Anda di halaman 1dari 13

Jurnal Administrasi Rumah Sakit Volume 4 Nomor 2

Faktor-Faktor Penyebab Klaim Tertunda BPJS Kesehatan RSUD Dr.


Kanujoso Djatiwibowo Periode Januari - Maret 2016
Factors Causes of Claim Delayed Health BPJS Dr. Kanujoso Djatiwibowo Period January -
March 2016

Antonius Artanto EP

Program Studi Pasca Sarjana Kajian Administrasi Rumah Sakit Indonesia


Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

*Email: antonius.artanto@gmail.com

ABSTRAK

Terdapat sekitar 10-15% klaim yang tertunda pembayarannya di Rumah Sakit Umum Daerah dr Kanujoso
Djatiwibowo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada tertundanya klaim Badan
Penyelenggara Kesehatan Sosial Kesehatan sesuai panduan klaim dan perjanjian kerjasama. Sumber data yang diambil
berasal dari jumlah klaim yang tertunda di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Kanujoso Djatiwibowo periode Januari -
Maret 2016 dan menggali penyebab terjadinya permasalahan tersebut melalui informan. Penelitian bersifat kuantitatif
dan kualitatif dengan metode deskriptif analitik menggunakan studi retrospektif dari data sekunder resume medis yang
tidak lengkap dan wawancara serta diskusi. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi klaim tertunda
adalah ketidaklengkapan resume medis yang didominasi ketiadaan tanda tangan Dokter Penganggungjawab Pasien
(DPJP) disebabkan didapatkan adanya tugas ganda pada case manager sehingga terjadinya keterlambatan dalam
penyelesaian resume medis elektronik. Saran yang diajukan adalah penggunaan rekam medis elektronik, pemisahan
tugas antara case manager dengan dokter ruangan, peningkatan kepatuhan case manager untuk menulis sejak awal
data resume medis pasien antara lain dengan penilaian kinerja dan remunerasi terintegrasi.

Kata kunci: BPJS, case manager, klaim, resume medis, tanda tangan.

ABSTRACT

There was 10-15% pending of claim because uncomplete medic in Dr. Kanujoso Djatiwiwo Hospital. The purpose of
this study is to find factors affecting pending of claims of Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan as claims
guidance and contract paper. Data sources has taken from pending of claims of dr Kanujoso Djatiwibowo hospital
periode January – March 2016 and see the deeper problem behind this problems through informans. This study is
quantitative qualitative research with analitic describtion method with retrospective study from pending of claims,
interview and discussion. The result from this study shows factor affecting pending of claims is the absence of specialist
doctor who responsible for the patien because there is double function from case manager that effect delaying
completing electronic medical resume. Suggest to use immediately electronic medical record, splitting job for case
manager and doctor on ward, increasing obedience to write patien data from beginning such as performance
evaluation and integrated remuneration.

Keywords: BPJS, claim, case manager, medical resume, signature.

Jurnal ARSI/Februari 2018 122


Jurnal Administrasi Rumah Sakit Volume 4 Nomor 2

PENDAHULUAN sesuai diagnosedankomplikasi yangada.

Sistem kesehatan mulai berubah perlahan sejalan waktu Dalampengajuan klaimke BPJSKesehatan,rumahsakit
dan menyesuaikan perkembangan jaman. Sistem menyertakan resume medis sebagai salah satu syarat
asuransi semakin berkembang di kalangan pelayanan berkas pengajuan. Resume medis diberikan diakhir
medis. Sistem ini membentuk biaya pelayanan yang perawatanpasienbaikhidupsembuhataumeninggal.Jika
pembiayaan tanpa batas menjadi pembiayaan pelayanan resumemedis tidak lengkap maka BPJS Kesehatan akan
kesehatan terkontrol, terprogram dan terukur. Dengan mengembalikan resume medis tersebut. Pengembalian
sistemasuransiinimasyarakattidakperlutakut akanbiaya resumemedisberakibatpadatidakterbayarnyapelayanan
kesehatan yang tidak terduga. Masyarakat cukup kesehatan yang dilakukan rumah sakit dan akan
membayar uang asuransi yang biasa disebut iuran atau mengakibatkanmenurunnyapemasukanrumahsakit.
premi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
tergantung dari kebutuhan masing-masing. Sistem Klaim adalah tagihan atau tuntutan atas sebuah imbalan
Jaminan Sosial Nasional merupakan asuransi sosial yang dari hasil layanan yang diberikan. Dalam hal ini klaim
disahkan oleh undang-undang no 40 tahun 2004. Sistem rumah sakit terhadap BPJS Kesehatan adalah tuntutan
ini dikelola oleh suatu badan yang ditetapkan oleh imbalan atas jasa layanan yang diberikan rumah sakit
undang-undang yaitu Badan Penyelenggara Jaminan melalui tenaga kerjanya baik dokter, perawat, apoteker
Sosial(BPJS)dandibagimenjadi2yaituBPJSKesehatan dan lain-lain atas kepada peserta BPJS Kesehatan yang
dan BPJSKetenagakerjaan. berobat atau dirawat di rumah sakit. Pengajuan klaim ke
BPJS Kesehatan harus menggunakan resume medis
BPJS Kesehatan ini sama halnya dengan asuransi dengan diagnose merujuk pada ICD 10 atau ICD 9 CM
kesehatan bekerjasama dengan fasilitas kesehatan baik (ditampilkandalamtabel1).
dokter, klinik dan rumah sakit. Dalam mengelola
kesehatan pasien di setiap fasilitas kesehatan di wajibkan Salah satu penyebabnya terbanyak adalah ketidakadaan
adanyadokumenrekammedis.MenurutPermenkesNo: tanda tangan dokter penanggung jawab pasien pada
269/MENKES/PER/III/2008 yang dimaksud rekam lembarresumemedispadahalsecarahukumtandatangan
medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen resume medis adalah salah satu keabsahan dari resume
antaralainidentitaspasien,hasilpemeriksaan,pengobatan medis (Permenkes no. 269/MENKES/PER/III/2008
yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain pasal (4) ayat 2). Ketidakadaan tanda tangan resume
yang telah diberikan kepada pasien. Diakhir perawatan medis membuat klaim BPJS Kesehatan tidak bisa di
seseorang diterbitkannya resume medis. Resume medis grouping oleh unit penjaminan sehingga terjadi
harus diisi dengan lengkap untuk menjaga mutu rekam penundaan(pending)klaimBPJSKesehatan.Penundaan
medis dan juga sering digunakan untuk administrasi ini menyebabkan pembayaran klaim menjadi menurun
persyaratandalamklaim asuransi. dancashflowrumahsakitmenjadimenurundikarenakan
hampir 90% pasien rumah sakit adalah pasien BPJS
RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo sebagai rumah saki Kesehatan.
pemerintah yang lebih tepatnya rumah sakit propinsi
Kalimantan Timur wajib melayani peserta BPJS Tujuan Penelitian
Kesehatan. Setelah rumah sakit memberikan layanan
kesehatan, rumah sakit berhakmemintaimbalan atas jasa Mengetahui faktor-faktor yang peyebab klaim tertunda
yang diberikan berupa tagihan atau klaim kepada BPJS BPJS Kesehatan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo
Kesehatan. Tagihan yang diminta sesuai dengan tarif periodeJanuari–Maret2016.
Gubernur yang berlaku. BPJS Kesehatan dalam
pembayaran klaim menerapkan tarif paket diagnosis
berdasar Indonesia Case Base Grup atau INA CBGs’s.
Setiap layanan yang diberikan diberi kode atau koding

Jurnal ARSI/Februari 2018 123


Antonius Artanto EP., Faktor-Faktor Penyebab Klaim Tertunda BPJS Kesehatan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Periode
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Volume 4 Nomor
Januari-Maret 2
2016

TINJAUANPUSTAKA Penyelenggara Jaminan Sosial. BPJS Kesehatan adalah


harapan bagi warga yang tidak mampu dalam
Negara telah mengatur sistem jaminan sosial melalui menjaminkan kesehatannya sendiri bila terjadi kesakitan
undang-undang nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem dan hingga rawat inap. Biaya pengobatan yangsemakin
Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Sistem ini merupakan tinggi, penggunaan teknologi yang baru yang artinya
asuransi kesehatan sosial yang diselenggrakan Negara tingginya harga alat yang dibeli dan berimbas pada tarif
dengan pengumpulan Dana yang bersifat wajib yang yang harus dibayar, tidak bisa diprediksinya biaya
berasal dari iuran dari rakyat untuk dimanfaatkan Negara pengobatan yang akan dijalani dan keterbatasan faktor
dalam memberikan perlindungan atas resiko sosial finansial atas biaya perawatan penyakit. Hal hal tersebut
ekonomi yang menimpa rakyat. Menurut Thabrany terjawab dengan sistem INA CBGS’s yaitu suatu sistem
(2014) asuransi kesehatan sosial (social health insurance) tarif yang terpaket untuk kondisi penyakit tertentu
adalahsuatumekanismependanaanpelayanankesehatan sehingga biaya perawatan dan pengobatan bisa
yang semakin banyak digunakan di seluruh dunia karena diperkirakan sejak awal. Adapun tujuan dibentuknya
kehandalan sistem ini menjamin kebutuhan kesehatan BPJS (Pamukti, Panjaitan, 2016) adalah mewujudkan
rakyatsuatuNegara.Asuransikesehatansosialmerupakan terselenggaranya pemberian jaminan terpenuhinya
suatuperwujudanUniversalHealthCoverage(UHC)yaitu kebutuhan dasar hidup yang layak bagi peserta dan atau
perlindungan kesehatan bagi rakyat atau masyarakat luas. anggota keluarganya. Kebutuhan dasar hidup yang
WHO mendefinikan Universal Health Coverage dimaksud adalah kebutuhan esensial setiap orang agar
(Tunggal,2015)adalahsebuahkonsepuntukmemastikan dapat hidup layak demi terwujudnya kesejahteraan sosial
seluruh masyarakat memiliki akses yang dibutuhkan bagi seluruh rakyat. BPJS dibuat untuk menciptakan
terhadap usaha promosi, pencegahan, pengobatan, dan untuk mengurangi rasa kuatir peserta atas resiko kerugian
rehabilitasi oleh pelayanan kesehatan dengan kualitas yang ditimbulkan oleh penyakit yang dideritanya
yang mencukupi agar menjadi efektif dan memastikan sehingga aset yang dimiliki peserta dapat dipakai hal lain
seluruh masyarakat tidak mengalami kesulitan keuangan yanglebihproduktif.
ketika membayar untuk layanan kesehatan. Definisi
tersebut meliputi tiga tujuan utama yang terkait dalam Selaku pengelola SJSN dibidang kesehatan, BPJS
UHC yaitu kesetaraan alam akses pelayanan kesehatan, Kesehatan memberikan imbalan kepada rumah sakit
kualitas pelayanan kesehatan cukup baik untuk yang melakukan pelayanan kepada pasiennya melalui
meningkatkankesehatansiapasajayangmenggunakannya, sistem Indonesia Case Base Groups (INA-CBG’s) yaitu
perlindunganatasrisikokejatuhanfinansial. pembayaran sistem paket berdasar pada penyakitnya
yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan no 27
Menurut penjelasan undang-undang no 40 tahun 2004 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Sistem Indonesia
ayat 19, prinsip asuransi sosial adalah kegotong royongan Case Base Group. Tarif INA CBGS mempunyai 1.077
antara yang kaya dan miskin, yang sehat dan sakit, yang kelompoktarifterdiridari789kodegrup/kelompokrawat
tua dan muda, dan yang berisiko tinggi dan rendah, inap dan 288 kode grup/kelompok rawat jalan,
kepesertaan yang berisfat wajib dan tidak selektif, iuran menggunakan sistem koding dengan ICD 10 untuk
berdasarkan persentase upah atau penghasilan, bersifat diagnosis serta ICD 9 CM untuk prosedur/tindakan.
nirlaba, prinsip ekuitas yaitu kesamaan dalam memperoleh Dengan demikian rumah sakit dan para dokter wajib
pelayanan sesuai dengan kebutuhan medisnya yangtidak untuk hati-hati dalam memberikan terapi tanpa
terikatdenganbesaraniuran yangtelahdibayarkannya. mengurangi mutu pelayanan sehingga paket yang
diberikanmasihdapatmenguntungkan bagi rumah sakit.
BPJS Kesehatan adalah badan yang mengelola sistem
jaminan nasional yangmerupakan program Negara yang Rekam medis adalah perjalanan penyakit pasien yang
bertujuan memberikan kepastian perlindungan kesejahteraan dibuat oleh dokter yang berisi jenis penyakit, perawatan
sosial bagi seluruh rakyat sesuai undang-undang republik penyakit,perkembanganpenyakitdanterapinya. Pasal46
Indonesia nomor 24 tahun 2011 tentang Badan ayat (1) Undang-Undang Praktik Kedokteran, rekam

Jurnal ARSI/Februari 2018 124


Jurnal Administrasi Rumah Sakit Volume 4 Nomor 2

medis merupakan berkas yang berisi catatan dan pasien tersebut menginginkannya, dokter yang
dokumen yang terdiri dari identitas pasien, pemeriksaan merawatnya harus mengutarakannya baik secara
yang telah dilakukan, pengobatan yang diberikan oleh lisanmaupunsecaratertulis.
dokter, tindakan dan pelayanan lain yang diberikan 10. Pemaparan isi kandungan rekam medis (kesehatan)
kepada pasien. Gemala Hatta (2008) mengatakan rekam hanyabolehdilakukan olehdokter yang bertanggung
medis merupakan kumpulan fakta tentang kehidupan jawab dalam perawatan pasien yang bersangkutan.
seseorang dan riwayat penyakitnya, termasuk keadaan Dan hal ini hanya boleh dilakukan untuk pasien
sakit,pengobatansaatinidansaatlampauyangditulisoleh yang bersangkutan, kepada konsulen, atau untuk
parapraktisikesehatandalamupayamerekamemberikan kepentinganpengadilan.
pelayanankesehatankepadapasien. 11. Lama penyimpanan berkas rekam medis/kesehatan
Rekammedis menurut IDINo.315/PB/A.4/88: adalah 5 tahun dari tanggal terakhir pasien berobat
1. Rekam medis (kesehatan) adalah rekaman dalam atau dirawat, dan selama 5 tahun itu pasien yang
bentuk tulisan atau gambaran aktifitas pelayanan bersangkutan tidak berkunjung lagi untuk berobat.
yang diberikan oleh pemberi pelayanan medis Setelah batas waktu tersebut pada butir 11 berkas
(kesehatan)kepadaseorangpasien. rekammedis (kesehatan)dapatdimusnahkan.
2. Rekammedis(kesehatan)meliputiidentitaslengkap 12. Rekam medis (kesehatan) adalah berkas yang perlu
pasien, catatan tentang penyakit (diagnosis, terapi dirahasiakan.
dan pengamatan perjalanan penyakit), catatan dari
pihak ketiga, hasil pemeriksaan laboratorium, foto Menurut Permenkes No 269 Tahun 2008, rekam medis
rontgen, pemeriksaan USG dan lain-lainnya serta harus dibuat secara tertulis, lengkap dan jelas. Rekam
resume. medis yang bermutu salah satunya dapat dilihat dari
3. Rekam medis (kesehatan) harus dibuat segera dan kelengkapan isi rekam medis. Kelengkapan tersebut
dilengkapi seluruhnya paling lambat 48 jam setelah ditambahkan dengan autentikasi dari rekammedis seperti
pasienpulangataumeninggal. Nama dokter yang merawat, tanda tangan dan tanggal
4. Perintahdoktermelaluiteleponuntuksuatutindakan pembuatan. Rekam medis yang lengkap adalah rekam
medis,harusditerimaoleh perawatsenior. medis yang telah diisi oleh dokter dalam waktu ≤ 24 jam
5. Perubahan terhadap rekam medis (kesehatan) harus setelahpenyelesaianpelayananrawatjalanataurawatinap
dilakukan dalam lembaran khusus yang harus diputuskan untuk pulang, yang meliputi identitas pasien,
dijadikan satu dengan dokumen rekam medis anamnesis, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan, dan
kesehatanlainnya. resume (Depkes, 2006). Menurut Kementerian Kesehatan
6. Rekam medis (kesehatan) harus ada untuk berdasarKEPMENKESRIno129/MENKES/SK/II/2008
mempertahankan kualitas layanan professional tentangStandarPelayanan Minimal (SPM)RumahSakit
yang tinggi untuk melengkapi kebutuhan informasi yangmengatakan tentangstandarpengisian rekammedis
locumtennens, untuk kepentingan dokter pengganti yaitu kelengkapan pengisisan rekam medis 24 jam
yang meneruskan perawatan pasien, untuk referensi setelah selesai pelayanan dan kelengkapan informed
masa datang, serta diperlukan karena adanya hak consent setelah mendapat informasi yang jelas memiliki
untukmelihatdaripasien. standar yaitu100%.
7. Berdasarkanbutir6diatas,rekammedis(kesehatan)
wajib ada di rumah sakit, puskesmas atau balai Menurut Konsil Kedokteran Indonesia dalam Manual
kesehatan dan praktik dokter pribadi atau praktek Rekam Medis (2006), jenis rekam medis dibagi 2 yaitu:
berkelompok. rekam medis konvensional dan rekam medis elektronik.
8. Berkas rekam medis (kesehatan) adalah milik Rekam medis ditulis secara manual sesuai Peraturan
RUMAH SAKIT, fasilitas kesehatan lainnya atau Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
dokterpraktikpribadiataupraktek berkelompok. 794a/MENKES/PER/XII/1989 tentang Rekam Medis
9. Pasien adalah pemilik kandungan rekam medis dansecaraelektronikyangtersiratpadaPeraturanMenteri
(kesehatan) yang bersangkutan maka dalam hal Kesehatan No 269/MENKES/PER/III/2008 tentang

Jurnal ARSI/Februari 2018 125


Antonius Artanto EP., Faktor-Faktor Penyebab Klaim Tertunda BPJS Kesehatan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Periode
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Volume 4 Nomor
Januari-Maret 2
2016

Rekam Medis Bab II ayat 1 yaitu rekam medis harus perjanjian. Perjanjian yang dimaksud adalah perjanjian
dibuat secara tertulis lengkap dan jelas atau secara yang telah tertulis dalam kontrak kerjasama yang telah
elektronik. disepakatisejakawal.
Resume medis adalah ringkasan hasil perawatan pasien Klaim pada peserta BPJS Kesehatan diRumah Sakit dr
yang berisi keluhan, hasil pemeriksaan, diagnose dan Kanujoso Djariwibowo Balikapan dibuat oleh dokter
terapi serta saran kepada pasien yang bersangkutan yang penanggung jawab pasien yang berupa resume medis
ditulis dokter. Menurut Depkes RI dalam pedoman lengkap dengan diagnose menggunakan ICD 10 atau
penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah ICD 9 CM serta sudah ditandatangani oleh Dokter
Sakit di Indonesia (2006) bahwa resume medis adalah Penanggung Jawab Pasien (DPJP). Klaim yang
ringkasan kegiatan pelayanan medis yang diberikan oleh dibayarkan sesuai dengan paket tarif INA CBGS yang
tenaga kesehatan khususnya dokter selama masa telahditentukanolehKemenkes.
perawatanhinggapasienkeluarbaikdalamkeadaanhidup
maupun meninggal. Lembar ini harus ditandatangani oleh Klaim disetorkan sesuai bulan kejadian. Misal kejadian
dokteryangmerawatpasien(Hata,2008). Penandatanganan bulan juni maka seluruh klaim pasien bulan juni harus
lembar resume medis sebagai tanda keabsahan dan disetorkan ke BPJS Kesehatan lengkap atau tidak
persetujuan dokter yang merawat atas isi resume medis lengkap. Jika tidak lengkap maka berkas klaim akan
tersebut. Susunan resume medis menurut Peraturan dikembalikan ke rumah sakit untuk dilengkapi dan
MenteriKesehatanRInomor269/MENKES/PER/III/2008 dimasukan dalam klaim pending atau tagihan tertunda.
pasal (4) ayat 2 meliputi : identitas pasien, diagnosis KlaimdiserahkankeBPJSKesehatansebelumtanggal10
masuk, indikasi pasien dirawat, ringkasan hasil fisik dan pada bulan berjalan yang kemudian akan di verikasi oleh
penunjang, diagnose akhir, pengobatan, tindak lanjut, tim verifikator BPJS Kesehatan dalam bentuk softcopy
nama dan tanda tangan dokter atau dokter gigi yang dan hardcopy. Jika klaim dianggap lengkap, layak dan
memberikanpelayanan sesuai antara diagnose dengan koding INA CBG’s dan
terdapatnya prosedur dan terapi serta tanda tangan DPJP
Menurut Dirjen Yanmed Depkes RI (1997) tujuan maka klaim akan dibayarkan setelah 15 hari kerja
dibuatnyaresumemedisini adalah (panduan praktis administrasi klaim faskes BPJS
a. Untukmenjaminkontinuitaspelayanmedikdengan Kesehatan).
kualitas yang tinggi serta sebagai bahan referensi
yang berguna bagi dokter yang menerima, apabila Klaim yang tidak lengkap dan dianggap tidak layak
pasientersebutdirawat kembalidirumah sakit. diserahkan kembali ke rumah sakit melalui unit
b. Sebagaibahanpenilaianstafmedisrumah sakit penjaminan untuk dikoreksi dan direvisi oleh unit
c. Untuk memenuhi permintaan dari badan-badan penjamin.Darihasilkoreksidanrevisidilakukanolehunit
resmi atau perorangan tentang perawatan seorang penjaminmissalmemintatandatangandpjp,penyesuaian
pasien, misalnya dari Perusahaan Asuransi (dengan koding INA CBG’s, telusur prosedur dan terapi kepada
persetujuanPimpinan) dpjpataumelihatrekammedispasienyangbersangkutan.
d. Untuk diberikan tembusan kepada sistem ahli yang Klaim yang sudah direvisi akan disertakan pada klaim
memerlukan catatan tentang pasien yang pernah baru yang diserahkan ke BPJS Kesehatan sebelum
merekarawat. tanggal 10bulan berjalan (ditampilkan dalamgambar1).

Klaim adalah tagihan atau tuntutan atas sebuah imbalan


METODOLOGI PENELITIAN
dari hasil layanan yang diberikan. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, klaim adalah tuntutan pengakuan atas
Rancangan Penelitian
suatu fakta bahwa seseorang berhak (memiliki atau
Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif
mempunyai) atas sesuatu. Klaim asuransi adalah tagihan
analitik dengan pendekatann kuantitatif kualitatif dengan
atau tuntutan dari sebuah imbalan dari hasil pelayanan
kesehatan dengan jumlah yang telah disepakati dalam

Jurnal ARSI/Februari 2018 126


Jurnal Administrasi Rumah Sakit Volume 4 Nomor 2

menggunnakan pengumpulan data sekunder dan Validasidata


observasi. Dalam pengumpulan data sekunder kami meminta data
dari unit pengolahan data elektronik dan unit penjaminan
Lokasi Penelitian untukmembandingkandatasekunderuntuk memvalidsasi
Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr data tentang klaim yang tertagih berdasar jumlah pasien
KanujosoDjatiwibowo Balikpapan. keluarrumahsakit.

Waktu Penelitian
HASILPENELITIANDANPEMBAHASAN
Pengumpulandatadilakukanselama3bulanyaituJanuari
– Maret 2016. Data yang dikumpulkan berupa rekam
Klaim rumah sakit adalah tagihan yang berupa biaya atas
medis bulan Januari – Maret 2016, data klaim yang
pelayanan yang telah diberikan kepada pasien peserta
tertunda bulan Januari – Maret 2016 di rumah sakit dr.
asuransi dalam hal ini BPJS Kesehatan. Klaim yang
KanujosoDjatiwibowo.
ditagihan oleh RSUD dr. KanujosoDjatiwibowo berupa
harga sesuai peraturan gubernur yang berlaku sehingga
Sumberdata
terdapat terlihat selisih jumlah tagihan antara nilai riil
Sumber data diperoleh dengan menggunakan data
dengannilaiberdasarINACBG;s.Klaimyangditagihkan
sekunder dan observasional melalui telaah dokuen,
bulan yang sebelumnya diserahkan ke BPJS sebelum
wawancaradanFocused Group Discussion.
tanggal 5 bulan berikutnya. Penyerahan data klaim
mengikutiakidahpersyaratanyangtelahdisepakatidalam
Populasi
perjanjian kontrak kerjasama. Klaim BPJS per pasien
Populasi yang kami teliti adalah populasi target yaitu
yang dianggap sah adalah berkas pasien pulang yang
resume medis yang belum lengkap sebagai klaim yang
berupa:
tertundaselamabulan januari 2016hinggamaret 2016.
1. SuratEligibilitasPeserta(SEP)
2. Suratperintahrawatinap
Karakteristik Populasi
3. Resumemedis yangditandatanganiolehDPJP
Populasi yang kami teliti untuk kuantitatif adalah seluruh
4. BuktipelayananlainyangditandatanganiolehDPJP
klaim yang tertunda periode bulan Januari – Maret 2016.
(biladiperlukan),misal:
Untuk informan penelitian ini, kamimewawancarai dan
a) Laporanoperasi
berdiskusi dengan dokter penaggung jawab pasien
b) Protokol terapi dan regimen (jadwal pemberian
(DPJP) (3 orang), Kepala idang pelayanan medis (1
obat)pemberianobatkhusus
orang), case manager (6 orang), perawat (3 orang), Unit
c) Perincian tagihan Rumah Sakit (manual atau
penjaminan(3orang),unitrekam medis(2orang).
automaticbilling)
d) Berkaspendukunglain yangdiperlukan.
SumberdanJenisData
Sumber data ini diperoleh dari dokumen atau arsip dari
Surat Eligibilitas Peserta (SEP) adalah surat yang
RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Focused
membuktikan bahwa peserta ini adalah peserta yang
Group Discusion adalah diskusi dengan beberapa
masih aktif dan ditanggung oleh BPJS. Surat ini muncul
informan yang mengerti betul tentang permasalahan
disaatpasiendatangdanmendaftarberobatkerumahsakit
resumemedisdanklaim tertunda BPJSKesehatan.
sehingga tanpa ada terbitnya Surat Eligibilitas Peserta
(SEP) maka pasien tidak akan dilayani di rumah sakit.
Metode PengumpulanData
Begitupun saat pasien akan dirawat inap, mereka harus
Metode pengumpulan data adalah mengumpulkan
mendapat surat ini sebagai tanda bahwa selama dirawat
semua klaim tertunda BPJS Kesehatan dengan melihat
inap dan dalam pengobatan ataupun tindakan BPJS
resume medis yang belum lengkap di unit penjaminan
kesehatan akan menanggung seluruh biaya yang timbul
rumah sakit dan observasi di ruangan rawat inap dan
yang diakibatkan layanan medis selama itu. Surat
focusedgroupdiscussiondengan beberapainforman.

Jurnal ARSI/Februari 2018 127


Antonius Artanto EP., Faktor-Faktor Penyebab Klaim Tertunda BPJS Kesehatan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Periode
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Volume 4 Nomor
Januari-Maret 2
2016

Eligibilitas Peserta (SEP) dipakai juga sebagai salah satu computer dengan format yang telah ditentukan sesuai
persyaratan pengajuanklaimoleh rumahsakitke BPJS. Permenkes no. 269/MENKES/PER/III/2008 pasal (4)
ayat 2. Dalam resume medis elektronik isi resume medis
Surat perintah rawat inap adalah surat pengantar dari diketik oleh case manager sesuai dengan uraian tulisan
spesialis kepada pasien untuk mendapatkan layanan yang ditulis DPJP pada resume medis manual. Dalam
medis rawat inap untuk mengobati penyakitnya. Surat ini prosespengisisanmelibatkankoderdalammenterjemahkan
bisa berasal dari poliklinik atau dari ruang rawat inap saat diagnose DPJP ke dalam ICD 10 atau ICD 9 CM. Isian
pasien berobat. Surat ini harus ditandatangani oleh dokter dalamresumemediselektronikharusterisilengkapmulai
spesialis atau yang diberi limpahan wewenang misalnya anamnesa hingga tanda tangan DPJP. Resume medis
dokter ruangan. Surat ini berisi tentang diagnose dan elektronik dibuat dengan tujuan untuk memperjelas
rencana terapi serta tindakan selama rawat inap. Surat ini keteranganyangadadiresumemedismanualatautulisan.
dipakaisaatpasienakanmemintaSuratEligibilitasPeserta Sudah menjadi rahasia umum bahwa tulisan dokter
(SEP) kepada BPJS sebagai bukti bahwa pasien benar- sebagian besar susah untuk dibaca sehingga terjadi
benar di rawat inap. Surat perintah ini juga sebagai kesalahanpersepsidalammembacaresumemedis.
persyaratan mutlak pengajuan klaim layanan medis Dalam hasil Gambar 2 pengamatan resume medis
rumahsakitke BPJS. elektronikyangberlakubelumsepenuhnyaresumemedis
elektronik. Resume medis elektronik di lapangan dalah
Perincian tagihan rumah sakit adalah bukti pelayanan lain resume medis yang diketik di computer dan disimpan di
yang diminta BPJS kesehatan sebagai syarat pengajuan database server rumah sakit. Sistem belum online
klaim. Perincian tagihan rumah sakit dibuat oleh bagian pembuatanresumemedisbisadicicildenganmemasukan
keuangan rumah sakit pada saat akhir dari layanan medis satupersatudata.
yang diberikan kepada pasien. Perincian tagihan rumah
sakit yang diberikan kepada BPJS menggunakan tarif Daritabel2diketahuipersentaseklaimyangtidaklengkap
berdasarkan peraturan gubernur yang berlaku saat ini. selama3bulan.Dalamtabelinijugaterlihatbahwajumlah
Rincian akhir rumah sakit pada layanan medis pasien klaim tidak menunjuk signifikan nilai klaim. Bobot tiap
BPJS akan diserahkan ke unit penjaminan pada hari itu penyakit berdasar tarif sangat berbeda misal 10 pasien
juga. diare sangat berbeda tarif dengan 1 pasien dengan tumor
otak yang harus dioperasi dan masuk ICU. Maka dari itu
Resume medis adalah kesimpulan perjalanan penyakit nilai klaim lebih bermakna dibandingkan dengan jumlah
seorang pasien yang dipulangkan oleh DPJP dan klaim.Dalamtabelterlihatpulapenurunanjumlahresume
diberikan di saat dia pulang baik berupa resume medis medis yang tidak lengkap sekitar 50%. Berdasar
tertulis ataupun resume medis elektronik. Resume medis wawancara dengan unit penjaminan bahwa penurunan
dibuat oleh DPJP sesuai dengan bentuk format yang resume medis ini diakibatkan dari negosiasi dari pihak
berlaku di rumah sakit tersebut. Pada kenyataanya DPJP rumah sakit dengan BPJS Kesehatan tentang kelengkapan
hanya menuliskan diagnose utama dan diagnose resume medis terutama dibagian tanda tangan DPJP
sekunder bila ada serta jenis obat yang akan diberikan. untuk sekiranyabisaditerimadengan tandatangan dokter
Diakhirresume,DPJPwajibmembubuhkantandatangan casemanagerpadaresumemediselektronik(ditampilkan
sebagaitandakeasliandansahnyaresumemedistersebut. dalamtabel3).
Untuk melengkapi isian yang lain DPJP menyerahkan
kepadadokterruanganataucasemanager. Tanda tangan DPJP mempunyai peranan penting dalam
pembayaran klaim. Karena tanda tangan DPJP adalah
Di RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo diberlakukan tanda keaslian dokumen dan syarat mutlak pengajuan
resume medis elektronik sejak Oktober 2015 sebagai klaim yang diatur dalam perjanjian kontrak kerjasama
pengganti resume medis konvensional atau tulisan. antararumahsakitdenganBPJS(ditampilkandalamtabel
Resume medis elektronik juga ditetapkan sebagai salah 4).
satu berkas klaim ke BPJS. Resume medis ini diketik di

Jurnal ARSI/Februari 2018 128


Jurnal Administrasi Rumah Sakit Volume 4 Nomor 2

Berkurangnya klaim yang ditunda menunjukkan kinerja 2008). Menurut pengamatan di ruang rawat inap bahwa
unit penjaminan dalam menyelesaikan klaim BPJS yang pasien banyak membawa surat keluar rumah sakit
tertunda. Setiap klaim yang ditunda, petugas dari unit daripada resume medis terlebih resume medis elektronik.
penjaminan dengan cepat mengevaluasi faktor apa yang Penerapan resume medis elektronik dimulai Oktober
menyebabkanterjadinyapenundaanpembayaran.Dalam 2015 membuat penyelesaian resume medis lama.
hal ini petugas unit penjaminan langsung turun ke Penyelesaian resume medis dikerjakan setelah pelayanan
lapangansendiriuntukmempercepat penyelsaian resume medis selesai sehingga tanda tangan DPJP dimintakan
medis. besok hari atau kalau DPJP kembali ke ruangan bila ada
pasiennya.
Beberapa DPJP terkadang mempunyai koding yang
biasa mereka gunakan untuk pasien-pasien tertentu. Dalam mempercepat penyelesaian resume medis
Koding ini biasanya mereka sudah tahu berapa nilai terutama tanda tangan, perawat ikut membantu dalam
besarannya, sehingga mereka memerintahkan case pengumpulan berkas sehingga case manager dapat
manager untuk mengisi bagian kode INA CBG’S konsentrasi dalammemasukandatasatu persatukedalam
dengan kode yang mereka sukai meskipun terkadang resume medis elektronik. Case manager dan perawat
tidak sesuai dengan diagnose penyakit. Untuk penolakan bersama-sama menyelesaikan resume medis dan
klaim karena ketidaksesuaian INA CBG’s biasanya melengkapi rekam medis sehingga dapat terkumpul di
muncul setelah pengajuan klaim. Ini dikarenakan unit rekam medis masximal 2x 24 jam sesuai SOP yang
verifikator BPJS berhak untuk menilai kode yang sesuai adadirumahsakit.Dibeberaparuanganrawatinap,rekam
dengandiagnosedantindakanyangdilakukanolehDPJP. medis dikumpulkan setelah DPJP tanda tanda di resume
Jika terjadi seperti itu maka unit penjaminan akan medis dan kadang-kadang lebih dari pada 2x24 jam. Ini
berkoordinasi dengan DPJP dalam pengkodean ulang dikarenakan spesialis tersebut tidak mempunyai pasien
sehinggaklaimbisaterbayarkan. lagi di ruangantersebut.

Pada beberapa penyakit, terapi dan prosedur tidak Ada beberapa dokter spesialis suka menumpuk pasien
dilakukan secara agresif melainkan dengan cara dan tidak dibuat resume medisnya. DPJP ini biasanya
konservatif atau obat-obatan dengan harapan penyakit mempunyai pasien banyak di ruangan dan di klinik
tersebut akan sembuh tanpa tindakan yang agresif atau sehingga kelelahan dalam menulis dan konsentrasi tidak
intervensifsepertioperasi,cucidarah,dantransfusi.Halini bisa focus. Adapula yang karena banyak operasi, DPJP
menyebabkan beberapa diagnose penyakit dengan kode buru-buru dan tidak sempat mengisim resume medis
tertentu dan menimbulkan biaya yang cukup besar tidak pasien.
sesuai dengan terapi dan prosedurnya. Ditingkat DPJP
melihat pasien sebagai obyek yang harus disembuhkan Berdasar pengamatan ada beberapa ruangan yang
tanpa memikirkan biaya yang ditimbulkan seperti mengumpulkanrekammediskeunitrekammedisbegitu
pengkodingan INA CBG’s tetapi bagi BPJS, diagnose adaresumemediskonvensionalnya.InikarenaSOPyang
adalah biaya yang timbul, biaya yang timbul bagi BPJS harus rekam medis kembali 2x24 jam ke unit rekam
adalahpaketkodeINACBG’stanpamelihatberapabesar medis. Terutama di ruangan rawat inap kelas 3. Dengan
biaya yang muncul. Pada saat masalah ini muncul maka jumlahpasienyangbanyakmakacasemanagertidakbisa
unit penjaminan akan menghubungi DPJP dalam cepat mengerjakan semua resume medis elektroniknya
melengkapi terapi dan prosedurnya atau mengikuti sehinggaresumemedis elektroniktercecerdengan rekam
kemauanBPJSsehinggaklaimbisaterbayarkan. medisnya.Untukresumemediselektronikyangterlambat
biasanyadiserahkankepadaparaperawatuntukdicarikan
Masalah yang terbesar dari dari resume medis yang tidak tandatangan DPJP. Case manager hanya menulis isi dan
lengkap adalah tidak ada tanda tangan DPJP di resume kodeINACBG’s sajatanpaadatandatangan DPJP.
medis. Sesuai peraturan BPJS, menteri kesehatan bahwa
resume medis harus ada tanda tangan spesialis (Hatta,

Jurnal ARSI/Februari 2018 129


Antonius Artanto EP., Faktor-Faktor Penyebab Klaim Tertunda BPJS Kesehatan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Periode
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Volume 4 Nomor
Januari-Maret 2
2016

Haltersebutdiatasbisadiselesaikandenganadanyarekam dipulangkan di pagi hari, resume medis elektronik sudah


medis elektronik dan bila tidak ada maka perlunya siap ditandatangani. DPJP harus sanggup bila diminta
menyicilresumemedispasiensejakawalmasuksehingga tandatanganditempatlainbilaberhalanganhadiratauada
tidak terjadi tercecernya resume medis elektronik dengan kesibukan pelayanan lain guna penyelesaian resume
rekammedisnya. medis elektronik. Penilaian kinerja dalam penyelesaian
resume medis elektronik bagi DPJP bisa menjadi
KESIMPULANDANSARAN indikatorbagipenambahanremunerasi.

Kesimpulan Case Manager


Saat bertemu dengan DPJP harus mengingatkan pasien
Penelitianiniuntukmencarifaktor-faktorpenyebabklaim manasajakanyangbisadipulangkanbesoksehinggacase
tertunda BPJS Kesehatan RSUD dr Kanujoso manager bisa mengisi resume medis eletronik sejak awal
Djatiwibowo berdasarkan dari data dan observasi yang untuk mengurangi penumpukan tugas dengan tugas
kami lakukan maka didapatkan ketidaksesuaian INA pelayanan medis. Berkoordinasi dengan perawat dalam
CBG’s sebesar 4,8 %. Hal ini disebabkan ketidaksamaan mencari tanda tangan DPJP sehingga resume medis
kodingdan diagnosedari rumah sakitdengan kodingdari elektronik bisa lengkap dan dimasukan dalam rekam
verifikator BPJS Kesehatan. Penyamaan persepsi tentang medisuntukdikembalikankeunitrekam medis.
diagnose antara DPJP, koder rumah sakit dan verifikator
harus ditingkatkan untuk semakin meminimalisir UnitPenjaminan
ketidaksesuaian koding. Dalam penelitian ini kami juga Berkoordinasi secara aktif dengan case manager dan
menemukan ketidaksesuaian diagnose dan terapi sebesar DPJP dalam penyelesaian klaim yang tertunda akibat
4,3%.Halinidiakibatkanstandardpenilaiandiagnosedan resumemedis yangbelumlengkap.
komplikasi penyakit menurut BPJS Kesehatan harus
diterapisesuaikeadaansedangkanbagiDPJPtidaksemua KepalaBidang PelayananMedis
penyakit dan komplikasinya harus diberikan terapi yang Penggunaan rekam medis elektronik sesegera mungkin
agresif dan intervesif tetapi diagnose tetaplah ditulis sehingga pembuatan resume medis elektronik dapat
sebagai bahan acuan pertimbangan penanganan medis dipersingkat dan dipermudah. Pemisahkan fungsi case
dimasadatang.Temuanterbesarpadapenelitianiniadalah manager dengan dokter ruangan sehingga bisa fokus
ketiadaan tanda tangan DPJP sebesar 90,9%. Ini timbul padabidangmasing-masing.
karenaprosesresumemediselektronikyangdiberlakukan
belum sepenuhnya berfungsi online yang menyebabkan DAFTARPUSTAKA
proses pemasukan data ke sistem resume medis eletronik
harus diketik satu persatu terkecuali permintaan koding ---------, KeputusanMenteriKesehatanNo 129 tahun 2008 tentangStandarPelayanan
Minimal.
dan data pasien. Dengan tugas ganda dokter ruangan ----------,PanduanPraktisAdministrasiKlaimFaskesBPJSKesehatan(2014))
sebagai case manager dan dokter fungsional ----------,PeraturanMenteriKesehatanno269Tahun2008tentangRekamMedis.
----------,PeraturanMenteriKesehatanno27tahun2014tentangPetunjukTeknisSistemIndonesia
menyebabkanpengisiandatadilakukandiakhirpelayanan CaseBaseGroups.
medis pasien. Penggunaan rekam medis elektronik ----------, Peraturan Menteri Kesehatan No 69 Tahun 2013 tentang Standar Tarif Pelayanan
KesehatanPadaFasilitasKesehatanTingkatPertamaDanFasilitasKesehatanTingkatLanjutan
sangatlah bermanfaat untuk membuat waktu pengerjaan DalamPenyelenggaraanProgramJaminanKesehatan.
resumemediseletronikdapat dipersingkat. ----------,IDINo.315/PB/A.4/88.
----------,Undang-Undangno29Tahun2013tentangPraktikKedokteran.
----------,Undang-undangnomor24tahun2011tentangBadanPenyelenggaraJaminanSosial.
Saran ----------,Undang-undangnomor40tahun2004tentangSistemJaminanSosialNasional.
----------,2014. Undang-UndangSistem JaminanSosialNasional & Badan Penyelenggara
JaminanSosialedisiterbaru.Bandung:FokusindoMandiri.
Dokter Penanggung JawabPasien(DPJP) Adikoesoemo,S.,2012.ManajemenRumahSakit.keenamed.Jakarta:PustakaSinarHarapan.
AnggerSigitPamuktidan Andre BudimanPanjaitan,2016. Pokok-PokokHukum Asuransi.
Dalam visite pasien DPJP harus memerintahkan case Pertamaed.Yogyakarta:PustakaYustisia.
manager untuk membuat pengisian awal resume medis Boedihartono,H.,1991.PetunjukTeknisPeyelenggaraanRekamMedik/MedicalRecordRumah
Sakit.Jakarta:DepkesDirektoratJendralPelayananMedik.
bagi pasien yang akan dipulangkan sehingga saat pasien Darmawi,H.,2004,ManajemenAsuransi(Pertamaed.).Jakarta:PT.BumiAksara.

Jurnal ARSI/Februari 2018 130


Jurnal Administrasi Rumah Sakit Volume 4 Nomor 2

Depkes. ,2006, Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit di DokumenPerjanjianKerjasamaantaraBPJSKesehatancabangBalikpapandenganRSUDdr.
Indonesia. KanujosoDjatiwibowo(1 Januari2016-31Desember2016).PelayananKesehatanRujukan
Dewi Kurniawati, Ida Sugiarti. (Maret 2014). Tinjauan Pengisian Resume Keluar Rawat Inap TingkatLanjutanBagiPesertaJaminanKesehatanNasional
Ruang Teratai Triwulan IV di RSUD Kabupaten Ciamis tahun 2012. Jurnal Manajemen Farodis,Z.,2014.BukuPintarAsuransi.pertamaed.Jakarta:Laksana.
InformasiKesehatanIndonesia,2(2337-585X),1. Hasmi,2016,MetodePenelitianKesehatan.Bogor:InMedia.
Dian Mawarni, Ratna Dwi Wulandari, 2013. Identifikasi Ketidakanlengkapan Rekam Medis Hata,R.G.,2008.,PedomanManajemenInformasiKesehatanDiSaranaPelayananKesehatan.
PasienRawatInapRumahSakitMuhammadiyahLamongan.AministrasiKesehatanIndonesia, Jakarta:UIPress.
April-Juni,1(2).
DirjenYanMedDepkesRI.,1997,PetunjukTeknisPenyelenggaraanRekamMedis.

Jurnal ARSI/Februari 2018 131


Antonius Artanto EP., Faktor-Faktor Penyebab Klaim Tertunda BPJS Kesehatan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Periode
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Volume 4 Nomor
Januari-Maret 2
2016

Tabel 1.1 Laporan Klaim BPJS Kesehatan yang Tertunda Januari 2016-Februari 2016
Bulan Pasien Pulang Jumlah Klaim yang tertunda
Januari 2016 1707 187
February 2016 1718 103
Maret 2016 1774 58

Tabel 2. Persentase Jumlah Resume Medis yang Tidak Lengkap Periode Januari-Maret
2016

Total Resume Resume medis yang tidak


Bulan medis lengkap Persentase resume medis Nilai klaim
Januari 1741 187 10.74 % Rp 405,248,907
Februari 1730 103 5.9 % Rp 718,662,219
Maret 1774 58 3.2 % Rp 446,060,613

Tabel 3. Persentase Jenis Ketidaklengkapan Resume Medis


Jenis ketidaklengkapan Jumlah %
Ketidaksesuaian kode INA CBG ’S 17 4,8
Ketidaksesuaian diagnose dan terapi 15 4.3
Ketidak adaan tanda tangan DPJP 316 90,9
Total 348 100

Tabel 4. Data Sisa Resume Medik yang Belum Terbayar Periode Januari 2016 – Maret
2016 dan Besaran yang Belum Terbayar

Jumlah resume medic yang belum Persentase dibanding


Bulan dibayar Angka rupiah nilai awal
Januari 12 121.876.755 30,07 %
Februari 17 149.435.222 20,79 %
Maret 16 151.375.495 21,06 %

Jurnal ARSI/Februari 2018 132


Jurnal Administrasi Rumah Sakit Volume 4 Nomor 2

Verifikator BPJS
Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan
Kesehatan

1. Berkas klaim. 1. Formulir


2. File .txt 1. Verifikasi administrasi pengajuan
kepesertaan. klaim.
2. Verifikasi administrasi 2. Data .xml.
pelayanan.
3. Persetujuan
(Permenkes no. 3. Verifikasi pelayanan. klaim.
269/MENKES/PER/III/2008 pasal
(4) ayat 2) 4. Verifikasi menggunakan 4. Melakukan
1. Identitas pasien software verifikasi. pembayara
2. Diagnosis masuk
3. Indikasi pasien dirawat
4. Ringkasan hasil fisik dan Lampiran II Perjanjian No /VIII.02/PKS/1215
tentang Tata Cara Pengajuan dan Pembayaran
a. penunjang Klaim Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat
5. Diagnose akhir
6.b. Pengobatan Lanjutan no3.
7.c. Tindak lanjut 1. Formulir pengajuan klaim (FPK).
8. Nama dan tanda tangan dokter (Panduan Praktis Administrasi Klaim 2. Kuitansi asli, bermeterai secukupnya.
d. atau dokter gigi yang Faskes BPJS Kesehatan (2014)) 3. Surat elijibilitas peserta (SEP).
memberikan pelayanan. 1. Surat Eligibilitas Peserta (SEP) 4. Bukti pelayanan yang mencantumkan
2. Surat perintah rawat inap diagnose dan prosedur serta
ditandatangani oleh dokter
3. Resume medis yang
Software INA CBG’s : penanggung jawab pasien (DPJP).
ditandatangani oleh DPJP 5. Surat perintah rawat inap (untuk
1. Identitas pasien (no rekam 4. Bukti pelayanan lain yang
medis dll) RITL).
ditandatangani oleh DPJP (bila 6. Resume medis yang mencantumkan
2. No jamina peserta. diperlukan), misal:
3. No surat SEP diagnose dan prosedur serta
a. Laporan operasi ditandatangani oleh DPJP (untuk
4. Jenis perawatan.
b. Protokol terapi dan regimen RITL)
5. Tanggal masuk rumah
(jadwal pemberian obat) 7. Pada kasus tertentu bila ada
sakit.
6. Tanggal keluar rumah
pemberian obat khusus pembayaran klaim diluar INA CBG’s
sakit. c. Perincian tagihan Rumah (jenis pelayanan diluar INA CBG’s
7. Lama perawatan (LOS) Sakit (manual atau sesuai ketentuan yang berlaku)
8. Nama dokter. automatic billing) diperlukan tambahan bukti pendukung
9. Jumlah biaya riil rumah d. Berkas pendukung lain :
sakit. yang diperlukan a. Protocol terapi dan rejimen
10. Tanggal lahir. termasuk produk batch label
11. Umur (dalam tahun) ketika (jadwal pemberian) obat
Klaim pending khusus.
masuk rumah sakit. Umur
12. (dalam hari) ketika masuk BPJS Kesehatan. b. Resep obat.
rumah sakit. c. Resep alat bantu kesehatan.
13. Jenis kelamin. d. Tanda terima alat bantu
14. Surat rujukan atau surat kesehatan diluar paket INA
perintah control. CBG’s.
15. Status ketika pulang. 8. Berkas pendukung lain yang termasuk
16. Berat badan baru lahir didalam kelengkapan pendukung
(dalam gram). verifikasi misalnya:
17. Diagnosis utama. Laporan operasi, laporan anestesi,
18. Diagnosis sekunder product batch special prosthesis, batch
(komplikasi dan obat untuk kasus top up special drug
komorbidity) termasuk di dalam lampiran pengajuan
19. Prosedur atau tindakan. klaim.
9. Tagihan klaimrumah sakitmenjadi sah
setelah mendapat persetujuan dan
ditandatangani direktur/kepala dan
petugas verifikator BPJS Kesehatan.
10. Pihak rumah sakit mengirimkan secara
resmi tagihan klaim dalam bentuk
softcopy dan hard copy.

Gambar 1. Alur Verifikasi Persyaratan Pengajuan Klaim BPJS

Jurnal ARSI/Februari 2018 133


Antonius Artanto EP., Faktor-Faktor Penyebab Klaim Tertunda BPJS Kesehatan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Periode
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Volume 4 Nomor
Januari-Maret 20162

1. Fotocopy kartu BPJS.


2. Surat elijibilitas peserta
3. Surat rujukan.
4. Surat perintah masuk rumah sakit. Lembar tagihan dari back office

Pasien awal dirawat Pasien dalam perawatan Pasien pulang

1. Laporan operasi. 1. Resume Medis Elektronik oleh


2. Protokol terapi dan regimen (jadwal case manager
pemberian obat) pemberian obat 2. Surat keluar rumah sakit
khusus . (manual)

Gambar 2. Alur Berkas Pasien di Ruangan

Jurnal ARSI/Februari 2018 134