Anda di halaman 1dari 6

PENYAKIT SARS

(severe acute respiratory syndrome)

NAMA : HADI PUTRA

NPM : 148200025

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU


PRODI STUDY ILMU KEPRAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN

T.A 2017/2018
A. Definisi

SARS (severe acute respiratory syndrome) adalah sekumpulan gejala sakit

pernafasan yang mendadadk dan berat atau disebu juga penyakit infeksi saluran

pernafasan yang disebabkan oleh virus cora family paramyxovirus.

Severe Acute Respiratory Syndrome atau corona virus Pneumonia adalah

syndrome pernafasan akut berat yang merupakan penyakit infeksi pada jaringan paru

manusia yang sampai saat ini belum diketahui pasti penyebabnya.

SARS (severe acute respiratory syndrome) adalah suatu jenis kegagalan paru-

paru dengan berbagai kelainan yang berbeda, yang menyebabkan terjadinya

pengumpulan cairan di paru-paru (edma paru).

SARS merupakan kedaulatan medis yang dapat terjadi pada orang yang

sebelumnya mempunyai paru-paru yang normal. Walaupun sering disebut sindroma

gawat pernafasan akut dewasa, keadaan ini dapat juga terjadi pada anak-anak.

Secara proposional ada 2 definisi kasus SARS yaitu “suspect” dan “probable”

sesuai kriteria WHO.

Definisi penderita suspect (diduga) mempunyai riwayat sebagai berikut:

1. Demam tinggi (>380C / 100,40F) disertai dengan batuk atau mengalami

kesulitan bernafas ditambah dengan adanya satu atau lebih riwayat

panjanan dalam 1 hari sebelum timbulnya gejala klinis yaitu:

a. Pernah kontak dekat dengan penderita suspect atau penderita

probable SARS (seperti merawat penderita, tinggal bersama,

menangani secret atau cairan tubuh penderita)

b. Dan atau adanya riwayat pernah melakukan perjalanan kedaerah

yang sedang terjangkit SARS.


2. Definisi penderita probable (mungkin) adalah penderita suspect seperti

yan disebutkan diatas disertai dengan:

a. Gambaran radiologis adanya infiltrate pada paru yang konsisten

dengan gejala klinis pneumonia atau klinis pneumonia atau

respiratory Distress Synrom (RDS) yang ada

b. Atau ditemukan coronavirus SARS dengan satu atau lebih metoda

pemeriksaa laboratorium

c. Atau pada otopsi ditemukan gambaran patologis RDS tanpa sebab

B. Penyebab

Penyebabnya bias karena penyakit apapun, yang secara langsung ataupun tidak

langsung yang melukai paru-paru diantaranya:

1. Pneumonia

2. Tekanan darah yang sangat rendah

3. Terhirupnya makanan ke dalam paru

4. Beberapa tranfusi darah

5. Kerusakan paru- paru karena menghirup oksigen konsenrasi tinggi

6. Cedera pada dada

7. Overdosis obat seperti heroin, metadon, atau aspirin

8. Trauma hebat

9. Transfuse darah ( terutama dalam jumlah sangat banyak)

C. Patofisiologi

Penyebab penyakit SARS disebabkan oleh coronavirus yang pada

pemeriksaan dengan mikroskop electron. Virus ini stabil pada tinja dan urine pada

suhu kamar selama 1-2 hari dan adapat bertahan lebih dari 4 hari pada penderita diare.

Corona menyebar lewat udara, masuk melalui saluran pernapasan, lalu bersarang di
paru-paru. Lalu berinkubasi dalam paru-paru selama 2-10 hari yang kemudian

menyebabkan paru-paru akan meradang sehingga bernafas menjadi sulit. Metode

penularan melalui udara serta kontak langsung dengan pasieb atau tekanan cairan

pasien. Misalnya terkena ludah saat pasien bersalin dan batuk, dan kemungkinan juga

melalui pakayan dan alat-alat yang terkontaminasi.

D. Tanda dan Gejala

Suhu badan lebih dari 380c ditambah batuk, sulit bernafas, dan nafas pendek-

pendek. Jika sudah tejadi gejala-gejala itu dan pernah berkontak dekat dengan pasien

penyakit ini, orang bias disebut suspect SARS. Gejala lainnya sakit kepla, otot terasa

kaku, diare yang tak kunjung henti, timbul binti merah pada kulit, dan badan lemas

beberapa hari. Paru-parunya mengalami radang, limfositnya menurun, trombasoitnya

mngkin juga menurun.

E. Pemeriksaan Penunjang

1. Pemeriksaan Radiologis

2. Pemeriksaan fisik : dengan menggunakan setoskop, terdengar bunyi pernafasan

abnormal. Tekanan darah seringkali rendah dan kulit, bibir serta kuku penderita

tampak kebiruan

3. Pemeriksaan yang biasa dilakukan:

a. Rotgen dada

b. Gas darah arteri

c. Hitung jemis darah dan kimia darah

d. Bronkoskopi

e. Pemeriksaan labortorium : leukosit

f. Pemeriksaan bakteriologis: sputum, darah, transtrakeal


g. Tes DNA sequencing bagi coronavirus yang dapat diperoleh hasil dalam 8 jam

dan sangat akut. Tes yang lama hanya mampu mendeteksi antibody.

F. Penata laksanaan

a. Terapi oksigen

b. Fisioterapi dada

c. pengaturan cairan

d. obat inotropic

e. ventilasi mekanis

G. Komplikasi

a. Abses paru

b. Efusi pleural

c. Episema

d. Gagal nafas

e. Pericarditis

f. Meningitis

g. Hipotensi

h. Dehidrasi

i. Septikemi

H.Pengobatan

Antibiotik masih belum efektif. Pengobatan SARS hingga kini masih bergantung pada

anti-pyretic, supplemen oksigen dan bantuan ventilasi.

Kasus SARS yang mencurigakan harus diisolasi, lebih baiknya di ruangan tekanan

negatif, dengan kostum pengaman lengkap untuk segala kontak apapun dengan

pasien.Awalnya ada dukungan anekdotal untuk penggunaan steroid dan antiviral drug
ribavirin, namun tidak ada bukti yang mendukung terapi ini. Sekarang banyak juru

klinik yang mencurigai ribavirin tidak baik bagi kesehatan.

I. Diagnosa Keprawatan

a. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan inflamasi dan obstruksi

jalan nafas

b. Deficit volume cairan berhubungan dengan intrake oral tidak adekuat, takipneu,

demam

c. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan

ketidakmampuan pemasukan berhubungan dengan factor biologis

d. Nyeri berhubungan dengan agen injur biologi

e. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hiperventilasi ( RR>24x/menit) atau

(hipoventilasi RR<16x/menit)