Anda di halaman 1dari 23

Tugas Makalah

Pelajaran ASJ

DI SUSUN OLEH:

Aldaffa Ferdian

SMK MEKANIK CIBINONG

12 TKJ 2
BAB 1
PERAKITAN KOMMPUTER

Langkah – langkah merakit computer


1. Memasang Processor ke Motherboard

Alangkah baiknya sebelum motherboard dipasang ke casing, terlebih dahulu


memasang processor karena akan lebih mudah cara memasangnya. Cara
memasang processor ke motherboard yaitu :
 Kita tentukan dulu posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di
motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan tanda titik
atau lekukan.
 Angkat tuas pengunci socket ke atas supaya terbuka
 Sesuaikan posisi kaki processor dengan lubang socket, kalau sudah lalu
tekan processor ke dalam socket sampai rapat.
 Kunci kembali dengan tuas pengunci.

2. Memasang Motherboard

Untuk memasang Motherboard pada casing yaitu letakkan motherboard pada


tray casing dan sesuaikan lubang antara casing dan lubang motherboard, lalu
kunci dengan sekrup.
3. Memasang Heatsink

Setelah processor terpasang, lalu pasang heatsink supaya processor tidak panas.
Heatsink ini diletakkan diatas processor dan diberi penahan supaya tidak lepas.
Sebelumnya lapisi heatsink dengan Gel penghantar panas. Apabila heatsink
anda ada kipasnya/fan maka konektor power pada kipas/fan hubungkan ke
motherboard.

4. Memasang RAM / Memori


Cara memasang Ram / modul memori yaitu : Buka dulu tuas penguncinya, lalu
sesuaikan posisi lekukan pada modul memori dengan lekukan pada slot. Kalau
sudah pas lalu tekan dan pasang kembali tuas pengunci RAM / memori.
5. Memasang Power Supply
Biasanya kalau kita membeli casing pasti power supply sudah terpasang. Nah
apabila power supply belum terpasang caranya memaangnya yaitu :

 Letakkan power supply pada tempatnya yang ada dibelakang casing, lalu
kunci dengan sekrup.
 Pasang konektor power dari power supply ke motherboard berikut kabel-
kabelnya.

6. Memasang Kabel Motherboard dan Casing

 Pasang kabel konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.


 Untuk motherboard non ATX, pasang kabel port serial dan pararel pada
konektor di motherboard.
 Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port
tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port
lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup
kembali.
 Hubungkan kabel konektor mouse dan keyboard pada motherboard.
 Hubungan kabel konektor yang lainnya seperti LED, speaker internal dan
port yang tersedia di casing komputer.
7. Memasang Drive
Untuk memasang drive seperti harddisk, CD-ROM/DVD-ROM caranya yaitu :

 Masukkan drive dari depan casing. Atur dulu settingan jumper (sebagai
master atau slave) pada drive, lalu pasang sekrup supaya drive tidak lepas.
 Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard
(konektor primer yang dipakai lebih dulu)
 Apabila kabel IDE terhubung pada 2 (dua) drive, setting jumpernya yaitu
drive pertama disetting sebagai master dan satunya lagi sebagai slave.
 Dan konektor IDE sekunder pada motherboard dapat dipakai untuk
menghubungkan dua drive tambahan.
 Sambungkan kabel power dari catu daya pada masing-masing drive.
8. Memasang Card Adapter

Untuk Card Adapter yang bisanya dipasang adalah sound, video card, modem
dan SCSI adapter. Cara pemasangannya yaitu : masukkan Card Adapter pada
slot yang tersedia di motherboard, lalu tekan sampai konektor benar-benar
masuk, kemudian beri sekrup sebagai penahan card.

9. Tahap terakhir perakitan komputer

Kalau semua langkah-langkah perakitan komputer sudah selesai, kini tutup


dengan casing dan beri sekrup. Hubungkan kabel dari catu daya ke soket
dinding dan juga hubungkan konektor monitor ke port video card, konektor
kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse.

10. Pemeriksaan Hasil Perakitan Komputer

Setelah komputer selesai dirakit, kita lakukan pemeriksaan dan pengetesan


hasilnya dengan program BIOS, caranya yaitu :
 Nyalakan komputer dan monitor, lihat layar monitor dan juga dengarkan
suara dari speaker.
 Nah program Fost dari Bios ini akan otomatis mendeteksi hardware apa saja
yang sudah dipasang pada komputer.
 Lakukan setting untuk nilai dari kapasitas hardisk dan boot sequence.
 Kalau sudah lalu simpan hasil settingan dan exit dari setup BIOS, maka
komputer meload system operasi dengan urutan pencarian yang disesuaikan
dengan settingan boot sequence pada Bios.
 Masukkan CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
11. Solusi bila terjadi masalah pada hasil perakitan komputer

 Hidupkan komputer, apabila komputer dan monitor tidak hidup, periksa


kabel daya pada colokan listrik sudah terhubung apa belum.
 Apabila waktu dinyalakan, tampilan layar monitor ngeblank / berwarna
hitam, pasti ada kesalahan dan apabila pada CPU terdengar bunyi beep,
maka betulkan penempatan RAM / memori pada soket.
 Apabila card adapter tidak terdeteksi, periksa penempatan card adapter
sudah pas apa belum ke slotnya.
 Apabila LED dari harddisk atau CD menyala terus, periksa konektornya
sudah terhubung apa belum.
BAB 2
PENGKABELAN JARINGAN

Pengertian pengkabelan jaringan komputer


Kabel Jaringan adalah kabel yang menghubungkan antara komputer dengan
komputer, dari server ke swich dan yang lainya.kabel jaringan juga bisa sebagai
perantara pengguna dengan pengguna lainya dalam satu wilayah lokal seperti
(warnet, kantor perusahaan dll).
selain itu kabel jaringan juga bisa disebut dengan kabel UTP (Unshielded
Twisted Pair) yang sering digunakan untuk LAN dan kabel telpon. Kabel UTP
sendiri terdiri dari empat warna konduktor tembaga yang setiap pasangannya
berpilih. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular yaitu 8
pin yang biasa kita sebut sebagai RJ-45, dan semua protokol LAN dapat
beroprasi melalui kabel UTP. Dan kebanyaka perangkat LAN dilengkapi oleh
konektor RJ-45.
Di dalam dunia IT kabel UTP juga bisa disebut dengan kabel LAN (Local Area
Network)
Dibawah ini adalah contoh kabel UTP atau LAN (Local Area Network) dan RJ-
45

Jenis – Jenis Kabel Jaringan Computer


Untuk membuat suatu jaringan di butuhkan kabel sebagai penghubung. Kabel
yang digunakan dirancang khusus untuk dapat berfungsi dengan baik. Ada 4
jenis kabel yang digunakan dalam merancang sebuah jaringan computer. Kabel
tersebut antara lain kabel Coaxial, kabel Unshielded Twisted Pair (UTP), kabel
Shielded Twisted Pair (STP) dan kabel Serat Optik (Fiber Optik).

Berikut ini jenis-jenis kabel jaringan computer :


1. Kabel Coaxial

Kabel Coaxial terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi.
Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor
tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup
bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan
bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang
selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan plastik sebagai pelindung akhir
untuk menghindari dari goresan kabel. Beberapa jenis kabel coaxial lebih besar
dari pada yang lain. Makin besar kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih
jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu sensitif terhadap interferensi listrik.
Karakteristik kabel coaxial :
1. Kecepatan dan keluaran 10 – 100 MBps
2. Biaya Rata-rata per node murah
3. Media dan ukuran konektor medium
4. Panjang kabel maksimal yang di izinkan yaitu 500 meter (medium)

Jaringan yang menggunakan kabel coaxial merupakan jaringan dengan biaya


rendah, tetapi jangkauannya sangat terbatas dan keandalannya juga sangat
terbatas. Kabel coaxial pada umumnya digunakan pada topologi bus dan ring.

2. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)

Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) merupakan sepasang kabel yang di-
twist/dililit satu sama lain dengan tujuan untuk mengurangi interferensi listrik
yang dapat terdiri dari dua, empat atau lebih pasangan kabel (umumnya yang
dipakai dalam jaringan komputer terdiri dari 4 pasang kabel / 8kabel). UTP
dapat mempunyai transfer rate 10 Mbps sampai dengan100 Mbps tetapi
mempunyai jarak yang pendek yaitu maximum 100m.

Terdapat 5 kategori kabel UTP :

1. Category (CAT) 1
Digunakan untuk telekomunikasi telepon dan tidak sesuai untuk transmisi data.

2. Category (CAT) 2
Jenis UTP ini dapat melakukan transmisi data sampai kecepatan 4 Mbps.

3. Category (CAT) 3
Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai
dengan 10 Mbps.

4. Category (CAT) 4
Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai
dengan 16 Mbps.

5. Category (CAT) 5
Merupakan jenis yang paling popular dipakai dalam jaringan komputer di dunia
pada saat ini. Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan
sampai dengan 100Mbps.

Macam Teknik Pengkabelan


Kabel straight

Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama
antara ujung satu dengan ujung yang lainnya.

Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.

Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan
standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga
dipakai sesuai standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:

Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :

 Menghubungkan antara computer dengan switch


 Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
 Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
 Menghubungkan switch ke router
 Menghubungkan hub ke router

Kabel cross over

Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung
satu dengan

ujung dua. Kabel cross over digunakan untuk menghubungkan 2 device yang
sama. Gambar dibawah adalahsusunan standar kabel cross over.

Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :

 Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung


 Menghubungkan 2 buah switch
 Menghubungkan 2 buah hub
 Menghubungkan switch dengan hub
 Menghubungkan komputer dengan router

Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada
kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk
mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

Membuat kabel Straight dan Cross Over

Untuk membuat sebuah kabel jaringan menggunakan kabel UTP ini terdapat
beberapa peralatan yang perlu kita siapkan, yaitu

 kabel UTP
 Connector RJ-45
 Crimping tools
 RJ-45 LAN Tester

contoh gambarnya seperti dibawah ini :


Kabel UTP Tipe Straight

Sekarang akan kita bahas cara pemasangannya. Yang pertama adalah cara
memasang kabel UTP tipe straight. Untuk itu, lakukan langkah-langkah berikut:

1. Kupas ujung kabel sekitar 2 cm, sehingga kabel kecil-kecil yang ada
didalamnya kelihatan.

 Pisangkan kabel-kabel tersebut dan luruskan. Kemudian susun dan


rapikan berdasarkan warnanya yaitu Orange Putih, Orange, Hijau Putih,
Biru, Biru Putih, Hijau, Coklat Putih, dan Coklat. Setelah itu potong
bagian ujungnya sehingga rata satu sama lain.

Susunan kabel UTP tipe straight bisa Anda lihat pada gambar di bawah:
Setelah kabel tersusun, ambil Jack RJ-45. Seperti yang saya katakan tadi Jack
ini terdiri dari 8 pin. Pin 1 dari jack ini adalah pin yang berada paling kiri jika
posisi pin menghadap Anda. Berurut ke kanan adalah jack 2, 3, dan seterusnya.

Kemudian masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan


urutan tadi yaitu sebagai berikut:

 Orange Putih pada Pin 1


 Orange pada Pin 2
 Hijau Putih pada Pin 3
 Biru pada Pin 4
 Biru Putih pada Pin 5
 Hijau pada Pin 6
 Coklat Putih pada Pin 7
 Coklat pada Pin 8.

Masukkan kabel tersebut hingga bagian ujungnya mentok di dalam jack.


Masukan Jack RJ-45 yang sudah terpasang dengan kabel tadi ke dalam mulut
tang crimping yang sesuai sampai bagian pin Jack RJ-45 berada didalam mulut
tang. Sekarang jepit jack tadi dengan tang crimping hingga seluruh pin
menancap pada kabel. Biasanya jika pin jack sudah menancap akan
mengeluarkan suara “klik”.

Sekarang Anda sudah selesai memasang jack RJ-45 pada ujung kabel pertama.
Untuk ujung kabel yang kedua, langkah-langkahnya sama dengan pemasangan
ujung kabel pertama tadi. Untuk itu, ulangi langkah-langkah tadi untuk
memasang Jack RJ-45 pada ujung kabel yang kedua.

Kalau sudah kemudian kita test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung
ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN
tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau
ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut
ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan
tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih
tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-
1 atau belum.lihat gambar di bawah ini:
Kabel UTP Tipe Cross

Cara memasang kabel UTP tipe straight sudah saya jelaskan tadi. Sekarang saya
bahas mengenai cara memasang kabel UTP tipe cross. Cara pemasangan kabel
UTP tipe cross hampir sama dengan memasang kabel UTP tipe straight.
Mengenai teknis pemasanganya sama seperti tadi. Perbedaanya adalah urutan
warna kabel pada ujung kabel yang kedua. Untuk ujung kabel pertama, susunan
kabel sama dengan susunan kabel UTP tipe straight yaitu:

 Orange Putih pada Pin 1


 Orange pada Pin 2
 Hijau Putih pada Pin 3
 Biru pada Pin 4
 Biru Putih pada Pin 5
 Hijau pada Pin 6
 Coklat Putih pada Pin 7
 Coklat pada Pin 8.
Untuk ujung kabel yang kedua, susunan warnanya berbeda dengan ujung
pertama. Adapaun susunan warnanya adalah sebagi berikut:

 Hijau Putih pada Pin 1


 Hijau pada Pin 2
 Orange Putih pada Pin 3
 Biru pada Pin 4
 Biru Putih pada Pin 5
 Orange pada Pin 6
 Coklat Putih pada Pin 7
 Coklat pada Pin 8.

Hasil akhir kabel UTP tipe cross akan seperti ini:

Kesimpulannya adalah jika Anda memasang kabel UTP tipe straight maka
susunan warna pada kedua ujung kabel adalah sama. Sedangkan cara
pemasangan UTP tipe cross, susunan warna ujung kabel pertama berbeda
dengan unjung kabel kedua. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka
nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya
urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi yang pasti harus
menyala semua setiap led dari nomor 1 sampai 8.lihat gambar di bawah ini :
3. Kabel Shielded Twisted Pair (STP)

Secara fisik kabel shielded sama dengan unshielded tetapi perbedaannya sangat
besar dimulai dari kontruksi kabel shielded mempunyai selubung tembaga atau
alumunium foil yang khusus dirancang untuk mengurangi gangguan elektrik.
Kekurangan kabel STP lainnya adalah tidak samanya standar antar perusahaan
yang memproduksi dan lebih mahal dan lebih tebal sehingga lebih susah dalam
penanganan fisiknya.
4. Kabel Serat Optik (Fiber Optik)

Jenis kabel fiber optic merupakan kabel jaringan yang jarang digunakan pada
instalasi jaringan tingkat menengah ke atas. Pada umumnya, kabel jenis ini
digunakan pada instalasi jaringan yang besar dan pada perusahaan multinasional
serta digunakan untuk antar lantai atau antar gedung. Kabel fiber optic
merupakan media networking medium yang digunakan untuk transmisi-
transmisi modulasi. Fiber Optic harganya lebih mahal di bandingkan media lain.

Fiber Optic mempunyai dua mode transmisi, yaitu single mode dan multi mode.
Single mode menggunakan sinar laser sebagai media transmisi data sehingga
mempunyai jangkauan yang lebih jauh. Sedangkan multimode menggunakan
LED sebagai media transmisi.

Karakteristik kabel fiber optik :


1. Beroperasi pada kecepatan tinggi (gigabit per detik)
2. Mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar
3. Biaya rata-rata pernode cukup mahal
4. Media dan ukuran konektor kecil
5. Kebal terhadap interferensi elektromagnetik
6. Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 – 60 kilometer)

Teknologi fiber optic atau serat cahaya memungkinkan menjangkau jarak yang
besar dan menyediakan perlindungan total terhadap gangguan elektrik.
Kecepatan transfer data dapat mencapai 1000 mbps serta jarak dalam satu
segment dapat labih dari 3.5 km. kabel serat cahaya tidak terganggu oleh
lingkungan cuaca dan panas.

Cara Setting Jaringan Komputer


Analisis Jaringan Komputer : Cara Setting Jaringan Komputer
Sebelum komputer terkoneksi dalam sebuah jaringan terlebih dahulu harus
terpasang semua perangkat keras yang dibutuhkan .Jadi setelah perangkat keras
terpasang semua selanjutnya kita melakukan settingan agar komputer bisa
terhubung kedalam satu jaringan yang sama.

Sistem operasi yang digunakan harus mendukung protokol yang digunakan


untuk koneksi antar jaringan, Protokol yang sering dipakai dalam jaringan tiada
lain adalah protokol TCP/IP

Berikut tata cara melakukan setting jaringan sebagai berikut :

• Pakai star menu –> pada kontrol panel next Network Connection
• Klik kana pada area Network Konnetion kemudian pilih properties

Network Connetion ———>


• Pada Tab General Klik menu Internet Protokol TCP/IP dan klik Properties

Lan Properties
• Tuliskan alamat IP address yang dikehendaki misalnya 192.168.0.01
sedangkan subnet mask 255.255.255.0 dan perlu duperhatikan masing -masing
komputer memiliki no IP Address yang berbeda-beda

Form Pengesian IP Address.

• Lakukan testing dengan cara pada c prompt ketik C: Ping 192.168.0.01


• Jika komputer replay bararti komputer sudah terhubung kedalam jaringan yang
sama

Merakit Personsal Komputer – Setting Koneksi Jaringan


Komputer
IP berfungsi untuk mengidentifikasi komputer yang terkoneksi ke jaringan. Cara
Setting :
• Start > Control Panel > Network & Internet
• Network & Shering Center > Change Adapter Setting
• Klik Kanan pada Local Area Connection > Properties
• Pilih Internet Protocol Versi 4 (TCP/IPv4) > Properties
• Masukkan IP & Subnet mask > OK
BAB 3
SETTING MIKROTIK
Setting Dasar Hotspot Mikrotik
Router Mikrotik memiliki banyak fitur, salah satu fitur yang cukup populer dan
banyak digunakan adalah Hotspot. Kita sering menemukan sinyal internet wifi yang
di password. Jadi jika ingin mengakses wifi tersebut harus tahu password-nya terlebih
dahulu. Namun berbeda dengan Hotspot, kebanyakan wifi hotspot tidak
di password dan semua user bisa connect dan akan diarahkan ke halaman login di
Web Browser. Tiap user bisa login dengan username dan password yang berbeda-
beda. Metode semacam inilah yang sering kita temukan di Kampus, wifi Cafe,
Sekolah, Kantor, maupun area publik lainnya.
Sebenarnya hotspot tidak hanya bisa diaplikasikan untuk jaringan wireless saja,
namun juga bisa untuk jaringan kabel. Kelebihan Hotspot adalah kita dapat
mengkonfigurasi jaringan yang hanya bisa digunakan dengan username dan password
tertentu. Kita juga dapat melakukan manajemen terhadap user-user tersebut. Misalnya,
mengatur durasi total penggunaan hotspot per user, membatasi berapa besar data yang
dapat di download tiap user, mengatur konten apa saja yang boleh diakses user, dll.
Hotspot merupakan fitur gabungan dari berbagai service yang ada di Mikrotik, antara
lain :

 DHCP server, digunakan untuk memberi layanan IP otomatis ke user


 Firewall NAT, untuk mentranslasi IP user ke IP yang bisa dikenali ke internet
 Firewall filter, untuk memblock user yang belum melakukan login
 Proxy, untuk memberikan tampilan halaman login
 dan sebagainya

Tetapi beruntungnya, service-service tersebut tidak perlu kita buat secara manual.
Bagaimana langkahnya, bisa dijabarkan sebagai berikut :
Buka di menu IP > Hotspot > Hotspot Setup.
Dengan menekan tombol Hotspot Setup, wizard Hotspot akan menuntun kita untuk
melakukan setting dengan menampilkan kotak-kotak dialog pada setiap langkah nya.

Langkah pertama, kita diminta untuk menentukan interface mana Hotspot akan
diaktifkan. Pada kasus kali ini, Hotspot diaktifkan pada wlan1, dimana wlan1 sudah
kita set sebagai access point (ap-bridge). Selanjutnya klik Next.

Jika di interface wlan1 sudah terdapat IP, maka pada langkah kedua ini, secara
otomatis terisi IP Address yang ada di wlan1. Tetapi jika belum terpasang IP, maka
kita bisa menentukan IP nya di langkah ini. Kemudian Klik Next.

Langkah ketiga, tentukan range IP Address yang akan diberikan ke user (DHCP
Server). Secara default, router otomatis memberikan range IP sesuai dengan
prefix/subnet IP yang ada di interface. Tetapi kita bisa merubahnya jika dibutuhkan.
Lalu klik Next.
Langkah selanjutnya, menentukan SSL Certificate jika kita akan menggunakan
HTTPS untuk halaman loginnya. Tetapi jika kita tidak memiliki sertifikat SSL, kita
pilihl none, kemudian klik Next

Jika diperlukan SMTP Server khusus untuk server hotspot bisa ditentukan, sehingga
setiap request SMTP client diredirect ke SMTP yang kita tentukan. Karena tidak
disediakan smtp server, IP 0.0.0.0 kami biarkan default. Kemudian klik Next.

Di langkah ini, kita meentukan alamat DNS Server. Anda bisa isi dengan DNS yang
diberikan oleh ISP atau dengan open DNS. Sebagai contoh, kita menggunakan DNS
Server Google. Lalu klik Next.

Selanjutnya kita diminta memasukkan nama DNS untuk local hotspot server. Jika
diisikan, nantinya setiap user yang belum melakukan login dan akan akses ke internet,
maka browser akan dibelokkan ke halaman login ini. Disini DNS name sebaiknya
menggunakan format FQDN yang benar. Jika tidak diisikan maka di halaman login
akan menggunakan url IP address dari wlan1. Pada kasus ini, nama DNS-nya diisi
"hotspot.mikrotik.co.id". Lalu klik Next.

Langkah terakhir, tentukan username dan pasword untuk login ke jaringan hotspot
Anda. Ini adalah username yang akan kita gunakan untuk mencoba jaringan hotspot
kita.
Sampai pada langkah ini, jika di klik Next maka akan muncul pesan yang menyatakan
bahwa setting Hotspot telah selesai.

Selanjutnya kita akan mencoba mengkoneksikan laptop ke wifi hotspot yang sudah
kita buat. Kemudian buka browser dan akses web sembarang (pastikan Anda
mengakses web yang menggunakan protokol http, karena hotspot mikrotik belum
mendukung untuk redirect web yang menggunakan https), maka Anda akan dialihkan
ke halaman login hotspot seperti pada gambar berikut ini:
Untuk mencobanya, silahkan coba login dengan username dan password yang telah
Anda buat pada langkah sebelumnya. Jika berhasil login maka akan membuka
halaman web yang diminta dan membuka popup halaman status Hotspot.