Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Defenisi
Definisi tambak atau kolam menurut Biggs et al. (2005) adalah badan air yang berukuran
1 m2 hingga 2 ha yang bersifat permanen atau musiman yang terbentuk secara alami atau buatan
manusia. Rodriguez-Rodriguez(2007) menambahkan bahwa tambak atau kolam cenderung
berada pada lahan dengan lapisan tanah yang kurang porus. Istilah kolam biasanya digunakan
untuk tambak yang terdapat di daratan dengan air tawar, sedangkan tambak untuk air payau atau
air asin. (Budihastuti, 2013) dalam skripisinya menyebutkan bahwa menurut Biggs et al(2005)
salah satu fungsi tambak bagi ekosistem perairan adalah terjadinya pengkayaan jenis biota air.
Bertambahnya jenis biota tersebut berasal dari pengenalan biota-biota yang dibudidayakan.

1.2 Irigasi
Irigasi tambak merupakan kegiatan mengupayakan air irigasi dan pembangunannya,
termasuk kegiatan membuka menutup pintu bangunan irigasi, menyusun rencana tata tanamm,
menyusun sistem golongan, menyusun rencana pembagian air,melaksankan kalibrasi
pintu/bangunan, mengumpulkan data, memantau dan mengevaluasi Oksa Ega Hermawan, RIni
Wahyu Sayekti (2015).
1.3 Jenis-Jenis Tambak
1. Tambak Tradsional
Jaringan irigasi sederhana tambak dibangun di lahan pasang surut, umumnya berupa rawa-
rawa hutan bakau, atau rawa-rawa pasang surut bersemak dan rerumputan. Petakan tambak pada
umumnya mempunyai saluran keliling (caren) yang lebarnya 5 m -10 m di sepanjang keliling
petakan sebelah dalam. Di bagian tengah juga dibuat caren dari sudut ke sudut (diagonal).
Kedalaman caren 30 cm -50 cm lebih dalam dari bagian sekitarnya yang disebut pelataran. Bagian
pelataran hanya dapat berisi sedalam 30 cm -40 cm saja.
2. Tambak Semi Teknis
Perbedaan satu-satunya antara jaringan irigasi tradisional dan irigasi semiteknis adalah
pada jaringan irigasi semiteknis telah mempunyai saluran pencampur air asin dan air tawar.

3. Tambak Teknis
Jaringan irigasi teknis ini diterapkan untuk usaha budidaya tambak madya dan budidaya
tambak maju. Adapun ciri-ciri jaringan irigasi teknis, yaitu:
1. Saluran pembuang dan saluran pembawa terpisah
2. Saluran pengambil air asin dan saluran pengambil air tawar terpisah
3. Pencampuran antara air asin dan air tawar dilakukan di bak pencampur
4. Petaktersier menerima air payau dalam jumlah yang sudah terukur
Pada jaringan irigasi teknis tambak hampir semua bangunan pelengkap dibuat sesuai
dengan kebutuhan. Disamping petakan pembesaran diperlukan petak pendederan (tahap pelepasan
atau penyebaran benih)dengan luas antara 500 m2 -1000 m2. Bangunan pelengkap lainnya adalah
gudang pendingin (cold storage), kolam tando dan bak pencampur Oksa Ega Hermawan, RIni
Wahyu Sayekti,(2015).

1.4 Prasarana Jaringan Irigasi tambak


1. Saluran
Saluran pada jaringan irigasi tambak dibedakan berdasarkan klasifikasi sebagai
berikut:a.Saluran primer adalah saluran utama dari jaringan irigasi tambak yang berfungsi untuk
pemberi atau pembuang.b.Saluran sekunder adalah cabang utama dari saluran primer yang
berfungsiuntuk pemberi atau pembuang.
2. Pintu Air
a. Pintu Sorong
Pintu sorong dipakai untuk mengatur tinggi air pada saluran irigasi. Pengaturan
tinggi ini ditentukan berdasarkan debit masuk serta debit keluar yang diinginkan agar
kelebihan dan kekurangan air dapat diatur. Pintu sorong dipakai dengan tinggi maksimum
sampai 3 m dan lebar tidak lebih dari 3 m. Pintu tipe ini hanya digunakan untuk bukaan
kecil, karena untuk bukaan yang lebih besaralat-alat angkatnya akan terlalu berat untuk
menanggulangi gaya gesekan pada sponeng.
b. Pintu Skot Balok
Dilihat dari segi konstruksi, pintu skot balok merupakan peralatan yang sederhana.
Balok-balok profil segiempat berikuran 20 cm x 1 meter ditempatkan tegak lurus terhadap
potongan segiempat saluran.Kelebihan pintu skot balok diantaranya konstruksinya yang
sederhana dan kuat serta biaya operasinya kecil.
c. Polder
Polder adalah suatu daerah terututup yang tinggi muka airnya diatur secara buatan
(Sawarendro, 2010:91). Dengan sistem polder, memungkinkan pengaturan air secara
sempurna dengan adanya tanggul-tanggul dan pintu-pintu air untuk mengendalikan lahan
dari pengaruh air yang berasal dari luar.
3. Pola Tata Tanam Tambak
Polikultur adalah budidaya yang dilakukan secara tumpang sari dalam satu petak tambak
antara udang bersama ikan atau jenis budidaya lain yang dapat hidup berdampingan antara yang
satu dengan yang lain. Dalam budidaya campuran bandeng dan udang,dapat dilakukan dua kali
pemeliharaan dalam satu tahun. Pemeliharaan pertama dimulai pada awal Mei hingga petengahan
September dan pemeliharaan kedua dimulai pada pertengahan Oktober hinga akhir Februari. Lama
pemeliharaannya masing-masing 4-5 bulan. Pada musim pemeliharaan pertama, pekerjaan
persiapannya memerlukan waktu cukup panjang, yaitu mulai awal Maret hingga akhir April.
Sedangkan pemeliharaan kedua, pekerjaan persiapannya mulai pertengahan September hingga
pertengahan Oktober. Berikut adalah gambar contoh pola tata tanam pada tambak.
4 Petakan Tambak
a. Sebaiknya dibuat dalam bentuk unit. Setiap satu unit tambak pengairannya berasal dari satu
pintu besar, yaitu pintu air utama atau laban. Satu unit tambak terdiri dari tiga macam
petakan: petak pendederan, petglondongan (buyaran) petak pembesaran dengan
perbandingan luas 1:9:90.
b. Selain itu, juga ada petakan pembagi air, yang merupakan bagian yang terdalam. Dari petak
pembagi, masing-masing petakan menerima bagian air untuk pengisiannya. Setiap petakan
harus mempunyai pintu air sendiri, yang dinamakan pintu petakan, pintu sekunder, atau
tokoan. Petakan yang berbentuk seperti saluran disebut juga saluran pembagi air.
c. Setiap petakan terdiri dari caren dan pelataran.

5. Pematang/Tanggul
a. Ada dua macam pematang, yaitu pematang utama dan pematang antara.
b. Pematang utama merupakan pematang keliling unit, yang melindungi unit yang
bersangkutan dari pengaruh luar. Tingginya 0,5 m di atas permukaan air pasang tertinggi.
Lebar bagian atasnya sekitar 2 m. Sisi luar dibuat miring dengan kemiringan 1:1,5.
Sedangkan untuk sisi pematang bagian dalam kemiringannya 1:1.
c. Pematang antara merupakan pematang yang membatasi petakan yang satu dengan yang
lain dalam satu unit.
d. Ukurannya tergantung keadaan setempat, misalnya: tinggi 1-2 m, lebar bagian atas 0,5-1,5.
Sisi-sisinya dibuat miring dengan kemiringan 1:1. Pematang dibuat dengan menggali
saluran keliling yang jaraknya dari pematang 1 m. Jarak tersebut biasa disebut berm.
6. Sumber Air
Air yang digunaakn dalam tambak berasal dari sumber air. Sumber air yang dimasukkan
ke dalam tambak ada beberapa macam, tergantung dari teknologi dan lokasi dimana tambak
tersebut berada. Beberapa sumber air antara lain sebagai berikut :
a. Air laut
Air laut yang dimasukkan secara langsung ke dalam tambak dengan bantuan pasang
surut ataupun melalui alat bantu yang berupa pompa air. Cara ini digunakan pada lahan
tambak yang relatif dekat atau berhadapan langsung dengan laut dan perlu memperhatikan
kondisi dan kualitas air laut sebelum dimasukkan ke dalam tambak secara langsung. Pada
tambak yang menggunakan pompa air sebagai alat bantunya akan membutuhkan investasi
yang cukup besar untuk pemasangan instalasi pompa air beserta paralon yang dirangkai
sampai batas pantai, sedangkan dari segi lahan cara ini rentan terhadap pengikisan air laut
terhadap lahan tambak. Penggunaan pompa juga di pasang filter untuk menyaring kotoran
dan hama yang tidak diinginkan.
b. Air Sungai
Air sungai yang masih bersifat payau dan dimasukkan ke dalam tambak secara
langsung dengan bantuan pasang surut ataupun melalui alat bantu yang berupa pompa air.
Cara ini biasa digunakan pada tambak yang letaknya relatif agak jauh dari laut atau dekat
dengan laut dan sungai dengan pertimbangan pemasangan instalasi pompa air relatif lebih
sederhana dibandingkan dengan pengambilan air langsung dari laut. Untuk tambak yang
berada di dekat sungai didesain memiliki saluran irigasi untuk pemasukan dan air.
pengeluran air. Cara ini rentan terhadap sedimentasi dan pencemaran limbah sungai yang
berasal dari rumah tangga maupun industri yang berada di sekitar area sungai. Oleh karena
itu juga pintu pemasukan sumber air sungai menggunakan filter atau penyaring.
1.5 Permasalahan Terkait Tambak
Permasalahan-permasalahan terkait tambak menurut (Hidayatillah, 2017) terbagi menjadi
dua bagian, yaitu:
1. Lingkungan Sosial Ekonomi
a. Kemampuan petani lokal
b. Taraf kehidupan masyarakat sekitar
c. Pasar
2. Lingkungan Ekologi
a. Bau
Kegiatan tambak udang akan menyisakan limbah organik yang akan memberikan dampak
negatif bagi lingkungan dan menyebabkan pencemaran udara akibat dari bau yang tidak
sedap sehingga tidak memberikan kenyamanan bagi masyarakat disekitar tambak.
b. Kualitas air buangan
Kualitas air buangan yang sudah tercemar maka akan mencemari lingkungan sekitar.
Lahan pertanian yang berada disekitar pembuangan akan terkena dampaknya seperti
berkurangnya hasil panen diakibatkan kondisi tanah yang sudah tidak sehat. Abila air
buangan dibuang di lokasi pesisir pantai maka akan berdampak bagi para nelayan yang
menurun hasil tangkapan ikannya disekitar tambak.
c. Hama atau ekosistem diluar tambak.