan dekat
dengan mekanika statistik di mana banyak hubungan termodinamika berasal.

Pada sistem di mana terjadi proses perubahan wujud atau pertukaran energi, termodinamika
klasik tidak berhubungan dengan kinetika reaksi (kecepatan suatu proses reaksi berlangsung).
Karena alasan ini, penggunaan istilah "termodinamika" biasanya merujuk pada termodinamika
setimbang. Dengan hubungan ini, konsep utama dalam termodinamika adalah proses kuasistatik,
yang diidealkan, proses "super pelan". Proses termodinamika bergantung-waktu dipelajari dalam
termodinamika tak-setimbang.

Karena termodinamika tidak berhubungan dengan konsep waktu, telah diusulkan bahwa
termodinamika setimbang seharusnya dinamakan termostatik.

Hukum termodinamika kebenarannya sangat umum, dan hukum-hukum ini tidak bergantung
kepada rincian dari interaksi atau sistem yang diteliti. Ini berarti mereka dapat diterapkan ke
sistem di mana seseorang tidak tahu apa pun kecual perimbangan transfer energi dan wujud di
antara mereka dan lingkungan. Contohnya termasuk perkiraan Einstein tentang emisi spontan
dalam abad ke-20 dan riset sekarang ini tentang termodinamika benda hitam. Konsep dasar
dalam termodinamika

Pengabstrakkan dasar atas termodinamika adalah pembagian dunia menjadi sistem dibatasi oleh
kenyataan atau ideal dari batasan. Sistem yang tidak termasuk dalam pertimbangan digolongkan
sebagai lingkungan. Dan pembagian sistem menjadi subsistem masih mungkin terjadi, atau
membentuk beberapa sistem menjadi sistem yang lebih besar. Biasanya sistem dapat diberikan
keadaan yang dirinci dengan jelas yang dapat diuraikan menjadi beberapa parameter. Dari
prinsip-prinsip dasar termodinamika secara umum bisa diturunkan hubungan antara kuantitas
misalnya, koefisien ekspansi, kompresibilitas, panas jenis, transformasi panas dan koefisien
elektrik, terutama sifat-sifat yang dipengaruhi temperatur.

Sistem termodinamika

Sistem termodinamika adalah bagian dari jagat raya yang diperhitungkan. Sebuah batasan yang
nyata atau imajinasi memisahkan sistem dengan jagat raya, yang disebut lingkungan. Klasifikasi
sistem termodinamika berdasarkan pada sifat batas sistem-lingkungan dan perpindahan materi,
kalor dan entropi antara sistem dan lingkungan.

Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungan:

sistem terisolasi: tak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan lingkungan. Contoh dari
sistem terisolasi adalah wadah terisolasi, seperti tabung gas terisolasi.

sistem tertutup: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran benda
dengan lingkungan. Rumah hijau adalah contoh dari sistem tertutup di mana terjadi pertukaran
panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan. Apakah suatu sistem terjadi
pertukaran panas, kerja atau keduanya biasanya dipertimbangkanh sebagai sifat pembatasnya:
pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas.

pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.sistem terbuka: terjadi pertukaran energi
(panas dan kerja) dan benda dengan lingkungannya. Sebuah pembatas memperbolehkan
pertukaran benda disebut permeabel. Samudra merupakan contoh dari sistem terbuka.

Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti
ada terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan gravitasi. Dalam
analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang keluar dari
sistem.

Keadaan termodinamika

Ketika sistem dalam keadaan seimbang dalam kondisi yang ditentukan, ini disebut dalam
keadaan pasti (atau keadaan sistem).Untuk keadaan termodinamika tertentu, banyak sifat dari
sistem dispesifikasikan. Properti yang tidak tergantung dengan jalur di mana sistem itu
membentuk keadaan tersebut, disebut fungsi keadaan dari sistem. Bagian selanjutnya dalam
seksi ini hanya mempertimbangkan properti, yang merupakan fungsi keadaan.

Jumlah properti minimal yang harus dispesifikasikan untuk menjelaskan keadaan dari sistem
tertentu ditentukan oleh Hukum fase Gibbs. Biasanya seseorang berhadapan dengan properti
sistem yang lebih besar, dari jumlah minimal tersebut.

Pengembangan hubungan antara properti dari keadaan yang berlainan dimungkinkan. Persamaan
keadaan adalah contoh dari hubungan tersebut.
Hukum-hukum Dasar Termodinamika

Terdapat empat Hukum Dasar yang berlaku di dalam sistem termodinamika, yaitu:

Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika. Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam
keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan
lainnya.

Hukum Pertama Termodinamika

Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari
suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke
dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem.

Hukum kedua Termodinamika

Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini menyatakan bahwa total entropi
dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan
meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya.

Hukum ketiga Termodinamika

Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan
bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan
entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda
berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.

Dalam mempelajari thermodinamika bukan hanya fenomena suhu tetapi juga tuntunan logika,
sifat-sifat gas, larutan zat padat dan reaksi kimia.

THERMOMETRIK

Macam-macam Termometer :

a. Termometer air raksa/alkohol

b. Termometer tahanan (termistor termometer)

c. Termometer elemen (termocouple)

d. Termometer optik

e. Termometer gas yang bervolume tetap


BIOELEKTRIK:PRINSIP-PRINSIP BIOELEKTRIK

Bioelektrik adalah ilmu yang mempelajari potensial listrik pada organ tubuh

Fenomena Bioelektrik Electrocardiogram (ECG)

Contoh Aplikasi dalam Bidang Medik

Ambulatory ECG: Instrumen Ambulatory atau Holter ECG adalah hasil evolusi dari
perkembangan klinis dan teknis yang ditujukan untuk memenuhi kepentingan mobilitas dan
pengukuran. Teknologi ini mampu mengerjakan pengukuran secara kontinu dan merekamnya
selama 24 jam untuk tujuan analisis terhadap pasien yang denyut jantungnya tidak normal. Dari
kemampuan rekaman yang dimilikinya, penggunaan Ambulatory ECG berlanjut untuk
kepentingan observasi PVC (Premature Ventricular Complexes) dan pengobatannya. Saat ini
terdapat banyak sekali unit Ambulatory ECG sebagai alat diagnosis yang dilengkapi micro
processor, RAM, dan disk drive dengan kapasitas sampai 400 Mbytes.

Pesawat Elektro Cardiograph (ECG) merupakan perangkat diagnostik yang digunakan untuk
mendeteksi pulsa listrik yang dibangkitkan oleh jantung atau mencatat pulsa bioelektrik yang
dihasilkan oleh jantung, sehingga kecepatan denyut jantung rata-rata (Heart Rate Per Bip) dapat
dihitung dalam denyut permenit, dan juga dapat melihat kelainan irama jantung.

POTENSIAL LISTRIK JANTUNG

Bagian kanan atas jantung (atrium) disebut sinoatrial node (SA node). SA node berfungsi untuk
memulai denyut jantung dan mengatur ritmenya. Potensial listrik jantung dimulai dari SA node,
ini diakibatkan oleh kontraksi otot-otot jantung yang membentuk impuls. Impuls ini menjalar
sepanjang serabut-serabut penghubung (conducting fiber) ke trio ventricular node (AV node) dan
merangsang node tersebut berdepolarisasi. Depolarisasi dan repolarisasi SA node yang
dilanjutkan dengan depolarisasi dan repolarisasi AV node inilah yang akan membangkitkan
potensial listrik jantung yang dikenal dengan ‘’External action potentia ‘’ yang dapat dideteksi
pada permukaan tubuh. External action potential ini berbentuk gelombang ECG. Pulsa jantung
terdiri atas pulsa P, TA, QRS, T dan U. Pulsa P didapat pada saat mulainya SA node
berdepolarisasi yang diakibatkan oleh kontraksi otot-otot atrium. Pada saat repolarisasi atrium
didapat pulsa TA yang pada praktek jarang diamati. Pada saat rangsangan mencapai AV node,
node ini berdepolarisasi yang juga menyebabkan depolarisasi ventrikuler. External action
potential dikenal sebagai pulsa QRS complex. Setelah depolarisasi akan diikuti repolarisasi
ventrikuler yang menghasilkan pulsa T. Setelah pulsa T biasanya diikuti pulsa kecil U yang
belum diketahui penyebabnya. Dalam proses pembentukan pulsa ECG ada yang dikenal ‘’Atrium
Ventricular Conduction time‘’ atau PR interval, lamanya antara 120-220 millidetik ‘’waktu‘’ ini
dihitung sejak potensial listrik yang dibangkitkan karena depolarisasi SA node menjalar melalui
serabut-serabut (fibers) dalam atrium menuju AV node.
BIOAKUSTIK DALAM KEPERAWATAN

Bioakustik

Bioakustik berasal dari kata bio dan akustika, bio artinya hidup atau hayat dan akustika
berarti kajian getaran dan bunyi. Sedangkan menurut istilah akustika berarti bagian pisis
pendengaran yang tercakup dalam suatu bidang. Bioakustik adalah suatu perubahan mekanik
terhadap zat gas, zat cair atau zat padat yang sering menimbulkan gelombang bunyi. Gelombang
bunyi ini merupakan vibrasi atau getaran molekul – molekul dan saling beradu satu sama lain
namun demikian zat tersebut terkoordinasi menghasilkan gelombang, jadi Bioakustik yaitu ilmu
yang mempelajari tentang proses penerimaan pendengaran yang timbul oleh mahluk hidup.

1 BUNYI

a. Definisi

Bunyi merupakan vibrasi atau gerakan dari molekul-molekul zat dan saling beradu satu sama
lain dimana zat tersebut terkoordinasi menghasikan gelombang serta mentransmisikan energi
tanpa disertai perpindahan partikel.

b. Gelombang Bunyi dan Kecepatan

Gelombang bunyi timbul akibat terjadi perubahan mekanik pada gas, zat cair atau zat padat yang
merambat ke depan dengan kecepatan tertentu. Gelombang bunyi dapat menjalar secara
transversal atau longitudinal

c. Sumber Bunyi

Sumber bunyi adalah semua benda yang bergetar dan menghasilkan suara merambat melalui
medium atau zat perantara sampai ke telinga. Contoh sumber bunyi yaitu: pembakaran minyak
dalam mesin,instrumen musik, gerakan dahan pohon, lonceng, garputala, dsb.

Syarat terjadinya bunyi yaitu:

Ada sumber bunyi yang bergetar

Ada zat perantara (medium) yang merambatkan gelombang bunyi dari sumber ke telinga

Getraran mempunyai frekuensi tertentu (20 Hz – 20.000 Hz)

Indra pendengar dalam keadaan baik

d. Mendeteksi Bunyi

Dengan mengkonversikan gelombang bunyi bentuk vibrasi sehingga dapat dianalisa


frekuensi dan intensitasnya
Perlu alat mikrofon dan telinga manusia

Mikrofon merupakan transducer yang memberi respon terhadap tekanan bunyi dan
menghasilkan isyara/sinyal listrik.

e. Pengelompokan Bunyi

Menurut frekuensinya:

1. Bunyi infrasonik (0 – 20 Hz)

Bunyi ini tidak dapat didengar telinga manusia, tetapi dapat di dengar oleh jangkrik dan anjing

2. Bunyi audiosonik (20 – 20.000 Hz)

Bunyi audio merupakan bunyi yang dapat didengar manusia

3. Bunyi Ultrasonik (di atas 20.000 Hz)

Arti pembagian frekuensi bunyi:

Infrasonik mengakibatkan perasaan kurang nyaman mengakibatkan perasaan kurang


nyaman , kelesuan.

Audiofrekuensi berhubungan dengan nilai ambang pendengaran (rata-rata nilai ambang


pendengaran 1000 Hz = 0 dB)

Ultrasonik digunakan dalam pengobatan, dekstruksi dan diagnosis

f. Intensitas Bunyi (I)

Yaitu energi yang melewati medium 1 m2/detik atau watt/m2

g. Kekerasan Bunyi

Merupakan bagian dari ukuran bunyi yang merupakan perbandingan kasar dari logaritma
intensitas efektifnya jarak penekana bunyi yang mengakibatkan respon pendengaran, hal ini tidak
ada kaitannya dengan frekuensi

h. Sifat Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi mempunyai sifat memantul, diteruskan, dan diserap benda. Apabila
gelombang suara mengenai tubuh manusia (dinding) maka bagian dari gelombang akan
dipantulkan dan bagian lain akan diteruskan ke dalam tubuh.
i. Azaz Doppler

Efek Doppler adalah peristiwa berubahnya frekuensi sumber bunyi yang didengar akibat
perubahan gerak relatif antara pendengar dan sumber bunyi. Efek doppler digunakan untuk
mengukur bergeraknya zat cair di dalam tubuh.

2.2 ULTRASONIK DALAM BIDANG KEDOKTERAN

Ultrasonik dihasilkan oleh magnet listrik dan kristal plezo elektrik dengan frekuensi diatas
20.000 Hz.

Medan listrik: batang feromagnet dilingkari kawat kemudian dialiri listrik yang dan
menghasilkan ultrasonik

Piezo elektrik

Ditemukan oleh Piere Curie dan Jacques 1880, tebal kristal 2,85 mm.

Bila kristal piezo electrik dialiri tegangan listrik maka akan mengakibatkan lempengan kristal
mengalanmi vibrasi dan akan menimbulkan frekuensi ultra

Frekuensi dan daya ultrasonik

Untuk diagnostik: f = 1-5 MHz,daya = 0,01 W/cm2

Untuk pengobatan: daya sampai 1 W/cm2

Untuk merusak jaringan kanker: daya 103 W/cm2

Prinsip dan Efek Penggunaan Ultrasonik

Efek doppler: perubahan frekuensi akibat pergerakan pendengaran atau sebaliknya

Efek gelombang ultrasonik:

Mekanik: membentuk asap/awan dan disintegrasi benda padat (batu empedu)

Panas: refleksi pada titik tertentu akan menimbulkan panas dan terjadi pembentukan
rongga bila intensitasnya tinggi

Kimia: menyebabkan proses oksidasi dan terjadi hidrolisis pada ikatan polyester

Biologis: gabungan dari beberapa efek, misal; pelebaran pebuluh darah, peningkatan
permiabilitas membran sel dan kapiler, merangsang aktifitas sel, keletihan pada tubuh

Penggunaan Dalam Bidang Kedokteran


Sebagai pelengkap diagnosis : EEG (tumor otak), penyakit mata, lokasi yang dalam dari
bola mata, apakah lensa atau kornea opaque, tumor retina, informasi struktur organ, deteksi
kehamilan, kelainan uterus, informasi tentang jantung, dsb.

Pengobatan : menghancurkan jaringan kanker, pengobatan parkinson, pengobatan


menier.

2.3 SUARA

Merupakan modulasi udara keluar dari dalam tubuh

Mekanisme pembentukan suara :

Mulai paru-paru pita suara (vokal cords) mulut dan sedikit hidung suara

2.4 ALAT PENDENGARAN

Telinga merupakan alat penerima gelombang suara atau udara kemudian diubah menjadi pulsa
listrik dan diteruskan ke korteks pendengaran melalui saraf pendengaran. Dibagi menjadi:

Telinga bagian luar

Telinga bagian tengah

Telinga bagian dalam

a. Spesialisasi dalam Pendengaran Telinga

1. Otologist : dokter ahli telinga dan pendengaran

2. Otolaringologist : ahli penyakit telinga

3. ENT Spesialist : dokter ahli THT

4. Audiologist : bukan dokter tapi ahli mengukur respon pendengaran

b. Hilang Pendengaran

1. Tuli konduksi

Vibrasi suara tidak dapat mencapai telinga bagian tengah, tuli sementara disebabkan kekurangan
malam/wax/serumen/cairan

2. Tuli persepsi

Terjadi kerusakan saraf tetapi hanya sebagian kecil.


c. Test Pendengaran

1. Test Suara Berbisik / Noise Box

Mendengar suara berbisik dengan tone/ nada rendah, misalnya suara konsonan dan palatal
: b, p, t, m, n pada jarak 5-10 m

Suara berbisik dengan nada tinggi, misalnya suara desis/sibiland : s, z, ch, h, shel pada
jarak 20 m

2. Test Garputala

Test Weber

Test Rinne

Test Schwabach

3. Audiometer

Alat elektronik pembangkit bunyi yang digunakan untuk mengetahui derajat ketulian

2.5 BISING

Bising ialah bunyi yang tidak dikehendaki yang merupakan aktivitas alam (bicara, pidato)
maupun buatan (bunyi mesin) dan dapat menggangu kesehatan, kenyamanan serta dapat
menimbulkan ketulian yang bersifat relatif.

Pembagian Kebisingan

Berdasarkan frekuensi, tingkat tekanan , tingkat bunyi dan tenaga bunyi, maka bising dibagi
dalam 3 katagori :

Audible noise (bising pendengaran)

Bising ini disebabkan oleh frekuensi bunyi antara 31,5 – 8.000 Hz

Occupational noise ( bising yang berhubungan dengan pekerjaan)

Bising ini disebabkan oleh bunyi mesin di tempat kerja, bising dari mesin ketik

Impuls noise (impact noise = bising impulsif)

Bising yang terjadi akibat adanya bunyi yang menyentak, misalnya pukulan palu, ledakan
meriam, tembakan dan lain – lain

Berdasarkan waktu terjadinya, maka bising dibagi dalam beberapa jenis :


A. 1. Bising kontinyu dengan spektrum luas, misalnya karena mesin, kipas angin

2. Bising kontinyu dengan spektrum sempit, misalnya bunyi gergaji, penutup gas

3. Bising terputus – putus, misalnya lalu lintas, bunyi kapal terbang di udara

A. 1. Bising sehari penuh (full noise time)

2. Bising setengah hari (part time noise)

A. 1. Bising terus – menerus (steady noise)

2. Bising impulsive (impuls noise) ataupun bising sesaat (letupan)


b. Daftar Skala intensitas kebisingan

Tingkat kebisingan Intensitas (dB) Batas dengar tertinggi

Menulikan 100-120 Halilintar

Meriam

Mesin uap

Sangat hiruk pikuk 80-90 Jalan hiruk pikuk

Perusahaan sangat gaduh

Pluit polisi

Kuat 60-70 Kantor gaduh

Jalan pada umumnya

Radio

Perusahaan

Sedang 40-50 Rumah gaduh

Kantot umunya

Percakapan kuat

Radio perlahan

Tenang 20-30 Rumah tenag

Kantoer perorangan

Auditorium

Percakapan

Sangat tenang 0-10 Bunyi daun

Berbisik

Batas dengar terendah


c. Pengaruh Bising pada Kesehatan

Hilangya pendengran sementara

Kebal atau imun terhadap bising

Telinga berdengung

Kehilangan pendengaran menetap, biasanya dimulaidari frekuensi 4000 Hz

d. Pencegahan Ketulian dari Proses Bising

Menjauhi sumber bising dengan cara:

Memberikan pelumas dan peredam pada mesin

Beradaqdalamtembok pemisah

Menggunakan pelindung telinga

BIOPTIK:LENSA DAN REFRAKSI

1.1 Pengertian Biooptik

Biooptik merupakan susunan atas kata bio dan optik. Bio berkaitan dengan makhluk hidup atau
zat hidup atau bagian tertentu dari makhluk hidup, sedangkan optik dikenal sebagai bagian ilmu
fisika yang berkaitan dengan cahaya atau berkas sinar.

2.2 Mata

Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling
sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap.
Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.

Untuk membedakan gelap atau terang tergantung atas penglihatan seseorang. Ada tiga komponen
pada penginderaan penglihatan :

1) Mata memfokuskan bayangan pada retina

2) System syaraf mata yang memberi informasi ke otak

3) Korteks penglihatan salah satu bagian yang menganalisa penglihatan tersebut


Bagian-bagian pada mata terdiri dari :

1) Retina

Merupakan reseptor pada mata yang terletak pada bagian belakang koroid. Bagian ini merupakan
bagian terdalam dari mata. Lapisan ini lunak, namun tipis, hampir menyerupai lapisan pada kulit
bawang. Retina tersusun dari sekitar 103 juta sel-sel yang berfungsi untuk menerima cahaya. Di
antara sel-sel tersebut sekitar 100 juta sel merupakan sel-sel batang yang berbentuk seperti
tongkat pendek dan 3 juta lainnya adalah sel konus (kerucut). Sel-sel ini berfungsi untuk
penglihatan hitam dan putih, dan sangat peka pada sedikit cahaya.

2) Fovea sentralis

Daerah cekung yang berukuran 0,25 mm di tengah-tengahnya terdapat macula lutea (bintik
kuning). Fungsinya yaitu untuk memberikan ketajaman pengelihatan yang tinggi.

3) Kornea

Kornea merupakan lapisan mata paling depan dan berfungsi memfokuskan benda dengan cara
refraksi, tebalnya 0,5 mm sedangkan lensa terdiri dari kristal mempunyai dua permukaan dengan
jari-jari kelengkungan 7,8 m fungsinya adalah memfokuskan objek pada berbagai jarak.

4) Pupil
Di tengah-tengah iris terdapat pupil yang fungsinya mengatur cahaya yang masuk. Apabila
cahaya terang pupil menguncup demikian sebaliknya.

5) Lensa
Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Fungsi lensa mata
adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. Untuk
melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk
melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal.

6) Sklera
Merupakan bagian dinding mata yang berwarna putih. Tebalnya rata- rata 1 milimeter tetapi pada
irensi otot, menebal menjadi 3 milimeter.

Sklera berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat melekatnya
bola mata

7) Pupil dan iris

Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke
bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan
akan menyempit jika kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di
sekelilingnya.Iris berfungsi sebagai diafragma. Iris inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna
pada mata.

8) Saraf optik

Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke otak.

9) Konjungtiva

Konjungtiva merupakan membran mukosa tipis yang membatasi permukaan dalam dari kelopak
mata dan melipat ke belakang membungkus permukaan depan dari bola mata, kecuali bagian
jernih di tengah-tengah mata (kornea). Membran ini berisi banyak pembuluh darah dan berubah
merah saat terjadi inflamasi.

Bola mata dilengkapi dengan otot-otot mata yang mengatur gerakan bola mata di sebut muskulus
diantaranya :

a) Muskulus rektus medialis = menarik bola mata ke dalam

b) Muskulus rektus lateralis = menarik bola mata ke samping

c) Muskulus rektus superior = menarik bola mata ke atas

d) Muskulus rektus inferior = menarik bola mata ke bawah

e) Muskulus obligus inferior = memutar ke samping atas

f) Muskulus obligus superior = memutar ke samping dalam. Kelumpuhan salah satu otot
mata akan timbul gejala yang disebut strabismus (mata juling). Ada tiga macam strabismus yaitu
strabismus horizontal, vertical dan torsional.

2.3 Lensa Mata

Lensa adalah suatu struktur bikonveks, avaskular tak berwarna dan transparan. Tebal sekitar 4
mm dan diameternya 9 mm. Dibelakang iris lensa digantung oleh zonula ( zonula Zinnii) yang
menghubungkannya dengan korpus siliare. Di sebelah anterior lensa terdapat humor aquaeus dan
disebelah posterior terdapat viterus.

Kapsul lensa adalah suatu membran semipermeabel yang dapat dilewati air dan elektrolit.
Disebelah depan terdapat selapis epitel subkapsular. Nukleus lensa lebih keras daripada
korteksnya. Sesuai dengan bertambahnya usia, serat-serat lamelar subepitel terus diproduksi,
sehingga lensa lama-kelamaan menjadi kurang elastik. Lensa terdiri dari enam puluh lima persen
air, 35% protein, dan sedikit sekali mineral yang biasa ada di jaringan tubuh lainnya. Kandungan
kalium lebih tinggi di lensa daripada di kebanyakan jaringan lain. Asam askorbat dan glutation
terdapat dalam bentuk teroksidasi maupun tereduksi. Tidak ada serat nyeri, pembuluh darah atau
pun saraf di lensa.

Fisiologi Lensa Fungsi utama lensa adalah memfokuskan berkas cahaya ke retina. Untuk
memfokuskan cahaya yang datang dari jauh, otot-otot siliaris relaksasi, menegangkan serat
zonula dan memperkecil diameter anteroposterior lensa sampai ukurannya yang terkecil, daya
refraksi lensa diperkecil sehingga berkas cahaya paralel atau terfokus ke retina. Untuk
memfokuskan cahaya dari benda dekat, otot siliaris berkontraksi sehingga tegangan zonula
berkurang. Kapsul lensa yang elastik kemudian mempengaruhi lensa menjadi lebih sferis diiringi
oleh peningkatan daya biasnya. Kerjasama fisiologik tersebut antara korpus siliaris, zonula, dan
lensa untuk memfokuskan benda dekat ke retina dikenal sebagai akomodasi. Seiring dengan
pertambahan usia, kemampuan refraksi lensa perlahan-lahan berkurang. Selain itu juga terdapat
fungsi refraksi, yang mana sebagai bagian optik bola mata untuk memfokuskan sinar ke bintik
kuning, lensa menyumbang +18.0- Dioptri.

Lensa adalah sebuah alat untuk mengumpulkan atau menyebarkan cahaya, biasanya dibentuk
dari sepotong gelas yang dibentuk. Alat sejenis digunakan dengan jenis lain dari radiasi
elektromagnetik juga disebut lensa, misalnya, sebuah lensa gelombang mikro dapat dibuat dari
"paraffin wax". Lensa sederhana (en:simple lens, singlet lens) atau sering disebut Lensa saja
adalah sebuah Lensa tunggal speris.

Lensa sederhana dibedakan berdasarkan kelengkungan kedua bidang antarmukanya. Sebuah


Lensa cembung (en:biconvex lens) mempunyai dua bidang antarmuka yang cembung, Lensa
dengan dua bidang cekung disebut Lensa cekung (en:biconcave lens). Jika salah satu bidang
antarmuka datar (mempunyai radius yang tak berhingga), maka Lensa tersebut disebut Lensa
plano cembung atau Lensa plano cekung. Lensa cembung cekung mempunyai satu bidang
antarmuka cekung dan satu bidang antarmuka cembung, juga sering disebut Lensa meniskus
(en:meniscus lens). Lensa sederhana sangat rentan terhadap aberasi kromatik dan aberasi optis
lainnya.

1. Lensa Cekung (Negatif)

Lensa cekung disebut lensa divergen karena dapat memancarkan berkas sinar cahaya yang
sejajar sumbu utama dan seolah-olah berasal dari satu titik di depan lensa. Tiga sinar istimewa
pada lensa cekung
Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan seakan-akan berasal dari titik fokus aktif F1

Sinar datang seakan-akan menuju titik fokus pasif F2 dibiaskan sejajar sumbu utama

Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa pembiasan

2. Lensa Cembung (Positif)

Lensa Cembung (konveks) memiliki bagian tengah yang lebih tebal daripada bagian tepinya.
Lensa cembung terdiri atas 3 macam bentuk yaitu lensa bikonveks (cembung rangkap), lensa
plankonveks (cembung datar) dan lensa konkaf konveks (cembung cekung). Lensa cembung
disebut juga lensa positif. Lensa cembung memiliki sifat dapat mengumpulkan cahaya sehingga
disebut juga lensa konvergen. Apabila ada berkas cahaya sejajar sumbu utama mengenai
permukaan lensa, maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan melalui satu titik.
Ada tiga tiga sinar istimewa pada lensa cembung.

a. Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus F.

b. Sinar melalui F dibiaskan sejajar sumbu utama

c. Sinar melalui pusat optik tidak dibiaskan.

3. Lensa Cembung Cekung (Meniskus)

Kanta meniskus (en:meniscus lens, ophthalmic lens) atau kanta cembung cekung, dapat berupa
kanta positif atau negatif yang bergantung pada radius speris kedua bidang antarmuka. Pada nilai
radius speris yang sama besar, sinar yang merambat tidak akan dibiaskan. Kanta meniskus positif
akan membiaskan sinar seperti kanta cembung, kanta ini mempunyai bidang antarmuka cembung
dengan radius speris yang lebih kecil. Sebaliknya kanta meniskus negatif mempunyai bidang
antarmuka cekung dengan radius speris yang lebih kecil.

REFRAKSI

Refraksi adalah proses pembiasan cahaya yg melalui media optikdengan indeks bias
yang berbeda

Mata sebagai alat optik Media refraksi: - Kornea - Lensa - Cairan bola mata

Jenis Kelainan Refraksi Myopia Hipermetropia Astigmatismus Presbiopia


BIORADIASI : PRINSIP - PRINSIP PENGGUNANAAN RADIASI

Bioradiasi adalah ilmu yang mempelajari radiasi dalam tubuh makhluk hidup

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Tiga macam radiasi ion yang dapat menembus benda-benda padat: kertas, aluminium dan timbal

Dalam fisika, radiasi mendeskripsikan setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau
melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain. Orang awam sering menghubungkan kata
radiasi ionisasi (misalnya, sebagaimana terjadi pada senjata nuklir, reaktor nuklir, dan zat
radioaktif), tetapi juga dapat merujuk kepada radiasi elektromagnetik (yaitu, gelombang radio,
cahaya inframerah, cahaya tampak, sinar ultra violet, dan X-ray), radiasi akustik, atau untuk
proses lain yang lebih jelas. Apa yang membuat radiasi adalah bahwa energi memancarkan
(yaitu, bergerak ke luar dalam garis lurus ke segala arah) dari suatu sumber. geometri ini secara
alami mengarah pada sistem pengukuran dan unit fisik yang sama berlaku untuk semua jenis
radiasi. Beberapa radiasi dapat berbahaya.

PRINSIP- PRINSIP RADIASI

Menggunakan pancaran gelombang elektromagnetis untuk diradiasikan dalam tubuh, sinar yang
digunakan biasanya sinar x dan sinar gamma.

MANFAATNYA

Untk memebunuh sel-sel kanker dan tumor

Untuk keperluan ronsenUntuk keperluan industry


PENERAPAN RADIOTERAPI

Secara khusus digunakan untuk membunuh sel –sel kanker dalam tubuh dengan menggunakan
radiasi pengion

PRINSIP PROTEKSI RADIASI

Apakah ada prinsip dasar yang harus dipatuhi dalam penggunaan radiasi untuk berbagai
keperluan?

Dalam penggunaan radiasi untuk berbagai keperluan ada ketentuan yang harus dipatuhi untuk
mencegah penerimaan dosis yang tidak seharusnya terhadap seseorang. Ada 3 prinsip yang telah
direkomendasikan oleh International Commission Radiological Protection (ICRP) untuk
dipatuhi, yaitu :

1.Justifikasi
Setiap pemakaian zat radioaktif atau sumber lainnya harus didasarkan pada azaz manfaat. Suatu
kegiatan yang mencakup paparan atau potensi paparan hanya disetujui jika kegiatan itu akan
menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi individu atau masyarakat dibandingkan dengan
kerugian atau bahaya yang timbul terhadap kesehatan.

2.Limitasi
Dosis ekivalen yang diterima pekerja radiasi atau masyarakat tidak boleh melalmpaui Nilai Batas
Dosis (NBD) yang telah ditetapkan. Batas dosis bagi pekerja radiasi dimaksudkan untuk
mencegah munculnya efek deterministik (non stokastik) dan mengurangi peluang terjadinya efek
stokastik.

3.Optimasi
Semua penyinaran harus diusahakan serendah-rendahnya (as low as reasonably achieveable -
ALARA), dengan mempertimbangkan faktor ekonomi dan sosial. Kegiatan pemanfaatan tenaga
nuklir harus direncanakan dan sumber radiasi harus dirancang dan dioperasikan untuk menjamin
agar paparan radiasi yang terjadi dapat ditekan serendah-rendahnya.

PENERAPAN RADIOTERAPI

Secara khusus digunakan untuk membunuh sel –sel kanker dalam tubuh dengan menggunakan
radiasi pengion