Anda di halaman 1dari 9

SIHEBAT (Sirup Herbal Kesehatan) Buah Makassar

(Brucea javanica), Calon Produk Identitas Makassar


dalam Mengatasi Penyakit Tuberkulosis

M. Chairil Riskyta Akbar


NIM. 10542062915
2019
SIHEBAT (Sirup Herbal Kesehatan) Buah Makassar (Brucea javanica),
Calon Produk Identitas Makassar dalam Mengatasi Penyakit Tuberkulosis

Oleh :
M. Chairil Riskyta Akbar

Di era modern ini, permasalahan terkait tuberkulosis (TB) masih menjadi


isu kesehatan di dunia. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada
pertengahan bulan September 2018, penyakit TB yang disebabkan oleh jenis
bakteri Mycobacterium tuberculosis merupakan penyakit menular paling
mematikan nomor dua di dunia.1 Penyakit TB bersifat mematikan karena
menyebabkan berbagai macam kerusakan jaringan hingga organ, mulai dari
kerusakan tulang dan sendi hingga organ vital berupa jantung dan juga otak.

Penyakit TB merupakan penyakit endemik di dearah tropis dengan


prevalensi tinggi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Notifikasi kasus
BTA baru positif secara umum dari tahun ke tahun di Indonesia mengalami
peningkatan. Tetapi pada tahun 2003 hingga 2014 sempat mengalami penurunan
bahkan dikategorikan sebagai „penyakit yang terabaikan‟ atau neglected diseases.
Namun persentase kasus TB di Indonesia kembali meningkat sebesar 14%
berdasarkan data Pusat Data Informasi Kementrian Kesehatan RI (Infodatin) pada
tahun 2016. 2 Dari urutan nomor empat ke nomor dua sehingga kembali mendapat
perhatian yang serius oleh berbagai pihak dari segala aspek.

Salah satu provinsi di Indonesia yang perlu mendapat perhatian serius


adalah Sulawesi Selatan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia (Kemenkes RI) pada bulan Januari 2018, Sulawesi Selatan menempati
posisi provinsi ke delapan angka kejadian tertinggi (sekitar 8.508 kasus semua
jenis TB). Dengan range pertambahan meningkat dari tahun lalu dan angka
keberhasilan pengobatan (success rate) masih di bawah rata-rata Nasional yaitu
73,63% (di tingkat Nasional rata-rata 77,57%). 3

Dari 24 kabupaten atau kota yang berada di Sulawesi Selatan, Kota


Makassar sebagai Ibukota provinsi merupakan daerah dengan angka kejadian
tertinggi di Sulawesi Selatan. Dengan angka kasus baru per tahunnya mencapai
4
254 kasus dari 1000 penduduk. Hal ini perlu mendapat perhatian serius karena
1
telah banyak program determinan dari nasional disertai tingginya perhatian dari
pemerintah kota setempat namun berbeda dengan fakta di lapangan.

Alasan mengapa angka kejadian penyakit tersebut tetap tinggi dan bahkan
kembali mewabah dapat menjadi pertanyaan mendasar, kontras dengan upaya
kesehatan yang telah digalakkan secara holistik. Pada tingkat Internasional, WHO
memaparkan Global TB Programme 2018 yang berisikan tentang suatu ulasan
terkait upaya yang telah dilaksanakan dan rencana kedepan, terkhusus untuk tahun
2019. Hal yang ditekankan adalah usaha-usaha multisektoral dari berbagai aspek.
Hanya saja penjabaran yang diutarakan kurang spesifik, sebatas tujuan namun
tidak ditawarkan dalam bentuk program. Akan tetapi cukup baik sebagai
momentum perubahan di awal tahun 2019 sehingga dapat dijadikan suatu
landasan yang revolusioner.

Sedangkan di Indonesia sendiri, salah satu program unggulan pemerintah


kesehatan nasional adalah penerapan sistem DOTS (Directly Observed Treatment,
Short-course) namun yang menjadi permasalahan adalah kurangnya minat
masyarakat menggerakkkan diri menuju pusat layanan kesehatan untuk
melakukan pengobatan atau sekedar melakukan pemeriksaan. Selain itu sebagian
masyarakat kurang informasi mengenai terapi farmakologi yang diberikan dapat
diperoleh secara gratis.

Segala upaya oleh pemerintah provinsi telah dilakukan seperti Rencana


Program Jangka Menengah Negara (RPJMN) tahun 2015-2019 dalam bentuk
penuntasan epidemi TB. Program ini akan menjadi patokan dan dilanjutkan
dengan evaluasi di tahun ini, 2019. Selain itu di Kota Makassar sendiri, terdapat
program “Lorong BETI : Lorong Bebas Tuberkulosis” yang merupakan program
inovasi, dengan pemerintah kota Makassar sebagai inisiator. Program tersebut
telah berjalan selama satu tahun, dan telah dirasakan manfaatnya, hanya saja
masih perlu digalakkan kembali upaya sosalisasi dan desentralisasi ke berbagai
daerah, tentu dengan koordinasi dari cakupan kerja puskesmas setempat. Pada
dasarnya program-program pemerintah tersebut mendapatkan hasil yang
memuaskan, namun tetap saja angka TB diberbagai tingkatan masih tinggi.
2
Hal ini disebabkan karena penyakit TB pada dasarnya merupakan penyakit
infeksius dengan potensi karakteristik yang tinggi, dapat menular dengan cepat
melalui batuk dan bersin penderita dengan kasus BTA positif dan lebih
berbahayanya lagi karena agen infeksius tersebut dapat bertahan lama hingga
beberapa jam di udara. Diperparah dengan fakta bahwa bakteri TB bersifat
infeksius, dapat menular dari orang ke orang melalui percikan dahak (droplet)
oleh individu dengan TB paru aktif.

Selain itu, berikut beberapa permasalahan tindakan medis terutama kuratif


yang belum dapat diselesaikan secara optimal oleh tenaga-tenaga medis maupun
peneliti yang berperan penting di bidangnya yaitu waktu pengobatan TB yang
relatif lama dan munculnya permasalahan Multi Drug Resistant (TB-MDR). Tentu
saja tindakan kuratif tersebut tidak sepenuhnya mengambil andil dalam
menurunkan resiko penyakit TB. Oleh karena itu diperlukan tindakan preventif
untuk memutus rantai penularan dengan mengurangi sifat infeksius agen
pembawa penyakit tersebut, karena berdasarkan data WHO sekitar sepertiga
populasi manusia di seluruh dunia telah terinfeksi bakteri M. Tuberculosis akan
tetapi hanya 5-10 % saja yang diketahui menjadi suspect TB. 1

Buah Makassar, Usulan Flora Identitas Kota Makassar


Salah satu tindakan preventif untuk menurunkan resiko penyakit TB
diutamakan dengan mencari Sumber Daya Alam (SDA) yang reachable
(terjangkau), priceless (murah) dan tersedia banyak di alam. Indonesia memiliki
kekayaan biodiversitas kedua terbesar di dunia setelah Brazil, sangat berpotensi
memiliki tanaman herbal dengan sifat antibakteri terhadap Mycobacterium
tuberculosis. Jenis flora di Sulawesi Selatan merupakan salah satu yang terkaya,
salah satu contoh tanaman tersebut adalah Brucea javanica. Pada dasarnya
tanaman tersebut memiliki penamaan yang berbeda setiap daerah. Nama
Indonesia dari Brucea javanica ini sendiri adalah Buah Makassar berdasarkan
buku Monografi Tumbuhan Obat Indonesia. 5

Pada dasarnya ketersediaan Buah Makassar di Sulawesi Selatan, terkhusus


Makassar sangat kurang. Ketersediaan Buah Makassar sangat kurang karena
3
ekspansi wilayah seringkali dilakukan tanpa memperhatikan keadaan alam. Buah

3
Makassar adalah tanaman hutan, namun dapat tumbuh dengan mudah di berbagai
lingkungan dalam keadaan normal. Bahkan banyak masyarakat yang terkesan
„takut‟ memperoleh tanaman tersebut karena menjadi sarang ular (area makanan
ular). Hal ini yang perlu diperbaiki dari persepsi masyarakat. Berdasarkan literatur
dan observasi langsung ke lapangan, Buah Makassar tidak hanya menjadi
makanan ular dan habitat ular tidak dapat dikhususkan pada area sekitar Buah
Makassar saja. Bukan tidak mungkin, kedepan Buah Makassar akan dikultur
sehingga banyak tersedia dan dapat dimanfaatkan seluruh komponennya.
Kemudian menjadi calon flora identitas karena nama yang disandangnya.

Sifat Antibakteri Buah Makassar dalam Mengurangi Resiko Penyakit


Tuberkulosis

Sifat antibakteri Buah Makassar berasal dari Anti Microbial Peptides


(AMPs) yang terkandung dalam tanaman tersebut. AMPs yang diketahui terdapat
pada Buah Makassar adalah brucin, tannin, saponin, alkaloid, flavonoid dan
terpenoid. Pertama adalah brucin, brucin adalah determinan langsung dari protein
Buah Makassar sebagai protein antibakteri khas Buah Makassar. Brucin memiliki
kemampuan inhibitor bakteri yang cukup kuat. Kedua, saponin. Saponin dapat
mengganggu stabilitas membran sel bakteri sehingga menyebabkan keluarnya
komponen penting dari dalam sel bakteri. Ketiga, tannin yang dapat mencegah
koagulasi plasma pada bakteri. Keempat, flavonoid yang mampu mendenaturasi
protein sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan permeabilitas dinding sel
bakteri. Kelima, alkaloid yang dapat mengganggu komponen dinding sel sehingga
dapat menyebabkan kematian sel. Keenam, terpenoid yang dapat mengganggu
proses terbentuknya membran dan atau dinding sel sehingga tidak terbentuk atau
terbentuk namun secara tidak sempurna.6

Berdasarkan penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berjudul


„Potensi Antituberkulosis Tanaman Obat dari Indonesia terhadap Mycobacterium
smegmatis JCM6386ᵀ‟, salah satu tanaman obat yang diteliti adalah Buah
Makassar (Brucea javanica). Buah Makassar ini diteliti dengan menggunakan
metode turbiditi dan hasilnya menunjukkan daya hambat terhadap bakteri M.
smegmatis. Dalam penelitian tersebut digunakan M. smegmatis karena

4
keterbatasan keamanan tingkat tinggi, laboran dan alat khusus.7 Namun, M.
smegmatis tetap memiliki karakteristik yang sama dengan M. tuberculosis.
Sehingga dapat digunakan untuk menggantikan bakteri M. tuberculosis. Kedepan
perlu dilakukan uji langsung antara Buah Makassar dan M. tuberculosis.

SIHEBAT (Sirup Herbal Kesehatan) Buah Makassar


Berdasarkan hasil penelusuran komponen antimikroba Buah Makassar,
Buah Makassar berpotensi sebagai tanaman antimikroba.8 Buah Makassar dapat
bersifat toksik apabila dikonsumsi dalam jumlah yang tidak terkontrol, sehingga
perlu dibuat sediaan dalam bentuk produk. Salah satu sediaan yang dapat meramu
seluruh komponen tanaman adalah dalam bentuk sirup (dalam hal ini sirup cair)
dengan pemanasan sedang sehingga tidak merusak komponen yang terkandung.
Produk sirup disini dapat membantu penderita TB karena manfaat praktisnya.
Selain itu sediaan sirup dapat ditambah dengan variasi rasa untuk menutupi rasa
sedikit pahit dari Buah Makasssar. Variasi rasa disini menggunakan bahan yang
berasal dari alam. Dibutuhkan label khusus agar sediaan sirup Buah Makassar
lebih mudah dipasarkan dan lebih familiar oleh masyarakat. SIHEBAT Buah
Makassar dapat menjadi usulan produk dengan tetap mempertahankan potensi
penamaan.

Potensi Penamaan “Makassar” pada Buah Makassar

Oleh karena itu, selain bermanfaat bagi kesehatan berdasarkan


karakteristik bahan yang terkandung. Buah Makassar memiliki potensi lain
dengan daya tarik tersendiri. Penamaan “Makassar” pada Buah Makassar apabila
dilabelkan dan diperkenalkan kepada khalayak dalam suatu produk maka dapat
membantu perekonomian baik masyarakat maupun pemerintah setempat dengan
embel-embel plasma nuftah lokal daerah setempat. Penyakit TB juga termasuk
dalam penyakit-penyakit Lingkaran Setan Kemiskinan. Sehingga „memaksa‟
masyarakat lebih kreatif dengan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia,
dalam hal ini adalah SIHEBAT Buah Makassar.

5
Pihak lain yang memperoleh manfaat lain dari SIHEBAT adalah peneliti.
Peneliti akan semakin antusias untuk menemukan khasiat lain dari buah
Makassar. Sehingga bukan tidak mungkin, metode kultur akan semakin digiatkan
untuk menambah ketersediaan Buah Makassar sebagai flora hutan yang semakin
berkurang akibat ekspansi wilayah. Dengan publikasi yang bersifat masif maka
berbagai lapisan masyarakat akan mengetahui potensi yang terabaikan dari Buah
Makassar terkhusus mengenai potensinya terhadap penyakit TB melalui produk
SIHEBAT Buah Makassar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa SIHEBAT Buah
Makassar adalah produk dwi-fungsi yang berpotensi.

6
DAFTAR PUSTAKA

1. World Health Organization. Global Tuberculosis Report


2017.WHO.[internet].2017.[cited 2019 Jan 23].Available from: www.who.int
2. Kemenkes RI. Tuberkulosis, Temukan Obati Sampai
Sembuh.Infodatin.[Internet].2016.[cited 2019 Jan 23].Available from:
www.depkes.go.id
3. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun
2017.Infodatin.[internet].2018.[cited 2019 Jan 23].Available from:
www.depkes.go.id
4. Badan Pusat Statistik Kota Makassar. Jumlah Penduduk Kota Makassar
Menurut Kecamatan Tahun 2016.Data Sensus.[Internet].2016.[cited 2019 Jan
23].Available from: https://makassarkota.bps.go.id/
5. Anonim., 2010. WHO Monographs on Medicinal Plants Commonly Used
in the Newly Independent States (NIS). Vol. 4, WHO Geneva
6. Sornwatana T, Roytrakul S, Wetprasit N, Ratanapo S. Brucin. (2013). „an
Antibacterial Peptide Derived from Fruit Protein of Fructus Bruceae, Brucea
javanica (L.) Merr.‟ Soc Appl Microbiol. Vol. 2, No. 57, hh. 36-129
7. Idola, Desmila. 2017. Potensi Antituberkulosis Tanaman Obat dari Indonesia
terhadap Mycobacterium smegmatis JCM6386ᵀ. Bandung : IPB.
8. Paturusi, Andi Armisman Edi., M. Natsir. D dan Subehan. ----. Penelusuran
Komponen Antimikroba dari Ekstrak “Daun” Buah Makassar (Brucea
Javanica(L) Merr.) Naskah Publikasi. Fakutas Farmasi. Universitas
Hasanuddin: Makassar.
LAMPIRAN

Prototipe Produk
Logo Standar Herbal

Buka

Makassar-Indonesia

5 cm
Label Halal Barcode

10 cm