Anda di halaman 1dari 5

Home » Contoh Majas » 40 Macam Macam Majas : Pengertian dan Contohnya Lengkap!

40
Macam Macam Majas : Pengertian dan Contohnya Lengkap! Administrator Add Comment Contoh
Majas Sabtu, 06 Agustus 2016 Dikutip dari Wikipedia, kita dapat menyimpulkan bahwa majas
adalah gaya bahasa kiasan atau perumpamaan yang umumnya digunakan untuk menguatkan kesan
suatu kalimat lisan atau tertulis dan untuk menimbulkan nuansa imajinatif bagi para penyimaknya.
Majas dibuat dengan memanfaatkan kekayaan makna dari suatu bahasa. Bukan hanya dalam
bahasa Indonesia, macam macam majas juga ditemukan dalam berbagai bahasa mulai dari bahasa
Inggris, bahasa Jerman, bahasa Arab, dan lain sebagainya. Macam Macam Majas Dari pengertian
majas di atas, kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa penggunaan majas bisa berdampak
positif bagi kita dalam menguatkan kesan dari suatu kalimat yang akan kita sampaikan. Nah,
secara umum dalam bahasa Indonesia majas sendiri dibagi menjadi 4 macam majas turunan, yaitu
majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran, dan majas penegasan. Berikut ini akan
kita bahas mengenai macam macam majas dan contohnya tersebut satu persatu. Majas
Perbandingan Majas perbandingan adalah majas yang menyatakan perbandingan 2 hal atau lebih
yang memiliki kesetaraan tingkat. Majas perbandingan biasanya berupa kiasan yang ditujukan
untuk meningkatkan kesan yang didapat oleh pembaca atau pendengarnya. Majas perbandingan
sendiri dibedakan menjadi beberapa majas. Macam macam majas perbandingan dan contohnya
telah kami bahas satu persatu sebagaimana berikut. 1. Majas Perumpamaan (Asosiasi) Majas
perumpamaan adalah majas yang membandingkan 2 hal berbeda namun dianggap sama. Ciri
majas perumpamaan adalah adanya kata penghubung : bagai, ibarat, seumpama, laksana,
bagaikan, bak, dan lain sebagainya. Majas yang sering pula disebut dengan istilah majas asosiasi
ini cukup sering digunakan baik dalam obrolan, maupun dalam penulisan. Berikut ini beberapa
contoh majas perumpamaan tersebut : Semangatnya begitu keras bagaikan baja. Wajahnya begitu
pucat seperti wajah mayat. Senyumnya manis seperti gula jawa. 2. Majas Metafora Majas
metafora adalah majas yang mengungkapkan perbandingan analogis antara dua hal yang berbeda.
Majas metafora juga diartikan sebagai suatu majas yang dibuat dengan frase yang secara implisit
tidak berarti, namun eksplisit dapat mewakili suatu maksud lain yang didasari pada perbandingan
atau persamaan. Beberapa contoh majas metafora antara lain : Raja siang keluar dari ufuk timur
(matahari) Teguh adalah bintang kelas yang tak pernah terkalahkan (juara kelas) Si raja merah
telah membakar dan meluluhlantahkan toko tetanggaku (api) 3. Majas Personifikasi Majas
personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda mati seperti seolah-olah memiliki
sifat manusia. Majas personifikasi membuat benda mati seperti dapat melakukan sesuatu seperti
yang dilakukan oleh mahluk hidup. Beberapa contoh majas personifikasi diantaranya: Suara sirine
polisi yang mengaung-ngaung membuat warga bangun di tengah malam. Ombak pun saling
berkejar-kejaran menuju tepi pantai. Peluit sang wasit akhirnya menjerit panjang dan menandakan
bahwa ini adalah akhir dari pertandingan. 4. Majas Alegori Pengertian majas alegori adalah suatu
majas yang digunakan untuk menjelaskan maksud tertentu secara tidak langsung (non-harafiah)
tapi masih saling berkaitan. Majas alegori menjelaskan suatu hal secara tersirat menggunakan
perbandingan hal lain. Berikut ini beberapa contoh majas alegori yang dapat Anda pahami.
Menjalani kehidupan berumah tangga, sama seperti mengarungi samudera dengan sebuah bahtera.
Kadang kali, kita akan menyaksikan indahnya panorama lautan yang begitu mempesona, tapi tak
jarang pula hantaman ombak dan badai menerpa dan membuat guncangan dahsyat ke tubuh kita.
Dunia ini laksana tumbuhan hijau yang mampu menyihir mata setiap orang yang memandangnya.
Sungguh menakjubkan dan begitu indah. Namun, lambat laun ia akan menguning, kering, dan
hingga akhirnya musnah. Otak manusia bagai mata pisau. Semakin diasah, ia akan menjadi
semakin tajam dan membuatnya kian disegani orang. Tapi, ketika dibiarkan tergeletak begitu saja,
lambat laun ia akan tumpul, mengarat, dan tak lagi menyilaukan. 5. Majas Simbolik Majas
simbolik adalah majas yang digunakan untuk melukiskan sesuatu dengan menggunakan binatang,
benda, atau tumbuhan sebagai lambang atau simbol. Simbol-simbol yang digunakan dalam majas
simbolik umumnya sudah dengan mudah dipahami oleh banyak orang. Berikut ini adalah
beberapa contoh dari majas simbolik. Dalam masalah korupsi, ada saja yang selalu dijadikan
kambing hitam. (korban) Silakan bawa persoalan ini ke meja hijau. (pengadilan) Dasar hidung
belang! Banyak sekali wanita yang kau makan! (penipu) 6. Majas Metonimia Majas metonimia
adalah majas yang digunakan untuk menyebutkan suatu kata dengan kata lainnya yang masih
memiliki hubungan erat. Mudahnya, majas metonimia adalah majas yang menggunakan merk atau
nama khusus suatu benda sebagai pengganti nama benda lain yang lebih umum.berikut ini
beberapa contoh majas metonimia. Musdalifah membawakan 8 gelas Aqua untuk para tamunya.
[Air Minum] Rojo lele harganya semakin naik, padahal upah minimum buruh tak pernah naik.
[Beras] Dengan Garuda, perjalanan ke Batam menjadi lebih cepat. [Pesawat Terbang] 7. Majas
Sinekdoke Majas sinekdoke adalah gaya bahasa yang menyebutkan suatu bagian untuk
menggantikan keseluruhan atau menyebutkan keseluruhan untuk suatu bagian. Majas sinekdoke
ada 2 jenis, yaitu sinekdoke pars pro toto dan sinekdoke totem proparte. Majas sinekdoke pars pro
toto adalah majas yang menyebutkan suatu bagian untuk keseluruhan. Contohnya yaitu: Hingga
detik ini, belum juga kelihatan batang hidung anak itu. Per kepala harus membayar Rp. 300.000
untuk masuk ke bioskop itu. Majas sinekdoke totem pro parte adalah majas yang menyebutkan
keseluruhan untuk suatu bagian. Contohnya yaitu: Dalam pertandingan final bulu tangkis
semalam, Indonesia akhirnya bisa memenangi laga. Lampung akhirnya menjuarai cabang olahraga
atletik di PON tahun ini. 8. Majas Simile Majas simile adalah majas yang membandingkan secara
eksplisit antara dua hal dengan menggunakan kata penghubung layaknya, bagaikan, umpama,
ibarat, bak, bagai, dan lain sebagainya. Sekilas, majas simile mirip dengan majas perumpaman.
Berikut adalah contoh-contoh majas simile. Kau umpama air, dan aku laksana minyaknya. Kita
tak mungkin bisa bersatu. Mereka bagaikan Romeo dan Juliet yang tak dapat dipisahkan. Memberi
wawasan pada orang tua tak ubahnya seperti menulis di atas air. Majas Pertentangan Majas
pertentangan adalah majas yang digunakan untuk menyatakan suatu hal yang sebenarnya dengan
istilah yang berlawanan. Penggunaan majas ini ditujukan untuk menguatkan kesan yang diterima
seorang pembaca atau pendengar tentang apa yang disampaikan. Berikut ini macam macam majas
pertentangan dan contohnya untuk dapat Anda pahami. 1. Majas Antitesis Majas antitesis adalah
suatu gaya bahasa yang menyajikan pasangan kata berlawanan makna. Pasangan kata tersebut
disajikan secara berurut sebagaimana dapat dicontohkan pada kalimat berikut. Baik Tua muda,
orang dewasa dan anak-anak semuanya larut dalam suasana gembira. Miskin kaya bukan jaminan
seseorang masuk surga. Besar kecilnya penghasilan harus tetap kita syukuri. 2. Majas Paradoks
Majas paradoks adalah gaya bahasa yang menyajikan pertentangan antara pernyataan dengan fakta
yang ada. Di antara macam macam majas lainnya, majas paradoks adalah majas yang cukup sering
dijumpai dalam sebuah roman atau novel. Berikut ini adalah beberapa contoh majas paradoks.
Aku selalu merasa sendiri di tengah ramai dan bisingnya kota Jakarta yang megah ini. Hatiku
merintih dan menangis di tengah hingar pesta yang sedang berlangsung kala itu. Desing mesiu
yang saling bersautan rasanya justru membuat keberanianku semakin tumbuh. 3. Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah gaya bahasa dengan ungkapan yang dilebih-lebihkan dari kenyataannya.
Majas hiperbola memiliki efek kesan yang kuat bagi mereka yang membaca atau mendengarnya
sehingga dapat menarik perhatian. Berikut ini beberapa contoh majas hiperbola. Gemuruh
suaranya menggelegar membelah angkasa. Tubuhnya sangat kurus tinggal tulang berbalut kulit.
Ketampanannya nyaris satu tingkat di bawah Nabi Yusuf AS. 4. Majas Litotes Majas litotes adalah
gaya bahasa dengan ungkapan yang dikecilkan atau direndahkan dari kenyataannya. Tujuan
penggunaan majas ini adalah sebagai cara untuk merendahkan diri dihadapan pembaca atau
pendengarnya. Berikut ini contoh dari majas litotes. Makanlah seadanya meski sekedara hanya
dengan nasi dan garam saja. Mengapa kamu bertanya pada orang dungu seperti saya ini?
Singgahlah digubuk kami meski hanya sebentar saja. Majas Sindiran Majas sindiran adalah majas
yang ditujukan untuk menyatakan sindiran pada pembaca atau pendengarnya. Majas sindiran
berlaku untuk menyampaikan suatu pesan yang diharapkan dapat merubah perilaku seseorang.
Majas sindiran dibagi menjadi 3. Berikut ini macam macam majas tersebut beserta contohnya. 1.
Majas Ironi Majas ironi adalah majas yang digunakan dengan menyatakan hal secara bertentangan
dengan kenyataannya. Majas ironi biasanya akan terdengar seperti pujian tapi sebetulnya
bermakna negatif. Berikut adalah beberapa contoh majas ironi. Ini baru namanya siswa teladan,
bangun tengah hari, pulang main habis subuh. Indah sekali tulisanmu sungguh sampai aku tak bisa
membacanya. Wah, rajin sekali kau! Sampai-sampai desain kamarmu begitu mirip kapal pecah. 2.
Majas Sinisme Majas sinisme adalah majas yang digunakan dengan menyatakan sindiran secara
implisit atau secara langsung. Berikut ini beberapa contoh majas sinisme. Tidak pantas kata-kata
kasar itu diucapkan seorang terpelajar sepertimu. Lama-lama aku bisa gila jika terus melihat
tingkah lakumu yang memuakan itu. Pelit sekali kau terhadap ibumu sendiri. 3. Majas Sarkasme
Majas sarkasme adalah majas sindiran yang disampaikan dengan konotasi paling kasar. Majas ini
lazimnya hanya diucapkan oleh seseorang yang sedang benar-benar marah. Berikut ini beberapa
contoh majas sarkasme. Mau muntah aku melihat sikapmu, pergi kau! Dasar dungu, kerja begini
saja kau tidak becus! Kau memang lelaki bajingan. Menyesal aku pernah mengenalmu! Majas
Penegasan Majas penegasan adalah majas yang digunakan untuk menyatakan hal secara tegas
untuk meningkatkan pemahaman dan kesan bagi para pembaca atau pendengarnya. Majas
penegasan dapat dibagi menjadi 7 macam. Berikut ini macam macam majas dan contohnya dari
golongan majas penegasan. 1. Majas Pleonasme Majas pleonasme adalah majas yang digunakan
dengan menyatakan suatu hal yang sudah jelas namun tetap diberi tambahan kata lain untuk
semakin memperjelas maksudnya. Contoh majas pleonasme dapat ditemui dalam kalimat berikut.
Lekas turun ke bawah, jika kau masih ingin mendapatkan jatah nasi! Penggali sumur langsung
mendongak ke atas saat pak haji memanggilnya. Dengan sentuhan sedikit saja, benda ini bisa
langsung bergeser ke samping. 2. Majas Repetisi Majas repetisi adalah majas pengulangan suatu
kata dalam beberapa frase yang ditujukan untuk menegaskan suatu maksud. Majas repetisis
sebetulnya dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Anda dapat menemukan jenis-jenis majas repetisi
tersebut di artikel ini. Adapun untuk contohnya, Anda dapat melihat kalimat di bawah ini! Dialah
satu-satunya yang ku nanti, dialah satu-satunya yang ku tunggu, dialah satu-satunya yang ku
harap. Mari kita sambut pahlawan kita, mari kita sambut idola kita, mari kita sambut sang putra
bangsa. 3. Majas Paralelisme Majas paralelisme adalah bentuk majas perulangan yang biasanya
hanya digunakan untuk penegasan makna sebuah frase dalam puisi. Berikut ini beberapa contoh
majas paralelisme. Cinta adalah pengertian Cinta adalah kesetiaan Cinta adalah kerelaan
berkorban 4. Majas Tautologi Majas tautologi adalah gaya bahasa mengulang kata dalam sebuah
kalimat beberapa kali dengan tujuan untuk menegaskan maksudnya. Kata yang diulang umumnya
bisa juga berupa persamaan katanya. Bukan, bukan, bukan itu yang ku maksud. Aku sekedar ingin
bertukar pikiran saja denganmu. Seharusnya sebagai sahabat kita bisa hidup akur, rukun, dan
saling bersaudara. Saya yakin, percaya, dan beriman pada semua ajaran Muhammad. 5. Majas
Klimaks Majas klimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan lebih dari 2 hal secara berturut-turut
dengan tingkat makin lama makin meninggi. Berikut adalah contoh dari majas klimaks. Semua
orang mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa ikut antri daging murah. Kepala
desa, camat, bupati, walikota, gubernur, sampai presiden harusnya dipilih karena kemampuannya.
Di toko kami tersedia barang dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp. 30.000, Rp. 50.000,
sampai yang Rp. 100.000. 6. Majas Antiklimaks Majas anti klimaks adalah gaya bahasa yang
menyatakan lebih dari 2 hal secara berturut-turut dengan tingkat makin lama makin menurun.
Berikut adalah contoh dari majas antuklimaks. Luar biasa! Kepala sekolah, guru, staf TU, dan para
siswa di SMK Negeri 1 Ketapang Lampung Selatan selalu mengikuti apel pagi dan sore setiap
hari. Kami sediakan semua ukuran baju mulai dari XXL, XL, L, M, sampai yang S. Honda
menyediakan banyak varian motor dengan CC yang berbeda, mulai dari 135 cc, 125 cc, sampai
yang hanya 100 cc. 7. Majas Retorik Majas retorik adalah gaya bahasa yang berupa kalimat tanya
tapi sebetulnya tak perlu untuk dijawab. Majas ini digunakan untuk memberikan penegasan
sekaligus sindiran. Contoh majas retorik antara lain Kata siapa cita-cita hanya bisa digapai cukup
dengan sekolah saja? Apa ini orang yang selali kamu bangga-banggakan? Nah, apa benar kamu
tidak lagi perlu uang sementara kebutuhanmu masih begitu banyak? Nah, demikian yang dapat
kami sampaikan mengenai macam macam majas dan contohnya secara lengkap. Semoga
rangkuman mengenai jenis-jenis majas tersebut dapat membuat kita semakin mencintai bahasa
kita, bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat!

Sumber:
http://contohmajasku.blogspot.co.id/2016/08/macam-macam-majas-dan-contohnya.html?m=1
Disalin dari Contoh Majas.

Majas Pertentangan
Majas pertentangan merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kias yang bertentangan
dengan maksud asli yang penulis curahkan dalam kalimat tersebut. Jenis ini dapat dibagi menjadi
beberapa subjenis, yakni sebagai berikut.

1. Litotes

Berkebalikan dengan hiperbola yang lebih ke arah perbandingan, litotes merupakan ungkapan
untuk merendahkan diri, meskipun kenyataan yang sebenarnya adalah yang sebaliknya.

Contoh: Selamat datang ke gubuk kami ini. Gubuk memiliki artian sebagai rumah.

2. Paradoks

Yaitu membandingkan situasi asli atau fakta dengan situasi yang berkebalikannya.
Contoh: Di tengah ramainya pesta tahun baru, aku merasa kesepian.

3. Antitesis

Yaitu memadukan pasangan kata yang artinya bertentangan.

Contoh: Film tersebut disukai oleh tua-muda.

4. Kontradiksi Interminis

Gaya bahasa yang menyangkal ujaran yang telah dipaparkan sebelumnya. Biasanya diikuti dengan
konjungsi, seperti kecuali atau hanya saja.

Contoh: Semua masyarakat semakin sejahtera, kecuali mereka yang berada di perbatasan.

www.studiobelajar.com/majas-pengertian-jenis-contoh/

Pengertian Majas
Majas adalah gaya bahasa yang digunakan penulis untuk menyampaikan sebuah pesan secara
imajinatif dan kias. Hal ini bertujuan membuat pembaca mendapat efek tertentu dari gaya bahasa
tersebut yang cenderung ke arah emosional. Biasanya, majas bersifat tidak sebenarnya alias kias
ataupun konotasi.