Anda di halaman 1dari 29

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “ Anatomi Hewan


Vertebrata” di susun oleh :
Nama :
NIM : 1813142001
kelas : Kimia Sains
kelompok : I (Satu)
telah diperiksa dan dikonsultasikan oleh Asisten dan Koordinator Asisten dan
dinyatakan di terima.

Makassar, 15 November 2018


Koordinator Asisten Asisten

Muhammad Asnur Yenre Haswani


NIM. 1214441022 NIM.

Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab

Dr. Hj. Andi Asmawati Azis, M.Si


NIP. 196403071989032001
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tubuh hewan terdiri dari beberapa organ tubuh. Organ-organ bekerja sama
dalam melakukan fungsi yang lebih tinggi membentuk sistem organ. Hewan
dibagi ke dalam dua golongan, yaitu hewan vertebrata dan hewan invertebrata.
Salah satu hewan vertebrata adalah katak sawah (Rana cancarivora). Dengan
melihat susunan antomi tubuh katak, dapat diberikan gambaran umum tentang
organ-organ utama pada katak. Katak masuk ke dalam golongan amphibia.
Amphibia berasal dari kata amphibi yang artinya rangkap dan bios yang artinya
kehidupan. Katak hidup dalam bentuk dua kehidupan, mula-mula di dalam air
tawar kemudian dilanjutkan ke darat. Amphibia dalam hal ini adalah katak
mempunyai struktur yang mudah diamati baik untuk morfologinya maupun
struktur bagian dalamnya.
Amphibi memiliki dua alat pernapasan yaitu dengan menggunakan paru-paru
pada saat berada di daratan dan dengan menggunakan kulitnya pada keadaan
basah (pada saat berada dalam air). Kulit katak bersifat permiabel terhadap air
dan gas, serta kaya akan persediaan pembuluh darah. Adanya dua alat pernapasan
ini disebabkan karena faktor lingkungan hidupnya.
Untuk memahami struktur dan fungsi organ-organ yang terdapat pada hewan
vertebrata dalam hal ini adalah katak, maka dilakukanlah percobaan dengan
mengamati bagian atau organ-organ yang ada pada tubuh katak. Pengamatan
anatomi katak diperlukan pembedahan untuk memudahkan mengamati bentuk
kedudukan, dan hubungannya dengan organ lain. Yang akan diamati pada
percobaan ini adalah sistem organ yang ada di dalam tubuh katak sawah (Rana
cancarivora) antara lain sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem
pernapasan (respirasi), sistem pengeluaran (ekskresi), dan sistem reproduksi
dalam hal ini urgonetraka yaitu untuk membedakan antara katak jantan dan katak
betina. Pengamatan ini dapat memberikan pengetahuan kepada mahasiswa
tentang bentuk, warna dan letak organ pada tubuh hewan vertebrata.
B. Tujuan Praktikum
Mahasiswa dapat mengenali bentuk, warna dan letak organ, serta
hubungannya dengan organ lain pada suatu sistem organ.
C. Manfaat Praktikum
Setelah percobaan ini kita mengetahui bentuk, warna, dan letak organ,
serta hubungannya dengan organ lain pada suatu sistem organ.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Tubuh hewan terdiri dari berbagai organ tubuh. Organ-organ yang bekerja
sama dalam melakukan fungsi yang lebih tinggi membentuk organ. Dalam praktikum
ini akan dilakukan pengamatan susunan anatomi tubuh katak sawah (Rana
cancarivora). Anatomi katak dapat memberikan gambaran umum organ-organ utama
pada hewan vertebrata (Tim Pengajar, 2018).
Vertebrata masih mempertahankan karakteristik chordate primitip tetapi
memiliki spesialisasi tambahan, yaitu ciri-ciri yang diturunkan dan dimiliki bersama
yang membedakan subfilium ini dari chordata invertebrate. Banyak dari ciri-ciri yang
memnedakan vertebrata-vertebrata ini terkait dengan ukuran dan besar gaya hidup
yang aktif. Tali saraf dorsal berlubang yang ditemukan pada semua chordate
berkembang ketika bagian-bagian tepi dari suatu lempengan ektoderm pada
permukaan embrio menggulung bersama membentuk tabung neural (neural tube.
Pada vertebrata, sekelompok sel embrionik yang disebut sebagai pial neural (neural
crest) terbentuk di dekat tepian dorsal dari tabung neural yang menutup. Pial neural,
suatu ciri vertebrata yang khas, turut membantu pembentukan unsur kerangka
tertentu, seperti beberapa tulang keras dan tulang rawan tengkorak (pembungkus
otak), dan banyak struktur lain yang membedakan vertebrata dari chordota lainnya.
Tengkorak vertebrata dan otak (yang merupakan ujung anterior tali saraf dorsal
berlubang yang membesar), bersama-sama dengan mata, telinga, dan hidung,
merupakan bukti-bukti ciri evolusi penting pada vertebrata (Campbell, 2003)
Pengamatan anatomi suatu hewan diperlukan pembedahan untuk
memudahkan mengamati bentuk. Kedudukan dan hubungannya dengan organ lain.
Yang akan diamati dalam praktikum ini adalah sistem pencernaan, peredaran darah,
pernapasan, ekskresi dan reproduksi (Tim Pengajar, 2018).
Sistem sirkulasi pada amphibia yaitu jantung kodok terdiri 3 ruang yaitu 2
atrium dan 1 ventrikel. Arah aliran darah : darah yang kaya O2 dari paru-paru dan
kulit masuk ke atrium kiri. Darah yang miskin O2 masuk ke atrium kanan dengan
perantaraan sinus venosus. Dari atrium darah masuk ke ventrikel sehingga terjadi
pencampuran darah yang kaya O2 dan darah yang miskin O2. Dari ventrikel yang kaya
luran pencernaan daparu ke kulit untuk memperoleh O2. Peredaran darah kodok
termasuk peredaran darah ganda ( dalam satu kali peredarannya, darah melewati
jantung 2 kali) (Salma, 2013).
Pada katak, oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit dan paru-paru.
Kecuali pada fase berudu bernafas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput
rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karena tipis dan banyak
terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut
dan faring, lubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada dirongga
mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis, selain bernafas
dengan selaput rongga mulut, katak bernafas pula dengan kulit, ini dimungkinkan
karena kulitnya selalu dalam keadaan basa dan mengandung banyak kapiler sehingga
gas pernafasan mudah berdifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena
kulit (vena kutanea) kemudian dibawa ke jantung untung diedarkan keseluruh tubuh.
Sebaliknya karbon dioksida dari jaringan akan dibawa ke jantung dari jantung di
pompa ke kulit dan paru-paru lewat arteri kulit paru- paru ( arteri pulmo kutanea).
Dengan demikian pertukaran oksigen dan karbondioksida dapat terjadi dikulit. Selain
bernafas dengan selaput rongga mulut dan kulit, kodok bernafas juga dengan paru-
paru walaupun paru-parunya belum sebaik paru-paru mamalia (Yudiarti, 2004)
Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hampir sama dengan ikan, meliputi
saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Salah satu binatang amfhibi adalah
kodok. Makanan kodok berupa hewan-hewan kecil (serangga). Secara berturut-turut
pencernaan pada kodok meliputi : (1) rongga mulut : terdapat gigi berbentuk kerucut
untuk memegang mansat dan lidah untuk menangkap mangsa, ((2) esofagus ; berupa
saluran pendek, (3) ventrikulus ( lambung), berbentuk kantung yang bila terisi
makanan manjadi lebar. Lambung kodok dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat
masuknya esofagus dan lubang keluar menuju usus, (4) intestinum (usus) : dapat
dibedakan atas usus halus dan usus tebal, (5) usus halus meliputi : duodenum.
Jejenum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya. Usus tebal berakhir pada
rektum dan menuju kloaka, dan (6) kloaka : merupakan muara bersama antara saluran
pencernaan makanan, saluran reproduksi, dan urine. Kelenjar pencerdaan pada
amfibi, terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas
lobus kanan yang terbagi lagi menjadi 2 lobulus. Hati berfungsi mengeluarkan
empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. Pankreas
berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas jari ( 2 denum).
Pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada dua denum
( Salmah, 2011).
Jenis-jenis kodok yang bersifat akuatif ataupun semi/ akuatif selalu
melakukan pergerakan pindah tempat untuk menjahui atau mendekati perairan.
Berdasarkan penelitian inger (2009), jenis-jenis kodok asli hutang yang bersifat semi/
akuatif dapat melakukan perpindahan tempat sampai lebih dari 200 m dari perairan,
sedangkan jenis yang bersifat semi/arboreal dapat berada lebih dari 1 meter diatas
vegetasi sekitar perairan. Dari penelitian inger (2009) pada tujuh jenis kodok asli
hutan yang kerap dijumpai yang bersifat akuatif, semi/ akuatif dan semi/arboreal
digorneo tidak mengkaitkan faktor-faktor lingkungan terhadap distribusi horisontal
dan partikel (kurniati, 2011).
Sistem saraf pada amfhibi. Bagian otak yang berkembang dengan baik adalah
otak tengah sebagai pusat penglihatan. Otak besar behubungan dengan indra pencium
dan otak kecil hanya merupakan lengkung mendatar yang menuju ke sum-sum
lanjutan yang tidak berkembang dengan baik (salmah, 2013).
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Hari/Tanggal : Kamis, 15 Desember 2018
Waktu : Pukul 15.50 s.d 17.00 WITA
Tempat : Laboratorium Biologi Lantai III FMIPA UNM.
B. Alat dan Bahan
a. Alat
1. Botol pembius (1 buah)
2. Baki bedah (1 buah)
3. Alat bedah yang terdiri dari:
a. Gunting (1 buah)
b. Pinset (1 buah)
c. Jarum (7 buah)
d. Skalpel (1 buah)
e. Sedotan limun (1 buah)
b. Bahan
1. Katak sawah (Rana cancarivora)
2. Kapas
3. Kloroform/Eter (pembius)
C. Prosedur Kerja
1. Pengamatan Luar
a. Mematikan Katak
Mengambil segumpal kapas (sebesar ruas empu jari tangan) membasahi
dengan eter/kloroform, lalu memasukkan ke dalam pembunuh, serta segera
pula memasukkan katak ke dalam botol tersebut, menutupnya dengan rapat.
Membiarkan sampai katak mati.
b. Mengeluarkan katak yang sudah tidak bergerak dan meletakkannya di atas
baki bedah. Membiarkan kapas dalam botol dan menutupnya dengan rapat
karena uapnya berbahaya.
c. Mengamati bagian luar katak
1. Mata, kelopak, dan selaput tidur
2. Lubang hidung luar
3. Tympanum, selaput pendengar
4. Celah mulut
5. Tungkai depan
a. Lengan atas (Branchium)
b. Lengan bawah (Antebranchium)
c. Telapak (Manus)
d. Jari-jari (Digiti)
6. Tungkai belakang
a. Paha (Femur)
b. Betis (Erus)
c. Telapak bersatu (Pes)
d. Jari-jari berselaput renang
7. Kloaka
8. Meraba permukaan kulit dan memperhatikan warnanya
d. Menggambar dari arah punggung dan memberi nama pada bagian-bagian
tersebut.
2. Pembedahan
a. Meletakkan katak pada punggungnya di atas baki bedah. Memacu keempat
kakinya dengan jarum pada lilin, sehingga tidak mudah goyang.
b. Dengan pinset, menjepit dengan cara membujur pada kulit bagian perut dekat
paha, mengangkat sedikit, menggunting dengan cara melintang pada kulit di
bawah pinset, sehingga terbentuk celah paha kulit perut.
c. Melalui celah kulit itu, memasukkan ujung gunting yang tumpul dan
menggunting kulit ke arah kepala sampai gunting tertumbuk. Menarik ke
celah tadi, menggunting ke arah pangkal kedua paha.
d. Menggunting kulit ke arah samping kiri dan kanan, sehingga kulit perut bisa
tersingkap. Memeriksa permukaan kulit pada jaringan otot. Hanya pada
tempat tertentu kulit melekat pada otot, sehingga terbentuk semacam kantung
(Saccus).
e. Memperhatikan pula bagian tengah otot perut. Tampak garis putih membujur
sepanjang otot perut (disebut Linea alba).
f. Menjepit pinset otot perut di samping Line alba dan menggunting melintang,
sehingga terbentuk celah. Memasukkan ujung gunting yang tumpul ke dalam
celah otot perut dan memulai menggunting ke arah kepala sampai bawah
rahang. Melanjutkan pengguntingan sampai pangkal paha.
g. Menyingkap jaringan otot perut ke samping kiri dan kanan sehingga terbuka
rongga perut dan tampak jeroan.
3. Pengamatan sisitem pernapasan
a. Membuka celah mulut dengan scalpel dan pinset, sehingga rongga perut
terbuka. Mengamati bentuk gigi, meraba dengan jari geligi pada rahang atas
dan gigi vomer pada langit-langit.
b. Dengan pinset menarik lidahnya keluar, mengamati bentuk dan perlekatannya,
kemudian mencatatnya.
c. Menunjukkan pengamatn rongga perut yang berisi jeroan. Mengamati bentuk
warnanya:
1. Hati sebelah kanan, ada berapa lobus; mencari kantung empedu, dan
mengamati warnanya.
2. Lambung disebelah kiri hati, mengangkat sedikit akan nampak duodenum
dan pankreas.
3. Runut terus usus halus sampai usus tebal, memperhatikan pertemuannya.
4. Rektum yang berkelok ke kloaka.
4. Pengamatan sistem peredaran darah
a. Arah kepala dari hati, tampak jantung dalam selaput.
b. Menusuk selaput pembungkus jantung dengan jarum atau ujung scalpel
sampai pecah, mengamati bentuk dan bagiannya.
1. Bilik (Ventrikel)
2. Serambi (Atrium) kiri dan kanan
3. Pembuluh nadi utama (Trunkus anterious) yang keluar dari ventrikel
kemudian bercabang menjadi dua aorta (kiri dan kanan)
c. Menggambar bagian jantung dan memberi nama bagian tersebut di atas.
5. Pengamatan sistem pernapasan
a. Memperhatikan bagian sebelah kanan hati dan sebelah kiri lambung,
tersembul bagian paru-paru.
b. Dengan sedotan limon yang ujungnya dimasukkan dalam lubang pangkal
tenggorokan (membuka mulutnya) meniup pangkal perlahan, maka akan
mengembung paru-paru. Mengamati bentuk dan warna paru-paru pembuluh
darah dalam paru-paru.
c. Melepaskan jantung dengan gunting, sehinnga tampak tenggorokan (trakea).
d. Menggambar sistem pernapasan katak.
6. Pengamatan sistem ekskresi dan reproduksi (Urogenitalia)
a. Melepaskan organ-organ pencernaan, mulai pada lambung sampai pada
rektum, serta musentrerium jaringan ikat memegangnya.
b. Akan nampak sepasang ginjal bulat lonjong melekat pada bagian belakang
rongga perut. Selanjutnya mengamati:
1. Ginjal dengan kelenjar adrenal (garis keputihan).
2. Badan lemak (Corpur adipasum) kekuningan berjumbai.3.
3. Saluran ganjil (Ureter) dari ginjal menuju ke kantong kemih.
c. Pada katak jantan ureter disebut juga Ductus-urospermaticus. Testis terletak
di sebelah atas ginjal, bulat lebih kecil berhubungan dengan ginjal melalui
Vasa efferensia.
d. Pada katak betina, ada sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. Ankat
sedikit oviduct berupa saluran berkelok-kelok putih, bermuara pada kloaka
sedang ujungnya berupa corong (Ostium) ada di dekat jantung.
e. Membuat gambar bagian sistem Urogenitalia katak. Memberi nama bagian-
bagiannya (kelamin jantan atau kelamin betina).
C. Prosedur Kerja

Amati Bagian luar katak Katak siap di anatomi

Amati mulut katak Katak dibedah dengan memakai pinset


dan gunting bedah
Amati bagian dalam katak keluarkan organ-organ katak

Organ-organ katak
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
1. Pandangan luar tubuh katak (dorsal) dan bagian membran timpani
Hasil Pengamatan Gambar pembanding keterangan
1.Mulut
2.Hidung
3.Mata

1 4.Membran
2 3
tympani
5. Ante brachium
12 4 6.Brachium
7.Kulit
5
8.Crus
9.Femur
6
10.Kloaka
11.Digiti
7 12. Manus
10
9

11 8
2. Pandangan luar tubuh kodok (ventral)
Hasil Pengamatan Gambar Pembanding Keterangan
1. Mulut
2. Digiti
3. Ante brachium
1 2 4. Brachium
5. Femur
3
6. Crus
7. Pes
4 8. Digiti
9. Kloaka

6
8

7
3.Anatomi mulut katak
Hasil Pengamatan Gambar Pembanding Keterangan
1. Lidah
2. Gigi vomer
3. Lubang Hidung
4. Deretan gigi

4
4.Sistem pencernaan pada katak
Hasil Pengamatan Gambar Pembanding Keterangan
1. Hati

1 2. Esofagus
3. Pankreas
2
4. Lambung
5. Pilorus
6. Usus halus
3 7. Usus besar
8. Empedu
4
8
5

7
5. Sistem pernapasan pada katak
Hasil Pengamatan Gambar Pembanding Keterangan
1. Rongga hidung
1 2. Paru-paru
2
3. Mulut

6.Sistem eksresi dan reproduksi pada katak


Hasil Pengamatan Gambar Pembanding Keterangan
1.Saluran telur
2. Ovarium
3. Saluran kencing
1
4. Kloaka
2 5. Kantong kemih
6 6. Ginjal
3

5
B. Pembahasan
Kodok adalah salah satu contoh binatang amphibi yang merupakan hewan
vertebrata yang dalam perkembangan hidupnya mengalami metamorfosis.
Berdasarkan pengamatan kami tentang pratikum anatomi hewan vertebrata yang
dimana tujuannya adalah kami dapat mengenali bentuk, warna, dan letak organ
serta hubungannya dengan organ lain pada suatu sistem organ. Dimana pada
kegiatan ini kami melakukan pengamatan terhadap katak, mulai dari pengamatan
dari luar sampai ke bagian-bagian organ dalam katak. Adapun bagiannya yaitu :
1. Morfologi (Dorsalf dan Ventral)
Dalam biologi, morfologi adalah cabang biologi dengan cakupan studi tentang
bentuk dan struktur dari hal organisme/hidup bersama dengan fitur struktural
karakteristik khusus. Ini mencakup aspek morfologi penampilan luar (bentuk
struktur warna, pola)
a. Mulut terletak pada ujung interior kepala. Bentuknya lebar sekali, dibatasi
oleh rahang bawah yang bergigi dan rahang atas yang bergigi. Pada saat
menangkap mangsanya, katak menjulurkan lidahnya untuk menangkap
mangsa tersebut. Katak juga memiliki gigi pada rahang atas yang berfungsi
untuk mengoyak makanannya. Lubang hidung ada sepasang, terletak di
ujung depan pada langit-langit. Pada katak sudah ada hubungan antara
lubang hidung dengan rongga mulut.
b. Mata katak mempunyai selaput tidur yang merupakan kelopak mata
tambahan, yang berfungsi untuk menghindari gesekan sewaktu berenang
dalam air dan menjaga agar mata tetap basah saat naik ke darat.
c. Selaput gendang telinga atau terletak dekat dari pada mata. Selaput ini
pinggirannya di sokong oleh suatu cincin yang dinamakan annalus
tympani.
d. Tungkai depan terdiri dari lengan atas, lengan bawah, telapak. Pada tungkai
belakang pada bagian paha lebih berotot dari pada bagian betis, sehingga
memudahkan katak melompat dengan tinggi dan jauh.
e. Rongga mulut katak terdapat rahang atas, rahang bawah, rongga hidung
bagian belakang, gigi rahang atas, gigi rahang bawah, dan kelenjar ludah.
2. Anatomi umum
Percobaan ini kami menemukan beberapa organ dalam anatomi katak
yaitu, katak jantung memiliki tiga ruangan, yaitu ventrikel atau bilik, dua
atrium teras atau kiri dan kanan yang berdinding tipis dan antara teras dan
ruang adalah katup jaringan. Paru katak adalah sepasang katak paru elastis
kantung tipis yang menghirup udara dapat menyebar dan dinding kapiler
darah dikelilingi oleh begitu hati berwarna merah kecoklatan, terdapat 2
lembar, terdiri dari lobus kanan dibagi menjadi dua lobulus dan fungsi hati
mensekresikan empedu disimpan di kantong empedu yang berwarna biru.
Organ-organ lainnya adalah pewarna kandung empedu menghasilkan
empedu yang membantu proses pencernaan dalam katak. Pankreas warna ke
kuningan, melekat diantara lambung dan duodenum (duodenum). Pankreas
berfungsi memproduksi enzim dan hormon. Usus kecil, katak identik dengan
ikan usus. Meskipun lebih panjang, seperti bagian dari usus duodenum (usus
dua belas jari)), jejunum (usus kosong dan ileum (usus cerna), belum
memiliki batas yang jelas. Namun demikian, diusus, penyerapan terjadi nutrisi
oleh enzim yang dihasilkan oleh pankreas. Colon (usus besar), diusus besar
katak, hanya penyerapan air dan membusur memo makanan. Kloaka sisa
makanan yang tidak digunakan akan dibuang melalui saluran katak kloaka.
Perlu diingat, identik dengan ikan dan reptil, katak belum memiliki saluran
reproduksi, pembuangan urine dan pembuangan zat-zat yang terpisah limbah
makanan. Itu semua bermuara pada kloaka.
3. Sistem pencernaan
Peralatan pencernaan makanan dimulai dengan kavum oris dan
diakhiri oleh anus. Dibeberapa bagian saluran dan ukuran digestoria memiliki
struktur yang berbeda. Prei ditangkap dalam bentuk hewan kecil untuk makan
akan dibasahi oleh air liur. Katak tidak begitu banyak memiliki kelenjar ludah.
Capum oris makanan akan melalui faring yang menghasilkan sekresi
oesobhagues alkalis (basa) dan mendorong makanan ke dalam pentriculus
yang berfungsi sebagai gudang pencernaan. Kontraksi dinding otot makanan
diperas ventriculus dihancurkan dan dicampur dengan sekresi mengandung
enzim ventriculus atau ferment, yang katalis. Setiap kelompok enzim
mengubah zat makanan obligasi melebar sederhana. Enzim yang diproduksi
oleh pentriculus dan usus terdiri dari : pepsin, tripsi, erepsin untuk protein,
lipase untuk lemak. Selain pentriculus menghasilkan asam klorida untuk
bahan makanan belok kanan menjadi asam gerakan yang menyebabkan
berjalan disaluran kelontong disbut peristaltik gerak. Beberapa penyerapan
nutrisi terjadi diventriculus tetapi terutama terjadi pada usus. Makanan masuk
ke intertinum dari ventriculus melalui katup pyeloris. Hati terdiri dari
beberapa lobus dan bilus atau zat yang dihasilkan empedu akan ditempatkan
sementara difisica felea, yang kemudian akan dituangkan dalam usus melalui
cholydocus saluran cystcus pertama kemudian melalu saluran. Bahan
makanan yang merupakan sisa dalam tinja dan usus menjadi dikeluarkan
utama berikutnya melalu anus.
4. Sistem sirkulasi
Katak jantung memiliki tiga ruangan, yaitu ventrikel atau bilik, dua
atrium teras atau kiri dan kanan yang berdinding tipis. Antara teras dan ruang
adalah katup jantung. Selain itu, ada kantong vena berdinding tipis
bermuaranya tempat yang membawa darah kaya CO2 dari berbagai organ
tubuh selain paru-paru dan kulit, yang disebut sinus venosus. Dara memasuki
sinus vena kaya CO2. Darah dari sinus venosus akan masuk ke atrium kanan.
Darah keluar dari ventrikel melalui aorta atau batang arteriosus. Arta
kemudian cabang menjadi dua. Bawa aliran darah keseluruh tubuh, sementara
yang lain mengalirkan darah ke kepala (carotit arteri) serta kulit dan paru-paru
(pulmokutanea arteri). Kapiler diparu-paru dan kulit dan darah akan
membebaskan menyikat CO2 oksigen, kemudian mengalir melalui vena paru-
paru sebelah kiri atrium kutanea kembali. Darah melalui pembulu darah yang
kaya oksigen. Darah yang berasal dari seluruh tubuh dari sisa metabolisme
dan CO2 dibawah kembali ke jantung melalui vena kava yang bermuara
disinus venosus, dan akhirnya mengalir darah ke atrium kanan. Darah dari
atrium kiri dan kanan akan dipompa ke ventrikel, sehingga campuran darah
kotor dan darah bersih.
5. Sistem respirasi
a. Paru-paru (pulmo)
Paru-paru katak berupa sepasang kantong tipis dan elastis, permukaan
dalam dindingnya mempunyai banyak lipatan, sehingga memperluas
permukaan. Dinding kantong yang tipis ini banyak dikelilingi kapiler
darah sehingga paru-paru katak berwarna kemerahan. Paru-paru katak
berhubungan dengan bronkus, selanjutnya dengan perentara celah tekak
atau glokis dihubungkan dengan rongga mulut.
b. Kulit
Pernapasan dengan kulit berlangsung efektif baik didarat maupun
diair. Kulit kodok tipis, lembab dan kaya kapiler darah, yaitu cabang dari
pembuluh nadi paru-paru kulit (arteria pulmokutanea) yang mengangkut
darah kotor atau kaya CO2. Di dalam kapiler kulit, darah membebaskan
CO2 ke udara dan mengikat oksigen dari udara bebas yang akan diangkut
oleh pembuluh darah pena pulmokutanea ke jantung untuk di edarkan
keseluruh jaringan tubuh yang memerlukan.
c. Selaput rongga mulut
Selaput ini juga digunakan untuk memasukkan oksigen yang
terkandung diudara, pada rongga mulut berdifusi melalui selaput rongga
mulut. Akhirnya oksigen tersebut diikat oleh darah dan diedarkan ke sel-
sel tubuh.
6. Sistem urogenetalia
Alat ekskresinya berupa sepasang ginjal dari kiri dan kanan. Warnanya
merah kecoklatan, bentuknya memanjang dari depan ke belakang. Fungsi
ginjal adalah menyaring darah, zat-zat sisa seperti urine, garam-garam yang
berlebih, air yang lebih akan diserapnya dan dikeluarkan. Zat sisa yang
diambil oleh ginjal akan disalurkan melalui ureter menuju ke kantong kemih.
Kantong kemih ini berupa kantong berdinding tipis yang terbentuk dari
tonjolan dinding kloaka. Fungsinya untuk menyimpan urine sementara. Muara
saluran urine, saluran kelamin dan saluran pencernaan akan menyatu di
kloaka.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Katak sawah (Rana cancarivora) merupakan salah satu hewan vertebrata yang
memiliki organ tubuh sudah lengkap. Organ yang berperan dalam sistem pencernaan
katak antara lain : mulut (Rima oris), rongga mulut (Cavum oris), esofagus
(kerongkongan), hati (hevar), lambung (gaster), usus halus, usus besar, Vesica valea,
pankreas, dan kloaka. Sistem peredaran darah pada katak adalah sistem peredaran
darah ganda dan tertutup. Organ-organnya yang berperan yaitu jantung dengan dua
serambi dan satu bilik. Katak bernapas sengan kulit dan paru-paru. Organ yang
berperan sebagai organ urogenitalia pada katak jantan adalah testis ada sepasang, dan
pada betina adalah ovarium ada sepasang. Masing-masing organ memiliki warna
tersendiri yang membedakannya dengan organ lain. Organ-organ katak saling
berdekatan satu sama lain dan memiliki fungsi tersendiri.
B. Saran
Saran saya dalam pratikum ini yaitu dalam melakukan pratikum, diharapkan agar
pratikan dapat memahami dan mengetahui organ-organ pada hewan bertebrata
salah satunya katak sesuai dengan tujuan pratikum, serta diharapkan agar
praktikan lebih serius dalam melakukan pratikum.
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil A., Reece, Jane B., dan Mitchell, lawrance G. 2003. Biologi Edisin
Kelima Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Kurniati, Hellen. 2011. Pengaruh Dinamika Faktor Lingkungan Terhadap Sebaran
Horisontal dan Vertikal Katak. Jurnal Biologi Indonesia. Vol 7 (2): 331:340
Salmah, siti., Arbain, Ardinis Dr., Merusin, Neti Dra., Syamsuardi Dr., Santoso,
Putra., Idris M., Herwina, Henny Dr. 2011. Bahan Ajar Biologi Umum.
Padang: Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas.
Tim Pengajar. 2018. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Makassar: Jurusan Biologi
FMIPA UNM.
Yudiarti, Widiastuti, Pratikno. 2004. Buku Ajar Biologi. Semarang: Universitas
Diponegoro
LAMPIRAN
JAWABAN PERTANYAAN

1. Mengapa katak digolongkan ke dalam kelas amphibi ?


Jawab : Karena katak dapat hidup di dua alam (air da darat). Selain itu, katak
merupakan hewan peralihan dari pisces (hewan air) menjadi reptil
(hewan darat).
2. Mengapa warna katak mudah berubah-ubah ? Faktor apakah menyebabkan
perubahan itu ?
Jawab : Warna katak dapat berubah-ubah karena pada kulitnya terdapat banyak
pigmen. Disebabkan juga oleh penyebaran atau pemusatan pigmen dalam
sel-sel pembawa warna. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor luar (suhu
dan temperatur) dan faktor dalam (produksi hormon).
3. Dimanakah melekat pangkal lidah katak ? Apakah manfaat bagi katak dengan
melekatkan lidah seperti itu ?
Jawab : Pangkal lidah katak melekat pada ujung rahang bawah atau mandibula
dengan ujung melipat ke belakang. Manfaatnya adalah agar lidah katak
mudah dijulurkan sehingga memudahkan pula dalam menangkap
mangsanya.
4. Hati dan pankreas, bukan saluran pencernaan, tetapi termasuk dalam sistem
pencernaan. Mengapa demikian ?
Jawab : Karena hati dan pankreas membantu dalam proses pencernaan dimana
pankreas berfungsi sebagai kelenjar ludah perut yang menghasilkan
enzim yang penting dalam sistem pencernaan, tetapi keduanya tidak ikut
mencerna/melakukan proses pencernaan makanan.
5. Apa sebabnya katak tidak dapat melakukan pernapasan perut ? Bagaimanakah cara
katak menarik dan mengeluarkan napas ?
Jawab : Katak tidak dapt melakukan pernapasan perut karena katak tidak memiliki
rongga dada (diafragma) dan tulang rusuk serta mekanisme
pernapasannya hanya diatur oleh otot-otot rahang bawah dan otot perut.
Cara katak menarik dan mengeluarkan napas adalah melalui pernapasan
paru-paru (inspirasi dan ekspirasi).
6. Jelaskan mengapa dikatakan darah bersih dan darah kotor dalam jantung katak
bercampur ketika meninggalkan jantung ?
Jawab : Darah bersih dan darah kotor dalam jantung katak bercampur ketika
meniggalkan jantung karena katak hanya memiliki satu ventrikel
sehingga darah bersih dari atrium kiri akan bercampur dengan darah kotor
dari atrium kanan walaupun jumlah udara yang tercampur hanya sedikit.
7. Pada katak terjadi fertilisasi internal atau eksternal ?Jelaskan mengapa demikian.
Jawab : Pada katak terjadi fertilisasi eksternal karena pembuahan terhadap ovum
terjadi di luar tubuh. Katak betina mengeluarkan ovum (sel telur) ke air
kemudian dibuahi oleh katak jantan.
Dokumentasi

Tampak Dorsal Tampak Ventral

Anatomi mulut katak Proses pembedahan katak


Mengamati bagian dalam katak