Anda di halaman 1dari 59

SLIDE 1: DOA BELAJAR

“Kami ridho Allah SWT sebagai Tuhanku, Islam


sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad
sebagai Nabi dan Rasul, Ya Allah,
tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah
aku kefahaman”
SISTEM PENCERNAKAN

Retno Mawarti
Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan
UNISA
Yogyakarta
Pathofisiologi
1. Patologi merupakan ilmu penyakit/spesialitas klinis
pada kedokteran
2. Patologi dibagi 2 : Patologi Anatomi dan Patologi
Klinis
3. Patologi menekankan pada aspek penyakit yang
dapat diukur seperti perubahan struktur sel, jaringan,
dan organ-organ serta tmuan laboratorium
4. Pathofisiologi adalah studi tentang fungsi-fungsi yang
mengalami gangguan atau fungsi-fungsi yang
berubah akibat proses penyakit, bersifat integratif
yang menggambarkan konsep2 dr banyak ilmu dasar
dan klinis, termasuk anatomi, biokimia, biologi sel,
genetika, farmakologi dan patologi.
Anatomi
Sistem gastrointestinal adalah
sistem yang berfungsi untuk
memproses makanan
sehingga dapat diserap dan
digunakan oleh tubuh secara
fisika maupun kimia.
(Guycton, 2008)
YouTube GI
Keterangan
• 1. Mouth • 16. Pancreas
– 2. Palate – 17. Pancreatic duct
– 3. Uvula • 18. Small intestine
– 4. Tongue – 19. Duodenum
– 5. Teeth – 20. Jejunum
• 6. Salivary glands – 21. Ileum
– 7. Sublingual • 22. Appendix
– 8. Submandibular • 23. Large intestine
– 9. Parotid – 24. Transverse colon
• 10. Pharynx – 25. Ascending colon
• 11. Esophagus – 26. Caecum
• 12. Liver – 27. Descending colon
• 13. Gallbladder – 28. Sigmoid colon
– 29. Rectum
• 14. Common bile duct
• 15. Stomach • 30. Anus
1. RONGGA MULUT

• Bagaimana Makanan dicerna di Rongga


Mulut ???
Di dalam Rongga
Mulut, Makanan akan
di cerna secara
Mekanik oleh gigi, lidah
dan kelenjar air liur
dengan cara di kunyah
dan dihaluskan, agar
menjadi potongan-
potongan makanan
yang lebih halus
Selain dikunyah oleh Gigi,
Pencernaan Makanan di
Rongga Mulut dibantu
oleh Enzim Amilase
(Ptialin) yang dihasilkan
oleh Kelenjar Air Liur.

- Enzim Amilase (Ptialin)


berfungsi untuk
mengubah Amilum
(Karbohidrat) menjadi
Maltosa (Monosakarida),
sehingga makanan yang
kita makan akan terasa
manis.
2. KERONGKONGAN
(ESHOPAGUS)

Setelah dari Rongga Mulut,


makanan akan masuk ke
kerongkongan (Eshopagus).

Di kerongkongan, makanan
akan di dorong ke Lambung
oleh kerongkongan, melalui
gerak peristaltik.
Kelompok Matematika
• Pilihlah salah satu alat peraga pada kit
• Susunlah langkah penggunaannya
• Pilihlah 6 – 8 alat peraga yang ada pada
kita
• Suruh kelompok untuk merancang
penggunaannya dalam pembelajaran.
3. LAMBUNG
Di Lambung, makanan di cerna secara Mekanik dan
Kimiawi.

1. Pencernaan makanan secara mekanik dilakukan


oleh otot-otot lambung yang berkontraksi, melakukan
gerakan meremas/menggiling makanan hingga
menjadi bentuk yang lunak seperti bubur makanan.

2. Pencernaan secara Kimiawi pada lambung dibantu


oleh enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh
lambung atau getah lambung.
lanjutan
Getah Lambung terdiri dari :
1. Asam Klorida (HCL), berfungsi membunuh
bibit penyakit yg masuk bersama makanan.
2. Enzim Pepsin, berfungsi mengubah Protein
menjadi Pepton.
3. Enzim Renin, berfungsi menggumpalkan
protein susu menjadi Kasein (dengan
bantuan kalsium)
LAMBUNG
Fungsi :
1. Tempat menyimpan makanan
2. Tempat mencampur makanan dg getah
lambung  chyme
3. Tempat mengosongkan makanan
4. Mencegah masuknya sebagian kuman
5. Tempat absorbsi alcohol + obat-obatan
Gerakan lambung ada 2 macam :
1. Gerak peristaltik
2. Gerak mencampur
Pengosongan Lambung (Pompa Pilorus)
Faktor yang mempengaruhi:
a. Faktor dari Lambung:
meningkatkan pengosongan
- Lambung penuh / teregang / iritasi
/ infeksi
- Hormon Gastrin
.
b. Faktor dari duodenum
menghambat pengosongan
- Reflek enterogastrik
- Sekretin
- Cholecystokinin (CCK)
Sel mukus :
- mukus
Sel Utama :
- pepsinogen
Sel Parietal : - HCl
Sekresi lambung: Getah lambung

- pH : 1,5 – 3,4
- mengandung:
1. Elektrolit : H+, Cl, K+, Na+
2. Mucus : - melindungi mukosa
(penderita gastritis : Tx antasida)
4. Enzim Pepsin

di sekresi : sel utama (Chief Cell)

Pepsinogen pepsin
HCL ( pH : 1,5 – 3,5)

Protein (terutama daging) polipeptida


pepsin
5. Rennin
- Hanya pada masa bayi
- menggumpalkan susu
6. Faktor intrinsik
- disekresi oleh sel pariental
- membantu absorbsi vit B12
7. Histamin
- reseptor H2  merangs sekresi HCl
(gastritis : obat H2 Bloker - cimetidine)

8. HCL
- disekresi : sel pariental
- obat gol Proton Pump Inhibitor (PPI)
- menghambat pembentukan HCl
mis. Omeprazole
Faktor perangsang sekresi lambung :

- Asetilkolin / parasimpatis / vagus


- Hormon Gastrin
- Asam amino, alcohol, nikotin, kafein
- Stress emosi
Proses absorbsi lambung
- alcohol dan obat-obatan
- tidak untuk sari makanan
Gangguan Lambung
1. Gastritis
sebab:
- Infeksi (misalnya: kuman Helicobacter pylori)
- Irritasi makanan / obat-obatan / alcohol
- Irritasi asam lambung / pepsin yang berlebihan

Daya proteksi lambung:


- mucus kental, tahan enzim pencernaan
- Sel lambung : tight junction
sulit ditembus oleh ion H+ atau pepsin.
Penting :
Keseimbangan : sekresi - daya proteksi

3. Tukak Peptic = Ulcus Pepticum


Terbanyak : Duodenum proksimal
USUS HALUS
Fungsi : pencernaan & absorbsi makanan
Ø Proses sangat cepat
Ø Didukung oleh bentukan :
1. Valvula coniventes
2. Villi
3. Mikrovilli
Setiap villi : kapiler & p.limfe sentral lakteal
Sphincter Ileocaecal = Sphincter Ileocolica

Fungsi :
1. Mencegah kembalinya
isi colon ke ileum
2. Barier bakteri kolon
3. Menahan isi ileum
Proses sekresi usus

• Kelenjar Brunner : sekresi mukus


• Kelenjar Crypt Liberkuhn 
: sekresi Succus Entericus
Succus Entericus

Mengandung :
1. Elektrolit ( t.u – ion HCO3-)
2. Enzim :
a. Karbohidrase (lactase, maltase, sukrase)
Kabohidrat

Monosakarida
(galaktosa,fruktosa, terutama glukosa)
b. Protease
(aminopeptidase,dipeptidase).
Protein

Asam amino
c. Lipase Trigliserida

- Asam lemak
- Gliserol
4. USUS HALUS
Makanan dari
lambung yang
telah berbentuk
bubur makanan
kemudian masuk
ke usus halus
untuk di cerna
kembali dan di
serap sari-sari
makanannya
Usus Halus terdiri dari :
1. Usus 12 jari (Duodenum)
Panjangnya sekitar 1/3 meter.
Di dalam Usus 12 jari terjadi
pencernaan makanan dengan
bantuan getah pankreas.
Getah Pankreas dihasilkan
oleh kelenjar pankreas.
Getah Pankreas mengandung
Enzim-Enzim Pencernaan seperti :
1). Enzim Amilase, berfungsi Mengubah Amilum menjadi
maltosa (monosakarida).
2). Enzim Tripsin : Mengubah Pepton menjadi Asam Amino
3). Enzim Lipase : Mengubah Lemak menjadi Asam Lemak.
Selain dibantu oleh Getah
Pankreas yang menghasilkan
enzim-enzim pencernaan,
proses pencernaan makanan
di usus halus juga di bantu
oleh Getah Empedu yang
dihasilkan oleh hati.

Fungsi Getah Empedu antara lain :


1). Mengemulsikan lemak agar mudah di serap oleh tubuh
menjadi asam lemak.
2). Memberikan zat warna kecoklatan pada makanan yang
sedang dicerna.
Pada ujung usus halus
terdapat umbai cacing
(usus buntu), kegunaannya
sebagai klep penghubung
antara usus halus dengan
usus besar.
Agar sisa-sisa makanan
yang telah keluar dari usus
halus menuju usus besar
tidak dapat kembali masuk
ke usus halus
5. USUS BESAR (KOLON)

Pada Usus besar sisa-sisa ampas makanan diserap


kandungan air dan garam-garam mineralnya, kemudian
ampas makanan tersebut di busukkan oleh bakteri
pembusuk yg hidup di usus besar yaitu Bakteri
Escherichia Colli.
Sebelum di buang ke Anus, ampas makanan yang telah
dibusukkan oleh Bakteri Echerichia Colli dan telah
berbentuk kotoran atau tinja (feses) terlebih dahulu masuk
ke “Rektum” yang terdapat pada ujung besar.
Rektum memiliki otot polos yang apabila rektum terisi
ampas makanan dan otot berkontraksi maka akan
menimbulkan rasa ingin buang air besar.
6. ANUS

ANUS adalah
saluran pembuangan
terakhir.
Tempat keluarnya
feses atau tinja
ampas makanan
sisa proses
pencernaan.
Pathofisiologi gangguan sistem
Gastrointestinal
1. Gangguan Esofagus
a.Disfagi
b.Regurgitasi
c. Esofagitis
Gangguan Di Lambung dan
Duodenum
1. Mual dan muntah
2. Gastritis
3. Ulkus Peptikum
4. Stres Ulkus
Gangguan Usus Halus (Price
2006)

a. Malabsorbsi
b. Apendixitis
c. Obstruksi Usus
d. Peritonitis
Malabsorbsi
• Malabsorpsi  terganggunya absorbsi satu ato banyak
zat gizi dalam mukosa usus, menyebabkan terjadinya
gerakan makanan terdigestasi yang tidak memadai dari
usus halus kedalam darah atu sistem limfatika
• Maldigesti adalah kegagalan absorbsi zat gizi pada
pemecahan proses pencernakan kimiawi yang
berlangsung dalam lumen usus atau brush border
mukosa usus
Penyebab
1. Operasi lambung sebelumnya
2. Gangguan pancreas
3. Penyakit hepatobiliaris
4. Penyakit pada usus halus
5. Gangguan heriditer
6. Akibat obat
Tanda dan Gejala
Tanda / gejala Patofisiologi
Turun BB dan malnutrisi Ggn absorbsi KH,Protein,Lemak -> Ke < kalori
Deare Beban cairan dan elektrolit dikolon yg berlebih 
melampaui kemampuan absorbsi asam empedu,
asam lemak dlm kolon  absorsobsi menurun
natrium dan air dlm kolon, dan efek laktasit
akibat iritasi kolon

Fases banyak bebuih dan Kelebihan lemak dalam feses


busuk
Flatulen perit kembung Laktosa tidak dicerna fermentasi
pemindahan cairan ekstracel kedlm usus 
deare
nokturia Absorbsi dan ekskresi yang tertunda
Lemah dan mudah lelah Anemia
Edema Gangguan absorbsi asam amino
hypoproteinemia
lanjutan
Tanda dan Gejala Patofisiologi

Amenore Kekurangan protein hypopituitarisme sekunder

Glositis, kellosis Defiensiensi besi, asam folat, vit B12 dan vit lain

Neuropati perifer Defisiensi B12, tiamin

Memar dan mudah Malabsorbsi vit K, hypoprotombinemia


berdarah
Nyeri tulang, Mal kalsium hypokalsemia ke< protein
deformitas rangka, osteoporosis, mall vit D ggn absorbsi kalsium
fraktur
Tetani, parestasia Mall kasium hypokalsemia, mall magnesium
hypomagnesimia
Eksema Penyebabnya tidak pasti
Obstruksi Usus
• Obstruksi Ususakumulasi gas dan cairan intra lumen
disebelah proksimal dari letak obstruksidistensi
Proliferasi bakteri yang berlangsung cepat Tek
intralumen meingkat dipertahankan Iskemia dinding
ususkehilangan cairan ruang peritoniumPelepasan
bakteri dan toksin dari usus yang nekrotik kedalam
peritonium dan sirkulasi sistemik Peritonitis Septikemia
• Kehilangan H2O dan elektrolit  penurunan Vol ECF 
Syok Hypovolemik
Penyebab
• Obstruksi non mekanis atau ileus adidinamik setelah
pembedahan abdomen reflek penghambatan
peristaltik akibat visera abdominalis tersentuh tangan
ILEUS PARALITIK
• Peritonitis
• Usia >50 th
• Tumor ganas
• Volvulus  uasus yang terpeluntir
• Inkanserasi
• intususepsi
Gangguan Usus Besar

a. Radang usus Besar  kolitis Ulseratif


b. Neoplasma Usus Besar
c. Gangguan Ano-Rectal : Hemoroid,
Fisura Ani (Fisura Ano/Fisura in ani)
Gangguan Hati, Kandung Empedu,
Pankreas
a. Icterik dan metabolisme Bilirubin
b. Hepatitis
c. Kolelitiasis
d. Pankreatitis
Ikteric
• Penimbunan pigmen empedu dalam tubuh
menyebabkan perubahan warna jaringan
menjadi kuning
• dideteksi pada sklera, kulit, atau urin yang
menjadi gelap bila bilirubin serum
mencapai 2-3 mg/dl.
• Sklera dan langit-langit terdeteksi pertama
kali
Mekanisme Pathofisiologi Ikterik
1. Pembentukan bilirubin yang berlebihan
2. Gangguan pengambilan bilirubin tak terkonjugasi oleh
hati
3. Gangguan konjugasi bilirubin
4. Penurunan ekskresi bilirubin terkonjugasi dalam
empedu akibat faktor interahepatik dan ekstrahepatik
yang bersifat fungsional atau disebabkan oleh
obstruksi mekanis.
1,2,3 - Hyperbilirubin tidak terkonjungasi
4. - Hyperbilirubin yang terkonjungasi
Penanganan
• Pemeriksaan Fisik
• Pemeriksaan Penunjang
• Terapi sesuai masalah
Pengaruh terhadap Kebidanan
• Kekurangan energi, cairan elektrolit, Hb 
KKP, Dehidrasi - TM 1 : abortus
• TM 2,3 IUGR, IUFD, preterm
• Persalinan : kala 1,2 lama, perdarahan
DOA SESUDAH BELAJAR

‫ِميِحَّرلا ِنَمْحَّرلا ِهَّللا ِمْسِب‬

‫َب َلِطاَبْلا اَنِرَأَو ُ هَعاَبـِّتا اَنْقُزْراَو اًّقَح َّقَحْلا اَنِرَأ َّمُهَّللَا‬


‫ُهَباَنِتْجا اَنْقُزْراَو ًالِطا‬

Ya Alloh Tunjukkanlah kepada kami kebenaran


sehinggga kami dapat mengikutinya Dan tunjukkanlah
kepada kami kejelekan sehingga kami dapat
menjauhinya