Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERAWATAN BUDAYA

CULTURE CARE
PIJAT BAYI DENGAN PENGGUNAAN MINYAK BAWANG DAN
JERUK NIPIS PADA SUKU BANJAR DI GAMBUT BANJARMASIN

DOSEN PENGAJAR :
Muhammad Shobirin Mohtar, Ns., M. Kep

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1
Ardhia Redina Cahyani 11194561920119
Dandy Febri Deswindra 11194561920122
Desi 11194561920123
Devi Lia 11194561920124
Endika Ihsan 11194561920129
Fatmawati 11194561920130
Leny Priyanti 11194561920138
Lusi Kafitasari 11194561920139
Melisa 11194561920142
Nurshiva Firdasari 11194561920151
Siti Irma Nur Aina 11194561920158
Tya Ayu Widyasari 11194561920122

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MULIA
BANJARMASIN
2019
TINJAUAN KASUS
Ny. F berusia 25 tahun membawa anaknya yang berusia 5 bulan ke tukang urut
langganan yang ada di kampungnya. Namun, setelah beberapa hari anaknya tidak
kunjung sembuh. Ny. F membawa anaknya ke puskesmas dengan keluhan demam
dengan harapan anaknya mendapatkan perawatan yang maksimal. Pada saat
dilakukan pengkajian, didapatkan suhu tubuh 38,5 o C, kulit teraba hangat, tampak
kemerahan, tampak berminyak dan rewel. Ibu pasien mengatakan 4 hari sebelum
masuk puskesmas bayinya demam, perut bayinya kembung dan sering menangis
pada saat menjelang maghrib. Dan setelah dilakukan pengkajian lebih dalam
ternyata saat anaknya sakit ibu pasien selalu membawanya ke tukang urut dari
pada membawanya ke fasilitas kesehatan dikarenakan hal ini merupakan
kebiasaan turun-temurun dan keluraga menganggap jika anaknya dibawa ke
fasilitas kesehatan maka akan mengeluarkan dana yang besar untuk pengobatan.
Oleh sebab itu Ibu pasien selalu membawa bayinya ke tukang urut dan biasanya
bayinya di urut dengan menggunakan minyak yang dicampur bawang dan jeruk
nipis.

2
ASUHAN KEPERAWATAN CULTURE CARE
PADA PASIEN BAYI DENGAN PIJAT BAYI MENGGUNAKAN
BAWANG DAN JERUK NIPIS
PADA SUKU BANJAR DI GAMBUT
BANJARMASIN

I. Pengkajian
Hari/Tanggal Pengkajian : Selasa, 21 Januari 2020
A. Identitas
1. Identitas Klien
Nama : An. Z
Jenis Kelamin : laki-laki
Umur : 5 Bulan
Pendidikan : Belum Sekolah
Pekerjaan : Belum Bekerja
Alamat : Jl. I
Status Perkawinan : Belum Menikah
Agama : Islam
Suku/bangsa : Banjar
Tanggal Masuk RS : 21 januari 2020
Diagnosa Medis : Febris
Nomor Rekam Medik : 1.xx.xx.xx
2. Identitas Keluarga
Nama : Ny. F
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 25 tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Jl. I
Hubungan dengan klien : Ibu Kandung

3
B. Riwayat Kesehatan
1. Keluhan Utama
Ibu Pasien mengatakan anaknya demam.

2. Riwayat Kesehatan/ Penyakit Sekarang


Pada saat dilakukan pengkajian, Ibu pasien mengatakan 4 hari
sebelum ke Puskesmas anaknya demam, perut bayinya kembung dan
sering menangis pada saat menjelang maghrib. Sebelum itu ibunya
juga mengatakan selalu membawa anaknya ke tukang urut selalu
membawa bayinya ke tukang urut dan biasanya bayinya di urut
dengan menggunakan minyak yang dicampur bawang dan jeruk
nipis..Namun setelah beberapa hari anaknya masih saja dengan
keluhan yang sama. Dan sang ibu pun memutuskan untuk membawa
anaknya ke puskesmas dengan harapan bayinya mendapatkan
perawatan yang maksimal. Dan

3. Riwayat Kesehatan/ Penyakit Dahulu


Pada saat dilakukan pengkajian, Ibu pasien mengatakan anaknya
pernah mengalami sakit seperti yang dialami sekarang, namun
biasanya jika sudah dibawa ke tukang urut anaknya cepat sembuh.

4. Riwayat Kesehatan/ Penyakit Keluarga) (sertakan genogram)


Pada saat dilakukan pengkajian, Ibu pasien mengatakan keluarganya
tidak ada yang menderita penyakit menular seperti hepatitis dan TBC
dan tidak ada juga keluarga yang menderita penyakit keturunan seperti
hipertensi dan diabetes mellitus.

4
30
75 70 72 70

30
25

5 bulan

C. Pengkajian Sunrise Model


1. Faktor tekhnologi (technological factors)
Keluarga lebih memilih penyembuhan anaknya dengan membawa
anaknya ketukang urut karena jaraknya lebih dekat dan menggunakan
bahan yang alami dan biaya lebih murah.
2. Faktor agama dan falsafah hidup (religious and philosophical factors)
Islam, sesuai dengan keyakinan dan budaya (ada doa-doa tertentu).
3. Faktor sosial dan keterikatan keluarga (kinship and social factors)
Ny. F, 25 tahun, Banjarmasin, perempuan, sudah kawin, hubungan
dengan pasien sebagai Ibu, pengambilan keputusan secara
kekeluaragaan.
4. Faktor Nilai-nilai budaya dan gaya hidup (cultural value and life
ways)
Sebagai ibu rumah tangga, Bahasa banjar, anggapan sakitnya karena
makhluk gaib.
5. Faktor kebijakan dan peraturan yang berlaku (political and legal
factors)

5
Menggunakan BPJS.
6. Faktor ekonomi (economical factors)
Penghasilan Rp.1.000.000/bulan, sumber dari patungan keluarga.
7. Faktor pendidikan (educational factors)
Pendidikan terakhir SD.

II. Analisa Data


NO. DATA MASALAH ETIOLOGI
1. DS: Perilaku Kesehatan Kurang
Ibu pasien mengatakan saat Cenderung Beresiko Pemahaman
anaknya sakit ibu pasien selalu
membawanya ke tukang urut dari
pada membawanya ke fasilitas
kesehatan.
DO:
- Suhu: 38,5oC
- Badan teraba hangat,
kemerahan dan berminyak
- Bayi tampak meringis
2. DS: Kurangnya Pengetahuan Keterbatasan
Ibu pasien mengatakan, bahwa Kognitif Budaya
membawa bayinya ketika sakit ke Terhadap
tukang urut merupakan kebiasaan Informasi Yang
turun-temurun dan keluraga Salah
menganggap jika anaknya dibawa
ke fasilitas kesehatan maka Ia akan
mengeluarkan dana yang besar
untuk pengobatan.
DO:
- Suhu: 38,5oC
- Badan teraba hangat,
kemerahan dan berminyak

6
- Bayi tampak meringis
3. DS: Ketidakpatuhan Dalam Sistem Nilai
Ibu pasien mengatakan saat Pengobatan Yang Diyakini
anaknya sakit ibu pasien selalu
membawanya ke tukang urut dari
pada membawanya ke fasilitas
kesehatan.

DO:
- Suhu: 38,5oC
- Badan teraba hangat,
kemerahan dan berminyak
- Bayi tampak meringis

III. Prioritas masalah


1. Perilaku kesehatan cenderung beresiko b.d Kurang pemahaman
2. Kurangnya pengetahuan b.d Keterbatasan kognitif budaya terhadap
informasi yang salah
3. Ketidakpatuhan dalam pengobatan b.d Sistem nilai yang diyakini

7
IV. Intervensi Keperawatan
No Diagnosa Keperawatan NOC NIC Rasional
1. Perilaku Kesehatan Setelah dilakukan tindakan Label : Peningkatan 1. Untuk memastikan
Cenderung Beresiko b.d keperawatan selama 1 x 30 menit Kesadaran Kesahatan keluarga pasien dan ibu
Kurang Pemahaman Perilaku kesehatan cenderung 1. Evaluasi pemahaman edukasi pasien memahami
beresiko b.d Kurang pemahaman ibu pasien dan keluarga informasi yang telah
bisa teratasi dengan kriteria hasil: dengan meminta ibu pasien diberikan dan dapat
1. Ibu mendapatkan pengetahuan dan keluarga mengulangi apa melaksanakannya
dalam melakukan tindakan yang yang dijelaskan oleh perawat. dengan baik.
sesuai dengan kondisi anaknya. (O) 2. Agar keluarga pasien
2. Ibu dapat merasakan bahwa 2. Ciptakan lingkungan mudah dan ibu pasien
betapa pentingnya membawa perawatan kesehatan dimana merasa nyaman
anaknya berobat kepelayanan ibu pasien dengan dilingkungan perawatan
kesehatan. permasalahan yang ada pada kesehatan dan tidak
3. Ibu bisa mencari informasi atau anaknya dan mencari bantuan merasa malu atau merasa
mendapatkan informasi tanpa merasa malu atau di cela.
kesehatan dari berbagai macam merasa dicela. (N) 3. Agar keluarga pasien
sumber. 3. Berikan informasi penting dan ibu pasien
4. Kesedian untuk menunjuk secara tertulis maupun lisan mengatahui tentang

8
pengganti pembuat keputusan. pada ibu pasien sesuai informasi mengenai
dengan bahasa utamanya atau penyakit yang di alami
bahasa yang mudah dipahami anaknya dengan bahasa
(E) yang mudah di pahami.
4. Gunakan pihak ketiga bila 4. Agar proses pengobatan
perlu. (C) lebih maksimal.

9
V. Implementasi Keperawatan
No Hari / Tanggal No. Implementasi Keperawatan Paraf
Diagnosa perawat
1. Kamis, 23 Januari 2010 1. Mengevaluasi pemahan ibu pasien dengan meminta untuk
1 mengulangi kembali apa yang dijelaskan perawat. (O)
2. Menciptakan lingkungan perawatan kesehatan dimana ibu pasien
dengan permasalahan yang ada pada anaknya dan mencari
bantuan tanpa merasa malu atau merasa dicela. (N)
3. Memberikan informasi penting secara tertulis maupun lisan pada
ibu pasien sesuai dengan bahasa utamanya atau bahasa yang
mudah dipahami (E)
4. Mengggunakan pihak ketiga (Dokter). (C)

10
VI. Evaluasi
No Hari / Tanggal Pukul Diagnosa Evaluasi Paraf perawat
Keperawatan (SOAP)
1. Kamis, 23 Januari 2020 10.00 Perilaku Kesehatan S:
WITA Cenderung Beresiko b.d Ibu pasien mengatakan anaknya sudah tidak
Kurang Pemahaman demam lagi dan tidak rewel lagi
O:
Ibu pasien mempertimbangkan budaya yang
sesuai dengan kesehatan, mengurangi
budaya yang tidak sesuai dengan kesehatan
sesuai dengan arahan perawat
A:
Masalah teratasi
P:
Intervensi di hentikan

11
VII. Discharge Planning
S:
1. Ibu pasien sudah mengerti dengan apa yang di informasikan oleh perawat
2. Ibu pasien mengatakan bahwa dia sudah paham dengan apa yang dijelaskan
oleh perawat.
O:
1. Ibu pasien telah melaksanakan apa yang sudah diajarkan dengan baik.
2. Ibu pasien telah memberikan obat kepada anaknya sesuai dengan arahan dokter.
A:
Masalah kurang pengetahuan dapat teratasi
P:
Intervenssi dihentikan.

Perawat
Banjarmasin,
………………………….

………………………………
…………….

12