Anda di halaman 1dari 16

Seperti terlihat pada bagan struktur Organisasi Puskesmas Pajagan diatas

terdiri dari:

I. Kepala Puskesmas

II. Bagian Tata Usaha :

a. Urusan Keuangan

b. Urusan Kepegawaian

c. Urusan Umum

III. Unit Kesehatan Ibu, anak dan KB (KIA/KB);


a. Program Kesehatan Ibu

b. Program Kesehatan Anak, Remaja dan Lanjut Usia

c. Program Gizi Keluarga dan Masyarakat

d. Program Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

IV. Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dan


Penyehatan Lingkungan

a. Program Pencegahan dan Imunisasi

b. Program Pemberantasan Penyakit

c. Program Pengamatan Penyakit dan Laboratorium

d. Program Penyehatan Lingkungan

V. Unit Pelayanan Kesehatan Masyarakat

a. Program Kesehatan Mata, Gigi dan Mulut, dan kesehatan


khusus lain

b. Program Perawatan Kesehatan Masyarakat

c. Program Kefarmasian dan Obat Tradisional

d. Program Pengobatan Umum

e. Program JPKM

20
Tata Kerja Puskesmas Pajagan

Tata Kerja Puskesmas Pajagan Kecamatan Sajira sebagai berikut :


1. Hal-hal yang menjadi tugas Puskesmas merupakan satu kesatuan
yang tidak terpisahkan.

2. Kepala Puskesmas dalam teknis operasional berada di bawah dan


bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kesehatan.

3. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Puskesmas dalam


melaksanakan tugasnya wajib menerapkan prinsip koordinasi,
integrasi, sinkronisasi dan simplikasi.

4. Kepala Puskesmas memberikan laporan tentang pelaksanaan


tugasnya kepada Dinas Kesehatan

5. Ketentuan mengenai jenis laporan dan tatacara penyampaiannya


berpedoman kepada peraturan yang berlaku.

6. Pembuatan laporan adalah menjadi tanggung jawab Kepala Sub


Bagian Tata Usaha dan Unit menurut bidangnya masing-masing.

7. Apabila Kepala Puskesmas berhalangan maka diwakili oleh Kepala


Sub Bagian Tata Usaha.

8. Dalam hal Kepala Sub Bagian Tata Usaha berhalangan maka Kepala
Puskesmas menunjuk atau menugaskan salah satu Koordinator Unit
berdasarkan senioritas kepangkatan dan sesuai bidang tugasnya.

9. Kepala Puskesmas dapat memberikan saran dan pertimbangan


kepada Kepala Dinas Kesehatan Kepala Puskesmas dapat
melaksanakan perencanaan, pembinaan, dan pengawasan dalam
bidang kepegawaian.

10. Kepala Puskesmas wajib membuat Daftar Penilaian Pelaksanaan


Pekerjaan (DP3) pegawai bawahannya setahun sekali dan Daftar
Urut Kepangkatan (DUK) sesuai dengan peraturan yang berlaku.

21
11. Kepala Puskesmas dapat membuat usulan pegawai yang akan
mengikuti pendidikan di dalam dan di luar negeri untuk disampaikan
kepada Kepala Dinas Kesehatan.

12. Ketentuan-ketentuan lainnya mengenai kepegawaian diatur dengan


peraturan yang berlaku.

c. Obat dan Bahan Habis Pakai


Pengelolaan manajemen obat-obatan dan bahan habis pakai lainya

di bawah satu koordinator. Tugas dan kewajiban seorang coordinator

pengelolaan obat dan bahan habis pakai mulai dari perencanaan dalam

hal pembagian kebutuhan dan kesediaan obat yang ada sampai laporan

pemakaian serta analisis kebutuhan yang akan datang. Akan tetapi

karena status puskesmas sebagai UPT maka penyediaan atau pengadaan

kebutuhan obat diatur oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.

Dalam prosesnya, obat dan bahan habis pakai disimpan di bagian

gudang obat kemudian penggunaan dan penyaluran obat berdasarkan

resep dokter disediakan dibagian apotik puskesmas. Oleh karenannya

Koordinator obat dibantu beberapa orang petugas dibagian apotik.

Adapun laporan tahunan penggunaan obat dan bahan habis pakai tersebut

terlampir.

d. Peralatan
Secara garis besar peralatan yang ada di puskesmas merupakan

alat yang disediakan oleh pemerintah daerah yang dikelola oleh satu

penanggung jawab di bawah koordinasi Kepala Tata Usaha puskesmas.

Ada dua jenis peralatan, yaitu pertama peralatan penunjang pelayanan

administrasi, seperti mebueler alat elektronik dll, dan kedua pelayanan

kesehatan Adapun jenisnya sebagai berikut:

22
Tabel 2.4
Peralatan Penunjang Pelayanan Puskesmas Pajagan
Tahun 2018

Kondisi
Sarana dan
No Jumlah Ket
Prasarana Tdk
Berfungsi
Berfungsi

1 KIA 1 

2 Poliklinik set 1 

3 UKS kit 10  Telah


didistribusikan
ke sekolah dasar

4 Bidan Kit 7 

5 USG set 1 

6 Kursi Gigi Set 1  Rusak Berat

7 Imunisasi set

a. RCW 45 1 
EK/RCW 50 EK
b. Vaccine carrier 14 

c. Cold pack

d. Cold Box

8 Promosi set

a. Papan informasi 3 

Sumber : Data Barang Puskesmas Pajagan 2018

d. Sumber Pembiayaan

Anggaran (dana) merupakan penunjang berlangsungnya pelayanan

kesehatan. Secara sederhana, anggaran kesehatan merupakan rencana

keuangan yang ada dalam suatu organisasi dan Dinas Kesehatan adalah

23
organisasi tertinggi puskesmas yang mempunyai kewenangan dalan

merencanakan penggunaannya.

Menurut Kepmenkes 128 (2004), sumber pembiayaan puskesmas

pada dasarnya ada tiga sumber yaitu dari pemerintah Pusat dan Daerah,

pendapatan puskesmas dan sumber-sumber lainnya. Berikut penjelasan

sederhananya, yaitu:

1. Pemerintah

Anggaran yang disediakan oleh pemerintah yang utama

berasal dari pemerintah kabupaten/kota dan dari propinsi serta

pusat yang sifatnya lebih sebagai stimulan dan tidak tetap terdiri

atas anggaran untuk pembangunan yang mencakup dana

pembangunan gedung, pengadaan peralatan dan obat serta

anggaran rutin yang mencakup gaji, pemeliharaan, pembelian

barang habis pakai dan biaya operasional. Tujuan pengadaan dana

tersebut sebagai pendorong kegiatan baik yang bersifat promotif,

preventif, kuratif bahkan rehabilitative.

2. Pendapatan puskesmas

Pendapatan ini berasal dari retribusi yang besarnya ditentukan

oleh pemerintah daerah masing-masing.

3. Sumber lain

Pendapatan Puskesmas yang berasal dari subsidi pemerintah

selain dari pemerintah daerah juga berasal dari sumber lain seperti

Dana JKN dengan system kapitasi dan lainnya yang diberikan

dalam bentuk jasa pelayanan.

24
Sumber pembiayaan dari pendapatanPuskesmas ditetapkan dalam

peraturanPemerintah Daerah . Untuk Kabupaten Lebak, retribusi

yang dibebankan kepada Puskesmas diatur dalam perda No. 7

tahun 2010.

Penyerapan anggaran untuk tahun 2014, % dapat terserap

dengan baik untuk kemudian digunakan sebagai pembiayaan

berbagai kegiatan-kegiatan.Pertanggung jawaban penggunaan dana

tersebut tertuang dalam bentuk hasil kinerja Puskesmas dan bentuk

administratif lainnya.

Bila melihat besaran nilai yang diterima masih jauh dari

kecukupan, namun dikarenakan berbagai pertimbangan dan

keterbatasan maka dana yang diperoleh disesuaikan sehingga

diharapkan tidak mengurangi motivasi kerja pegawai Puskesmas.

Selain dana yang bersumber dari APBN, APBD, JKN dan BOK

ada juga dana yang diperoleh dari pemberdayaan melalui institusi

sekolah tentang pemberdayaan masyarakat. Sumber pembiayaan

Puskesmas Pajagan diperoleh dari APBN danAPBD serta dana dari

kementrian Kesehatan dalam bentuk dari Bantuan Operasional

Puskesmas (BOP), JKN dan Bantuan Operasional Kesehatan

(BOK).

Untuk sumber pembiayaan kesehatan di puskesmas terbesar

bersumber dari JKN dari yang diterima Puskesma sistemkapitasi

dan klem ,berdasarkan jumlah pelayanan kesehatan yang

dilayani.Besarnya sumber pembiayaan kesehatan dari JKN

25
disesuaikan dengan jumlah keanggotaan masyarakat menjadi

peserta BPJS baik yang PBI maupun Non PBI.

Setiap sumber anggaran yang ada dalam proses

penggunaan selalu disertai petunjuk teknis baik dari pusat

maupun dinas kesehatan kabupaten.

Dana JKN merupakan salah satu programPemerintah

dalam Upaya menekan angka AKI dan AKB disamping sebagai

wujud penghargaan pemerintah terhadap kinerja yang dihasilkan

oleh setiap SDM di puskesmas.Program ini baru dimulai pada

awal tahun 2014 dan masih berlanjut sampai dengan saat

ini.Bantuan Operasional Puskesmas dialokasikan untuk

membiayai penggunaan kebutuhan operasional puskesmas seperti

perjalanan dinas pegawai, maintenance puskesmas, listrik, ATK

dan lainnya,

Sedangkan alokasi Bantuan Operasional Kesehatan

(BOK) adalah untuk membiayai kegiatan kesehatan yang

dilaksanakankegiatan preventif dan promotif seperti program

promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi masyarakat,

pemberantasan penyakit menular, dan kesehatan ibu dan anak

termasuk keluarga berencana.

e. Sarana dan Prasarana

Sebagian besar sarana dan prasarana di puskesmas

pengadaannya diatur dan ditetapkan oleh dinas kesehatan

kabupaten, provinsi maupun Kementrerian Kesehatan, sedangkan

26
untuk maintenance yang sifatnya bisa ditanggulangi diserahkan ke

puskesmas yang bersangkutan dengan dana bersumber pada

Bantuan Operasional Puskesmas (BOP), JKN maupun Bantuan

Operasional Kesehatan (BOK). Berikut data tabel Sarana dan

prasarana yang ada dipuskesmas pajagan, sebagai beriktu :

Tabel 2.5
Data Sarana dan Prasarana Puskesmas Pajagan
Tahun 2018
Kondisi
No Sarana dan Prasarana Jumlah Tdk Ket
Berfungsi
Berfungsi
I Sarana Kesehatan
Perlunya
a. Gedung Puskesmas Induk 1 unit 
relokasi
b. Posyandu 36 Pos 

II Peralatan kantor
a. Komputer (PC) 5 unit 4 1
b. Laptop 5 unit 4 1
c. Camera digital 1 unit 1
d. Infocus 2 unit 1 1
III Prasarana
a. Genset 1 unit 1
Sumur
b. Air Bersih/PAM 1 unit 
bor

IV Sarana Pendukung
a. Ambulance 1 unit 
b. Sepeda motor 1 unit 

Sarana Pendukung
V
Manajemen
pelayanan dlm bentuk
Set/Kit
a. UGD Kit 1 unit 
b. Partus Set 1 unit 
c. Poliklinik Kit 1 unit 
Tanpa
d. Lab sederhana Kit 1 unit  PemutarSen
trifuse
e. USG 1 unit 
f. PTM Kit 1 unit 
Perlu
g. Dental Unit 1 unit  penggantian
Sumber : Data Logistik Puskesmas Pajagan 2018

27
Berdasarkan tabel di atas sebagian besar sarana dan prasarana

masih baik dan dapat difungsikan.

Semoga pemerintah, baik pusat maupun daerah

mempertimbangkan penambahan jumlah kendaraan yang

ada.Karena masih ada dari 7 desa wilayah kerja puskesmas pajagan

ada dua desa yang hanya dapat dilalui roda dua,dan perlu adanya

relokasi bangunan fisik gedung Puskesmas.

1. Kondisi Peran Serta Masyarakat

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan cakupan

pelayanan kesehatan termasuk di dalamnya mengoptimalkan potensi

sumber daya masyarakat yang ada di desa karena secara langsung

masyarakat merupakan sasaran program kesehatan.

Tanpa masyarakat, program kesehatan tidak dapat berjalan

dengan baik karena selain sebagai sasaran program kesehatan,

masyarakat juga aset dalam melaksanakan program.Hal ini

disebabkan karena keterbatasan sumber daya kesehatan sehingga

dengan masyarakatlah, tenaga kesehatan bekerjasama dalam

menyukseskan program.

Hal utama yang menjadi pertimbangan perlunya keterlibatan

masyarakat karena mereka lebih mengenali keadaan wilayahnya dan

lebih mudah bersosialisasi dengan masyarakat lainseperti kader,

dukun bayi dan tokoh masyarakat.

ntuk mempermudah kegiatan di desa dalam meningkatkan

derajat kesehatan masyarakat, puskesmas telah membentuk posyandu

28
yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh para kader kesehatan yang

diambil dari masyarakat setempat, bermitra dengan dukun paraji

dengan harapan dapat menekan angka kematian baik bayi, balita

maupun kematian ibu. Secara langsung maupun tidak langsung

masyarakat merupakan ujung tombak keberhasilan program

kesehatan.

Tabel 2.6
Data Peran Serta Masyarakat di Puskesmas Pajagan
Tahun 2018

KADER DUKUN BAYI


JML
NO DESA POSYA Tot Belum
Di Bermitra Magang
NDU Aktif % al bermitra
latih
Jml Jml % Jml % Jml %
1 Pajagan 6 30 30 100 5 3 60 2 40 0 0
2 Ciuyah 6 30 30 100 2 1 50 1 50 0 0
3 Parungsari 6 30 30 100 2 2 100 0 0 0 0
4 Mekarsari 6 30 30 100 2 1 50 1 50 0 0
5 Bungurmekar 4 20 20 100 3 2 66,7 1 33,3 0 0
6 Calungbungur 4 20 20 100 3 2 66,7 1 33,3 0 0
7 Paja 4 20 20 100 2 1 50 1 50 0 0
Jumlah 36 170 170 100 19 12 63,1 7 36,9 0 0
Sumber : Data Puskesmas Pajagan 2018

Kondisi peran serta masyarakaat berkembang secara

dinamis, hal yang paling berpengaruh terhadap perkembangannya

adalah kesadaran dan tingkat pemahaman masyarakat tentang

pentingnya menjaga derajat kesehatan pribadi, disamping perlu

dipertimbangkan juga adanya kepentingan berbagai pihak baik secara

pribadi maupun golongan yang mendorong masyarakat memanfaatkan

sarana dan prasarana kesehatan di puskesmas.

29
2. Kondisi Kependudukan dan Sasaran Program

Sebagian besar wilayah merupakan areal pertanian dan

perkebunan sehingga mata pencaharian penduduk sebagian besar

sebagai petani atau buruh tani.

Penduduk sebagai sasaran program juga sebagai pelaku dalam

proses pembangunan, berkaitan dengan hal inimaka manusia sebagai

pelaku dalam proses pembangunan adalah merupakan sumber potensi

dalam menentukan keberhasilan terhadap pembangunan itu

sendiri.Fokus pelayanan ada pada UKP dan UKM sehingga jumlah

penduduk yang terdistribusi secara gender baik laki-laki dan

perempuan. Berikut tabel dibawah ini data kependudukan diwilayah

kerja puskesmas pajagan, yaitu:

Tabel 2.7
Data Penduduk Di Puskesmas Pajagan
Tahun 2018
NO DESA L P ∑ KK
1 PARUNGSARI 2414 2225 4639 1429
2 CIUYAH 2667 2556 5223 1420
3 PAJAGAN 2728 3929 6657 1257
4 MEKARSARI 1264 1350 2614 925
5 CALUNGBUNGUR 1592 1544 3136 829
6 BUNGURMEKAR 1527 1424 2941 700
7 PAJA 971 896 1867 521
JUMLAH 1316 13924 27077 7081
Sumber : Data BPS dan profil Desa 2018

Jumlah penduduk berdasarkan tabel di atas, yang terbanyak

berada di Desa Pajagan dengan jumlah penduduk sebanyak 6657 jiwa

dan jumlah penduduk terkecil di Desa Paja sebanyak 1.867 Jiwa.

Sedangkan untuk distribusi penduduk lebih banyak Perempuan

sebesar 13924 Jiwa.

30
3. Kondisi Bidang Pendidikan

Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan

keterampilan, sehingga media transfer pengetahuan dan keterampilan

tersebut dapat secara formal maupun informal. Pendidikan formal

seperti pada umumnya yaitu mulai dari TK/PAUD/RA sampai

perguruan tinggi.Sedangkan contoh pendidikan informal seperti

kursus, praktek lapangan dan lain-lainnya.

Penyelenggara pendidikan disetiap daerah biasanya di bawah

naungan Kementrian Pendidikan dan Kementrian Agama. Sekolah

yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pajagan ada yang berstatus

negeri maupun swasta, mulai dari tingkat dasar sampai SLTA dan

sampai saat ini belum ada sekolah tinggi baik negeri maupun swasta.

Sedangkan untuk pendidikan pra sekolah seperti PAUD, RA maupun

TK hampir di setiap desa mengalami peningkatan bila dibandingkan

tahun sebelumnya. Pendidikan anak dimulai dari Anak usia sekolah

adalah anak yang berusia 6-19 tahun, yang sesuai dengan proses

tumbuh kembangnya dibagi menjadi 2 sub kelompok yaitu pra remaja

(6-9 tahun) dan remaja (10-19 tahun).Saat ini jumlah sekolah dasar

yang berada di wilayah kerja puskesmas pajagan sebanyak 15 sekolah

yang terdiri dari 12 SD negeri dan 3 MI.

Tabel di bawah ini menyajikan tentang upaya kesehatan sekolah

dengan sarana pra sarana penunjang, yaitu:

31
Tabel 2.8
Data Upaya Kesehatan Sekolah Puskesmas Pajagan
Tahun 2018
Jumlah Sekolah Dengan
Guru Dengan
No Nama Sekolah Yang Dengan Kader/D
UKS UKS Kit
ada JPKM okcil
1 TK/RA 14 0 0 0 0
2 SD/MI 15 3 10 10 10
3 SLTP/MTs 9 1 1 4 1
4 SLTA/SMK 2 0 0 0 0
Sumber : Data Puskesmas Pajagan 2018

Dengan adanya pendistribusian UKS Kit tahun 2018 ke sekolah

dasar berpengaruh terhadap adanya pembentukan kader kesehatan

disekolah.Kegiatan kesehatan dalam domain di tingkat sekolah dasar

adalah kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Usaha

Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS).Akan tetapi kegiatan dalam bidang

UKGS belum berjalan optimal. UKS merupakan bagian dari program

kesehatan anak usia sekolah. Dimana maksudnya adalah upaya

terpadu lintas program dan lintas sector dalam rangka meningkatkan

derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat

anak usia sekolah.

UKS merupakan termasuk dalam upaya kesehatan

pengembangan. Kegiatan dalam upaya kesehatan anak sekolah yang

selama ini dilakukan oleh Puskesmas Pajagansudah sampai

pemeriksaan kesehatan dasar anak sekolah berupa penjaringan

kesehatan anak sekolah kelas satu dengan kegiatan penentuan status

gizi melalui pengukuran BB dan TB, pemeriksaan gigi dan mulut dan

pemeriksaan lainnya yang sederhana dengan sasaran utama anak

sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI).

32
Dari 15 sekolah dasar dengan upaya kesehatan sekolah

diwilayah kerja Puskesmas pajagan yang disertai dengan

pembentukan dokter kecil baru sudah mencapai10 sekolah dasar (SD)

meskipun dokcil tersebut belum mendapatkan pendidikan atau

pelatihan secara optimal, sementara 5 sekolah lainnya belum

terbentuk.Hal ini disebabkan sekolah tersebut belum mempunyai

sarana seperti UKS Kit dan juga petugas pengelola UKS puskesmas

yang mempunyai beban kerja lebih sehingga focus petugas terbagi.

Namun demikian, diharapkan untuk tahun yang akan datang,

upaya kesehatan sekolah dan pembinaan dokter kecil dapat terbentuk

pada semua tingkat sekolah agar upaya kesehatan anak sekolah dapat

terpantau dan terbina dengan baik.

4. Kondisi Kesehatan Lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita baik

benda hidup maupun benda mati.Sedangkan sehat adalah kondisi

sejahtera dari fisik, mental dan social dan ekonomi.Lingkungan

mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan.

HL Bloom menyatakan lingkungan merupakan factor terbesar

yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.Untuk itu

diperlukan suatu lingkungan sehat untuk menjamin kehidupan

manusia.

Lingkungan sehat yang dimaksud dalam visi Indonesia sehat

adalah lingkungan yang kondusif untuk hidup sehat, bebas polusi,

tersedia air bersih, lingkungan memadai, pemukiman sehat,

perencanaan kawasan sehat serta terwujudnya kehidupan yang saling

33
tolong menolong dengan memelihara budaya bangsa (kompas, 5

November 2002, Depkes.go.id).

a). Rumah sehat

Manusia membutuhkan tempat untuk tinggal dan

bernaung.Seiring kemajuan peradaban, tuntutan terhadap rumah

tinggal semakin tinggi tidak hanya dari segi keamanan dan

estetika namun juga segi kesehatan.

Menurut UU RI No. 4 tahun 1992, rumah adalah bangunan

yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana

pembinaan keluarga.Oleh karena rumah berhubungan erat dengan

kesehatan penghuninya maka perlu diperhatikan persyaratan

sehat suatu rumah.

Rumah sehat secara umum dapat memenuhi kebutuhan

fisiologis, psikologis, mencegah penularan penyakit dan dapat

mencegah terjadinya kecelakaan.

b). Tempat Pengolahan Makanan dan Tempat Tempat Umum

Tempat pengolahan makanan (TPM) yang ada di wilayah

kerja puskesmas Pajagan sebanyak 12 tempat.Sedangkan yang

memenuhi syarat kesehatan ada 9 tempat (75%), adapun daftar

table TPM menurut status Hygiene Sanitasi terlampir.

Tempat-tempat umum (TTU) adalah suatu tempat dimana

orang banyak berkumpul untuk melakukan kegiatan baik secara

insidentil maupun terus menerus secara membayar maupun tidak

(Depkes, 1998).

34
Mengingat banyaknya orang yang akan melakukan kegiatan

atau memanfaatkan produk/hasil di tempat tersebut maka akan

terjadi peningkatan hubungan/kontak yang memungkinkan

terjadinya penularan penyakit baik langsung (antar personal)

maupun tidak langsung (melalui perantara benda, alat atau tempat

kegiatan).

Jenis TTU yang diperiksa adalah Sarana Pendidikan, Sarana

Kesehatan, dan Hotel.Untuk mencegah penularan dari TTU yang

tidak sehatmelalui usaha-usaha penyehatan TTU dengan Inspeksi

Sanitasi TTU.

Tempat-tempat umum yang ada diwilayah kerja puskesmas

sebanyak 23 TTU dan yang memenuhi syarat kesehatan dari

sejumlah yang diperiksa yaitu sebanyak 17 tempat atau 78,3%.

c). Rumah Sehat.

Sebagian besar masyarakat memusnahkan sampah secara

dibakar dibakar akan tetapi tidak sedikit pula masyarakat

memperlakukan sampah dengan membuang ke sungai atau

membiarkannya pada tempat-tempat yang mereka anggap tidak

mengganggu pemandangan seperti belakang rumah dll.

35