Anda di halaman 1dari 10

KONSEP KOMUNIKASI PADA ANAK

Makalah disusun guna memenuhi tugas


mata kuliah Keperawatan Anak I

Dosen Pengampu: Ns. Herlina, M.Kep, Sp.Kep.An

Disusun oleh:

Tri Andhika Dessy W 1710711138

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke khadirat Allah SWT atas rahmat dan
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Sholawat serta salam selalu terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad
SAW serta segenap pengikutnya hingga akhir zaman.

Makalah yang berjudul Konsep Komunikasi Pada Anak ini ditulis untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keperawatan Anak I. Penulis membuat
makalah ini karena masalah komunikasi pada anak di dalam pelayanan kesehatan
masih kurang. Kami mengupayakan juga untuk memberi edukasi kepada orangtua
teknik komunikasi dengan anak.

Pada kesempatan yang baik ini,izinkanlah penulis makalah menyampaikan


rasa hormat dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang dengan tulus
ikhlas telah memberikan bantuan dan dorongan kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan makalah ini degan sebaik-baiknya. Dan harapan penulis semoga
makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman para pembaca.

Depok, 2 Mei 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ........................................................................................................2
Daftar Isi ..................................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................................4
B. Rumusan Masalah........................................................................................4
C. Tujuan Penilitian .........................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN
1. Definisi Komunikasi Pada Anak ......................................................5
2. Teknik Komunikasi Pada Anak ........................................................6
3. Siapa Saja Yang Terlibat Dalam Komunikasi Pada Anak .................8

BAB III PENUTUP


A. Simpulan .................................................................................................... 9
B. Saran ........................................................................................................... 9
Daftar Pustaka............................................................................................................... 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

3
Sebagaimana dapat dilihat,kelangsungan hidup anak membutuhkan
kerja sama antar individu dalam berbagai tingkat struktur sosial, kelurga,
komunitas ban system kesehatan untuk mengubah praktik-praktik mereka
yang berkaitan dengan kesehatan anak. agar memiliki dampak,maka
praktik-praktik ini perlu dilakukan dengan benar dan mengikuti
perkembangan zaman. Hal ini karena, setiap anak dilahirkan dengan
membawa potensi kelebihan dan kekurangan. Anak adalah sosok pribadi
mandiri dengan warna potensi khas dari mereka sendiri.

Oleh sebab itu, dalam proses berkomunikasi dengan anak harus


memperhatikan prinsip, strategi dan hambatan dalam berkomunikasi.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah yang dimaksud dengan komunikasi pada anak?

2. Bagaimanakah strategi atau tehnik dalam berkomunikasi pada anak?

3. Siapa saja yang terlibat pada saat berkomunikasi pada anak?

C. Tujuan

1. Mengetahui pengertian tentang komunikasi pada anak.

2. Mengetahui strategi dalam berkomunikasi pada anak.

3. Mendapatkan informasi siapa saja yang terlibat pada saat berkomunikasi


pada anak.

BAB II

PEMBAHASAN

1. Definisi Komunikasi Pada Anak

4
Komunikasi adalah kontak atau hubungan atau penyampaian berita
atau penerimaan berita yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang
memungkinkan pesan atau berita itu bias diterima atau dipahami. (Kamus
penerbit Gita Media Press. Kenangan dari TIM PRIMA PENA).
Komunikasi terapeutik adalah hubungan interpersonal perawat-klien
(anak) merupakan proses belajar bersama dalam rangka memperbaiki
pengalaman emosional klien. ( Stuart G. W. 1998). Secara umum
komunikasi kesehatan merupakan upaya sistematis yang secara positif
mempengarui praktek-praktek kesehatan populasi besar. Sasaran utama
komunikasi kesehatan adalah melakukan perbaikan kesehatan yang
berkaitan dengan praktek dan pada gilirannya status kesehatan.
Komunikasi kesehatan yang efektif merupakan suatu kombinasi antara
seni dan ilmu.

Pendekatan komunikasi kesehatan diturunkan dari disiplin ilmu


meliputi pemasaran sosial, antropologi, analisis perilaku, periklanan,
komunikasi pendidikan, serta ilmu-ilmu sosial yang lain. Hal ini saling
melengkapi, saling tukar menukar prinsip dan tehnik umum satu sama lain
sehingga masing-masing memberikan sumbangan yang unik bagi
metodelogi komunikasi kesehatan.

Komunikasi dapat berbentuk verbal, nonverbal ataupun abstrak.


Komunikasi verbal dapat melibatkan Bahasa dan ekspresinya; vokalisasi
dalam bentuk tertawa, merintih, atau berteriak; atau implikasi dari hal-hal
yang tidak dikatakan dalam apa yang telah dikatakan. Komunikasi
nonverbal sering disebut dengan Bahasa tubuh dan meliputi posisi tubuh,
pergerakan, ekspresi wajah, postur tubuh, dan reaksi. Komunikasi abstrak
dapat berbentuk permainan, ekspresi artistic, symbol, foto, dan pilihan
pakaian.

Banyak factor yang mempengaruhi proses komunikasi pada anak,


harus sesuai dengan situasi, waktu yang tepat dan diungkapkan dengan

5
jelas. Isu penting dalam komunikasi adalah membiarkan saluran tetap
terbuka dan memeriksa persepsi dengan sering untuk mengkaji kualitas
pemahaman (Nance, 1995)

2. Teknik Komunikasi Pada Anak

Teknik berkomunikasi dengan anak kecil sangat bervariasi,


bergantung pada umur dari anak tersebut.

a. bayi [0-1 tahun].

 bayi umumnya berkomunikasi hanya secara non verbal [mis.


Menangis] karena bayi tidak dapat menggunakan kata-kata.

 bayi merespon tingkahlaku non verbal pemberian perawatan.


Mereka akan tenang dengan kontak fisik yang dekat.

 bayi akan mendapatkan kenyamanan dari suara yang lembut


meskipun kata-katanya tidak dimengerti

 suara yng keras dan kasar akan membuat bayi ketakutan .

 bayi yang agak besar [6 bulan] menahgalami kecemasan karena


berpisah; karena itu orang tua harus mengawasi ketika bayi di
gendong oleh orang asing.

b. toddler [1-3 tahun] /anak-anaki pra sekolah [3-5 tahun].

 anak berkomunikasi secara verbal maupun non verbal.

 anak bersifat egosentris dan hanya memahami hal-hal yanug


berhubungan dengan dirinnya. Anak tidak dapat membedakan
fantasi dan kenyataan.

6
 anak memahami anologi secara literal [mis. Anak harus di izinkan
untuk melakukan eksplorasi pada lingkungan].

 anak harus di izinkan menjelajahi lingkungan.

 anak memahami kalimat yang pemdek dan sederhana, kata-kata


yang dipahami dan penjelasan yang konkrit.

c. anak usia sekolah [5-12 tahun]

 anak mencapai alas an dan penjelasan atas segala sesuatu namun


tidak membutuhkan pengesahan.

 anak tertarik dalam aspek fungsional objek dan kegiatan (apa yang
akan terjadi, kenapa hal ini terjadi.

 anak memperhatikan intergritas tubuh.

 anak harus diijinkan untuk memanipulasi


perlengkapan(missal;memegang palu perkusi)

 anak memahami penjelasan sederhana dan mendemonstrasikannya.

 Anak harus diijinkan untuk mengekspresikan rasa takut dan


keheranan.

Teknik dan alat untuk meningkatkan komunikasi.

a. papan komunikasi dengan kata - kata, huruf/gambar yang menunjukan


kebutuhan dasar (toilet, air)

b. kertas dan pensil untuk menunjukan ekspresi dari kebutuhan / pikiran.

c. melibatkan keluarga dan teman dalam pengiriman perawatan jiwa.

7
d. penggunaan sikap non verbal seperti kedipan mata /gerakan jari untuk
merespon.

e. menggunakan kata yang dapat dipahami anak, menghindari


terminology medis.

3. Siapa Saja Yang Terlibat Dalam Komunikasi Pada Anak

Yang terlibat dalam komunikasi pada anak tentunya anak itu


sendiri, selain itu ada pemberi pelayanan kesehatan professional yang
memberikan dan mengajarkan edukasi kepada keluarga tentang asuhan
keperawatan anak sesuai konsep komunikasi pada anak dan keluarga dari
anak itu sendiri.

BAB IV

PENUTUP

8
A. Kesimpulan.

Komunikasi kesehatan merupakan upaya sistematis yang secara


positif mempengaruhi praktek-praktek kesehatan. Pendekatan komunikasi
kesehatan di turunkan dari berbagai disiplin ilmu yang saling melengkapi,
tukar menukar prinsip dan tehnik umum satu sama lain sehingga masing-
masing memberikan sumbangan yang unik bagi metodelogi komunikasi
kesehatan.

Dalam proses berkomunikasi dengan anak sangat perlu


memperhatikan prinsip-prinsip, strategi / tehnik, dan hambatan – hambatan
yang mungkin akan timbul / ada dalam komunikasi. Tehnik komunikasi
dengan anak sangatlah bervariasi, tergantung pada umur dari anak
tersebut. Pembagian rentang umur dapat dibedakan atas:

1) Bayi, (0-1)

2) toddler (1-3)

3) anak-anak pra sekolah (3-5)

4) anak usia sekolah (5-12)

B. Saran

Dengan penulisan maklah ini penulis mengharapkan agar pembaca


dalam berkomunikasi dengan anak lebih efektif karena telah mengetahui
bagaimana teknik dan strategi berkomunikasi dengan anak.

DAFTAR PUSTAKA

9
Graeff, AJudith, dkk. 1996 . Komunikasi dalam kesehatan dan perubahan

perilaku. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Wong, Donna L., dkk. 2018. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Edisi 6 Volume 1.

Jakarta: EGC.

Saifulloh . (tidak ada tahun). Mencerdaskan anak . Jombang : Lintas Media.

10