Anda di halaman 1dari 43

DISAIN KOLEKTOR SURYA

Dr. Damawidjaya Biksono


Jurusan Teknik Mesin
Universitas Jenderal Achmad Yani
Energi Surya & Pemanfaatannya
 Energi surya adalah energi terbersih dan tidak menimbulkan gas buang
(polusi). Radiasi surya berupa panas, cahaya dan radiasi lain yang
mengandung sejumlah besar energi yang hampair seluruhnya
menyebabkan berbagai proses di bumi. Pemanfaatan energi surya
dapat digolongkan dalam dua kategori, yaitu panas dan cahaya.

 Pemanfaatan surya dan energi terbarukan lainnya dapat mengurangi


penggunaan energi fosil (konvensional) dalam berbagai proses, dan
juga dapat mengurangi emisi CO2 yang menyebabkan pemanasan
global (menjadi issu lingkungan yang perlu mendapat perhatian)

 Kolektor surya plat datar telah digunakan pada beberapa dekade,


meskipun dalam jumlah yang sangat kecil. Kolektor dengan tabung
terevakusi juga menjadi pilihan lain dari disain kolektor surya.

 Aplikasi: SWH (solar water heater)menggantikan energi listrik/LPG,


kolektor pemanas udara. Desain kolektor surya dapat dipasang di atap
bangunan sehingga dapat menghemat tempat.
Emisi CO2
 Pada tahun 2003 terasa adanya perubahan kondisi iklim yang ektrim.
Bumi semakin panas, efek rumah kaca (global warming). Emisi gas CO2
sebagai hasil dari pembakaran energi fosil (BBM) mencemari atmosfir &
berdampak pada pemanasan lingkungan.

 Dengan memanfaatkan energi terbarukan seperti pemanas surya, PV,


angin, air dan Geothermal, secara nyata telah mengurangi emisi gas
CO2. Rata-rata setiap 1 kWh energi yang diproduksi dari industri
bertenaga batu bara, 1kg (2.2 pon CO2 diproduksi. Pembakaran LPG
untuk produksi listrik menghasilkan 450 g CO2 untuk setiap kWh energi
yang diproduksi.

Sebagai perbandingan :
 Solar Water Heater: Tingkat radiasi 4 kWh/m2/hari
Jumlah tabung: 10 (panjang 1.8 m), Pengurangan CO2 = 701 th
 Natural Gas Water Heater: Tingkat radiasi 4 kWh/m2/hari
Jumlah tabung:(panjang 1.8 m), Pengurangan CO2 = = 315 kg/th
TIPE-TIPE KOLEKTOR SURYA
1. Kolektor Surya Plat Datar: Sistem ini berupa kotak terinsulasi dan tahan air,
terdiri dari plat absorber berwarna hitam pekat yang terletak di bawah penutup
transparan (bisa 1 atau 2 lapis penutup transparan). Air atau fliuda
pengkonduksi dialirkan di dalam pipa yang berada di bawah plat absorber,
untuk dipanaskan dan akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

2. Konsentrator : Biasanya berupa logam parabola (cermin parabola) untuk


mengkonsentrasikan radiasi surya ke dalam absorber (receiver) yang berada di
pusatnya. Absorber berupa pipa yang didalamnya terdapat air yang dipanaskan.
Kekuatan panas terletak pada posisi absorber harus selalu berada di fokus
parabola.
3. Kolektor Surya Tabung Hampa: Untuk pemanas air terdiri dari jajaran
tabung kaca (seperti tabung lampu neon). Ada 3 tipe, yaitu:

 Tipe 1 (Glass-Glass) tubes: terdiri dari dua tabung kaca yang disatukan pada
bagian ujung-ujungnya. Di dalam tabung dilapisi dengan lapisan tertentu
berwarna hitam berfungsi sebagai absorber sekaligus dapat menahan
kehilangan energi radiasi. Tabung dibuat vakum untuk mengurangi kehilangan
panas akibat konduksi dan konveksi. Tidak sefisien tipe 2, tetapi sangat kuat
terhadap kebocoran.
 Tipe 2 (Glass-Metal) tubes: terdiri dari tabung tunggal. Di dalam tabung
terdapat aluminium berbentuk plat atau lengkung yang berhubungan dengan
pipa berisi air untuk dipanaskan. Plat aluminium biasanya dilapis dengan lapisan
tertentu. Tipe ini sangat efisien tetapi rawan dengan kebocoran, akibat
sambungan antara kaca dan logam, karena tingkat pemuaian kaca dan logam
tidak sama, sehingga setelah beberapa lama terkena panas dan dingin akan
terjadi penyusutan dan pengembangan material yang menyebabkan kebocoran.
 Tipe 3 (Glass-glass - water flow path) tubes: Air berada di dalam tabung.
Permasalahan muncul jika tabung pecah, maka air panas tumpah kemana-mana
(atap rumah).
Sifat kolektor surya (SWH)
 Tahan karat
 Pressure drop seminimal mungkin
 Air bersih (tidak terkontaminasi)
 Mudah dibersihkan
 Ukuran sesuai dengan kondisi tempat
 Mudah disambungkan dengan pipa air rumah
tangga
 Mudah dipasang
Kolektor Surya Plat Datar
Pemanas Air
 Struktur and Prinsip Kerja

Q = Ac {I (τ)c – UL (tp – ta)}

 Matahari mengenai permukaan kolektor, terjadi pemerangkapan panas. Plat


hitam menyerap panas dan mengkonduksikan ke pipa berisi air.
Penutup transparan

Plat absorber

Sambungan

insulasi

Pipa berisi fluida

Irisan penampang kolektor


Penutup transparan: transmisivitas tinggi
Abrsorber: absorbsivitas tinggi, reflektivitas rendah, konduktivitas panas
tinggi
Pipa: konduktivitas panas tinggi, tidak korosif
Sambungan: konduktivitas panas tinggi
Penutup transparan
Sifat kaca:
- Transmisivitas tinggi (  1)
- Mudah dibersihkan
- Mudah pecah (Mahal)

Sifat polikarbonat:
- Transmisivitas tinggi (0.7 <  < 0.9)
- Mudah dibersihkan
- Tahan lama (Mahal)

Sifat polietilen:
- Transmisivitas rendah (0.4 <  < 0.8)
- Mudah dibersihkan
- Mudah rusak (Murah)
Absorber & pipa
Sifat besi dicat hitam pekat:
 Konduktivitas besar (77 W/mK)

 Absorbsivitas besar (0.98)

 Mudah berkarat

Sifat tembaga dicat hitam pekat:


 Konduktivitas besar (387.6 W/mK)

 Absorbsivitas besar (0.98)

 Tidak berkarat
Insulasi

Kelebihan Glass wool :


 Tidak mudah terbakar

 Tahan panas (300 C)


o

 Mudah dibentuk

 Konduktivitas panas = 0.043W/mK

 Terbuat dari 90% recycled glass

 Sangat ringan (densitas ~70kg/m )


3
PERSAMAAN ENERGI
PADA KOLEKTOR PLAT DATAR (Dasar: Tp)

Q = Ac {I (τ)c – UL (tp – ta)}

Q = energi berguna
Ac = Luas kolektor
I = Radiasi surya
(τ)c = Sifat optik kolektor
UL = Koef. kehilangan panas
tp = suhu plat absorber
ta = suhu udara lingkungan
Koefisien kehilangan panas UL
UL = UB + UE + UT

UB = kB/b te

UE = ke/te Ae/Ac

KETERANGAN:

UB = Koefisien kehilangan panas bagian bawah (W/m2K)


UE = Koefisien kehilangan panas bagian samping (W/m2K)
UT = Koefisien kehilangan panas bagian atas (W/m2K)
kb = konduktivitas panas insulasi bawah(W/mK)
ke = konduktivitas panas samping (W/mK)
te = tebal insulasi samping (m)
Ae = Luas insulasi di bagian tepi (m2) = Keliling X tebal kolektor
Ac = Luas kolektor (m2)
Koefisien kehilangan panas bagian atas (UT)
1
  KETERANGAN:
 
 N 1
UT  A     N = jumlah penutup
 Tp  Ta 
E
C hw  transparan
T  N  f   p = emisivitas plat
 p    g = emisivitas penutup
transparan
 T p  Ta T p2  Ta2  Tp = suhu plat absorber
A
 p  0.00591Nhw   B  N
1 (K)
Ta = suhu lingkungan (K)
hw = koefisen pindah
panas krn angin
2 N  f  1  0.133 p
B C, E, f = koefisien
g
Koefisien lain:
 = sudut kemiringan kolektor
f = (1+ 0.089hw – 0.1166hw p) (1+0.07866N)
C = 520(1-0.000051 2) untuk 0o <  < 70o
Untuk 70o <  < 90o gunakan  = 70o
E = 0.43(1-100/Tp)
hw = 5.7 + 3.8 v (v= kecepatan angin, m/dt)
PERSAMAAN ENERGI
PADA KOLEKTOR PLAT DATAR (Dasar: Tfi)

Q = Fr Ac {I (τ)c – UL (tfi – ta)}

Q = energi berguna
Fr = Faktor pelepasan panas
Ac = Luas kolektor
I = Radiasi surya
(τ)c = Sifat optik kolektor
UL = Koef. kehilangan panas
tfi = suhu fluida masuk
ta = suhu udara lingkungan
FAKTOR PELEPASAN PANAS (Fr)

mCp   U L F ' 
Fr  1  exp   
UL   mCp 

m = laju aliran massa (kg/dt)


Cp = Panas jenis fluida
F’ = Faktor efisiensi
d

t
b
(W-D)/2

W
D

W = jarak antar pipa t = tebal sambungan


D = diameter luar pipa b = tebal insulasi
d = tebal plat absorber
FAKTOR EFISIENSI (F’)
1
UL
F' 
 1 L 1 
W   
 U L W  D F  D kt hD i 

F = Efisiensi sirip
k = konduktivitas sambungan (W/mK)
h = koefisien pindah panas konveksi
fluida (W/m2K)
Di = diameter dalam pipa (m2)
EFISIENSI SIRIP (F)

 UL W  D 
tanh 

 kd 2 
F
UL W  D
kd 2

x
e e
x
tanh  x
e  e x
EFISIENSI KOLEKTOR
 Efisiensi ()
= energi berguna/energi sumber
= tidak konstan, tgt pd suhu fluida masuk
dan suhu lingkungan serta radiasi surya
 = Fr ()c – Fr UL (tfi –ta)/I

(tfi –ta)/I
Rangka penyangga kolektor
KOLEKTOR PEMANAS UDARA

 Absorber berfungsi sebagai pipa udara


PERSAMAAN ENERGI PADA KOLEKTOR PLAT
DATAR PEMANAS UDARA (Dasar: Tfi)

Q = Fr Ac {I (τ)c – UL (tfi – ta)

Q = energi berguna
Fr = Faktor pelepasan panas
Ac = Luas kolektor
I = Radiasi surya
(τ)c = Sifat optik kolektor
UL = Koef. kehilangan panas
tfi = suhu fluida masuk
ta = suhu udara lingkungan
Faktor efisiensi
F = Efisiensi sirip
K = konduktivitas
1 sambungan (W/mK)
F' H = koefisien pindah panas
UL
1 konveksi fluida (W/m2K)
hf A 1 1 Di = diameter dalam pipa (m2)
  A = Luas penampang
Ac hr h f plat absober (m2)
 = konstanta Stefan-Boltzman
= 5.67 x 10-8
hf = Nu k/2a
4T p3 Nu = 000269 Re
hr  (untuk 2000<Re<10000)
1 1 Nu = 26.9
 1 (untuk Re >10000)
p g
TAKE HOME
Kolektor Surya untuk Pengering
 Buat perhitungan dari rumus yang ada di Power
point tersebut dengan menggunakan Exle antara
lain :
1. Luas Kolektor
2. Kehilangan Panas
3. Energi Berguna
4. Efisiensi kalor
5. Pengumpulk Surya
6. Hasil Pengukuran.
KOSENTRATOR SURYA
Reflektor, Aa

Absorber/receiver, Ar

 Ar = Luas bidang penyerap


 Aa = Luas bidang tangkap
 Konsentrator 3D : Aa/Ar = R2/r2 = 46200
 Konsentrator 2D : Aa/Ar = R2/r2 = 215
lensa

cermin

Konsentrator Refraktor
PERSAMAAN ENERGI
PADA KONSENTRATOR (Dasar: Tfi)

Q = Fr Aa {I (τ)c – (Ar/Aa) UL (tfi – ta)}

Q = energi berguna
Fr = Faktor pelepasan panas
I = Radiasi surya (W/m2)
(τ)c = Sifat optik kolektor
UL = Koef. kehilangan panas
tfi = suhu fluida masuk
ta = suhu udara lingkungan
Faktor Efisiensi
1
UL
F'
1 Do Do ln Do / Di 
 
U L hDi 2k

 Do = diameter luar pipa


 Di = diameter dalam pipa
 h = koef. pp konveksi fluida
 K = konduktivitas panas pipa
FAKTOR PELEPASAN PANAS (Fr)

mCp   ArU L F ' 


Fr  1  exp   
ArU L   mCp 

m = laju aliran massa (kg/dt)


Cp = Panas jenis fluida
F’ = Faktor efisiensi
Ar = Luas permukaan absorber (m2)
Suhu fluida keluar (tfo)
 Q = m Cp (tfo – tfi)
Kolektor Surya Tabung Hampa
Kolektor Surya Tabung Hampa
Prinsip kerja

1. Absorpsi: radiasi surya diserap tabung hampa lalu


diubah mjd panas
2. Pindah Panas: Pipa panas mengkonduksikan
panas dari tabung hampa ke header pipe.
3. Energy Storage: Air disirkulasikan melalui header,
via intermittent pump cycling. Setiap air bersirkulasi
melalui header, suhu naik 5-10oC. Sehingga
setelah satu hari air di dalam tanki penyimpan
secara bertahap terpanaskan.