Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

MENGENAL TATA SURYA


(MATAHARI DAN PLANET NYA)

DOSEN PEMBIMBING :
Ir.Refliaty, M.S.

Disusun oleh:
M Iqbal Mubaraq C1A019154
Madinatul Munawaroh C1A019155

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


EKONOMI PEMBANGUNAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas segala kehendak-Nya makalah
ini dapat tersusun.Manusia selalu memiliki rasa ingin tahu terhadap sesuatu, begitu
pun terhadap Alam Semesta ini termasuk Bumi yang sedang kita singgahi ini. Dalam
makalah ini kami mencoba menjelaskan tentang tata surya yang didalamnya juga
membahas tentang susunan dan bagian-bagiannya.Dalam penyusunan makalah ini
saya mendapat bantuan dari buku sumber, yakni :Buku Alamiah Dasar..Semoga
makalah ini mampu menambahkan pengetahuan, khususnya bagi kami sebagai
penyusun dan umumnya bagi pembacanya. Makalah ini memiliki kekurangan dan
kelebihan mohon saran dan kritiknya terimakasih.

Hormat Kami,

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................... 1


DAFTAR ISI ............................................................................................. 2
BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................... 3
1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 3
1.3 Tujuan Masalah..................................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................... 4

2.1 Pengertian Tata Surya ........................................................................... 4

2.2 Asal Usul Tata Surya ............................................................................ 5

2.3 Pengertian Planet .................................................................................. 7

2.4 Struktur Planet ...................................................................................... 7

2.5 Anggota Tata Surya Lainnya ............................................................... 12

BAB III PENUTUP ................................................................................. 14

3.1 Kesimpulan ......................................................................................... 14

3.2 Saran................................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA…..…………………………………………………15

2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Sistem Tata Surya merupakan sebuah kumpulan benda-benda langit yang terdiri
dari Matahari sebagai bintang pusat peredaran dan semua objek-objek yang terikat
dengan gaya gravitasi. Objek-objek tersebut antaralain adalah delapan buah Planet,
lima buah Planet Kerdil / dwarf Planet, dan seratus tujuh puluh tiga buah satelit alami
serta jutaan benda lainnya berupa Meteor, Asteroid dan Komet. Pada tahun
1930 ditemukan Pluto yang pada saat itu ditambahkan ke kumpulan planet sehingga
pada saat itu pula Pluto disebut planet ke sembilan. Namun pada tahun
2006 Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union) melalui
resolusinya menetapkan Pluto menjadi kategori planet kerdil atau dwarf
Planet bersama dengan empat planet lainnya yakni Eris, Ceres, Haumea dan
Makemake.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dirumuskan beberapa masalah
tentang latar belakang Planet-planet dalam Sistem Tata Surya :
1. Apa Pengertian Tata Surya?
2. Bagaimana Asal Usul Tata Surya?
3. Apa Pengertian Planet?
4. Bagaimana Struktur Tata Surya?
5. Planet apa saja yang termasuk ke dalam Tata Surya?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan dari penyusunan Makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui Pengertian Tata Surya


2. Mengetahui Asal Usul Tata Surya
3. Untuk mengetahui Pengertian Planet
4. Mengetahui Struktur Tata Surya
5. Untuk mengetahui Planet apa saja yang termasuk ke dalam Tata Surya

3
BAB II
TATA SURYA

2.1 Pengertian Tata Surya

Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang
yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-
objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit
berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi,
dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk
asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan
piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak
sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar. Berdasarkan jaraknya dari Matahari,
kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km),
Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta
km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008,
ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-
planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil
tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai
planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet
kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100
juta km). Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi
oleh satelit alami. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet
yang terdiri dari debu dan partikel lain.

4
2.2 Asal-usul tata surya
Banyak hipotesis tentang asal usul Tata Surya telah dikemukakan para ahli,
beberapa di antaranya adalah:

1. Hipotesis Nebula
Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel
Swedenborg (1688-1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-
1804) pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de
Laplace secara independen pada tahun 1796. Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan
Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya
masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang
disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang
dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu
kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa
terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke
sekeliling Matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan
penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace
berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan
konsekuensi dari pembentukan mereka.

2. Hipotesis Planetisimal

Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C.


Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal
mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat
cukup dekat dengan Matahari, pada masa awal pembentukan Matahari. Kedekatan
tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan Matahari, dan bersama
proses internal Matahari, menarik materi berulang kali dari Matahari. Efek gravitasi
bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari
Matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap
di orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang

5
mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek
tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan,
sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.

3. Hipotesis Pasang Surut Bintang


Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James
Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain
kepada Matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya
sejumlah besar materi dari Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang
surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet. Namun
astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian
itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry Norris
Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.

4. Hipotesis Kondensasi

Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang


bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi
menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar
membentuk cakram raksasa.

5. Hipotesis Bintang Kembar


Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-
2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita
berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya
meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh
gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

6
2.3 Pengertian Planet
Planet merupakan benda langit yang gelap, tidak memiliki cahaya sendiri, dan
selalu mengorbit dan mengelilingi suatu bintang sejati dengan lintasan dan kecepatan
tertentu. Bintang sejati yang dimaksudkan adalah matahari. Planet mengelilingi
matahari dalam satu kali putaran yang disebut dengan revolusi. Sedangkan waktu
yang diperlukan untuk menghabiskan revolusi disebut dengan kala revolusi. Selain
mengelilingi matahari, planet juga melakukan proses perputaran pada porosnya yang
disebut dengan rotasi. Waktu yang dibutuhkan untuk satu kali rotasi disebut dengan
kala rotasi. Jika kita menyangka bahwa planet yang mengelilingi matahari pasti suatu
saat akan bertabrakan, ini jelas tidak akan terjadi. Planet memiliki lintasan tersendiri
untuk mengelilingi dan melakukan perputarannya mengelilingi matahari, ini dikenal
dengan istilah orbit. Lintasan ini bersifat maya dan berbentuk elips. Planet juga akan
tetap menjalankan revolusi dengan tetap berjalan pada orbitnya. Hal ini dikarenakan
pengaruh dari gaya gravitasi matahari yang mengikat planet-planet untuk tetap berada
pada garis orbitnya. Semakin jauh dari matahari,maka lintasan orbitny ajuga akan
semakin panjang

2.4 Struktur Tata Surya


1. Matahari
Matahari adalah bintang induk Tata Surya dan merupakan komponen utama
sistem Tata Surya ini. Bintang ini berukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar
ini menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar untuk bisa mendukung
kesinambungan fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat.. bentuk
matahari ini bulat yang dilapisi oleh plasma panas dan bercampur medan magnet.
Diameter matahari sekitar 1.392.684 km, hampir 109 kali diameter Bumi, dan
massanya sekitar 2×1030 kilogram, atau 330.000 kali massa Bumi mewakili kurang
lebih 99,86 % massa total Tata Surya. Secara ilmu kimia hampir tiga perempat massa
Matahari adalah hidrogen, sedangkan sisanya didominasi helium. Sisa massa tersebut
1,69%, setara dengan 5.629 kali massa Bumi yang merupakan elemen-elemen berat
seperti karbon, oksigen, besi, neon, dan

7
lainnyaKebanyakan energi ini dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi
eletromagnetik, termasuk spektrum optik. Matahari dikategorikan ke dalam bintang
kerdil kuning (tipe G V) yang berukuran tengahan, tetapi nama ini bisa menyebabkan
kesalahpahaman, karena dibandingkan dengan bintang-bintang yang ada di dalam
galaksi Bima Sakti, Matahari termasuk cukup besar dan cemerlang. Bintang
diklasifikasikan dengan diagram Hertzsprung-Russell, yaitu sebuah grafik yang
menggambarkan hubungan nilai luminositas sebuah bintang terhadap suhu
permukaannya. Secara umum, bintang yang lebih panas akan lebih cemerlang.

Bintang-bintang yang mengikuti pola ini dikatakan terletak pada deret utama,
dan Matahari letaknya persis di tengah deret ini. Akan tetapi, bintang-bintang yang
lebih cemerlang dan lebih panas dari Matahari adalah langka, sedangkan bintang-
bintang yang lebih redup dan dingin adalah umum. Dipercayai bahwa posisi Matahari
pada deret utama secara umum merupakan "puncak hidup" dari sebuah bintang,
karena belum habisnya hidrogen yang tersimpan untuk fusi nuklir. Saat ini Matahari
tumbuh semakin cemerlang.Pada awal kehidupannya, tingkat kecemerlangannya
adalah sekitar 70 persen dari kecermelangan sekarang.

2. Tata Surya bagian dalam

Tata Surya bagian dalam adalah nama umum yang mencakup planet kebumian dan
asteroid. Terutama terbuat dari silikat dan logam, objek dari Tata Surya bagian dalam
melingkup dekat dengan matahari, radius dari seluruh daerah ini lebih pendek dari
jarak antara Yupiter dan Saturnus.

8
2. Merkurius
Merkurius adalah planet terkecil di dalam tata surya dan juga yang terdekat
dengan Matahari dengan kala revolusi 88 hari dan kala rotasi 59 hari. Kecerahan
planet ini berkisar di antara -2 sampai 5,5 dalam magnitudo tampak namun tidak
mudah terlihat karena sudut pandangnya dengan Matahari kecil (dengan
rentangan paling jauh sebesar 28,3 derajat. Merkurius hanya bisa terlihat pada
saat subuh atau maghrib. Tidak begitu banyak yang diketahui tentang Merkurius
karena hanya satu pesawat antariksa yang pernah mendekatinya yaitu Mariner 10
pada tahun 1974 sampai 1975. Mariner 10 hanya berhasil memetakan sekitar 40
sampai 45 persen dari permukaan planet.

3. Venus
Venus atau Bintang Kejora adalah planet terdekat kedua dari matahari setelah
Merkurius. Planet ini memiliki radius 6.052 km, diameter 12.104 km. Atmosfer
Venus mengandung 97% karbondioksida (CO2) dan 3% nitrogen, sehingga hampir
tidak mungkin terdapat kehidupan. Venus mengorbit selama 224,7 hari Bumi. Planet
ini dinamai dewi cinta Romawi dan keindahan. Setelah Bulan, ini merupakan obyek
alami terang di langit malam, mencapai magnitudo tampak dari -4.6, cukup terang
untuk melemparkan bayangan. Karena Venus merupakan planet rendah dari Bumi, ia
tidak pernah muncul untuk usaha jauh dari Matahari : elongasi maksimum mencapai
47,8 °. Venus mencapai kecerahan maksimum sesaat sebelum matahari terbit atau
segera setelah matahari terbenam, yang untuk alasan ini telah disebut oleh budaya
kuno sebagai Bintang Fajar atau Bintang Sore.

9
4. Bumi
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan
usianya mencapai 4,6 miliar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6
juta kilometer atau 1 AU (Inggris: Astronomical Unit). Kala rotasi bumi adalah 23
jam 56 menit 4 detik. Sedangkan kala revolusinya adalah 365,25 hari. Bumi
mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer)
yang melindung permukaan Bumi dari angin surya, sinar ultraviolet dan radiasi dari
luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti Bumi hingga ketinggian sekitar 700
kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer,
Termosfer dan Eksosfer

10
5. Mars
Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari
dewa perang Romawi, Mars. Planet ini sering dijuluki sebagai "planet merah" karena
tampak dari jauh berwarna kemerah-kemerahan. Ini disebabkan oleh keberadaan
besi(III) oksida di permukaan planet Mars. Mars adalah planet bebatuan dengan
atmosfer yang tipis. Di permukaan Mars terdapat kawah, gunung berapi, lembah,
gurun, dan lapisan es. Periode rotasi dan siklus musim Mars mirip dengan Bumi. Di
Mars berdiri Olympus Mons, gunung tertinggi di Tata Surya, dan Valles Marineris,
lembah terbesar di Tata Surya. Selain itu, di belahan utara terdapat cekungan Borealis
yang meliputi 40% permukaan Mars.

3. Tata Surya bagian luar


Pada bagian luar dari Tata Surya terdapat gas-gas raksasa dengan satelit-
satelitnya yang berukuran planet. Banyak komet berperioda pendek termasuk
beberapa Centaur, juga berorbit di daerah ini. Badan-badan padat di daerah ini
mengandung jumlah volatil (contoh: air, amonia, metan, yang sering disebut "es"
dalam peristilahan ilmu keplanetan) yang lebih tinggi dibandingkan planet batuan di
bagian dalam Tata Surya.

6. Yupiter
Yupiter atau Jupiter adalah planet terdekat kelima dari matahari setelah
Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Jarak rata-rata antara Yupiter dan Matahari
adalah 778,3 juta km. Jupiter adalah planet terbesar dan terberat dengan diameter
149.980 km dan memiliki massa 318 kali massa bumi. Periode rotasi planet ini adalah
9 jam 55 menit, sedangkan periode revolusi adalah 11,86 tahun. Di permukaan planet

11
ini terdapat bintik merah raksasa yang disebut Badai Besar Abadi. Atmosfer Yupiter
mengandung hidrogen (H), helium (He), metana (CH4) dan amonia (NH3). Lapisan
atas atmosfer Yupiter terdiri dari 88 - 92% hidrogen dan 8 - 12% helium. Suhu di
permukaan planet ini berkisar dari -140oC sampai dengan 21oC. Seperti planet lain,
Yupiter tersusun atas unsur besi dan unsur berat lainnya. Jupiter memiliki 68 satelit,
di antaranya Io, Europa, Ganymede, Callisto (Galilean moons).

7. Saturnus
Saturnus adalah sebuah planet di tata surya yang dikenal juga sebagai planet
bercincin, dan merupakan planet terbesar kedua di tata surya setelah Jupiter. Jarak
Saturnus sangat jauh dari Matahari, karena itulah Saturnus tampak tidak terlalu jelas
dari Bumi. Saturnus berevolusi dalam waktu 29,46 tahun. Setiap 378 hari, Bumi,
Saturnus dan Matahari akan berada dalam satu garis lurus. Selain berevolusi,
Saturnus juga berotasi dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 10 jam 40 menit 24
detik.

12
8. Uranus
Uranus adalah planet ketujuh dari Matahari dan planet yang terbesar ketiga
dan terberat keempat dalam Tata Surya. Ia dinamai dari nama dewa langit Yunani
kuno Uranus (Οὐρανός) ayah dari Kronos (Saturnus) dan kakek dari Zeus (Jupiter).
Meskipun Uranus terlihat dengan mata telanjang seperti lima planet klasik, ia tidak
pernah dikenali sebagai planet oleh pengamat dahulu kala karena redupnya dan
orbitnya yang lambat. Sir William Herschel mengumumkan penemuannya pada
tanggal 13 Maret 1781, menambah batas yang diketahui dari Tata Surya untuk
pertama kalinya dalam sejarah modern. Uranus juga merupakan planet pertama yang
ditemukan dengan menggunakan teleskop.

9. Neptunus
Neptunus merupakan planet terjauh (kedelapan) jika ditinjau dari Matahari.
Planet ini dinamai dari dewa lautan Romawi. Neptunus merupakan planet terbesar
keempat berdasarkan diameter (49.530 km) dan terbesar ketiga berdasarkan massa.
Massa Neptunus tercatat 17 kali lebih besar daripada Bumi, dan sedikit lebih besar
daripada Uranus. Neptunus mengorbit Matahari pada jarak 30,1 SA atau sekitar 4.450
juta km. Periode rotasi planet ini adalah 16,1 jam, sedangkan periode revolusinya

adalah 164,8 tahun. Simbol astronomisnya adalah ♆, yang merupakan trident dewa

Neptunus.

13
2.5 Anggota-anggota Tata surya lainnya
1. Satelit
Satelit adalah anggota tata surya yang ukurannya lebih kecil dari pada planet,
berputar pada porosnya, beredar mengelilingi planet, kemudian bersama-sama dengan
planet, berputar mengelilingi matahari. Satelit melakukan tiga gerakan yaitu berputar
pada porosnya, berevolusi mengelilingi planet, dan berevolusi bersama planet
mengelilingi matahari. Satelit ada dua macam yaitu:
a.Satelit Alami yaitu satelit alami yang sudah ada dalam tata surya dan bukan buatan
manusia. Contoh satelit alami adalah Bulan.

b Satelit Buatan yaitu satelit yang sengaja dibuat oleh manusia yang memasuki ruang
angkasa masuk ke orbit bumi, baik yang berawak maupun yang tidak berawak.

2. Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar
berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis. Komet berasal dari bahasa Yunani,
yang artinya rambut panjang. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang
membeku pada saat berada jauh dari matahari. Ketika mendekati matahari, sebagian
bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga
mengelillingi matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Komet
merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda. Panjang komet dapat
mencapai jutaan km. Komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu
kali mengorbit matahari. Komet terbentuk dari es dan debu. Bagian-bagian komet
terdiri dari inti, koma, awan hidrogen, dan ekor. Inti komet adalah sebongkah batu
dan salju. Ekor komet arahnya selalu menjauh dari matahari.

Bagian ekor suatu komet terdiri dari dua macam, yaitu ekor debu dan ekor
gas.Kita sering menyebut komet sebagai bintang berekor. Sebetulnya pernyataan
bintang di sini tidak tepat. Komet terbentuk dari es dan debu. Bagian-bagian komet
terdiri dari inti, koma, awan hidrogen, dan ekor. Inti komet adalah sebongkah batu
dan salju. Ekor komet arahnya selalu menjauh dari matahari. Bagian ekor suatu
komet terdiri dari dua macam, yaitu ekor debu dan ekor gas. Bentuk ekor debu

14
tampak berbentuk lengkungan, sedangkan ekor gas berbentuk lurus. Koma atau ekor
komet tercipta saat mendekati matahari yaitu ketika sebagian inti meleleh menjadi
gas. Angin matahari kemudian meniup gas tersebut sehingga menyerupai asap yang
mengepul ke arah belakang kepala komet. Ekor inilah yang terlihat bersinar dari
bumi. Sebuah komet kadang mempunyai satu ekor dan ada yang dua atau lebih.
Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat diklasifikasikan menjadi
dua, yaitu sebagai berikut.

a. Komet berekor panjang, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat jauh melalui
daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa sehingga membentuk berkesempatan
menyerap gas-gas daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut
melepaskan gas sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang.
Contohnya, komet Kohoutek yang melintas dekat matahari setiap 75.000 tahun sekali
dan komet Halley setiap 76 tahun sekali.

b. Komet berekor pendek, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat pendek
sehingga kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah uang dilaluinya,
ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit
sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak
berekor. Contohnya komet Encke yang melintas mendekati matahari setiap 3,3 tahun
sekali.

3. Asteroid
Asteroid adalah benda-benda angkasa yang berada dalam serbuk asteroid,
yakni daerah antara orbit Mars dan Jupiter:

1. Asteroid berasal dari planet yang terletak di antara Mars dan Jupiter yang meledak
karena efek gaya ganggu Jupiter dan membentuk asteroid-asteroid.

2. Asteroid terbentuk pada awal terbentuknya tata surya terdapat gukup partikel di
antara Mars dan Jupiter yang membentuk batu-batu berkelompok.

15
4. Meteor dan Meteorit
Meteor adalah benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi yang pada saat
menembus atmosfer terbakar sehingga timbul nyala yang terlihat dari bumi. Meteorit
adalah meteor yang jatuh ke permukaan bumi.
Berdasarkan materi yang terkandung di dalamnya, meteorit dibedakan
menjadi dua yaitu:

a. Meteorit besi: terdiri dari 90% zat besi dan 10% nikel.
b. Meteorit batu: terdiri 10% besi dan nikel dan lainnya berupa silikon.

16
BAB III
PENUTUP

3.1.Kesimpulan
Setelah saya membuat makalah tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa ciptaan
Tuhan di luar angkasa sangat banyak. Dan apabila dipelajari kita akan mengetahui
cara beredar, berotasi, berevolusi, luas, diameter, satelit-satelit dan beberapa benda
langit lain yang tidak diketahui secara umum. Tata Surya merupakan kumpulan
benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek
yang terikat oleh gaya gravitasi. Objek-objek tersebut diantaranya delapan buah
planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai,
seratus tujuh puluh tiga satelit alami yang telah diidentifikasi, serta jutaan benda
langit lainnya seperti meteor, asteroid, komet. Planet merupakan benda langit yang
gelap, tidak memiliki cahaya sendiri, dan selalu mengorbit dan mengelilingi suatu
bintang sejati dengan lintasan dan kecepatan tertentu
.

3.2 Saran
Makalah ini merupakan resume dari berbagai sumber yang disesuaikan
seperlunya. Selanjutnya, penulis menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-
besarnya pada pembaca apabila terdapat kesalahan dalam penulisan ataupun
kekeliruan dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu, saran dan kritikan dari pembaca
sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, semoga makalah ini
bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita terutama mengenai Planet-planet
dalam Sistem Tata Surya . Maka dari itu saya mengharapkan untuk menjaga
lingkungan bagi dunia ini.

17
DAFTAR PUSTAKA

Jasin,Maskoeri.2015 Ilmu Alamiah Dasar . Jakarta :Rajawali


Koppers,Steven N.2004. killer Rocks from outer space : Asteroid,comets,and
meteorites, Twenty-first century Book

18