Anda di halaman 1dari 7

1

Jurnal MID Semester


Mata Kuliah HCM

TEMA”REVOLUSI INDUSTRI 4.0”

SUB TEMA :ANTARA PRODUKTIFITAS DAN LAPANGAN KERJA


Oleh :Tuwinanto
Email nantoborokokok69@gmail.com

Abstrak

Dalam Revolusi Industri 4.0, semua aspek lini mulai dilakukan otomatisasi. Tugas-tugas yang
dahulu dikerjakan manusia, seiring waktu dapat digantikan oleh tenaga mesin yang secara otomatis
melakukan dan mengatur pekerjaan lebih cepat.

Meningkatnya adopsi otomatisasi dan kecerdasan buatan atau programing tentu akan mengubah
industri. Teknologi ini juga akan membawa manfaat signifikan bagi perekonomian, termasuk
peningkatan produktivitas, pertumbuhan, pendapatan, dan lapangan kerja.

Disisi lain Revolusi industry 4.0 juga membawa dampak yang kurang bagus bagi para pencari
kerja yang setiap tahun jumlahnya terus meningkat.sehingga membawa dampak sosial yang begitu
berat buat pemerintah untuk bisa terus memberikan lapangan pekerjaan bagi semua rakyatnya.

Semua sektor industri baik manufactur,logistic,Tranportasi dan ekonomi kreatif sekarang sudah
mulai melakukan perubahan gaya dalam proses produksinya atau pelayanannya,hal ini dilakukan
bukan karena tanpa alasan.Hal yang paling mendaasar adalah untuk meningkatkan mutu hasil
produksi,efisiensi dan produktivitas.

Revolusi industry juga telah merubah kebiasaan manusia baik dalam aktifitas sehari-hari maupun
pada gaya kerja,tuntutan pekerjaan dan informasi yang cepat inilah yang dibutuhkan oleh
pelanggan sehingga kepuasan pelanggan bisa kita capai (customer satisfaction).

Dampak yang sangat dirasakan adalah pada sektor Manufactur yang akhir-akhir ini sudah mulai
mengganti tenaga kerja manusia dengan Robot,sehingga berakibat langsung pada pengurangan
jumlah tenaga kerja yang sangat signifikan.hal ini menjadi dilematis buat para pencari kerja dan
para pemberikerja,sehingga peran pemerintah dalam menyikapi kondisi ini harus hadir untuk
memberikan jalan tengah antara tuntutan teknologi dan ketersediaan lapangan kerja.

Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan Analisa dampak positif dan negative dari revolusi
Industri 4.0 bagi pemerintah,kaum buruh / pekerja dan pemberi lapangan kerja,sehingga bisa
melakukan kajian-kajian yang lebih mendalam untuk menghindari masalah sosial kedepannya.

Metode penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan observasi langsung (wawancara) dengan
para pekerja atau karyawan diperusahaan manufactur dari tingkat operator mesin sampai ke tingkat
managerial (management) dari sudut pandang masing-masing.diharapkan dengan penelitian ini bisa
ditemukan jalan tengan untuk mengantisipasi masalah yang akan timbul kedepannya.

Kata kunci : Efektifitas,Efisiensi & Revolusi Industri 4.0

1. PENDAHULUAN
Istilah Indonesia 4.0 pasti sudah tidak asing lagi bagi kita. Awal mula dari istilah ini adalah
terjadinya revolusi industri di seluruh dunia, yang mana merupakan sebuah revolusi industri
keempat. Dapat dikatakan sebagai sebuah revolusi, karena perubahan yang terjadi memberikan efek
besar kepada ekosistem dunia dan tata cara kehidupan. Revolusi industri 4.0 bahkan diyakini dapat
meningkatkan perekonomian dan kualitas kehidupan secara signifikan.
Revolusi Industri 4.0 menerapkan konsep automatisasi yang dilakukan oleh mesin atau Robot
hanya sedikit memerlukan tenaga manusia dalam pengaplikasiannya. Dimana hal tersebut

TUWINANTO MGT2019-HCM 1
2
Jurnal MID Semester
Mata Kuliah HCM

merupakan hal vital yang dibutuhkan oleh para pelaku industri demi efisiensi waktu dan efektifitas
tenaga kerja, dan biaya. Penerapan Revolusi Industri 4.0 di pabrik-pabrik saat ini juga dikenal
dengan istilah Smart Factory.
Bukan Cuma proses produksi saja yang disasar oleh teknologi tetapi sampai ke kebutuhan
informasi dan data sebuah perusahaan yang kita kenal dengan BIG DATA (server) IOT (Internet of
think’s).sehingga setiap informasi bisa disajikan dengan sangat cepat dan akurat.

Indonesia adalah negara dengan tujuan investasi yang sangat potensial bagi para investor
dunia,maka untuk meningkatkan ketertarikan para investor menanamkan modalnya.Indonesia harus
mempunyai daya Tarik dan nilai jual, baik dari segi SDM,Infrastruktur dan keamanan.kondisi
politik dalam negeri sangat berpengaruh dalam terciptanya iklim invests yang sejuk. Indonesia pun
saat ini mulai menerapkan konsep Revolusi Industri 4.0 secara serius. Strategi Indonesia salah
satunya, melalui Kementerian Perindustrian mecoba membuat sebuah roadmap bertajuk Making
Indonesia 4.0. Sosialisasipun sudah disampaikan oleh Menteri Perindustrian.

Pemerintah dalam hal ini kementrian dan Lembaga terkait harus menyiapkan strategi untuk
mengatisipasi munculnya gelombang PHK masal akibat implementasi revolusi Industri 4.0 disektor
Industri manufactur yang sangat banyak menyerap tenaga kerja.karena salah satu hak warga negara
adalah hak mendapatkan pekerjaan dan pengidupan yang layak.

Hak yang dimaksud adalah hak untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Pasal
27 ayat (2) UUD NRI 1945, menyebutkan bahwa “Tiap-tiap warga Negara berhak
atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.

Revolusi industry ini sebenarnya tidak menghilangkan pekerjaan tetapi merubah cara atau tool’s
yang digunakan sehingga cara kerja lama yang sudah biasa dilakukan akan dilakukan perubahan
untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi,namun dalam setiap perubahan pasti ada yang
terbuang dan ada pula pekerjaan baru yang muncul.

TUWINANTO MGT2019-HCM 2
3
Jurnal MID Semester
Mata Kuliah HCM

2. TINJAUAN TEORI
2.1 Efektifitas dan Efisiensi
Pengertian efektifitas umum menunjukkan taraf tercapainya hasil, sering atau senantiasa dikaitkan
dengan pengertian efisien, meskipun sebenarnya ada perbedaan diantara keduanya. Efektifitas
menekankan pada hasil yang dicapai, sedangkan efisiensi lebih melihat pada bagaimana cara
mencapai hasil yang dicapai itu dengan membandingkan antara input dan output nya.
Menurut Barnard dalam Prawirosentono (1999 : 27) menjelaskan bahwa arti efektif dan efisien
adalah sebagai berikut : Bila suatu tujuan tertentu akhirnya dapat dicapai, kita boleh mengatakan
bahwa kegiatan tersebut adalah efektif.
Gibson, dkk (1984) menyimpulkan kriteria efektifitas suatu operasional organisasi kedalam tiga
indikator yang didasarkan pada jangka waktu, yaitu :
1. Efektifitas jangka pendek, meliputi produksi (production), efesiensi (efficiency), dan
kepuasan (satisfaction);
2. Efektifitas jangka menengah, meliputi : kemampuan menyesuaikan diri (adaptiveness) dan
mengembangkan diri (development);
3. Efektifitas jangka panjang : keberlangsungan / hidup terus.
Stepen R. Robins dalam bukunya Perilaku Organisasi menjelaskan bahwa efisen adalah melakukan
sesuatu dengan cara yang benar. Sedangkan efektif adalah melakukan sesuatu yang benar.
Dari beberapa kutipan sumber diatas kita dapat menyimpulkan bahwa efektifitas dan efisiensi
dalam dunia usaha sangat diperlukan untuk keberlangsungan sebuah perusahaan.Jika pada suatu
proses produksi dilakukan tanpa melakukan kasjian atau Analisa data tentang sebuah biaya
produksi (cost Production) maka akan berimbas pada harga jual dari barang tersebut,semakin
ongkos produksi naik maka harga jual akan semakin mahal.sehingga produk sulit bersaing
dipasaran.
Revolusi industry 4.0 memaksa semua pelaku usaha untuk mengikuti perkembangan kemajuan
didunia teknologi industry.sehingga perlu dilakukan upgrade skill atau training untuk seluruh
karyawan agar bisa menjalankan proses kerja secara otomatis yang berbasis Teknologi.

2.2 Gelombang PHK Setelah Revolusi Industri 4.0


Revolusi industri 4.0 atau yang lebih dikenal sebagai revolusi industri keempat menimbulkan
ketakutan bagi banyak pihak soal pekerjaan manusia yang akan digantikan teknologi terkini.
Klaus Schwab, pendiri dan ketua eksekutif WEF yang berbasis di Jenewa, menerbitkan sebuah
buku pada tahun 2016, berjudul "Revolusi Industri Keempat" dan menciptakan istilah itu pada
pertemuan Davos tahun itu. Schwab berpendapat revolusi teknologi sedang berlangsung "yang
mengaburkan batas antara bidang fisik, digital, dan biologis."

TUWINANTO MGT2019-HCM 3
4
Jurnal MID Semester
Mata Kuliah HCM

Namun demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengindikasikan terdapat
beberapa keterampilan manusia yang tidak mudah digantikan oleh mesin, misalnya empati,
kreativitas, dan keahlian analitis atas masalah yang bersifat kompleks.
Oleh karena itu, agar menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul di era teknologi saat ini,
individu perlu mengasah kemampuan tersebut dengan terus memanfaatkan perkembangan
teknologi.(harian online CNBC TECH - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia 03 October 2019
13:05).
Data Kemnaker menunjukkan, dari total 128 juta angkatan kerja, terdapat 7,04 juta orang
pengangguran terbuka. Sementara, dalam pasar kerja, jumlah pekerja paruh waktu sebanyak 51
juta orang.
Dari jumlah angkatan kerja yang ada, sebanyak 60% berpendidikan SMP ke bawah, 27%
pendidikan SMA sederajat, dan 12% lulusan perguruan tinggi. Dari komposisi ini angkatan kerja
nasional 88% didominasi operator dan hanya 12% memiliki kemampuan perekayasa (engineer).
"Oleh karena itu, mau tidak mau dilakukan upskilling atau reskilling terhadap pekerja dengan
kualifikasi rendah ini," kata Bambang. (Dikutip dari majalah kontan.co.id edisi Senin, 16 April
2018 / 13:33 WIB.).
“Berdasarkan kajian McKinsey Global Institute, sebanyak 52,6 juta lapangan pekerjaan di
Indonesia terancam tergantikan otomatisasi,”
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang 2018, terdapat 3.362 pekerja yang di-
PHK.(dikutip dari Majalah Bisnis Indonesia 15 Januari 2019)
Untuk menekan jumlah PHK akibat dari penerapan Revolusi Industri ini maka harus dilakukan
langkah-langkah kongkrit baik dari pemerintah ataupun pelaku usaha,dari sisi pemerintah harus
mengeluarkan kebijakan tentang Batasan jenis pekerjaan dan usaha yang tidak boleh digantikan
dengan teknologi.dari sisi pelaku usaha harus bisa melakukan langkah-langkah untuk peningkatan
skill karyawanya agar bisa manghadapi tuntutan dari adayanya Revolusi Industri yang sangat
cepat dan masif ini.

TUWINANTO MGT2019-HCM 4
5
Jurnal MID Semester
Mata Kuliah HCM

robot industri yang dipakai Foxconn di China. (inverse.com)

3. METODOLOGI
3.1. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung dilapangan
dengan beberapa karyawan perusahaan Manufactur yang berada di Kawasan MM2100 dan
Jababeka didaerah Cikarang Bekasi. seperti PT.AHM PT Kayaba Indonesia PT.Yamaha Musik
PT.Showa Indonesia.

4. PEMBAHASAN DAN HASIL


4.1 Pembahasan
Dari hasil wawancara langsung ditemukan beberapa informasi yang memang sudah mulai adanya
pengurangan karyawan dibagian-bagian pekerjaan tertentu.rata-rata pekerjaan yang bisa digantikan
dengan robot adalah pekerjaan yang berulang.
Alasan mendasar adalah karena mengunakan mesin bisa lebih efektif dan efisien dan kecepatan
produksi bisa stabil.sehingga produktifitas dalam rentang waktu mingguan,bulanan atau tahunan
mudah diukur.
Hal ini harus diimbangi dengan SDM yang bisa melakukan atau menjalankan mesin,sehingga perlu
dilakukan training kepada seluruh karyawan yang berdasarkan kebutuhan dari masing-masing
divisinya sehingga hasil training bisa berguna dan tepat sasaran.
Berikut langkah-langkah proses pengajuan program Training kepada didepartemen Humman
Capital Management.
Kepala bagian atau Supervisor harus melakukan tahapan sebagai berikut:
1. Melakukan Job analysis
2. Skill Knowledge
3. Membuat skema GAP Skill
4. Materi Training yang diperlukan.
Job Analisis meliputi Analisa dari tingkat kesulitan pekerjaan,kebutuhan karyawan,tingkat
Pendidikan dan lain-lain.

TUWINANTO MGT2019-HCM 5
6
Jurnal MID Semester
Mata Kuliah HCM

Analisa Skill Knowledge sangat diperlukan untuk membagi materi training yang sesuai dengan
kebutuhan karyawan sehingga dampak setelah mengikuti program Training ini terasa manfaatnya
bagi perusahaan dan pribadi karyawan.
Skema GAP skill (Perbedaan kemampuan)Setelah melakukan Job analisis HCM bisa menentukan
materi yang cocok untuk membagi materi training sesuai Kelemahan dari karyawan.metode yang
dilakukan juga bisa menggunakan SWOT analysis (Strength,Weakeneas,Opportunity,Threat).

4.2 HASIL
Pada era revolusi industri 4.0 ini, terutama di Indonesia banyak pekerjaan-pekerjaan yang mulai
dialih fungsikan menggunakan teknologi. Tak hanya pekerjaan perkantoran maupun media, dunia
bisnis pun kini mulai terjamah digitalisasi revolusi industri 4.0. Semua kegiatan produktifitas
tersebut kini menuntut skill skill terbaru dan mumpuni guna menyeimbangkan kecanggihan
teknologi dengan penggunaannya. Maka dari itu banyak perlu adanya upgrading terhadap
kemampuan setiap individu baik soft skill maupun hard skill karena tuntutan zaman yang terus
maju.baik yang berkaitan dengan Soft Skill dan Hard Skill yang diperlukan di era Revolusi Industri
4.0.
5.KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.KESIMPULAN
Teknologi tidak dapat dipisahkan dari kegiatan sehari-hari dan Industri bahkan teknologi sudah
bisa merubah gaya hidup dan membawa perubahan bagi kehidupan manusia,sehingga jika kita
tidak bisa menyikapi dan mengikuti arus globalisasi Teknologi kita akan menjadi orang yang akan
ditinggalkan jauh oleh peradaban.
Perusahann yang masih bertahan dengan teknologi manual pasti lama-kelamaan akan mengalami
kemunduran dan kebangkrutan.

5.2.SARAN
Dari hasil Penelitian dan Analisa diatas dapat disarankan kepada pemerintah untuk:
1. Perbaikan alur aliran barang dan material
2. Mendesain ulang zona industry
3. Mengakomodasi standar-standar keberlanjutan
4. Memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
5. Pembangun infrastruktur digital nasional.
6. Penarik minat investasi asing.
7. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
8. Pembangunan ekosistem inovasi.
9. Insentif untuk investasi teknologi.
10. harmonisasi aturan dan kebijakan.
Saran untuk pengusaha
1. Program peningkatan Skill karyawan
2. Training & Development
3. Peningakatan standart Recruitment
4. Bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan atau BLK
5. Bea siswa karyawan

TUWINANTO MGT2019-HCM 6
7
Jurnal MID Semester
Mata Kuliah HCM

DAFTAR PUSTAKA

[1] Harian online CNBC TECH - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia 03 October 2019
13:05).
[2] Dikutip dari Majalah Bisnis Indonesia 15 Januari 2019)
[3] Dikutip dari majalah kontan.co.id edisi Senin, 16 April 2018 / 13:33 WIB.)
[4] Industrial Robotics Market (Products, Functions, Applications and Geography) – Global
Analysis, Industry Growth, Trends, Size, Share, Opportunities and Forecast – 2013-2020

TUWINANTO MGT2019-HCM 7