Anda di halaman 1dari 2

penciptaan alam semesta menurut kajian alquran

Al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah bukanlah omong kosong, murni firman dari
Allah. Al-Quran sudah menjelaskan bagaimana asal muasal alam semesta tercipta, dan penelitian
abad 19 menunjukkan kesamaan hasil penclitian dengan yang termaktub dalam Al-Quran yang
diturunkan sekitar 610 Masehi. Lalu bagaimana Al-Quran menjelaskan tentang terbentuknya
alam semesta ini.
Ilmu agama telah menjelaskan khususnya dalam alquran Allah SWT telah berfirman,
yang artinya:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan
siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (yaitu) orang-orang yang mengingat
Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini
dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka periharalah kami dari siksa neraka”(QS,Ali Imran,
190-191).
Alquran, surat Al Anbiya, ayat 30:
“ ... Bahwa ruang waktu dan energi materi itu dahulu sesuatu yang padu (dalam
singularitas), kemudian Kami pisahkan keduanya itu”
Dalam Al Qur’an, Surat Adz Dzariat, ayat 47:
“ ... Dan ruang waktu itu Kami bangun dengan kekuatan (ketika dentuman besar dan
inflasi melandanya sehingga beberapa dari dimensinya menjadi terbentang). Dan sesungguhnya
Kamilah yang meluaskannya(sebagai kosmos yang berekspansi)”
pada surat al-An‟ām/6:101 yang artinya:
“Dialah pencipta langit dan bumi”.
Pada QS Adz-Dzariyat: 47Artinya:
“....dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar
meluaskannya”.
Berikut dipaparkan beberapa tafsir yang menjelaskan makna dari ayat Adz-Dzariyat
tersebut:

 Tafsir Fhi-Zhilalil Quran (Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan Kami) dengan
kekuatan Kami (dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa) dikatakan Adar Rajulu
Ya-idu Qawiyyuartinya lelaki itu menjadi kuat. Dikatakan Awsa'ar Rajulu, artinya ia
menjadi orang yang memiliki pengaruh dan kekuatan (Quthb, 2004).

 Tafsir Misbah Quraish ShihabLangit itu Kami kokohkan dengan kekuatan Kami.
Sesungguhnya Kami mampumenjadikannya lebih dari itu.Dan bumi itu Kami
bentangkan. Maka sebaik-baik yang mempersiapkannya untuk tempat tinggal adalah
Kami. Ayat ini mengisyaratkan beberapa rahasia ilmiah. Di antaranya, bahwa Allah Swt.
menciptakan alam yang luas ini dengan kekuasaan-Nya. Dia Mahakuasa atas segala
sesuatu. Kata samâ' (langit) pada ayat tersebut dimaksudkan sebagai segala sesuatu yang
ada di atas dan menaungi. Maka, segala sesuatu yang ada di sekitar benda-benda langit
seperti planet, bintang, tata surya dan galaksi juga disebut langit.Bagian alam raya yang
terlihat ini amatlah luas, tak terbayangkan dan tak terbatas, sebab jaraknya bisa mencapai
jutaan tahun cahaya. Menurut ilmu pengetahuan modern, satu tahun cahaya berarti jarak
yang dilalui cahaya dengan kecepatan 300.000 km per detik. Frase "Wa Innâ Lamûsi'ûn"
('dan Kami meluaskannya') menunjukkan hal itu. Artinya, Kami meluaskan alam tersebut
dengan sebegitu luasnya sejak diciptakan. Ayat tersebut juga menunjukkan bahwa
meluasnya alam terus berlangsung sepanjang masa. Ini juga telah ditemukan dalam ilmu
pengetahuan modern yang dikenal dengan teori ekspansi. Menurut teori tersebut, nebula
di luar galaksi tempat kita tinggal menjauh dari kita dengan kecepatan yang berbeda-
beda. Bahkan benda-benda langit dalam satu galaksi pun saling menjauh satu sama
lainnya (Shihab, 2002).

 Tafsir Ibnu KatsirAllah dalam ayat ini berfirman seraya mengingatkan penciptaan alam
uluwwi(bagian atas) dan alam sufli(bagian bawah). Allah telah menjadikan langit itu
sebagai atap yang terpelihara dan tinggi dengan kekuatan-Nya. Demikian itu
dikemukakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah Ats-Tsauri, dll. Dan Allah juga
telah menjadikan seluruh penjurunya luas, kemudian Kami meninggikan tanpa
menggunakan tiang, sehingga ia menggantungkan sebagaimana adanya (Katsir, 2004).

Sumber :
http://digilib.uinsgd.ac.id/14930/1/1.%20HKI-Karya%20Tulis.pdf

https://www.academia.edu/22156437/Konsep_Alam_Semesta_Menurut_Al-Quran