Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kegiatan pengumpulan data di lapangan akan menghasilkan angka
yang disebut dengan data kasar. Penyebutan data kasar ini bahwa data ini
belom bisa diolah dengan tekhnik statistik tertentu. Biasanya data-data
tersebut relatif banyak dan tidak beraturan. Dalam pembuatan sebuah
laporan data terseut harus disajikan ke dalam tampilan yang sistematis.
Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menyajikan data
hasil pengukuran atau penelitian.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan penyajian data?
2. Sebutkan Macam-macam Penyajian Data?

1.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari penyajian data.
2. Untuk mengetahui macam-macam penyajian data.

Penyajian Data Statistik | 3


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. PENYAJIAN DATA


2.1.1. Pengertian Penyajian Data

Secara etimologis, data merupakan bentuk jamak dari ‘datum’ yang


berasal dari bahsa latin berarti “sesuatu yang di berikan”. Dalam
pengertian sehari-hari, data dapat berarti fakta dari suatu ojek yang di
amati, yang dapat berupa angka-angka maupun kata-kata.
Data merupakan kumpulan fakta yang di peroleh dari suatu
pengukuran. Suatu pengambilan keputusan yang baik merupakan hasil dari
penarikan kesimpulan yang di dasarkan pada fakta yang akurat. Untuk
mendapatkan data yang akurat di perlukan suatu alat ukur atau yang
disebut instrumen yang baik. Alat ukur atau instrumen yang baik adalah
alat ukur/instrumen yang valid dan reliabel.
Berikut adalah syarat-syarat agar data dapat dianalisis dan
ditafsirkan dengan baik, yakni :
1.) Obyektif
2.) Relevan
3.) Up to date
4.) Representatif.

2.1.2. Jenis-Jenis Data


Di bawah ini merupakan jenis-jenis dari bentuk data
1. Data Kuantitatif, yakni data yang dapat dinyatakan dengan bilangan
atau angka.

Penyajian Data Statistik | 4


Berdasarkan cara mendapatkan data kuantitatif dibagi menjadi dua,
yaitu :
a. Data Diskrit atau data cacahan
Merupakan data yang diperoleh dengan cara mencacah atau
menghitung satu per satu.
Contoh : Banyaknya peserta duta bahasa hari ini, banyak
pengunjung di taman wisata, dan lain-lain.

b. Data Kontinu atau Data Ukuran atau Data Timbangan


Merupakan data yang diperoleh dengan cara mengukur atau
menimbang dengan alat ukur yang valid.
Contoh : Berat badan peserta lomba hari ini.

Berdasarkan skala pengukurannya, data kuantitatif dibagi


menjadi dua, yaitu :
a) Skala Interval
Merupakan skala yang memiliki tiga karakteristik, yaitu : (1)
Dapat dilakukannya klasifikasi pengamatan, (2) Dapat
dilakukannya pengurutan pengamatan, dam (3) Terdapatnya
satuan pengukuran.
b) Skala Rasio
Merupakan skala yang mempunyai empat, yaitu : (1) Dapat
dilakukan klarifikasi pengamatan, (2) Dapat dilakukannya
pengurutan pengamatan, (3) Terdapatnya suatu pengukuran,
dan (4) dapat dilakukannya perbandingan pengukuran dan ada
nilai nol mutlak.

Penyajian Data Statistik | 5


2. Data Kualitatif, yakni data yang tidak dinyatakan dengan bilangan
(menyatakan mutu atau kualitas).
Berdasarkan skala pengukuran, data kualitatif dibagi menjadi dua,
yaitu :
 Skala Nominal
Skala Nominal merupakan skala data yang sederhana yang
sangat sederhana, dimana angka yang di cantumkan hanya
untuk megklasifikasikan variable (data yang dapat berubah-
ubah nilainya) yang datanya merupakan berskala nominal
disebut variabel nominal. Tidak berlaku operasi matematik,
misalnya >,<
Contoh : Data mata pencaharian (buruh diberi tanda 1,
pegawai negeri diberi tanda 2, pengusaha diberi tanda 3)
 Ordinal
Data ordinal adalah data yang diperoleh dengan
kategorisasi, dimana angka-angka yang dicantumkan
merupakan pembeda juga menunjukan adanya urutan tingkatan
yang berdasarkan kriteria tertentu. Angka yang dicantumkan
digunakan sebagai tanda pembeda serta menyatakan tingkatan
data saja. Tidak berlaku operasi matematik (x, +, -, /)
Contoh : Data tentang tingkat pendidikan (Lulusan SD
diberi tanda 1, lulusan SMP diberi tanda 2, lulusan SMU diberi
tanda 3, lulusan D-1 diberi tanda 4, lulusan D-2 diberi tanda 5,
lulusan S-0 diberi tanda 6, lulusan S-1 diberi tanda 7.)

Penyajian Data Statistik | 6


1.2.3. Macam-Macam Penyajian Data
Data populasi atau sampel yang sudah terkumpul selanjutnya di
atur, disusun dan disajikan dalan bentuk yang jelas dan komunikatif.
Secara umum terdapat beberapa cara menyajikan data statistik, yaitu
dengan menggunakan narasi, tabel, grafik dan diagram.

1. Tabel
Penyajian data hasil penelitian dengan menggunakan tabel
merupakan penyajian yang banyak digunakan, karena lebih efesien dan
cukup komunikatif, Terdapat dua macam tabel, yaitu tabel biasa dan tabel
frekuensi.
Setap tabel berisi judul table, judul setiap kolom, dan sumber data
darimana data tersebut diambil.

a. Tabel Biasa
Contoh penyajian table biasa ditunjukan pada table biasa, sebagai
berikut :

Penyajian Data Statistik | 7


b. Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel distribusi frekuensi sangat cocok untuk menyajikan data
dalam beberapa kelompok. Tabel distribusi frekuensi terdiri dari dua
kolom yang dapat menyajikan data kuantitatif dan dat kualitatif, dua
kolom terdiri dari kolom kelas interval dan kolom frekuensi. Berikut salah
satu contoh tabel distribusi frekuensi,

Penyajian Data Statistik | 8


1) Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tabel frekuensi
a. Tabel frekuensi memiliki sejumlah kelas. Pada contoh tabel diatas, jumlah
kelas intervalnya ada 9.
b. Pada setiap kelasnya mempunyai panjang kelas. Panjang kelas adalah
jarak antara nilai ats bawah dengan batas atas pada setiap kelas (10, 20, 30,
… 90). Sedangkan batas atas ditunjukan nilai sebelah kanan.
c. Setiap kelas interval memiliki frekuensi.

2) Berikut adalah langkah-langkah Membuat Tabel Distribusi Frekuensi.


1). Urutkan data dari yang terkecil ke data terbesar
2). Hitung rentang yaitu dari data tertinggi dikurang data terendah dengan
rumus:
R = data tertinggi - data terendah
3). Hitung banyak kelas dengan aturan Sturges yaitu:
Banyak kelas = 1 + 3,3 log n
n = banyaknya data, hasil akhirnya dibulatkan. Banyak kelas paling sedikit
5 kelas dan paling banyak 15 kelas, dipilih menurut keperluannya.
4). Hitung panjang kelas interval dengan rumus:

P =
rentang/banyak kelas
5). Tentukan ujung bawah kelas interval pertama. Biasanya diambil data
terkecil atau data yang lebih kecil dari data terkecil tetapi selisihnya harus
kurang dari panjang kelas yang telah didapat.
6). Selanjutnya kelas interval pertama dihitung dengan cara menjumlahkan
ujung bawah kelas dengan p tadi kurang 1. Demikian seterusnya.
7). Nilai f dihitung dengan menggunakan tabel penolong

Penyajian Data Statistik | 9


BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Tabel adalah penyajian data yang disusun berdasarkan baris dan kolom.
Sebuah tabel minimal memuat judul tabel, judul kolom, judul baris, dan
setiap judul dan baris berisikan angka, sumber dari mana data diperoleh,
serta terdapat catatan-catatan yang perlu atau biasa diberikan.

3.2. Saran
1. Kita harus memahami berbagai bentuk penyajian data
2. Kita dapat memanfaatkan ilmu statistik di kehidupan sehari hari.

Penyajian Data Statistik | 10